Tarikan Menulis
7 April 2008 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
MARISA ERMETA DEVY: Tekadang setelah membaca saya menjadi ingin menulis, mengembangkan tema apa yang barusan dibaca tadi …
MENJADI. Sangat lazim, kalau membaca sesuatu, bahkan bila melihat, merasa, atau memikirkan, ada keinginan atau ide untuk menuliskannya. Setidaknya, bacaan menggugah rumah pikir. Bisa jadi, bagi yang terbiasa, hal tersebut biasa-biasa saja. Yang tidak biasa, dari suatu bacaan yang menarik, betul-betul menjadi tulisan. Untuk yang terakhir, kira-kira diantara seribu orang mungkin hanya satu-dua orang saja yang mempraktikkan.
Apa pun bacaan, biasanya direspon dengan kekaguman, oh … begitu ya. Saya juga punya pemikiran demikian, bahkan lebih hebat. Bacaan tersebut memantik ide untuk menulis sesuatu ‘yang baru’. Bersyukurlah kalau pada alam pikiran muncul hal-hal sedemikian. Tapi ingat, tidak semua ide (kehendak) perlu dilayani. Seleksi. Dan, wujudkan.
Ada pula bacaan yang tidak cocok dengan diri, membuat gemas. Biasanya pula muncul respon, ah saya akan counter itu tulisan. Kalau perlu pakai caci-maki segala macam. Dasar goblok nich manusia, naif, seenaknya saja. Celaka kalau membaca membuat pikiran kusut, hati menjadi sakit, dan bla-bla. Siapa suruh membaca.
Kombinasinya, ada yang cocok, ada yang tidak. Tergantung diri masing-masing. Itulah ranah perbedaan; rahmat yang seharusnya dimaknai sebagaimana mestinya. Atau, ada pula yang merespon dengan berbagai cara; karena memang berbeda persepsi, berlainan aliran pemikiran, pengetahuan, pengalaman, atau apa pun namanya.
Hanya saja, kesemua hal yang ‘bermain’ di pikiran, tidak semua orang mampu menuliskannya. Begitu membaca semangat menggebu-ngebu … eh begitu dimulai menulis, layu sebelum berkembang. Bacaan memang samudera ide.
Coba direnung, ada puluhan, kalaulah tidak ratusan ide hinggap di pikiran setiap hari. Masalahnya, ide tinggal menjadi ide. Susah ditulis. Jangankan ditulis, dikembangkan dan diformulasikan di otak saja suahnya setengah hidup, apalagi ditulis. Apa sebab?
Kurang dibiasakan menuliskan ide-ide yang tercuat. Sekalipun demikian, apabila membaca sesuatu (yang menarik) lalu muncul ide, itu pertanda baik bagi menulis. Yang disayangkan apabila tidak pernah munul ide. Kalau demikian ceritanya, nikmati saja sebagai bacaan. Menikmati bacaan suatu karuniah, lho. Jadi, tidak ada yang salah. Jadilah pembaca yang baik.
Hanya saja manakala dikaitkan dengan menulis, persoalannya jadi berbeda. Maksud saya, kalau muncul ide dari bacaan, kalau berhendak menulis, ya perbanyak pengetahuan di ‘rumah pengetahuan’ dan olah secara proporsional di otak, dan … tulisakan.
Pada ranah ini membiasakan menulis, melatih menulis menjadi penting. Begitu juga tehnik mengembangkan ide. Tidak semua ide harus ditulis kan? Apakah cocok dengan pengetahuan, kemampuan, daya nalar, dan seterusnya. Kalau asal tulis, sekadar tulis, apalagi ditayangkan di ruang publik, tidak dibaca orang bagaimana? Banyak lho yang menulis, sembari memuji diri dan menghujat orang lain, e … tidak direspon. Maksudnya, kemampuan menulis perlu selalu diasah.
Pada awalan tulisan ini, kalau boleh sharing, mBak Marisa pantas bersyukur. Itu tanda-tanda ke arah menulis. Tinggal melatih, memasihkan menulis. Soal bagaimana melokalisai ide, mengembangkan ide, dan menuliskannya, lengkap dengan contoh serus sampai nyeleneh, telah saya tulis di berbagai bagian buku-buku saya tentang menulis. Silahkan dibaca.
Bisa pula pula membaca ratusan artikel tentang menulis di www.webersis.com. Kalau mau, bahkan silahkan melalui email: ersis_wa@yahoo.com. Saya senang sedia sharing. Hingga, ide menjadi tulisan; ide-ide terpilih menjadi tulisan. Ya, dari membaca bisa muncul ide, dan dari mematangkan ide kita dapat menuliskannya. Membaca punya tarikan menulis.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Banjarbaru, 7 April 2008.









One Response to “Tarikan Menulis”
By mathematicse on Apr 7, 2008 | Reply
Iya betul! Sehabis membaca sesuatu, biasanya kita tergerak untuk menulis, contohnya ya ini, setelah baca tulisan ini, saya menulis (walau cuma komentar). Wakakakakakak…