Antropologi: Asimilasi ‘Bergurulah’ Ke Indonesia
31 March 2008 | Ditulis oleh: EWA |Kekacauan dalam banyak hal di Eropa mengibarkan harapan kaum pencinta ‘kebebasan’ bermigrasi ke Amerika. Sejak rombongan pertama berkapal My Flower mendarat di Teluk Boston, ‘perang’ dimulai. Kriminalitas yang memuncak memaksa Inggris ‘meeksport’ para kriminal ke Australia. Pendatang kulit putih gagal hidup berdampingan dengan pribumi. Sampai sekarang, perseteruan tak kikis. Nasib kaum Indian di Amerika (Serikat) dan Aborigin di Australia adalah dendangaan memilukan. Asimilasi yang gagal.
Apa pun bentuknya, Indonesia yang dirajut dari aneka suku bangsa (etnik), juga pendatang dari berbagai bangsa, sampai sekarang tidak mengalami lagu kepiluan teramat sangat tentang pembauran. Kita tidak mengenal penumpasan ala apatheid seperti di Amerika Serikat atau Afrika Selatan. Saatnya bangsa-bangsa Barat (sadar) belajar dari kearifan Manusia Indonesia.
Sejarah mencatat, betapa kejamnya bangsa-bangsa yang mengklaim dirinya paling beradab di muka Bumi ini dalam hubungan antar sesama manusia. Sejarah kelam apartheid adalah sejarah penistaan kemanusiaan, kejahatan kemanusiaan paling nyata. Tidak heran, beramai-ramai mengeroyok Iraq dengan alasan tidak jelas. Nyawa terengut tiap hari, harga minyak melambung, hasil pertanian dialihkan untuk memproduksi BBM, dan kekacauan ekonomi dunia taruhannya. Bangsa-bangsa non-Barat merasakan akibat langsung. Bisa jadi kelaparan akan melanda dunia. Menyedihkan.
Kebudayaan tidak berdiri sendiri. Persentuhan kebudayaan akan selalu terjadi. Hungtington boleh mengedepankan clash of civilization, yang kita butuhkan adalah persentuhan kebudayaan yang bersahabat. Asimilasi, seperti akulturasi, adalah keharusan kebudayaan selama manusia saling melakukan kontak. Asimilasi adalah proses sosial yang timbul akibat adanya kontak sosial.
Menurut Koentjaraningrat: Asimilasi (assimilation) adalah proses yang timbul bila ada: (i) goIongan-goIongan manusia dengan latar helakang kebudayaan yang berbeda-beda, (ii) saling bergaul lagsung secara intensif untuk waktu yang lama, sehingga (iii) kehudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifatnya yang khas, dan juga unsur-unsurnya masing-masing herubah wujudnya menjadi unsur-unsur kebudadayaan campuran.
Galibnya persetuhan, ada yang mayoritas, ada yang minoritas. Nah, Biasanya, golongan minoritaslah yang menguhah sifat khas dari unsur-unsur kubudayaannya, dan menyesuaikannya dengan kebudayaan dari golongan mayoritas sedemikian rupa sehingga lambat laun kehilangan kepribadian kebudayaannya, dan masuk ke dalam kebudayaan mayoritas,
Kalau demikian terminologinya, yang diperlukan adalah saling toleran, tidak sekadar memenangkan sembari menghapus kebudyaan minoritas. Tidak dapat pula dipungkiri, kebudayaan yang tangguh akan ‘memakan’ kebudayaan yang letay, yang tidak berkualitas, alias tidak mampu bersaing. Hal tersebut dapat kita simak dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi, kalau di mindset, misalnya kebudayaan bangsa lain yang terbaik. Tinggal menyerah saja. Hal ini akan dibahas pada bagian dinamika kebudayaan.
Lagi pula, sikap toleransi dan simpati terbadap kebudayaari lain itu sebaliknya sering terhalang oleh berbabagai faktor yang menjadi penghalang asimilasi. Faktor-faktor itu adalah: (i) kurang pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi; (ii) sifat takut terhadap kekuatan dari kebudayaan lain; (iii) perasaan superiovitas pada iridividu-individu dari satu kebudayaan terhadap kebudayaan lain.
Dengan kata lain, asimilasi adalah urusan mentalitas individu atau kelompok pendukung kebudyaan. Rasionalnya, selama unsur-unsur kebudayaan itu fositif, kenapa tidak. Masalahnya, bagaimana ‘memandang’ hal positif tersebut. Misal, demokrasi itu baik, setidaknya secara konsepsual. Tapi, kalau kita renung lebih dalam, soalnya tidak sesederhana yang dibayangkan.
Ambil contoh sederhana. Prinsip dasar demokrasi benegara adalah keterwakilan (rakyat) dalam partisipasi pengambilan kebijakan, yang tentu berpihak pada rakyat. Membuat ratusan partai sah-sah saja. Dari sejarahnya, negara-negara Barat (maju) sampai pada simpulan praktik, partai-partai politik ramping, dua atu tiga partai. Kita mengambil jalan awal, berpuluh-puluh partai. Akibatnya, para elit sibuk mengurus partai, lalu kapan memperjuangkan rakyat? Di negara-negara mBahnya demokrasi dua-tiga partai, kita semaunya.
Dengan kata lain, sikap sangat menentukan dalam assimilasi kebudyaan. Sebab, pada dasarnya ‘penentu’ asimilasi adalah manusia pendukung kebudayaan. Bak kata pepatah, the man behind the gun. Kita wajar kagum dengan manajerial Singarupa, negara yang disebut B.J. Habibie red dot di peta dunia, tetapi tidak mesti menjual saham perusahaan telekomunikasi kepada negara seupil tersebut? Alasan demi kedatangan investor, hal-hal strategis negara ini dijual dengan mudah, tentu kurang elok. Setiap berhalo-halo, berarti berkontribusi lebih memakmurkan Singapura.
Itu contoh sederhana, sekalipun tidak terlalu tepat. Setidaknya, dalam konteks kebudyaan sejagat, satu bumi satu keluarga, sekadar pengingat dalam skala lebih besar. Dengan demikian, dapat dipungkan asas manfaat, assimilasi hendaklah dipahami sebagai ‘percepatan’ pengambilan (pengalaman) kebudayaan unggul lainnya untuk memajukan kebudayaan, atau membangun kebudayaan baru atas paduannya demi pendukungnya. Jepang memberi contoh sangat baik sejak Meiji Restoration. Jepang adalah anak asuh Amerika Serikat yang kemudian menjadi rakrasa ekonomi dunia, bukan negara pengutang terbesar di dunia.
Bagaimana mencari model-model akulturasi sukses dan gagal, atau mengamati dalam pecampuran kebudyaan sederhana, dalam kehidupan sehari-hari, adalah tugas kita semua. Tidak ada yang salah dengan akulturasi, selama berujung pada kemanfaatan bagi pendukung kebudayaan. Tidak penting lagi, mana minoritas mana mayoritas, sebab asimilasi menuju menyatu menjadi kebudayaan baru. Asimilasi yang diidamkan.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Banjarbaru, 31 Maret 2008.













66 Responses to “Antropologi: Asimilasi ‘Bergurulah’ Ke Indonesia”
By Edi Psw on Mar 31, 2008 | Reply
Waah, saya nggak punya banyak referensi, Pak. Jadi ngikut aja lah.
By Setiyadi on Mar 31, 2008 | Reply
Ass, EWA..
Proses asimilasi menurut saya lebih mengarah kebentuk pemaksaan, contohnya saja yang terjadi di benua Amerika. suku asli terpinggirkan, mereka tidak dibebaskan untuk hidup dalam arah kebudayaan mereka sendiri.
kebudayaan asli mulai hilang digantikan kebudayaan baru yang mungkin saja dapat diterima karena dianggap lebih baik.
Dua kebudayaan yang berbeda apabila saling bertemu maka terjadi kebudayaan baru yang memiliki percampuran dari dua kebudayaan asal namun bisa juga satu kebudayaan akan mati dan kebudayaan yang lain akan menguasai, menggantikan kebudayaan yang mati tersebut.
bangsa kita, Indonesia memiliki beragam suku bangsa yang pasti juga kebudayaannya berbeda, namun sikap baik dalam menanggapi perbedaan itulah yang membuat bangsa kita dapat bertahan dan tetap memiliki beragam bentuk budaya meski dalam satu ikatan bangsa Indonesia.
By Riduan Saidi on Mar 31, 2008 | Reply
Ass…Ewa
Dari pemaparan di atas tentang asimilasi. Saya menarik kesimpulan bahwa asimilasi merupakan kumpulan kelompok manusia dengan latar budaya yang berbeda pula. Mereka hidup di wilayah yang sama dalam jangka waktu yang lama. Lambat laun kebudayaan pun akan berubah secara bertahap. Perubahan-perubahan ini menimbulkan kebudayaan baru yang khas.
Adanya kebudayaan baru ini disebabkan kebudayaan mayoritas memberikan pengaruh kepada kebudayaan yang minoritas. Sehingga mau tidak mau kebudayaan ini harus menyesuaikan dengan kebudayaan yang lebih besar. Artinya kebudayaan yang unggul akan menggeser kebudayaan yang ada di bawahnya
By Rizal Hasannor on Mar 31, 2008 | Reply
Ass EWA…
Menurut saya seperti halnya dengan akulturasi, asimilasi tercipta dari adanya kontak sosial antar sesama manusia sebagai pengguna dari budaya. Dari proses asimilasi ini akan tercipta suatu budaya baru dengan ciri khas yang baru pula. Hal ini tentunya akan berdampak positif bagi perkembangan budaya. Meskipun dari proses asimilasi ini akan membuat salah satu budaya yang pendukungnya minoritas akan terpinggirkan, tapi bila dilihat dari segi positifnya justru akan membawa kemajuan terhadap budaya. Proses asimilasi tidak dapat dihindari karena kebudayaan akan terus berkembang dan manusia sebagai pendukung budaya akan terus berinovasi dan melakukan kontak dengan manusia lain.
By Farida Ariyani on Mar 31, 2008 | Reply
Ass. . . .
Asimilasi merupakan salah satu bagian dari perkembangan budaya. Dimana asimilasi ini diawali dari kontak sosial antar sesama manusia dan proses asimilasi terjadi dengan sendirinya. Pada saat asimilasi terjadi, kebudayaan akan mengalami pergeseran secara bertahap. Dalam proses ini sebenarnya tidak ada paksaan karena asimilasi terjadi secara alami dan hasrat manusia yang selalu ingin melakukan perubahan. Sehingga pada akhirnya akan melahirkan suatu kebudayaan baru yang memiliki ciri khas baru.
Wassalam. . . .
By Linda Araini on Mar 31, 2008 | Reply
Asimilasi memang kebanyakan dipikirkan sebagai hal yang negatif,walaupun ada juga yang memandangnya sebagai hal yang positif.Memang sangat sulit untuk mencari tahu apakah suatu kebudayaan yang masuk kedalam kebudayaan lain akan bersifat menghapuskan / menghilangkan kebudayaan yang ada atau malah bersatu dengan kebudayaan lama dan menciptkan kebudayaan baru (akulturasi). Dalam contoh sehari-hari dapat dilihat bagaimana budaya yang nenek moyang kita wariskan lama-lama mulai luntur/hilang karena sudah tidak diperhatikan lagi,hal ini disebabkan masyarakat cenderung leih menyukai budaya luar yang dirasa lebih modern,praktis dan gaya.Kita ambil contoh mengenai permainan tradisonal,banyak sekali yang sudah tidak mengenal permainan tradisionalnya,contohnya seperti enggrang, bagunduh, lempar gasing, balogo,badaku,dll. Sekarang masyarakat lebih mengenal yang namanya Playstation, Bilyar, skateboard, track-trackan, clubbing, shopping, dll.Secara langsung maupun tidak langsung didalam hal ini telah terjadi asimilasi dimana kebudayaan lama yang ada telah tergantikan dengan kebudayaan yang baru.
Tapi, syukur sekarang sudah ada beberapa orang yang mau menyadari hal tersebut dan berusaha untuk kembali kepada kebudayaan aslinya dan berusaha melestarikan serta mempublikasikan kepada masyarakat contohnya sekarang sudah ada sanggar - sanggar budaya yang bertujuan untuk melestarikan budaya asli.
By Nurkhulis Wardani on Mar 31, 2008 | Reply
ass wr. wb.
syarat terbentuknya asimilasi :
perbedaan kebudayaan antar kelompok, terjadi pergaulan antarindividu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu yang lama, Kebudayaan masing-masing kelompok tersebut saling berubah dan menyesuaikan diri.
faktor pendukung asimilasi :toleransi di antara kelompok,menghargai orang asing dan kebudayaan yang dibawanya, Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat.
faktor penghalang asimilasi : biasanya kelompok minoritas terasing, Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan baru yang masuk, Prasangka negatif terhadap kebudayaan baru.
proses penyatuan dua kebudayaan yang diinginkan selalu menyatukan dua kebuayaan yang baik atau lebih.
By M. Rizky Adha on Mar 31, 2008 | Reply
Nah, umpat pulang nah ulun kuliah tambahan??Hee..
Emm… Asimilasi ya? Ulun rasa akhir-akhir ini banyak bentuk-bentuk asimilasi yang disalahgunakan, sehingga berdampak pada mentalitas bangsa kita dalam menterjemahkan globalisasi yang saat ini didengung2kan. Sudah benarkah yang kita lakukan dan perbuat? Bila kita analogikan kurang lebih seperti ini : “Banyak orang pintar saat ini di negara kita, tapi hanya sedikit yang berbuat, bahkan tidak sama sekali…” Mungkin hendaknya kita dapat belajar dari kesalahan di masa lalu, tapi nyatanya kita tidak pernah belajar dan meresapinya.. Untuk dapat berubah kearah yang lebih baik. So, asimilasi hendaknya dapat diterapkan secara tepat dan selektif di kita, agar moga2 nantinya tidak keba2blasan di kemudian hari…(waduh, kagak sadar nah komentnya kebanyakan!) Hee…
By Randy on Mar 31, 2008 | Reply
Ass…
“bergurulah” ke Indonesia. Ya saya setuju dengan kata-kata anda, karena di Indonesia walaupun memiliki budaya yang sangat banyak, namun hal itu tidak membuat kebudayaan minoritas tersingkir apalagi sampai hilang, tidak seperti yang terjadi di Amerika atau afrika Selatan yang anda utarakan di atas. Tapi walaupun begitu, tidak bisa dipungkiri pula bahwa sedikit banyak proses asimilasi telah terjadi juga di Indonesia. Dengan masuknya budaya-budaya asing seiring dengan berkembangnya zaman. Ya mudah-mudahan saja hal itu tidak sampai menghilangkan budaya yang ada. Amien…
By Hanik Puspitasari on Apr 1, 2008 | Reply
Assalamu’alaikumwarohmatullahiwabarokatuh
Pada dasarnya setiap terjadinya kontak sosial pasti akan diikuti oleh kontak kebudayaan yang selalu dibawa oleh setiap individunya. Diterima atau tidaknya suatu kebudayaan oleh suatu kelompok dalam daerah tertentu tentu tidak dapat dilepaskan dari seberapa besar manfaat yang dibawa oleh budaya tersebut.
Lantas kenapa mayoritas orang Indonesia , baik yang di kota atau pun yang dipedalaman lebih senang memakai kebudayaan luar atau yang sering kita sebut dengan kebudayaan barat? Pasti karena mereka atau kita merasa bahwa kebudayaan itu ternyata lebih mampu memenuhi kebutuhan kita secara lebih efisien.
Jadi, tidak masalah kebuyaan mana yang melebur (minor/mayor). Selama itu tidak bertentangan dengan keyakinan kita dan bisa mendorong kita kekehidupan yang lebih baik, sah-sah saja…
Wassalamu’alaikuwarohmatullahiwabarokatuh
By Dwi Setiowati on Apr 1, 2008 | Reply
Asimilasi adalah perpaduan kebudayaan dengan merubah sifat khas masing-masing kebudayaan menjadi budaya campuran. Dan seperti yang telah anda tulis, bahwa kebudayaan minoritas yang akan melebur bahkan kalah terhadap kebudayaan mayoritas.
Namun, sepertinya hal itu tidak berlaku di Indonesia. Karena kebudayaan Barat/Asing di Indonesia sekarang lebih dominan daripada kebudayaan Indonesia sendiri, padahal budaya Barat/Asing adalah minoritas di Indonesia. Mungkin hal ini disebabkan dalam budaya Barat/Asing ada sifat praktis dan instannya yang sekarang sangat diperlukan dalam menghadapi globalisasi
Namun, apakah harus kebudayaan sendiri menjadi kebudayaan asing dalam menghadapi era globalisasi?
By VIDA AULIA RAKHMAN on Apr 1, 2008 | Reply
Sebagai bagian warga negara Indonesia saya sangat bangga terhadap sikap toleransi yang sangat besar terhadap beraneka ragamnya etnik di Indonesia, maka tidak salah Indonesia mempunyai semboyan Bhineka Tunggal Ika yang walaupun berbeda tetap satu jua.
Asimilasi pun terjadi karena kontak sosial manusia, Indonesia sangat menghormati perbedaan walaupun dibalik semua itu berbagai macam masalah melanda kita,seperti krisis segala-galanya.di Banding Amerika sebagai negara adikuasa dan merupakan kiblat dunia yang tidak dapat menghargai perbedaan.
Thankzz…
By Risma Yunyta on Apr 1, 2008 | Reply
Semboyan negara kita yakni Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda tapi tetap satu, mungkin merupakan suatu hal yang melatar belakangi mengapa bangsa Indonesia begitu “ramah” dalam menyikapi asimilasi ini.Asimilasi dapat diartikan perpduan kebudayaan antar dua kebudayaan yang pada akhirnya menghilangkan kebudayaan yang satu dan menjadikan kebudayaan yang lain menjadi kebudayaannya melalui suatu perpaduan. Terjadinya asimilasi di Indonesia secara “damai” bukan berarti kebudayaan bangsa Indonesia kalah bersaing dari kebudayaan pendatang, namun keramahtamahanlah yang menjadikan bangsa Indonesia mempunyai nilai lebih dan menjadikan kebudayaan bangsa Indonesia lebih baik dari kebudayaan pendatang. Nampaknya budaya ramahtamahlah yang perlu dimiliki setiap bangsa agar ketentraman tercipta di bumi ini.
By Muhammad Fauzi on Apr 1, 2008 | Reply
Berbicara mengenai percampuran unsur-unsur kebudayaan asli dengan unsur-unsur kebudayaan luar tentu tak lepas dari peran campur tangan manusia sebagai pembuat kebudayaan. Mengenai baik atau tidak baik hasil dari percampuran kebudayaan tersebut, kita sendiri sebagai manusia yang bisa menilai dan memastikan apakah hasil dari proses asimilasi tersebut bisa diterima dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari kita. Kalau hasil dari proses asimilasi tersebut baik, maka ambillah dan manfaatkanlah kebudayaan tersebut, kalau hasilnya tidak sesuai dengan aturan dan kaidah yang berlaku di tempat di mana kita tinggal, maka buanglah kebudayaan tersebut jauh-jauh. Jadi, mengenai baik atau tidak baik hasil dari proses asimilasi tersebut, kita sendiri yang memfilternya.
By Ganda Resnadi on Apr 1, 2008 | Reply
Asimilasi merupakan proses pertemuan kebudayaan yang berbeda dalam waktu yang lama dimana juga terdapat golongan mayoritas sebagai masyarakat asli dan golongan minoritas sebagai masyarakat pendatang. Bangsa kita sudah mengalaminya sejak lama sehingga sudah menjadi kebiasaan untuk menerima dengan “hangat” kebudayaan lain. Untuk itu menyebabkan di wilayah kita jarang terjadi pertentangan.
Berbeda dengan bangsa-bangsa barat yang merasa sebagai “raksasa” di bumi yang wajar apabila bisa menguasai dunia dengan kebudayaannya. Menyoroti tentang “ketidaksesuaiannya” sikap mereka yang seharusnya lebih “beradab”, ada contoh lain; Bangsa Eropa sudah lama mengenal Hak Asasi Manusia, tapi mengapa mereka juga yang gencar mencari daerah jajahan dan menerapkan kolonialisme, hal ini tentu saja melanggar kesepakatan mereka sendiri akan hak asasi manusia. Mereka seakan menutup kesempatan untuk proses asimilasi dengan merasa paling berkuasa dan menindas bangsa lain.
Sekarang ini bangsa kita adalah yang paling kaya dalam hal jumlah kebudayaan, kita bisa menghargai perbedaan dan dapat menerima unsur kebudayaan lain, sampai-sampai kita selalu ingin seperti kebudayaan barat yang glamour. Jangan begitu donk! Kita punya ciri khas dan jati diri sendiri yang wajib dinilai sebagai yang paling baik oleh diri sendiri.
By Asmia Ulfah on Apr 1, 2008 | Reply
Asimilasi terjadi karna adanya interaksi sosial antara masyarakat yang memiliki kebudayaan berbeda.asimilasi sangat mempengaruhi kepada kelompok minoritas karna kebudayaan yang masuk dibawa oleh kelompok mayoritas.asimilasi masuk sebenarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun tetapi mengalir begitu saja karna adanya interaksi sosial.proses asimilasi yang masuk dapat kita manfaatkan dikehidupan sehari-hari selama itu tidak merugikan dan tidak menghilangkan jati diri bangsa kita.karna bangsa kita menghargai segala perbedaan.
By Akbar Alamsyah Hidayat on Apr 1, 2008 | Reply
Ass………
Asimilasi juga merupakan proses dari munculnya kebudayaan, dan juga bila benar asimilasi dapat terjadi dengan adanya pergaulan dari beberapa kebudayaan. Sangat cocok sekali terjadi di Indonesia karena disini banyak sekali ragam kebudayaan yang ada. Thanks buat Ewa sudah memberi banyak inspirasi.
Wss……..
By Rumadi on Apr 1, 2008 | Reply
ass,wr,wb
Menurut saya memang benar dan sangat tepat bila asimilasi itu banyak sekali terinspirasi dari Indonesia karena banyaknya ragam dan macam kebudayaan yang bisa dijadikan panutan dan tambahan bagi negeri lain.
sukses buat Indonesia.
Wss,wr,wb
By Arien Noor Rahman on Apr 1, 2008 | Reply
Halo……
Dalam tulisan Ewa memang menurut saya ada benarnya dikarenakan proses asimilasi terjadi adanya kontak komunikasi antar kebudayaan yang berbeda.
oleh karena itu dapat terjadi asimilasi. Yang sangat saya sayangkan adalah bangsa kita yang tercinta ini malah banyak mengambil contoh yang salah dari kebudayaan luar, sangat miris bukan. semoga tidak berlangsung lama.
thanksssss
By Novi Ariyanti on Apr 1, 2008 | Reply
Pada dasarnya manusia hidup tidak bisa lepas dari yang namanya kontak sosial. Dengan kontak sosial inilah proses perkembangan kebudayaan terjadi. Dalam asimilasi, dua kebudayaan yang berbeda akan saling bersaing untuk dapat tetap eksis di masyarakat, kebudayaan minoritas harus melebur dengan kebudayaan mayoritas. Walaupun begitu, dengan adanya asimilasi maka akan muncul kebudayaan baru yang lebih khas dan cendrung lebih bermanfaat bagi masyarakat. Lancar atau tidaknya proses asimilasi yang terjadi tergantung pada individu atau masyarakat yang bersangkutan.
By Ganjar Muttaqin on Apr 1, 2008 | Reply
Ass EWA…
Kontak sosial merupakan kunci dari terjadinya sebuah asimilasi, dengan adanya latar belakang perbedaan kebudayaan satu sama lain serta rentang waktu yang lama dalam bersentuhan serta berkomunikasi satu sama lain menyebabkan terjadinya asimilasi.
Benar kata EWA bergurulah ke Indonesia, karena di Indonesia sendiri terdiri atas berbagai macam corak kebudayaan dan tradisi. Berbagai macam suku, agama, ras mampu hidup berdampingan dengan damai dan tentram.
Semoga saja bangsa kita yang besar ini mampu menjadi “guru” yang baik kepada bangsa di Negara lain… AMIEN
By Hamidah ulfah on Apr 1, 2008 | Reply
ASIMILASI,…
Manusia adalah makhluk sosial,yaitu individu yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain,dimana ia akan terjun langsung kemasyarakat yang didalamnya banyak terdapat berbagai macam kebudayaan dari masing-masing individu yang ia jumpai,secara tidak langsung hubungan ini yang kita sebut kontak sosial,yang merupakan awal dari munculnya asimilasi.
Asimilasi bukan penghalang dari kemajuan suatu bangsa dalam menata kehidupannya,justru seharusnya kita sadar bahwa asimilasi yang banyak datang dari bangsa barat itu sedikit banyaknya dapat kita ambil manfaatnya,selagi budaya itu bersifat positif dan mengarah pada perubahan yang baru.
Jadi,selama penyebaran kebudayaan itu berlangsung seperti yang ada di Indonesia masih wajar-wajar saja dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai pancasila,kenapa tidak.
By KAMSINAH on Apr 1, 2008 | Reply
ass,wr,wb
Adanya asimilasi berdasarkan adanya kontak sosial,yang mana hal itu selalu terjadi pada individu dengan individu lainya selama kita masih melakukan hubungan interaksi.Asimilasi itu ada juga disebabkan oleh kebudayaan kita yang berbeda-beda yang tanpa disadari masuk dan berkembangnya dalam suatu masyarakat dan kehadirannya itu diterima atau tidaknya juga tidak terpengaruh oleh dampak yang ia bawa,mau itu negatif atau positif tergantung masyarakatnya yang menilai.
Persoalan mana yang lebih dulu membawa pengaruh pada suatu kebudayaan,baik itu kelompok mayoritas ataukah minoritas tidak menjadi masalah besar,karena pada intinya semua itu tergantung pada individu masing-masing,apakah ia mampu memfilter suatu kebudayaan untuk menjadikan suatu kemajuan pada dirinya atau pada suatu bangsa.
wws,wr,wb
By Hamidah ulfah on Apr 1, 2008 | Reply
ASIMILASI,…
Manusia adalah makhluk sosial,yaitu individu yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain,dimana ia akan terjun langsung kemasyarakat yang didalamnya banyak terdapat berbagai macam kebudayaan dari masing-masing individu yang ia jumpai,secara tidak langsung hubungan ini yang kita sebut kontak sosial,yang merupakan awal dari munculnya asimilasi.
Asimilasi bukan penghalang dari kemajuan suatu bangsa dalam menata kehidupannya,justru seharusnya kita sadar bahwa asimilasi yang banyak datang dari bangsa barat itu sedikit banyaknya dapat kita ambil manfaatnya,selagi budaya itu bersifat positif dan mengarah pada perubahan yang baru.
Jadi,selama penyebaran kebudayaan itu berlangsung seperti yang ada di Indonesia masih wajar-wajar saja dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai pancasila,kenapa tidak
By Hadi_eR on Apr 1, 2008 | Reply
Asimilasi yang merupakan kejadian berubahnya suatu kebudayaan karena adanya kontak dengan kebudayaan lain menjadi kebudayaan campuran. Tidak mudah memang agar proses asimilasi ini bisa berjalan dengan lancar, dibutuhkan sikap toleran di antara masing-masing pendukung kebudayaan, baik yang mayoritas maupun yang minoritas. Tapi memang sulit agar terjadi toleransi, karena kadang suatu kelompok mengklaim bahwa kebudayaannyalah yang paling baik, hingga menyebabkan perpecahan dan ketidakharmonisan antarkelompok masyarakat yang berbeda-beda yang tinggal dalam satu tempat atau wilayah tersebut. Contohnya seperi yang tersebut dalam tulisan Anda di atas, orang Eropa atau Barat merasa sebagai orang yang pailng beradab sehingga orang-orang seperti Indian dan Aborigin mereka pinggirkan, agar tidak merusak kebudayaan mereka.
Jadi sebenarnya sikap toleransi untuk bergaul dengan orang yang berbeda-beda kebudayaan itu tidak mengapa, kita tidak usah takut kehilangan identitas kebudayaan kita sendiri, tentu kita harus terlebih dahulu mengenal kebudayaan kita, jadi bila terjadi proses akulturasi, kita dapat memfilter diri kita.
By santy Dwi Pratiwi on Apr 1, 2008 | Reply
Hmm, ternyata tidak selamanya Indonesia lebih ketinggalan dan lebih buruk dibanding dengan orang – orang barat:p yeah maybe that’s one reason why I’m Proud to be an Indoesian People di Indonesia memang sepertinya tidak terjadi proses Asimilasi seperti di ‘barat’. Asimilasi menyebabkan hilangnya kebudayaan minoritas karena kebudayaan minoritas lambat laun akan mengikuti kebudayaan Mayoritas, Apartheid di Afrika Selatan, Orang Indian di Amerika dan Orang Aborigin di Australia adalah contoh – contoh dari asimilasi, kebudayaan mereka tenggelam dan digantikan oleh kebudayaan orang – orang Eropa, sungguh tragis sekali, populasi merekapun semakin tahun semakin sedikit, mereka tinggal di suatu tempat semacam suaka yang menyebabkan mereka terisolasi dengan dunia luar. Asimilasi bila dilihat memang sepertinya lebih banyak mengarah ke hal yang buruk, namun sebenarnya ada juga sisi positifnya, bila kebudayaan yang hilang itu adalah kebudayaan yang buruk( misalnya budaya malas) digantikan dengan budaya rajin, tentu hal ini akan menbawa dampak yang positif. Ya semoga saja asimilasi yang ada di Indonesia adalah asimilasi yang diidamakan, jadi orang – orang barat bisa mencontoh kita.
By Puji astuti on Apr 1, 2008 | Reply
Ass………
Menurut saya Asimilasi bukanlah suatu yang harus dijadikan pertentangan, justru dari asimilasi itu lah kita mampu berkreasi semau kita. Toh kita bisa membuat kebudayaan kita menjadi lebih berwarna dan lebih menarik tentunya.misalnya aja keroncong dipadukan ama musik pop kan menjadi suatu hal yang unik dan spektakuler tentunya.Maka tanamkanlah dalam diri kita sesuatu yang positif dan kita sebagai penerus generai kedepan hendaknya mampu mengubah sesuatu yang sudah baik menjadi lebih baik bahkan sangat baik lagi…Ok !!
By Siti Nurul Kamila on Apr 1, 2008 | Reply
Ass
Asimilasi merupakan perubahan kebudayaan yang terjadi akibat adanya pertemuan kebudayaan yang di dalamnya tercipta kontak sosial dan melahirkan kebudayaan campuran.Proses asimilasi tidak gampang terjadi, perlu di dukung oleh penerima dan pembawa kebudayaan itu sendiri .Dalam perkembngan masyarakat,terjadi golongan mayoritas dan minoritas yang tentunya saling mempengaruhi. Perkembangan ini pula yang menimbulkan masyarakat hidup berkelompok- kelompok sesuai degan kebudayaan yang mereka bawa,dan pada akhirnya menganggap remeh kebuayaan lain.Namun kalau kita lihat kembali proses itu juga didukung oleh sifat bngsa kita sendiri yang merasa ingin bersaing dan akhirnya menimbulkan perkembangan kebudayaan baru dalam bangsa kita namun tetap memegang kebudayaan asli bangsa kita. Sehingga disini saya menyatakan,proses asimilasi mempunyai banyak pengaruh besar bagi bangsa kita,tergentung diarahkan kemana kebudayaan kita tadi sesuai dengan pola pikir masing-masing individu.
Wass…
By Sri Wahyu. A on Apr 1, 2008 | Reply
Di Indonesia, tepatnya dikota – kta besar kita lihat sekarang ini yang lebih dominan adalah budaya barat dibandingkan budaya asli indonesia. Yang pastinya bila tidak mengikuti perkembangan akan di cap KUPER/ Ketinggalan Jaman. Apakah kta harus mengorbankan kebudayaan kita demi mengikuti arus globalisasi??paling tidak kita harus bisa mengimbangi antara kebudayaan barat yang masuk dengan kebudayaan kita sendiri. Hendaknya asimilasi digunakan tepat dan kearah yang bisa membuat kita kearah yang lebih baik
By Irma on Apr 1, 2008 | Reply
Indonesia kita kenal sebagai suatu bangsa yang terdiri dari beraneka ragam suku (etnik). Bahkan ditambah dengan para pendatang yang berlainan kebudayaannya, namun semua itu tidak menjadikan Indonesia anti terhadap kebudayaan yang berlainan tersebut. Malah indonesia sangat arif dalam hal ini. Sikap terbuka yang ditunjukkan oleh bangsa Indonesia terhadap kebudayaan luar menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memiliki sikap toleransi terhadap kebudayaan lain. Terjadinya kontak sosial antara golongan mayoritas dengan minoritas tersebut secara perlahan telah mengacu pada sebuah pembauran kebudayaan (asimilasi) dimana kebudayaan minoritas akan terserap kebudaya mayoritas yang kemudian akan memunculkan sebuah kebudayaan yang baru. Di Indonesia masalah diskriminasi sangat minim terjadi karena Indonesia menganggap semua suku bangsa di Indonesia adalah setara dan tidak dibedakan.
Berbeda dari bangsa Barat yang selalu menganggap bangsa mereka adalah bangsa yang paling hebat sehingga mereka pun sulit untuk menyatu dengan masyarakat pribumi. Adanya diskriminasi sudah menjadi menjadi kebiasaan dikalangan bangsa Barat. Tidak mengherankan apabila sering terjadi pembantaian terhadap bangsa lain oleh karena perbedaan kebudayaan itu. Seperti kata Anda, Saatnya bangsa-bangsa Barat (sadar) belajar dari kearifan Manusia Indonesia.
Terjadinya proses asimilasi itu sendiri memang sangat tergantung kepada masyarakat pendukungnya. Bagaimana suatu masyarakat menyikapi kebudayaan luar tersebut dan menjadikan kebudayaan itu bermanfaat baginya.
By henny on Apr 1, 2008 | Reply
Asimilasi dapat terjadi dalam proses masuknya budaya,dengan kata lain budaya yang lemah bisa tersinggkir jika tidak bisa bersaing. Sebenarnya bukan masalah tersingkir atau tidak tetapi bagaimana budaya tersebut bisa di terima dengan baik. Mengapa pertentangan karena proses asimilasi tidak pernah terjadi di dalam budaya yang jumlahnya besar seperti indonesia ini, ini di karenakan indonesia dengan tangan terbuka menerima segala budaya yang masuk, dengan sifat ketimuran yang hangat membuat pertentangan bisa di hindari. Sekarang bagaimana mmenyeleksi setiap budaya yang masuk dengan sifat ketimuran kita.
By juwita sari on Apr 1, 2008 | Reply
Asimilasi tidak jauh berbeda artinya dengan akulturasi,yaitu berbaurnya kebudayaan yang berbeda. Akan tetapi pada keduanya memiliki perbedaan, yaitu apabila pada akulturasi kebudayaan dimana terjadiya percampuran antara budaya lokal dengan asing berdampak tidak akan hilangnya kepribadian atau ciri kebudayaan local tersebut, sedangkan pada proses asimilasi justru sebaliknya, ciri/khas dari kebudayaan golongan minoritas akan hilang dan berbaur dengan kebudayaaan yang dibawa golongan mayoritas.
Proses asimilasi tidak dapat terjadi apabila dari golongan minoritas tersebut tidak memiliki rasa suka, hormat, dan kagum terhadap kebudayaan yang diangkut oleh golongan mayoritas tersebut. Seperti yang anda contohkan, di Amerika dan di Australia proses asimilasi antara golongan mayoritas yaitu orang kulit putih dari Eropa dengan golongan minoritas yaitu penduduk asli di kedua benua tersebut yaitu aborigin dan Indian gagal terjadi, hal ini menurut saya tidak lain disebabkan oleh tidak adanya rasa simpati, suka,dan kagum dari golongan mayoritas di sana (orang aborigin dan Indian) terhadap kebudayaan yang dibawa oleh golongan mayoritas tersebut. Penyebab ketidaksukaan terhadap kebudayaan yang dibawa golongan lokal tersebut dikarenakan adanya rasa takut dan benci terhadap gol mayoritas tersebut yang sikapnya sangat kejam terhadap mereka, banyak diantara golongan minoritas tersebut yang mati dibunuh hanya untuk memenuhi hasrat mengusai tanah yang telah lama ditinggali golongan minoritas.Sehingga jangankan untuk malakukan proses asimilasi, bersentuhan dengan kebudayaan golongan mayoritas saja enggan mereka lakukan. Jadi menurut saya apabila sesuatu kebudayaan asing dibawa dengan cara yang damai dan memiliki nilai positif, akan membuat kebudayaan tersebut dapat diterima, sehingga proses asimilasi dan akulturasi akan lebih mudah terjadi.
By mini febrianti on Apr 1, 2008 | Reply
Asimilasi terkadang menghilangkang identitas diri kita sebagai bangsa yang menjunjung nilai dan norma. Berhadapan dengan kebudayaan mayoritas jangan berharap banyak bisa menghindarkan diri dengan pengaruhnya yang maha dasyat. Di bandingkan dengan kebudayaan minoritas kita akan tenggelam tanpa sisa. Asimilasi itu sendiri akan terjadi apabila antara satu individu dengan individu yang lainnya saling bertemu dan melakukan kontak sosial dalam waktu lama. Asimilasi juga bisa terjadi apabila dilakukan dengan cara peperangan dan penaklukan. Faktor-faktor yang menghambat asimilasi adalah kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi, sifat takut terhadap kekuatan dari kebudayaan lain, perasaan superioritas pada individu-individu dari satu kebudayaan terhadap yang lain. Selama asimilasi tersebut dilakukan secara baik maka tidak akan ada penolakkan karena dirasa asimilasi itu tidak banyak berpengaruh negatif terhadap masing-masing individu. Satu lagi asimilasi yang baik akan menciptakan sikap toleransi kepada masing-masing individu yang melakukan kontak kebudayaan tersebut.
By Am. Hamsin Fitriyadi on Apr 1, 2008 | Reply
Dari penjelasan bapak diatas mengenai asimilasi kalau lah bisa dikatakan dengan adanya asimilasi budaya dapat menyebabkan budaya dari masyarakat yang memiliki budaya yang kuat dapat mempengaruhi budaya lain, tidak mengherankan dalam kawasan beberapa daerah indonesia saat ini nampak kebudayaan luar dapat menyingkirkan budaya asli. Dalam perubahan budaya suatu masyarakat tertentu yang bisa mengamati dan merasakan adanya gejala perubahan di suatu masyarakat tertentu adalah masyarakat dari lain sedangkan masyarakat yang mengalami perubahan budaya mereka tidak menyadari secara langsung dari adanya perubahan tersebut.
By diah eka rini on Apr 1, 2008 | Reply
Asimilasi memang mengikis budaya khas/asli namun tidak bisa di pungkiri apabila tidak ada asimlasi maka budaya pada suatu masyarakat tidak akan berkembang.adapun selama ini masyarakat melakukan penolakan terhadap asimilasi dikarenakan sering berbau negatip, namun banyak juga berkat asimilasi terciptalah budaya yang baik dan menguntungkan bagi suatu masyarakat.dan bangsa kita haruslah bijaksana bentuk toleransi yang tinggi akan mempermudah bangsa kita menggunakan asimilasi sebagai alat untuk menciptakan budaya-budaya baru yang baik dan manusiawi.
By ihya ul ihsan on Apr 1, 2008 | Reply
Asimilasi sama dengan akulturasi,perlu adanya perbedaan kebudayaan.Di sini timbul upaya untuk saling mempengaruhi dan memberikan kesan tentang siapa yang mempunyai kebudayaan yang terbaik.Asimilasi membutuhkan sikap saling menghargai,dan sikap saling beradaptasi.Artinya ketika terciptanya proses adaptasi kebudayaan maka asimilasi akan berjalan mulus dan mudah.
By Noor Fahriani on Apr 1, 2008 | Reply
Assalamualaikum……..
Asimilasi sama halnya akan akulturasi, akan tetapi dalam asimilasi menghasilkan satu kebudayaan baru dari beberapa campuran kebudayaan lain halnya dengan akulturasi yang masih menyisakan sifat dari kebudayaan2 tersebut. sukses atau gagalnya asimilasi tergantung dari sikap pembawa kebudayaan tersebut, asimilasi akan berhasil dengan baik tanpa menghilangkan sifat khas dari kebudayaan minoritas apabila adanya toleransi antara mayoritas terhadap minoritas maupun sebaliknya.
Wasallam…………
By Melisa Prawita Sari on Apr 1, 2008 | Reply
Asimilasi juga dapat disebut sebagai proses sosial ditandai dengan adanya usaha untuk mengurangi perbedaan untuk mempertinggi kesamaan demi mencapai tujuan bersama. seseorang yang melakukan asimilasi dalam suatu kelompok/ masyarakat tidak lagi membedakan dirinya dengan kelompok/ masyarakat tersebut. Sehingga orang tersebut tidak dianggap sebagai orang asing. Seseorang tersebut cenderung mengidentifikasikan diri (kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain) untuk kepentingan/ tujuan kelompok tersebut.
negara kita Indonesia mungkin dapat dijadikan sebagai contoh bagaimana mudahnya asimilasi atau percampuran budaya terjadi disini tanpa mengalami kepiluan seperti di negara lain, hal ini dikarenakan sifat masyarakat Indonesia yang memiliki toleransi, memberikan kesempatan, saling menghargai, dan sikap terbuka dari golongan yang berkuasa di dalam masyarakat. meskipun negara kita sangat mudah terpengaruh dengan kebudayaan luar, hendaknya kita dapat memilah sendiri mana yang baik untuk kita dan tidak asal dalam menerima kebudayaan-kebudayaan baru tersebut, agar perbedaan yang kita miliki sekarang tidak menjadi pertikaian, karena perbedaanlah yang menjadikan negara kita indah.
By Chairi Ramadhan on Apr 1, 2008 | Reply
Asimilasi juga dapat disebut sebagai proses sosial ditandai dengan adanya usaha untuk mengurangi perbedaan untuk mempertinggi kesamaan demi mencapai tujuan bersama.Asimilasi sama halnya akan akulturasi, akan tetapi dalam asimilasi menghasilkan satu kebudayaan baru dari beberapa campuran kebudayaan lain halnya dengan akulturasi yang masih menyisakan sifat dari kebudayaan2 tersebut.Asimilasi memang mengikis budaya khas/asli namun tidak bisa di pungkiri apabila tidak ada asimlasi maka budaya pada suatu masyarakat tidak akan berkembang.adapun selama ini masyarakat melakukan penolakan terhadap asimilasi dikarenakan sering berbau negatip, namun banyak juga berkat asimilasi terciptalah budaya yang baik dan menguntungkan bagi suatu masyarakat.
By selvia agustina on Apr 1, 2008 | Reply
Ass…EWA,
Asimilasi merupakan pembauran antar kebudayaan-kebudayaan yang berbeda satu sama lain.Namun proses asimilasi belum tentu terjadi hanya dengan pergaulan antara kelompok-kelompok secara luas dan intensif saja tetapi harus ada suatu sikap tolernsi dan simpati satu terhadap yang lain diantara kelompok-kelompok yang berhadapan itu.
By helmi hakim on Apr 1, 2008 | Reply
Asimilasi yang terjadi akibat dari adanya suatu kebudayaan yang dibawa oleh sekelompok orang,yang mana sekelompok orang ini menjadi kelampok mayoritas di dalam kelompok masyarakat asli yang telah memiliki kebudayaan,mayoritas dalam artian kekuasan atau pengaruh di masyarakat,yang dalam perkembanganya kebudayaan kelompok setempat akhirya di geser oleh kebudayaan kelompok pendatang,yang mana hal ini terjadi karena kebudayaan kelompok pendatang ini lebih dianggap baik dan lebih sesuai dengan perkembanggan yang terjadi di masyaraka oleh masyarakat stempat.
By M. Yumni Rasyid on Apr 1, 2008 | Reply
Ass EWA. . . .
Asimilasi mungkin sangat bagus bagi kita karena asimilasi merupakan penggabungan antara dua unsur kebudayaan. Akan tetapi, hal negatif yang ditimbulkannya dapat mengikis kepribadian suatu kebudayaan bangsa tersebut.
Sikap toleransi dan simpati terhadap kebudayaan lain itu sebaliknya dapat terhalang oleh beberapa faktor, faktor-aktor itu adalah kurang pengetahuan terhadap kebudayaan yang dihadapi, sikap takut terhadap kebudayaan yang dihadapi, perasaan superioritas terhaap individu-individu dari satu kebudayaan yang lain. jadi asimilasi harus ditanggapi dengan bijak agar kita dapat mempertahankan kebudayaan kita agar tidak terpengaruh oleh kebudayaan asing yang menyesatkan.
By Muhammad Hidayat on Apr 2, 2008 | Reply
Asimilasi mungkin tidak selalu dibutuhkan, tetapi mengingat di dunia ini terdapat banyak terdapat manusia yang berbeda-beda maka asimilasi sudah barang tentu diperlukan, karena dengan adanya asimilasi akan memunculkan suatu pemikiran baru atau bahkan kebudayaan baru yang lebih kompleks karena bercampurnya kebudayaan yang tidak sama. Namun dalam pelaksanaannya tidak mudah seperti membalikkan tangan, sehingga diperlukan pengetahuan dalam melaksanakannya dan kemauan dari bangsa tersebut sehingga tidak akan terdengar lagi masalah-masalah perbedaan kebudayaan yang menimbulkan perpecahan dari dalam
By Fahrian Hefni on Apr 2, 2008 | Reply
Asimilasi adalah peleburan antara kebudayaan pendatang dengan kebudayaan asli suatu daerah atau tempat. Jadi sudah tentu asimilasi memerlukan dua unsur kebudayaan yang saling bersentuhan atau berinterakisi.
By Dewi Komalasari on Apr 2, 2008 | Reply
Asimilasi..
memang betul selama asimilasi adalah proses percampuran budaya yang membawa hal positif,kenapa tidak?
asimilasi masuk kedalam budaya satu dengan budaya lain haruslah dengan jalan damai,agar membawa hal positif dan menjadi asimilasi yang kita inginkan.dalam proses asimilasi kita haruslah lebih respek menerima budaya luar agar tidak membetuk asimilasi yang negatif dikemudian hari..
By DINA YULINDA on Apr 2, 2008 | Reply
Ketika kontak sosial menambah unsur kebudayaan baru bagi kebudayaan lama, disini sangat rawan konflik. Tiap kebudayaan ingin tetap lestari di masyarakat, dan sasarannya masyarakat akan bingung apakah kebudayaan tersebut dapat dicampur dengan apik dan menghasilkan sesuatu yang patut di acungi dua jempol??
Hadirlah Asimilasi…terlihat gampang tapi lumayan cukup sulit diterapkan, karena salah-salah akan ada kebudayaan yang hilang dan ada kebuyaan yang baru lebih dominan, dalam hal ini masyarakat di picu lebih lihai mengolah percampuran kebudayaan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
kira-kira begitu lah…
By Akhmad fauji on Apr 2, 2008 | Reply
Masyarakat nusantara kita ini memang tidak mengalami penindasan dari bangsa pendatang dari barat,hal ini kalau menurut saya dikaerenakan negara kita ini terdiri dari pulau-pulau yang saling terpisah,oleh karena itulah bangsa barat tidak dengan cara menindas dalam proses pencampuran kebudayaan.Karena mereka bisa mencari daerah yang lebih potensial,barulah mereka melakukannya dengan kekerasan.
Namun kalau secara seksama kita lihat juga ada masyarakat kita dulu yang mengalami penindasan ini,seperti yang dialami oleh ras proto melayu yang akhirnya menjadi masyarakat terasing di pedalaman-pedalaman,yaitu para dayak yang sampai sekarang ini masis tertinggal jauh.
Kalau bicara dalam konteks sekarang,mengingat bangsa kita beragan suku dan kebudayaannya,maka tidak seluruhnya setuju dengan kebudayaan2 yang dari luar,seperti suku badui yang sangat menutup diri.Nah bagai mana menyikapi hal ini??maka saya rasa negara kita ini berada pada posisi yang serba salah.apakah bangsa kita ini bisa maju dengan keaneka ragaman yang kita miliki.maka sistem pemerintahan yang seperti apa yang cocok dengan kondisi kita ini???
By Erina Marsiana on Apr 2, 2008 | Reply
Asimilasi yang menurut tanggapan saya adalah suatu proses sosial yang timbul bila ada golongan-golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda, yang kemudian saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama, sehingga kebudayaan golongan-golongan tadi masih berubah sifatnya yang khas, dan juga unsur-unsurnya masing-masing berubah wujudnya menjadi unsur yang campuran. misalnya dalam suatu negara atau dalam suatu keluarga, sehingga tercipta suatu budaya yang baru. jadi selama budaya yang masuk itu positif dan membangun buat kita,kenapa tidak kita terapkan.
By nmk on Apr 2, 2008 | Reply
waaaah tulisan Anda makin mantap aja…
By Nuril Najmi on Apr 2, 2008 | Reply
Berbicara masalah Asimilasi,ada dampak positif yang menguntungkan dan ada juga dampak negatif yang bersifat merugikan.
Mungkin negara kita bila dibandingkan dengan negara-negara lain yang mengklaim bangsa mereka paling beradab,bangsa kita termasuk bangsa yang beruntung karena tidak pernah terjadi pertentangan seperti yang terjadi dinegara mereka.adanya Asimilasi disini masih bersahabat ketimbang bangsa- bangsa lain yang penuh pertentangan.Dalam mengamati masuknya Asimilasi kita haruslah lebih jeli dan lebih teliti agar kebudayaan yang baru di dapat tidak kearah yang negatif dan bersifat merugikan,,
Proses Asimilasi sich sah-sah saja asal Asimilasi yang bersifat menguntungkan bagi kebudayaan kita,,kalo semua itu untuk kebaikan bagi semua pihak kenapa harus berkata tidak tuk Asimilasi,,
By Helma novieanty on Apr 2, 2008 | Reply
Asimilasi….
Proses berpadunya suatu kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain dan menjadikan kebudayaan itu mengalami percampuran.hal ini pula sama akan halnya seperti akulturasi,terjadi karena adanya suatu bentuk interaksi-interaksi yang dilakukan oleh manusia yang satu dengan yang lain melalui suatu aktivitas dan kegiatan,hal ini tidak bisa dipungkiri.Menurut saya wajar-wajar saja kebudayaan melalui unsur-unsur yang asing masuk,agar menjadikan bangsa kita lebih berkembang.Akan tetapi kita harus bisa memfilternya yang mana yang baik dan yang mana yang tidak.
By ni luh on Apr 2, 2008 | Reply
asimilasi adalah suatu proses sosial dimana terjadi percampuran kebudayaan sehingga kebudayaan mayoritas lebih berpengaruh atau bahkan dapat melahirkan suatu kebudayaan baru. Oleh karna itu, kita harus dapat menjaga kelestarian kebudayaan bangsa kita agar tidak punah dan hilang oleh kebudayaan asing. Apalagi bangsa kita saat ini mudah terpengaruh oleh banga asing, kebanyakan lebih menyukai sesuatu yang berasal dari luar negeri dari pada dalam negeri. Ya….biar dibilang “GAUL” atau apa saja. Padahal tidak semua kebudayaan asing bersifat positif. Oleh karna itu, kita sebaiknya dapat menyaring setiap kebudayaaan yang masuk. Boleh saja terjadi asimilasi didalam kebudayaan kita, tetapi kebudayaan yang dihasilkan harus bersifat positif dan sesuai dengan kebudayaan asli Indonesia, karena hal ini juga akan memperkaya kebudayaan Indonesia.
By martina on Apr 2, 2008 | Reply
persentuhan kebudayaan tidak akan bisa dihindari selama manusia sebagai pendukung kebudayaan saling melakukan kontak. Begitu pula dengan persentuhan kebudayaan melalui proses asimilasi atau percampuran kebudayaan. Dimana masing-masing kebudayaan yang melakukan persentuhan akan berubah sifatnya yang khas. Dalam hal ini kebudayaan minoritaslah yang akan mengubah sifat khas dari unsur-unsur kebudayaannya bahkan kehilangan kepribadian kebudayaannya, dan masuk kedalam kebudayaan mayoritas.
Hal ini telah terjadi pada suku Indian di Amerika dan Aborigin di Australia. Kedua suku ini telah kehilangan kepribadian kebudayaannya bahkan banyak yang mengira bahwa penduduk asli Amerika dan Ausstralia adalah bangsa kulit putih dari Eropa.
Namun asimilasi yang gagal ini tidak terjadi pada bangsa Indonesia. Buktinya baik pendukung kebudayaan maupun ciri khas dan kepribadian kebudayaan Indoneasia masih terjaga sampai sekarang. Padahal ketika terjadi imperialisme modern baik Indonesia, Australia, Amerika dan wilayah-wilayah lainnya di belahan dunia sama-sama menjadi sasaran ekspansi kolonial Eropa. Hal ini tentunya dapat menyadarkan kita bahwa ternyata bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat. Agar hal ini tetap terjaga, saya ingin bertanya pada anda, menurut anda apa yang menyebabkan proses asimilasi di Indonesia dapat berjalan sukses sedangkan proses asimilasi pada suku Indian di Amerika dan Aborigin di Australia mengalami kegagalan???
By Haryani on Apr 2, 2008 | Reply
Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat seakan bergulir begitu saja, baik itu dirasakan dan disadari oleh kelompok masyarakat tersebut ataupun tidak. Perubahan masyarakat yang terjadi akibat adanya asimilasi terkadang ada sisi baiknya, tetapi kadang juga ada sisi kurang baiknya. Sisi baik dari “blesteran budaya” yang berbeda tersebut mungkin bisa memperkaya budaya bangsa karena satu sama lain saling melengkapi.Namun,sisi kurang baiknya menurut penilan saya,budaya hasil blesteran tersebut seakan-akan tidak mempunyai “identitas”karena keunikan-keunikan tulennya sedikit banyak sudah terdistorsidan terolah menjadi satu dengan budaya luar.
By Zul Haziah on Apr 2, 2008 | Reply
Proses asimilasi terkadang masih ditakuti oleh sebagian orang, karna adanya perasaan sayang dan bangga yang terlalu berlebihan dari individu-individu dari satu kebudayaan terhadap kebudayaan lain, dan atau, karna takut budaya yang lahir justru budaya yang bersifat negatif. Padahal belum tentu demikian. Dengan terjadinya asimilasi yang menuju arah positif, yang berasal dari unsur-unsur kebudayaan yang positif, maka hal tersebut bisa memberikan banyak manfaat bagi mereka.
Memang , asimilasi adalah urusan mentalitas individu atau kelomopok pendukung kebudayaan, dan perlu pemahaman yang cukup dalam menentukan mana unsur budaya yang bersifat positif dan mana yang tidak. Dan terkadang manusia bisa salah dalam mempersepsikan mana budaya yang positif, atau salah dalam menyikapi atau menerapkan budaya yang sudah jelas bersifat positif tersebut. Namun, bukan berarti dengan adanya dua kemungkinan tersebut, yang bisa menyebabkan terjadinya proses asimilasi yang gagal, menjadikan seseorang takut akan terjadinya asimilasi. Karna dalam hidup kita memang dituntut untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak, tidak hanya dalam hal proses asimilasi. Dimana tidak hanya terhadap budaya-budaya baru/asing kita harus bisa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk, tetapi juga budaya-budaya yang sudah kita kenal atau kita miliki pun perlu kita pilah / kita pikirkan dalam penyikapannya.
Tidak hanya itu, bagus tidaknya budaya yang lahir dari proses asimilasi tidak hanya bergantung pada baik buruknya budaya tersebut, tetapi juga ditentukan oleh sikap dari pendukung kebudayaan itu sendiri. Banyak budaya-budaya baru yang muncul yang bersifat positif, tapi justru bisa membawa dampak negatif, tidak hanya karna salah dalam penerapannya, tetapi juga karna adanya penyalahgunaan dari pelaku proses asimilasi tersebut.
By wiwk norliyana on Apr 3, 2008 | Reply
Ass..
Proses asimilasi merupakan proses perubahan yang terjadi bila ada kontak dua kebudayaan yang kemudian bercampur menjadi satu kebudayaan yang baru. Proses masuknya kebudayaan asing tentu ada sisi positifnya, karena tidak semua kebudayaan asing yang masuk itu membawa dampak buruk terhadap kehidupan kita. Semua itu tergantung pada diri masing-masing. Jika budaya yang masuk itu baik dan tidak bertentangan dengan norma yang berlaku tentu itu tidak menjadi masalah. Akan tetapi jika budaya yang masuk itu bersifat negatif dan tidak ada manfaatnya tentu tidak perlu kita ambil dan kita masukan dalam kebudayaan kita, karena mungkin akan merusak kebudayaan kita yang sudah ada.
By M.AGUSTIANNUR on Apr 3, 2008 | Reply
Memang kita tidak bisa menilai budaya yang baru itu adalah baik atau buruk namun kita dapat saja menerima budaya tersebut tanpa harus mengorbankan budaya yang telah ada dengan begitu tidak ada minoritas ataupun mayoritas yang ada ialah sebuah bentuk kebersamaan dan melakukan negosiasi yang baik tantang apa yang dihadapi bersama. Asimilasi merupakan cara untuk menyatukan budaya yang berbeda tapi melalui dialog yang benar asimilasi itu saya rasa dapat berhasil seperti halnya di Indonesia ketika Islam mulai masuk pada abad 8, islam diterima sebagai bagian dari bangsa yang sadar betul bahwa itu merupakan kebutuhan. Jadi menurut saya proses asimilasi itu tidak ada yang gagal yang terjadi adalah kegagalan dialog didalam proses asimilasi itu.
By toni f on Apr 3, 2008 | Reply
saya bangga jadi orang Indonesia, Toleransinya tinggi. tapi mentalitasnya kurang pak…dalam menyikapi assmilasi yang terjadi kadang kadang pelaku kebudayaan yang minoritas ke khas annya akan luntur. coba kalo di indonesia, justru yang mayoritaslah yang luntur. kenapa ya???? yaa karena kebutuhan dan keperluan akan keserakahan…
bukan keperluan yang benar-benar diperlukan demi perkembangan kebudayaan.singapura dan negara negara yang luasnya lebih kecil dan kekayaannya lebih sedikit dari indonesia malah bisa menjajah negara lain…eh menguasai. Indonesia yang hartanya melimpah malah dikuasai, karena sikap pelaku kebudayaannya lemah dan tentunya mau dikuasai orang lain..meski tidak selalu benar heee.. yaapp.. yang unggul lah yang akan menjadi pelakon utama dalam proses terjadinya assimilasi.heeee…
By Septha on Apr 7, 2008 | Reply
Asimilasi merupakan proses perkawinan dua kebudayaan atau lebih yang terdiri dari kebudaaan yang mayoritas dengan minoritas kemudian melahirkan kebudayaan yang baru. Proses asimilasi ini tergantung pendukung dari masing – masing kebudayaan tersebut. Tentunya peranan toleransi sangat penting disini agar tidak terjadi gesekan yang mengakibatkan konflik antara budaya yang mayor dengan si minor.
By Tria on Apr 8, 2008 | Reply
Memang betul, proses asimilasi tanpa adanya kontak sosial tidak akan terwujud. Adanya toleransi terhadap banyak manusia dengan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan sendiri dalam komunikasi juga dapat mempercepat proses asimilasi. Sikap saling menghargai terhadap kebudayaan yang didukung oleh sebagian masyarakat lain, dimana masing - masing mengakui kelemahan dan kelebihan masing - masing akan mendekatkan masyarakat yang menjadi pendukung kebudayaan tersebut. Apabila ada prasangka, maka itu akan jadi penghambat berlangsungnya proses asimilasi. Dengan kata lain, tidak akan ada asimilasi yang terjadi bersifat pasif. Perkawinan Campuran antar kebudayaan juga salah satu faktor pendukung asimilasi walaupun memerlukan waktu yang lain.
By Catur Widyastuti PH on Apr 9, 2008 | Reply
Catur Widyastuti PH
Asimilasi dapat tercipta apabila satu kebudayaan bertemu dengan kebudayaan lain yang mana apabila diantara kebudayaan tersebut mempunyai kesamaan yang sesuai dengan identitasnya.Dimana dari bertemunya dua kebudayaan tersebut diambil yang baik-baiknya saja,yang mana disini manusia sebagai pendukung kebudayaan tersebut.Sehingga sebagai manusia yang berkebudayaan harus dapat memilah-milah kebudayaan yang ada disekitar kehidupan mereka dengan begitu asimilasi yang lahir/hadir tidak menjadi bumerang bagi manusia.
By st.nurhapsah on Apr 9, 2008 | Reply
Ternyata ada juga nilai positifnya Indonesia, tidak hanya tingkat korupsi yang dikenal masayarakat luar.
Dalam bermasyarakat sudah tentu terjadi kontak social, dari sinilah terjadi proses asimilasi.Namun, sikap toleransi, tenggang rasa tidak dapat ditinggalkan dalam hal ini. Dalam proses asimilasi ini nantinya lahir kebudayaan baru dari percampuran kebudayaan yang saling terjadi kontak social.
By Abdul Rahman on Apr 10, 2008 | Reply
asimilasi merupakan suatu unsur kebudyaan yang bertemu dengan kebudayaan yang lain, karena proses asimilasi tergantung dari masing-msing kebuyaan tersebut. dalam bermasyarakat sudah tentu akan terjadi dalam kontak sosial maka disinilah akan terjadi proses asimilasi tersebut. maka hal ini akan menjadi suatu faktor dalam pendukung dalam proses asimilasi.