Sabar Itu Kekuatan
11 March 2008 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
BERBUAT. Kaca jernih aplikasi sabar dalam keseharian dengan sangat mudah dapat kita lihat dari apa yang dilakukan seseorang; Ibu, Bapak, teman, atasan, atau siapa saja. Sabar, sebagai konsep, ditulis di banyak buku, di ceramahkan pada pengajian atau khotbah-khotbah menggelora. Sabar dalam aplikasi, ya itu, dapat dipindai dari apa yang dilakukan sesorang. Juga, diri kita.
Alkisah, beberapa tahun lalu saya berkenalan dengan, sekadar mengaburkan katakan saja bernama, Zain Fanan. Fanan, lulusan perguruan tinggi di Amerika, Magister of Education. Ketertarikan dimulai ketika dia menangani program Guru Pembantu Bidang Studi (PBS); Guru-guru ‘dididik’ untuk ‘mendidik’ koleganya.
Secara ingconito megamati program PBS binaannya. Jujur saja, saya tidak terlalu menaruh perhatian terhadap berbagai program penataran. Apalagi, dalam tilikan inovasi pendidikan. Beragam penataran dilakukan silih berganti. Setelah itu, guru kembali ke sekolah, bertugas seperti sedia kala. Berbagai penataran yang menyedot triliuan uang negara, bisa jadi sia-sia belaka.
Fanan berbeda. Atas dukungan lembaganya, mula-mula dilakukan tes terhadap guru-guru di wilayah kerjanya. Setelah itu dibekali (ditatar) tentang bagaimana guru (SD) mengajar yang baik. Tentu, lengkap dengan dasar filosofi, metode, sarana dan teknik pembelajaran. Tidak ketinggalan penerapan sistem evaluasi. Pokoknya, seperti teori-teori canggih pendidikan. Saya sebut, inilah inovasi pendidikan. Bahkan, revolusi.
Saya banyak berteman dengan magister dan doktor. Sangat banyak. Kalau soal teori, sudahlah. Jangankan manusia, jin juga akan kalah telak. Kalau di ruang kuliah, seminar, atau lokakarya, berhamburan hal-hal hebat. Praktik? Lihat saja di lapangan. Saya termasuk kelompok sedemikian, he he.
Menurut Fanan, sekalipun berkutat hari-hari, bahkan guru binaan adakalanya malam hari berkonsultasi ke rumahnya, bukannya diapresiasi. Berbagai tonjokkan diarahkan tanpa ampun. Luar biasa. E … dia sungguh tabah, sabaaaaaaaar.
Suatu kali, kami berdiskusi dengan beberapa teman. Fanan tidak terlalu cerdik berkomunikasi, tapi kalau berbuat, pantas disaluti. Katanya pula, sebenarnya sejak sepulang dari Amerika sudah memulai, tapi … bak a lone wolf. Pendek kisah, saya perkenalkan dengan seorang kepala daerah. Fanan diminta melanjutkan ‘karya nyata’ dan bergabung merancang dan mengawal lintasan percepatan peningkatan mutu pendidikan.
Oh ya, yang saya petik adalah soal bagaimana seorang Fanan yang sabar dalam merealisasikan idenya. Sabar itu membuahkan hasil, dan saya terjemahkan sebagai: Sabar itu kekuatan. Kekuatan?
Begitulah. Fanan ‘dilirik’ oleh banyak orang dengan beragam cara. Dia Sabar. Tidak ada penampakkan ketergangguan atau putus asa. Suatu kali Fanan berkata: Biarkan saja. Saya tahunya bekerja. Saya belajar sampai ke luar negeri, kini berkesempatan mempraktikkan. Fokus saja. Silahkan saja orang menilai macam-macam.
Saya bukan hendak memuji saja, sebab Fanan juga banyak kelemahan. Tapi, tak hendak menulis tentang itu. Lebih baik menatap ‘kekuatan’ seseorang agar dapat dijadikan teladan. Teringat hadis Rasulullah. Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah bersabda: “Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, namun orang yang kuat adalah orang yang memiliki jiwanya ketika marah.” (HR. Bukhari).
Ya, Fanan terkadang juga marah ketika dihujat atau disalahmengerti. Tapi, dia mampu mengendalikan, mengubahkan menjadi energi sabar untuk berbuat. Ya, Fanan terus berbuat. Dia cermin, dia guru nyata.
Akhirnya, saudara-saudara. Sangat banyak hal-hal kecil, hal-hal sederhana yang dipraktikkan banyak orang di sekeliling kita yang dapat diapresiasi, diteladani. Small is beautifull. Kini, tinggal bagaimana kita memaknai. Sabar itu kekuatan.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Banjarbaru, 11 Maret 2008.










15 Responses to “Sabar Itu Kekuatan”
By Arif on Mar 11, 2008 | Reply
Setuju, Pak. Sabar itu memang kekuatan.
***Sabar seni menata emosi … Allah telah tunjukkan manfaat sabar melalui, terutama, Nabi dan Rasul.
By dhodotes on Mar 11, 2008 | Reply
Tertarik dengan bagian…saya tahunya bekerja … fokus saja.
Perbedaan kekuatannya Pak Fanan dan kelemahan saya terletak pada “fokus saja”. Saya sering tidak bisa fokus, makanya jadi sering tidak sabar. Muaranya, apapun yang dikerjakan, hasilnya setengah2 karena prosesnya tidak dijalani segenap hati dan kemampuan. Tidak bisa fokus.
Korelasinya tinggi juga ya dengan menulis..
Makasih pencerahan ini, Kang Ewa.
**ya ya, mudah saja, tinggal dilatih.
By hErpandi on Mar 11, 2008 | Reply
apa benar sabar itu kekuatan pak ! orang sabar kan ada batasnya juga,kalau di biarkan terus kemungkinan besar kita di ejek terus dan bisa di pandang sebelah mata,
***Itu bukan sabra. bodoh aja kali he he
By noorlatifah on Mar 11, 2008 | Reply
betul sekali pak. Selain sabar sepertinya Fanan punya energi yang mampu membangkitkan semangat yang sebenarnya sudah patah namun bisa bangkit kembali. Luar biasa.
By Fida Abbott on Mar 12, 2008 | Reply
Mas Ersis, you get a special message from me I send it through a bottle across the Blogosphere ocean.
GBU!!
Fida in PA
By Mega on Mar 12, 2008 | Reply
Setujuuu… kalau sabar itu adalah kekuatan..orang yang mempunyai kesabaran akan mendapatkan kekuatan dalam hidupnya…
By SQ on Mar 12, 2008 | Reply
Susah memang kalau sekedar diucapkan, atau ditulis, tapi kalau sudah dipraktekkan. Waduh?! Tapi shabar itu bukan hanya kekuatan pak, ras-rasanya juga kenikmatan.
Seperti orang puasa, kesannya sesudah berbuka, aduh enaknya. Sudah bersabar satu harian penuh menahan nafsu (mcam-macam nafsu). Ada rasa bangga juga, tapi bangga bukan karena apa lho, tapi bangga karena sudah bisa mensyukuri dan kembali kepada fitrah. Mersa sangat beruntung juga sudah ditunjuki hikmah untuk bisa bersabar (malah bisa smpai ke tingkat bersyukur)
Mungkin seperti itu ya perasaan dan keteguhan hati pak Fanan. Hebaaaat :-), saya percaya, orang-orang kaya gitu pasti yang membuat dunia bisa jadi lebih baik
By Suci on Mar 12, 2008 | Reply
Biasanya sabar itu lebih mudah dipraktekkan kalau lebih bisa berpikir positif…(Enak ngomongnya, padahal prakteknya susah juga kalee)
Bagus banget kalo dalam dunia pendidikan ada orang-orang seperti yang diceritakan diatas. Apalagi kalo orang seperti itu lulusan Amerika, pasti kualitas dan kompetisinya bagus banget kan tuh?…kalo bisa bukan hanya “ada” tapi “banyak”…
Udah saatnya pelatihan guru dilaksanakan dengan efektif dan bukan dengan dana yang berlebih. Bukan soal seringnya, tapi soal hasilnya…
***Disitulah rumitnya.
By hErpandi on Mar 13, 2008 | Reply
pak apa benar kami jurusan mandiri nga di anggap sebagai mahasiswa unlam,kalau benar demikian semua yang jurusan mandiri di unlam ngga di anggap juga,kasian kami pak mau di kemanakan nasib kami nanti,
By sawali on Mar 13, 2008 | Reply
sabar memang bisa menjadi sebuah kekuatan, pak, ketika banyak orang mampu mengaplikasikannya dalam tataran praksis. sayangnya, bukan hal yang mudah, khususnya saya, hehehehe
By A.maizun on May 12, 2008 | Reply
Siapa bilng sabar ada batsnya.yg menbtsi adlh setan.carilah pertolongan dgn sabar+sholat. Yaqinlah krn kt takpunya daya maka mintalah pd alloh agr diberi jalan keluar yg diridloi itulh yg trbaik dr alloh.walopun tdk sesuai yg kt harap.yg pnting ridlonya
***Setujuuuuuuuu.
By Amin maizun on May 12, 2008 | Reply
Ada 2.surat cinta dr alloh 1.ingatlah pdku q akn mengingatmu. Bersukurlah jangnlah kufur 2.mintalah pdku akn aq ijabah beri.subhnalloh klo smua manusia sadar ayat ini.hdup takan susah dgn yaqin janji alloh takan bohong.maka kuncinya dgn ZIKIR+DOA.
***Amin. Amin.
By A.maizun on May 15, 2008 | Reply
SABAR kata yg gampang diucpkan tp sush diamalkan. Pdhl sabar adlh sambutan yg baik kpd alloh krn coba’an ato musibah adlh sapa’an dr ksih sayang alloh kpd hambnya. Knp kita lari ktika alloh datang dgn kasih sayangnya? Yuk bljr menymbut rahmat ALLOH turun.
By A.maizun on May 15, 2008 | Reply
Sory gw blm kenalan namku Amin Maizun dr PP.AL.ARIFIYAH KOTA PEKALONGAN. Jelek2 gini gw pernah jd finalis Dai TPI mewakili jawa tengah thn 2005.skrg sy ikut dalm menejmen MAZIDAH (majlis zikir dan tausyah)pimpnn Ust Hariri Coy. Allohu yarham wayubarik fik
By free java games on Jul 4, 2008 | Reply
sabar memang oke
***Yap, the power of sabar