Berbincang dengan Opick

21 May 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

OpickOPICK … Opick. Betapa tidak surprise dan bangga berbincang dengan pelantun album-album kerohanian (Islamis) yang tengah berkibar. Pada anak-anak muda pekerja keras, dan cerdas, tanpa peduli profesi mereka, selayknyalah sangat apresiatif dan salut. Sebaliknya, kalau yang pemalas, banyak alasan, hobi berkilah, tentu susah untuk tidak jengkel.

Dalam komarasi pribadi, bisa jadi, tersebab ‘kegagalan’ hidup sendiri yang kemudian berharap agar mereka jangan konyol seperti saya. Opick, anal muda itu, berhasil ‘menaklukan’ Indonesia pada tataran tertentu. Teringat Yusuf Mansur yang baru beberapa minggu lalu berbincang akrab. Wualah mana Yusuf Mansur Mas, kog ngak dibawa sekalian, tanya saya.

Sudahlah. Rupanya Hanung, Opick, dan Yusuf sudah lama membincangkan pebuatan filem religius; filem yang bukan berdasar titipan atau arahan tertentu. Tepatnya, sesuai dengan apa yang mereka mau, sesuai pandangan dan idealis.

Hal ini yang saya dapat dari pembicaraan kami. Opick … Opick. Persepsi semakin tajam, penyanyi muda yang begitu bersahaja; tampilan, tata cara bicara, mengungkapkan pandangan. Lebih membanggakan pandangannya tentang dakwah. Bak kiai khos Opick berkata, dakwah itu kan bukan di mesjid saja. Bagian manapun Bumi Allah adalah wilayah dakwah; medan kewajiban kemanusisan kita.

Tugas kita —maksudnya para dai, kali— mengembangkan dakwah, mempertajam daya jangkau dan daya pikatnya untuk menyampaikan kalimah-kaliamah Allah dan tauladan Rasulullah. Tentu Opick ingin mengatakan, dakwah melalaui seni, melalui filem juga penting. Berbagai media dapat digunakan untuk syiar.

Pada posisi ini saya ‘nembak’ Hanung dan Opicik: “Sebaliknya juga bisa, bukan?”. “Ya’’, Hanung menjawab, dan Opick membenarkan: “Kami memilih, Sunan Kalijaga”. Lalu, perbincangan ke hal-hala dasar yang kalau dalam bahasa populernya, (hanya) demi syiar. Mereka saya goda: “Kalau aspek bisnis diabaikan, kurang cocok dengan tauladan Rasulullah”.

Perbincangan heboh. Kami terlibat diskusi sirah Rasulullah, sejak mengembalakan kambing, berdagang, sampai kawin dengan pemodal kaya raya, Siti Khadijah. Rasulullah pebisnis, dan ‘orang kaya’. Beliau bersabda: Tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah.

Pancingan saya, surat Al-Hujarat 13, langsung disambar Hanung dengan ayat. Saya melirik Opick Sebelum masuk, pembicraaan dialihkan. Bagaimana ‘melawan’ orang-orang pondok. Ngacir.

Asyiknya, sepanjang perbincangan riang gembira. “Jadi, serius nich ngak cari untung?. “Bukan begitu, timpal Lihan. Film ini kita buat maksimal. Hanung tidak dibebankan memikirkan untung. Sebagai pendana, saya berharap, buatlah filem yang bagus”.

Gaya Lihan tanpa permintaan itu yang justru menjadi pemicu bagi Hanung dan Opick; berusaha maksimal membuat filem klosal bagus. Beban moral, atau apa yang dinamakan Hanung, komitmen. Komitemen untuk berbuat yang terabik.

Yang seru, justru bagaimana mereka berkolaborasi. Opick dan Hanung menang sudah sering bekerjasama. Kata Opick, penggarapan video klip albunnya dilakukan Hanung. “Sampeyan kog percaya begitu saja pada lihan. Ibrat kata, baru berkenalan sudah saling percaya. Kalau Lihan apa tidak takut ‘ditipu’ orang-orang ini? Mereka terbawa menyambut girauan saya yang serius.

Bukannya marah, mereka tertawa-tawa. Gaya interview saya nampaknya sudah bocor. “Kalau kita tidak percaya sama orang, tidak usah berbisnis, tidak usah bekerjasama. Bisa pusing sendiri. Kalau saya, menyiapkan dana. Tujuannya dakwah. Selesai”.

Terkekeh-kekeh mereka mereka saya minta bercerita tentang perkenalan awal, yang sebenarnya sudah saya ketahui. Ya, begitulah, mereka tidak membagi masalah, tetapi bersepakat membuat proyek besar tanpa memberi-beban pada lainnya.

Nampaknya, peran Opick diangkat dari keinginan besar, niat tulus dalam bingkai dakwah. Sungguh, jalan yang lempang. Semoga Allah merestui jalan ini, doa Opick. Semoga. Amin.

Bagaimana Menurtu Sampeyan?

GrandKemang, Jakarta, 21 Mei 2008.

  1. 12 Responses to “Berbincang dengan Opick”

  2. By Zul ... on May 22, 2008 | Reply

    Ada kegetiran ketika para ustadz mulai terjun ke dunia bisnis - apa pun bungkusnya dan apa pun motivasinya. Kasus sinetron Munajah Cinta dan film Kun Fa Ya Kun yang gencar dipromosikan oleh para ustadz ternyata memanen kekecewaan akan barang yang dipromosikan. Akibatnya, ada sebagian kita yang kasian dengan para ustadz yang ‘mau-maunya’ jadi ‘tameng’ sebuah bisnis.

    Semoga kasus demikian tidak terjadi pada ‘Sunan Kalijaga’ yang telah disokong bulat-bulat oleh seorang Lihan.

    Tabik!

    ***Ya begitulah, itu sudah di luar kuasa kita. Kita kan hanya ‘penonton’; yang terjadi, terjadilah. Yang penting pada setiap nita, pada langkah berbuta, mudah-mudahan ada nilainya.

  3. By SQ on May 22, 2008 | Reply

    yap..saya ikut mendoakan mudah2n hasilnya maksimal. Sesuai dengan dengan niat dan apa yang dicita-citakan :-)

    ***Mudah-mudahan. Amin.

  4. By meiy on May 22, 2008 | Reply

    salam buat opick lah pak.
    moga berhasil film kolaborasi-nya.

    ***Ntar disamaikan, deh … tapi ngak janji lho

  5. By aminhers on May 22, 2008 | Reply

    good luck, Bang

    ***Makasih

  6. By Sandy Guswan on May 23, 2008 | Reply

    Percakapan hebat orang2 hebat. Saya bermimpi ada d sana. mudah2an misi dakwah lewat media hiburan tidak melenceng

    ***He he, kalau saya kebetulan saja. Ntar jadi kenyataan benara lho. Amin.

  7. By achoey sang khilaf on May 23, 2008 | Reply

    Sebenarnya bapak dah mulai seheba mereka yang bapak banggakan itu :)

    ***Ha ha jauh coy, dan beda lahan. Maksih apresiasinya.

  8. By Teguh Aditya on May 26, 2008 | Reply

    Selamet deh bisa bincang langsung ma opik

    ***Makasih.

  9. By Alex on May 31, 2008 | Reply

    amin.

    komentar juga dakwah ya pak ??????

  10. By agus Priyadi on Dec 9, 2008 | Reply

    assalammuaikum…,mohon alamatnya bang opick,

  11. By trisna on Feb 16, 2009 | Reply

    asslm…….,minta almt email mas opick dong,syukur2 id YM nya.supaya bisa ngobrol langsung berbagi ilmu.sembah nuwun!!!!!!!
    wsslm……

  12. By lily on Mar 10, 2009 | Reply

    asslm..lagu2 mas opick bnr2 bikin aq tersentuh dan insya Allah lbh baik..boleh ikut fans klub opick kan???caranya gmn? mksi..wasslm

  1. 1 Trackback(s)

  2. May 22, 2008: aLix wiJaya . Com

Post a Comment