Antropologi: Mahasiswa Menulis Buku
15 April 2008 | Ditulis oleh: EWA |Buku sebagai refernsi kuliah, sekalipun tidak terlalu sulit, pada kenyataannya susah juga didapat. Kebetulan, mahasiswa pengambil mata kuliah Pengantar Antropologi, memulai kuliah dengan menenteng buku Pengantar Ilmu Antropologi (Koentjaraningrat). Ditambah buku lainnya, sebagai refensi kuliah pengantar cukup saja.
Karena membaca, kuliah dilalui lebih enteng. Apalagi, saya didaulat menulis hal-hal menarik tiap minggu —bila sempat tentunya— di blog. Sebaliknya, ‘balas dendam’, mahasiswa menulis komentar setiap topik di blog saya, dan di blog mereka. Ramai jadinya.
Kamis, 10 April, 2008, kami bersepakat. Mahasiswa menulis sendiri ‘Buku Ajar’. Bahannya dari bacaan, diskusi di kelas. Pada akhir semester, direncanakan dicetak.
Saya memberi supor, tidak usah ragu atau bimbang, tidak usah bicara kualitas ‘ilmiahnya’, yang penting menulis. Kalau dicemooh atau dicaci mati, biar saja. Posisi yang diambil belajar. Belajar menulis buku dengan melakukannya.
Becanda memberi semangat, banyak lho dosen yang kualiahnya setinggi langit, bisanya omong doang (Contohnya Ersis). Rajin mencoret-coret makalah mahasiswa, karya bukunya tidak ada. Minimal, kalau kalian menulis, setelah jadi guru atau dosen, tidak terjerembab menjadi penyambung buku orang doang.
Ada orang puluhan tahun mengajar, kuliah ke luar negeri, membimbing penulisan skrpsi ratusan, tidak mampu menulis buku. Jangankan buku, menulis apa yang didongengkan di ruang kuliah saja tidak mampu ditulis. Kasihan.
Jadi, mari belajar menulis buku sejak dini. Kami bersepakat memulai. Soal kualitas, kumaha engke wae akang. Pembagian jatah sebagai berikut (lainnya menyusul):
BAB I PENGERTIAN ANTROPOLOGI
1. Pengertian Antropologi. (Dina Yulinda)
2. Ilmu bagian Antropologi. (Sri Wahyu Astuti)
3. Ilmu bantu Antropologi. (Tria Sakti Lianti)
4. Tujuan ilmu Antropolog. (Dewi Setiawati)
5. Metode Antropologi. (Septa Yudha)
6. Perkembangan awal Antropologi. (Dewi Komalasari)
7. Antropologi Era kolonialisme. (Helmi Novieanty)
BAB II MANUSIA
1. Manusia dalam perspektif antropologis. (Enna Marsiana).
2. Teori Evolusi. (Hamidah Ulfah)
3. Evolusi manusia. (Kamsinah)
4. ‘Makhluk Manusia’ tertua. (Nuril Najmi)
5. ‘Makhluk Manusia Tertua’ di Indonesia. (Diah Eka Rini)
6. The Missing Liks (Haryani)
7. Manusia; Antara pandangan Antropologi dan agama Islam (Hanik Pustita Sari)
BAB III KEPRIBADIAN
3.1 Pengertian Kepribadian (Santi Dwi Pratiwi)
3.2 Unsur-Unsur Kepribadian: Pengetahuan (Ganda Resnadi)
3.3 Unsur-Unsur Kepribadian: Perasaan (Ahmad Fauzi)
3.4 Unsur-Unsur Kepribadian: Naluri (Muhammad Fauzi)
3.5 Aneka Warna Kepribadian (Fahria Hefni)
3.6 Kepribadian Indonesia (Toni Februari)
3.7 Kepribadian Banjar (M. Agustiannur)
BAB IV MASYARAKAT
4.1.Pengertian Masarakat (Istiqomah)
4.2 Masyarakat Binatang dan Manusia (Muhammad Hidayat)
4.3 Kategori Sosial dan Golongan Sosial (AM Hamsin)
4.4 Pranata Sosial (Abdul Rahman S)
4.5 Intergrasi Masyarakat (Novi Dahliani)
4.6 Masyarakat Banjar (A. Muzain)
4.7 Masyarakat Indonesia (Ni Luh Sri rsini)
BAB V KEBUDAYAAN
5.1 Pengertian Kebudyaan (Siti Nurul Kamila)
5.2 Wujud Kebudyaan (Henny Suryaningsih)
5.3 Adat Istiadat (Irma)
5.4 Unsur-Unsur Kebudyaan (Helmi Hakim)
5.5 Integrasi Kebudyaan (Akbar Alamsyah H.)
5.6 Kebudayaan dan Kerangka Teori Tindakan (Puji Astuti)
5.7 Kebudayaan Daerah dan Kebudyaan Nasional (Riduan Saidi)
BAB VI DINAMIKA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN
6.1 Proses Belajar Kebudyaan (Ihya Ul Ihsan)
6.2 Proses Evolusi Sosial (Setiyadi)
6.3 Difusi (Linda Araini)
6.4 Akulturasi (Wiwik Nurliyana S.)
6.5 Asimilasi (Selvia Agustina)
6.6 Inovasi (Mimi Febrianti)
6.7 Inovasi Kebudayaan Banjar (Martina)
BAB VII ETNOGRAFI BANJAR
7.1 Kondisi Obyektif (Melisa Prawita Sari)
7.2 Lintasan Historis (Juwita Sari)
7.3 Bahasa (Noor Fahriani)
7.4 Sistem Teknologi (Nurkhulis Wardani)
7.5 Sistem Mata Pencaharian (Zul Haziah)
7.6 Organisasi Sosial (Rumadi)
7.7 Sistem Pengetahuan (Novi Arianti)
7.8 Kesenian (Asmiah Ulfa)
7.9 Sistem religi (Hadi Rahman)
BAB VIII KEBUDAYAAN BANJAR
8.1 Kebudayaan Sungai (Chairi Ramadhan)
8.2 Rumah Banjar (Siti Nurhapsah)
8.3 Pasar Terapung (Farida Ariyani)
8.4 Mesjid Suriansyah (Ganjar Muttaqin)
8.5 Rumah Lanting (M. Yumni Rasyid)
8.6 Kesenian Khas Banjar Alat (Rizal Hasannor)
8.7 Sasirangan (Randi Ahmat)
8.8 Penambang Galuh (Arien Noorrahman)
113 Responses to “Antropologi: Mahasiswa Menulis Buku”
By mathematicse on Apr 15, 2008 | Reply
Sebagai tugas kuliah ya Pak? Biasanya klo sebagai tugas, dan dinilai, mahasiswa akan membuat sebagus mungkin.
By mathematicse on Apr 15, 2008 | Reply
Wah, rencananya saya juga begitu, jadi nanti ada bahan menath untuk dijadikan buku (lalu diedit sana-sini oleh kita (sebagai guru/dosen), jadi deh buku edisi mahasiswa (buatan mahaisiswa).
By Haryani on Apr 15, 2008 | Reply
saya benar-benar bersyukur,Ewa telah menggugah semangat saya.Saya senang sekali dengan tugas ini,bener-bener kesenangan yang muncul dari lubuk hati yang paling dalam. Saya mempunyai kumpulan tulisan,tapi hingga detik ini tulisan-tulisan itu masih nongkrong di komputer saya.Soalnya saya bingung gimana ngeloncingnya…. Sebenarnya saya ingin bilang sama Ewa,tapi saya malu,he.he. gimana ya…
By sawali tuhusetya on Apr 16, 2008 | Reply
asyik juga metode yang dgunakan pak ersis. dapat ilmu sekaligus juga kreatif bikin tulisan. kemampuan reaepti dan produktif dilakukan sekaligus. wew… dalut banget. btw, dosen2 yang lain kenapa masih suka yang serba konvensional, ya, pak?
By sapri MK on Apr 16, 2008 | Reply
wah…wah !pada rame ni.. blognya boss!
saya juga masih belajar ngeblog tapi yang dibayar tentunya, bukan ngebayar boss,,hehehe… kalo boss mau, tuh liat boss, boss bisa join gratis boss…
jadi bisa buat biaya ngenet! hehehe…promo ya boss..
kan belajar
maaf ya boss..
salam kenal
urang banua
By diah eka rini on Apr 16, 2008 | Reply
Alhamdulillah akhirnya bisa dan akan punya buku juga terima kasih juga buat bapa sebagai inspirator pembuatan buku ini. mudah-mudahan saya bisa termotivasi untuk membuat tulisan yang bagus.BDW saya udah baca buku bapa lo yang Menulis mari Menulis ternyata isinya asyik juga setelah membaca jadi menggugah jiwa dan pikiran saya untuk menuliskan semua yang ada di pikiran saya.jadi pengen baca buku EWA yang laen….!!
By setiyadie on Apr 16, 2008 | Reply
Ass, EWA..
Awalnya Saya ragu apa orang seperti Saya bisa membuat sebuah tulisan yang bermanfaat bagi orang banyak. Tapi setelah membaca buku Anda, pikiran seperti itu mulai sirna. Saya mengerti bahwa Anda memberikan motivasi kepada mahasiswa-mahasiswa Anda dan itu sangat Saya sukai karena menrutu Saya teori tidak akan menghasikan apa-apa tanpa disertai tindakan.
Terimakasih.
By Akbar Alamsyah Hidayat on Apr 16, 2008 | Reply
Ass……..
Dengan adanya buku dari ewa ya… kurang lebih dapat membantu saya untuk membuat suatu tulisan…
thank pak ..
wss……..
By st.nurhapsah on Apr 16, 2008 | Reply
Ass………..
Terima kasih buat semangatnya!
Saya menjadi terinspirasi menulis apa yang ada dalam benak. Takut dengan kesalahan itu menjadi suatu penghalang yang besar. Semuanya berawal dari kesalahan, dari semua itu kemudian menelaah kembali.
By Hery Azwan on Apr 16, 2008 | Reply
Wah, idenya menarik, Pak
Seandainya saya dosen, pasti saya akan meniru cara Bapak.
Sebagai buku pengantar, pasti buku ini akan dibutuhkan oleh adik2 kelas mereka.
Salam hormat saya
By Arien Noor rahman on Apr 16, 2008 | Reply
aSKUM
saya bangga menjadi mahasiswa bapa karena bapa telah menginspirasi saya untu menjadi seorang penulis walaupun saya ga berani menulis tapi dengan motivasi-motivasi yang bapa berikan membuat sya mencoba untuk menulis walaupun saya tidak tau apakah tulisan saya itu sudah benar.
Saya senang sekali dengan tugas ini,bener-bener kesenangan yang muncul dari lubuk hati yang paling dalam.
TERIMA KASIH EWA
WS. .
By KAMSINAH on Apr 16, 2008 | Reply
Saya menyambut dengan senang hati dan gembira atas usulan dan dorongan EWA yang menyarankan dan mendorong kami untuk bisa menulis dan membuat suatu tulisan, dan semangat itu selalu di dengungkan di telinga kami agar selalu menulis, menulis dan menulis! dan masalah tidak bisa dan takut salah itu adalah hal yang wajar, karena masih dalam tahap belajar dan permulaan, kita dapat belajar dari kesalahan, dan orang sukses adalah orang belajar dari kesalahan dan pengalaman! kita harus berani mencoba, So… maju terus dan terus berusaha untuk BISA.
By Catur Widyastuti PH on Apr 16, 2008 | Reply
Catur Widyastuti PH
Semoga semua yang kita inginkan dan di cita-cita dapat tercapai dengan cepat dan sukses. Jadi dapat membuktikan bahwa mahasiswa dapat mandiri, dengan terbitnya nanti buku yang di tulis para mahasiswa. SEMANGAT YA………….
By Nuril_Najmi on Apr 16, 2008 | Reply
Alhamdulillah…
Akhirnya melalui ide brilian bapak,kami menjadi mahasiswa yg kreatif,yg akan mbuat sebuah buku.saya menjadi semakin termotivasi untuk menulis.hal ini sangat menarik.semoga buku yang akan kita buat nanti bermanfaat bagi semua pihak dan menjadi kebanggaan bagi kita semua.
salut untuk Bapak..
By sri wahyu astuti on Apr 16, 2008 | Reply
siiip……. n terima kasih buat bapak.
ga nyangka bapak ngasih ide yang sangat baik buat kami, ga kebayang sebelumnya, kalau ada dosen kaya bapak yang ngasih motivasi n sekaligus membimbing dalam membuat tulisan. baru ini lo pak!!!!, jadi ga sabar liat hasilnya…
By Puji Astuti on Apr 16, 2008 | Reply
Setuju banget nih ma usulan bapa…jadi ga sabar nih pengen nulis.Dengan adanya gagasan bapa ini membuat hati saya tergugah ingin menghasilkan suatu inovasi dalam diri saya,meskipun banyak kekurangan dalam tulisan saya nantinya,tapi ga papa…namanya juga baru belajar.Moga aja setelah dicetak nanti buku ini dapat bermanfaat baik bagi diri kita maupun orang lain…semangat2 !!
By budimeeong on Apr 16, 2008 | Reply
duhhhh bakal sibuk jadi editor dong pa ewa…
kan ngga gampang hasil pemikiran beberapa mahasiswa dijadikan satu dalam buku…
di bari banyu ja pa’ae..spy nurut barataan…hehe
maaf bukan mahasiswa bapa ikutan komentar disini…hehehe
By henny on Apr 16, 2008 | Reply
Akhirnya keinginan orang tau saya terwujud juga……
Suatu malam saya sempat diskusi yang agak alot dengan bapak saya,beliau ingin saya membuktikan keseriusan dalam kuliah,rupanya baliau masih balum sepenuhnya percaya dengan hasil tiap semester yang saya perlihatkan dengan beliau,ternyata yang beliau inginkan adalah hasil nyata dari apa yang saya dapatkan selama saya kuliah.Wah!!! agak berat juga sih menerima tantangan beliau,akhirnya tantangan tersebut hanya sekedar jadi bahan diskusi malam itu,tapi sekarang saya telah menjanjikan hal yang ’semoga’ membuat beliau puas akan hasilnya nanti..semoga………
Dalam hal ini nasib saya berada pada hasil akhir yang telah kita usahakan ini pak,,,,
By Ganda Resnadi on Apr 16, 2008 | Reply
Jadi semangat ingin menulis dengan bimbingan EWA. Pembagian tugas yang selanjutnya akan selalu ditunggu.
By Linda Araini on Apr 16, 2008 | Reply
Menulis buku ajar benar - benar merupakan hal yang baru bagi mahasiswa sejarah karena sebelumnya memang belaum pernah. Hanya saja pasti mengalami kesulitan dalam menguraikan kata - kata.Ya semoga saja dengan semakin banyak membaca perbendaharaan kata semakin bertambah dan setelah membaca buku Bapa, mahasiswa jadi bisa menulis tanpa ragu dan tanpa beban.Tak perlu takut salah, karena seseorang itu belajar dari kesalahan baru bisa benar.
By M.Agustiannur on Apr 16, 2008 | Reply
wes asik mahasiswa sekarang disuruh nulis biar ada yang dihasilkan, “bengga juwa kami jadi mahsiswa”.Ditunggu aja pa pembagian tugas selanjutnya.
By Zul ... on Apr 16, 2008 | Reply
Ada banyak strategi untuk bisa mewujudkan sebuah keinginan. Apalagi jika menyangkut obsesi untuk membuat buku, baik referensi pribadi maupun modul. Salah satunya dikerjakan secara keroyokan dengan berbagi tugas. Cara yang Abang lakukan, bolehlah untuk ditiru oleh siapa pun, terutama mereka yang ingin mewujudkan mimpi mencerdaskan bangsa!
Tabik!
By MUHAMMAD FAUZI on Apr 17, 2008 | Reply
Kita semua harus berusaha dan berdoa agar planning kita untuk membuat buku bisa tercapai. Tanpa usaha dan doa, apa yang kita planning kan ini akan terjadi kemandekan, dan kita tak bisa berinovasi. Buat semuanya…MARI KITA MENULIS BUKU, agar bisa berinovasi…
By ricky on Apr 17, 2008 | Reply
mahasiswa tidak mempunyai mental kuat untuk teguh dan konsekuen terhadap tulisannya/pha lg ini gawean ewa pasti gak beres………. dasar ewa
By Dewi Komalasari on Apr 17, 2008 | Reply
Pa..ini tugas saya yang disuruh kemaren….
Judul : Perkembangan Etnografi
Etnografi merupakan dekripsi tentang bangsa-bangsa,dekripsi ini mula-mulanya didapat dari hasil laporan atau catatan-catatan pelayaran bangsa eropah ke daerah luar benuanya .yang diawali dengan runtuhnya romawi barat 476 ,dan dinasti umayyah lah yang berkuasa menggantikannya,walau pun dinasti ini bercorak islam tetapi tetap mendatangkan kemajuan yang luar biasa untuk bangsa eropah .Masa kekuasaan islam inilah yang meninggalakan warisan yang sangat besar melalui spanyol untuk bangsa eropah,banyak sarjana-sarjana muslim yang mengajarkan ilmu pengetahuan kebangsa eropah dengan berbagai cabang ilmu .Menurut prof.Jon Romeijn sebenarnya orang eropah sangat berhutang besar kepada orang-orang islam.Jadi sebenarnya peradaban islam sudah lebih maju dibanding bangsa eropah pada saat itu.Ilmu pengetahuan yang dibawa masuk oleh orang-orang islam khususnya arab sangat mempengaruhi pola pikir orang eropah,selain itu juga saat terjadi perang salib disinilah orang-orang eropah bertemu dengan orang-orang arab dan menemukan hal-hal baru yang tidak pernah ditemuinya dibenuanya.Hal-hal seperti inilah yang dicatat oleh orang-orang eropah begitu pula setelah perang salib semakin berkembangnya perdagangan dieropah yang mengharuskan bangsa eropah mencari barang-barang pertanian maupu benda-benda dagang dari timur.Didalam pelayarannya orang-orang eropah ini banyak sekali menemukan suku-suku maupun bangsa-bangsa baru diluar eropah dengan berbagai corak kebudayaanya,disinilah bangsa-bangsa baru itu mendapatkan pengaruh sangat besar dari bangsa eropah,tetapi proses ini tidak berlangsung singkat akan tetapi membutuhkan waktu panjang dalam perkembangannya.
Hasil dari catatan-catatan serta laporan-loparan tadi sudah ada yang berupa buku-buku,yang datang dari berbagai aspek mulai dari pemuka agama,para pelayar sampai kepada para pedagang-pedagang,yang isinya merupakan suatu kebiasaan-kebiasaan unik bangsa luat eropah yang termuat dalam adapt-istiadat serta kebudayaan yang beraneka ragam wujudnya.Hasil dari semua itulah yang membuat bangsa eropah tertarik dan mejadikannya bahan pengetahuan dan bahan itulah yang disebut etnografi.Tetapi etnografi tidaklah baku karena seringkali didalam penulisan laporan-laporan tadi hanya dipengaruhi emosi yang menurut bangsa eropah baik,tetapi tidak sedikit juga etnografi tadi ditulis sangat detail dan memperhatikan unsur-unsur keseluruhan dari aspek terendah sampai dengan yang tertinggi.Tetapi dengan keunikan-keunikan yang ditulis tadi lambat laun mendapatkan perhatian besar dari dunia ilmiah,serta mulai menjadikannya satu hasil dekripsi tadi dalam satu pengetahuan etnografi.
By Rizal Hasannor on Apr 17, 2008 | Reply
Ass EWA…
Terus terang saya senang sekali dengan adanya kegiatan pembuatan buku ini karena dengan ini saya mendapat pengalaman untuk pertama kalinya menulis sebuah tulisan dan menjadi sebuah buku. Bagi saya ini sebuah mimpi yang menjadi kenyataan karena dulu membuat sebuah buku bagi saya hanya ada dalam khayalan saja. Tapi setelah mendapat motivasi dari bapak akhirnya saya sadar bahwa menulis bukanlah hal yang mustahil bagi saya asalkan mau berusaha menulis. Semoga buku ini dapat selesai tepat waktu. Amin…
Wassalam…
By Wiwik on Apr 18, 2008 | Reply
Ass..
Saya baru saja membaca buku bapak yang berjudul menulis sangat mudah dan ternyata isinya begitu menarik. Benar-benar memberi motivasi terhadap pembaca untuk menulis, tidak hanya pandai bicara saja. Dari buku bapak inilah orang-orang termotivasi untuk menghasilkan karya. Termasuk saya pak.Saya senang karena ini pengalaman pertama saya dalam pembuatan buku. Dan semoga saja dalam pembuatan buku ini berjalan lancar dan dapat diselesaikan tepat waktu..Amin
Wassalammu’alaikum….
By Riduan Saidi on Apr 18, 2008 | Reply
Ass…Ewa
Mudah-mudahan disuruh menulis yang enak saja…he,he,he
By randy on Apr 19, 2008 | Reply
Mudah-mudahan rencana membuat buku ini berhasil..
Amin
By randy on Apr 19, 2008 | Reply
Pa website yang saya ketik di atas ada sedikit kesalahan, jadi salah alamat websitenya. yang benar yang ini. Hehe
By HANIK PUSPITASARI on Apr 19, 2008 | Reply
Alhamdulillah, tugas saya sudah selesai lebih awal. Saya tunggu koreksi dari EWA.
a. Manusia : Pandangan Antropologi
Antropologi, secara ringkas dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang manusia dan kebudayaan yang dihasilkan dan dipakainya. Dalam bahasan ini akan dikemukakan bahasan manusia dalam pandangan Antropologi.
Manusia merupakan mahluk hidup yang terdiri dari jutaan sel yang terbentuk secara perlahan dengan waktu yang sangat lama. Pada awalnya sel pembentuk manusia itu hanya terdiri dari satu sel yang sangat sederhana. Proses perkembangan sel sederhana tersebut memerlukan waktu yang sangat lama yaitu jutaan tahun. Waktu yang sangat lama tersebut biasa dikenal dengan sebutan Teori Evolusi yang dikenalkan oleh Charles Darwin sebagai salah seorang ahli biologi pada abad ke 19 an.
Dalam kurun waktu yang sangat lama tersebut, sebelum mencapai kesempurnan menjadi manusia, banyak mahluk yang terbentuk berdsarkn jumlah sel dan waktunya masing-masing. Setiap sel yang terbentuk tersebut menjadi mahluk-mahluk lain selain manusia. Seiring perjalanan waktu, sel-sel yang terus berkembang mengalami percabangan-percabangan yang tidak sedikit, sehingga tercatat hampir satu juta mahluk lain selain manusia. Dalam perjalanan waktu itu, tidak jarang ada sel-sel yang tidak mampu memperthankan dirinya dan mengalami kepunahan. Namu,banyak juga yang mampu bertahan hingga saat ini.
Dalam ilmu Antropologi, telah ada klasifikasi oleh para ahli biologi yang menyimpulkn bahwa semua mahluk hidup di dunia berasal dari suku primat yang terbagi menjadi 2 cabang yaitu Anthropoid dan Prosimii. Berdasarkan klasifikasi tersebut, manusia ditempatkan pada subsuku Anthropoid yang dibagi menjadi 3 infrasuku yaitu, Infrasuku Ceboid, infrasuku Cercopithedoit dan infrasuku Hominoid. Infrasuku Hominoid terbagi kedalam 3 keluarga yaitu Pongidae, Ramapithecas dan Hominidae. Manusia berada pada percabangan infrasuku Hominidae. Dalam keluarga Hominidae manusia disatukan dengan keluarga kera-kera besar yang hidup di Asia dan Afrika seperti Gibbon, Ogangutan, Sipanse dan Gorilla. Sedangkan keluarga Hominidae menggabungkan manusia purba jenis Pithecanthropus dengan Homo Neanderthal dan dengan manusia sekarang atau Homo Sapiens. Jenis Homo Sapiens yang ada sampai saat ini terdiri dari 4 ras yaitu ras Negroid, Caucasoid, Mongoloid dan Austrloid.
Dapat disimpulkn bahwa manusia dalam pandangan ilmu Antropologi tidak langsung terbentuk secara sempurna, melainkan diperlukan waktu yang sangat lama hingga sel-sel tersebut sempurna, barulah terbentuk manusia.
Teori Evolusi oleh Charles Darwin ini akhirnya meluas dan terus dipakai dalam ilmu Antropologi.
b. Manusia : Dalam Pandangan Agama Islam
Dalam Agama Islam, segala sesuatunya telah diatur dengan baik dan digambarkan dalam kitab suci Al-Quran. Tidak luput olehNya, bagaimana proses pembentukkan manusia yang juga digambarkan sejelas-jelasnya.
Manusia diciptakan dari sari pati yang berasal dari tanah. Sebelum menjadi manusia yang terlahir di muka bumi, sari pati tersebut (air mani) ditempatkan oleh Alloh di dalam rahim seorang ibu. Air mani yang telah ditempatkan di dalam rahim kemudian dijadikan segumpal darah. Segumpal darah, kemudian berubah lagi menjadi daging yang berubah menjadi tulang-belulang. Pada usia kandungan 4 bulan, ia diberi nyawa (ruh) oleh Alloh. Akhirnya terbentuklah tulang-belulang yang dibalut oleh daging. Setelah mencapai kematangan bentuk dalam kurun waktu kurang lebh 9 bulan 10 hari, akan lahir seorang manusia hasil perpaduan orangtuanya. Selama berada dalam rahim sang ibu, ia menyerap makanan yang dimakan oleh sang ibu. Hingga lahir ke dunia pun ia masih bergantung pada ASI, untuk pertumbuhan dan perkembangan yang maksimal.
Islam, memandang manusia sebagi mahluk ciptaan Alloh yang palinh sempurna. Dia adalah mahluk pilihan yang paling mulia kedudukannya dari pada mahluk-mahluk lain ciptaan Alloh. Begitu banyak keistimewaan yang dikaruniakan dalam diri manusia, mulai dari wujudnya yang paling indah dibanding dengan mahluk Alloh yang lain, sampai pada komponen penyusun dalam diri manusia yang tidak yang menyamainya.
Munusia dikaruniakan oleh Alloh akal untuk berfikir. Dengan akal, manusia mampu membedakan antara yang haq (benar) dengan yang bathil (salah). Dengan akal pula, manusia mampu merenungkan dan mengamalkan sesuatu yang benar tersebut. Dengan karunia akal, manusia diharapkan dapat memilah dan memilih nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan keindahan.
Disamping memiliki akal, manusia selalu terlahir dengan 3 naluri yang pasti ada dalam dirinya, yaitu :
>Naluri untuk mensucikan sesuatu : naluri untuk beragama dan menyebah sesuatu yang lebih dari pada dirinya.
>Naluri untuk mempertahankan eksistensi diri : manunia punya kecenderungan marah, sedih, senang dll.
>Naluri untuk melestarikan dirinya : naluri kasih sayang.
Demikianlah Alloh menciptakan manusia dengan segala kelebihan-kekurangan dan keistimewaan-keistimewaan tertentu yang tidak mungkin ditemukan pada mahluk hidup lain. Walaupun demikian, manusia juga sangat berpotensi untuk melakukan kesalahan dan kerusakan, ketika ia salah dalam memanfaatkan akalnya.
Adapun penciptaan manusia itu bukan tanpa tujuan, manusia diciptakan Alloh hanya untuk mengabdi (beribadah) kepada-Nya.
Opini : Alloh swt menciptakan manusia di dunia ini dengan sempurna dan segala potensi yang sangat luar biasa. Pertama, potensi untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya, seperti makan, minum dll. Kedua, potensi naluri untuk beribadah kepada sang Khalik, mempertahankan diri dan melestarikan keturunan. Ketiga, potensi akal. Dengan akal manusia dapat berfikir ketika hendak berbuat. Dengan akal pula manusia akan mampu memecahkan uqdatul qubro (3 pertanyaan mendasar dalam hidup), yaitu dari mana manusia berasal, untuk apa manusia diciptakan di dunia dan akan kemana manusia setelah mati. Melalui proses berfikir yang cemerlang manusia akan mampu menjawab manusia berasal dari Alloh yang menciptaannya, manusia hidup untuk beribadah kepada Alloh dan akan kembali kepada Alloh. Namun, manusia juga sangat berpotensi untuk melakukan kesalahan dan kerusakan ketika ia tidak mempergunakan akalnya sesuai dengan perintah Alloh swt. Wallahu’alam…
By toni februari on Apr 20, 2008 | Reply
waduuh saya kebagian yang mana ni pak….jadi deg-degan hee,,yaap aja deh..di antosan lah.
By Erina Marsiana on Apr 20, 2008 | Reply
MANUSIA DALAM SUDUT PANDANG ANTROPOLOGIS
(tugas MK Antropologi mahasiswa menulis buku)
Dilihat dari evolusi organik, manusia timbul dari bentuk kehidupan organik yang kemudian mengalami perkembangan evolusi. Manusia dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologisnya kita bisa menjabarkan manusia itu di klasifikasikan sebagai mahkluk Homo sapiens (bahasa latin untuk manusia)yaitu sebuah jenis dari suku primata yang berasal dari sub suku Anthropoid keluarga Hominidae, ras dari Homo Sapiens tersebut adalah ras Mongoloid. Jenis dari sebuah primata dari golongan mamalia yaitu sebuah primata dari golongan mamalia yaitu manusia yang menyusui keturunannya dan berdasarkan atas ciri itulah manusia dikelompokkan bersama makhluk-makhluk lain kedalam satu persamaan, yaitu kelas binatang yang menyusui. dalam suku ini, semua jenis kera, dari kera yang masih kecil contohnya Tarsii, sampai menjadi kera-kera besar seperti gorilla di kelompokan menjadi satu dengan manusia. Memang secara logika kita bisa lihat adanya banyak persamaan ciri-ciri antara organisma- manusia dengan organisma kera, namun secara harfiahnya manusia dilengkapi”Otak” yang berkemampuan tinggi, mempunyai unsur-unsur kepribadian yang kompleks seperti pengetahuan yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar, secara nyata terkandung dalam otaknya. Manusia juga memiliki perasaan dan naluri, nah dari unsur-unsur yang dimiliki manusia tersebut, binatang tak memilikinya. jadi pada intinya perbedaan kelakuan manusia dengan binatang terletak pada akalnya.
Dalam hal kerohanian, manusia dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bermacam-bermacam variasinya, misalnya dalam agama erat kaitannya dalam hubungan dengan kekuatan-kekuatan ketuhanan atau sesama makhluk hidupnya. Dalam mitos, manusia juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam Antropologi kebudayaan, manusia dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam suatu masyarakat yang majemuk, serta perkembangan dalam teknologinya, dan terutama hal yang mendasar adalah kemampuan nya dalam membentuk kelompok atau dukungan yang satu sama lain serta bentuk pertolongan terhadap sesama yang paling utama. jadi dengan demikian perbedaan yang amat besar antara manusia dengan makhluk lainnya adalah:
a. Sebagian besar dari kelakuannya dikuasai akal
b. Kehidupannya di muka bumi hanya mungkin dengan suatu sistem peralatan yang merupakan hasil dari akalnya
c.Sebagian besar dari kelakuannya harus dibiasakannya dengan belajar.
d. Mempunyai bahasa
e. Pengetahuannya bersifat akumulatif
f. Sistem pembagian kerja dalam masyarakatnya jauh lebih kompleks dari pada dalam masyarakat binatang.
g. Masyarakatnya menunjukan suatu aneka warna yang besar.
Berdasarkan perspektif antropologis, masyarakat di Indonesia khususnya bisa berupa atau berwujud :
1. Komunitas-komunitas masyarakat kesukuan, lokal, asli atau etnis-tribal, etnis disini merupakan kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti dalam kedudukan tertentu, yang berdasarkan faktor keturunan, adat, agama, bahasa dan sebagainya. sebaliknya tribal secara umum yaitu himpunan orang-orang yang mempunyai sejarah asal usul yang sama serta memiliki struktur budaya yang sama.Contohnya mempunyai perasaan senasib dan sepenanggungan seperti masyarakat Jawa, Madura, Sunda, Bali, Sasak dan Bima.
2. Komunitas-komunitas masyarakat peranakan Tionghoa, Indo belanda atau Eropa dan campuran-campuran lain yang makin lama makin banyak.
3. Komunitas-komunitas masyarakat asing (atau dari luar) seperti masyarakat arab, India, Cina, Tamil dan Eropa yang bisa menjadi turun temurun berdiam diwilayah Indonesia. Dalam kenyataan perkembangan hidup dan kehidupan, berbagai masyarakat tersebut dapat membentuk jaringan dan dapat pula; secara bersama dapat membangun kantong pemukiman (inklusif) dan dapat pula membangun kantong pemukiman secara (eksklusif), kemudian secara antropologis, kebudayaan di Indonesia bisa berupa atau berwujud:
- kebudayaan kesukuan lokal-asli seperti kebudayaan Dayak, Mandar, Bujo, Badui, Ekagi, Dani, dan Bugis.
- kebudayaan campuran atau Mestizo seperti kebudayaan India, kebudayaan peranakan Tionghoa Indonesia dan kebudayaan Hindia-Belanda.
- kebudayaan asing atau dari luar Indonesia seperti kebudayaan Arab, India, Cina dan Barat. berkat teknologi komunikasi, mobilitas keruangan masyarakat, prasarana fisikal dan ” tangan-tangan perkasa” dalam hal ini ialah negara dan bangsa Indonesia, dimana berbagai jenis nebula kebudayaan tersebut dapat berinteraksi, meskipun tidak semua.
By Suci on Apr 20, 2008 | Reply
Boljug idenya…mau nih kalo prodi bahasa Inggris juga bikin kaya gini…rame-rame bikin buku diktat, jadi refreshing kan juga ada…ga melulu bahan ajar tahun kapan gitu yang di pake trus….
By miabu on Apr 20, 2008 | Reply
ehm pa ewa,,,
ngomong-ngomong bab III nya kena spa sich,,,eheheheh
***Bentar lagi aja …
By setyawan dharma on Apr 21, 2008 | Reply
koq nama saya gak ada dalam daftar calon penulis buku yang akan dirilis ini. saya juga mahasiswa bapak MK Antro. ada di presensi.
Nama lengkap : DHARMA SETYAWAN
NIM : A1A103043
tolong sisipin ya pak…biar cepet jadi S.Pd
By HANIK PUSPITASARI on Apr 21, 2008 | Reply
Judul :> Manusia : Antara pandangan Antropologi dan agama Islam.
**Yoi
By Helma novieanty on Apr 21, 2008 | Reply
wah-wah ide baru dari bapak ini sangat menarik…judul yang bapak kasih akan secepat nya saya kerjakan….mudah-mudahan kita berhasil ya pak…
By A.Muzain on Apr 22, 2008 | Reply
BAB IV MASYARAKAT
4.6 Masyarakat Banjar
kalau dalam mitos yang beredar dimasyarakat suku Banjar itu terbentuk oleh seorang ratu yang hadir begitu saja tanpa ada sebab yang jelas.makhluk ini sebagai cikal bakal orang-orang banjar yang ghaib-ghaib.yang lebih dapat dipercaya orang banjar itu berasal dari sumatra sebagai pendatang yang kemudian bercampur dengan penduduk yang lebih asli yaitu suku dayak.
menurut Edwar Saleh suku Banjar itu terbagi menjadi tiga sub suku. yaitu, Banjar pahuluan, banjar batang banyu dan banjar kuala.
banjar pahuluan, suku ini penduduk daerah lembah-lembah sungai (cabang sungai nagara) yang berhulu kepegunungan meratus. menurut pengalaman saya ketika PKL keloksado yang dapat diambil dari kegiatan tersebut yaitu mengetahui dan dapat melihat langsung suku banjar pahuluan kebanyakan suku dayak yang tinggal digunung-gunung yang masih menganut agama nenek moyang (kaharingan) sedangkan bagi banjar pahuluan yang kena pengaruh islam tinggal ditepi-tepi sungai, pinggiran kota,dan sebagian menempati daerah perkotaan.
banjar batang banyu, suku ini banyak mendiami lembah sungai nagara (amuntai, alabio, nagara dan sebagainya ).suku ini lebih senang bepergian berdagang seperti orang nagara.kalau dilihat dair daerahnya yang rawa, suku ini banyak memelihara ternak seperti, itik, kerbau(adangan), sapi dan sebagainya. kalau dalam sejarahnya belanda mengakui keberadaan suku banjar sebagai orang yang pandai berdagang (yang dimaksud orang nagara).
banjar kuala, suku ini banyak mendiami sekitar banjarmasin (maratapura)karena sebagai pusat pemerintahan dari dulu sampai sekarang,orang-orangnya hebat-hebat seperti datu palampayan (syeh Arsyad al-banjari dan guru ijai.suku ini sangat agamis.makanya orang-orang menamakan martapura sebagai serambi mekkah.
suku banjar ini unik sekali dibanding dengan suku lain yang ada di Indonesia.keunikan tersebut contohnya dari segi bangunan, dikampung saya banyak rumah-rumah yang tinggi, dibanding dengan rumah sekarang,apa sebabnya? ternyata saya nanya kepada yang empunya rumah bahwa ini untuk keselamatan dari banjir .rumah panggung yang tinggi sesuai deng kearifan lokal (local genius) ini menandakan bahwa daerah banjarmasin adalah daerah rawa dan sering terjadi banjir.orang banjar juga sudah mengenal sistem perairan yaitu handil,anjir,antasan dan sebagainya atau yang lebih bisa dimengerti sungai buatan untuk perairan sawah.sistem ini ada jauh sebelum sistem irigasi yang diterapkan bangsa penjajah.kalau kita cermati kesenian banjar itu mirip dengan jawa karena orang melayu yang dekat dengan jawa adalah suku banjar.lihati kesenian musik panting, ada gamelan dan gongnya.
masyarakat banjar sekarang hidup acak-acakan,gado-gado.coba lihat sungai dan tata kota dibanjarmasin seperti pelangi, ada pemukiman kumuh dipinggir sungainya,sedangkan tidak beberapa meter berdiri ruko-ruko era milenium.banyaknya mall-mall yang dibangun itu berbanding terbalik dengan keadaan masyarakatnya, yakni masyarakat agraris.masyarakat banjar itu masyarakat bunglon tidak seperti orang eropa yang hidup modern bisa dikatakan masyarakat kota. masyarakat banjar ini meragukan, kalau dibilang masyarakat kota toh berperilaku kampungan.otak mistik,kerja disawah. kalau dibilang juga masyarakat desa toh ,ada gaya kota, ada Tv,ada Hp,ada PS,ada mobil ada kendaraan dan lain-lain.jadi masyarakat banjar itu masyarakat peralihan (transisi) antara masyarakat kota dan desa.
ada fenomena yang sangat menarik dari pendapat para ahli yang mengatakan bahwa alam menentukan manusianya,artinya karena banjar banyak memiliki sungai yang berarti seperti ilung (eceng gondok) yang larut terbawa arus, ini tandanya masyarakat banjar ini mengekor terserah patuanannya yang penting hidup selamat dan aman tanpa menggugah untuk hidup sukses, yang penting bisa naik haji dan hidup apa adanya.orang banjar ini juga suka nyantai dwarung-warung ujung-ujungnya ngobrol, banyak diskusi padahal banyak kerjaan sawah yang nyantai aza selesainya,akhirnya bila sawah itu bisa dikerjakan dalam waktu tiga hari bisa menjadi seminggu.itulah watak/tabiat yang benar-benar seperti sungai santai ngalirnya, mengikuti arus, bila orang kehilir ikut juga kesana, bila kehulu,silakan ikut juga.
By AM. Hamsin Fitriyadi on Apr 22, 2008 | Reply
KATEGORI SOSIAL DAN GOLONGAN SOSIAL
Berpijak dari pendapat Koentjaraningrat yang menjelaskan bahwa kategori sosial dan golongan sosial merupakan konsep dual hal yang berbeda walaupun dalam buku pelajaran Antropologi dan Sosiologi dalam bahasa asing biasanya hal tersebut dikenal dengan istilah yang sama, yakni Social Category. Namun, karena adanya terdapat unsur perbedaaan maka dengan itu kita perlu membedakan dua konsep tersebut. Dalam hal itu dapat diibaratkan dua konsep tersebut memiliki makna “serupa tapi tak sama”, begitulah juga pada konsep tersebut memilki pengertian yang berbeda walaupun terdapat kemiripan.
Dalam hal kategori sosial dijelaskan bahwa konsep ini merupakan kesatuan manusia yang terwujud karena adanya suatu ciri khas atau suatu kompleks ciri-ciri objektif yang dapat dikenakan kepada manusia-manusia itu. Ciri khas tersebut dilakukan dengan maksud untuk memudahkan penggolongan dalam suatu tujuan dan biasanya dikenakan oleh pihak luar tanpa disadari oleh pihak yang bersangkutan. Sebut saja peneliti yang akan melakukan penelitian terhadap kehidupan masyarakat tertentu perlu melakukan penggolongan unuk memudahkan penelitian mereka, walupun pihak yang diteliti tidak menyadari hal tersebut.
Sehubungan dengan itu untuk mempermudah pemahaman kita mengenai kategori sosial tersebut dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari dimana terdapat kategori orang yang memiliki sepeda motor dan kategori orang tidak memilikinya dengan tujuan untuk menentukan harus menaati peraturan lalu-lintas dan bebas dari peraturan tersebut, terdapat katagori mahasiswa yang memiliki banyak buku bacaan dan kategori Mahasiswa yang sedikit memeliki buku bacaan dengan maksud untuk menentukan minat belajar, dan juga terdapat kategori orang bisa bermain Sepak bola dan kategori tidak bisa bermain dengan maksud untuk mengetahui minat olah raga sepak bola. Dari uraian tersebut dapatlah dikatakan bahwa unsur yang terkait dengan konsep kategori sosial biasanya tidak terikat dengan kesatuan adat, sistem norma, tidak mempunyai lokasi dan mengarah pada pembicaraan “kerumunan”.
Selanjutnya golongan sosial dijelaskan merupakan suatu kesatuan manusia yang ditandai oleh suatu ciri tertentu, bahkan sering kali ciri itu juga dikenakan kepada mereka oleh pihak luar kalangan masyarakat sendiri. Dalam konsep golongan sosial ini dapatlah kita umpamakan dalam contoh pembagian dan pemberian kedudukan yang berhubungan dengan jenis kelamin dalam suatu masyarakat. Misalnya kedudukan yang berhubungan dengan penggolongan laki-laki di Jawa berbeda denga laki-laki di Minangkabau, di Jawa kekuasaan keluarga ditangan ayah sedang di Minangkabau tidak demikian. Kemudian dalam golongan masyarakat Prasejarah sudah mengenal adanya penggolongan sosial masyarakatnya, diantaranya terdapat golongan pemimpin suku dan adanya pembagian golongan kerja di dalam kehidupan mereka tersebut. Disamping itu juga terdapat penggolongan masyarakat berdasarkan sistem kasta, yakni kasta Brahmana (pemuka agama), Ksatria (bangsawan), Waisya (pedagang), Sudra (rakyat jelata), dan Paria (gelendangan, peminta dan sebagainya).
Di dalam konsep golongan sosial tersebut didasarkan terjadi dengan sendirinya dan terjadi dengan sengaja. Terjadi dengan sendirinya dapat dipahami bahwa proses ini berjalan dengan sendirinya dan bentuk dasar penggolongan itu bervariasi menurut lokasi, waktu dan budaya masyarakat dimana sistem itu berlaku. Sedangkan golongan sosial yang terjadi dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama, sistem penggolongan ini dapat kita lihat dalam pemerintahan, parpol, perusahaan besar dan sebagainya. Dengan lain perkataan konsep golongan sosial biasanya terikat dengan kesatuan adat, norma, identitas sosial dan bersifat berkelanjutan.
Dengan demikian konsep kategori sosial dan golongan sosial memiliki pengertian konsep yang berbeda, pada konsep kategori sosial mengarah pada suatu “kerumunan” sebaliknya golongan sosial mempunyai ikatan identitas sosial. Namun, kedua konsep tersebut memiliki perbedaan tapi perlu digaris bawahi konsep tersebut sama-sama tidak memenuhi syarat yang disebut masyarakat seutuhnya. Dikatakan tidak memenuhi syarat sebagai masyarakat karena ada suatu syarat pengikat yang tidak ada pada kedudukannya, yakni prasarana khusus untuk melakukan interaksi sosial.
By diah eka rini on Apr 23, 2008 | Reply
MAHLUK MANUSIA TERTUA DI INDONESIA
Manusia dapat dilihat dari dua sisi yaitu sebagai individu yang mana dapat berdiri sendiri, serta memiliki kemampun dan kebutuhan tersendiri juga. Manusia terdiri dari kesatuan jasmani dan rohani. Yang khas secara jasmani manusia mempunyai ketinggian, berat badan, bentuk hidung, kepala, mulut, mata, dan postur tubuh yang berbeda satu sama lain bahkan yang kembar sekalipun. Sedangkan secara rohaniah manusia mempunyai tingkat kecerdasan, bakat, keinginan, dan tingkat pemahaman yang berbeda. Walaupun setiap manusia berbeda namun pada hakikatnya manusia sebagai individu mempunyai naluri yang sama yaitu naluri untuk mempetahankan hidup, meneruskan keturunan, serta mempunyai rasa ingin tahu dan terus mencari kepuasan.
Maka dari itu banyak hal yang bisa dilakukan untuk lebih bisa memahami siapa dan bagaimana mnusia itu sebenarnya. Namun sebelum jauh sampai ke sana hendaknya kita terlebih dahulu mengenal siapa sebenarnya nenek moyang kita, bagaimana bentuknya, dan seberapa cerdas mereka. Inilah yang menjadi pertanyaan besar bagi sebagian orang namun kita akan mencoba mencari jawabannya.
Bumi kita Indonesia ini telah banyak sekali memberi sumbangan kepada dunia ilmu pengetahuan dalam pemecahan masalah asal mula manusia karena dalam hasil temuan para arkeolog terdapat bekas-bekas manusia tertua.
Adapun jenis fosil yang di temukan di Indonesia sebagai berkut :
a. jenis pithecanthropus
ada tiga jenis pithecanthropus yang di temukan di Indonesia yaitu:
1. pithecanthropus erectus
Fosil ini ditemukan oleh Eugene dubois pada tahun 1890, di daerah Trinil, lembah sungai bengawan solo. Fosil ini di namakan pithecanthropus erectus karena yang artinya manusia kera yang sudah berdiri tegak.
2.pithecanthropus mojokertensis dan pithecanthropus robustus
Kedua fosil ini di temukan oleh Von koenigswald, pada tahun 1936, di Mojokerto, Jawa Timur. Perlu di ketahui fosil jenis pithecanthropus ditemukan pada lapisan pleistosen bawah.
Adapun ciri-ciri dari fosil pithecanthropus adalah :
- tinggi badan sekitar 165-180 cm.
- volume otak berkisar antara 750-1350 cc.
- bentuk tubuh dan anggota badan tegap.
- alat pengunyah dan alat tengkuk sangat kuat, bentuk graham besar dengan rahang yang sangat kuat dan bentuk tonjolan kening tebal.
- Bentuk hidung tebal.
- Bagian belakang kepala tampak menonjol.
b.jenis Meganthropus
fosil jenis ini di temukan oleh Von koenigswald, pada tahun 1941. daerah penemuannya adalah di Desa Sangiran, lembah sungai Bengawan solo. Meghanthropus merupakan jenis manusia purba yang paling tua. Fosil ini menyerupai manusia raksasa karena ukurannya sangat besar dan tinggi. Oleh karena itu, fosil tersebut kemudian dinamakan meghanthropus paleojavanicus {manusia raksasa tertua dari jawa}.
Dan cirri-ciri dari fosil meganthropus adalah :
- memiliki tulang pipi yang besar.
- memiliki otot kunyah yang kuat.
- -memiliki tonjolan belakang yang tajam.
- tidak memiliki dagu.
- memiliki perawakan yang tegap.
- memakan jenis tumbuhan.
c. jenis Homo Sapiens
fosil homo sapiens adalah fosil manusia yang berfikir, dan ada 2 fosil yang ditemukan di Indonesia, yaitu :
1} Homo Soloensis
Fosil ini ditemukan oleh Teer Narr Oppenoorth dan Von Koenigswald, antara tahun 1931-1934. di Desa Ngandong, lembah sungai bengawan solo.
2} Homo Wajakensis
fosil ini di temukan oleh E.Dubois, pada tahun 1889, di daerah wajak, Tulung Agung, Jawa Timur. Fosil ini sangat berbeda dengan cirri-ciri manusia Indonesia sekarang, namun sangat mirip dengan tengkorak bangsa asli Australia (aborigin).
Ciri-ciri dari fosil Homo Sapiens adalah:
- otot tengkuk mengalami penyusutan .
- muka tidak menonjol ke depan.
- gigi kecil, dahi membulat, dan sudah terdapat dagu.
- berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna. - manusia homo sapiens hampir serupa dengan manusia modern, yaitu volume otaknya antara 1000-1200 cc.
- tinggi badan antara 130-210 cm.
Dan yang hebatnya manusia jenis ini mempunyai kemampuan membuat peralatan dari tulang dan batu dengan cara yang sederhana. Fosil homo sapiens ini ditemukan di lapisan pleitosen atas. Seperti yang kita ketahui para manusia yang hidup pada zaman di atas, kehidupannya tidaklah sehebat dan semodern kita, masyarakat pada masa ini hidup secara berkelompok , berpindah –pindah tempat menyesuaikan dengan alam dan ketersediaan makanan. Namun di duga manusia jenis Pithecanthropus mulai mengalami kemajuan kebudayaan. Mereka bisa membuat alat-alat keperluan hidup, seperti kapak perimbas, kapak genggam dan lain-lain. Dan kemajuan itu terus berkembang hingga akhirnya bisa hidup menetap di gua-gua, dari hanya bisa beruru dan meramu akhirnya bisa berkembang menjadi bercocok tanam tahap awal dan tigkat lanjut.
Hingga akhirnya sampai sekarang menjadi suatu bangsa yaitu bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, dan berbagai macam kebudayaan.
Dengan mengetahui siap nenek moyang kita , maka kita akan mengerti bahwa kebudayaan manusia berkembang pesat hingga sekarang ini membutuhkan proses dan waktu yang sangat lama. Dan dengan kemajuan pemikiran serta kebudayaannya manusia dapat menjadi mahluk yang paling berkuasa dan yang berkembang biak paling pesat di muka bumi ini.
By MUHAMMAD FAUZI on Apr 23, 2008 | Reply
3.4 UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN: NALURI
Naluri adalah sesuatu keinginan/ dorongan yang memang sejak dilahirkan ke dunia sudah dimiliki oleh setiap makhluk hidup. Tanpa memiliki naluri/ keinginan/ dorongan, sepertinya setiap makhluk hidup akan mengalami apa yang dinamakan depresai dalam hidup. Hidup akan tidak berarti tanpa memlilki naluri.
Dalam buku Koentjranigrat, para ahli psikologi sependapat bahwa naluri/ keinginan/ dorongan paling sedikit terdiri dari tujuh macam, yaitu
1.Keinginan untuk bertahan hidup
2.Keinginan berhubungan seksual
3.Keinginan untuk mencari makan
4.Keinginan untuk bergaul atau berinteraksi dengan sesama manusia
5.Keinginan untuk meniru tingkah laku sesamanya
6.Keinginan untuk mengabdi/ berbakti(religi)
7.Keinginan untuk mendapatkan keindahan(kesenian)
Dari ketujuh macam naluri/ keinginan/ dorongan tersebut, satu bagian saja ada yang kurang, misalnya Si A tidak memiliki keinginan lagi untuk bertahan hidup, maka Si A tersebut tentu akan mati. Dengan demikian, karena Si A tersebut sudah mati misalnya, tentu keinginan-keinginan yang lain tidak akan dapat terpenuhi dan berjalan. Contoh lain misalnya Si B tidak memiliki naluri/ keinginan untuk bergaul dengan manusia lainnya, tentu keinginan-keinginan yang lain tidak akan dapat berjalan seperti keinginan untuk bertahan hidup, keinginan untuk meniru tingkah laku sesamanya dan keinginan-keinginan lainnya, ini disebabkan karena Si B tadi tidak mau bersosialisasi, sedangkan kita tahu setiap makhluk hidup tidak akan dapat bertahan hidup tanpa orang lain.
Jadi, naluri/ keinginan/ dorongan merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan makhluk hidup. Dari ketujuh macam naluri yang sudah dikemukakan, satu bagian saja putus, maka yang lain tidak akan dapat berjalan, semuanya saling berhubungan dan saling melengkapi.
By DWI SETIOWATI on Apr 23, 2008 | Reply
Tujuan Ilmu Antropologi
Tujuan ilmu antropologi berkembang bersama dengan perkembangan ilmu antropologi. Seperti yang dijelaskan pada bab sebelumnya tentang fase-fase perkembangan ilmu antropologi, yaitu:
1. Fase pertama (sebelum 1800). Ilmu antropologi berupa bahan pengetahuan yang disebut ethnografi. Tujuan dari ethnografi ini sebagai bahan pengetahuan untuk bangsa Eropa untuk mempelajari masyarakat dan kebudayaan dari bangsa di luar wilayah Eropa.
2. Fase kedua (kira-kira pertengahan abad ke-19). Ilmu antropologi berkembang menjadi kumpulan-kumpulan dari ethnografi. Bangsa Eropa menganggap bangsa-bangsa di luar Eropa merupakan evolusi masyarakat yang paling awal atau primitif. Dengan meneliti kebudayaan masyarakat primitif ini maka mereka juga dapat mempelajari peryebaran kebudayaan manusia. Tujuan ilmu antropologi pada fase kedua ini bersifat akademikal, yaitu untuk mempelajari masyarakat dan kebudayaan bangsa-bangsa primitif untuk mendapatkan pengertian tentang tingkat-tingkat kuno sejarah evolusi dan sejarah penyebaran kebudayaan manusia.
3. Fase ketiga (permulaan abad ke-20). Permulaan abad ke-20 bangsa-bangsa Eropa mencapai kemantapan dalam penguasaan daerah-daerah di luar wilayah Eropa. Sehingga tujuan ilmu antropologi disini berkembang sebagai ilmu yang bersifat praktis, yaitu mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa di luar Eropa untuk kepentingan pemerintah kolonial dan juga untuk mendapatakan pengertian tentang masyarakat masa kini yang kompleks.
4. Fase keempat (sesudah kira-kira 1930). Ilmu antropologi berkembang di seluruh dunia. Akhirnya tujuan ilmu antropologi berkembang menjadi dua sifat yaitu sifat akademikal dan praktis. Tujuan akademikalnya adalah mempelajari makhluk manusia pada umumnya dengan mempelajari anekawarna fisik, masyarakat dan kebudayaan masyarakat. Tujuan praktisnya adalah mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa tersebut untuk membangun masyarakatnya.
Opini: tujuan ilmu antropologi menurut saya hanya cara bangsa-bangsa Eropa mengenalkan bahwa mereka adalah bangsa yang paling beradab, berkebudayaan tinggi juga berpengetahuan luas. Sehingga menganggap bangsa lain lebih rendah tingkatnya dari bangsa Eropa.
By Haryani on Apr 23, 2008 | Reply
Judul: The Missing Link
Teka-teki mengenai nenek moyang yang merupakan mata rantai penghubung antara spesies manusia dan simpanse hingga kini masih selalu menjadi perdebatan diantara para ilmuwan. Karena makhluk yang merupakan penghubung antara simpanse dan manusia hingga kini masih belum diketemukan bukti-buktinya berdasarkan logika ilmiah.
Bahkan seiring dengan perkembangan dan kemajuan dibidang paleoantropologi dan geologi, konsepsi mengenai the missing link itu telah berubah. The missing link yang sebelumnya dianggap sebagai mata rantai penghubung antara ras manusia dan simpanse,kini diperkirakan sebagai makhluk induk, yang mana makhluk induk yang terdapat di muka bumi ada lebih dari satu makhluk induk,yang nantinya akan menurunkan percabangan makhluk hidup sesuai dengan jenis induknya.
Terdapat teori baru yang menyatakan bahwa genus Antrolopithecus bukanlah akar ras manusia. Teori ini telah meruntuhkan pohon kekerabatan hominidae, yakni suatu primat besar yang dianggap sebagai akar dari ras manusia dan simpanse.Dari sini jelas bahwa Antrlopithecus dan homo(manusia) tidak muncul pada cabang yang sama.
Melihat gambaran yang dihasilkan oleh catatan dan bukti-bukti fosil, Palaentologis evolusionis telah mengakui, bahwa mereka telah menarik kembali pernyataannya dan telah meninggalkan harapannya untuk dapat menemukan “mata rantai yang hilang” antara spesies manusia dan simpanse.
Bukti tidak adanya suatu penghubung apapun mengenai kekerabatan manusia dan simpanse adalah adanya perbedaan yang amat besar antara Homo Erectus sebagai ras manusia dengan Simpanse.Bukti lainnya yaitu dengan diuji cobakan transplansi ginjal yang dilakukan dari Simpanse ke Manusia untuk beberapa kali oleh Dr.Keith Reemtsma dari Universitas Tulane pada tahun 1963. Namun semua pasiennya meninggal,karena metabolisme Simpanse bekerja lebih cepat dari metabolisme manusia, hal ini menyebabkan sel-sel dalam jaringan ginjal simpanse menyerap air lebih cepat dalam tubuh manusia sebagai penerima organ.
Ini berarti kemunculan manusia pertama-tama dalam catatan fosil, muncul secara tiba-tiba tanpa melalui proses evolusi. Dan nenek moyang lansung manusia masih setia menanti untuk ditemukan.
By niluh on Apr 23, 2008 | Reply
Judul : Masyarakat Indonesia
Masyarakat Indonesia adalah masyarkat majemuk yang terdiri dari beberapa suku bangsa, bahasa, agama, sistem adat, dan sebagainya. Kemajemukan masyarakat indonesia semakin terlihat dengan dimilikinya pulau-pulau yang sangat banyak jumlahnya dan didiami oleh suku-suku dengan bahasa, budaya, serta kepercayaan mereka yang berbeda-bada. Hal ini merupakan aset negara yang tidak ternilai harganya. Masyarakat indonesia terkenal dengan keramahtamahannya sehingga membuat Indonesia dikenal oleh negara lain. Akibatnya banyak kebudayaan luar yang masuk ke Indonesia dan membuat semakin majemuknya masyarakat Indonesia. Kebudayaan tersebut mengalami proses akulturasi dengan kebudayaan asli Indonesia, sehingga pada akhirnya masyarkat indonesia kurang mengetahui dan mengenal kebudayaan asli daerah masing-masing.
Kemajemukan masyarakt indonesia ini dapat berpengaruh terhadap perkembangan bangsa baik bersifat positifmaupun negatif. Dengan adanya kemajemukan pada masyarkat indonesia, memungkinkan dapat terjadinya perpecahan atau disintegrasi sosial. Jika dibiarkan, maka akan dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, di Indonesia dibuat semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Hal ini diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat indonesia serta mencegah terjadinya disintegrasi sosial pada masyarakat indonesia yang letaknya terpencar-pencar di berbagi wilayah di Indonesia.
Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas yang terdiri dari daratan dan lautan serta terbagi-bagi menjadi beberapa propinsi yang jumlahnya selalu mengalami perubahan. Setiap daerah memiliki kebudayaan yang berbeda dengan daerah lain, sehingga masyarakatnya pun heterogen. Hal ini membuat pemerintah menetapkan peraturan-peraturan untuk mengatur kehidupan masyarakat. Sering kita jumpai masyarakat yang pro dan kontra dengan kebijakan-kebijakan dari pemerintah tersebut.
Persaingan dalam segala aspek kehidupan pun terjadi di dalam masyarakat dan mengakibatkan terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat, karena siapa yang kuat dan cerdas dalam berbagai bidang akan menang serta berada pada strtifikasi sosial atas, sedangkan yang lemah akan berada pada stratifikasi sosial bawah. Masyarakat juga dapat mengalami mobilitas sosial vertikal naik (social climbing) atau mobilitas sosial vertikal turun (social sinking). Hal ini dapat mengganggu proses interaksi sosial masyarakat indonesia. Apalagi pada saat sekarang ini, sering kita lihat terjadi pro dan kontra didalam masyarakat indonesia yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu pendapat yang dimiliki oleh tiap individu masyarakat berbeda-beda. Banyak juga terjadi demo-demo yang menuntut perubahan sistem pemerintahan yang ada , karena masyarakat kecewa dengan kecurangan dan ketidakadilan yang terjadi di negara ini. Terlihat seperti akhir-akhir ini banyak terjadi korupsi dan penurunan dalam bidang ekonomi di negar ini. Dengan adanya masalah-masalah ini, maka perubahan besar banyak terjadi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat indonesia.
By DINA YULINDA on Apr 24, 2008 | Reply
PENGERTIAN ANTROPOLOGI
Sebagai salah satu bidang keilmuan, antropologi sangat berbeda dengan disipklin ilmu yang lain, baik dalam ruang lingkup, pendekatan dan pokok materi. Kehadiran antropologi memberikan kesempatan sekaligus tantangan untuk mempelajari berbagai macam pertanyaan mengenai segala aspek kehidupan manusia. Antropologi memberikan jawaban tentang apa dan siapa manusia itu, meski tidak dapat didefinisikan secara terbatas.
Antrpologi muncul karena rasa ingin tau manusia satu dengan manusia yang lainnya. Rasa ingin tau ini mendorong manusia untuk mengadakan perjalanan lain keluar daerahnya. Contohnya Bangsa Eropa yang berlayar keluar daerahnya dengan berbagai tujuan. Dari perjalanan tersebut, wawasan kehidupan masyarakat di luar dirinya semakin luas, kemudian akan muncul kesadaran adanya perbedaan antara manusia satu dengan yang lainnya, baik fisik, budaya ataupun tingkat teknologi. Lalu muncullah berbagai macam pertanyaan yang menuntut mereka mempelajari segalanya lebih jauh, dari sinilah lahir ilmu antropologi.
Antropologi memiliki ruang khusus yang sangat perlu kita pahami. Menyimak keragaman etnis atau suku yang ada di Indonesia antropologi sangat perlu kita pahami, agar mampu menumbuhkan rasa persatuan, kesatuan dan cinta tanah air. Untuk mampu memahami itu semua, kita harus benar – benar tahu tentang antropologi mulai pada pengertian antropologi.
Banyak pendapat para ahli tentang pengertian antropologi sesungguhnya. Antropologi berasal dari kata Yunani yaitu Antrhoropos yang berarti manusia, dan logos yang berarti Ilmu. Dari situ kita bisa melihat secara singkat antropologi ilmu yang mempelajari tentang manusia. Namun, masih banyak definisi – definisi lain yang berbicara mengenai pengertian antropologi. Seperti, Antopologi adalah studi tentang umat manusia secara menyeluruh berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat bagi manusia dan perilakunya. Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang manusia. Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka bentuk fisik, serta yang di hasilkannya. Antropologi adalah suatu cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang masyarakat tertentu.
Dari definisi – defenisi tersebut diatas dapat disusun pengertian sederhana Anatropologi yaitu sebuah ilmu yang mempelajari manusia dari segi keragamana fisik, cara - cara berperilaku, tradisi – tradisi, nilai – nilai yang dihasilkan sehingga tiap manusia satu dengan yang lainnya saling berbeda – beda. Antropologi mencoba menguraikan bagaimana perbedaan dari segi sosial dan budaya, serta memahami persamaan sistim sosial dalam kontek hubungan kemanusiaannya. Antropologi menjadikan manusia sebagai bahan penelitiannya dan memahami penelitian melalui bagian yang sangat luas. Menurut, KOENTJARANINGRAT antropologi berupa suatu ilmu akademikal. Antropologi memiliki dua sisi holistik dimana meniliti manusia pada tiap waktu dan tiap dimensi kemanusiaannya. Arus utama ini yang secara tradisional memisahkan antroplogi dari disiplin ilmu kemanusian lainnya yang menekan pada perbandingan atau perbedaan antara kebudayaan antar manusia.
By TRIA SAKTI LIANTI on Apr 24, 2008 | Reply
judul : Ilmu Bantu Antropologi
Antropologi merupakan cabang ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat tertentu. Banyak orang berpendapat bahwa para ahli antropologi adalah ilmuan yang hanya tertarik pada peninggalan-peninggalan sejarah (masa lalu). Karena antropologi bekerja menggali sisa kehidupan masa lalu untuk mendpatkan hasil kebudayaannya berupa pecahan guci, peralatan hidup dari batu yang berasal dari lapisan-lapisan bumi dan kemudian mencoba menafsirkan arti dari apa yang ditemukan itu.
Oleh karena itulah antropologi mempunyai ilmu bantu untuk mencoba memberi arti dari penemuan penelitiannya. Ilmu bantu adalah ilmu yang berguna untuk membantu antropologi, ilmu bantu mempunyai hubungan timbal balik dengan antropologi. Menurut koentjaraningrat, ilmu bantu antropologi yang diantaranya :
1. Ilmu geologi
2. Ilmu paleontology
3. Ilmu anatomi
4. Ilmu kesehatan masyarakat
5. Ilmu psikiatri
6. Ilmu linguistic (bahasa/sastra)
7. Ilmu arkeologi
8. Ilmu sejarah
9. Ilmu geografi
10. Ilmu ekonomi
11. Ilmu hokum adat
12. Ilmu administrasi
13. Ilmu politik
Keanekaragaman ras di dunia khusunya di Indonesia, sangat menarik perhatian besar bagi para ahli antropologi untuk menelitinya. Dalam hal ini ilmu bantu anotomi sangat berguna bagi antropologi untuk menganalisis perbedaan dari ciri-ciri khusus yang dimiliki oleh masing-masing ras tersebut.
Ketika mempelajari suatu kebudayaan, sebutlah kebudayaan jawa. Dimana ada bahasa jawa yang bertingkat-tingkat itu dapat dijelaskan melaui linguistik (bahasa / sastra) yang lebih mendalami tentang bahasa dan sastra jawa sebagai unsur kebudayaan. Ilmu linguistik menjelaskan bahwa bahasa jawa tersusun berstrata yaitu ngoko, karma, dan karma inggil. Ba