Archive for March, 2008

Menulis Itu Belajar (Praktik)

Tuesday, March 25th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas EDY PSW: Ooo… berarti sembari menulis, kita harus juga belajar tentang bagaimana menulis yang baik, baik melalui buku maupun melalui media lain. Begitu kesimpulan saya setelah membaca tulisan-tulisan Bapak. Begitu ya, Pak? PTAKTIK. Persis. Manakala mindset dipola, belajar ya belajar, praktik ya praktik, proses dan muatan aktivitas dalam ...

Praktik Menulis Melawan Diri

Sunday, March 23rd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas IWAN AWALUDIN: Ah itu kan teori Pak. Memang gampang bilang kalau praktik itu guru yang paling bagus. Tapi kenyataan di lapangan (punya saya) membuktikan, bahwa praktik pun tidak selalu membawa peningkatan. Memang lemah saja kemampuannya, ha ha ha. LAWAAAAN. Bisa jadi, Iwan Awaluddin, pemelihara School Universe, blog yang ...

Menulis ‘Melayani’

Sunday, March 23rd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas AMBARWATI: Wah Pak, empat hari tidak mengunungi blog Bapak, banyak banget postingan baru. Ketinggalan deh ... maraton nich membacanya. Bagaimana agar produktif menulis? SANTAI. Menulis menuangkan pikiran, ekspresi diri, katarsis, sampai menjalin slitarurrahmi sudah ditulis. Kali ini menilik dari dimensi lain, menulis melayani. Melayani? Memangnya siapa yang dilayani? ...

Menulis Memaafkan (Diri)

Sunday, March 23rd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas SUCIATI: Pak, saya kini suka menulis. Ketika menulis buku pertama ‘dihajar’ sesorang dengan kata-kata yang bagaimana ya. Pokoknya membuat nyali ciut. Hati berdenyut-denyut. Sabar. Dijadikan untuk lebih memotivasi diri. Bagaimana itu Pak? KASIHAN. Pada buku Menulis Sangat Mudah (2207-2008), Menulis Mari Menulis (2008), dan Menulis dengan Gembira (2008) ...

Praktik Guru Sesungguhnya

Thursday, March 20th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas HARMITA DESMERRY: Praktek adalah pelajaran menulis sebenarnya. Ketika menemui kesulitan kita mencari tahu bagaimana mengatasinya. Itulah guru sesunguhnya. Bukan begitu Pak? GAJAH. Ibu satu anak yang tengah berkutat dengan program Edgar di pedalaman Sumatera ini sungguh menarik perhatian sejak pertama mengujungi blognya. Gambar-gambar alam dan atau tulisan keresahannya ...

Tidak Ada Kata Terlambat

Thursday, March 20th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas IMELDA COUTRER MIYASHITA: Salam Pak EWA. Saya belajar menulis empat tahun, membiasakan menulis apa saja. Menyesal kenapa terlambat memulai. KAPAN SAJA. Menulis adalah pekerjaan merdeka. Tidak ada istilah kapan memulai pabila berakhir. Dalam bahasa santainya, suka-suka. Orang bisa saja punya mau setinggi gunung, dan punya kemampuan lebih dari ...

Kiat Cekak Menulis Buku

Tuesday, March 18th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas SYAHARUDDIN: Pak saya ingin menulisbuku. beberapa tulisan saya telah dimuat surat kabar, dan kini mulai menulis blog. Bagiamana kiat menulis buku, Pak? STEP BY STEP. Aku akan menulis buku Teori Evolusi. Seorang teman yang lain berujar, akan menulis Metode Sejarah. Sejarah hidupku sangat berwarna, sangat bagus. Aku akan ...

Menulis, Ya Menulis Saja

Monday, March 17th, 2008

Oleh Ersis Warmansdyah Abbas ECHY: Perkenalkan, nama saya Echy, mak-emak yang ingin menulis. Saya membaca buku ini dan itu, belajar teori menulis, sampai kursus menulis. Akhirnya sampai pada kesimpulan: Menulisnya yang belum. Anehnya, setiap ada ide, selalu mencari alasan untuk menundanya. Banyak tulisan yang tidak terselesaikan. Bagaimana menurut Bapak? DO IT. Membaca ...

Antropologi: Penyebaran (Unsur-Unsur) Kebudayaan

Sunday, March 16th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Terlepas dari perdebatan yang tidak kunjung usai tentang dari mana manusia berasal, dan atau, proses ‘menjadinya’ manusia sekalipun ada ‘bukti’ hasilan ekskavasi purbakala, dalam pemahaman Islam, hal itu sudah final: Manusia berasal dari Adam. Adam dan Hawa berasal dari surga dan ketika diusir dari surga bertemu di ...

Menulis Lanjutan Membaca

Sunday, March 16th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas ISNUANSA: Untuk bisa menulis, modal utamanya banyak membaca. Dari pengetahuan yang kita punya, kita akan lebih gampang “menerjemahkannya” dalam tulisan. Begitukan Pak? HEBAT. Suatu kali, sebagai puncak kekaguman terhadap Hamka, mencuat tanya motivasional: Kenapa tidak mengikuti jejak Buya menulis? Saya dua kali bertemu Buya. Pertama di mesjid Nurul ...