Inspirasi dari Latihan Mahasiswa
19 April 2008 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
MIPA UNLAM. Kamis, 17 April 2008, Heru Puji Winarso tiba-tiba mengetuk ruang kerja saya. Diantar Jumadi, doktor kebahasaan tersebut, rupanya mereka dari Bandara Syamsuddin Noor. Tidak lama bicara, jam 23.00 malam itu, kami makan ke luar. Saya senang makan malam memang. Kedatangan Heru untuk seminar ‘Penelitian Tindakan Kelas’ (PTK) di FKIP Unlam Banjarmasin. Heru baru saja menerbitkan buku PTK.
Heru termasuk ‘kurang normal’. Betapa tidak, dia sedang menyelesaikan disertasi S3 di FISIP Universitas Brawijaya Malang dan disertasi S3 Psikologi Pendidikan di UNM Malang. Dua-dua beasiswa pemerintah RI, lho. Itu belum seberapa, dia menyelesaikan S2 Publistik di Unpad Bandung, manejemen pendidikan di UNM setelah S1 di IKIP Jogja dan S1 Hukum di STIA Banjarmasin. Sambil kuliah di dua S3 mengajar di Unmer dan PT lainnya. Lebih penting … menulis buku beberapa buku.
Semalaman kami bercerita banyak hal. Heru, menjadi penguat, ‘waktu’ bukanlah alasan untuk tidak menulis. Orang-orang yang suka menghitamkambingkan waktu, karena mindset sudah paten sebagai Raja Alasan. Heru saksi hidup. Semakin terinspirasi menulis, menulis kapan saja, dimana saja. Tulis, tulis, dan tulis.
Saya dihadiahi buku perilaku organisasi. Hasil bincang-bincang semalaman diperkuat bacaan bukunya, saya sampaikan secara kreatif pada: Latihan Kepemimpian dan Management Mahasiswa di Aula Farmasi FMIPA Unlam Banjarbaru, Sabtu, 19 April 2008.
Celakanya, tidak bisa ikut seminar. Lebih memilih sebagai nara sumber pada latihan kepemimpian mahasiswa. Lagi pula, rutin sebagai pemateri. Dan, libido selalu bergairah dalam relasi dengan mahasiswa. Saya yakin, bangsa ini tergadai di pundah makhluk-makhluk muda tersebut.
Berbincang dengan mahasiswa FMIPA Unlam sebanyak 200 orang lebih, tentu mengasyikkan. Memenej hidup, apalagi oranisasi kemahasiswaan, adalah suatu keharusan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Saya membuat kaget ketika berkata: “Tahu kenapa banyak organisasi justru menjadi ajang rebutan posisi pimpinan ketimbang mencapai tujuan organisasi? Satu sebab, seperti yang kalian lakukan. Yang dilatih, leadership melulu-lulu Wajar banyak orang inginya menjadi pemimpin doang.
Coba pikir, kenapa kita tidak melatih atau berlatih menjadi yang dipimpin? Tidak lupa dipaparkan fakta, apakah itu organisi sosial sampai politik yang pemimpinnya hobi berselisih paham, pecat-memecat, sampai membuat organisasi tandingan. Ramai terus. Karena itu, mulai sekarang, disamping belajar menjadi yang dipimpin mari belajar kepemimpinan. Cerna sendiri, kira-kira bagaimana kekuatan kata-kata saya.
Setelah mereka tercenung, barulah masuk ‘teori kuno’ yang cenderung definisioanal dari palanning, organizing, leading, sampai controlling. Teoriiiiii. Ya, lebih penting mari kita ciptakan diri sendiri menjadi pemimpin sekaligus yang dipimpin. Mulai dari budgeting of time sebagai mahasiswa. Misal, berapa jam membaca dalam sehari. Ingat-ingat pula, berapa waktu yang diwakafkan untuk menghidupkan organisasi kampus, dan non-kampus. Jangan-jangan sangat tidak memadai.
Melihat gelora mata anak-anak muda ini, sekalipun bagi mereka, juga panitia, ke luar pakem, bagi saya jauh lebih penting memberi kail ketimbang ikan. Saya yakin, selepas sharing materi akan memikir dan berbuat lebih baik dan praktis. Masa sedikit saja tidak nyangkut.
Dalam pada itu, sebagai controlling atau evaluation, silahkan lajukan diskusi melalui email, atau ikut nimbrung di www.webersis.com atau ww.menulismudah.com. Semua bermula dari diri, dari pikiran. Kini, saatnya merubah mindset, change; change in progress.
Ternyata, bercandaria dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa mendatangkan inspirasi. Satu buktinya tulisan ini, dan … entah akan berapa banyak lagi tulisan tentang, dan atau, seputar mahasiswa dan kampus. Selamat meraup inspirasi, bukan menunggu inspirasi atau mood di terminal.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Banjarbaru, 19 April 2008.










16 Responses to “Inspirasi dari Latihan Mahasiswa”
By Slamet Riyadi on Apr 19, 2008 | Reply
Assalamu’alaikum
Pertama-tama terima kasih pa atas pencerahannya pada acara Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa di aula Farmasi 19 April 2008,bapak memberi materi yang agak berbeda dari kebanyakan pemateri lain, biasanya saya ketiduran kalau orang lain yang memberi materi, ko pada saat bapa yang ngasih materi, ada sesuatu yang beda dan menyenangkan.
Saya boleh nanya ga pa? semoga boleh aja,,
saya mahasiswa FMIPA fisika angkatan 2007,orang tua saya bisa dikatakan bukan orang yang berada, saya ingin sedikit membantu meringankan beban mereka pada saat saya kuliah ini, hal itu karena saya tau mereka banting tulang dan pinjam uang dan utang sana sini untuk membiayai kuliah saya, sementara saya hanya bisa belajar belum dapat bekerja sambil belajar, yang ingin saya tanyakan, apa yang sebaiknya yang harus saya lakukan dan pekerjaan apa yang cocok untuk saya ketika mengisi waktu luang sehingga sedikit ada income buat biaya kuliah saya, ya minimal buat makan sehari-hari…
Yang kedua, apakah saya boleh belajar menulis dari bapa walaupun saya tidak terlalu mahir dalam dunia tulis menulis, dan bagaimana sih pa tulisan saya itu bisa menghasilkan income, kemana saya harus “menjual” tulisan saya itu?
Saran bapak saya harapkan, terima kasih atas masukannya,
Wassalamu’alaikum wr. wb.
By sawali tuhusetya on Apr 19, 2008 | Reply
menurut saya, mantabs, pak ersis. berdiskusi dg mahasiswa sama saja berdialog dg masa depan negeri ini. mereka benar2 bisa menjadi agen perubahan sosial kalau membudayakan diri terilbat dalam keorganisasian secara baik sehingga memiliki kepekaan utk menangkap hanura (hati nurani rakyat).
By Slamet Riyadi on Apr 19, 2008 | Reply
menurut saya kegiatan seperti ini sebaiknya bukan hanya mahasiswa saja yang mendapat latihan kepemimpinan, alangkah baiknya juga diberikan kepada siswa sma bahkan anak tk, sehingga dengan adanya kegiatan seperti ini, kita sudah memiliki kader-kader pemimpin masa depan yang nantinya bakal memimpin negeri ini dengan jiwa kepemimpinan yang bagus
By Rizqan Khairiadi on Apr 19, 2008 | Reply
Asssalamualaikum wr. wb.
terima kasih yang sebanyak-banyaknya buat bapa, krn sdh mau menjadi pemateri di acara LKMM tanggal 19 april 2007, biasanya saya males mendengarkan kalau ada seminar2 tapi setelah mendengarkan materi bapa saya jadi bersemangat banget. Saya ini mahasiswa FMIPA fisika angkatan 2007, saya juga ikut dalam acara LKMM sebagai peserta, saya suka cara bapa meyampaikan materi, berbeda dengan yang lainnya.
pokoknya bapak is the best dech
oh iya pak…
saya mau tanya gimana membuat karya tulis yang baik?
saya mau belajar cara membuat tulisan yang baik.
By Akhmat Faisal on Apr 19, 2008 | Reply
Assalamuailakum Wr. Wb.
Puji syukur saya panjatkan kepada Allah Swt.
Shalawat dan salam saya curahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad Saw.
Mantap! Mantap! Mantap!
Terus terang saja Om ersis(becanda kok pak saya manggil Om, tapi memang pantas orang seperti pak ersis di panggil om)baru kali ini saya benar-benar tergugah hati saya dalam mengikuti segala seminar yang pernah saya ikuti sebelumnya.
benar-benar sangat motivatif…….
saya ada pertanyaan Khusus untuk bapak..
1. bagaimana cara menghindari sifat malas?
2. Seandainya kita sdh terinfeksi penyakit malas, bagaimana cara penanggulangannya?
terima kasih pak ersis mudah-mudahan blog bapak dari hari kehari semakin maju…….
semangat pak….
wabillahi taufik walhidayah
wassalamualaikum Wr.Wb.
By sluman slumun slamet on Apr 19, 2008 | Reply
jadi kangen balik kampus…
begadang sambil ngopi plus diskusi dengan mahasiswa saya…
By toni februari on Apr 20, 2008 | Reply
waah…makin banyak ini yang kena virusnya pak ewa..heee suksessss..iseng-iseng bermakna membuka webnya bapak..terbukalah hati saya, ingin rasanya seperti pak Heru, memiliki banyak dunia..woww yapp terima kasih dunia dan segala keajaibannya..
By Wuryanano on Apr 20, 2008 | Reply
Wah..Bang Ersis memang benar-benar komitmen tinggi untuk melatih banyak orang agar pinter menulis. Salu dah.
Eh, jas almamater UnLam warnanya kuning seperti warna jas almamater mahasiswa saya di SWASTIKA PRIMA Community College. Beda modelnya aja.
Salam Menulis Terus,
Wuryanano
***He he … dasar Sampeyan raja motivasi jua. Mudahan semangat juga sama Pak.
By arif on Apr 20, 2008 | Reply
Waktu di kampus nggak pernah ikut LDK tapi tahun berikutnya ngasih materi LDK. Lucu kan…
***Lucu memang, tapi khusu untuk pakar … biasalah he he
By iin on Apr 21, 2008 | Reply
Ass…
sya mhasiswa farmasi FMIpa unlam..
waktu kmren bp ngasih materi di acra LKMM, bener2 keren,,,
kita2 yg dengerin gak nganttuk Pa….
makasieh Pa atas kedtangannya di acra itu…
mga lain kali bp bisa mampir ke FMIPA unlam lg….
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Apr 22, 2008 | Reply
Pak EWA, apa saja memang bisa jadi sumber inspirasi lah pak, asal kita mau memikirkannya.
By Rahmadona Fitria on Apr 22, 2008 | Reply
Di mana saja ada inspriras, apa saja bisa jadi inspirasi. Wah, ribet juga ya, Pak.. kalo pada rame rebutan posisi pimpinan trus jadi melupakan tujuan, sibuk mengejar kebesaran nama organisasinya lalu melupakan tujuan awal mendirikan organisasinya. Introspeksi, dong..
By Ramakyen on Apr 22, 2008 | Reply
Terima Kasih Ya Pa’ Ersis Atas Ilmu nyaaaa,,,
^^,,,,,,,,,, !!!!
By rahmadiansyah on Apr 23, 2008 | Reply
assalamualaikum pa,,
Saya dari FMIPA fisika ‘07 juga pa,pertama-tama yang pastinya saya ucapkan terimakasih atas kedatangan bapa di kampus kami untuk manyampaikan materi yang spektakuler menurut saya.
Sejujurnya pa saya sudah bosan dengan acara seperti itu,,karena di MIPA ini banyak kegiatan-kegiatan serupa.Tapi dengan “Penampilan” bapa yang memukau rasa kebosanan saya jadi hilang.Saya sangat setuju dengan kata-kata bapa bahwa semua materi yang disampaikan hanyalah teori,yang penting adalah bagaimana menciptakan diri sendiri menjadi pemimpin sekaligus yang dipimpin.
Mungkin pendapat saya diatas dikarenakan saya orangnya agak malas untuk memikirkan hal-hal yang penting,dan saya lebih menyukai jadi orang yang dipimpin dari pada pemimpin yang memeras otak,,
mungkin itu dulu pendapat sya pa,soalnya otak saya udah agak bleng mikir,mungkin nanti saya sambung lagi.
oh iya pa mau nanya dulu gimana sih cara ngindarin rasa malas?
By Muhammad Hasmi on Apr 25, 2008 | Reply
Tidak ada salahnya memiliki cita-cita menjadi pemimpin.
sungguh cita-cita yang agung dan tinggi.
Akan tetapi saya lebih terkesima dengan kata-kata pa ewa ketika bp menuturkan bahwa di zaman sekarang orang selalu terobsesi menjadi pemimpin di antara golongannya. Tetapi sangat sedikit orang yang siap menjadi yang dipimpin.
Lihatlah kondisi negara kita secara global recently.
Masyarakat kita masih banyak yang berjiwa kerdil. Lihatlah surat kabar, dan tontonlah berita di televisi. Kasus Pilkada Jabar, Malut dan yang lainnya sangat mencoreng nilai demokrasi di negara kita. Pantas kah kita marah dan berontak ketika kita atau calon yang kita pilih tak terpilih dalam pemilu?
Kita selalu memikirkan bagaimana menjadi seorang pemimpin, penguasa, pengambil kebijakan. Tapi pernahakah kita berjiwa besar untuk menjadi yang dipimpin, berlapang dada menerima semua keputusan dan ikut serta mngemban tugas untuk memajukan negara ini.
Sikap ini bukan berarti pasif. Fitrahnya, kita semua dilahirkan sebagai pemimpin dan harus bertanggung jawab atas semua yang kita pimpin. Minimal kita bertanggung jawab atas diri kita dan anggota badan kita di hari kemudian kelak.
Finally, sebelum kita ingin menjadi pemimpin bagi orang lain, yakinkan diri kita terlebih dahulu bahwa kita mampu memimpin diri kita serta memimpin setiap gerak-gerik anggota badan kita, sehingga dapat mempertanggungjawabkannya di akhirat kelak..
Thanx 4 inspiring me so much..
by Hasmi, ILKOM 07′ FMIPA UnLam BJB
By ezy on Sep 27, 2008 | Reply
Cua pe Deeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeh.