Lomba 100 Tahun KN
17 May 2008 | Ditulis oleh: EWA |Tulisan peserta lomba 100 Tahun kebangitan nasional sudah (mulai) dipublish di www.menulismudah.com. Silahkan dicek. Bagi calon peserta, ingat, tulisan dikirim ke: lomba@menulismudah.com. Jangan ke yang lain.










8 Responses to “Lomba 100 Tahun KN”
By Edi Psw on May 17, 2008 | Reply
Masih dibuka ya, Pak?
By aRuL on May 18, 2008 | Reply
menarik, saya mencoba ikut
***Jangan mencoba, lakukan, ikut.
By Juwita Sari on May 19, 2008 | Reply
BANGKITLAH INDONESIAKU
Pada detik-detik menuju 100 tahun kebangkitan nasional ini, bangsa kita seperti sedang menjalani napak tilas sejarah. Cobaan demi cobaan dan perjuangan demi perjuangan harus dilakukan rakyat Indonesia seperti yang terjadi pada masa pergerakan melawan penjajah dulu.
Cobaan yang terdahsyat, dan merupakan awal dari rentetan ujian berikutnya adalah bencana gempa yang disertai tsunami di Aceh pada akhir tahun 2004. Gempa dan tsunami ini, begitu dasyatnya hingga meluluh lantakan bumi Aceh dan sekitarnya. Setelah tragedi besar itu, bangsa ini dihadapkan lagi pada cobaan lain, yaitu terendamnya daerah Sidoarjo dan sekitarnya oleh lumpur yang berasal dari perut bumi. Musibah yang dikenal dengan nama lumpur lapindo ini, hingga sekarang masih belum dapat terselesaikan.
Cobaan rakyat Indonesia tidak berhenti sampai disitu. Setelah serangkaian bencana alam, kini rakyat Indonesia harus diuji lagi dengan segala kenaikan BBM dan sembako. Hal tersebut makin menambah beban yang harus di tanggung rakyat.
Rakyat Indonesia sepertinya diberikan suatu anugerah oleh Tuhan dengan adanya cobaan-cobaan ini, yaitu untuk bisa merasakan kembali apa yang telah dirasakan para pejuang dulu, yang walaupun menderita dan harus kehilangan nyawa tetapi tetap berjuang untuk membebaskan bangsa ini dari penjajahan serta menyatukan seluruh rakyat dalam satu bangsa yaitu bangsa Indonesia. Tuhan ingin dengan dapat merasakan apa yang dirasakan para pejuang, rakyat Indonesia dapat makin erat, kuat, dan makin cinta tanah air yaitu Indonesia.
Sebagai sebuah anugerah, hendaknya kita jangan pernah putus asa dalam menghadapinya, apalagi sampai menyerah sebelum berperang. Kita maju bersama-sama menjalani segala cobaan ini. Dengan persatuan yang kuat dan teguh, pasti bangsa Indonesia akan bisa melalui segala kesusahan. Dari segala cobaan yang terjadi, kita jangan hanya dapat merasakan susah dan menderitanya saja, tetapi rasakan makna serta hikmah yang ada dibaliknya. Cobaan yang diberikan Tuhan, baik itu berat atau ringan bukan hal yang patut dipermasalahkan, tetapi maknanya bahwa Tuhan berarti begitu sayang pada rakyat Indonesia.
Sebagai Negara yang sudah merdeka 63 tahun, kita telah banyak memakan asam garam dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air. Dengan semua pengalaman itu, segala cobaan yang datang pasti dapat dijalani dan diselesaikan dengan baik, jangan pernah menggunakan kekerasan, dan jangan pernah melimpahkan segala kesalahan kepada satu pihak, karena kita semua bertanggung jawab untuk menyelesaikannya.
Dengan segala masalah yang datang silih berganti ini, mudah-mudahan rakyat Indonesia dapat makin erat bersatu, jangan malah bercerai berai. Karena seperti kata pepatah “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Bangkitlah Indonesiaku, jadilah bangsa yang kuat dan berprestasi.
By Puji Astuti on May 19, 2008 | Reply
KEBANGKITAN NASIONAL
SEJARAH AWAL MULA MUNCULNYA KEBANGKITAN NASIONAL
Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini diawali dengan dua peristiwa penting Boedi Oetomo(1908) dan Sumpah Pemuda (1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli
Tokoh-tokoh kebangkitan nasional, antara lain: Sutomo, Gunawan, dan Tjipto Mangunkusumo, dr. Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), dr. Douwes Dekker, dll
Selanjutnya pada 1912 berdirilah partai politik pertama Indische Partij. Pada tahun ini juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (Solo) KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (Yogyakarta) dan Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera di Magelang.
Suwardi Suryoningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis Als ik eens Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda), 20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah jajahan Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Suwardi Suryoningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi “karena boleh memilih”, keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Indonesia.
By Irma on May 19, 2008 | Reply
Memaknai Hari Kebangkitan Nasional
“Perjuangan Masih Terus Berlanjut”
Bertepatan pada tanggal 20 Mei ini merupakan sebuah momentum yang syarat dengan makna bagi bangsa Indonesia, dimana 1 abad sudah peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Kebangkitan Nasional pada dasarnya adalah wujud kesadaran rakyat Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaannya. Menilik kebelakang yaitu tepatnya 99 tahun yang lalu, yang bertepatan pada tanggal 20 Mei 1908 adanya kebangkitan nasional bangsa berawal dari berdirinya sebuah organisasi yang dimotori oleh Soetomo dan dr. Wahidin Sudirohusodo yang kita kenal dengan Boedi Oetomo. Organisasi ini merupakan perintis bangkitnya kesadaran untuk menghimpun persatuan dan kesatuan demi memperjuangkan nasib bangsa dan membebaskan diri dari penjajah menuju Indonesia yang merdeka. Puncak dari perjuangan yang panjang itu maka lahirlah kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.
Indonesia telah merdeka, namun belum berarti perjuangan telah terhenti. Seperti apa yang dikatakan oleh dua tokoh besar Indonesia yaitu Soekarno dan Moh. Hatta yang intinya menyatakan bahwa perjuangan belum berakhir dan akan terus berlanjut walaupun Indonesia telah merdeka. Kalau dulu sebelum Indonesia merdeka, perjuangan dilakukan dengan kontak fisik namun setelah munculnya Budi Oetomo perjuangan itu dilanjutkan melalui organisasi modern dengan tujuan yang sama yaitu mencapai kemedekaan. Sebaliknya, setelah kemerdekaan, perjuangan dilakukan untuk mengisi kemerdekaan dan membangun bangsa yang bermartabat baik dimata bangsa Indonesia sendiri maupun dimata dunia internasional. Namun, untuk mengisi kemerdekaan tersebut tidaklah mudah dan perlu kerja keras untuk mewujudkan Indonesia yang adil, damai dan sejahtera.
Melalui proklamasi kemerdekaan, Indonesia secara nyata telah merdeka, namun sejauh mana kemerdekaan yang telah dicapai bangsa Indonesia??? pada kenyataannya bangsa ini masih terbelenggu dengan segudang permasalahan-permasalahan yang sangat pelik terutama masalah kesejahteraan rakyat. Bagaimana bisa dikatakan merdeka, wong rakyatnya saja masih terkukung.
Anda mungkin pernah mendengar bahkan sudah sering melihat fenomena yang sudah tidak asing lagi di negara Indonesia yang tercinta ini, banyak rakyat yang mati kelaparan, gizi buruk dan semua masalah lainnya yang menimpa rakyat. Sangat miris sekali, karena sebagian besar rakyat Indonesia berada di bawah garis kemiskinan dan sampai sekarang belum ada kemajuan yang signifikan yang dicapai pemerintah dalam penanganan masalah kesejahteraan rakyat ini. Bahkan sekarang malah bertambah lagi dengan naiknya bahan-bahan sembako. Hal ini membuat rakyat semakin kesulitan. Sementara itu, orang-orang yang dipercaya rakyat untuk membantu mengatasi masalah kesejahteraan rakyat ini, malah tengah asyik mensejahterakan dirinya sendiri. Tidak hanya itu, masih banyak lagi masalah yang dihadapi bangsa ini misalya bencana alam, krisis moral dan segudang masalah lainnya.
Kiranya, kondisi Indonesia saat ini malah membuat Indonesia semakin terpuruk di mata rakyat. Kemerdekaan yang selama ini dinyanyikan rakyat semakin lirih. Begitu pula dengan makna kebangkitan nasional sekarang pun semakin memudar. Untuk itu, seiring dengan diperingatinya 1 abad hari peringatan kebangkitan nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei 2008 ini, maka diharapkan semakin menambah kesadaran rakyat bangsa Indonesia agar lebih meningkatkan komitmen bersama untuk membangun Indonesia yang lebih baik, adil, damai dan sejahtera melalui persatuan dan kesatuan. Kita harus menerapkan semangat kebangsaan melalui momentum hari kebangkitan nasional ini. Dengan semangat yang kita miliki, kita dapat berjuang bersama untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi bangsa sebagaimana yang pernah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kita 99 tahun yang lalu demi kemajuan bangsa dan negara. Tidak ada salahnya kita belajar dari sejarah agar kita dapat menjadikannya sebagai sebuah pengalaman pada masa sekarang sehingga kita dapat berbenah diri untuk menjadi yang lebih baik lagi dan tentu saja hal itu dimulai dari diri kita sendiri.
By santy Dwi Pratiwi on May 21, 2008 | Reply
KEBANGKITAN NASIONAL DAN PENDIDIKAN INDONESIA
Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei dan sudah 100 tahun Bangsa Indonesia memperingatinya.
Kebangkitan Nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan Indonesia merdeka yang sebelumnya tidak pernah muncul selama 350 tahun masa penjajahan. Kebangkitan Nasional diawali dengan berdirinya Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Tokoh – Tokoh Budi Utomo di antaranya adalah: Sutomo, dr. Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryaningrat ( Ki Hajar Dewantara). Budi Utomo sadalah organisasi pendidikan yang sangat perduli terhadap nasib bangsa terutama di bidang pendidikan. Budi Utomo berusaha memajukan rakyat agar terlepas dari belenggu kemiskinan, dan kebodohan. Setelah Budi Utomo ada peristiwa penting yang juga tidak boleh dilupakan yaitu Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda berhasil mempersatukan para pemuda di Indonesia dari berbagai daerah, suku, dan bangsa.
Kebangkitan nasional tidak bisa dilepaskan dari aspek pendidikan, pendidikan merupakan kunci utama suatu negara untuk meraih kemajuan menuju peradaban. Tanpa adanya pendidikan yang baik, negara akan berada dalam keadaan kacau, krisis moral dan penderitaan. Kebangkitan Nasional yang bermula dari organisasi pendidikan berusaha untuk memajukan negara dan rakyat, munculnya kaum Intelektual setelah mendapatkan pendidikan sedikit demi sedikit mengubah negara ke arah yang lebih baik.
Setelah 100 tahun kebangkitan nasional, Indonesia tidak banyak mengalami kemajuan, Kebangkitan nasional hanya diperingati setiap tahun tanpa benar – benar dihayati maknanya. Peringatan Kebangkitan Nasional akan lewat begitu saja tanpa ada arti apa – apa. Hal ini dapat terlihat dari masih rendahnya mutu pendidikan di Indonesia, masih banyak rakyat Indonesia yang buta huruf, mahalnya biaya pendidikan menyebabkan banyak anak usia sekolah yang putus sekolah, Kurikulum yang sering berganti – ganti malah menyebabkan siswa menjadi ‘kelinci percobaan’ . Sering bergantinya kurikulum membuat proses belajar menjadi tidak maksimal.Guru – Guru di Indonesia masih banyak yang hidupnya tidak layak dan dari segi kualitas, sebagian besar guru – guru kurang profesional di bidangnya/ bisa dikatakan ‘Payah’. Bagaimana mungkin seorang guru bisa menambah kapasitas dirinya bila kesejahteraannya tidak mendapat perhatian serius ? Guru adalah fasilitator yang sangat penting dalam pendidikan, guru sangat berperan dalam keberhasilan suatu pendidikan. Anggaran dana dari pemerintah untuk pendidikan masih sangat kurang, hanya 11,8 persen dari total APBN.
Pendidikan di Indonesia harus dibenahi, dan mendapat perhatian besar karena pendidikan adalah faktor utama bagi terciptanya kebangkitan nasional. Indonesia akan terus terpuruk apabila pendidikan tidak dibenahi. Pemerintah harus lebih banyak menganggarkan dana untuk pendidikan, selain itu peningkatan SDM dalam hal ini Pengajar/Guru juga perlu, Guru yang berkualitas dan berdedikasi dapat memajukan pendidikan dan mencetak anak didik yang berkualitas juga. Apabila program ini berhasil dijalankan, tidak mustahil Indonesia akan mencapai Kebangitan nasional yang sesungguhnya dan dapat bersaing dengan negara – negara lain. Sebagai generasi muda kita harus berjuang bagi kebangkitan nasional karena masa depan negara ada di pundak kaum muda. Dengan belajar sungguh – sungguh dan tekun, Kebangkitan Nasional tidak hanya lewat begitu saja, tetapi dapat benar – benar terjadi kebangkitan Nasional di Indonesia. Peristiwa penting yang terjadi pada tahun 1908 harus dijadikan cambuk untuk mencapai tujuan yang dicita – citakan, Semoga di peringatan 100 tahun kebangkitan nasional ini bangsa kita bisa lebih memaknai kebangkitan nasional dan mulai bangkit dari keterpurukan, semoga…..
By esa on May 21, 2008 | Reply
jadi tulisannya dikirim lewat email kan? Klo udah dipublish di blog sendiri, gimana? Tinggal kasih link URLnya atau di-copy paste atau gimana Pak?
By Alex on May 31, 2008 | Reply
udah ada yang menang pak ???