Menulis ‘Melayani’

23 March 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

AMBARWATI: Wah Pak, empat hari tidak mengunungi blog Bapak, banyak banget postingan baru. Ketinggalan deh … maraton nich membacanya. Bagaimana agar produktif menulis?

SANTAI. Menulis menuangkan pikiran, ekspresi diri, katarsis, sampai menjalin slitarurrahmi sudah ditulis. Kali ini menilik dari dimensi lain, menulis melayani. Melayani? Memangnya siapa yang dilayani? Seperti pramusaji saja. Yah terserah. Pada katup memotivasi, konsep ‘melayani’ muncul tanpa diundang. Pertanyaan teman-teman pengunjung www.webersis.com dan www.menulismudah.com diusahakan dijawab. Saya senang saja, tersenang begitu menjawabnya.
 
Biasaynya, begitu ada pertanyaan langsung dijawab. Semakin banyak dijawab, semakin banyak tulisan. Jawaban-jawaban tersebut, ditambah aneka tulisan lainnya, tentu saja menjadikan tulisan banyak. Mungkin, itulah yang dikatakan orang produktif. Pertanyaannya kenapa menjawab?
 
Bodohnya saya, tidak mencari alasannya, tidak terpikirkan. Setelah diurai-urai di ranah pikiran, sampailah pada konsep ‘melayani’. Banyak pe-sharing punya pertanyaan, saya menjawab. Sekalipun bisa ngawur, he he. Ya, dijawab saja.
 
Dulu, di ruang kuliah atau kalau bertemu teman-teman sering ditanya: Bagaimana ya agar bisa menulis di surat kabar seperti Pak Ersis? Saya memang penulis yang rajin di media cetak. Ratusan artikel tersebar di berbagai media. Pada harian Radar Banjarmasin saja ada ratusan tulisan. Sejak Radar Banjarmasin terbit rutin menulis.
 
Oh ya, saya menulis apa saja. Pertanyaan bagaimana menulis dijawab di Radar Banjarmasin dalam format artikel. E … begitu dikumpulkan jadi buku Menulis Sangat Mudah. Buku terbitan Mata Khatulistiwa Jogja tersebut, jangankan dicetak dua kali  (2007-2008), diterbitkan saja, sungguh kejutan berarti. Aalagi, laku di pasaran. Entah kenapa, enteng saja menjawab pertanyaan-pertanyaan teman-teman.
 
Begitulah. Ketika belajar ngeblog rupanya tema menulis cukup disenangi. Soal ada yang tidak senang, bahkan menghujat, bukan urusan saya. Setahun penyangan www.webersis.com, kini diklik 600-800 pengunjung setiap hari. Tidak mengira, tujuh buku tentang menulis terlahir. Tiga buku sudah dicetak dan empat dalam proses editing. Buku ke delapan sedang dalam proses tulis. Termasuk tulisan ini. Lho kog iso?
 
Ya iso ae mBak. Pagi hari, biasanya menulis satu artikel, menjelang tidur satu artikel. Kalau lagi libur bisa sampai empat. Alhamdulillah, satu artikel ditulis 15-25 menit. Terkadang, sambil chat atau menonton sepakbola. Gilanya, entah fenomena apa ini, sejak dua minggu lalu rajin menonton Dangdut Dadakan. Hanya bisa dikalahkan Kick Andy atau Oprah Show. Layar komputer saya bisa ‘melayani’ semua itu.
 
Melayani pertanyaan dijadikan amunisi. Ditambah untuk bahan kuliah, seminar, laporan penelitian, dan sebagainya, semakin melancar menulis. Intinya, dilakukan. Ya, aktivitas menulis, pertama-tama tentu kebutuhan pribadi. Pada kadar tertentu, ‘menghimbau’ finansial. Menulis karya penelitian, konsep ini-itu sampai Visi-Misi Pilkada, disain inovasi pendidikan, biografi, dan yang paling menyenangkan menulis Laporan Khusus untuk tabloid saya, Bandjarbaoer Post. Semua itu menyantaikan pikiran.
 
Kini, karena beberapa orang dari KP EWA’MCo. sudah cukup syarat, dipercaya meneliti beberapa ‘pesanan’, menulis orderan perkembangan satu daerah dua biografi tokoh lokal. Saya memilih menulis buku. Suatu kali seseorang memotivasi, tepatnya menghina, tidak mampu menulis buku ajar. Ya, sudah, anggap saja permintaannya, dan dilayani. Tiga buku ajar ditulis bersamaan.
 
Maksud, saya dalam menjaga keberlangsungan menulis kita perlu pemicu, dan ‘penasehat’. Jangan sampai permintaan, bahkan hinaan, mematahkan semangat menulis. Apalagi, membuat stress. Sebaliknya jadikan ‘pembakar’; penyemangat. 
 
Artinya, dapatkan hal-hal yang menjadikan kita lebih terdorng menulis, dan lakukan dengan … santai. Mula-mula agak susah, tetapi setelah fasih, semuanya jadi mudah. Menulis Sangat Mudah.
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 23 Maret 2008.

  1. 8 Responses to “Menulis ‘Melayani’”

  2. By mathematicse on Mar 23, 2008 | Reply

    Iyaaaaaaaaaaaaaaa setujuuuuuuuuuu….. :D Pertanyaan orang-orang kita jadikan pemicu kita untuk berpikir. :D

  3. By meiy on Mar 24, 2008 | Reply

    bagi saya tahap mneulis santai saja dan nikmat sudah pak, masih berjuang belajar melipat waktu hehe :D

  4. By german on Mar 24, 2008 | Reply

    menulis-melayani? kalo melayani menulis sih sah-sah saja.. yg anehnya kebanyakan blogger mania kita yg menulis tanpa perasaan ‘melayani’ biasanya mereka hanya berusaha ‘terlayani’ dgn panduan menulis pak ersis! dan terkadang juga menulis memerlukan konsentrasi waktu yg tepat –terkecuali yg ahli menulis–, tapi menurut saya sih ngga ada masalah, yah.. paling enggak para pengunjung webersis.com ini bisa terlayani… hehe.. iya ga pak?!

  5. By Edi Psw on Mar 25, 2008 | Reply

    Tapi bagi saya sendiri, menulis itu mudah-mudah susah. Kalau lagi mood, pikiran jernih, rasanya lancar mau menuangkan kata-kata itu. Tapi kalau lagi tidak mood, pikiran seperti buntu. Gimana itu ya, Pak?

  6. By Yari NK on Mar 25, 2008 | Reply

    Menulis memang ‘mudah’ dalam arti kata kita menulis sesuatu yang berkualitaspun terkadang muncul begitu saja daripada otak kita dan tangan kita. Namun saya sudah merasakan sendiri bagaimana sulitnya menjaga konsistensi kualitas tulisan saya. Saya sadari benar akhir2 ini kualitas tulisan saya sangat menurun. Sepertinya saya sadar sebagai makhluk Allah yang kurang sempurna seseorang (termasuk saya) pasti ada batasnya, tak mungkin seseorang tidak ada batasnya (hanya Allah saja yang tanpa batas kemampuan), alangkah sombongnya kalau kita mengatakan kita dapat terus bertahan dengan derajad ketinggian yang konstan setiap waktu. Kan juga ada pepatah sepandai2 tupai melompat akhirnya jatuh juga. Yah, terkadang bagi sebagian orang mereka sadar bahwa mereka telah “jatuh” bagi sebagian orang lain tidak sadar bahwa mereka “sudah jatuh dari dulu” atau bagi sebagian orang lain mereka belum sadar bahwa sewaktu2 mereka pasti akan jatuh juga…… Yang harus kita lakukan adalah berusaha memang untuk “melayani” namun kita siap2 untuk menyadari bahwa mungkin tidak selalu ‘layanan’ kita akan memuaskan……..

  7. By unai on Mar 27, 2008 | Reply

    ya ampunnn pagi satu artikel, siang satu artikel, malam sebelum tidur juga satu..sudah kaya minum obat saja ya pak…hehe, iya saya kan coba deh seperti Bapak…thanks pak ya

    ***Mudah kan? Kalau kita bisa makan rutin, menulis kenapa tidak?

  8. By Toni on Mar 27, 2008 | Reply

    Pak Ersis memang sangat produktif setiap berkunjung ke blognya selalu ada posting baru. Selalu memberikan semangat siapapun untuk produktif. Salam Pak
    Ersis.

    ***Yoi,mari kita sama-sama menulis. OK?

  9. By dadan on Mar 31, 2008 | Reply

    Pak, Thx infonya.

    Buat saya, saat paling sulit untuk menulis adalah… memperoleh ‘lead’ dan mood… hahaha…

    ***Berarti tinggal mempermudahnya saja lagi … kiatnya, latiha. Tulis, tulis, dan tulis he he

Post a Comment