Awas … Terjangkit Virus EWA
12 April 2008 | Ditulis oleh: EWA |
http://evolia.wordpress.com
Menulis Sangat Mudah. Penulis: Ersis Warmansyah Abbas. Penerbit: Mata Katulistiwa. Cetakan : II, Januari 2007. Tebal : xviii + 184 hlm
Tak sengaja saya menemukan website ’Suhu’ menulis ini saat berselancar di dunia maya. Mengenal beliau dari dekat melalui tulisan-tulisan yang yang di publish di blog pribadinya membuat saya terbangun dari mimpi mimpi panjang selama ini, mimpi untuk bisa menulis dengan baik. Mimpi untuk bisa dikenal dan menghasilkan karya yang diminati orang lain. Ternyata bermimpi saja tidak cukup. Saya seperti ditampar dan disadarkan bahwa bermimpi terus berarti tertidur terus, dan itu sama saja dengan mandul…tidak menghasilkan apa apa.
Buku yang kesemuanya bermuatan motivasi karya Ersis Warmansayah Abbas yang akrab dipanggil EWA ini berisi artikel yang pernah dimuat dalam Harian Radar Banjarmasin. Menurut beliau, ”menulis tidak perlu belajar, berguru, mengikuti kursus, orientasi, penataran, atau apapun namanya, yang terpenting adalah tulis saja apa yang hendak ditulis, pasti jadi tulisan”. Sesederhana itu ?
Iya, sederhana memang kedengarannya, tapi buat saya yang tak piawai menulis ini, tetap saja saya kesulitan dan merasa perlu belajar bagaimana menulis baik dengan memperhatikan kaidah kaidah penulisan juga pemilihan kata yang enak dibaca dan mudah dimengerti. Namun di buku Menulis Sangat Mudah ini, kita tidak akan menemukan cara dan teknik menulis. Lebih substansial, mata kita akan dibuka lebar, dan kita akan dijauhkan dari perasaan minder, tidak percaya diri, takut salah, takut tulisan kita tak ada yang membaca, dan semua ketakutan ketakutan yang lain. Dengan lugas Pak EWA, ’Suhu menulis’ saya ini membagi ilmunya kepada kita, dengan bahasa yang mampu menjadi pecut bagi semangat menulis yang semula mati suri.
”Kalau ingin menjadi penulis, bebaskan diri dari belenggu ketakutan, dan agar belenggu takut salah itu tidak menjadi permanen, tidak usahlah belajar menulis dari orang lain. Ajari saja diri sendiri dengan melakukannya, langsung menulis.” hlm 42.
Dengan bahasa yang sangat ringan dan lugas, EWA seakan berbincang lansung dengan kita. Membaca bukunya seolah saya sedang berbicara dan mengutarakan kesulitan-kesulitan saya, dan mendapatkan langsung jawabannya secara kontan. Tak disangka, Dosen FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin ini, dengan bahasa ’gaul khas anak muda’ itu kini baru saja berulang tahun yang ke 50. Di usianya yang setengah abad ini, pak EWA telah banyak menulis, baik artikel, puisi, yang dibukukan ataupn tidak. Tak terhitung lagi jumlahnya. Belum lagi tulisan tulisan di website pribadi beliau yang menjadi wadah silaturahim sekaligus ‘tempat curhat’ orang-orang yang ingin menumbuhsuburkan semangat menulis. EWA dikenal sebagai penyebar virus menulis. Dan virus itu akrab dengan sebutan virus EWA.
Penulis gondrong ini pernah mengajar sebagai guru keterampilan jurnasiltik, PMP, dan sejarah SMA Marsudi Luhur Jogjakarta pada tahun 1979-1984. Tak heran bahasa sapa yang digunakan beliau adalah kata sampeyan bukan anda, kau, kamu, atau kalian. Kesan yang saya tangkap bahwa EWA sangat ingin dekat dengan pembacanya. Membuat pembaca merasa akrab, tak berjarak. Sayangnya, buku dengan kemampuan memotivasi yang maha dasyat ini tidak didukung sampul yang menarik. Warna pink yang cukup dominan, membuatnya terkesan genit, pembaca tak tersetrum untuk segera mengetahui isinya. Walaupun ada pepatah don’t judge a book from its cover, namun cover yang baik akan turut menginterprestasikan tulisan di dalamnya.
Membaca buku setebal 184 halaman ini, anda akan terjangkit virus EWA. Silahkan kunjungi website beliau di www.webersis.com , dijamin !!! dengan singkat anda akan ketagihan untuk menulis lagi dan lagi. (Nai)













2 Responses to “Awas … Terjangkit Virus EWA”
By unai on Apr 14, 2008 | Reply
weyyy ini ripyu saya
By Siti Fatimah Ahmad on Jul 12, 2008 | Reply
Ya….saya sangat setuju. “Virus” tuan Ersis telah merebak kepada saya. Satu virus yang sangat bagus. menyihatkan. Memberi semangat. Jika banyak virus seperti ini disuntikkan ke dalam minda, jiwa dan tingkah laku manusia. Pasti ramai manusia akan berusaha menjadi kehidupan ini lebih bermakna.
Sayangnya….saya di Malaysia tidak pernah dapat membaca buku-buku karya tuan Ersis. Mengapa tidak diterbitkan bukunya di Malaysia? Saya ingin memilikinya dan Bagaimana harus saya mendapat buku2 tersebut ? Sekadar membaca tulisan melalui artikel dalam blog, belum mencapai kepuasan selagi tidak memiliki buku karya EWA.