Nominator Lomba Puisi Cinta Rasul
3 April 2008 | Ditulis oleh: EWA |Setelah membaca Puisi Cinta Rasul, Maret 2008, panitia menetapkan 14 nominator. Bagi nominator silahkan mengisi CV di komen postingan ini. Puisi-puisi nominator diikutkan lomba akbar Puisi Cinta 2008 dan akan dimasukkan dalam Antologi Puisi Cinta. Maaf, tidak usah bertanya atau mendebat.
Tema Lomba Puisi bulan April 2008, Cinta Tanah Air. Segera dimulai, nantikan gongnya ditabuh.
Selamat berkarya.
1. Paundra
Duhai Kekasih Allah..Duhai Junjungan
Yaa..Rasulullah
kau bawa khabar berita kepada kami
Tunjukan Jalan Cinta padaNya
Kau bawa Risalah Tuhan Semesta Alam
Agar tersirami kami punya hati dan Jiwa
Menapak jalan kami punya hidup
Dimana agar kami mengetahui Rahasia Cinta Allah
Yaa..Rasulullah
Kau beri kami Cinta penuh makna dan arti
Dimana kata terucap saat kau melepas kehidupan
Umati..Umati..Umati…
Begitu Indah
Kami disini di tanah bumi ini
Melantunkan segala puja dan puji
Kepada kau Yaa..Rasulullah
Dan kami haturkan Shalawat pada malam ini
Duhai..kekasih Allah
Duhai..Junjungan kami
*Surabaya, Maret 2008
2. Gempur
Dentang lonceng menandai kudusnya malam
Senandung pujian bergema. Berucap panjaga Tuhan:
“Dengan nama keilahian manusia, hentikan pertumpahan darah, hentikan nafsu amarah merajalela. Atas nama perdamaian dan kemanusiaan, sebarkanlah pesan Tuhan ke bilik-bilik terkecil derita manusia yang hina dan terhina. Demi kesucian Tuhan, basuh dan sucikanlah jiwa-jiwa yang merana terbuang, lepaskan mereka dari kubangan lumpur hidup dan pancarkan sinar terang”,
Masih terdengar nyanyian itu
Masih pula retorika suci itu menusuk ulu hati
Seperti khutbah-khutbah jum’at di masjid yang kering
Melambai-lambai di angkasa tak pernah menghinggapi kesadaran bumi
Masih saja terngiang-ngiang mengumandang
Menyusup ke lorong-lorong, kampung-kampung kumuh, pinggir kali dan tepian sampah
Menjelajahi selimut malam yang nyenyak terlena Menjelang tengah malam
Di sebuah dipan reot
Di sebuah trotoar kotor dan sepi Wajah isa hadir
Tertunduk sayu meninabobokan seorang bocah yatim kurus dan dekil yang tertidur di pangkuannya
Menghibur gelandangan yang gelisah menyesali hidupnya Bersama sejuta malaikat sejuta rahmat
Muhammad mengetuk pintu hamba yang meratap terisak dalam do’a
Membasuh peluh pekerja yang lelap dilena lelah
Memberi penawar umatnya yang terjebak dosa
Isa Muhammad hadir
Menemani mereka yang diburu dosa dan kematian
Bersemayam di hati yang teriris terluka
Menuntun mereka ke padang cahaya
Isa Muhammad ada…
Jauh dari keramaian
Jauh di kesunyian
Berkhalwat di kegelapan malam
Di gua-gua persembunyian hati manusia
Condongcatur, 29 Desember 1999
3. Amin
Cinta ini, keyakinan ini..
Malam-malam bagimu tak pernah tua
Sepi-sepi bagimu tak pernah kehilangan maknanya
Pertanyaan terjebak dalam jawaban tak terberi
Dalam buaian takut masih saja engkau tak henti mencari
Bacalah..
Bacalah, duhai kekasih hati
Yakinlah dalam segala gundah dan letihnya langkah kaki
Yakinlah Pada-Nya, pemberi nafas dan pengisi nurani..
Sabarlah dalam diammu
Tegarlah dalam senyummu
Wahai kekasih hati,
Sesungguhnya janji-Nya adalah pasti..
Duhai pemilik segala sucinya jiwa
Kau senandungkan dendang munajat cinta
Menyentuh hati-hati manusia
Hingga hidup tak lagi sisakan hampa
Cinta ini, keyakinan ini..
Biarkan mengisi botol-botol anggur hingga suci..
Biarkan merasuk dalam jiwa-jiwa pendengki..
Cinta ini, menyelamatkan manusia di akhir hari..
Depok, 11 maret 2008
4. Febry Abrar
Sampaikan Salam.
Terimalah salamku…wahai Rasulullah
kekasih Allah…
Seperti semesta bergembira
Menyambut kehadiranmu…
Terimalah salamku..duhai kekasih Allah
saat malam tanpa bulan
ketika kegelapan menyelimuti kami..
Terimalah salamku..wahai Nabi Allah
Di masa dunia kembali Jahiliyah
Disaat cerai berai kehidupan
Meluluhkan iman…
Menyesakkan hati dan pikiran…
Terimalah salam ini…
Kami tak hentinya Haturkan salam padamu
Wahai Rasulullah…
Kekasih Allah…
Nabi Allah…
Saat akhir nanti…
Kami ingin menjadi pendampingmu
Disamping sahabat-sahabatmu
Dalam keharuman surgamu.
Banjarmasin,11 Maret 2008
5. Tuan Sufi
Bagaimana mungkin tanpa Cintamu ya Nabi
ya nabi,
jikalau seluruh ayah di dunia ini dikumpulkan di depanmu.
Niscaya tak satu pun yang mampu mengalahkan kasih sayangmu kepada Fatimah dan Ibrahim.
begitu juga aku, yang tetap saja tertatih.
Walau begitu nyata langkahmu menuntunku, menuntun semua ayah.
ya nabi,
betapa awalnya untai kesempatan tiba dan dihayati,
tapi berjuta titian juga tiba dan tak sempat dijalani
betapa akhirnya waktu melesat kencang membunuhnya.
sehingga jadilah aku tertatih dan menjauh lagi dari langkahmu.
ya nabi,
satu sisi cermin beningku, ingin jadi ayah mulia sepertimu
tapi sisi lainnya keniscayaan hatiku masih kerontang air kesabaran.
atau kadang malah berlebihan udara kebendaan,
rasa yakin dan malu berganti-ganti
mengiring waktu demi waktu bertumbuhnya buah hatiku.
oh, maafkan abi sayangku, yang punya hobi salah dan salah lagi.
ya nabi,
Bersama uap fikir dan gelombang hati ini, datanglah pemahamanku tentangmu.
kepayahan ini ada karena pacekliknya resapan shalawat kami kepadamu.
Bukan karena tidak pernah diucapkan.
Justru karena sudah ribuan getaran lidah menghambur kemana-mana,
tapi tak satupun yang merambat masuk jiwa.
ya nabi,
tanpa kasih kami yang hakiki padamu,
bagaimana pula bisa kami tebarkan kasih hakiki pada yang lain…
6. Indah IP
RINDU TAK HENTI MENCARI TAK HENTI MENUJU
adakah yang lebih luas dari selaut sabar dan segunung tegarmu, ya Rasul
yang tak tertandingkan
yang membuat ribu badai kalah dan takluk
adakah yang lebih madu dari lembut tutur kata dan santun bahasamu, ya Rasul
yang tak terpuisikan
yang membuat hati jatuh gemetar dan hanyut
adakah yang lebih cahaya dari senyum sederhana dan sahajamu, ya Rasul
yang tak terlukiskan
yang membuat teduh dan sejuk merongga dada
adakah yang lebih mulia dari luhur budi dan bijak akhlakmu, ya Rasul
yang tak terbantahkan
yang membuat tunduk dan hormat semesta alam pun segenap mahluk
adakah yang lebih dalam dari cinta pemimpin kepada umatnya, ya Rasul
yang tak terukurkan
yang sanggup membuat hujan tumpah demikian lebat demikian panjang di matamu sebelum pergi dulu
adakah yang lebih sembilu dari rindu umat kepada pemimpinnya, ya Rasul
yang tak terperikan
yang membuat waktu menunggu begitu siksa begitu ungu
ke dalam barismu, ya Rasul, ke dalam barismu!
rindu tak henti mencari tak henti menuju!
7. Izzah Anwar
Berebut Kasih
Dalam…
Kehangatan rahim Aminah
Kun fa yakun, terciptalah raga nan perkasa Rasulullah
Putihnya air susu Halimah
Mengalirkan jiwa suci Nabiyullah
Kegigihan Khadijah
Membangun ghirah baja Khalifatullah
Kelembutan Aisyah
Merebakkan wangi kasturi Habibullah
Muhammad al-Musthafa,
Kisah Paduka di antara mereka
Dari hati yang tenang
Teruntuk jiwa yang menang
Ya Badraz Zaman,
Kau sinaran jiwa-jiwa yang haus kasih
Lunglai terasa perih
Ulu hati dalam lorong-lorong sunyi
Ingin segera berlari
Menjemput cawan kehangatan, lentera hati
Dalam dekapan terbelai
Sekeping hati
Titipan Ilahi
Ku mengemis kasih…
Berebut kekasih Sang Maha Kasih
Syafaat yang ‘kan kau beri
Shalawat dan salam terpatri
Bagi Baginda sejati.
8. Namora Sinaga
ASA DALAM GELAP MASA
Apakah yang kudapat dalam jejakmu? sebab segala cahaya Ilahi kau rangkum dalam genggammu. Akupun iri, karenanya. tapi rinduku padamu melayang diatas awan, pada warna pelangi, pada untaian senja, pada lukisan matahari yang kau bawa, bagi kami bagai lentera pada gelap malam sebuah peradaban. Teramat ingin ku pandang rona wajahmu selayak kuraba Kasih-NYA dalam diam sujudku. Sesayang itu ALLAH padamu? sepanjang masa berguru padamu kami di buat-NYA. pun. apa juga harus kutuliskan tentangmu? bahkan surgapun dititipkan-Nya padamu.bagi kami syafaatmu tersisa
9. Bibidapi Mar
Datang Cahaya
Masih kuingat keringat yang pecah di tubuh
Di bawah matahari yang mengakar
Dahaga terasa menang dalam sesenggukan air liur
Belum kupahami, mengapa aku berdiri di sini
Bersama manusia-manusia yang sedang menanti entah
Ditemani angin yang bergerak lemah juga ke arah entah
Lalu aku melihat kejauhan
Serombongan beriringan
Membawa cahaya di mukanya
Inikah yang kami nanti?
Mereka semakin dekat
Cahaya itu semakin dekat
Dan berhentilah ia di depanku
Membasuh wajahku yang kering
Subhanallah…
Kaukah itu Rasulullah?
Datang bagai cahaya dan membawa cahaya
Seribu pujian kulantunkan dalam batin
Saat punggungmu menari bergerak menjauh
Rindu ini semakin mencekam
Airmata ini telah menjadi sungai
Seribu Shalawat kuucap dengan senyuman
Saat aku terbangun dari mimpi yang nyata
Mimpi yang tak mungkin jadi kenyataan
**Berdasarkan mimpi yang nyata, yang diceritakan kembali oleh sang pemimpi
10. Makaribi
UTUSAN YANG DATANG DI ZAMAN AKHIR
: Rasulullah
Engkau ceritakan tentang akhir zaman
kami bukanlah apaapa sebelum engkau datang
Setidaknya engkaulah harapan
sebelum senja menjelang
Jika demikian niscaya kami kutuki diri sendiri
Tapi Allahlah diatas semua ini, katamu
Allah ciptakan manusia atas dua sisi
hanya Allahlah yang tahu
Disangka hidup ini permainan ataukah ujian
Tapi kami selalu berprasangka baik pada-Nya
aku tahu diri-Nya darimu, maka kulantunkan pujian
manusia hanya setes air yang hina ditangan ke Maha Besaran-Nya
Maka didepanmu aku hanya ingin ceritakan diriku sendiri
seperti ketika sepi, ketika sendiri
masihkah ku sebut nama-Nya, ah aku sering lupa
berdoa mengharap ampunan-Nya
jika ku bercermin, sungguh nampak lukaluka
nodanoda yang kubuat sendiri,
tak ada lagi seandainya
karena ku harus tanggung sendiri
ah aku sering lupa
berdoa mengharap ampunan-Nya
ampuni aku, ampuni aku
atas kealpaanku
Seperti doa untuk-Nya shalawat itu untukmu
Karena Ia telah titipkan sebagian syafaatnya
padamu, syafaat itu kuharap selalu
aku ingin bertemu keindahan abadi-Nya selamanya.
(meskipun tak layak, aku hanya berharap
karena harapanlah, satusatunya yang kupunyai
setelah semua usaha kurasa tak sebanding
dengan rahmat dan kasih-Nya.)
11. Haffez Hossen
… DAN IZINKAN AKU MENGIKUTIMU.
Jika hidup ini melumur dosa,
takkah aku layak menuai pahala?
Jika waktuku telah terbuang hina,
masihkah bersisa yang aku punya?
Imanku tak sekuat miliknya,
Amalpun hampir aku tak punya,
diri ini…
dirinya…
terlalu beda.
Jika shalat ini tak cukup,
kapan tibanya aku bersamamu?
Jika kaji ini pun tak juga cukup,
kapan tibanya aku mendampingmu?
Terlalu beda…
Hidupmu terlalu sempurna, Rasulullah
hidupku, adalah dosa.
Tapi,
Jika tak kunjung lengkap iman, hidup, dan amalku,
Izinkan aku untuk selalu mengikutimu.
BANDUNG, 2008
12. Unai
Kealpaan Hati
Purnama hadir, menyeruak diantara belantara sepi.
Pucuk pucuk bambu membeku
Kitab suci yang tua dimakan usia
Setua alam raya dan isinya…
Lapuk tak terbaca
Duhai hati
masihkah kau berdiri pada ketinggian angkuh?
Terpenjara dalam amarah dan lupa wangi tanah basah
yang penah kita hirup di jaman purba
Kau lupa
tersesat dan tak mampu melacak jalan pulang
Kau lena dalam buai mimpimimpi duniawi, wahai hati
Sujudsujudmu, tangis, dan serak rapal doamu
Apakah Rasul Allah yang jadi panutanmu?
Jawablah duhai hati…!
Kau yang kerap menyuarakan nyanyian bimbang
Bermelodikan embun dan titiktitik hujan
Kembalilah
MEski tubuhmu tersungkur dalam ketakutan
Akan ada jalan terang
Bila kau menyesali kealpaan.
13. Fien Prasetyo
Kerinduan
Setiap kata adalah petuah
Dan setiap petuah adalah terucap dari segenap bibir nan sahaja
Bibir yang senantiasa membawa angin surga
Keluar dari hati…
Lelah … pedih … penat hampir pasti menyeruak di setiap nafas wangi
Tak sedikit rasa dendam mereka pada langkah santun
Tapi tak sontak wajah berubah mengkerut menghanyut
Bibir yang selalu rekahkan senyum kecintaan pada Ilahi
Disini, keabadian itu hadir mengisi kekosongan relung sanubari
Dunia yang tak lagi punya petuah
Hidup yang tak jua ada sahaja
Hangar bingar, selisih tajam, menjadi ritme setiap waktu
Tidak denganku, sendiri menunduk pada kekuasaan Ilahi
Berdiam di sudut sepi tapi hingar dengan makna
Makna akan damai hati, sejuk jiwa, dan binar cahaya mulia
Aku tertidur bersama mimpi abadi sang pujaan hati, Muhammad…
Ya Rassul…petuah demi petuah kini terbingkai dalam kitab
Membayangkan dan hanya bisa membayangkan perjuanganmu
Hingga aku tersentak, bangun dari segala kelalaian dunia
Mencarimu…merindukanmu…
Tidak ada satu pun yang tahu, hanya menggeleng saja
Airmataku meleleh bergulir-gulir, saat adzan berkumandang
Ya rassul…kita bertemu dalam bait doa…sesaat lagi…
Aek Nabara, 2008
14. meiy
Kepada Rasul
pernah
tak kutemukan alasan ‘tuk mencinta
hatiku penuh curiga
kau punya banyak wanita aku tak suka
sayang
cinta tak mesti miliki alasan
hanya perlu dirasakan
pada suci
pada percaya
pada cahaya
pada indah
dan diriku yang berlari menjawab tanya
di dada
relung terdalam hati
mengapa kau suci
dalam perjalanan kucari makna
mengapa kau mustafa kekasih pilihanNya?
pencarian memberiku tahu meski ilmu tak jauh
dalam termangu
menemu diri
aku yang naïf
kini merindu
tak mungkin kau kekasihnya
jika bukan kau juga sang pencinta
yang ikhlas
menerima
walau nestapa
yang rela memberi
asal umat selamat
menuju cahaya abadi.









13 Responses to “Nominator Lomba Puisi Cinta Rasul”
By meiy on Apr 3, 2008 | Reply
alhamdulillah…masuk nominasi. sejujurnya saya kurang pede dg puisi ini, terasa kekanakan. selamat buat yg lain ya puisinya bagus2
CV
Saya pencinta alam hijau, tinggal di Medan bersama 3 lelaki tercinta (2 anak) dan satu gadis cilik yang cantik.
Saat ini berbahagia bisa bekerja untuk dunia hijau dan Ibu Bumi yg terancam kritis. Penyuka sastra, puisi, novel, musik dan lukisan.
By Fien Prasetyo on Apr 3, 2008 | Reply
Alhamdulillah…bisa masuk nominasi…
cv fien prasetyo
nama asli sih fifin chahyani rachmatin nurdiana, 25th, ibu dr 1 org baby cantik (10 bln), sekarang tinggal di aek nabara, labuhan batu, sumut mengikuti suami yg tugas di areal perkebunan…
kegiatan sejak dulu menulis dan menulis, apapun itu…meski semuanya hanya terbingkai map plastik dan tersimpan rapi di rumah saja…cuma tulisan skripsi aja yg dipamerkan di perpustakaan kampus hehehe…
pernah sekali artikel dimuat di koran jawa pos&internet juga, setelah itu nggak pernah kirim lagi…krn suka gak pede gitu…
Sekarang aku aktif di organisasi IKBI megang seksi bendahara.
alamat : jl. R. sakit perum staf aek nabara ds. empl. aek nabara kec. bilah hulu kab. labuhan batu sumut
no rek : BNI cab. Rantau prapat
0134194061
a.n Fifin Chahyani R.N
By Fien Prasetyo on Apr 3, 2008 | Reply
CV Fien Prasetyo
Nama asli : Fifin Chahyani Rachmatin Nurdiana, S.Sos
TTL : Jember, 17 April 1982
Alamat : Jl. R. Sakit Perum Staf A. Nabara Ds. Empl. Aek Nabara
Kec. Bilah Hulu, Kab. Labuhan Batu Sumut
Visit me at : http://duniafien.multiply.com
Email : kei_prasetyo@yahoo.co.id
Hobi : menulis, membaca, nonton film, listen to music juga…
Status : Ibu dari seorang anak perempuan 10 bulan
No Rek : BNI Cab. Rantau Prapat
0134194061
a.n Fifin Chahyani R.N
Kegiatan : Saat ini aktif menulis & aktif juga di organisasi IKBI sebagai bendahara
Lain-lain : Beberapa artikel / tulisan pernah dimuat di koran Jawa Pos & internet
Banyak karya tulisan sastera tercipta tapi semuanya masih tersimpan
rapi di rak buku, karena suka gak pede kalo mo publikasikan hehehe..
By izzah on Apr 3, 2008 | Reply
Puisi-puisi Cinta Rasul punya teman-teman bagus banget…salut buat mereka!!!
Alhamdulillah wa syukrulillah…masuk nominasi lagi he..he…seneng deh!:)
CV saya pak,
Judul Puisi: Berebut Kasih
Izzah Anwar aedalah nama pena dari Dhikrotul Izzah. Sering disapa Izzah/ I’is/ Dhikro. Lahir di Malang, 30 Mei 1981. Sekarang tinggal di Jl. Raya Caru 2 Pendem Junrejo Batu. Karya yang sudah masuk di web http://www.webersis.com :
Hadirkan Aku Dirinya, Janji, Embun Cinta, Munajat Bunda, Senandung Barjanzi dan Berebut Kasih.
Suka berkecimpung di dunia seni lukis, kria, tari, desain grafis dan dunia anak juga penggemar sastra.
Website: http://www.creative-bee.blogspot.com
E-mail: creative_izzah@yahoo.co.id
By Makaribi on Apr 3, 2008 | Reply
Alhamdulillah bulan ini satu puisi saya masuk nominasi.
Judul Puisi
UTUSAN YANG DATANG DI ZAMAN AKHIR
: Rasulullah
InsyaAlloh saya ingin ikut terus lomba puisi di Web Pak Ersis ini sampai selesai. Semoga Allah memberi kemudahan.
Biodata Singkat :
Makaribi lahir di Wonogiri 10 Pebruari 1985, mencintai puisi sejak SD dimulai dari geguritan, macapat atau baca puisi, SMP mulai mencoba memajang karya di Majalah Dinding, SMA menjadi redaksi buletin sekolah. Semasa SMP-SMA sering mengirimkan karya kemedia massa lokal, meskipun tak pernah dimuat hal itu tak menghentikan kecintaannya pada puisi, karena menulis puisi baginya adalah seperti menulis buku harian sendiri.
Saat ini mulai menikmati untuk mempublikasikan karya di beberapa blog pribadi maupun di website-website puisi seperti puisi.net atau puitika.net atau di beberepa millis sastra. Atau seperti ikut lomba di website Pak Ersis ini.
Sementara ini berdomisili di bandung.
makaribi dapat ditemui di :
http://jendela-puisi-makaribi.blogspot.com/
dan e-mail : makaribi@yahoo.com
By paundra on Apr 4, 2008 | Reply
matur suwun ya Gusti kulo……
akhirnya bisa juga masuk nominasi.terima kasih.bang ersis
judul puisi : Duhai kekasih Allah..Duhai junjungan kami
nama ; muhammad marshell
TTL : jakarta 11 april 1973
alamat: jl.sedati agung I/66.sidoarjo.jawa-timur
menulis puisi sejak dari masa-masa SMA dan kembali memulai menulis puisi beberapa tahun ini.melukis juga sebagai hasrat jiwanya.
dapat ditemui di :
alamat website : http://langitjiwa.wordpress.com.
email : paundra.andra@yahoo.co.id
By Febry Abrar on Apr 4, 2008 | Reply
Alhamdulilah.. makasih banyak pa ewa,Puisi saya dimasukkan sebagai nominator..he..he..
Semoga sukses selalu.
Biodata :
Nama lengkap: Febry Abrar
TTL : Amuntai, 28 Februari 1987
Alamat : Jln.Padat Karya Blok Tanjung No 14.Sei.Andai. Banjarmasin
Pekerjaan : Lagi sibuk Kuliah
Hoby : Senang Liat Lukisan
Alamat website : http://www.febryabrar.wordpress.com
email : febry.abrar@yahoo.co.id
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Apr 5, 2008 | Reply
Selamat bagi para nominator, semoga menjadi pemicu dalam berkarya lebih banyak lagi.
Lanjutkan perjuangan….
By ichal on Apr 6, 2008 | Reply
mengucapkan selamat kepada para penyair!!
mendukung meiy euiyyyyyy!!!
maaf pak gak ikutan yang ini, karena emang puisi saya hilang beneran berikut “sesuatu yang hilang dari hidupm hehehehe!!!!
lumayan, ada sekitar 10 lembar halaman kertas folio dan masih tertulis dengan pensil kode 2B.
sekali lagi selamat buat para nominator dan tentunya “sang pelecut” para penyair sendiri, bapak EWA!
***He he
By Bibidapi on Apr 6, 2008 | Reply
Judul Puisi : DATANG CAHAYA
CV Bibidapi: Marisa Ermita Devy yang memiliki nama pena Bibidapi, alumnus Stimik Perbanas Jakarta dan karyawati swasta ini terlahir dari rahim yang teramat istimewa pada 16 Maret 1983. Saat ini aktif belajar menulis di komunitas maya diantaranya kolomkita, puitika.net, milis Apresiasi Sastra. Puisinya yang berjudul “Ayat-Ayat Alam” pernah menang sebagai favorit Lomba Puisi “Pesan Kepada Presiden 2009-2014″ Januari lalu. Karya yang menjadi nominasi lomba puisi cinta di Webersis antara lain ADALAH KITA, RASANYA TAK CUKUP…BUNDA, DAN DATANG CAHAYA. Kegiatan lain yang sedang ditekuni adalah mengelola website iklan properti. Sekarang menetap di Jakarta. See more : bibidapi.wordpress.com
By Bibidapi on Apr 6, 2008 | Reply
Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin… Terima kasih Pak Ersis, saya masuk nominasi lagi. Semoga Bapak selalu dalma lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, diberi rezeki yang berlimpah, diberi panjang umur dalam keadaan sehat, dan Khusnul Khatimah di akhir nafasnya. Amin…
***Amin.
By NAMORA SINAGA on Apr 8, 2008 | Reply
Puisi ini saya persembahkan kepada semua nominator, semua peserta yang tidak masuk nominator, seluruh pecinta puisi dimanapun berada, dan yang paling utama kepada semua pecinta RASULULLAH tentunya, shalawat dan salam selalu untuknya!!! Buat bang Ersis terima kasih banyak atas perhatiannya yang sangat besar terhadap dunia tulis menulis, semoga ridhoNYa selalu bersamamu!! jauh dari nurani yang paling bisu, saya sangat senang dengan masuknya puisi saya sebagai salah satu nominator, akan tetapi jauh dari lubuk hati juga, saya belum merasa pantas masuk nominator. Jadi, buat bang Ersis saya sangat minta maaf karena saya belum bisa memberikan identitas saya yang asli buat bang Ersis. Namora Sinaga hanyalah nama samaran saya, nama itu terinspirasi dari nama teman saya yang bernama M, Nur Sinaga, dialah yang selalu setia mendengarkan dan menyimak puisi-puisi saya walaupun sebenarnya dia tidak faham puisi, terima kasihku untukmu sobat. Sekali lagi terima kasih bang Ersis, dan buat semua teman-teman penggemar blog bang EWA, salam kenal sekaigus salam cinta dari saya. “Orang yang suka mengungkapkan isi hati dan pikirannya melalui puisi, adalah salah satu ciri orang yang jujur pada nurani dan juga tidak suka mendendam”. Semoga Saja!!!
***Yoi. Salam.
By M.Abdul Challim on May 29, 2008 | Reply
TAK ADA KERAGUAN
dalam gelap ada terang
dalam terang ada remang
dalam remang ada bayang
dalam bayang ada kepastian
semua begitu jelas tertera
semua tanya terjawab disana
tak ada keraguan
karena semua jawab tak perlu tanya
darimana, untuk apa, maukemana, jawab sudah ada
renungkanlah, duduk dan bersilah, tak usah banyak kata, cukup hati yang bicara
biarkanlah jiwamu yang cari tanya
dari mana
untuk apa
dan mau kemana
jawab telah ada
genggam niat dan melangkah
bukalah setiap juznya
jawab tertera disana
tentang alam yang enggan bicara
karena kita merasa tak bersalah
atas semua langkah
yang selalu jauh padanya