Dana Abadi dan Blog Kemanusiaan

15 March 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Saya sangat senang ketika Hanna Fransisca, seorang selebritas blog dari Jakarta (Tangerang) mampir di www.webersis.com sembari minta berpartisipasi dalam empati nyata aplikasi keprihatinkan kisah tragis keluarga Daeng Besse. Langsung ke inti masalah. Itu yang paling pokok. Biarlah pendekar ngomong berhenti pada bicara hebat, asalkan para bloger tidak hanya sekadar menulis, bisa pula aksi lagsung. Great idea.

Bahwa ada yang mencaci bloger itu penipu, ya biar saja. Semoga Allah SWT memberi pencerahan padanya, walau entah kapan. Menurut saya, karena pecandu blog semakin menanjak di jagat dunia maya nasional, inisiatif menghimpun potensi bloger memang selayanya dimulai.

Pertama, untuk tahap awal mendukung ide Hanna. Berpartisipasi, walau tidak banyak. Dasar pikirnya mendukung ide yang memang tidak ada jeleknya.

Kedua, akan lebih elok untuk tahap berikutnya, para bloger berhimpun dalam menghimpun Dana Abadi Kemanusia Bloger Indonesia. Mula-mula mungkin dalam hitungan puluhan atau ratusan ribu rupiah, kalau gulirannya bak snowball bukan tidak mungkin membengkak pada hitungan jutaan atau ratusan juta rupiah. Mana tahu bisa miliaran.

Dikatakan Dana Abadi, dana terkumpul tidak digunakan, tetapi ‘hasil kerja’ dana itu —entah bunga, hasil usaha, atau apa— yang dimanfaatkan. Artinya, dananya tidak diganggu-gugat. Sedikit agak gaya meadopsi pikiran Robert T. Kiyosaki, ‘hasil kerja’ dana tersebut digunakan untuk aksi kemanusiaan. Soal pengelola silahkan saja diatur.

Ketiga, buat blog Dana Abadi Bloger Indonesia. Segala sesuatu ditayangkan serta ‘dimatangkan’ pada blo tersebut.

Oh, ya pengembangan ide Hanna mungkin sangat prematur saya tangkap. Tapi, kenapa tidak?

Bagaimana menurut Sampeyan.

  1. 4 Responses to “Dana Abadi dan Blog Kemanusiaan”

  2. By Anang on Mar 15, 2008 | Reply

    kami TPC juga sedang menggodok agenda yang sama… melanjutkan apa yang jeng hanna lakukan…

    ***Siiip, mari dukung.

  3. By Mega on Mar 15, 2008 | Reply

    Barusan td mampir ke blog yg dipublish sodara Hanna..prihatn banget aku..kasian yg mati kelaparann…

    ***Mari dukng.

  4. By hanna on Mar 16, 2008 | Reply

    Terima kasih banyak, Pak.
    Saya ini hanya perempuan kecil yang terlalu berani bermimpi. hehe.
    Tapi, itulah yang terjadi. Pemberontakan nurani dengan ketidakpedulian. Bagaimana bisa kita tidur dengan nyaman sementara saudara2 kita kedinginan dalam lapar. Ah, terlalu kecil yang bisa saya lakukan. Dan untuk itu saya tidak bisa bekerja sendiri. Moga teman2 semakin serius mendukung setidaknya mencegah yang meninggal karena kelaparan itu terjadi. Sepotong roti bisa menjadikan seorang manusia berpotensi. Kapan2 akan saya tulis cerpen yang ini. Sekali lagi terima kasih. Berawal dari kecintaan saya menulis menjadikan saya yang sekarang ini. Sekali lagi terima kasih.

    ***cerpen … ditunggu.

  5. By titov on Mar 18, 2008 | Reply

    Turut mendukung pak :) Semoga seruwan kemanusiyaan dan gerakan moral ini bisa menggelinding ke aksi nyata, blog for humanity!

Post a Comment