Antropologi: Akulturasi
28 March 2008 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Nenek moyang bangsa Indonesia, begitu guru-guru kita mengajarkan sejak SD, berasal dari Champa. Terlepas dari debat akademis sejarawan atau ilmuwan sosial, nenek moyang ‘kita’ bermigrasi dari daratan Asia. Kemudian datang, etnik Arab dari Tanah Arab yang beranak-pinak, dan kawin-mawin dengan ‘pribumi’. Etnik Arab datang sebagai pedagang dan penyebar agama Islam. Tidak mengherankan, lebih berterima dikarenakan, faktor kesamaan agama dengan mayoritas penduduk Indonesia.
Kemudian datang etnis Cina dan entis lainnya secara bergelombang yang menyatu padu memperkuat sendi-sendi bangsa besar tercinta ini. Perbauran terjadi dalam bentangan historis dengan segala kisahnya. Bangsa Indonesia dibangun atas beragam suku, anutan agama, ras, dalam bangun antar golongan.
Pembaca baru sejarah Australia terkaget-kaget, bahwa sesungguhnya ketika kejahatan mencapai puncaknya di Inggris yang mengakibatkan penjara-penjara penuh, para kriminal ‘dibuang’ ke luar negeri. Mereka dikirim ke Australia. Sejarah mencatat, Australia menjadi milik kaum migran, meminggirkan kaum Aborigin, penduduk asli.
Migrasi tersebut tentu saja menyebabkan terjadinya persentuhan antara kelompok manusia dengan kebudyaan berbeda-beda yang mengakibatkan individu-ibdidu dalam kelompok dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing. Terjadilah proses akulturasi. Ragam prosesnya, pada perkembangannya juga mempengaruhi pola akulturasi.
Harap dicatat, persentuhan kebudyaan sebagai akibat logis migrasi, pada proses akulturasi bisa berlaku cepat, bisa pula lambat. Tergantung dari bagaimana respon pendukung kebudayaan yang ‘didatangi’. Tentu saja sangat berbeda manakala penyebar agama Islam yang datang secara damai dan kemudian berterima dibanding gaya penjajah Belanda yang dipelopori VOC. Sejarah berkhabar, Belanda dengan cara teramat kejam menancapkan kuku-kukunya sehingga terjadi perlawanan setiap masa. Sekalipun demikian, proses akulturasi tetap berlaku.
Akulturasi (acculturation, culture contact), adalah proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudyaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudyaan dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudyaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudyaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Dengan demikian, kalau kita menelusuri tentang kapan bermulanya proses akulturasi, dapat dikatakan sejak terjadinya kontak. Katakanlah, titik awal proses akulturasi kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan Eropa bermula sejak kedatangan kapal-kapal Portugis atau Belanda ke Nusantara. Proses itu terus berlanjut, bahkan sampai saat ini. tepatnya, selama terjadi kontak.
Perlu diingat, pada proses akulturasi dipengaruhi oleh individu-individu atau kelompok pembawa kebudyaan. Katakanlah manakala dibawa oleh penyiar agama sebagai agent of acculturation, maka hal-hal berkaitan dengan religiusitas yang akan menjadi faktor dominannya. Begitu juga kalau oleh pedagang, atau birokrasi pemerintahan zaman kolonial.
Akulturasi bisa pula disimak dalam ‘pembentukkan’ kebudyaan Indonesia yang dibangun atas aneka unsur-unsur kebudayaan daerah dimana antara unsur-unsur kebudayan tersebut saling berkontribusi. Hal paling nyata dapat dilihat dari sistem birokrasi yang diterapkan secara nasional kemudian dijadikan anutan nasional. Gambaran konkret keberterimaan, terlepas ada juga misalnya ‘perlawanan’ tetapi tidak merusak bangunnya.
Misalnya ketika pemerintah Indonesia menerapkan konsep desa pada jalur birokrasi pemerintahan terbawah, dipahami agak aneh oleh etnis Minangkabau karena telah memapan dengan konsep Nagari. Hal-hal tersebut menjadi dinamika tersendiri yang melahirkan suatu solusi dimana konsep pemerintah dianut tetapi tanpa menghilangkan tradisi kenagariaan. Bukan tidak mungkin, lama-kelaman akan menjadi satu sehingga tidak ada lagi perbedaan nyata antara konsep desa dan nagari dalam parktiknya. Manusia adalah makhluk dinamik yang menjadikan dinamika kebudyaan.
Akhirnya sampailah kita kepada kesimpulan, akulturasi adalah sesuatu yang tidak bisa dielakkan selama manusia sebagai pendukung kebudyaan saling melakukan kontak. Bisa saja unsur-unsur kebudyaan asing diterima begitu saja karena dirasakan kesesuaiannya, dan atau, terjadi penolakkan. Karena itu, tidak mengherankan kadangkala terjadi silang sengketa, yang bisa pula, ujung-ujungnya berterima. Proses itu terus berkelanjutan. Itulah proses akulturasi.
Kebudayaan yang tidak mengalami dinamika perkembangan, adalah kebudyaan yang menuju kematian.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Banjarbaru, 28 Maret 2008.













71 Responses to “Antropologi: Akulturasi”
By Mega on Mar 28, 2008 | Reply
Berasa duduk kembali ke bangku sekolah, baca postingan ini..
By m on Mar 28, 2008 | Reply
ASS. . . .EWA
Menurut saya,postingan bapak sangat menarik mengenai masalah Akulturasi
By Chairi Ramadhan on Mar 28, 2008 | Reply
Assalamualaikum wr.wb
Akulturasi merupakan bertemunya budaya asli dan budaya orang lain yang mana akan menjadi budaya asli daerah itu sendiri,misalnya dulu kala dalam kebudayaan manusia, proses akulturasi yang mempunyai sifat khusus baru timbul ketika kebudayaan-kebudayaan bangsa Eropa Barat mulai menyebar kesemua daerah di muka bumi dan mulai mempengaruhi masyarakat-masyarakat suku-suku bangsa di Afrika, Asia, Ocenia, Amerika utara, dan Amerika Latin.jadi akulturasi bertemu nya budaya baru yang masuk menjadi budaya asli.dan kebanyakan prosesnya berlangsung dengan lama.
By M.Yumni Rasyid on Mar 28, 2008 | Reply
Assalamualaikum wr.wb
Akulturasi menurut saya penggabungan antara dua unsur kebudayaan yakni kebudayaan dari luar dan kebudayaan dari dalam yang saling melengkapi sehingga menjadi jati diri bangsa tersebut.Bagian-bagian dari masyarakat penerima yang terkena pengaruh unsur-unsur budaya asing yang sangat cepat yaitu pada tingkat lapisan atas saja tetapi lapisan menengah dan rakyat jelata pun dapat terpengaruh kebudayaan asing tadi.
dengan demikian proses akulturasi sangat cepat menyebar kemana saja tetapi tidak semua dapat diterima begitu saja.
By Rizal Hasannor on Mar 28, 2008 | Reply
Ass EWA…
Pada hakikatnya budaya akan terus mengalami perkembangan apabila manusia sebagai pengguna budaya tersebut terus berinovasi. Dalam hal ini manusia akan selalu berusaha mengembangkan dan menyebarkan kebudayaan ke daerah lain agar semakin banyak orang yang menggunakan kebudayaan tersebut. Mereka menyebarkan budaya berawal dari kontak mereka dengan orang yang menghuni daerah yang mereka kunjungi. Maka terjadilah pertemuan budaya yang mereka bawa dengan budaya setempat.
Tapi tidak semua akulturasi budaya ini berjalan dengan baik. Sering juga terjadi perselisihan, seperti yang terjadi di Maluku ketika para misionaris datang kesana dengan misi menyebarkan agama Kristen, tapi mendapat perlawanan dari rakyat disana yang sudah menganut agama Islam. Tapi seiring dengan berjalannya waktu budaya itu akan membaur menjadi satu dengan identitas baru, seperti percampuran budaya Islam dengan Hindu-Budha di pulau Jawa.
Wassalam…
By nurkhulis wardani on Mar 28, 2008 | Reply
assalamualaikum…..
akulturasi…..
disebabkan oleh adanya interaksi. akulturasi kebudayaan ada yang diterima dan ada pula yang di tolak. akulturasi berlangsung lama.
akulturasi kebudayaan yang diterima menyebabkan timbulnya mata rantai kebudayaan. akulturasi di bawa olh agent of acculturation yang nantinya akan menentukan unsur2 apa saja yang masuk.
masalah mengenai akulturasi : mengenai metode2, mengenai unsur2 kebudayaan asing yang mudah diterima dan sukar diterima, mengenai mudah dan tidaknya mengganti/merubah unsur2 kebudayaan, mengenai cepat & lambatnya individu untuk menerima kebudayaan asing, mengenai akibat yang timbul atas proses akulturasi.
By mathematicse on Mar 28, 2008 | Reply
Ikutan kuliah Antropologi aaaaaaaaaah…
Iya, budaya yang cenderung statis dan menutup diri akan cenderung mengealami kepunahan. Banyak contohnya. Sedangkan budaya yang fleksible, bersifat diamis, cenderung beradaptasi TANPA meninggalkan akar budayanya akan cenderung berkembang dan maju. Iya ga ya?
Akulturasi budaya akan mengahasilkan budaya baru, mix alias paduan yang akan menghasilkan corak budaya baru. Akibatnya peradaban manusia pun cenderung berkembang… (Ga tahu bener ga ya? Wong cuma ngarang doang… Maklum dulu ga pernah belajar Antropologi sih…
***&;Ha ha … kog peragu sih. Saya sejak PGA mana kenal yang namnya matematika he he … ya belajar saja sendiri. Tapi, ngak salah kan paham dikit-dikit tentang hitunga-hitungan, sampai-sampai mengajar Metode Penelitian dan Evaluasi yang bau-bau matematisnya cukup keras. Belajar statistik itu mengasyikkan … yang pentingkan mental … soalnya gampang diubah sendiri sih. Salam.
By mathematicse on Mar 29, 2008 | Reply
@Buat Pak Ersis: Iya, saya emang ga tahu menahu tentang Antropologi. Walaupun pernah juga baca dan belajar tentang sejarah (yang mungkin sekali kontentnya beririsan dengan apa yang dipelajari di Antropologi).
Sedangkan, saya yakin, kita semua yang pernah mengenyam pendidikan (sekolah formal), pernah belajar matematika sejak SD.
Saya ragu, karena saya tak yakin dengan pendapat saya (yang bisa jadi merupakan pendapat yang keliru).
Karenanya saya bertanya untuk meyakinkan diri…
***Betul saja sudah. Kalau Sampeyan kuliah Antropologi bagus deh hasilnya. Oh ya, tidak semua orang pernah belajar matematika sejak SD, saya di PGA tidak ada belajar sama sekali. Belajar setelah jadi sarjana, mulai dari diagram Venn … soal arisan, karena penasaran saja. Akhirnya ketagiahan. Apalagi sejak nemukan blog ‘Bicara’ (menulis) Matematik he he
By Noor Fahriani on Mar 29, 2008 | Reply
Assalamualaikum.Wr.Wb
akulturasi merupakan hal yang akan berlangsung selama manusia beraktifitas…akulturasi ialah bercampurnya kebudayaan yang berbeda. perkembangan kebudayaan akan berlangsung selama para pendukung kebudayaan berinovasi denga kebudayaan yang ada dan melakukan kontak dengan para pendukung kebudayaan yang lain. kebudayaan baru yang masuk bisa menjadi satu kebudayaan yang tidk sesuai dengan kepribadian kita apabila kita tdk bisa menyaringnya dengan baik.
kita harus bisa mengenal kebudayaan asli kita dengan baik, agar apabila ada kebudayaan baru yang masuk, kita bisa menyaring kebudayaan tersebut agar bisa sesuai dengan kepribadian kebudayaan kita, jadi pabila kebudayaan asli kita bisa bercampur dengan kebudayaan baru yang sudah kita saring tadi, kebudayaan kita akan semakin berkembang dengan baik, serta pastinya kebudayaan tersebut akan sesuai denga kepribadian kebudayaan kita.
Wassalam……..
By Riduan Saidi on Mar 30, 2008 | Reply
Ass. Wr. Wb…….EWA
Akulturasi yang berarti perpaduan dua unsur kebudayaan berbeda. Ini terjadi sejak pada masa lampau. Seiring dengan menyebarnya manusia ke seluruh permukaan bumi. Kebudayaan yang mereka dapat dari tempat tinggal asalnya tidak bisa bawa seutuhnya. Kebudayaan ini kemudian mereka bagi dan menyebar. Akulturasi dibawa oleh berbagai kalangan dan apa yang dibawa berbeda pula.
Di Indonesia akulturasi terjadi sejak zaman Hindu-Budha. Sebelum kedatangan agama ini, wilayah nusantara menganut agama nenek moyang Aninisme dan Dinanisme. Pada masa kedatangan agama Hindu-Budha, mereka menerimanya. Akan tetapi agama nenek moyang tidak sepenuhnya mereka tinggalkan. Bisa kita lihat pada fungsi candi, kalau di tempat asalnya candi hanya sebagai tempat pemujaan. Di nusantara candi juga berfungsi sebagai tempat pemakaman raja-raja.
Dalam proses akulturasi tidak semua golongan menerimanya. Ada yang hanya dari golongan-golongan atas yang menerimanya. Ada yang dari golongan bawah menerimanya. Ada yang sulit menerima unsur kebudayaan baru, ada yang mudah menerimanya. Dari yang sulit dan mudah menerima inilah yang akan menjadi embrio culture change.
By mini febranti on Mar 30, 2008 | Reply
Proses akulturasi yang mempunyai sifat yang khusus baru muncul pada saat kebudayaan bangsa-bangsa barat mulai menyebar keseluruh dunia,dimulai pada abad ke-15 dan permulaan abad ke-20 mencapai puncaknya.
Kebudayaan itu sendiri tidak terelakkan akan mempengaruhi setiap suku-suku bangsa dimuka bumi ini.
Titik permulaan dari proses akulturasi antara kebudayaan-kebudayaan di Indonesia dengan kebudayaan Eropa adalah peristiwa pada saat kedatangan kapal-kapal Portugis di Maluku,yaitu Banda,Tidore dan ternate,kemudian diNusa Tenggara pada permulaan abad ke-16,dan peristiwa datangnya kpal-kapal Belanda dari organisasi perdagangan V.O.C,di banten pada akhir abad ke-16.
Bagan-bagian dari penerima yang terkena pengaruh unsur-usur kebudayaan asing dimulai dari lapisan atas,rakyat jelata dan kaum cendikiawan.Reaksi mereka terhadap masuknya pengaruh-pengaruh kebudayaan asing berbeda-beda.Ada individu yang berwatak kolot yang tidak menolak hal-hal yang baru,dan banyak pula yang pogresif yang suka dan menerima hal-hal yang baru itu.Intinya hal-hal yang baru atau kebudayaan asing itu perlu kita seleksi betul apakah kebudayaan baru itu tidak manggar norma atau aturan yang berlaku dinegara Indonesia kita ini.
Bisa kita ambil segi positif dari kebudayaan asing itu tanpa menghilangkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia.
By selvia agustina on Mar 30, 2008 | Reply
Ass…EWA,
Seperti yang kita ketahui,..
gerak akulturasi itu memang sejak dulu kala ada dalam sejarah kebudayaan manusia,yaitu gerak perpindahan suku-suku bangsa di muka bumi.
Gerak migrasi tentunya menyebabkan terjadinya pertemuan-pertemuan antara kelompok-kelompok manusia dengan kebudayaan yang berbeda-beda,yang mengakibatkan individu-individu dalam kelompok itu harus berhadapan dengan unsur-unsur kebudayaan asing.
Pada proses akulturasi ini,tidak semua individu dapat menerima unsur-unsur kebudayaan asing tersebut dengan mudah,tetapi ada juga yang dengan mudah menerima kebudayaan asing tersebut dan diolah ke alam kabudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.Namun perlu kita ketahui akulturasi itu dapat menimbulkan ketegangan-ketegangan dan krisis-krisis sosial.
Jadi hendaknya kita benar-benar pintar dalam memilih an memilah budaya asing yang masuk ke negara kita,mana yang baik dan mana yang buruk,ambil yang positif dan buang yang negatif.
By ihya ul ihsan on Mar 30, 2008 | Reply
Akulturasi muncul akibat adanya pertemuan dua kebudayaan yang berbeda,jadi selama budaya terus selalu berkembang,maka proses akulturasi akan selalu ada,betul nggak?
Menurut saya selain memang menjadi suatu keinginan bagi seseorang untuk menyatukan dua kebudayaan yang berbeda tetapi ada juga sedikit unsur paksaan oleh budaya yang lebih dominan.
By Novi Ariyanti on Mar 30, 2008 | Reply
Akulturasi akan selalu terjadi apabila kita sebagai manusia masih mengadakan kontak satu dengan lainnya. Inilah yang terjadi dari jaman nenek moyang kita dulu sampai sekarang. Kontak pada saat migrasi akan mendasari terjadinya interaksi antar manusia yang akan menjadi cikal bakal terjadinya akulturasi. Pada proses akulturasi, tidak semua orang dapat menerima. Hal ini dikarenakan prose akulturasi memerlukan proses yang lama. Pada dasarnya yang mudah diterima ialah apabila budaya yang masuk tersebut berupa sebuah inovasi baru dan bermanfaat bagi suatu masyarakat yang menapat pengaruhnya. Oleh karena manusia masih terus mengadakan kontak, maka kebudayaan akan terus berkembang dan proses akulturasi akan tetap berlangsung di muka bumi.
By Asmia Ulfah on Mar 30, 2008 | Reply
Proses akulturasi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita karna akulturasi akan selalu terjadi selama adanya interaksi sosial antar orang atau kelompok.Akulturasi ada bisa kita sadari atau tanpa kita sadari karna datang dengan begitu saja dengan didasari perbedaan.Seperti dalam tulisan EWA,meskipun Belanda datang dengan cara yang kejam ke Indonesia tapi sedikit banyaknya akulturasi pasti terjadi.Akulturasi memerlukan waktu yang cukup lama jadi tidak semua orang dapat menerimanya tergantung dari orang itu sendiri.kebudayaan yang biasanya mudah diterima oleh masyarakat adalah hal-hal baru yang dirasa menarik untuk ditiru tapi terkadang banyak masyarakat yang tidak bisa menyaring kebudayaan yang masuk tersebut sehingga menghilangkan identitas bangsa kita sendiri.
By M. Rizky Adha on Mar 30, 2008 | Reply
Wah,lawas juga gak koment wadah pian? Ngomong2, saya udah ngambil ini mata kuliah.. Tapi gak ada salahnya juga meromantiskan masa lalu…he
Akulturasi menurut saya meruapakan suatu proses perubahan yang didalamnya terdapat penyatuan budaya-budaya yang berbeda-beda. Sehingga konteks yang mendasar muncul adalah perbedaan secara plural. Kalo boleh ulun tanya, pian udah berakulturasi belum??? Kayaknya udah kan pak,,,hee…he
***He he …
By Akhmad Fauji on Mar 30, 2008 | Reply
Sepengetahuan saya bangsa kita ini petama-tama didatangi oleh bangsa Negrito dan Weddid.Bangsa Weddid ini berasal dari pulau Ceylon(srilanka)dan penyebarannya di Palembang,jambi,siak,dan sulawesi.Sedangkan bangsa Negrito ini terdapat di malaka sebagai suku terasing sekarang ini.Baru kemudian dimasuki oleh proto melayu dari yunnan(cina selatan)dan deuteru melayu dari dongsong veitnam utara.
Baru kemudian dimasuki oleh para bangsa barat dan para pedagang Arab.MEreka-mereka inilah yang telah mewariskan suatu budaya-budaya kepada kita dalam kurun waktu dan proses yang lama,yang baik secara halus maupuk kasar bentuk dari proses akulturasi budaya tersebut.Kalau dari par saudagar/pedagang arab akulturasi budaya terjadi secara halus,karena mereka berkepentingan sebagai pedagang,oleh sebab itulah agama Islam menjadi dominan di negara kita.
Sedangkan dari bangsa barat akulturasi budaya terjadi secara kasar karna melalui penjajahan untuk kepentingan dan keuntungan mereka.Nah,,,darisini saya berkesimpulan bahwa seringnya terjadi koropsi,penyelewengan,dan tindakan tercela lainnya dari para pemimpin negara kita ini mungkin dikarenakan faktor akulturasi budaya dari bangsa-bangsa pendatang terdahulu yang rata-rata para pedagang dan pencari keuntungan sendiri,seperti pedagang arab,pedagang Barat,pedagang cina.Oleh sebab itulah pikiran kita terdoktrin hanya untuk keuntungan dan kepentingan diri sendiri saja tanpa memperdulikan oranglain yang menderita.Kalau istilah orang banjar itu disebut dengan”ITUNG DAGANG”yang penting diri sendiri untung.Bagai mana pa menurut sampean??????
By MARTINA on Mar 31, 2008 | Reply
Migrasi atau perpindahan selalu terjadi di muka bumi. Individu-individu atau kelompok yang melakukan migrasi akan membawa serta unsur-unsur kebudayaannya yang kemudian akan terjadilah kontak dengan pendukung kebudayaan yang didatangi.
Pada proses akulturasi sangat dipengaruhi oleh individu-individu atau kelompok yang membawa kebudayaan serta bagaimana respon dari pendukung kebudayaan yang didatangi. Jika si pembawa kebudayaan mampu menyampaikan kebudayaannya dengan cara yang baik, tentunya akan mendapat sambutan yang baik pula dari pendukung kebudayaan yang didatangi,
Akulturasi adalah proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.
Jadi inti dari akulturasi itu adalah terletak pada kemampuan pendukung kebudayaan yang didatangi untuk menerima dan mengolah kebudayaan asing ke dalam kebudayaannya dan kemampuan pendukung kebudayaan yang didatangi untuk mempertahankan kepribadian kebudayaannya.
Pertanyaannya adalah mampukah bangsa Indonesia melakukan hal ini?
Jawabannya adalah hampir mampu. Hal ini dapat kita lihat dari berbagai contoh. Misalnya ketika bangsa India datang dengan membawa unsur-unsur kebudayaannya ke Indonesia, bangsa Indonesia menerima dan mampu mengolah kebudayaan India tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan Indonesia. Hal ini dapat diketahui dari penggunaan funsi candi sebagai makam dan bentuk atau arsitektur bangunan candi yang sangat berbeda dengan fungsi dan bentuk candi yang ada di India. Kemudian dalam segi bahasa. Banyak bahasa asing seperti India, Arab, Inggris dan yang lainnya yang diambil, diolah kemudian disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia tanpa menyebabkan hilangnya bahasa Indonesia. Banyak lagi contoh akulturasi yang mampu dilakukan bangsa ini dengan baik. Meskipun demikian, bukan berarti semua unsur kebudayaan asing yang masuk dapat di akulturasi dengan baik. Banyak juga unsur-unsur kebudayaan asing terutama dari barat dan Asia Timur yang tidak mampu di akulturasi bangsa ini. Sebagian dari unsur-unsur kebudayaan Barat dan Asia Timur ada yang langsung diterima tanpa diolah dan disesuaikan dengan kepribadian kebudayaan bangsa.
Proses akulturasi akan terus terjadi selama masih ada kontak. Terkecuali jika bangsa kita melakukan politik isolasi seperti yang dilakukan oleh bangsa Jepang dulu.
Pada dasarnya kita tidak perlu menghindari akulturasi. Akulturasi itu penting bagi perkembangan dan kemajuan kebudayaan bangsa kita. Hanya saja kita harus pandai mengolah kebudayaan asing yang masuk dan harus pandai memperthankan kepribadian kebudayaan bangsa kita. Jika hal ini dapat kita lakukan maka bangsa kita akan menjadi “bangsa yang kaya akan kebudayaan”
By Ni Luh Sri Arsini on Mar 31, 2008 | Reply
Suatu kebudayaan dapat mengalami percampuran yang disebut akulturasi. Proses akulturasi sudah banyak terjadi hampir di seluruh dunia. Proses akulturasi ini dapat digunakan suatu bangsa untuk menjajah bangsa lain terutama melalui kebudayaannya. Karna melalui kebudayaan dapat mengubah pola pikir suatu bangsa, sehingga bangsa tersebut bisa dijajah.
Tidak semua masyarakat dapat menerima dengan begitu saja kebudayaan lain yang berasal dari luar. Mereka biasanya sangat mempertahankan kebudayaan asli mereka.di Indonesia, proses akulturasi ini sudah banyak terjdi. Tidak semua kebudayaan yang masuk bersifat positif, banyak kebudayaan lain yang berasal dari luar yang bersifat negatif dan tidak cocok dengan kebudayaan masyarakat Indonesia. Oleh karna itu, kebudayaan tersebut tidak begitu saja dapat diterima oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga kebudayaan-kebudayaan tersebut perlu disaring terlebih dahulu agar tidak menimbulkan proses akulturasi yang menghasilkan pengaruh-pengaruh negatif terhadap bangsa Indonesia itu sendiri.
”Kebudayaan yang dapat mengalami dinamika perkembangan, adalah kebudayaan yang menuju kematian”. Menurut saya, hal ini benar karena suatu kebudayaan bila tidak mengalami perkembangan, contohnya melalui akulturasi, maka kebudayaan tersebut akan bersifat monoton dan akhirnya kalah/hilang dengan kebudayaan lain yang beraneka jenis/lebih menarik karena telah mengalami perkembangan.
By Muhammad Fauzi on Mar 31, 2008 | Reply
Saya setuju sekali apa yang di katakan Bapak, kalau suatu kebudayaan tidak menerima unsur kebudayaan yang lain ,maka kebudayaan tersebut tidak akan berkembang dan bahkan mungkin akan mati. Proses akulturasi memang sudah terjadi sejak zaman dulu, di mana nanti akan terjadi proses percampuran kebudayaan yang berbeda-beda dari setiap pendatang yang membawa kebudayaan asli negaranya ke tempat dia menetap. Lama-kelamaan nanti kebudayaan pendatang tersebut akan berkembang dan akan diterima oleh masyarakat sekitar dengan catatan bahwa kebudayaan pendatang tersebut tidak bertentangan dan berlawanan dengan kebudayaan asli. Kebudayaan akan semakin berkembang kalau menerima unsur-unsur kebudayaan dari luar tapi dengan catatan bahwa kebudayaan luar tersebut tidak menghilangkan unsur kebudayaan aslinya.
By Hadi_eR on Mar 31, 2008 | Reply
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Akulturasi, perpaduan antara unsur-unsur kebudayaan asli dengan unsur-unsur kebudayaan asing yang datang kemudian. Kedatangan unsur-unsur kebudayaan asing ini tidak semua disambut baik oleh orang-orang yang didatangi. Ada masyarakat yang menolak, biasa disebut masyarakat atau orang-orang “kolot”, dan ada juga yang menerima, tapi tidak menerima semua, tetap dipilah-pilah mana yang baik dan mana yang tidak baik dan mana yang sesuai dengan keadaan setempat dan mana yang tidak sesuai.
Bentuk kebudayaan asing yang datang juga berbeda-beda, tergantung orang yang membawanya atau agent of acculturation-nya. Apabila yang membawa adalah para penyebar agama, maka unsur keudayaan yang masuk berkenaan dengan hal-hal religius. Apabila para pedagang, maka tentang hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi.
Akuturasi ini akan tetap berlangsung selama interaksi masih terjadi, tentunya sampai akhir zaman nanti.
By Zul Haziah on Mar 31, 2008 | Reply
Di era globalisasi ini memang sulit untuk mengelakkan terjadinya proses percampuran kebudayaan antarbangsa, baik yang mengakibatkan hilangnya unsur kebudayaan asli, dan atau, terjadinya percampuran kebudayaan tanpa menghilangkan unsur-unsur kebudayaan aslinya, yang disebut proses akulturasi. Hal ini, seperti yang bapak bilang, berlangsung terus-menerus selama manusia sebagai pendukung muncul dan berkembangnya kebudayaan tersebut, masih saling melakukan kontak. Dan kontak tersebut pasti akan selalu dilakukan manusia selama hidupnya. Karna manusia adalah makhluk sosial, makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, baik untuk memenuhi kepentingan jasmani maupun kepantingan rohaninya, sehingga diperlukan interaksi dengan manusia lain, yang artinya melakukan kontak.
Dengan terjadinya proses akuturasi, kebudayaan manusia pasti akan semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Asalkan akulturasi yang terjadi adalah akulturasi yang bersifat positif.
By Wiwik Norliyana.s on Mar 31, 2008 | Reply
Akulturasi yaitu proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan itu sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Dalam proses akulturasi ini, ada masyarakat yang menerima dan ada yang melakukan penolakan , pada masa sekarang masyarakat menerima masuknya kebudayan-kebudayaan baru (dari barat) tanpa memikirkan sesuai apa tidaknya kebudayaan tersebut dengan keadaan kita (orang timur).
Memang, selama manusia sebagai pendukung kebudayaan saling melakukan kontak, proses akulturasi tersebut tidak dapat dielakkan. Tetapi, seiring terjadiny proses akultursi itu seharusnya ada juga proses filterisasi, yang bertujuan untuk memilah-milah mana yang pantas untuk diadobsi mana yang tidak, Jadi, jika terjadi proses masuknya berbagai kebudayaan secara langsung atau tidak langsung, kita harus dapat membedakan mana yang baik untuk kita ikuti, ini agar kita tidak kehilangan identitas asli kita.
By Setiyadi on Mar 31, 2008 | Reply
Ass, EWA..
Prose akulturasi dapat terjadi melalui cara halus atau pun dengan jalan pemaksaan. Ke-dua cara tersebut menurut saya sama dapat menghasilkan bentuk kebudayaan baru yang mau tidak mau pasti diterima oleh pelakunya. Akulturasi merupakan proses dimana kebudyaan baru yang datang bercampur dengan kebudayaan asli namun unsur-unsur yang terdapat dalam kebudayaan asli itu tidak hilang sepenuhnya. Bangsa kita memang memiliki jenis kebudayaan yang unik namun menurut saya bentuk kebudayaan itu terjadi sejak lama sebelum orang-orang asing datang, kebudayaan itu mengalami perkembangan karena terjadi proses akulturasi oleh orang asing tersebut, baik melalui cara halus maupun paksaan.
Hasil dari akulturasi kebudayaan tersebut, ada yang cocok dengan kepribadian bangsa kita dan ada yang tidak. oleh karena itu lah kita harus menyaring benar-benar jenis kebudayaan yang masuk kedalam bangsa kita agar unsur-unsur kebudayaan asli kita tetap terjaga dan tidak hilang sampai cucu-cucu kita kelak.
By juwita sari on Mar 31, 2008 | Reply
Ass
Akulturasi adalah proses berpadunya kebudayaan lokal dengan kebudayaan yang berasal dari luar/asing, lalu menghasilkan kebudayaan baru. Menurut saya Akulturasi dapat menimbulkan dua efek, yang pertama yaitu efek yang dapat dikatakan menguntungkan dan bernilai positif, dapat dikatakan seperti itu karena dari proses akulturasi tersebut dapat menghasilkan kebudayaan baru yang tinggi nilainya, dan memiliki manfaat. sedangkan efek yang kedua menurut saya adalah efek yang negatif, dikatakan begitu sebab hasil dari akulturasi tersebut malah memberikan efek tidak baik/negatif terhadap masyarakat, dan tidak memilki manfaat.
Seperti kata anda bahwa akulturasi dapat terjadi selama adanya kontak antar manusia.dari situ dapat saya simpulkan bahwa yang memegang peranan penting dalam terjadinya akulturasi tersebut adalah manusia. berarti apabila ingin dampak dari akulturasi tersebut bernilai positif, semua tergantung pada manusianya dalam menerima kebudayaan asing mana yang ingin ia serap dan yang ingin diakulturasikan. di sinilah akal pikiran manusia dipakai, yaitu untuk memfilter kebudayaan asing mana yang ingin dia serap.
By Am. hamsin Fitriyadi on Mar 31, 2008 | Reply
Akulturasi budaya menurut saya merupakan perpaduan dua unsur kebudayaan masyarakat asli dengan unsur kebudayaan masyarakat lain yang menghasilkan kebudayaan baru dalam masyarakat tersebut. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia saat ini sudah nampak pengaruh budaya asing yang pengaruhnya dirasakan begitu kuat, hal ini tidak terlepas dari adanya proses akulturasi budaya. Dengan lain perkataan akulturasi bisa menyebabkan perubahan kebudayaan masyarakat tertentu.
By Abdul Rahman S. on Mar 31, 2008 | Reply
Akulturasi merupakan suatu unsur kebudayaan di dalam masyarakat, karena dalam masyarakat sudah banyak dampak dari pengaruh budaya tersebut. Akulturasi pun bisa terjadi dalam kontak budaya dalam masyarakat,hal ini juga merupakan proses akulturasi dalam kehidupan masyarakat, dengan adnya akulturasi kebudayaan baru yang datang maka terjadilah hasil kebudayaan baru.
By Linda Araini on Mar 31, 2008 | Reply
Bisa dikatakan kalau akulturasi adalah suatu proses yang bisa memperkaya khasanah budaya walaupun tidak semua budaya yang masuk itu bisa diterima karena pada dasarnya setiap umat manusia akan sangat sulit menerima suatu kebudayaan yang bertentangan dengan nuraninya. Semisal saja, penyebaran agama oleh kaum penyiar agama tertentu yang masuk ke suatu tempat yang sudah lebih dahulu memeluk agama yang diyakininya, pasti tidak dapat menerima agama baru tersebut karena mereka sudah menganut agama yang diyakininya, apalgi jika penyiaran agama tersebut secara memaksa pasti akan mengalami kekacauan.
Suatu kebudayaan yang merupakan hasil dari akulturasi, bisa kita lihat pada seni wayang nusantara yang dipengaruhi oleh budaya India pada masa Hindu- Budha. Pengaruhnya bisa kita lihat yaitu sumbangsih pada cerita dari epos Mahabrata dan Ramayana yang selalu dimainkan pada pementasan wayang.
Akulturasi adalah salah – satu proses penyebaran unsur – unsur kebudayaan dari individu kepada individu lain, atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Melalui akulturasi kebudayaan lama dihadapkan dengan kebudayaan baru yang lambat laun diterima dan dikombinasikan dengan kebudayaan asli pada suatu kelompok manusia sehingga menghasilkan kebudayaan baru. Melalui proses ini, kebudayaan baru yang telah diterima oleh suatu kelompok manusia tersebut dengan tidak menghilangkan identitas asli dari kebudayaan yang mereka miliki bisa diteruskan dan disebarkan pada masyarakat luas sampai umat manusia di dunia dapat menikmati gunanya. Dengan adanya akulturasi, bangsa kita bisa memiliki dan menikmati beraneka ragam budaya dan suku bangsa, hal itulah yang membedakan bangsa kita dengan bangsa lainnya.
By Farida Ariyani on Mar 31, 2008 | Reply
Ass. . . .
Terjadinya akulturasi sebagai akibat dari adanya kontak sosial antar manusia yang memiliki perbedaan budaya. Dari perbedaan budaya ini kemudian terjadi percampuran budaya yang pada akhirnya akan melahirkan kebudayaan baru, tetapi tidak selamanya proses akulturasi berjalan dengan lancar karena tidak semua manusia menerima kedatangan budaya baru yang mereka anggap tidak sesuai dengan budaya mereka, tetapi pada dasarnya budaya akan terus mengalami perkembangan.
Wassalam. . . .
By Randy on Mar 31, 2008 | Reply
Ass…
Akulturasi meruapakan hal yang tidak bisa dicegah, selama ada komunikasi antar masyarakat yang berbeda budaya, akulturasi akan terus berlanjut. Akulturasi menghasilkan percampuran budaya atau menimbulkan suatu budaya baru. Ya seperti kata pepatah “ambil yang baik dan tinggalkan yang buruk”. Karena dalam akulturasi budaya tidak semua aspek yang di adopsi, hanya sebagian hal yang dianggap baik yang diambil. Biar bagaimanapun juga, masyarakat tidak mungkin meninggalkan kebudayaan yang telah dimilikinya dari dulu.
By Dwi Setiowati on Apr 1, 2008 | Reply
Setelah saya membaca tulisan bapak saya menyimpulkan akulturasi adalah penyatuan budaya-budaya yang berbeda tanpa mehilangkan sifat-sifat khas budaya tersebut, bahkan membentuk menjadi suatu budaya yang baru. Selanjutnya kebudayaan baru itu akan digunakan oleh penganut-penganut kebudayaan yang bersatu tadi secara bersama.
Namun, sepertinya akulturasi tak hanya terjadi antara budaya asing dan pribumi. Budaya pribumi pun juga bisa saling berakulturasi, dan biasanya melalui perkawinan. Akulturasi juga bisa terjadi antara kebudayaan yang dibawah dari rumah(sejak lahir)sampai saat pembawa kebudayaan itu pergi ke tempat lain.
By Hanik Puspitasari on Apr 1, 2008 | Reply
Assalamu’alaikumwarohmatulahiwabarokatuh
Duh, semakin bingung saja saya dengan bahasan Antropologi ini…
Pada intinya sebelum saya membaca tulisan Anda, saya juga sepaham bahwa kontak pembawa kebudayaan adalah kunci dari kontak kebudayaan. Dari contoh yang Anda tuliskan di atas berarti akulturasi kebudayaan tidak hanya diterima karena kebudayaan itu dianggap penting, tetapi mungkin saja diterima karena pembawa kebudayaan terlalu sering dan gigih menjajakan kebudayaan yang diyakininya.
Contoh dari masa lalu sudah sangat jelas Anda paparkan di atas. Salah satu contoh dari masa kini yaitu berkembangnya yang bukan kebudayaan orang Indonesia di Indonesia melalui media cetak atau pun elektronik. Kalau dulu orang Barat menancapkan kekuasaannya dengan kekerasan, sekarang dengang gampang mereka menyebarkan kebuayaan mereka melalui media-media yang mereka kuasai. Akibatnya karena terlalu sering melihat dan berkutat dengan kebudayaan asing banyak orang Indonesia yang lebih enjoy kalau dia mengamalkan kebudayaan asing tersebut. Barat pun tidak perlu susah payah seperti dulu… Kira-kira seperti itu.
Wassalamu’alaikumwarohmatullahiwabarokatuh
By VIDA AULIA RAKHMAN on Apr 1, 2008 | Reply
Akulturasi akan terus terjadi hal ini dikarenakan proses interaksi yang selalu terjadi dalam kehidupan. Hasil dari akulturasi itu sendiri dan kadang membawa banyak kelebihan dan adapula kekurangannya.
Selama akulturasi yang terjadi itu tidak menghilangkan ciri khas keasliannya sah-sah saja. Kita tidak akan pernah terlepas dari akulturasi itu sendiri. Dalam pergulan sehari-hari pun tanpa kita sadari proses itu terjadi.
Seperti sekarang ini dalam lingkup yang sangat luas misalkan saja adanya organisasi dunia yaitu PBB yang terdiri dari berbagai negara di belahan dunia ini masing-masing tentunya punya cara masing-masing dalam penyelesaian masalah yang ada di Negaranya. Melalui PBB cara-cara itu digabung menjadi satu dan akhirnya melahirkan cara baru yang awalnya merupakan kepentingan satu negara akhirnya melahirkan cara baru untuk kepentingan bersama.
Thankzz BapaK…
By Fahrian Hefni on Apr 1, 2008 | Reply
Yang perlu kita ingat disini, bahwa akulturasi akan terus berjalan apabila selama adanya aktifitas manusia yang saling berinteraksi satu sama lain yang terjadi secara terus menerus yang akan menimbulkan satu ciri khas yang timbul antara persentuhan dua kebudayaan yang bersentuhan tadi lalu akan disesuaikan dengan letak geografis mereka.
Proses akulturasi sebenarnya sudah timbul sejak berabad-abad yang lalu, yang dimana dimulai sejak manusia mulai melakukan hubungan dengan daerah lain guna memenuhi kebutuhan hidup dan keperluan yang lain. Disinilah proses akulturasi secara tidak langsung akan ikut serta dan berperan dalam terciptanya suatu persentuhan kebudayaan yang menimbulkan satu ciri khas baru yang timbul dalam pembauran antar individu social ini.
Umumnya akulturasi timbul karena adanya rasa saling menilai dan membutuhkan unsur-unsur dari kebudayaan masing-masing yang nantinya akan digunakan dalam memenuhi kehidupan mereka.
Dilihat dari aspek sejarah, proses akulturasi sangat mempengaruhi perkembangan suatu daerah atau wilayah. Contohnya dinegara kita ini, sudah lama sekali terjadi proses akulturasi yang dimulai sejak berabab-abad yang lalu yang dimana menghasilkan suatu kebudayaan yang khas. Lain dengan benua Australia, yang dimana sebelum terbentuknya koloni inggris pertama di New South Wales (1788), benua ini kurang dikenal masyarakat luar hanya dikenal oleh pelaut-pelaut kita saja, seperti orang-orang makasar yang mencari teripang dipesisir utara pantai Australia, jadi proses akulturasi dipengaruhi juga letak geografis suatu daerah.
By Ganda Resnadi on Apr 1, 2008 | Reply
Akulturasi mempertemukan dua kebudayaan yang berbeda, kebudayaan asing menularkan unsur-unsurnya kepada kebudayaan penerima tapi tanpa menghilangkan unsur-unsur asli dari kebudayaan penerima.
Penerimaan unsur kebudayaan asing demi keberlangsungan suatu kebudayaan akan sangat diperlukan agar kebudayaan asli tidak tertinggal seiring dengan perkembangan jaman. Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk di dunia dewasa ini tentunya akan mengurangi lahan untuk tempat tinggal dan pekerjaan, maka manusia akan bermigrasi ke daerah lain untuk memenuhi kebutuhan ini. Tentunya akulturasi tidak akan terelakkan dimana individu pendatang akan memberikan pengalaman hidupnya di daerah asalnya pada individu lain sebagai penduduk asli, ia akan mengambil unsur-unsur yang sesuai dengan keadaan di daerahnya.
Selain itu juga, dengan adanya berkembangnya kebutuhan manusia akan tekhnologi (peralatan hidup), manusia membutuhkan unsur-unsur dari kebudayaan lain untuk memenuhi kebutuhannya ini. Sebagai contoh, kita mengimport mobil dari Negara lain, dari sini dapat kita lihat bahwa kita telah melakukan akulturasi. Akan tetapi nilai-nilai asli kebudayaan kita masih dapat dilihat, seperti ada mobil mewah yang sopirnya memakai kopiah haji (yang nyetir Pak Haji) atau yang duduk di jok belakang mengenakan baju sasirangan.
Perlu digarisbawahi, proses akulturasi membawa hal-hal positif bagi kebudayaan yang dapat lebih mengembangkan nilai-nilai kebudayaan asli, tapi akulturasi juga membawa hal-hal negatif dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan yang harus disingkirkan.
By Risma Yunyta on Apr 1, 2008 | Reply
Akulturasi merupakan perpaduan antar dua kebudayaan yang akan menciptakan kebudayaan baru, namun dalam akulturasi tidak menutup kemungkinan terjadi benturaan kebudayaan yang dapat merusak kebudayaan yang satu oleh kebudayaan yang lainnya. Pembentukan kebudayaan Indonesia merupakan perpaduan kebudayaan dari berbagai unsur daerah, kemudian menyikapi masalah pemerintah yang menerapkan sistem desa dalam jalur birokrasi pemerintahan terbawah hingga terjadinya benturan yang “aneh” terhadap kebudayaan minangkabau, saya menilai ini merupakan pemaksaan kebudayaan, belum lagi kita melihat secara luas kebudayaan daerah lain menyikapi sistem yang diterapkan pemerintah. Saya rasa akulturasi tidak dapat dipaksakan , akulturasi harus terjadi secara alami agar tercipta kaloborasi yang harmonis antar berbagai macam kebudayaan.
By Akbar Alamsyah Hidayat on Apr 1, 2008 | Reply
Ass………
Akulturasi menurut saya banyak membawa hal yang baru. Tetapi tidak dipungkiri banyak hal yang buruk yang dataang dari pada hal yang baik. Tetapi bangsa Indonesia ini telah mempunyai apa yang disebut dengan local genius yang merupakan filter untuk kebudayaan yang masuk. Mudah-mudahan masih berfungsi local genius ini.
Wss………..
By Rumadi on Apr 1, 2008 | Reply
Dari tulisan Ewa saya dapat mengambil suatu hal yang mana proses akulturasi ini tak lepas dari proses pergaulan dari berbagai hal.
bahkan yang tanpa kita sadari pun kita telah melakukan akulturasi,
tetapi kebanyakan adalah hal yang salah yang kita ambil.
terima kasih Ewa buat semua inspirasinya.
By Arien Noor Rahman on Apr 1, 2008 | Reply
Halo Ewa……
Terima kasih buat tulisannya, walau ada yang tidak saya mengerti tetapi memang dalam proses akulturasi selalu tidak pernah lepas dari yang namanya pergaulan dan komunikasi, tetapi sangat tidak bijaksana sekali apabila dalam proses ini kita sampai salah mengambil contoh.
By Ganjar Muttaqin on Apr 1, 2008 | Reply
Ass EWA…
Sebuah percampuran budaya atau yang biasa kita kenal dengan nama akulturasi memang begitu dahsyat efeknya terhadap kehidupan seluruh bangsa dimuka bumi ini, dengan melewati berbagai macam media akulturasi dapat menyebar dengan cepatnya. Contohnya melalui perdagangan, agama, serta banyak hal lainnya.
Sebuah percampuran dua kebudayaan yang menghasilkan kebudayaan baru tanpa adanya pemusnahan budaya yang terdahulu. Kehadirnya kebudayaan baru sendiri memerlukan adaptasi yang cukup lama terhadap lingkungan sekitar. Selama manusia tetap bernafas maka akan selalu tercipta kebudayaan-kebudayaan yang baru.
By Hamidah ulfah on Apr 1, 2008 | Reply
Sepengetahuan saya,akulturasi tidak hanya dibawa oleh bangsa barat saja,seperti contoh-contoh yang sudah bapak jelaskan di atas,tetapi akulturasi atau percampuran dari 2 kebudayaan yang berbeda itu dapat saja kita temukan dalam kehidupan sehari-hari,seperti dalam lingkungan keluarga kita,ada sanak famili kita yang berasal dari jawa,dan itu semua akibat adanya perkawinan, misalnya orang jawa mengawini orang banjar.Disini secara otomatis budaya yang ada padanya akan berpengaruh dalam kehidupan kita.
Jadi,proses akulturasi itu akan terus berkembang selama adanya suatu hubungan baik itu antar individu dengan individu, ataupun individu dengan kelompok,tanpa didasari oleh unsur paksaan didalamnya dalam menerima dan menerapkannya serta tidak mengubah salah satu unsur budaya ataupun adat istiadat yang sudah tertanam dalam diri masing-masing.
By KAMSINAH on Apr 1, 2008 | Reply
ass,wr,wb
Kata akulturasi memang tidak asing lagi ditelinga, dan menurut saya akulturasi itu merupakan perpaduan dua unsur kebudayaan yang berbeda dari masyarakat asli atau lokal dengan masyarakat lain yang menghasilkan kebudayaan baru, dan hal itu terus terjadi selama masih terjalin kontak dan hubungan interaksi dan selama adanya keaneka ragaman dalam kebudayaan.
proses akulturasi memang sudah ada dari zaman penjajahan, yang mana bangsa asing ingin memasukan kebudayaan-kebudayaan asing atau barat untuk mencampuri kebudayaan pribumi. Proses akulturasi ini sebenarnya dapat membawa suatu dampak dan nilai yang tinggi pada suatu kebudayaan dan juga manfaatnya, ya seperti yang saya katakan pada tulisan yang dulu-dulu tergantung individu nya masing-masing atau manusianya, jadi yang memegang peranan penting dalam akulturasi itu adalah manusian.
Akulturasi itu juga terjadi lewat tekhnologi yang semakin canggih saja dalam berbagai bidang seperti alat-alat elektronik yang makin maju dan canggih, tapi semua itu menjadi kan orang-orang terbuai dan hanyut dalam kenikmatan tanpa ia sadari itu bisa mmenjadi suatu kemunduran yang dampak nya bisa fatal,karna itu pandai-pandailah memfilternya.
wss,wr,wb
By Siti Nurul Kamila on Apr 1, 2008 | Reply
Ass….
Akulturasi merupakan percampuran dua kebudayaan yang berbeda dan melahirkan perubahan antara dua kebudayaan tadi. Perubahan itu dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Terjadinya akulturasi ini mengakibatkan banyak perubahan baru dalam kebudayaan Indonesia. Masuknya kebudayaan itu dipengaruhi kembali oleh bangsa indonesia yang mempunyai sifat mudah terbuka untuk menerima kebudayaan baru yang datang ke Indonesia. Kebudayaan ini ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Melalui proses akulturasi ini pula dengan mudahnya bangsa lain menjajah bangsa kita. Untuk itu kita perlu waspada dalam menerima kebudayaan luar yang masuk ke Indonesia.
Wass…
By Puji astuti on Apr 1, 2008 | Reply
Ass……………
Akulturasi menurut saya adalah tercampurnya suatu kebudayaan yang dimana kebudayaan itu tersebar melalui berbagai berbagai macam proses baik langsung maupun tidak langsung. seiring perubahan zaman yang semakin maju tanpa disadari kita sebagai individu pun mengadopsi kebudayaan itu, contohnya saja dalam upacara adat, prosesi perkawinan hingga kematian tidak akan pernah lepas dari pengaruh kebudayaan luar dan dalam kesehariannya kebudayaan luar tersebut sering dianggap suatu hal yang tabu tapi masih tetap diadopsi.
Wss……………..
By henny on Apr 1, 2008 | Reply
Kebudayaan akan terus berkembang seiring berjalannya waktu,tak bisa di pungkiri penyebaran itu berakibat adanya percampuran dengan budaya baru. Tercampurnya budaya satu dengan budaya yang lain mengakibatkan keaslian budaya asal tidak dapat terelakkan, namun bisa saja akulturasi yang tengah terjadi. Tercapurnya budaya yang satu dengan yang lain tidak mengikis badaya yang ada. Seperti adanya kesenian wayang yang asli budaya indonesia tetapi menggunakan cerita dari negeri India seperti cerita rama dan shinta.
Dalam kancah globalisasi seperti sekarang ini tak bisa di hindari lagi adanya hal tersebut, sekarang bagaimana kita penyaring setiap budaya yang telah berkebang di masyarakat.Karena kita sebagai manusia tentu tidak mau di anggap sebagai kotak sampah segala budaya yang ada……
By santy Dwi Pratiwi on Apr 1, 2008 | Reply
Akulturasi adalah Istilah yang sering kita dengar, terutama kaitannya dalam hal yang berhubungan dengan budaya.
Akulturasi berarti proses percampuran kebudayaan yaitu antara kebudayaan asing dan kebudayaan lokal. Proses akulturasi bisa berjalan dengan damai dan kekerasan, dari kedua cara tersebut proses Akulturasi tetap terjadi. Contoh Akultursi di Indonesia dapat kita lihat dari segi bahasa, dimana banyak sekali kata serapan bahasa asing dalam bahasa Indonesia. Kata serapan ini diolah sedemikian rupa sehingga tidak menghilangkan ciri khas dari bahasa indonesia itu sendiri. Contoh lainnya, kebaya. Sekarang ini model kebaya lebih modern dan modis dibanding model kebaya zaman dulu, meskipun ada modifikasi, namun tetap tidak menghilangkan kesan etnik dari kebudayaan tersebut. Akulturasi tidak menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan, hal inilah yang menyebabkan proses akulurasi dengan mudahnya terjadi. Proses Akulturasi sampai sekarang masih terjadi, Kita pun mengalami proses Akulturasi, Akulturasi sangat penting bagi kebudayaan, dimana kebudayaan asing dan lokal dapat hidup berdampingan tanpa menyebabkan hilangnya kebudayaan lokal.
By Sri Wahyu. A on Apr 1, 2008 | Reply
Kebudayan memanglah memerlukan akulturasi apabila kebudayaan tersebut ingin berkembang dan menginginkan hal yang baru, namun budaya yang tidak berkembang menurut saya bukanlah budaya yang menuju kematian hanya saja budaya tersebut ingin mempertahankan kemurnian budayanya. Tapi kebanyakan budaya dinegara kita sudah banyak yang tersentuh oleh akulturasi dengan adanya modifikasi-modifikasi pada suatu budaya ya semua itu kana adanya migrasi.
By Irma on Apr 1, 2008 | Reply
Proses akulturasi telah lama dimulai yaitu sejak kedatangan bangsa-bangsa Asing. Mereka yang datang lalu melakukan kontak dengan rakyat pribumi dengan cara berdagang, penyebaran agama dan sebagainya. Secara perlahan-lahan bahkan tanpa disadari telah terjadi akulturasi kebudayaan antara kebudayaan lokal dengan kebudayaan luar. Menurut saya, akulturasi merupakan proses terjadinya perpaduan antara dua kebudayaan yang tidak jarang akan menghasilkan suatu kebudayaan baru. Unsur-unsur kebudayaan yang masuk hingga terjadinya penerimaan oleh rakyat pribumi tergantung kepada masyarakat penerima dan individu-individu yang membawa unsur-unsur kebudayaan tersebut. Reaksi penerimaan unsur-unsur kebudayaan itu berbeda-beda, ada masyarakat yang mudah menerima dan ada juga masyarakat yang tidak menerima unsur kebudayaan itu dengan dalih bahwa unsur-unsur kebudayaan itu sangat bertolak belakang dengan kebudayaan mereka. Bahkan ada yang sengaja mengisolasikan diri. Hal itu berarti individu-individu yang ada dalam kedudukan suku bangsa tersebut bersifat kolot. Inilah yang menyebabkan suatu kebudayaan sulit untuk mengalami perkembangan. Penolakan masyarakat terhadap unusr-unsur kebudayan itu tidak jarang menimbulkan suatu konflik atau perlawanan. Namun, dari semua itu kita patut manyadari bahwa bangsa kita memiliki local jenius sehingga kebudayaan asing itu dapat diolah sedemikian rupa sehingga unsur-unsur itu dapat diterima dan tidak menyebabkan hilangnya kebudayaan asli kita.
By Melisa Prawita Sari on Apr 1, 2008 | Reply
seiring berjalannya waktu, kebudayaan dan zaman pun akan semakin berkembang. salah satu yang menyebabkan berkembangnya budaya adalah karena adanya akulturasi atau percampuran suatu kebudayaan dengan kebudayaan luar/ asing tetapi tidak menghilangkan unsur-unsur dari kebudayaan asli tersebut. dengan masuknya unsur-unsur kebudayaan asing, ada yang mudah diterima dan ada yang sukar diterima/ hanya sebagian masyarakat saja yang menerima unsur-unsur kebudayaan tersebut. contoh kecil seperti yang terjadi di zaman sekarang adanya ajang pencarian wanita paling cantik dan pintar sedunia, Indonesia pun turut mengirim perwakilan untuk mengikuti ajang tersebut. sebagian masyarakat menolak ajang itu karena dianggap ajang mempertontonkan aurat karena masyarakat Indonesia mayoritas muslim, tetapi sebagian lagi menerima karena ajang tersebut dianggap sebagai ajang “kebanggaan”, dapat mengangkat harkat dan martabat suatu negara di mata dunia.
demikianlah, sepanjang kontak antar manusia terus terjadi maka persentuhan budaya/ akulturasi akan terus terjadi dengan segala permasalahannya karena tidak semua kebudayaan baru/ asing dapat diterima langsung oleh masyarakat.
By siti nurhapsah on Apr 1, 2008 | Reply
Proses akulturasi terjadi terus-menerus dan berkelanjutan.Manusia-manusia disekitar tanpa merasa langsung proses akulturasi terjadi,namun secara tidak sadar hasil dari akulturasi tersebut merasuk ke dalam pribadi masing-masing.
Akulturasi lebih nyata dirasakan dalam kebudayaan.Masuknya budaya barat ke bangsa kita ada yang pro dan kontra.Budaya barat tidak semuanya buruk.
Semuanya dikembalikan kepada pribadi masing-masing menilainya.Sejak dahulu bangsa Indonesia dikenal dengan lokal jeniusnya terhadap kebudayaan-kebudayaan asing yang masuk namun tidak menghilangkan jati diri ketimuran sendiri.
By diah eka rini on Apr 1, 2008 | Reply
sampai sekarang pun kita masih melakukan Akulturasi dan akulturasi dari budaya asing masih sangat di gemari.tidak hanya budaya barat “harajuku style” dari jepang pun di santap lahap oleh anak muda bangsa kita. tapi bangsa kita memang tidak berdaya karena negara kita berada di persimpangan jalan dan sudah sejak lama menjadi bandar pelabuhan besar untuk jalur perdagangan maka sangat mudah untuk terjadinya akulturasi. namun tetap diharapkan bangsa kita tidak melupakan jati diri bangsa kita sebenarnya dan tetap memegang teguh budaya nenek moyang.
By helmi hakim on Apr 1, 2008 | Reply
Akulturasi adalah suatu proses pembaharuan kebudayaan suatu kelompok masyarakat yang hanya akan dapat terjadi jika dalam suatu kelompok masyarakat itu kedatangan kebudayaan baru yang dibawa oleh kelompok lain.
By Dewi Komalasari on Apr 2, 2008 | Reply
Akulturasi..
di Indonesia adalah tempat stategis karena berada dipersilangan jalur perdagangan,hal itu lah yang menyebabkan berbagai suku bangsa bertemu dan menyatu dengan masyarakat pribumi.Dengan demikian terjadi proses akulturasi di Indonesia,dimana budaya luar masuk dan bercampur baur dengan kebudayaan lokal.akan tetapi tidak dapat dipungkiri budaya luar yang masuk ada sedikit banyak membawa energi negatif.hal itulah yang perlu kita cermati agar tidak menghilangkan kebudayaan yang kita miliki.jadi seharusnya kita harus menyaring budaya yang masuk tidak menelan mentah-mentah budaya luar tersebut.sehingga terjadi akulturasi positif yang kita inginkan.
By DINA YULINDA on Apr 2, 2008 | Reply
Mengutip pernyataan Bapa bahwa akulturasi tidak bisa dihindari, selama manusia masih melakukan kontak.Akulturasi tidak akan pernah bisa lepas dari kehidupan manusia, di tiap kehidupan Akulturasi akan terus ada. Terutama dalam Negara berkembang seperti Indonesia. Unsur kebudayaan luar akan cepat masuk tiada henti dengan berbagai macam cara dan jenis kebudayaan. Saat ini semua kembali pada kita bagaimana menerima kebudayaan tersebut, di era global ini kita di tuntut lebih lihai menyaring kebudayaan yang cocok, sesuai, dan menguntungkan kita, terutama yang merujuk pada kemajuan Bangsa ini. Kemudian kebudayaan tersebut bisa berjalan bersama kebudayaan murni Bangsa kita.Karena, bagaimanapun bagusnya kebudayaan asing, tetap saja kita tidak boleh lupa budaya sendiri karena dari sanalah kita lahir.
By Helma novieanty on Apr 2, 2008 | Reply
Akulturasi….
Proses bersatunya kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda dan menghasilkan suatu kebudayaan yang baru tanpa menghilangkan ciri atau identitas budaya yang sudah ada,yang melekat pada bangsa Indonesia.Akulturasi muncul dari rasa ketertarikan terhadap budaya asing yang masuk,yang apabila unsur masuk itu baik maka akan berdampak positif bagi kebudayaan yang sudah ada dan berdampak negatif apabila unsur yang masuk itu tidak baik.Akulturasi juga akan terus ada selama manusia masih terus melakukan interaksi-interaksi sosial satu sama lain dan selama manusia melakukan kegiatan-kegiatan dan aktifitas untuk suatu kemajuan.
By Nuril Najmi on Apr 2, 2008 | Reply
Dalam kehidupan diBumi ini Proses Akulturasi akan selalu ada,apalagi sekarang ini kita hidup dizaman yang serba canggih,mau apa saja bisa,seiring berkembangnya kecanggihan disemua bidang itu,maka tak diherankan berkembang juga proses masuknya Akulturasi,tinggal bagaimana kita memilih dan memilah,seleksi kemudian elaminasi mana yang bersifat positif dan menguntungkan serta mana yang menimbulkan kerugian khususnya bagi kita dan bagi bangsa kita umumnya,sehingga muncul dan tercipta kebudayaan yang tidak menghilangkan kebudayaan asli yang kita miliki,,
By Tria on Apr 2, 2008 | Reply
Assalamualaikum Wr Wb
Proses akulturasi dapat dengan mudah terjadi di suatu daerah karena adanya interaksi sosial yang baik antara si pembawa kebudayaan dan si pendukung kebudayaan. Namun, jika proses akulturasi tersebut terjadi di suatu daerah yang memegang teguh terhadap ideology ataupun kepercayaan dengan amat sangat fanatiknya, maka unsur kebudayaan tidak dapat diterima disana karena di anggap tidak sesuai bahkan bertentang dengan kepercayaannya. Proses akulturasi dapat terwujud jika kebudayaan itu di anggap bermanfaat bagi masyarakat pendukung (si penerima) kebudayaan tersebut dan sesuai dengan kebudayaan yang telah mereka miliki. Sebut saja masyarakat badui dalam. Kebudayaan luar sulit untuk masuk ke daerah mereka, karena mereka telah memiliki suatu kebudayaan dan terus diwariskan pada generasi mereka karena dianggap bermanfaat untuk kehidupan mereka.
Dari sini dapat saya simpulkan bahwa akulturasi adalah perpaduan dua unsur kebudayaan atau lebih menjadi kebudayaan yang baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli melalui waktu yang cukup lama.
By Haryani on Apr 2, 2008 | Reply
Meminjam Istilah dari tulisan anda;Akulturasi (acculturation, culture contact), adalah proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudyaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudyaan dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudyaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudyaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Kalimat tersebut diatas sangat menarik untuk dibahas.Dari pengertian tersebut,mengingatkan saya bagai mana sejarah proses masuknya dan berkembangnya Islam diNusantara.Bagaimana unsur-unsur Islam masuk dengan mudah dan cepat diterima oleh penduduk nusantara,yang mana penduduk nusantara tanpa harus kehilangan unsur-unsur lokal yang dimilikinya. Disamping itu unsur-unsur Islam yangt masuk justru bisa menjadi rahmat bagi masyarakat yang termasukinya.Misalnya, para budak pada zaman Hindu yang terinjak-injak karena kasta parianya bisa terbebas karena masuk Islam,dsb.
Namun ironisnya pada konteks sekarang, akulturasi abad 21,zaman H-TEK.lebih cenderung menjerumuskan manusia ke kehidupan yang tidak mempunyai makna. Akulturasi dari bangsa-bangsa asing yang masuk ke Indonesia,dibidang sosial budaya misalnya,lebih cenderung mengarahkan manusia ke budaya masyarakat hedonis,materialistis dsb.Dan seakan-akan bangsa indonesia tidak mempunyai daya untuk menyaringnya.Budaya-budaya asing yang masuk misalnya dapat dilihat dari maraknya kontes-kontes nyanyi seperti indonesian idol yang menyontek American idol,baju-baju untuk perempuan yang notabenenya banyak berasal dari perancang barat atau perancang lokal yang dapat didikan barat, sehingga baju kebaya yang dulunya selalu berbawahan tapih,pada akhirnya tidak tabu lagi bila dimodifikasikan dengan celana jeans ,Unsur budaya dari luar yang masuk dengan cara akulturasi maupun asimilasi seyogianya dapat difilter terlebih dahulu,karena dampak dari akulturasi akan terlihat dalam masyarakat dikemudian hari,apakah proses tersebut akan mempunyai dampak baik atau malah sebaliknya.
By Muhammad Hidayat on Apr 3, 2008 | Reply
Akulturasi adalah pembaruan dalam sebuah kebudayaan, akulturasi mutlak terjadi suatu kebudayaan baru masuk untuk beraktualisasi dengan kebudayaan yang lama, sehingga memunculkan suatu kebudayaan yang baru yang didalamnnya masih terdapat kebudayaan yang lama
By M.AGUSTIANNUR on Apr 3, 2008 | Reply
Bingung memang menentukan yang baik dan yang kurang baik diterapkan, namun saya rasa ada semacam bentuk kpribadian dari kebudayaan itu yang hilang. Saya sendiri merasa bahwa yang selama ini saya pakai, selama ini saya lakukan merupakan adaptasi dari orang - orang yang ada dilingkungan saya tanpa peduli asal muasal semua itu. Akulturasi yang saya lakukan merupakan warisan dari kedua orang tua saya jadi apa yang diberikan saya anggap merupak yang terbaik dan pantas saya dapatkan. Budaya saat ini adalah sebuah warisan yang turun temurun dan pada perkembangannya kebudayaan itu menyesuaikan dengan keadaan dinamika jaman yang terjadi tergantung pribadi masing - masing dalam menanggapinya.
By toni f on Apr 3, 2008 | Reply
cihuiiii…akulturasi yang unik pak, menurut saya adalah akulturasi antara beragam budaya campur baur di banjar ini..bagaimana tidak melayu, jawa, dan dayak. ada yang bilang dari bugis juga membaur, dan bisa menyatu dengan hasil yang cumlaude. heee… banjar adalah tempat dimana orang-orang berinteraksi dengan baik dulunya, mulai dari pedagang, kalangan ulama dan yang laennya…semuanya dalam konteks akulturasi kebudayaan manusia…nah kita sudah sedikit memahami tentang akulturasi kebudayaan manusia, baik dengan jalan damai atau yang sedikit “bepaksaan”
boleh nanya gak pak..?
lahir dan berkembangnya teknologi dalam konteks kebudayaan manusia apa bisa disebut dengan akulturasi teknologi terhadap kebudayaan manusia atau manusia yang membudayakan teknologi terhadap perkembangan kebudayaan manusia itu sendiri..waduh jadi bingung pak…heee soalnya perkembangan teknologi saat ini begitu pesat, dan cepat ditangkap oleh manusia…tertentu siiih heee. justru jadi membudaya gitu..akulturasi teknologi atau kemajuan peradaban manusia???
By Erina Marsiana on Apr 3, 2008 | Reply
Proses Akulturasi memang sudah ada sejak dahulu kala dalam sejarah kebudayaan, tetapi proses akulturasi yang mempunyai sifat yang khusus baru timbul ketika kebudayaan-kebudayaan bangsa-bangsa Eropa mulai menyebar kesemua daerah lain yang ada di muka bumi ini, dan mulai mempengaruhi masyarakat-masyarakat suku masyarakat-masyarakatsuku-suku bangsa.
masalah-masalah yang berkaitan dengan akulturasi bisa dikatakan mengenai masalah unsur-unsur kebudayaan asing apa yang mudah diganti atau diubah, dan unsur-unsur apa yang tidak mudah diganti atau diubah oleh unsur-unsur kebudayaan asing dan mengenai ketegangan-ketegangan dan krisis-krisis sosial yang timbul sebagai akibat akulturasi. jadi akulturasi bisa dikatakan sebagai yang memunculkan kultur-kultur baru hasil kombinasi kedua kultur.
By Septha on Apr 7, 2008 | Reply
Akulturasi adalah suatu hal yang tak mungkian dapat dihindari oleh setiap manusia yang hidup di dunia ini. Tetapi akulturasi ini sendiri tergantung pada manusianya apakah dia mau menerima kebudayaan lain untuk menjadi bagian dari kebudayaannya tanpa meninggalkan jati dirinya atau malah menentangnya. Karena manusia adalah makhluk yang dinamis.
By Catur Widyastuti PH on Apr 9, 2008 | Reply
Catur Widyastuti PH
Memang benar akulturasi tidak lepas dari kontak sosial yang terjadi di masyarakat,yang sudah terjadi jauh sebelumnya.Dengan akulturasi di harapkan dapat menambah wawasan kita sebagai manusia yang menjadi pendukung suatu kebudayaan lahir.Akulturasi dapat diterima tergantung pada manusianya,bagaimana menanggapi suatu kebudayaan lain hadir di kehidupan mereka tanpa mengenyampingkan kebudayaan sendiri.
By M.Rizal on Apr 11, 2008 | Reply
Saya setuju dengan kesimpulan yang anda tuliskan! akulturasi dapat terjadi tanpa melalui kontak atau interaksi langsung! kebudayaan milik orang yang jauh diseberang lautan sono, tiba-tiba sudah masuk kewilayah kita! mungkin karena IPTEK yang tidak bisa kita kelola yang menjadi biang keroknya!
By ririn sri nurwanti on Nov 16, 2008 | Reply
Saya itu minta contoh2 akulturasi bukannya minta penjelasan tentang akulturasi,,saya mohon kasih saya contoh-contoh akulturasi donk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
By Ismawardah on Feb 19, 2009 | Reply
Akulturasi sudah terjadi sejak lama, apalagi dizaman Globalisme yg sud
By sigit kurniawan on May 7, 2009 | Reply
akulturasi itu contone …