Jakarta Jakarta
20 May 2008 | Ditulis oleh: windede |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
PESAWAT Lion Air seolah-olah tak kuat ‘ngerem’ badannya yang begitu besar. Kaki seolah ikut menginjak rem. Grukkkkkkkkkkkk akhirnya pelan di ujung landasan. Saya mengaktifkan HP. Beberapa SMS berebutan masuk. Membaca dan menjawab kilat. Y, n, dan c. Pakai kamus sendiri he he.
Hakim, mengaku belum pernah menjelajahi Jakarta. Terasa lucu. Ternyata, lebih dulu membawanya ke Singapura dan Malaysia. Hakim baru sampai di Tangerang ketika transit ke Batam. Padahal kalau urusan ke Jogja Hakim yang menghandel. Ok kita naik Damri melihat-lihat Jakarta. Tidak ikut rombongan dan tidak naik taksi. Nah, itu tanggul yang jebol, kami melihat kawasan yang sering disorot TV tersebut.
Satu persatu jalan layang dan gedung pencangkar langit kami lewati. Sekalipun ada papan nama, konyol saya muncul, tu tu gedung anu, anu, dan anu. Bagaimanapun sering ke Jakarta. Sebelum trauma naik pesawat ada kalanya sekali seminggu. Pernah pula hidup di Jakarta. Sewaktu kuliah di Jogja, apalagi ketika di Bandung, Jakarta tumpuan ‘libur’. Soalnya, teman-teman kecil banyak disini plus famili. Serasa di kampung saja.
Damri sampai di seberang Ratu Plasa pusat perbelanjaan tergolong awal. Dulu sering nongkrong disana. Kata Hakim makanannya kurang membangkitkan libido makannya. Lagi pula, saya tidak menemukan pojok Sate Padang. Kami cabut.
Taksi membawa menelusuri jalan Sudirman. Kim, saya sering nginap di Sahid Hotel, dan tu Hotel Indonesia yang lebih sering lagi. Saya ingat pernah ngerjain teman yang walikota. Pagi-pagi sebelum yang lain bangun, majalah GAGAH dengan sampul Sang Kawan dibagi. Sebagian besar karyawan mengenalinya apalagi sebelumnya dia pengusaha sukses. E … baru tahu, dia kini seorang walikota.
Entah ada hubungannya atau tidak, sejak itu kalau ke Jakarta lebih sering menginap di Milineum Hotel. Kalau saya tidak dengan dia, menghubungi anak buahnya yang punya ‘perusahaan voucher’ hotel. Harganya separoh, saya gratis he he.
Sopir bilang, di jalan Sabang asyik punya Pak. Kita ke Senen saja. Dulu cari makan Padang di Senen. Ke jalan Sabang kalau nginap di HI. Yang diburu, Sate Padang. Wualah … kecewa. Suasananya tidak nyaman lagi. Sehabis itu balik menuju Kemang. Melihat bangunan menjulang teringat cerita seorang Paman yang baru kembali dari Jakarta ketika saya kecil.
Pantas saja kampung kita tidak dibangun, di Jakarta pembangunannya luar biasa. Barangkali uang negara dihabiskan untuk membangun Jakarta. Sejak itu keinginan ke Jakarta mencapai puncaknya. Saya belajar menjahit pakaian. Biasa … persiapan merantau.
Kalau ke Jakarta, apalagi ke Padang, sasaran pertama Sate Padang. Iciak Fani, pejabat di Depdagri, geleng-geleng kepala, tiap hari makan Sate Padang. Mana peduli saya. Apabila menginap di rumahnya, di Jati Waringin dengan anak-anak, tiap senja saya menenteng Sate Padang. Di Banjarbaru hanya bisa membeli tiap malam minggu. Akibatnya, isteri saya jadi pintar membuat Sate Padang.
Taksi diminta sesantai mungkin. Ndilalah, yang namanya Grand Kemang itu hotel Kemang sebelum direnovasi. Saya melapor, kamar saya 443. Sudah dipesankan kawan. Tanpa mandi, langsung buka laptop, mau ngenet. Wualah hotel segini bagus kog pakai lapor saja. Di Banjarbaru, sekolah saja saya ‘paksa’ pakai hot spot. Ini pakai prosedur dan bayar Rp.55 ribu per jam.
Asyik juga, masih ada bagian Jakarta yang kunonya minta ampun. Saya menyelesaikan bagian novel Jakarta Jakarta. Lalu, postingan ini. Terpaksa menghentikan tulisan ini. “Bos, saya menuju Kemang’, begitu SMS Erwin.
Manghentikan aktivias laptop, mandi, dan segera akan menikmati pusat jajan Kemang yang katanya lagi ngterend. Jakarta oh Jakarta.
Hotel Kemang, 19 Mei 2008.










12 Responses to “Jakarta Jakarta”
By Mega on May 20, 2008 | Reply
Duh bikin ngiri aja..kalau awak ke Kemangnya mah malam2..liatin lampu yg ngedip2 disana sininya CAFEnya Kemang deh..hehee..
***He he … di Jepang ngak ada ya. Capek pualang
By Zee on May 20, 2008 | Reply
DItunggu novel Jakarta Jakarta nya..
salam kenal..
***Bagian dari novel Pekonina
By Badiyo on May 20, 2008 | Reply
Kalau sate padang sudah ada di depan mata, oih raso lemak nian ….
***Wualah Mas Badiyo … makasih komennya. Saya mohon maaf, pingin komen di blog Sampeyan tapi saya ngak becus tu kmen di Multiply dan Blogspot (maaf ya Mas).
By Iwan Awaludin on May 20, 2008 | Reply
Di Malaysia sini, juga ada sate padang satu minggu sekali setiap pasar malam. Yang susah, nyari gulai tunjang (kaki sapi), harus main ke Kuala Lumpur dulu baru bisa dapat. Itu pun sekarang tempatnya sudah pindah dan ngga berhasil ditemukan lagi.
***Di Kuala Lumpur saya juga berburu Sate Padang … ngak selezat di Tanah Air he he … apalagi yang dikelola teman-teman dari Aceh
By Indra on May 20, 2008 | Reply
setahu saya sate Padang yang ramai dikunjungi orang di daerah Sumatera Barat itu daerah Padang Panjang… Namanya Mak Syukur… hanya sahaja tidak membuka cabang di daerah lain.
***Di Padang Panjang … asyik tu rasanya.
By edo on May 20, 2008 | Reply
so? sudah ketemu sate padang yang enak di jakarta? hehehhe
#indra : di Jakarta banyak kok cabang sate mak syukur. Di kemang food fast juga ada :). kl di bukittinggi? wah.. saya bisa memberikan lebih banyak listing yang rasanya tidak kalah dengan sate mak syukur
***Siplah … hayo, ditunggu.
By meiy on May 21, 2008 | Reply
waduh pak baca ini kok malah ngiler ngences taringek sate padang nan aduhai itu, yummy yummy
By SHALEH on May 21, 2008 | Reply
Tampilan baru ya Pak, keren.
Kapan ya, bisa ke Jakarta.
By Dedi Dwitagama on May 22, 2008 | Reply
Ke Jakarta aku kan kembali …
***KOg mirip judul lagu ya … he he
By subakhi on May 22, 2008 | Reply
kayaknya masih enak sate RAMANIA lho boss hehehe
***Soal Selera beda-beda ya
By Alex on May 31, 2008 | Reply
jalan-jalan sambil nulis novel ya pak??? cari inspirasi euy..!!
By Jakarta Links on Jul 25, 2008 | Reply
BARU!!! http://www.jktlinks.com
Menghubungkan semua badan usaha khusus di Jakarta.
Gratis untuk mencatumkan link webside Saudara bulan ini.
Badan usaha tidak mempunyai website???
Kami dapat memberikan paket komplit dengan harga bagus.
Hormat kami,
Jeffrey & Feggy
Managing Director
Jakarta Links
Webshop: http://webshop.jakartalinks.com