Menulis Menyenangkan

9 April 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

TAMIE: Pak, ayo menulis. Saya suka membaca tips-tips menulis yang Anda berikan. Menulis memang menyenangkan.

BANGGA. Mengamati blog Tamie, My Time on Erath … dengan latar lagu favorit saya, sebenarnya membuat keder. Tamie memelihara blognya dengan apik, inspiratif. Lagi pula, simpulannya sangat cocok dengan yang saya rasakan selama ini, menulis menyenangkan. Tentang menulis menyenangkan sudah dibahas pada tulisan terdahulu. Bagaimana menulis untuk menyenangkan sesama, itulah yang menjadi pokok bahasan kali ini.
 
Setelah melalui ‘uji klinik’, terutama pada Komunitas Penulis EWAM’Co., (maaf) ada kebanggaan menyelinap ke relung hati. Banyak anggota KP EWAM’Co. wajahnya sumringah, penamilannya cerah. Seolah ada lepasan beban berkati-kati menghimpit jiwa (jangan percaya, he  he) setelah, bisa (pandai) menulis.
 
Ambil contoh Noor Latifah. Bu Noor saya ‘temukan’ ketika saya ‘marah’ pada kenyataan. Betapa tidak. Walikota Banjarbaru memberi penghargaan kepada kelompok guru PBS IPA SD Banjarbaru yang sukses memacu kualitas pembelajaran. E … sebulan diamati, setelah dihadiah laptop, laptopnya ditenteng-tenteng saja.
 
Tanpa pikir panjang, saya sediakan waktu untuk sharing internet sampai membuat blog. Mereka bersemangat. Saya ingin, guru-guru SD jangan lagi merasa rendah diri dengan profesi apa pun. Kepada meraka saya katakan: Kalau bapak-Ibu tidak ada, tidak ada guru SD, bagaimana pendidikan akan bergilir. Pendidikan di SD sangat mendasar.
 
Sekalipun pelatihan tidak sukses dahsyat, sebab dari 40 orang yang ikut, hanya 12 orang yang (agak) piawai menulis dan ngeblog. Tidak apa-apa. Yang penting mereka kini mengajar pakai powerpoint segala macam. Kalau ada dosen yang membaca tulisan ini, jangan sampai kalah sama guru SD ya.
 
Bu Noor, sekalipun bersemangat, tertaih-tatih membiasakan menulis dan ngeblog. Saya hanya memberikan hal-hal mendasar, selanjutkan silahkan kembangkan sendiri. Kini, kalau bertemu, dia bercerahria. “Pak ulun bisa sudah menulis, tidak takut lagi menulis di blog. Pokoknya, mohon terus tambah pengetahuan kami, dan bla bla.
 
Saya senang mampu menyenangkan kelompok guru yang terkadang dianggap sebelah mata, bahkan oleh guru-guru sendiri. Karena itu, kami telah memprogramkan berbagai Diklat. Sekalipun berfokus pada Diklat pembelajaran, Diklat Penelitian Tindakan Kelas sampai Teknologi Informasi Komunikasi siap dilaksanakan.
 
Nanti, tidak ada alasan lagi untuk mendapat kredit poin untuk naik pangkat ke golongan IV b ke atas. Mendengar programnya saja mereka melonjak-lonjak, apalagi kalau benar-benar ikut, dan dapat manfaat konkret. Saya tersenang ikut program mendongkrak derajat guru-guru SD dengan mempertebal kompetensi dan wawasan keguruan. Bangga menjadi guru, sekalipun guru SD.
 
Inilah yang saya maksudkan menyenangkan orang lain, menyenangkan guru-guru. Sebab, bukan harapan atau beban yang diberikan, tapi apa yang seharusnya mereka dapat. Mereka senang, tersenang.
 
Dengan kata lain, menulis bukan hanya menyenangkan diri sendiri, tetapi juga menyenangkan orang lain. Sebab, banyak yang terperangkap belengu-belenggu menulis (sudah dibahas pada tulisan lain) sehingga mampu mengembangkan potensi menulis.
 
Ya, kalau guru SD piawai mengembangkan potensi (menulis), tentu akan berlanjut pada pembelajaran yang ujung-ujungnya untuk tunas bangsa. Guru adalah peletak dasar pengembangan potensi generasi ke depan.
 
Selamat wahai guru-guru, terutama guru SD yang sadar akan peran strategisnya, guru yang mau dan mampu mengembangkan potensi diri. Menulis itu bagian kecil dari kehidupan, dari potensi.
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 9 April 2008.

  1. 3 Responses to “Menulis Menyenangkan”

  2. By mathematicse on Apr 9, 2008 | Reply

    Kalau saya sih, baru pada tahap, senang bila tulisan saya dimengerti oleh orang lain. Saya senang bila yang saya kemukakan lewat tulisan dipahami maksudnya. Karena itu saya berusaha sebisa mungkin agar pembaca itu senang membaca tulisan saya. :D

    ***Berarti tinggal dilanjutkan kan … selamat meneruskan he he

  3. By hanggadamai on Apr 9, 2008 | Reply

    punya ilmu itu harus disampaikan ya..
    itu namanya ilmu yang anda miliki sangat bermanfaat

    ***Siiip, akur.

  4. By Ahmad Nur Irsan Finazli on Apr 10, 2008 | Reply

    Selamat atas aktivitas menulisnya yang berlanjut kearah kemajuan, dulu saya juga begitu. awalnya keti2 asal jadi, sekarang dah belajar ke powerpoint, eh kemarin diberi kesempatan untuk belajar nulis format buku -page maker- dan entah kedepannya pasti banyak lagi.

Post a Comment