Antropologi: Penyebaran (Unsur-Unsur) Kebudayaan
16 March 2008 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Terlepas dari perdebatan yang tidak kunjung usai tentang dari mana manusia berasal, dan atau, proses ‘menjadinya’ manusia sekalipun ada ‘bukti’ hasilan ekskavasi purbakala, dalam pemahaman Islam, hal itu sudah final: Manusia berasal dari Adam. Adam dan Hawa berasal dari surga dan ketika diusir dari surga bertemu di Padang Arafah. Dimana surga, dimana Padang Arafah, atau dimana Adam dan Siti Hawa ‘diturunkan’, tidak dibahas pada tulisan berikut.
Begitu juga gugatan ‘usil’ yang boleh jadi membangkitkan daya pikir kritis. Begitu Iblis diusir dari surga karena membantah perintah Allah SWT bersujud kepada Adam, bukankah berarti Iblis tidak lagi di surga? Lalu, Adam digoda Iblis memakan buah khuldi. Bagaimana caranya? Pakai telepati atau apa? Muatan pesan yang dipetik, manusia dari sononya membawa risalah berpindah, bermigrasi, hijrah.
Sejarah manusia adalah juga sejarah perpindahan. Dalam bahasa akademik, migrasi. Nenek moyang bangsa Indonesia, konon berasal dari Champa yang datang bergelombang ke Nusantara. Dalam kaji pandang antropologi, perpindahan tersebut juga membawa kebudayaannya. Dengan kata lain, perpindahan dan atau penyebaran manusia berarti pula penyebaran (unsur-unsur) kebudayaannya. Itulah yang disebut proses difusi.
Satu bentuk difusi, langsung dibawa oleh manusia yang bermigrasi secara berkelompok. Sebaliknya, dapat pula dibawa oleh individu-individu yang mengakibatkan terjadi kontak kebudayaan. Katanlah pedagang, pelaut, atau penyebar agama. Bukti-buktinya dapat kita pindai dari sejarah manusia.
Bisa pula, unsur-unsur kebudayaan berdasarkan pertemuan antara individu dalam satu kelompok dengan individu kelompk lainnya. Caranyapun beragam-ragam. Bisa dengan damai, tidak jarang pula melalaui kekerasan. Kita mengenal penaklukan suatu daerah oleh sekelompok manusia dari daerah lain.
Sejarah berkhabar, Porrtugis dan Sapanyol bersemangat ancient Imperlism bersemboyan Gospel, Gold, dan Glory mendatangi daerah-daerah terra incognito lalu menjajah. Agama dan kebudayaan dijadikan beking. Begitu pula Inggris, Belanda, Jerman, dan negara Eropa lainnya. Hebatnya, mereka mengklaim sebagai bangsa paling ‘berprikemanusiaan’ di buka bumi ini. Jangan pula heran, anak negeri mantan daerah jajahan melihat ‘tuannya’ sebagai paling baik, sumber kebenaran. Amerika Serikat sukses besar memakai Bom Atom. Nagasaki dan Hiroshima buktinya. Iran, Korea Utara, atau Indonesia jangan mimpi memanfaatkan nuklir, sekalipun untuk tujuan damai. Itu seolah hak paten, hasilan kebudayaan mereka.
Dengan kata lain, ‘persentuhan’ kebudayaan selalu menjadikan pemilik kebudayaan unggul menjadi ‘pemilik kebenaran’. Sekalipun demikian, apalagi dewasa ini, dunia telah ‘menyatu’ dalam ayunan kesejagatan, globalisasi. Karena itu, perseuntuhan kebudayaan akan lebuh meyeruak. Hatih-hatilah. Dunia manusia adalah dunia kompetisi berbasis kompetensi. Bisa jadi kembali ke hukum jahiliyah, hukum rimba. Siapa yang kuat itulah jadi pemenang.
Penyebaran unsur-unsur kebudayaan, dapat pula melalui jalan ‘lunak’. Ambil contoh kecil dalam keseharian. Betapa di negeri tercinta ini, kalau makan di restoran fried chicken ‘rasa budaya’ seolah terpongah. Kita lupa, Ayam Kampung jauh lebih sehat. Di daerah asalnya masuk kategori junk food alias makanan sampah.
Jangan pula heran, anak-anak gadis berbangga memakai BH triump atau wacaol. Padahal, ya padahal, jangankan artinya, kepanjangannya saja tidak tahu. Padahal lagi, kalau pakai istilah kutang langsung dimengerti. Lebih nasionalis, bo.
Dengan kata lain, dalam meraup unsus-unsur kebudyaan asing sudah saatnya dipertegas, ambillah yang positif, jangan yang negatif, dan atau merugikan. Dari sejarah panjang negara maju diambil hal-hal baik. Bukanknya terjebak pola kelakukan kuno mereka.
Simak dagelan politikus. Kenapa tidak langsung membangun negara ini, dalam arti potensi dan ‘kekuatan’, untuk aksi pembangunan. Meniru-niru demokrasi negara maju, bukan pada hasilan, tapi pada praktik awal. Negara maju berposisi pada, misalnya, ke politik dua atau tiga partai. Kita puluhan, mungkin ratusan partai. Atas nama demokrasi. Berapa SDM dan sumber daya finansial terkuras untuk itu. Hampir tiap hari sibuk pemilu. Ribut tentang calon, setelah terpilih menggugat pilihan. Dan sebagainya. Kapan membangunnya?
Ketika membaca tulisan ini, berinternet ria, pada dasarnya ‘mengambil’ unsur-unsur kebudyaan Barat yang mulanya dikembangkan untuk kepentingan Departemen Keamaan Amerika Serikat. Manfaatkan maksimal, jangan berkutat soal hal buruknya. Semisal, mengunduh gambar susu besar Pamela Anderson atau tayangan situs-situs porno.
Jangan pula ikut logika pejabat pengambil kebijakan bidang TIK yang lambat. Mereka baru akan, sekali lagi baru akan, memblok situs porno. Padahal, kehadiran internet di wilayah terbuka nasional sudah puluhan tahun. Terlambat, dan selalu terlambat. Terlelap memang menyamankan kali. Soal tugas dan tanggung jawab kan bisa didiskusikan, atau dicarikan alasan. Bagaimana kalau menghapus pratik korupsi kalau aparat penghapus menerima suap. Aya aya wae.
Dengan kata lain, penyebaran unsur-unsur kebudayaan bisa melalui jalan kekerasan bisa pula melalui hal yang tidak disadari. Mari, kita cermati dan berhati-hati. Bahasan tentang difusi dan cabang-cabangnya akan dilajunjutkan pada tulisan lainnya.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Banjarbaru, 16 Maret 2008.













70 Responses to “Antropologi: Penyebaran (Unsur-Unsur) Kebudayaan”
By hanna on Mar 16, 2008 | Reply
Wah, Bapak kenal merk Triumph dan Wacoal juga ya?
hehehe.
Manusia lahir dari manusia lainnya. Manusia dibekali kesadaran yang tidak dimiliki hewan. Seberapa tinggi kesadaran manusia itu, ya kembali lagi ke pribadinya masing2. Kebudayaan tercipta karena lingkungan dengan melibatkan berbagai unsur masyrakat.
Ya, semakin kita mencintai kebudayaan sendiri, kita tidak akan terpengaruh oleh kebudayaan luar.
Kalau kebudayaan luar termasuk masakan dan lainnya bisa laris manis di Indonesia, kenapa juga Indonesia tidak bisa melakukan hal yang sama?
Kita mempunyai ribuan kebudayaan yang unik dan menarik yang membuat kebudayaan kita berbeda kebudayaan lainnya. Sayangnya, belum digali dengan seksama.
***He he … kan pernah jualan
By Toni on Mar 16, 2008 | Reply
Selalu terbuka dengan budaya luar, memahaminya, menghormati perbedaanya, ambil yang bagusnya, tinggalkan yang buruknya. Salam Pak Ersis.
By Akbar Alamsyah Hidayat on Mar 16, 2008 | Reply
Ass…….
Budaya merupakan sebuah identitas suatu komunitas atau bangsa yang mana mempunyai karakteristik masing-masing yang menggambarkan bagaimana ciri khas bangsa itu. Dengan kata lain kebudayaan merupakan pembeda.
Wss………
By Rumadi on Mar 16, 2008 | Reply
Ass.
Budaya menurut saya sangat banyak sekali. Apalagi kebanyakan buruk dan itu tidak pernah mau di perbaiki padahal sudah nyata bahwa itu salah tetapi masih saja dilestarikan. Tapi memang itulah manusia susah untuk berubah. Terima kasih Pak.
Wss.
By Risma Yunyta on Mar 17, 2008 | Reply
di Nusantara yang sekarang ini kita sebut Indonesia proses penyebaran unsur-unsur kebudayaannya memiliki sejarah yang panjang dari datangnya bangsa Barat pertama kali sampai masuknya pengaruh-pengaruh Barat di era modern. jadi dalam perjalanan yang panjang itu kita harus bisa memfilter mana yang baik dan bermanfaat untuk, tidak berlawanan dengan nilai yang sudah ada di masyarakat. penyebaran unsur budaya penting agar manusia bisa lebih maju, tidak tertinggal jika memanfaatkannya sebaik mungkin. bangsa indonesia harus memiliki ciri khas sendiri dalam masalah budaya.
By Muhammad Fauzi on Mar 17, 2008 | Reply
Proses penyebaran kebudayaan mamang sudah tidak bisa dibendung lagi dalam arus globalisasi sekarang ini. Banyak kebudayaan luar yang masuk bahkan mungkin sudah berpindah ke kita, sebut saja seperti contoh di atas kebanyakan orang kita lebih suka atau pengen disebut tajir jua, makan di KFC…padahal kita tahu KFC atau apalah yang sejenisnya itu kan produck luar, itu sebagian sudah membudaya di kita. Kemudian contoh yang lain adalah masuknya teknologi internet, mengenai baik buruknya keberadaan internet itu kan urusan kita bagaimana menggunakannya, kebanyakan orang menyalahgunakannya, sepeti membuka situs porno yang jelas-jelas mamang bertentangan dengan kebudayaan kita. Jadi, masuknya unsur-unsur kebudayaan yang sekarang penyebarannya sudah tidak bisa dibendung lagi ini harus kita kembalikan pada diri kita masing-masing, kembalikan kepada individu masing-masing bagaimana memfilter mana kebudayaan yang baik untuk diterima dan mana yang buruk.
By olangbiaca on Mar 17, 2008 | Reply
Aslkm. pak ERSIS
Benar sekali pak, hari ini banyak pergesaran nilai dan budaya, maka terjadilah degradensi akhlaq, budaya hedonis dsb.
Menurut Syaikh DR. Yuusf Al-Qardawi hari ini adalah zaman JAHILIYAH MODERN.
By Setiyadie on Mar 17, 2008 | Reply
Ass, EWA..
Jalur masuknya kebudayaan memang beragam, baik yang kita sadari maupun tidak. Kebudayaan juga tidak smuanya cocok dengan kepribadian kita sendiri, oleh karena itu kita harus menyaring benar-benar jenis-jenis kebudayaan yang kita temukan di jaman sekarang ini, agar kita tidak terjebak oleh kebudayaan asing yang dapat merusak kebudayaan asli kita bangsa Indonesia. Proses pencampuran kebudayaan sebenarnya juga terjadi sejak lama dan secara tidak disadari melahirkan suatu wujud kebudayaan baru yang dianggap lebih baik. Kebudayaan itu tidak terbatas pada ruang dan waktu dan akan mengalami perkembangan atau mungkin perubahan bila terjadi interaksi dengan unsur kebudayaan lain. oleh karena itu dalam menanggapi masuknya kebudayaan luar, kita harus lebih waspada dan membentengi diri agar kebudayaan asli kita, orang timur, bangsa Indonesia tetap tumbuh dan berkembang tanpa adanya ganguan pihak luar.
By Riduan Saidi on Mar 17, 2008 | Reply
Ass… EWA
Difusi atau tersebarnya unsur-unsur kebudayaan ke segala penjuru bumi ini. Ada yang bisa kita sadari maupun tidak. Seperti kata EWA kita begitu bangga dengan apa-apa yang namanya berbau asing, entah makanan, minuman, pakaian, dan lain-lain. Difusi dapat dilihat dari cara penyebaran dan sifat kebudayaan itu sendiri.
Difusi ada yang sifatnya sama atau tidak berubah bentuk kebudayaan dari tempat asalnya. Yang seperti ini dinamakan hubungan symbiotic. Bentuk yang seperti ini banyak kita temukan di kawasan Afrika, hubungan antara suku-suku bangsa Afrika dengan suku-suku bangsa Negrito. Di sini suku Negrito hidup dari meramu dan berburu sedangkan suku Afrika hidup dari berladang. Mereka saling bertukar hasil berburu dengan hasil ladang tanpa terjadinya proses pengaruh kebudayaan.
Ada lagi proses stimulus diffusion, penyebaran unsur-unsur kebudayaan ini berlangsung dengan perantara kelompok lain. Kelompok pemilik kebudayaan ini malah tidak berhubungan langsung dengan kelompok yang menerima kebudayaan tersebut. Kelompok yang menerima kebudayaan menyebarkan lagi pada kelompok lainnya. Sehingga terjadi difusi yang meliputi jarak yang besar melalui rangkai pertemuan deret suku-suku bangsa. Terima kasih. Wass.
By Tria on Mar 17, 2008 | Reply
Dalam jaman serba praktis sekarang ini, penyebaran kebudayaan dari satu tempat ketempat yang lain sangat cepat sekali. Bahkan tanpa adanya kontak langsung antar individu, karena penyebaran kebudayaan dapat disebarkan melalui media elektronik yang serba canggih.
Terlepas dari positif negatifnya dampak penyebaran unsur – unsur kebudayaan tergantung bagaimana yang dapat kita “adopsi” sebagai kebudayaan yang akan kita anut sesuai dengan kemampuan otak kita dan kepribadian kita. Filterisasi sangat diperlukan dalam penerimaan unsur – unsur kebudayaan yang masuk dalam masyarakat maupun dalam diri kita.
By Novi Ariyanti on Mar 17, 2008 | Reply
Terjadinya difusi memang tidak dapat kita hindari selama manusia masih saling berinteraksi. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan tersebut bisa terjadi karena ‘paksaan’ dan juga secara tidak disadari. Di Indonesia sendiri proses difusi terjadi karena dua hal tersebut. Akan tetapi, sebagai bangsa yang mempunyai budaya sendiri, kita hendaknya mampu menyaring budaya-budaya mana yang akan kita terima dan yang mana kita buang.Jangan sampai karena terlena dengan budaya luar yang masuk, kita kehilangan jati diri kita sendiri.
By Asmia ulfah on Mar 17, 2008 | Reply
masuknya kebudayaan ke negara kita sering tidak kita sadari.terkadang kita bangga akan kebiasaan yang dianggap orang adalah suatu yang bergengsi,seperti dalam tulisan EWA orang yang makan di KFC sering kali bangga dan tanpa disadari itu merupakan makanan sampah bagi orang barat.kebudayaan yang masuk memang tidak bisa ditolak jadi tidak salahnya kalau kita terlebih dahulu waspada karna sering kali kebudaan luar sangat merugikan bagi kita semua.tirulah kebudaan luar yang dapat menguntungkan kita misalnya cara berpikir mereka yang selalu ingin maju dan menghargai waktu.
By Tria Sakti Lianti on Mar 17, 2008 | Reply
Dalam jaman serba praktis sekarang ini, penyebaran kebudayaan dari satu tempat ketempat yang lain sangat cepat sekali. Bahkan tanpa adanya kontak langsung antara individu, karena penyebaran kebudayaan disebarkan melalui media elektronik yang serba canggih.
Terlepas dari positif negatifnya dampak penyebaran unsur – unsur kebudayaan tergantung bagaimana yang dapat kita “adopsi” sebagai kebudayaan yang akan kita anut sesuai dengan kemampuan otak kita dan kepribadian kita. Filterisasi sangat diperlukan dalam penerimaan unsur – unsur kebudayaan yang masuk dalam masyarakat maupun dalam diri kita.
By Dwi Setiowati on Mar 17, 2008 | Reply
Manusia memang dianggap sebagai penyebar kebudayaan, selain itu manusia juga dianggap sebagai penurun/penular kebudayaan kepada penerusnya. Sepertinya hal itu sudah menjadi cap/trade mark manusia. Jadi, awal munculnya manusia dan penyebaran juga merupakan awal munculnya kebudayaan dan penyebaran kebudayaan itu sendiri.
Namun, untuk masalah kebudayaan yang datang dari Barat. Hal itu sudah menjadi hak masing-masing individu untuk menerima atau menolaknya. Atau bahkan untuk mencampurnya dengan kebudayaan yang ia miliki.
Selain hak kita juga punya kewajiban, untuk memilah yang baik dan benar dari kumpulan kebudayaan. Tanpa harus mencela kebudayaan yang lain.
By nurkhulis wardani on Mar 17, 2008 | Reply
ass…….
kebudayaan luar tentu bagus untuk bangsa luar. budaya dalam negri tentu baik / sesuai untuk kita. budaya luar belum tentu sepenuhnya baik untuk bangsa kita, banyak budaya luar yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat kita. budaya luar yang berdampak positiv saja yang sebaiknya kita masukan untuk mengembangkan budaya yang ada. tergantung kita memilahnya OM.
By santy Dwi Pratiwi on Mar 17, 2008 | Reply
Manusia sangat berperan penting dalam penyebaran unsur – unsur kebudayaan. Proses penyebaran kebudayaan dapat berjalan secara damai(Penetration Pacifique) dan ada juga yang tidak berjalan secara damai, yaitu peperangan. Zaman sekarang penyebaran unsur- unsur kebudayaan sangat mudah menyebar dari satu daerah ke daerah yang lain. Contohnya trend mode di Amerika dengan cepatnya masuk ke Indonesia, model – model baju seperti Tank Top, T- shirt, Halter Neck hingga Ballgown sangat Hip di Indonesia. Model – model baju dari Amerika ini sudah menjadi bagian dari fashion orang Indonesia. Hal ini terjadi karena orang Indonesia menerima kebudayaan tersebut Sebagai generasi muda kita memang harus pintar memfilter diri kita, kita tidak harus menerima semua unsur kebudayaan asing yang masuk ke tempat kita, tetapi kita mesti memilah mana unsur – unsur kebudayaan yang baik dan sesuai untuk kita.
By mini febrianti on Mar 18, 2008 | Reply
Migrasi yang lambat dan otomatis artinya sejajar dengan perkembangan manusia yang senantiasa berkembang biak atau berketurunan sejak manusia ada dipermukaan bumi hingga saat ini.
Penyebaran unsur-unsur kebudayaan dan migrasi kelompok-kelompok manusia dimuka bumi disebut proses difusi.Bentuk difusi dari penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang berdasarkan pertemuan antara individu dan kelompok antara lain dengan cara:
1.Hubungan bentuk kebudayaan yang tidak berubah.
2.Bentuk hubungan yang disebabkan karena adanya perdagangan.
Unsur-unsur kebudayaan asing dibawa oleh para pedagang masuk kedalam kebudayaan penerima yang tidak sengaja dan tanpa paksaan:
-pemasukan secara damai dengan usaha dari para penyiar agama
-pemasukan secara tidak damai dengan cara peperangan atau penaklukan
Dalam mengadopsi budaya dari luar hendaknya kita bisa menyaring dan memilah budaya mana yang dapat dan sesuai dengan apa yang menjadi kebudayaan asli kita.
By Ni Leh Sri Arsini on Mar 18, 2008 | Reply
Manusia dimuka bumi ini sering melakukan migrasi yaitu penyebaran. Migrasi itu sendiri ada yang bersifat cepat ada pula yang lambat. Banyak alasan manusia untuk melakukan migrasi. Salah satunya yaitu mencari daerah baru untuk melangsungkan hidup mereka. Bukan saja hanya manusia yang dapat melakukan penyebaran atau migrasi. Unsur-unsur kebudayaan juga dapat nelakukan penyebaran yang disebut difusi. Hal ini akan memunculkan akulturasi yaitu percampuran kebudayaan. Di dalam proses difusi dan akultrasi ini,keadaan masyarakat sangat mempengaruhi yaitu bagaimana respon masyarakat terhadap kebudayaan itu sendiri. Dengan adanya proses difusi dan akulturasi, maka tidak semua kebudayaan bersifat positif. Benar apa kata bapak “dalam meraup unsar-unsur kebudayaan asing sudah saatnya di pertegas, ambilah yang positif, jangan yang negatif, dan atau yang merugikan”. Maka dari itu kita harus dapat menyaring setiap kebudayan yang masuk. Proses migrasi, difusi, dan akulturasi ini akhirnya dapat pula memunculkan asimilasi yaitu proses sosial yang muncul dalam masyarakat.
By Zul Haziah on Mar 18, 2008 | Reply
Terjadinya persentuhan kebudayaan antarnegara di era globalisasi ini memang akan sering terjadi, karna seperti yang kita ketahui globalisasi memuat kebebasan dan kemudahan dalam melakukan perpindahan, baik untuk kepentingan ekonomi, politik, maupun kepentingan social dan budaya, yang disebut sebagai proses difusi. Tanpa lagi melihat dari mana asal kebudayaan tersebut, tidak disadari dan tanpa memikirkan apakah budaya yang diambil bersifat positif atau negative. Yang ada hanya keinginan untuk meniru atau mengambil budaya-budaya yang dianggap lebih maju atau modern.
Misalnya saja penggunaan hp, yang sekarang tidak hanya memiliki satu fungsi yaitu sebagai alat komunikasi, tetapi juga memiliki multifungsi. Dari memotret, merekam suara dan video, internet, sampai bertransaksi / melakukan berbagai macam pembayaran, dan sebagainya. Dengan adanya alat komunikasi yang multifungsi ini, seharusnya banyak manfaat atau hal-hal positif yang bisa diambil. Tetapi, pada kenyataannya ada saja pihak-pihak yang memanfaatkannya untuk hal-hal yang negative atau merugikan orang lain.
Meniru ataupun mengambil budaya-budaya luar yang maju dan modern memang baik, karna bagaimanapun kita perlu melakukannya untuk bisa memudahkan kita dalam memenuhi berbagai macam keperluan hidup dan bisa ikut berkompetisi dalam era globalisasi ini. Akan tetapi, seringkali kita terbuai dengan kemodernan tersebut dan berujung pada sisi kenegatifannya, baik disadari maupun tanpa disadari. Misalnya, penggunaan hp bukan pada waktu, tempatnya dan semestinya, seperti pada saat jam kuliah , atau penggunaan hp untuk melakukan penipuan dan memotret atau merekam adegan-adegan yang tidak semestinya kemudian disebarluskan untuk kepentingan pribadi.
Terjadinya penyalahgunaan tersebut tentu saja bukan karna budaya yang ditiru, tetapi karna memang manusianya yang tidak bisa mengambil sisi positifnya, cenderung ke sisi negatifnya. Merasa bangga menggunakan budaya-budaya luar dan merasa pula menjadi orang yang lebih hebat daripada orang-orang yang tidak bisa, tanpa sadar yang diambil justru hal-hal negative yang merugikan diri sendiri yang hakikatnya justru merendahkan diri sendiri, karna tidak mampu menggunakan akalnya dengan baik untuk menyeleksi mana hal yang benar dan mana hal jelek. Contohnya saja seperti yang bapak katakan, menggunakan internet hanya untuk membuka situs-situs porno. Yang artinya, hanya menuruti naluri saja tanpa rasa malu pada diri sendiri , layaknya binatang yang hanya berorientasi pada nalurinya tidak menggunakan akal yang sudah dikaruniakan. Merasa bangga dan lebih hebat dari orang lain yang tidak bisa menggunakannya, padahal ia sendiri telah membawa dirinya menjadi orang yang lebih rendah dari binatang.
By Wiwik Norliyana S on Mar 18, 2008 | Reply
Pada zaman dulu, terjadi penyebaran manusia dari suatu daerah ke daerah yang lain. Proses terjadinya melalui beberapa factor yang menyebabkan terjadinya migrasi tersebut. Migrasi itu sendiri bisa terjadi secara lambat dan otomatis, adapula secara tepat dan mendadak. Migrasi yang lambat dan otomatis adalah proses evolusi yang terjadinya memerlukan waktu yang lama dan memerlukan waktu yang baru. Misalnya, berpindahnya kelompok manusia dari benua Asia ke benua Amerika pada akhir zaman glacial IV. Ini suatu migrasi yang berjalan dengan waktu yang sangat lambat.
Selain itu adapula migrasi yang terjadi secara cepat dan mendadak. Ada beberapa penyebab terjadinya migrasi ini. Misalnya, karena bencana alam, wabah, perubahan mata pencaharian, peperangan dan lainnya.
Pada proses migrasi, manusia juga membawa unsur-unsur kebudayaan. Namun,, penyebaran unsure-unsur budaya bisa juga terjadi tanpa ada perpindahan (migrasi) kelompok-kelompok manusia, tetapi dikarenakan adanya individu tertentu yang membawanya. Contohnya : para pedagang dan pelaut. Selain itu terjadinya proses difusi dikarenakan pertemuan antar individu dalam suatu kelompok dengan individu-individu lain.
Jadi, proses difusi tidak hanya terjadi pada proses bergeraknya unsure-unsur kebidayaan dari suatu tempat ke tempat lain, tetapi dalam proses migrasi tersebut manusia membawa serta unsure-unsur budayanya.
By selvia agustina on Mar 18, 2008 | Reply
Apabila kita cermati,suatu proses difusi tidak hanya dari sudut bergeraknya unsur-unsur kebudayaan dari suatu tempat ke tempat lain dimuka bumi,tetapi terutama sebagai suatu proses dimana unsur-unsur kebudayaan dibawa oleh individu-individu dari sesuatu kebudayaan,dan harus diterima oleh individu-individu dari kebudayaan lain,dari sini terbukti bahwa tidak pernah terjadi difusi dari satu unsur kebudayaan.
Unsur-unsur itu selalu berpindah-pindah sebagai suatu gabungan atau suatu kompleks yang tidak mudah dipisahkan.Misalnya diambil contoh dari zaman modern sekaran ini,”handphone”yang merupakan suatu unsur kebudayaan dari luar,yang kemudian di difusikan ke negara kita.Tapi handphone yang lebih dikenal dengan sebutan “hp” tidak akan dapat diterima oleh masyarakat kita sebagai suatu alat komunikasi yang bermanfaat,apabila tidak ada unsur lain sebagai pelengkap,yaitu seperti dibangunnya tower-tower jaringan,dijualnya baterai cadangan untuk mengganti baterai hp kita yang sudah “low” dan sebagainya.
Hendaknya suatu kebudayaan yang kita ambil dari bangsa luar,dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan tidak menyalahgunakannya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
By ihya ul ihsan on Mar 18, 2008 | Reply
Ambil yang positif,buang yang negatif,kita sudah sangat sering mendengar ajakan seperti ini,Kalau saya sih setuju sekali pak,cuma orang Indonesia mungkin akan sedikit kesulitan untuk mengamalkannya karena seperti tulisan EWA yang dulu,orang indonesia mempunyai budaya korupsi yang sudah mendarah daging.maunya pasti cuma mengambil enaknya tanpa memperdulikan positif ataupun negatifnya.
Budaya memang ada yang positif dan ada yang negatif,tinggal kita yang menentukan budaya yang kita ambil.Yang positif atau yang negatif????
By AM. Hamsin Fitriyadi on Mar 18, 2008 | Reply
migrasi merupakan suatu perpindahan masyarakat menuju suatu daerah yang lain, terjadinya migrasi tentu tidak bisa dilepaskan dari permasalahan yang terjadi di daerahnya dan faktor penarik di daerah tujuan. Dalam proses tersebut sudah pasti masyarakat pendatang membawa unsur-unsur kebudayaan yang pada akhirnya mengalami perpaduan dengan budaya masyarakat asli. Dengan demikian apabila kebudayaan suatu masyarakat pendatang dikatakan bersifat tinggi sudah pasti terjadi dominasi budaya pendatang.
By Dewi komalasari on Mar 18, 2008 | Reply
Penyebaran unsur-unsur kebudayaan…
Budaya merupakan hasil karya manusia yang digunakan manusia itu sendiri.Budaya bukan berarti hak paten suatu daerah atau suatu negara karena bisa saja suatu budaya itu dimiliki negara lain,tinggal negara mana yang pertama kali mengklaim budaya itu adalah milik pribadi negaranya.
Contohnya saja seperti beberapa hasil kebudayaan kita yang keduluan negara lain mempatenkannya,sudah terjadi baru menyadari karena slalu terlambat menyadari.Seharusnya kita lebih peka dan peduli terhadap kebudayaan kita sendiri jangan selalu membanggakan budaya luar yang masuk kenegara kita yang belum tentu membawa kebaikkan untuk kita.Bahkan kebanyakan membawa mudaratnya.
By henny on Mar 18, 2008 | Reply
Masyarakat berpindah diiringi dengan budayanya,maka jika masyarakat bertemu dengan masyarakat lainnya maka budaya itu juga akan bartemu dangan budaya lain. Tidak bisa kita cegah adanya proses panyatuan dua atau lebih dari budaya bersamaan dengan akibat yang di timbulkan.
Semua memang kembali kepada diri di setiap manusia dalam masyarakat,kita dituntut untuk cerdas mengambil budaya asing yang datang, jangan hanya untuk gengsi saja kita menggunakan cara dan bahasa asing untuk mangungkapkan keinginan kita sedangkan budaya kita juga jauh lebih baik. Keadaan yang seperti ini akan terus terjadi jika tidak mulai dari sekarang, tidak perlu dari orang lain, mulai saja dari diri sendiri………..
By Siti nurhapsah on Mar 18, 2008 | Reply
Kebudayaan suatu yang abstrak, tapi nyata hasilnya. Manusia tidak merasa jika terkontaminasi suatu kebudayaan, pada akhirnya sadar dari aktivitasnya sehari-hari. Kebudayaan masuk perlahan, tetapi pasti. Baik buruknya suatu kebudayaan hanya pribadi masing-masing yang menilainya. Pantas atau tidaknya kebudayaan itu juga pribadi dapat tidaknya menerimanya.
Sekarang ini semuanya dikembalikan pada pribadi masing-masing. Tidak semua kebudayaan itu baik. Namun, tidak semua kebudayaan berdampak negative. Dari pola pikir masing-masing kebudayaan dapat dipilah. Hasil dari pola pikir yang nantinya keluar berupa kelakuan. Dari kelakuan itu lah dapat dilihat bagaimana pola pikir manusia tersebut.
Pada intinya semua kebudayaan baik, hanya bagaimana pribadi masing-masing menanggapi. Kebudayaan barat baik, tetapi bagaimana kita meresponnya
By fay on Mar 18, 2008 | Reply
tuulijul laila fin nahari wa tuulijun nahara fillaili.
ayam ato telur yang duluan,hayooo
persebaran budaya. hem.. topik di mata kuliah islam dan kebudayaan jawa,ya, pak?
By juwita sari on Mar 18, 2008 | Reply
Walau bentuk kebudayaan tersebut ada yang bersifat negatif dan positif,sulit bagi kita untuk menolaknya menyebar.Apalagi di jaman yang serba canggih ini, menyebabkan kebudayaan atau pengaruh dari luar bisa masuk dengan leluasa. Di sinilah kelebihan kita sebagai manusia dipergunakan,manusia memiliki kelebihan dibanding makhluk tuhan yang lain karena memiliki akal dan pikiran.Dengan akal dan pikiran yang dimiliki tersebut manusia harus mampu memfilter kebudayaan yang ingin diserap, tentu yang sesuai dengan kepribadian bangsa, kepercayaan yang kita anut dan yang memilki manfaat baik bagi kita dan orang banyak. Apabila manusia tersebut tidak mampu memfilter dan lebih banyak memasukan budaya yang negatif, seperti sex bebas, manusia itu bukan disebut manusia yang berbudaya, malah akan disebut manusia yang tidak berbudaya atau tidak beradab.
By Noor fahriani on Mar 18, 2008 | Reply
Di dunia banyak seklai terdapat kebudayaan-kebudayaan…budaya tercpta dari hasil karya manusia itu sendiri…manusia yang mencptakan budaya itu bisa mati tetapi tidak dengan budayanya….dalam peyebaran kebudayaan, pastinya manusialah yang menyebarkan kebudayaan tersebut, entah lwt kekerasan ataupun melalui hal2 yang tdk disadari..kita tdk bisa menghindari penyebaran budaya tersebut…di dlm suatu budaya, kita tidak bsa lngsung mnerima budya tersebut tnpa penyaringan terlebih dahulu…arena diantaranya psti ada yg tdak sesuaid engan kepribadian bangsa kita sendiri….maka untuk menghindari adanya kebudayaan yg tidak sesuai dengan keprbadian bangsa kita tdi kita harus sebisa mungkin menyarngnya dengan baik agar tidak mendapatkn kebudayaan yang tidak sesuai dengan keprbadian bangsa kita….
By Puji Astuti on Mar 18, 2008 | Reply
ASS…………………………
seperti yang kita ketahui proses akulturasi itu sendiri tejadi sejak zaman dulu hingga sekarang, yang membedakan hanyalah tingkat teknologi dari setip zaman.Sekarang ini di Indonesia nampaknya sudah dibanjiri oleh kebudayan-kebudayaan luar, yang dimana kebudayaan itu sendiri spontanitas kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Nampaknya sangat sulit bagi kita untuk mengaplikasikan kebudayaan asli kita pada zaman sekarang,tapi itu tidak menutup kemungkinan jika kesadaran dalam diri tiap-tiap individu menjunjung tinggi hasil kebudaannya sendiri dan menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat,seyogyanya kita dapat memfilter mana kebudayan yang baik untuk kita dan tidak baik untuk kita.
WSS………………………..
By Irma on Mar 18, 2008 | Reply
Unsur-unsur kebudayaan masuk bersamaan dengan migrasi atau perpindahan yang dilakukan oleh suatu individu ataupun kelompok. Pada dasarnya, dimanapun individu atau kelompok itu berada maka disitulah mereka baik disadari maupun tidak disadari telah membawa serta menanamkan kebudayaan mereka. Dalam penyebaran unsur-unsur kebudayaan tersebut, baik individu maupun kelompok mempunyai berbagai macam cara baik itu dengan cara kekerasan maupun cara damai.
jaman sekarang yang sudah global, sepertinya penyebaran unsur-unsur kebudayaan tersebut lebih banyak dilakukan dengan cara yang lunak seiring dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan sendirinya, tanpa kita sadari kita telah menyerap unsur-unsur kebudayaan itu terutama kebudayaan orang-orang Barat terlebih jika kebudayaan itu telah menjadi trend saat ini misalnya dalam hal pakaian yang cenderung mengikuti gaya berpakaian orang-orang Barat. Dengan demikian, sedikit demi sedikit kita telah mengikis budaya ketimuran kita.
Kita jarang menyaring unsur-unsur kebudayaan yang masuk, yang kita lakukan hanyalah mengambil sebanyak-banyaknya dari kebudayaan itu apakah itu baik ataupun buruk. kita tidak pernah memikirkan dampak yang ditimbulkan kebudayaan itu bagi kita. Memang adanya persentuhan kebudayaan tidak dapat kita hindari namun bukan berarti kita tidak dapat memilih dan memilah mana yang baik dan yang tidak baik dan tentunya sesuai dengan kebudayaan kita. Masyarakat indonesia memiliki local jenius. Oleh karana itu kita harus mampu menyaring unsur-unsur kebudayaan tersebut. Ambil yang positifnya dan tinggalkan yang negatifnya.
By Linda Araini on Mar 18, 2008 | Reply
Masuknya suatu kelompok manusia ke suatu tempat akan selalu diiringi dengan masuknya unsur- unsur kebudayaan yang dimilikinya.Masuknya kebudayaan itu bisa melalui cara damai atau cara kasar.Dengan masuknya unsur - unsur kebudayaan yang baru tersebut akan memperkaya kebudayaan di tempat yang didatangi tersebut.Namun hal ini juga bisa membawa dampak buruk jika unsur - unsur kebudayan yang masuk tersebut tidak disaring terlebih dahulu karena walau bagaimanapun kebudayaan yang dihasilkan oleh manusia itu ada yang baik dan ada yang buruk.Jika kebudayaan yang masuk tersebut malah menghilangkan identitas asli dari suatu kebudayan yang telah dimiliki, bukankah itu suatu dampak yang buruk.
Selagi manusia masih melakukan interaksi dengan manusia lainnya, maka akan selalu ada kesempatan untuk masuknya suatu kebudayaan baru.Hanya sekarang yang menjadi masalah adalah bagaimana kita sebisa mungkin memfilter dan memilah mana kebudayaan yang cocok bagi kita yang memiliki budaya timur. Karena pada kenyataannya bisa kita lihat seperti Hp dan internet sebagai hasil budaya yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan untuk tujuan yang tepat malah disalah fungsikan menjadi sarana negatif.Seharusnya kita bisa memanfaatkan hasil kebudayaan luar tersebut untuk membuat kemajuan yang berarti.
Disinilah pendidikan kita berperan penting dalam pembentukan sikap dan kepribadian yang berkualitas dan berintelektual tinggi agar bisa menyikapi budaya luar yang masuk dengan bijaksana.
By Melisa Prawita Sari on Mar 18, 2008 | Reply
Di negara kita Indonesia terjadi tarik-menarik kebudayaan diantaranya kebudayaan barat (Eropa,Cina,India,Arab,dll). Karena negara kita berada di posisi strategis/ persilangan lalu lintas dunia.OLeh karena itulah, masyarakat kita dapat dengan mudah terpngaruh kebudayaan dari luar namun dengan masuknya berbagai unsur kebudayaan tersebut masyarakat kita amsih mampu mempertahankan kebudayaan aslinya ( local Genius ).
Disamping menyerap budaya - budaya dari luar kebudayaan kita juga banyak diserap atau diambil bahkan dipatenkan oleh negara lain semisal lagu Rasa sayange, reog ponorogo diakui oleh Malaysia itu merupakan kebudayaan milik mereka bahkan tempe, batik, sasirangan dipatenkan Jepang sebagai milik mereka. Hal ini dikarenakan lemahnya persatuan kita dalam menjaga aset budaya.
Perubahan dan perkembangan kebudayaan sekarang berjalan begitu cepat hal ini tentu tidak lepas dari canggihnya sarana komunikasi, trnasportasi dan media massa sehingga membuat peristiwa yang terjadi di belahan bumi lain dapat dengan cepat kita ketahui. Dengan demikian belahan dunia yang satu tidak dapat menutup diri dari pengaruh belahan dunia lain, ibaratnya dunia ini bagaikan sebuah desa global yang dapat dijangkau, didekati bahkan saling mempengaruhi.
Penyebaran unsur - unsur kebudayaan/ proses difusi dapat mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, budaya, sosial dan politik kita. Hal itu merupakan proses yang sangat kompelks. Kita sebagai masyarakat dapat menghadapinya dengan memandang secara positif atau memandang perubahan tersebut sebagai proses menuju masyarakat Indonesia yang baru dan modern.sekarang tergantung sikap kita masing- masing apakah menyerap unsur - unsur asing tersebut mengambil sisi positifnya atau sisi negatifnya atau yang mrugikan.
By Rizal Hasannor on Mar 18, 2008 | Reply
Ass EWA
Pada zaman sekarang, persebaran budaya menjadi semakin pesat. Hal ini dikarenakan semakin terbukanya masyarakat akan budaya luar. Ditambah lagi dengan banyaknya akses yang bisa digunakan untuk masuknya budaya. Kita bisa ambil contoh internet yang pada saat ini banyak digunakan manusia sebagai sarana mencari informasi. Lewat internet ini pula lah budaya dari luar bisa masuk. Melalui internet manusia bisa melihat dan mencari informasi tentang budaya luar yang belum pernah dia temukan sebelumnya.
Persebaran budaya memang tidak mengenal batasan waktu dan ruang. Dimana dan kapan saja kebudayaan bisa menyebar selama manusia sebagai pemakai kebudayaan mau menerima budaya tersebut. Sekarang terserah manusia saja mau memakai budaya yang mana karena tidak semua budaya itu membawa pengaruh positif bagi kehidupan manusia.
Wassalam…
By M.Yumni Rasyid on Mar 18, 2008 | Reply
ASS. . .EWA
perpindahan kebudayan tergantung dari suatu kelompok atau msyarakat tersebut.Akan tetapi suatu kebudayaan bisa berubah dan berkembang sesuai dengan keadaan alam dan laingkungan yang mereka tempati.Dalam zaman sekarang ini banyak sekali kebudayaan yang telah berkembang sesuai dengan iptek.
Banyak sekali tersedia alat komunikasi yang memudahkan kita untuk mengetahui kebudayaan dan peristiwa yang terjadi di mana-mana. Contohnya saja internet yang dapat mengakses apa pun yang kita mau.Akan tetapi tidak jarang juga di salah gunakan oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentigannya sendiri.Jadi kesimpulannya sebuah kebudayaan jangan kita terima begitu saja akan tetapi di saring terlebih dahulu ambil yang menurut kita itu baik.
By Ganjar Muttaqin on Mar 18, 2008 | Reply
ASS EWA…
Bangsa kita memang bangsa yang majemuk dan memiliki beranekaragam kebudayaan, bangsa timur yang paling terkenal dengan keramah tamahannya, bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama sangat tercermin dari kehidupan bangsa kita dewasa sekarang ini. Dengan nilai-nilai agama atau sisi spiritual kita yang mampu membantu kita menyaring berbagai macam kebudayaan yang masuk kedalam pikiran bangsa kita.
Karena hanya dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT kita mampu membentengi diri dari segala macam budaya-budaya yang bersifat negative. Bangsa kita memang bangsa yang tidak tahu terima kasih terhadap kebudayaan yang diwariskan oleh para nenek moyang kita, karena sampai hari ini banyak sekali kebudayaan asli bangsa Indonesia di”embat” oleh jiran kita yang tak tahu malu. Memang sampai hari ini banyak kebudayaan bangsa kita yang terlupakan dan terabaikan. Bagaimana mulai hari ini kita tanamkan semangat untuk melestarikan kebudayaan bangsa kita.
Wassalam ^_^
By Chairi Ramadhan on Mar 18, 2008 | Reply
Penyebaran budaya di dunia di pengaruhi oleh lingkungan dimana budaya itu akan tersebar,dan budaya juga masuk karena adanya ketidaksengajaan,misalmya jaman dahulu, di indonesia,para pedagang yang masuk awalnya hanya berdagang namun karena lama-kelamaan mereka sebagian ada yang tingal dan menetap di daerah tertentu,misal nya cara berpakaian mereka,nusantara dulunya berpakaian hanya memakai sarung tetapi karena masuknya budaya barat yang masuk yang memakai kemeja dan jeans,dan pakaian yang mereka cukup bagus dan layak untuk di pakai dan lama kelamaan menjadi budaya orang nusantara,jadi budaya menyebar dan masuk karena ada unsur ketidaksengajaan,namun budaya yang mereka bawa pada pada kita jangan langsung diterima begitu saja,dipilah-pilah yang baiknya untuk kita ambil dan yang mana tidak kita pakai.
By Hadi_eR on Mar 18, 2008 | Reply
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Penyebaran unsur-unsur kebudayaan memang tidak terlepas dari penyebaran manusia itu sendiri. Pada masa sekarang ini, dengan keadaan yang tidak begitu sulit manusia berpindah dari daerah satu ke daerah yang lain. Baik langsung ataupun tidak langsung manusia itu ikut membawa kebudayaan daerah dari mana manusia itu berasal. Jadi, sekarang tergantung diri kita masing-masing untuk bisa memfilter diri kita agar tidak langsung menerima semua kebudayaan baru, tapi harus memilih mana yang baik dan meninggalkan mana yang tidak baik.
By setyawan dharma on Mar 18, 2008 | Reply
barang kali formulasi yang tetap untuk sebuah kebudayaan masa kini adalah kebudayaan tersebut harus dapat bertahan dengan norma-norma yang sesuai dengan nurani manusia, namun juga harus bersifat extrovert dalam pergesekan dengan budaya baru, yang tentunya disertai filterisasi yang kuat. sehingga diharapkan muncul sebuah kebudayaan yang modern tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang telah lama dimiliki.
ada satu pertanyaan saya. apakah sifat primordial dan chauvimism dapat menjadi salah satu filter untuk membentengi budaya dari invansi budaya lain?
By randy on Mar 18, 2008 | Reply
assalamu’alaikum.
Budaya bisa dengan sangat mudah menyebar, apalagi di negara kita tecinta ini. Yaa saya agak sedikit heran dengan pemikiran masyarakat kita,,nampaknya ada suatu kebanggaan bila menggunakan/memakai suatu hasil kebudayaan dari luar, misalnya saja dari cara berpakaian. Hal ini tidak bisa dipungkiri dan tidak bisa dihindari, tergantung dari individunya saja lagi untuk menyaring mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk dipakai. seperti tulissan anda “berinternet ria, pada dasarnya ‘mengambil’ unsur-unsur kebudyaan Barat yang mulanya dikembangkan untuk kepentingan Departemen Keamaan Amerika Serikat”. ya mudah2han saja fungsi internet ini tidak disalah gunakan pemakainya untuk hal-hal yang negatif. amin.
By Erina Marsiana on Mar 19, 2008 | Reply
Bersamaan dengan penyebaran dan migrasi kelompok-kelompok manusia di muka bumi, turut pula tersebar unsur-unsur kebudayaan dan sejarah dari proses penyebaran unsur penyeberan kebudayaan seluruh penjuru dunia yang disebut sebagai proses difusi(diffusion), salah satu bentuk difusi dibawa oleh kelompok yang bermigrasi. namun bisa tanpa adanya migrasi, tetapi karna ada individu-individu yang membawa unsur-unsur kebudayaan itu, dan mereka ada individu-individu yang membawa unsur-unsur kebudayaan itu, dan mereka adalah para pedagang dan pelaut.
Dari sana timbullah suatu proses akulturasi yang dimana proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing, dengan sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
By Akhmad fauji on Mar 19, 2008 | Reply
Memang seperti tulisan bapa terdahulu bahwa negara kita ini merupakan sasaran empuk para bangsa barat untuk dijadikannya tempat menguras kekayaan baik dari SDA nya maupun SDM nya.kalau dulu memang lebih kasar cara mereka,yaitu dengan cara menjajah negara kita.Yang sampai saat ini masih membekas dan melekat pada masyarakat kita,yang seolah-olah menjadi suatu budaya yaitu siapa yang kaya/berkuasa akan menindas yang lemah.Parahnya hal ini juga dilakukan oleh para pemimpin negara kita yang mestinya mengayomi rakyatnya ini malah menindas rakyatnya,yang selalu menumpuk hartanya entah dengan cara koropsi atau apa lah.Itulah mungkin budaya yang diwariskan bangsa Barat dulu.
Namun sekarang ini Bangsa barat itu berbeda caranya dalam menjajah kita sekarang ini,yaitu dengan cara yang lebih halus.Dengan cara mempengaruhipola pikir kita dan akan dijadikannya suatu budaya di negarakita ini.Yaitu gengan cara mewariskan kebiasaan yang buruk seperti pola hidup konsomtif,westernisasi dll.Mereka mewariskan semua itu melalui media yang canggih seperti internet,TV dll.Jadi seolah-olah kalau mengikuti gaya mereka itu udah keren bangget lah.Itulah mungkin budaya buruk yang diterapkan bangsa barat pada negara kita secara halus.Jadi piter-pinter kita saja lah lagi menyaring dan memilah-milihnya.
By VIDA AULIA RAKHMAN on Mar 19, 2008 | Reply
Bumi terdiri dar beberapa negara yang tentunya masing-masing memounyai kebudayaan yang merupakan ciri khas dari bangsa yang lain. Pengadaptasian kebudayaan luar pun tidak dapat dielakkkan kaena di negara kita khususnya banyak investor asing yang menanam saham bahkan menjalankan usaha di Indonesia.
Apalagi diera yang serba globalisasi ini sangat banyak kebudayaan yang masuk dan yang lebih mencengangkan proses akulturasi ini tidak jarang mengikis kebudayaan aslinya dan pemikiran local jenius sebagai ciri khas bangsa pribumi tidak ada lagi.Kebudayaan yang masuk pun bervariasi dari yang sifatnya hegatif dan ada pula sebagian yang positif. cara berpakaian kita pun cenderung meniru gaya ke barat-barat an.
Mungkin kita tengah dihadapkan dengan keadaan mencontoh segala sesuatu baik itu mengenai sistem pemerintahan yang memilih mencontek agar dapat mencapai kemekmurarn seperti bangsa yang dicontohnya dan tidak melihat bagaimana potensi yang dimiliki bangsda yang mengadaptasi sistem itu. Dalam pelajaran saja apabila kita salah dalam melaksanakan tugas kta malah diberikan himbauan agar melihat kepada teman bagaimana pengerjaan tugas yang benar walaupun alasannya hanya sekedar bertanya namun tetap meniru gaya penyelesaiannya.
Ya beginilah keadaan dan realiata yang ada sekarang dan untuk semua itu tergantung kita bagaimana menyikapi banyaknya unsur-unsur kebudayaan baru yang makain hari makin bertambah kemunculannya. Thanks EWA, Sehat selalu, amienn…
By arien noor rahman on Mar 19, 2008 | Reply
ass…..
kebudayaan adalah merupakan suatu hal yang tidak lepas dari manusia, karena seandainya tidak ada manusia maka sangat dimungkinkan kebudayaan tidak akan terjadi. Perkembangan kebudayaan sesuai dengan perkembangan jaman,dengan banyak masuknya kebudayaan luar diindonesia maka kebudayaa indonesia sagat terpengaruh oleh kebudayaan luar contohnya saja dalam hal gaya hidup ,orang indonesia suka memakai pakaian merk bangsa luar dan suka memotong rambut mirip artis bangsa luar,sadar diri donk walaupun gaya hidup seperti artis bangsa luar tapi muka\wajah beda,ikuti gaya hidup kamu aja yang mungkin kamu merasa lebih mudah…
seharusnya kita sadar walaupun begitu banyaknya kebudayaan luar kita harus mengantisipasi agar tidak terpengaruh dengan kebudayaan kebudayaan luar….. wsss
By HELMI HAKIM on Mar 19, 2008 | Reply
Penyebaran unsur-unsur kebudayaan tidak akan pernah terjadi tanpa adanya pertemuan ndividu atau kelompok dengan individu atau kelampok lainnya yang mana ada sebagai penduduk asli dan yang satu merupakan pendatang,hal ini merupakan syarat yang harus ada dalanm proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan.Namun yang menarik untuk dikaji adalah bagaimana proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan itu berlangsung dan mbagaimana sampai kebudayaan itu dapat diterima oleh individu atau kelampok setempat.
By MARTINA on Mar 19, 2008 | Reply
Sejak adanya manusia pertama yakni Adam, telah dimulailah sejarah perpindahan manusia. Dalam perpindahan atau migrasi manusia dari satu tempat ke tempat lainnya disertai pula dengan perpindahan atau penyebaran unsur-unsur kebudayaannya yang disebut “proses Difusi”. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan dapat dibawa langsung oleh manusia yang bermigrasi secara berkelompok, atau dapat pula dibawa oleh individu-individu tertentu yang membawa unsur-unsur kebudayaannya hingga jauh sekali, seperti pedagang dan pelaut. Selain itu, penyebaran unsur-unsur kebudayaan dapat pula berdasarkan pertemuan-pertemuan antara individu dalam satu kelompok dengan individu kelompok lain. Cara penyebaran unsur-unsur kebudayaan itu beraneka ragam, bisa dengan cara kekerasan atau dengan cara damai.
Penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang dilakukan dengan cara kekerasan biasanya dilakukan lewat peperangan dan serangan penaklukan. Bangsa yang menaklukan akan mengkleim dirinya sebagai bangsa yang memiliki kebudayaan yang lebih tinggi, lebih unggul dan benar dari pada bangsa yang ditaklukan. Kemudian dengan alasan mengangkat kebudayaan bangsa yang ditaklukan mereka menyebarkan unsur-unsur kebudayaannya yang pada kenyataannya hanyalah untuk kepentingan penjajahan. Hal ini mulai gencar terjadi di seluruh penjuru dunia pada masa “kejayaan Imperialisme Modern”.
Selanjutnya adalah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dengan cara damai. Penyebaran unsur-unsur kebudayaan dengan cara ini dapat terjadi tanpa disadari oleh si penerima unsur kebudayaan tersebut. Jika dikaitkan dengan imperialisme, maka penyebaran unsur-unsur kebudayaan dengan cara damai dapat dikategorikan dalam imperialisme kebudayaan. Imperialisme kebudayaan merupakan imperialisme yang paling berbahaya karena imperialisme ini bersifat hendak menguasai jiwa dan pikiran manusia atau penduduk disuatu negara. jika jiwa dan pikiran manusia atau penduduk di suatu negara telah dikuasai, maka si imperialis akan dengan mudah menguasai dan mengendalikn negara tersebut tanpa perlu repot-repot melakukan peperangan dan penaklukan.
Dan yang terjadi sekarang ini adalah penyebaran unsur-unsur kebudayaan dengan cara damai. Tanpa kita sadari bagsa barat telah menyebarkan unsur-unsur kebudayaannya lewat berbagai hal diantaranya lewat makanan seperti fried chicken yang pada kenyataannya adalah jenis makanan yang tidak sehat. Kemudian lewat fashion seperti pakaian yang tidak sesuai dengan kebudayaan timur. Lewat sarana imformasi seperti internet dengan situs pornonya dan lain sebagainya.
Kini tinggal kesadaran diri kita masing-masing untuk memilih dan memilah mana dari unsur-unsur kebudayaan asing yang baik untuk diambil dan mana yang tidak layak untuk diambil.
By Siti Nurul Kamila on Mar 19, 2008 | Reply
Memang berbicara tentang penyebaran unsur-unsar kebudayaan tidak lepas tentunya dengan kebudayaan asing yang ada di indonesia.Tidak dapat kita pungkiri,memang bangsa kita suka sekali mengadopsi budaya-budaya dari luar,sebagai contoh yang dapat kita ambil adalah;banyak diantara kita yang berdandan ria ala selebritis barat yang mereka anggap lebih keren,gaul,dan bergengsi(lha iya lah kalo dibandingkan dengan pakian adat,…)terkadang bangsa indonesia menilai bahwa budaya bangsa indonesia adalah budaya yang kuno dan kurang menarik,padahal kalau kita telusuri budaya kita adalah budaya yang unik dan mempunyai daya tarik.Nah,dari sini dapat kita ambil salah satu cara penyebaran budaya yang secara sadar merasuk dalam budaya kita dikarenakan budaya kita yang suka meniru-niru budaya orang.Oke lah kita harus mengikuti perkembangan zaman,tapi perlu saya tekankan disini,budaya luar bukan untuk kita tiru tapi untuk dipelajari,dan diadopsi yang baik nya.
So,jadilah manusia yang pandai mempelajari untuk lebih maju,bukan menjadi manusia yang pandai meniru tapi makin terpuruk.
By Farida Ariyani on Mar 19, 2008 | Reply
Ass…
Unsur-unsur kebudayaan tersebar melalui berbagai cara,baik secara langsung maupun tidak langsung,salah satunya melalui budaya asing yang secara langsung mudah masuk dan mempengaruhi budaya kita.Misalnya saja cara berpakain yang mengabaikan budaya kesopanan bangsa kita.Sehingga Dalam hal ini kita perlu memilih dan menyaring budaya yang pantas kita ambil dan budaya yang harus kita tinggalkan,agar budaya kita tidak luntur akibat budaya asing.
Wslm…
By M.AGUSTIANNUR on Mar 19, 2008 | Reply
kebudayaan adalah hasil karya manusia yang tidak dapat dinilai atau dipatenkan ini kebudayaan yang baik dan itu kebudayaan yang buruk, masuknya unsur - unsur kebudayaan luar tidak bisa kita tolak atau lawan yang dapat dilakukan adalah menyaring kebudayaan yang masuk tersebut dan menyesuaikan dengan kebuyaan yang kita miliki agar tidak terjadi perbenturan kebudayaan dalam masyarakat.Jadi, apa yang salah dengan produk junk food atau lebih senang menyebut BH ketimbang kutang? Demi rasa nasionalis dan menganggap kebudayaan kita adalah kebudayaan yang paling baik dan bermoral atau kita biarkan saja itu, anggap sebagai motivator bagi produk lokal untuk terus meningkatkan kualitas yang dihasilkan. Terima kasih
By Abdul Rahman S. on Mar 20, 2008 | Reply
Dalam Kehidupan masyarakat indonesia saat ini sering kita lihat percampuran budaya lokal dengan budaya asing, dimana budaya asing lebih besar pengaruhnya. Dalam menyikapi permasalahan ini kita harus bisa memilih dan menyikapi budaya yang sesuai dengan kita dan menolak budaya yang tidak sesuai dengan budaya kita.
By DINA YULINDA on Mar 21, 2008 | Reply
Dari dulub sampai detik ini dunia terus berkembang, ada bagian yang berkembang pada arah kemajuan, ada pula yang bernasib “ malang “ berkembang kearah kemunduran, semua tidak lepas dari pengaruh budaya yang ada pada masyarakatnya. Begitu pula kebudayaan, unsur – unsurnya akan terus menyebar keberbagai pelosok dengan seribu satu cara. Jadi tidak perlu heran bagaimana gaya hidup orang Amerika bisa di praktekkan oleh orang asli Indonesia,jangankan ke Amerika letak Amerika di peta pun tidak tahu he…he…he…. Semuanya karena penyebaran unsur – unsur kebudayaan atau tidaknya kebudayaan tersebut di aplikasikan di Negara kita. Penyebaran unsur - unsur kebudayaan sekarang ini begitu mudah, tidak perlu memakai cara bangsa Eropa / Amerika datang dan menjajah bangsa ini seperti masa bangsa ini belum merdeka. Gampangnya masyarakat kita bisa melihat kebudayaan diluar bangsanya dari televisi (saya yakin 85 % orang Indonesia memilikinya…ga tau kalo lebih…). Kebudayaan itu dilihat kemudian diaplikasikan disini…akhirnya berkembanglah kebudayaan tersebut… Terlihat gampang kan…Padahal, untuk mempraktekkan kebudayaan lain diluar bangsa kita suatu hal yang lumayan rumit, semua berdasarkan pilihan apakah kita mau menjadi bangsa yang maju / mengalami kemunduran, disini kita harus lihai dalam memilih unsur – unsur budaya mana yang pantas untuk kita pakai ataupun kita buang, semuanya tergantung kelihaian kita memilih… ya kira – kira begitu ga pa ???.
By toni f on Mar 22, 2008 | Reply
Penyebaran kebudayaan adalah ciri bagaimana sebuah kebudayaan itu berkembang,,sebenarnya manusia sadar bahwa budaya yang diterimanya itu adalah hasil perkembangan budaya luar atau bukan dari budayanya sendiri,,kalo ga sadar ya mana mungkin mereka atau kita senang dengan perubahan yang justru sekarang condong ke arah budaya barat..Difusi sendiri memang bagian dari cara agar manusia sepaham dan sepemikiran, namun perlu digaris bawahi, adakalanya proses difusi itu ditujukan untuk menguasai daerah tertentu atau menguasai pemikiran manusianya itu sendiri yang selalu welcome dengan keadaan yang bisa diterima secara kolektif oleh banyak manusia…contohnya jika budaya telanjang itu bisa diterima oleh banyak orang, maka wajarlah itu dilakukan,,kolektif bo…….heee
By diah eka rini on Mar 22, 2008 | Reply
penyebaran unsur kebudayaan memang sering di lakukan dengan cara halus atau dengan cara kekerasan.dan tidak bisa di pungkiri westrenisasi sangat mempengaruhi budaya indonesia sekarang ini. orang indonesia sering menganggap budaya barat lebih bagus dari budaya negeri sendiri.seharusnya kita sadar bahwa budaya timur kita lebih beradap,dan bermoral kemanusiaan namun apa daya negara kita memang berada di persimpangan jalan di apit dua benua dan dua samudra maka dari itu bangsa kita mudah terkontaminasi oleh budaya-budaya luar.
By Nuril Najmi on Mar 25, 2008 | Reply
Dewasa ini Iptek di dunia sudah semakin maju dan banyak berdampak pada kehidupan kita sehari-hari,seiring berkembangnya Iptek, maka tak diherankan pula Kebudayaan juga semakin beragam dan berkembang.Banyak diantara kita yang meniru dam mengikuti jalannya budaya tersebut.banyak juga yang mengatakan kalau kita tidak mengikuti zaman dan mode negeri barat,maka kita dikatakan tidak gaul,Padahal jika dipikir dan dipahami lebih dalam dengan pemahaman yang baik maka mengikuti trend kaum Barat lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya,budaya luar sangat berbeda jauh dengan budaya timur,kalau sudah begitu maka sudah seharusnya kita dalam mengikuti budaya luar haruslah berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak dan melakukan sesuatu mana yang bermanfaat dan tidak bermanfaat(mengandung mudarat),serta mana budaya luar yang baik dan mana yang buruk.
Selain itu Kita juga harus menanamkan dan lebih meningkatkan. rasa cinta tanah air,rasa cinta pada budaya kita sendiri serta menghargai produk dalam negeri agar tidak tergantung dengan produk dan budaya luar yang menyesatkan…
By Helma novieanty on Mar 25, 2008 | Reply
Indonesia adalah negara yang masyarakatnya berbudaya,yang terkenal sampai ke penjuru dunia. Pada masa sekarang ini sudah banyak masuk unsur-unsar kebudayaan dari luar,caranya pun ada yang dengan cara halus juga cara yang kasar. Akan tetapi cara halus inilah yang perlu diwaspadai oleh bangsa Indonesia agar tidak terperosok ke dalam kebudayaan yang negatif. Unsur-unsur kebudayaan ini juga penting dalam kehidupan kita sehari-hari agar diharapkan kita tidak ketinggalan dari negara lain.
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi kita harus bisa memfilter yang mana kebudayaan bersifat positif dan dapat dimanfaatkan dan yang mana kebudayaan bersifat negatif yang dapat merusak jati diri sebagai bangsa Indonesia yang berbudaya adat timur.Oleh karena itu pintar-pintar kita saja dalam menyikapi kebudayaan yang masuk agar berguna bagi masa depan dan menjadikan kehidupan kita jauh lebih baik tanpa adanya pengaruh-pengaruh budaya dari luar.
By Hamidah ulfah on Mar 25, 2008 | Reply
Memang budaya itu dihasilkan oleh individu itu sendiri,dimana budaya itu nanti bisa atau tidak diterima oleh orang lain yang berada disekitarnya.Namun sebelumnyakan kita sudah tahu bahwa budaya yang ada di negara kita ini dari dulu sudah dipengaruhi oleh kebudayaan yang dibawa oleh bangsa asing,tetapi dalam hal ini,kembali kepada diri masing-masing apakah budaya yang sudah ada ini baik atau tidak untuk kita konsumsi,karena kebanyakan didalam pikiran masyarakat kita mereka menganggap bahwa budaya asing itu bagus,maka dari itu waspadalah mulai sejak dini agar kita sebagai warga negara yang berbudaya timur tidak mudah terpengaruh dengan budaya-budaya asing yang semakin marak bermunculan dinegara tercinta ini,terimalah yang sifatnya positif dan buang jaun-jauh yang berbau negatif karena itu hanya akan merusak fisik maupun mental kita sendiri.
By Muhammad Hidayat on Mar 26, 2008 | Reply
Kebudayaan adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia yang sudah semestinya ada, hal ini diakibatkan karena adanya kelompok-kelompok dalam masyarakat tersebut yang saling membutuhkan sehingga melahirkan sebuah kebudayaan baru. Proses difusi terjadi apabila kebudayaan tersebut mendapat pengaruh dari kebudayaan lain yang pada dasarnya belum pernah bersentuhan sehingga kita harus benar-benar pintar dalam memfilterasi kebudayaan tersebut, oleh karenanya sedini mungkin kita harus menyadari dampak-dampak buruk yang ditimbulkan dari proses tersebut, karena kita mempu berpikir dan mampu menciptakan kebudayaan, maka tidak mungkin juga kita dapat mengganti kebudayaan tersebut menjadi kebudayaan yang lebih manusiawi yang tidak melanggar aturan atau norma-norma yang ada pada kelompok tersebut.
By Hanik Puspitasari on Mar 26, 2008 | Reply
Difusi, merupakan suatu proses yang mau tidak mau pasti akan ditemui dan dilakukan manusai. difusi akan terus berlangsung selama selalu terjadi komunikasi terhadap dunia luar, baik melalui perjalanan secara langsung ataupun melalui media-media elektronik dan media-media cetak yang beredar di tengah masyarakat.
Seiring dengan perjalanan waktu budaya-budaya luar terus masuk dan berkembang di Indonesia. Ada yang sifatnya membangun dan ada pula yang merusak. Budaya yang sifatnya membangun harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Begitu pula sebaliknya, budaya yang sifatnya hanya merusak semestinya harus dapat dicermati dengan baik dan tidak perlu dipakai.
Jadi, budaya yang masuk, seharusnya dipandang dari sisi apakah ia bermanfaat atau tidak?? Ada sebuah argumen yang berisi : “Kalau anti Barat kenapa memakai budaya-budaya yang mereka hasilkan? Walaupun hanya berupa barang?”. Ini anggapan yang salah, karena itu merupakan hal yang tidak bisa bisa dihindari, yang harus dijauhi dari budaya yang dihasilkan Barat semestinya adalah semua hal yang menyangkut ideologi mereka. Hal-hal yang menyangkut pemikiran mereka seperti gaya hidup, pandangannya terhadap hidup, sistem pemerintahnnya dan lainnya. Karena gaya hidup, pandangan terhadap kehidupan dan sistempemerintahan yang mereka hasilkan pasti bersumber pada ideologi yang mereka emban.
Kesimpulannya, terjadinya difusi karena manusia yang selalu melakukan komunikasi. Budaya yang berasal dari luar harus kita saring dulu supaya kita dapat menikmati hasil yang baik dari difusi, bukan menjadi korbannya.
By kamsinah on Mar 26, 2008 | Reply
PENYEBARAN UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Kata budaya adalah dasar atau suatu hal yang sulit untuk dirubah dalam diri seseorang maupun suatu rumpun bangsa. Sifatnya sulit untuk dikenali karena unsur budaya ada yang masuk dengan jalan halus, terselubung, dan terang-terangan. Caranyapun bermacam-macam tergantung individu sendiri yang memilah-milah mana yang baik dan yang buruk.
Apalagi zaman sekarang ini yang serba canggih penyebaran unsur-unsur kebudayaan itu mudah saja masuk seperti lewat teknologi yang canggih dan unsur-unsur kebudayaan itu dapat membawa dampak yang pastinya ada yang baik dan yang buruk, negatif dan positif. Suatu bangsa yang ingin maju dan dapat bersaing harus pandai memanfaatkan canggihnya zaman dan masuknya persebaran unsur kebudayaan itu, dengan cara belajar dan mengambil hal yang positif dan dijadikan suatu yang dapat meningkatkan mutu dan kualitas dalam berbagai bidang, maka akan menghasilkan SDM yang dapat bersaing dan berkualitas, namun sebaliknya tidak dapat menyeimbangi maju dan pesatnya perkembangan,maka akan tertinggal dan terpuruk dan kiata akan jadi oarng yang rugi dan diperbudak budaya yang tidak baik yang tidak menjadikan kita maju kedepan.
By sri wahyu .a on Mar 26, 2008 | Reply
Negara indonesia merupakan negara berkembang, yang sangat rentan dan peka terhadap budaya – budaya asing yang masuk dan tanpa disadari budaya tersebut membawa efek yang negatif bagi negara kita sendiri. Westerenisasi dari budaya asing malah sangat digandrungi oleh anak – anak sebaya kita. Kehidupan glamour, dunia gemerlap dan hura – hura dan betapa bangganya menggunakan produk luar dibandingkan produk kita sendiri, padalah negara Indonesia terkenal dengan beraneka ragamnya budaya yang patut dibanggakan, kita sudah melupakan tentang ajaran agama yang mengajarka kita hidup sederhana dan tidak menghambur – hamburkan harta pada tempat yang tidak tepat. Hal seperti ini harus dan sangat perlu kita hindari, walaupun demikian proses masuknya kebudayaaan ini tidak bisa kita hindari hanya saja kita menyaring mana yang baik diambil dan negatifnya tidak, semua kembali pada diri dan iman kita masing - masing. Tapi kalau masalah IPTEK bolehlah dari pada gaptek.
By Ganda Resnadi on Mar 27, 2008 | Reply
Di era globalisasi dimana sistem komunikasi dan transportasi sudah sangat berkembang, difusi tidak dapat lagi ditepis. Berkomunikasi melalui telpon serta bertatap muka antara individu yang berbeda ras dan kebudayaan, bahkan yang berjarak ribuan mil sudah dapat dilakukan. Hal ini tentunya akan menimbulkan pertemuan dan persentuhan kebudayaan. Yang harus dilakukan adalah bagaimana menyikapi dan memilah antara yang baik atau dapat diterima oleh kebudayaannya (dapat memberi manfaat) dan yang bersifat negatif atau yang dapat merusak nilai-nilai luhur kebudayaan. Sifat dari suatu kebudayaan yang dapat memberi nilai tambah harus diambil dan sebaliknya, untuk sifat yang tidak sesuai dengan budaya asli wajib dibuang. Dalam hal ini diperlukan pengetahuan untuk memfilter hal-hal negative dari kebudayaan yang masuk.
Menyoroti tentang masalah rencana pemblokiran situs-situs porno oleh pemerintah, timbul pertanyaan: Mengapa baru sekarang hal itu dilakukan? Apakah dulu, pada saat internet diperkenalkan, tidak pernah terpikir oleh pemerintah akan dampak negatif dari penyalahgunaan tekhnologi ini?
Timbul pemikiran saya; mungkin dulu, saat internet diperkenalkan di Indonesia, ada pemikiran dari “mereka-mereka” bahwa “kalo sudah puas, pasti bosan sendiri” dan adanya keinginan mencontoh negara maju seperti Amerika yang menganggap hal porno adalah hal yang biasa, jadi biarkan saja semuanya berjalan. Tapi setelah beberapa lama dan melihat kenyataan bahwa tidak adanya batas “kepuasan” akan “hal-hal seperti itu”, baru muncul rencana untuk memblokir situs-situs tersebut. Inilah salah satu dampak negatif yang ditularkan oleh budaya luar kepada budaya luhur kita.
By Septha on Mar 27, 2008 | Reply
Penyebaran Unsur - unsur kebudayaan dari suatu daerah kedaerah yang lain, akan terus berlangsung selama didunia ini seluruh umat manusianya masih saling membutuhkan satu dengan yang lainnnya. Karena proses difusi tidak akan mungkin bisa terklaksana jika manusia yang mempunyai kebudayaan yang heterogen didunia ini tidak berinteraksi antara satu dengan yang lainnya. Terlepas daripada itu, selama berlangsungnya proses difusi itu sendiri kita sebagai makhluk yang yang telah mempunyai budaya tersendiri harus bisa mempertahankan nilai - nilai kebudayaan kita. Dan kita juga harus bijak menerima terhadap kebudayaan lain yang lebih maju dan bermanfaat bagi agar bisa memperkaya khasanah budaya yang kita miliki.
By Haryani on Mar 27, 2008 | Reply
Manusia adalah makhluk sosial,artinya mereka dalam kehidupannya mereka tidak dapat dipisahkan dengan yang lain atau tidak dapat hidup tanpa orang lain. Dalam kehidupannya mereka saling berinteraksi dan saling mengisi, yang nantinya secara lambat laun dapat memperkaya khazanah bangsa.
Penyebaran Unsur-unsur kebudayaan,yang di dalamnya termasuk unsur difusi merupakan “hukum alam” bagi makhluk sosial. Dari proses-proses tersebut pemikiran manusia dapat berkembang dan membentuk suatu peradaban yang lebih kompleks.
Terlepas dari sisi positif ataupun negatif,penyebaran unsur-unsur kebudayaan merupakan proses pembelajaran bagi bangsa-bangsa yang ada di dunia untuk dapat saling menerima sisi baik budaya bangsa lain dan melihat karya-karya dan nilai-nilai dari bangsa lain.
By Fahrian Hefni on Apr 2, 2008 | Reply
yang menjadi dasar adalah pada zaman dahulu persebaran manusia hanya untuk kepentingan perut, yakni mereka mengikuti arah dimana mereka dapat memenuhi kebutuhan perut.
By Catur Widyastuti PH on Apr 9, 2008 | Reply
Catur Widyastuti PH
Dalam penyebaran unsur-unsur kebudayaan banyak yang menjadi faktor pendukungnya,salah satunya adalah unsur difusi.Yang dapat mempengaruhi kebudayaan kita.Semua perubahan pada intinya ada yang baik dan tidak,tetapi kita sebagai manusia yang berintelektual harus dengan cermat dalam menanggapi itu semua.Dapat mengambil sifat positifnya dan tinggalkan yang sifatnya negatif.
By mahfuzahhidayati,07 on Feb 23, 2009 | Reply
Unsur-unsur kebudayaan dari luar bukan sepenuhnya di rauppp lantas kita ambil dulu mana yang sesuai dengan kebudayaan kita,agar dampak yang ditimbulkannya kepada kita berpengaruh positif untuk menunjang.
semisalnya: perkembangan teknologi, hal ini akan berpengaruh besar mengubah sudut pandang kita.
sekarang tinggal bagaimana kita mengantisipasi pengaruh buruk yang akan ditimbulkan selanjutnya.
tinggal kita saja yang memilahnya.
KEY…
By fadliansyah on Mar 4, 2009 | Reply
unsur-unsur kebudayaan lebih mudah di serap rakyat indonesia terutama unsur-unsur budaya barat yang moderen ini menjamur di negara ini,yg tidak lain merusak jiwa anak-anak indonesia,sehingga anak-anak indonesia menjadi bodoh,tidak salah lagi,perkembangan IPTEK yg sangat pesat lah penyebab semua itu…jd perlu berhati-hati dengan unsur-unsur kebudayaan,klo perlu ambil yg positif nya aza,
By hamah sagrim (papua) on Mar 15, 2009 | Reply
budaya adalah pengetahuan, keterampilan, jatidiri, citra diri, rasa diri, karsa diri, dan sebagainya yg berkaitan dengan perilaku manusia semenjak lahirnya. ada budaya yang diciptakan baru dan adapula yang sudah ada bersama-sama dengan keberadaan manusia itu, atau dengan kata lain kebudayaan asli setiap suku bangsa seumur dengan manusianya. artinya budaya itu lahir bersama-sama dengan manusia.
budaya juga adalah suatu harta milik seseorang atau suatu kelompok atau suatu suku bangsa, dan itu bukan kebetulan ada, akan tetapi merupakan anugerah dan berkat Tuhan yang diberikan langsung kepada setiap suku bangsa agar membangu mereka dalam mempertahankan hidup mereka. misalnya di jawa, Tuhan memberikan mereka bahasa Jawa agar merka bisa berkomunikasi dengan sesama mereka, atau rumah joglo, merupakan bentuk bangunan yang sesuai dengan tradisi dan pola hidup orang jawa, atau pakaian tradisional orang jawa mulai dari kehidupan yang telanjang mengenal busana pertama yang diramu dari sepah kelapa (sabut) menjadi kebaya, dan menggantikan dengan Karung goni dan menggantikan dengan kain kaffan ketika diperkenalkan oleh orang india. atau di papua, budaya suku bangasa Wamena yg cenderung memakai koteka, dan dilarang memakai pakaian karena bertentangan dengan kepercayaan tertua mereka (agama suku)dan rumah honainya, merupakan bentuk arsitektur yang diilhamkan oleh Tuhan kepada mereka sedemikian karena sesuai dengan lingkungannya yang dingin bersalju. atau suku bangsa Maybrat, yang mana busananya dari cawat/cedaku yang dibuat dari kulit kayu, dan bentuk arsitektur yang cenderung menjulang tinggi dengan kisi-kisi yg terbuka karena lingkungannya yang panas.
oleh karena itu, kesimpulannya bahwa:
kalau suatu budaya itu hilang berarti manusianya juga ikut hilang.
salam kenal dari saya.
be-plato Ayamaru.
the brotha Akut Sauf