Archive for May, 2008

Menulis Manusia Prasejarah

Saturday, May 31st, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas SEJAK belajar sejarah di SD, kita diajarkan, awal masa sejarah Indonesia tahun 400 M. Penandanya penemuan tulisan di prasasti Kutai, Kalimantan Timur. Sekalipun sampai sekarang masih ada bagian masyarakat yang belum mempunyai peninggalan tertulis, kita telah memasuki zaman sejarah. Sebelumnya? Zaman prasejarah.   Zaman prasejarah adalah masa dimana komunikasi ...

Menulis Manusia Purbakala

Saturday, May 31st, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KALAU melontar imajinasi ke zaman purbakala, bisa jadi ada kesimpulan aneh, hidup di masa itu, nyaman dan menyamankan. Alam menyediakan segala kebutuhan kehidupan. Tidak heran, berbagai gerakan, back to nature digerakkan sangat serius.   Alam nyaman, alam dahulu kala. Alam asri dengan hutan-hutan perawan, burung-burung yang bersiul, ombak jernih ...

Menulis Mafia Puisi

Friday, May 30th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KOMENTAR seorang sahabat bloger, Leah, sempat membuat saya tertawa. Pada komentar tersebut, termuat kelucuan, keseriusan, dan (mungkin) kalau dilanjutkan bisa jadi debatable. Betapa tidak.   “Waduh mending dikasih setumpuk soal mafia (matematika, fisika, dan kimia) dari pada harus memahami puisi he he”. Kosakata mafia yang berkonotasi kurang positif merujuk ...

Susah Melawan Diri

Thursday, May 29th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas SATU diantara sekian banyak musuh menulis adalah melawan diri. Seseorang yang berkehendak menulis tidak akan menjadi kenyataan apabila tidak mampu melawan, menundukkan, dan memenej dirinya. Kalau dipadukan dengan kecanggihan alasan, maka lengkaplah ciptaan musuhnya. Tidak akan pernah menjadi penulis.   Seorang kawan, punya kebiasaan sangat jorok ... menulis tidak ...

Kepada Angin

Wednesday, May 28th, 2008

Wahai angin nan lalu sampaikan padanya tentang kalimah kamilah pemilik republik ini yang berhak atas derita Kami tak punya kuasa, bukan pengusaha, atau politikus, apalagi pengambil kebijakan yang tidak suka membaca iklan dan posko perang, yang tidak paham 'mainan' hebat-hebat Nyanyian rindu senandung pilu tak enyah-enyah dekapan rindu sorak-sorak memanah daun telinga rayuan burung pipit sayup-sayup ...

Melawan Kanker Menulis

Tuesday, May 27th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas PASTI sudah, banyak orang berkeinginan menulis. Bisa diandasi keinginan menjadi pengarang (fiksi), penulis (ilmu), atau apalah. Kalau dikaitkan dengan tujuan dakwah sampai pembelajaran, bahkan agar ‘menyakiti’ musuh hatinya, bisa berpanjang-panjang. Beragam maksud dan motif. Pada tingkat lebih teoritik, ada yang mengakatan, menulis sebagai self actualization. Bergaya ala ...

Tiga Otak

Monday, May 26th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MEMBACA ‘diri’ dan ‘kehidupan’ kalau dipikir-pikir bisa lucu. Seorang wanita, tidak usah disebut namanya, sangat serius memelihara tubuhnya. Bagus. Merawat badan secara teratur ke salon. Untuk merawat kuku saja bisa lebih besar dari dana BLT bagi kaum miskin. Dia hapal lekuk-lekuk, dimana ‘kekuatan’ dan ‘kelemahan’ tubuhnya. Ada pula ...

‘Membaca’ Otak dan Pikiran

Sunday, May 25th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas "Kog menulis tentang otak dan pikiran?", tanya gugat seseorang. "Ada yang minta menulis tentang itu dengan bahasa ringan", jawab saya enteng. "Waduh, ilmu (pengetahuan) Anda apa cukup?". Sejak semula sudah diperhitungkan. Simpulannya, menulis karena ingin belajar. Jangan dibalik, menulis karena hendak 'membelajarkan' orang. Soal orang dapat manfaaat, itu ...

Born to be a Genius

Sunday, May 25th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MEMBACA ‘diri’ dalam pengertian lebih umum mengenal diri merupakan kewajiban pribadi. Dari membaca mengenal diri. Keterbacaan melahirkan imej (self-image). Bisa pula digariskan dengan mindset. Banyak ahli mengatakan, bagaimana memformulasikan mindset itulah yang menjadikan diri. Sederhananya, manakala seseorang mencap dirinya bodoh, maka bodohlah dia. Bisa pula, karena sejak kecil ...

The Sleeping Giant

Saturday, May 24th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MEMBACA buku Membangunkan Raksasa Tidur (2004) karya Taufik Pasiak, membuat lebih doyan membaca buku-buku tentang otak dan pikiran. Bahasan serius dengan bahasa mudah dimengerti serta ‘menantang’ untuk memikirkan, dan terutama, mengaplikasikannya, menjadi ‘roh’ tersendiri. Sebelumnya, kurang terpikirkan, bahwa otak yang selalu dibawa kemana-mana begitu dahsyat. Lebih mengagumkam, betapa ...