Antropologi: Kepribadian, Pengantar Popular

2 March 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

Apabila kita mengamati dan kemudian mendeskripsikan ‘kelakuan’ binatang, dari cara mencari makan sampai melindungi keturunan, akan didapati pola-pola kelakuannya. Pada kadar tertentu pola kelakuan binatang mempunyai kesamaan, baik secara umum, atau pun pada jenis, atau pada komunitas. Intinya, pola umum pola kelakuan binatang dapat dideskripsikan (secara umum).
 
Lain binatang, lain manusia. Manusia, sekalipun mengenal pola umum, sulit mendeskripsikan pola kelakukannya. Jangankan menyeluruh, untuk pilahan ras, antara Mongloid dan Kaukasoid saja berbeda. Bahkan, masing-masing individu susah dipahami. Berbeda dengan binatang, kelakuan manusia bukan hanya dipantik oleh sistem organik biologisnya, tetapi sangat dipengaruhi oleh akal dan jiwanya sehingga variannya sangat beragam.
 
Ya, manusia sangat unik. Karena itu, para ahli ilmu sosial tidak lagi berbicara tentang pola-pola kelakuan (patterns of behavior), melainkan mengenal pola-pola tingkah laku, atau pola-pola tindakan (patterns of action). Kalau berbicara ‘pola kelakukan’ manusia kita meluncur pada hal sangat khusus, yaitu kelakuan manusia yang ditentukan oleh naluri, dorongan-dorongan, refleks-refleks, atau kelakuan yang lepas dari akal dan jiwanya.
 
Apabila seseorang lapar, melihat makanan, memakan tanpa pertimbangan, berarti kembali ke ‘sipat dasarnya’. Ketika seorang siswa mengikuti ujian nasional (UN), menjawab berdasarkan krepekan, jasa SMS, atau joki, atau dijawabkan guru sementara pengawas seolah-olah tidak melihat, pola demikian pada bukan masyarakat manusia.
 
Unsur-unsur akal dan jiwa manusia sangat menentukan perbedaan tindakan individu. Itulah yang dimaksud dengan kepribadian alias personality. Secara umum unsur kepribadian dapat dipilah kepada pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri.

Pengetahuan
Pengetahun diperdapat melalui persentuhan dengan dunia di luar diri. Pengalaman, hal-hal yang didapat melalui alat indera, bersemayam di otak; diolah dan direkam. Pengambarannya disebut persepsi. Karena itu kalau berbicara  gunung (konkret) atau demokrasi (abstrak) persepsi setiap orang belum tentu sama.
 
Persepsi selalu berkembang. Kalau mendapat hal-hal baru, bisa pula hasil olahan pikiran, atau tilikan perhatian sangat intens terhadap bagian tertentu (persepsi), akan muncul pengambaran baru yang dinamakan apersepsi.
 
Kalau persepsi diproyeksikan menjadi pengambaran sangat khusus, fokus, yang menarik perhatian, dan karena itu, merupakan hasil pemusatan akal, disebut pengamatan.
 
Apabila bagian-bagian pengambaran digabung berdasarkan asas-asas tertentu secara konsisten, itulah konsep; pengambaran baru bersifat abstrak berdasarakan proses akal. Kita bisa mengambarkan bulan, Ka’bah —sekalipun tidak melihat— atau yang abstrak semisal kesejahteraan atau keamanan. Dunia otak adalah dunia konsep.
 
Ada kalanya pengambaran dilebih-lebihkan atau dikurangi. Itulah fantasi. Manusia sering terjebak fantasi manakala tidak bisa membedakakan kenyataan dan alam pikirannya yang benar menurut dirinya. Berfantasi bagus, tapi fantasai bukanlah kenyataan.
 
Persepsi, apersepsi, pengamatan, konsep dan fantasi menyusun’ pengetahuan individu yang sadar (concious). Adakalahnya disimpan di alam ‘bawah sadar’ (sub-conscious) karena terdesak atas beberapa sebab. Apabila terdesak begitu kuat akan tersimpan dalam alam ‘tak sadar’ (unconscious). Kalau sudah begitu akan terpecah-belah, terlarut tidak keruan yang kadang muncul ketika ‘tidak sadar’; mengigau, atau bermimpi. Tidak heran kan, suatu ketika Sampeyan ‘bersetubuh’ dengan J-Lo?

Perasaaan
Pernah melihat foto Dian Sastro? Selebritas cantik tersebut, adakalanya diandaikan dijadikan pacar, digambarkan, gimana gitu. Atau, pernah membayangkan bagaimana penjajah Belanda menguber-nguber Tuanku Iman Bonjol? Kita membaca keculasan Belanda dari buku sejarah hingga muncul perasaan, gimana gitu.
 
Apabila seseorang mengambarkan dalam kesadarannya sesuatu yang dihubungkan dengan akalnya dan menjadi apersepsi, seolah-olah realistik, menimbulkan dalam kesadarannya suatu ‘perasaan’. Apabila dapat ‘memenuhi’ keinginnya, dinamakan perasaan yang positif. Sebaliknya persepsi-persepsi yang tidak dikehendaki menimbulkan perasaan yang negatif.
 
Alam kesadaran manusia berisi pengetahuan dan perasaan. Perasaan adalah keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengaruh pengetahuannya dinilai sebagai keadaan positif dan negatif. Karena itu, perasaan sangat subyektif; menurut ukuran perasa.
 
Perasaan, karena berdasarakan penilai sesuatu berdasarkan pengetahuan individu, menimbulkan kehendak. Kehendak bisa positif, bisa negatif. Apabila begitu kuatnya menjadi keinginan.  Puncaknya kalau tidak dapat dikendalian berubah menjadi emosi. Kalau sudah emosi, berarti … kembali ke asal muasal; sifat-sifat binatang.
 
Dorongan Naluri
Kesadaran karena bukan pengaruh pengetahuan, tetapi karena dorongan naluri, disebut dorongan (drive). Misalnya, dorongan mempertahan hidup, mencari makan, sex, bergaul, meniru, berbakti, keindahan dan bla-bla. Hal ini berlaku umum, termasuk juga pada ‘sepupu’ Sampeyan, binatang.
 
Jadi, kini tinggal memilah dan memilih, dalam membangun kepribadian, unsur mana yang akan ‘ditanamkan’ lebih dominan, Jalan menjadi manusia, atau jalan menjadi binatang.
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 2 Maret 2008.

  1. 60 Responses to “Antropologi: Kepribadian, Pengantar Popular”

  2. By sawali tuhusetya on Mar 2, 2008 | Reply

    wew… gelar tikar lage, kalo boleh sambil ngrokok *halah* untuk mendengarkan pencerahan pak ersis ttg antropologi!

  3. By Mega on Mar 2, 2008 | Reply

    dashat ceramahnya da EWA kali ini euy…

  4. By Riduan Saidi on Mar 2, 2008 | Reply

    Ass… EWA

    Wah soal kepribadian. Menurut buku yang saya baca, kepribadian/personality dibagi menjadi beberapa:
    1. Kepribadian yang tersembunyi “bawah sadar” yang sewaktu-waktu bisa keluar dan meledak tanpa disadari.
    2. Kepribadian yang tersembuyi “sadar”. Tetapi hanya disimpan tidak dikeluarkan. Karena mungkin tidak menemukan kata-kata yang cocok untuk mengungkapkannya. Bisa juga malu karena bila diungkapkan tidak diterima atau diremehkan.
    3. Kepribadian yang tersembunyi “keluar” biasanya diungkapkan pada orang tua, saudara, keluarga, sahabat. Yang dianggap akan dapat memberikan solusi atau saran.
    4. Kepribadian yang ditampilkan. Ini ditunjukkan agar mendapat simpati. Misalnya seorang mahasiswa pada dosennya, murid kepada gurunya, teman kepada temannya, dll. Agar mendapat keuntungan dari sikapnya itu.

    Ehm, Ehm, Ehm.

  5. By Setiyadie on Mar 3, 2008 | Reply

    ass,EWA
    Setiap manusia tentu saja memiliki kepribadian yang berbeda tetapi bukan hanya manusia saja yang memiliki kepribadian, hewan pun juga punya. Mungkin saja di dunia ini ada manusia yang tingkah lakunya mirip hewan dan ada pula hewan yang mirip manusia. Tentu saja tidak ada manusia yang ingin disamakan dengan hewan namun bila manusia itu dalam hidupnya tidak memiliki perasaan, pengetahuan dan hanya mengandalkan naluri maka sama saja hidup seperti hewan.
    Untuk itu maka diperlukan kesadaran oleh diri masing-masing, karena hal ini lah yang membuat kita dapat berbeda denagn hewan, yang hanya mengandalkan naluri dalam menjalani kehidupan.

  6. By Dewi Komalasari on Mar 4, 2008 | Reply

    Kepribadian,…….
    Sangat jelas sekali kepribadian manusia itu berbeda,anak kembar saja kepribadiannya berbeda walaupun fisik sama,karena kita sudah ditakdirkan dan diciptakan berbeda.kalau ada tingkah lakunya seperti binatang wajarlah sebab lebih mengutamakan emosi dibanding akal.
    Manusia dicipkan derajatnya lebih tinggi dibanding binatang,manusia dibekali akal sedangkan binatang hanya naluri dan insting .
    Jadi manusia untuk menentukan kepribadiannya haruslah menggunakan akal yang sudah dibekali allah swt sejak lahir,kalau tidak mau disebut binatang yang hanya nenggunakan emosi,naluri dan insting.

  7. By Akhmad Fauji on Mar 4, 2008 | Reply

    Pada hakekatnya manusia itu memiliki kepribadian yang berbeda-beda.Itu merupakan anugrah tuhan yang diberikan pada manusia agar bisa saling melengkapi dan mencukupi satu sama lain.Coba kalau seluruh manusia sama rupa dan sifatnya seperti dirikita,pasti sangat membosankan.

    Olehsebab itulah kita tidak perlu merasa mider dan rendah dibandinhkan orang lain.Karena tuhanitu menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya.Oleh sebab itulah pintar-pitar kita saja lagi untuk menggali kelebihan yang kita miliki dan menutupi kekurangankita dengan kelebihan tersebut.

    karna semakin kita ahli dan menguasai suatu bidang dengan,maka dengan sendirinya kita akan menjadi popular,karna orang akan memanfaatkan jasa dari keahlian kita.Karna pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial.jadi wajarlah untuk saling melengkapi.Tapi siapa yang lebih bisa melengkapi hidupnya dan bisa menutupi krkurangannya maka dialah yang popular.

    Untuk menjadi seseorang yang popular tidak perlu wajah cantik,bergaya seperti artis dll.Cukup dengan mengembangkan kemampuan dan keahlian yang kita miliki,dan menjadilah manusia yang berkarakter.

  8. By Dwi Setiowati on Mar 4, 2008 | Reply

    Perbedaan antara manusia dan binatang (makhluk hidup lainnya)terletak pada akal. Allah SWT membekali manusia dengan akal yang digunakan untuk menyaring semua hal yang didapatnnya. Dengan akal manusia dapat mengatur hal-hal yang akan dilakukan juga memilah-milah hal yang baik ataupun buruk. Namun, adakalanya manusia lepas kontrol, emosi tak terkendali karena suatu hal, disinilah tirai pemisah manusia dan binatang terkoyak. Oleh sebab itu sebagai manusia yang berakal, kita harus membiasakan diri bersifat sabar, dapat mengendalikan diri juga berpikir rasional. Agar terhindar dari “persamaan” antara manusia dan binatang.

  9. By nurkhulis wardani on Mar 4, 2008 | Reply

    Sikap yang dominan dalam diri seseorang secara kumulatif mencitrai dirinya adalah kepribadian
    manusia dalam membentuk kepribadian diperlukan waktu yang lama kadang dibutuhkan pemaksaan diri, pemaksaan diri yang berubah menjadi kebiasaan harus dipupuk. Agar tidak merasa terpaksa harus dimulai dari dalam diri sendiri. Kekuatan dari dalam diri akan menuntun kepada perubahan yang besar. Komitmen dari diri sendiri untuk mengembangkan pribadi akan menguatkan seseorang meraih apa yang diinginkan. Tujuan hidup menjadi penting untuk membangun motivasi diri. Sebagai mana manusia tidak lepas dari kesalahan, tetapi belajar dari kesalahan untuk mencapai keberhasilan membutuhkan kekuatan dari dalam pikiran, dan ketetapan hati serta tindakan. mengembangkan kepribadian dimulai dari kepemimpinan diri sendiri dan tanggung jawab, dan didukung oleh sikap kejujuran, kepercayaan dan kebenaran,.

  10. By arien noor rahman on Mar 5, 2008 | Reply

    asalamualaikum…..
    kepribadian setiap manusia pasti berbeda-beda,menurut saya kepribadian manusia muncul sejak kecil karena pada waktu kecil mereka melihat bagaimana cara orang tua mendidik mereka,jadi dapat diebak kalau sejak kecil mereka di didik baik maka kepribadiannya akan baik juga,sebaliknya kalau kecil mereka tidak di didik maka keperibadiannya akan buruk. kepribadian seseorang dipengaruhi oleh orang tua,keluarga dan lingkungan sekitarnya…
    wasalam…….

  11. By MUHAMMAD FAUZI on Mar 5, 2008 | Reply

    NAMA : MUHAMMAD FAUZI
    NIM : A1A104003

    Berbicara mengenai manusia dan binatang tentu mempunyai banyak perbedaan. Sederhana saja, manusia memiliki akal, perasaan, naluri, dll sebagainya. Lalu bagaimana dengan binatang…?Kadang-kadang binatang mejadi lebih tinggi derajatnya dari manusia, padahal kedudukan manusia lebih tinggi lho derajatnya dari binatang. Kenapa yaaa jadi bisa kayak gitu…?eeeiii selidik punya selidik, ternyata kepribadian manusia yang menjadikannya lebih rendah dari binatang. Kalau nggak mau disamakan dengan binatang atau lebih rendah dari binatang, maka sandingkanlah kepribadian kita dengan akal…GUNAKANLAH AKAL…

  12. By Asmia ulfah on Mar 5, 2008 | Reply

    Tanpa kita sadari di dunia ini banyak manusia yang memilih jalan menjadi binatang.mereka melakukan apa saja dengan seenaknya sama persis seperti binatang,tapi bodohnya mereka tidak menyadari akan hal itu.salah satu contoh yang pernah kita dengar adalah seorang ayah yang memperkosa anak kandungnya sendiri sampai hamil.hal tersebut hanya merupakan salah satu kelakuan binatang yang ditiru oleh mnusia.jadi tidak salah kalau dalam tulisan EWA menyebutkan bahwa “sepupu” manusia adalah binatang.jadi seandainya kita tidak mau disebut sebagai “sepupu” binatang maka jalanilah hidup dengan sebaik mungkin agar berguna bagi kit sendiri ataupun orang lain

  13. By Novi Ariyanti on Mar 5, 2008 | Reply

    Sebagai makhluk pribadi, kita mempunyai ciri masing-masing yang akan menjadi identitas diri kita. Inilah yang disebut dengan kepribadian.Baik atau buruknya kepribadian seseorang dapat dilihat dari penmpilan dan sikap seseorang. Sudah seharusnya sebagai makhluk Tuhan yang dikaruniai akal dan piliran yang cemerlang kita lebih menggunakan unsur pengetahuan dan perasaan dalam menjalani hidup.Karena kalau unsur dorongan naluri yang kita gunakan maka segala sesuatu yang kita lakukan hanya semata-mata berlandaskan nafsu negatif belaka. Ini berarti kita sama saja dengan binatang. Tidak mau kan…???

  14. By mini febrianti on Mar 5, 2008 | Reply

    Manusia dan binatang tentu memiliki perbedaan.Perbedaannya manusia mempunyai akal pikiran yang bisa membedakan mana yang benar dan salah,mana yang baik dan buruk.Sedangkan binatang tidak memiliki akal sehingga sifat kebinatangannya lebih mendominasi demi mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhannya tanoa ada aturan.Tapi ada saatnya manusia mempunyai naluri kebinatangan karena individu tersebut tidak menggunakan akal pikirannya lagi,pengontrolan diri yang hampir jebol sehingga sifat dasar kebinatangannya yang tidak tahu aturan dan tidak tahu malu muncul kepermukaan.
    Sesuatu yang sudah lepas dari akal pikiran manusia dan lebih mengutamakan dorongan-dorongan hasrat bisa disebut emosi.Unsur yang menentukan perbedaan sifat,sikap dan tindakan manusia satu dengan yang lainnya atau bisa disebut kepribadian.unsur itu terdiri dari akal dan jiwa.
    Di dalam akal terdapat pengetahuan,yang tersimpan tergantung seberapa besar kepekaan kita melalui panca indera untuk mendeteksi segala yang menarik perhatian individu yang ada di sekitar lingkungan kita sehingga otak kita akan memprogram secara tidak langsung apa yang kita lihat,dengar,cium,raba dan rasa.Informasi tersebut akan tersimpan dimemori otak.Jadi saat kita memikirkan buah durian tentu kita tahu bentuk,rasa,bau durian tersebut.Otak merupakan alat penyimpan pesan dengan memori tak terhingga.
    Yang terkandung dalam pengetahuan yakni:
    Persepsi:dapat dilihat dari pengalaman seseorang yang masing-masing berbeda tentu membuahkan pendapat-pendapat yang berbeda pula.
    Apresiasi:dari pendapat masing-masing individu yang presepsinya berbeda akan melahirkan persepsi baru hasil dari proses berpikir yang intens akan menemukan penggambaran baru.
    Pengamatan:dari presepsi melalui berpikir lalu diproses menjadi diskrisi khusus.
    Konsep:mendiskripsikan hal baru yang bersifat abstrak yang sebenarnya dalam kenyataan tidak serupa dengan salah satu berbagai macam penggambaran yang baru itu.
    Fantasi:khayalan yang dilebih-lebihkan oleh alam pikirannya dan tidak sesuai dalam kenyataannya atau belum bisa diwujudkan ole individu itu sendiri.
    Jadi menurut saya kepribadian itu adalah suatu sifat,watak atau ciri khusus individu yang dimunculkan dengan tindakan maupun prilaku dalam berinteraksi dengan orang lain.

  15. By ihya ul ihsan on Mar 5, 2008 | Reply

    Kepribadian dibangun sejak kita,manusia lahir dan disesuaikan dengan tempat dimana kita hidup.Hal ini menyebabkan sifat dasar manusia hanya muncul kadang-kadang.Berbeda dengan binatang yang sudah hidup tanpa aturan sejak lahir sehingga sifat dasarnya selalu muncul.Sebagai manusia yang hidup dengan aturan yang berkembang dimasyarakat maka sudah seharusnyalah memiliki moral yang baik.Jika tidak memiliki moral yang baik dan tidak ingin diatur-atur,hidup saja dengan binatang.

  16. By Risma Yunyta on Mar 5, 2008 | Reply

    Bicara mengenai kepribadian tentu saja adanya pembeda antara pembentukan kepribadian antara manusia dan binatang, namun mengenai naluri tentu saja manusia dan binatang akan menggunakannya dri sejak lahir hingga sampai keliang lahat.

  17. By Muhammad Hidayat on Mar 5, 2008 | Reply

    Manusia diciptakan berbeda, karena itulah yang menyebabkan bahwa setiap kepribadian itu berbeda, namun saya menangkap tulisan saudara bahwa pada kadar tertentu manusia mempunyai kesamaan dengan binatang, manusia mempunyai naluri sejak lahir, tetapi ada pembedaan yang mencolok setelah itu sebab manusia mempunyai akal, apabila manusia tidak menggunakan akal tersebut tetap saja berbeda dengan binatang, sebab binatang tidak mempunyai akal sedangkan manusia mempunyai akal sejak lahir walaupun tidak digunakan

  18. By selvia agustina on Mar 5, 2008 | Reply

    Yang disebut dengan kepribadian adalah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah-laku atau tindakan dari tiap-tiap individu manusia itu yang juga berarti ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten,yang memberikannya suatu identitas sebagai makhluk yang khusus yang membedakannya dengan makhluk yang lain.Dalam kehidupan sehari-hari kita menganggap bahwa seseorang tertentu mempunyai kepribadian jika ia mempunyai beberapa ciri watak yang diperlihatkannya secara lahir,konsisten dan konsekuen dalam tingkah lakunya.
    Meskipun manusia itu sudah diberikan identitas sebagai makhluk yang khusus yang membedakannya dengan makhluk lain seperti binatang,tapi pada kenyataannya banyak manusia yang berkelakuan tak ubah seperti binatang,baik dari pola kelakuan mencari makan,menyerang musuh,dan sebagainya.Sebagai contoh adalah orang tua yang seharusnya menjadi pelindung anaknya malah menyiksa anaknya sendiri,bukankah ini lebih kejam dari pada binatang?Binatang saja tidak akan memakan anaknya sendari.

  19. By toni februari on Mar 5, 2008 | Reply

    jujur..saya belum ngerti semua isi tulisan bapak ini..
    antara kepribadian manusia, pengetahuan dan aplikasinya.
    perbedaan yang sangat jelas apabila manusia di bandingkan dengan binatang. semua orang pasti sudah tahu. balita pun sudah bisa membedakan obyek yang di amatinya..apa itu manusia atau binatang. dalam artian fisik tentunya.

    Tampaknya memang bukan perbedaan yang ditonjolkan disini, melainkan sisi lain manusia yang dalam kehidupannya adalah penentu bagi kelanjutan proses kehidupan zaman, kebudayaan serta peradaban. manusia berpengetahuan, berakal,bernaluri, dan yang paling tidak bisa di terima oleh manusia yang lain adalah Persepsi..persepsi manusia pasti berbeda adakalanya perbedaan itu tidak bisa diterima oleh manusia yang lainnya..Persepsi timbul dari pengetahuan, pengetahuan datang dari pengalaman, pengalaman muncul ketika manusia beraktifitas..tidak sedikit manusia yang bersikap agak menyimpang.tentunya bukan asli dari sikap bawaan lahir, tapi sikap buruk tersebut tumbuh dari aktifitas dan pengalaman yang buruk juga, didukung dengan pengetahuan yang minim yang dipunyai manusia tersebut.

    Maka dari itu pikiran buruk yang kuat tertanam dalam diri manusia akan membudaya, membentuk sikap manusianya yang kurang pengetahuan ( yang asal terima aja ) dari situ aktifitas pun dimulai, masuk dalam rantai kehidupan manusia…Susah di putuskan rantainya Pak…kecuali merusak rantai makanan binatang, itu mudah mudah heee..

    yang harus diprogram sekarang, tentu individunya dulu..mulai dari sekarang, mulai dari hal yang kecil, dan mulai dari diri kita sendiri..heee yaaap

  20. By Hamidah ulfah on Mar 5, 2008 | Reply

    Berbicara tentang manusia dan binatang tentunya kedua hal ini mempunyai arti yang berbeda.Manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan dibekali oleh akal pikiran,sedangkan binatang,dia tidak mempunyai akal pikiran,namun dikaruniai oleh insting dan naluri.Otak yang tertanam didalam tubuh manusia dan bertindak untuk berpikir dan mengaplikasikan hasil pikiran itu kedalam tindakan yang sifatnya positif bukan sebaliknya.Oleh karena itu disini manusia dituntut untuk menggunakan akalnya guna menyaring mana yang pantas dan tidak pantas untuk ditiru,karena jika manusia itu hanya diam saja tanpa menggunakan otaknya maka hidupnya akan kacau bahkan sangat sulit untuk menuju ke arah yang lebih baik.Jadi pada intinya,gunakanlah akal untuk berpikir dan bertindak,karena tindakan yang baik itu mencerminkan kepribadian individu itu sendiri.

  21. By kamsinah on Mar 5, 2008 | Reply

    ANTROPOLOGI;KEPRIBADIAN,PENGANTAR POPULAR
    Menarik sekali!apa yang dikemukakan EWA tentang konsep kepribadiaan,kata binatang dan manusia adalah dua hal yang berbeda.Dimana,manusia dianugrahkan akal dan pikiran untuk menjalankan kudratnya sebagai makhluk tuhan dimuka bumi,sedangkan binatang hanya dianugrahkan insting dan nafsu saja tanpa akal dan pikiran.Jika seorang manusia melakukan sesuatu tanpa berpikir dan pertimbangan,maka ia tak beda dengan binatang.
    Manusia diberikan otak untuk berpikir,hati untuk merasakan(perasaan)karena itu ,manusia lebih tinggi derajatnya dari binatang,apalagi dilengkapi dengan kepribadiaan yang sempurna maka jadilah individu yang tiada cela.Kepribadiaan individu dapat menggambarkan bagaimana individu tersebut,apakah individu yang cerdas atau sebaliknya?
    Individu yang dilengkapi kepribadian yang sempurna yang dapat menempatkan diri dalam arus globalisasi sekarang ini,maka akan mengantarkan individu tersebut kearah yang lebih maju dan sukses.Dengan pengetahuan yang ia miliki dan dapat mengontrol perasaan dan mengendalikan dorongan nalurinya kearah yang positif dan menjadikan faktor itu lebih dominan,maka jadilah individu dengan kepribadian yang cantik.

  22. By Helma novieanti on Mar 5, 2008 | Reply

    Manusia di ciptakan oleh Allah swt dengan kepribadian yang berbeda-beda,fikiran dan perasaannya pun berbeda,akan tetapi manusia dan binatang sama mempunyai naluri yang di gunakan dalam hidupnya. Dalam membentuk kepribadian,seorang individu atau manusia pasti memerlukan waktu untuk menatanya,bahkan faktor lingkungan bisa sedikit mempengaruhi diri dalam menata kepribadian.Jadi pintar-pintar kita saja dalam membentuk watak dan kepribadian yang baik dengan akal fikiran yang sehat selalu bersifat fositif,dan jangan hanya mengandalkan nafsu seperti binatang.

  23. By Nuril Najmi on Mar 5, 2008 | Reply

    Hidup di takdirkan Tuhan menjadi makhluk sebagai “manusia” sangat perlu kita syukuri.Betapa tidak, manusia diciptakan sebagai manusia paling sempurna dan diberi akal yang luar biasa di bandingkan makhluk-makhluk hidup lain di muka bumi ini.tetapi banyak sebagian orang tidak bersyukur akan hal ini, mereka meniru perbuatan,tingkah laku Binatang serta sifat-sifatnya.hal itu seolah-olah memggambarkan serta mencerminkan bahwa manusia tidak bersyukur ditakdirkan menjadi manusia sebagai makhluk mulia yang mempunyai akal pikiran.Menurut hemat saya manusia yang bersyukur itu adalah manusia yang bisa mengendalikan kehendak,keinginan,emosi serta hawa nafsu yang tidak sama dengan sifat-sifat binatang.kita adalah makhluk tuhan paling sempurna dan mulia jadi sudah selayaknyalah kita berpribadian, bertingkah laku serta melakukan perbuatan yang juga mulia dan sempurna,tidak seperti Binatang.maka dari itu mulai dari sekarang marilah kita membangun kpribadian agar tidak meniru maupun mengikuti jejak para binatang…

  24. By Haryani on Mar 5, 2008 | Reply

    Pada kali ini begitu banyak paparan yang telah anda sampaikan,tetapi saya akan tetap berusaha untuk menanggapi paparan anda tersebut, yang tentu saja sesuai dengan kemampuan opini saya.Tanggapan saya tentang tulisan anda mungkin tidak sekomplit paparan, tetapi hanya poin-poin tertentu saja yang akan saya tanggapi.
    Pertama yang mampu saya ungkapkan dalam tulisan ini, bahwasanya perbedaan merupakan sunnatulloh. Kemudian tentang pola pikir manusia.Di dalam kitab Nidhamul Islam karya Syekh Taqiyuddin an Nabhani,Pemikiran merupakan jalan yang dapat membentuk mafahim dan memperkuat mafahim(persepsi) terhadap segala sesuatu.Disamping hal tersebut manusia juga akan melakukan suatu tindakan sesuai dengan mafahimnya.Jadi tingkah laku manusia selalu berkaitan erat dengan pemahamannya.
    Yang selanjutnya yakni mengenai dorongan naluri.Pada diri manusia telah diciptakan pula berbagai gharizah(naluri)serta kebutuhan jasmani. Pada instink dan kebutuhan jasmani ini juga telah diciptakan pula khasiat-khasiatnya.Misalnya:pada gharizah mempertahankan dan melestarikan keturunan (gharizah na’u) telah diciptakan khasiat dorongan seksual. Dalam kebutuhan jasmani juga diciptakan khasiat-khasiat seperti lapar,haus,ngantuk dll.Semua khasiat ini telah diciptakan Alloh SWT bersifat baku sesuai dengan sunnatul wujud(peratutan alam yang ditetapkan Alloh).
    Khasiat-khasiat ini mempunyai potensi yang dapat digunakan manusia dalam bentuk amal kebaikan apabila sesuai dengan perintah Alloh dan dapat digunakan berbuat kejahatan apabila melanggar perintah dan larangan Alloh.”Telah kami tunjukkan kepadanya dua jalan hidup(baik dan buruk)”.(TQS.AL Balad[90]:10). Wallohu A’lam bi ash shawab

  25. By santy Dwi Pratiwi on Mar 5, 2008 | Reply

    Semua manusia di dunia ini memiliki kepribadian masing – masing kepribadian inilah yang membedakan manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Pengetahuan, perasaan dan dorongan naluri merupakan bagian dari kepribadian manusia. Ketiga hal ini harus seimbang antara yang satu dan yang lainnya, manusia memiliki akal, inilah yang memmbedakannya dengan binatang. Manusia juga memiliki norma, norma inilah yang dapat mengontrol kepribadian manusia. Di dalam otak manusia terdapat akal dan manusia bisa berpikir mana yang baik dan mana yang buruk, dan bisa memilih mengikuti yang baik atau yang buruk, dan pilihan manusia akan baik dan buruk itu tercermin dalam kepribadiannya bila dia memilih yang baik, maka kepribadiannya pun akan baik juga .begitu juga sebaliknya. Tetapi sebagai makhluk tertingi ciptaan Tuhan yang dapat mengetahui hal baik dan buruk, pastinya kita memilih yang baik, bila kita memilih yang buruk, maka kita tdak ada bedanya dengan Hewan, karena hewan tidak bisa membedakan yang baik dan yang buruk.

  26. By Juwita sari on Mar 5, 2008 | Reply

    Manusia memang makhluk unik,malah bisa dikatakan “aneh”.manusia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh makhluk ciptaan tuhan yang lain,yaitu manusia memiliki akal.Dengan akal yang dimilikinya manusia dapat berpikir tentang apa yang akan dilakukannya dan apa yang tidak ingin dilakukannya.Apa yang dipikirkan oleh akal manusia yang satu dan yang lainya berbeda,hal ini dipengaruhi oleh banyaknya ilmu yang dimilikinya,apa yang dilihat dan didengarnya,serta sebanyak apa pengalaman yang dimilikinya.Apa yang dipikirkan manusia tersebut lalu ada yang diwujudkan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku.Ini berarti menurut saya segala tingkah laku manusia semua bersumber dari akal,sehinggga apabila kita mengINPUT sesuatu yang positif dalam otak tentu outputnya juga sesuatu yang positif pula,tetapi apabila mengINPUT sesuatu yang negatif tentu outputnya sesuatu yang negatif.

  27. By diah eka rini on Mar 5, 2008 | Reply

    dalam membangun suatu kebudayaan hendaklah kita dominankan dengan nilai-nilai yang manusiawi.memang tidak bisa di pungkiri kalau manusia sering berbuat seperti binatang karena tidak berpikir secara rasional dan terlalu mengikuti hawa nafsu.nilai-nilai agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat hendaklah menjadi acuan bagi kita dalam memanusiakan manusia.dengan pendidikan di harapkan dapat membentuk budaya yang baik dan beradap.memang butuh waktu yang lama untuk membentuk budaya yang beradap karena sampai sekarang masih banyak mansia yang berpikir dan berperilaku seperti hewan.

  28. By AM. hamsin fitriyadi on Mar 5, 2008 | Reply

    Memang benar manusia dan binatang merupakan sesuatu yang sangat berbeda, walupun sebenarnya dalam kehidupan saat ini ada juga manusia memiliki sifat binatang. Kepribadian manusia bisa dipengaruhi oleh lingkungan, karena hal ini dapat membentuk perbedaan kepribadian manusia satu sama lainnya dan menghasilkan budaya yang beraneka ragam.

  29. By Ni Luh Sri A on Mar 5, 2008 | Reply

    Tingkah laku serta pola pikir manusia dan binatang berbeda. Tingkah laku dan pola pikir manusia lebih bervariasi karena selain dipengaruhi oleh sistem organik biologisnya tetapi juga dipengaruhi oleh akal dan jiwanya. Akibatnya setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda pula. Dalam membangun kepribadian dalam diri kita, sebaiknya unsur jalan menjadi manusia lebih dominan ditanamkan. Hal ini karena tingkah laku dan pola pikir manusia yang lebih bervariasi. Dengan bervariasinya pola pikir dan tingkah laku manusia maka akan memunculkan penggambaran, perasaan, kehendak dan keingginan yang bersifat positif atau negatif. Maka dari itu, manusia dilengkapi dengan jiwa dan akalnya diharapkan dapat memilah mana yang baik dalam artian tidak salah menggambarkan sesuatu(tidak melebihkan atau mengurangi) sehingga perasaan yang muncul tidak menimbulkan kehendak atau keinginan yang bersifat negatif, sehingga kita dapat mengendalikan emosi kita.

  30. By Noor Fahriani on Mar 5, 2008 | Reply

    Ass…

    kelakuan manusia dan kelakuan binatang sangtlah berbeda jauh, kelakuan binatang bisa kita ketahui mereka memakai insting hewan mereka bukan pikiran mereka sedangkan manusia memakai pikiran dan akal mereka, Tuhan menciptakan manusia sempurna dari makhluknya yang manapun, manusia diberi akal dan pikiran yang tidak dimiliki makhluk-NYA yang lain…dengan pikiran dan akal sehat itu manusia dapat memilih yang baik atau yang buruk bagi mereka, dengan pikiran dan akal itu pula kita sebagai manusia bisa lebih mengendalikan emosi kita.

    Ws.

  31. By SRI WAHYU ASTUTI on Mar 5, 2008 | Reply

    Jalan hidup manusia ya…manusianya sendiri yang memilih. Kebanyakan orang pastilah memilih ingin jadi manusia semanusianya, namun terkadang tanpa disadari bahkan sadar aja manusia lupa bahwa dia itu manusia dan melakukan apa yang dilakukan binatang ya diikuti.memang semua orang tau bahkan seluruh dunia tau kalau antara binatang dan manusia itu berbeda dan sangat-sangat berbeda. Otak dan akal pikiran diberikan kepada mausia yang namanya diri kita ada naluri, perasaan, emosi ya kadang – kadang lepas kontrol atau apalah namanya,,, tergantung kemana arah nya membawa ntah kepositif atau kenegatif kembali lagi pada dirinya sendiri dan kesadaran!

  32. By catur widyastuti ph on Mar 5, 2008 | Reply

    Catur Widyastuti PH
    Bersyukurlah kita( manusia ) di ciptakan ALLAH sebagai mahkluk yang paling mulia.Dengan jelas sekali bahwa kedudukannya lebih baik dari binatang.Dari itu sebagai mahkluk yang diciptakan sempurna kita harus dapat menggunakannya dengan sebaik-baiknya,dengan mengetahui mana yang baik dan buruk dari suatu hal.Sehingga kita dapat menciptakan kepribadian yang baik bagi sesama maupun kepribadian yang baik pula di mata Allah.Dengan kepribadian kita dapat menjadi hidup lebih hidup.Pada intinya suatu kepribadian dapat mencerminkan siapa sebenarnya manusia itu sebenarnya.

  33. By Zul Haziah on Mar 6, 2008 | Reply

    Akal pikiran yang ada di dalam diri manusialah yang menjadikannya berbeda dengan binatang, dan juga menjadi lebih mulia. Namun, manusia juga bisa lebih rendah dari binatang karna adanya akal pikiran yang ada dalam dirinya. Maksudnya adalah, bahwa binatang akan wajar-wajar saja memiliki pola-pola kelakuan yang tidak wajar dalam dirinya, karna memang binatang hanya memiliki naluri sebagai acuan untuk bertindak, tidak dengan akal karna memang mereka tidak memilikinya. Artinya tidak ada pilihan lain selain menggunakan naluri tersebut.sedangkan manusia, tidak hanya dikaruniai naluri tetapi juga sebuah akal pikiran. Sehingga, apabila seorang manusia memiliki pola-pola tingkah laku yang tidak wajar, karna dalam bertingkah laku tersebut hanya mngacu pada naluri saja, maka ia menjadi lebih rendah dari binatang. karna ia memiliki akal yang bisa ia gunakan/ia pilih sebagai dasar dari tindakan. Artinya memiliki kesempatan untuk menciptakan pola tingkah laku yang baik.

  34. By Wiwik Norliyana S on Mar 6, 2008 | Reply

    Proses belajar kebudayaan itu berlangsung saat menusia baru dilahirkan sampai manusia itu akan meninggal. Saat manusia baru dilahirkan ia sudah mendapat pengalaman dan belajar pola-pola tindakan dalam berinteraksi dengan individu lain. Perantara pertamanya adalah keluarga, yang mengenalkan nilai-nilai budaya kepada individu tersebut.

    Semakin dewasa individu semakin banyak pengalaman yang dia dapat dari lingkungannya. Tentu saja lingkungan itu memiliki budaya yang kemudian mempengaruhi kepribadian dan prilaku individu itu. Ia harus belajar menyesuaikan diri dengan segala aturan-aturan kebudayaan dan adat-istiadat yang ada.

    Proses ini sudah dimulai atau ada dalam pikiran individu sejak kecil. Dari kecil sampai dewasa dia meniru segala tingkah laku dan tindakan orang dewasa. Dengan meniru maka tinglah laku dan tindakannya menjadi suatu pola yang akan diatur oleh norma-norma.

  35. By fahrian hefni on Mar 6, 2008 | Reply

    Kepribadian adalah hal yang sangat mendasar oleh seorang insan manusia yang sangat sulit sekali diubah oleh faktor apapun.
    Biasanya kepribadian seorang dipengarihi oleh letak geografis suatu wilayah dimana dia tinggal, bagaimana topografinya, dan keadaan manusia disekitarmya.
    Dimanapun ia berada yang sudah menjadi kepribadian dia maka tidak bisa diubah-ubah lagi.
    Apabila ia merantau kesuatu daerah maka ia sering berbenturan dengan apa yang sudah menjadi tradisi disuatu daerah karena ia mempunyai suatu kepribadian yang sudah dibawanya dari kampung halamannya maka akan sulit sekali membiasaakan diri dengan lingkungan barunya kecuali menumbuhkan rasa toleransi dan rasa persaudaraan yang kuat.

  36. By Ganda Resnadi on Mar 6, 2008 | Reply

    Menyoroti tentang fantasi, terkadang fantasi selalu diartikan dengan hal-hal yang bersifat negatif, porno, dan hal yang tercela lainnya. Fantasi sering kita sebut “menghayal”. Tapi menurut saya fantasi terkadang perlu untuk merencanakan sesuatu yang bersifat positif. Tapi fantasi disini juga dibarengi dengan pengetahuan. Coba kalau kita melakukan suatu hal tapi tidak pernah memikirkan dan menghayalkan apa yang kita dapat dari pekerjaan itu,tentunya kita tidak akan mempunyai target yang akan kita capai, buat apa bekerja kalau tidak ada tujuannya.

    ***tergantung manusianya. Yoha.

  37. By SISWATI on Mar 6, 2008 | Reply

    Wah, kedengarannya cukup mengasyikan nich membicarakan masalah kepribadian apalagi di era global sekarang ini. Sulit sekali rasanya menemukan figur yang memiliki kepribadian yang baik apalagi bisa dijadikan contoh dimasyarakat. Menurut saya kepribadian yang baik itu adalah yang memiliki identitas diri dan paham betul akan kodratnya sebagai manusia. Gimana, ada benarnya kan apa yang saya bilang ????????

  38. By DINA YULINDA on Mar 6, 2008 | Reply

    Setiap manusia dimuka bumi ini pasti memiliki kpribadian yang tentunya berbeda tiap manusia. Kpribadian sangat diperhitungkan dalam kehidupan. Bahkan kadang kpribadian inilah yang menentukan keberuntungan kita.
    Misalnya, dalam mencari pekerjaan orang akan menilai layak atau tidaknya kpribadian kita bekerja di tempat mereka, demikian juga dengan even - even lainnya. Kpribadian sangat penting, tengoklah pada kontes - kontes kecantikan ataupun yang serupa meletakkan kpribadian yang baik sebagai salah satu syarat untuk pesertanya. Yach!!! begitulah teramat sangat penting kpribadian itu.
    Setiap manusia mempunyai kpribadian jelas jawabannya “Iya” karena, hal ini menjadi pembeda manusia dengan binatang. Saya tidak setuju jika manusia disamakan dengan binatang dikarenakan manusia dengan binatang memang beda, ( liat saja bentuk binatang tidak ada yang sama dengan manusia ).
    Namun saya sependapat bila ada orang yang berkata, ada beberapa manusia yang berkpribadian seperti binatang. Lihat saja banyak orang mengambil yang bukan haknya, orangtua memperkosa anak sendiri dan saling membunuh, bukankah tindakan itu adalah tindakan yang dilakukan oleh binatang, manusia dikaruniai akal dan fikiran kenapa bisa melakukan hal seperti itu….Aneh juga sich….

    ***ha ha, siapa yang bilang sama euy … itu tadi, ada drive yang sama; contoh kalau lapar sama-sama pingin makan, tapi … manusia mikir dulu, gunakan rasanya … kalau binatang main embat saja. Kalau, manusia seperti kelakuan binatang ya main embat aja; akal dan budinya ngak berfungsi.
    Tapi itulah kpribadian seseorang tidak ada yang bisa menentukan selain orang itu sendiri. Sekarang kpribadian kita ditentukan oleh diri sendiri apakah kita ingin dikenal sebagai manusia yang berkpribadian baik ataupun buruk semuanya kembali kepada kita sendiri.

  39. By Abdul Rahman S. on Mar 7, 2008 | Reply

    sudah tentu manusia dengan binatang memeliki perbedaan, tapi dalam fenomena saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa ada saja manusia bersifat binatang. Dengan demikian agar kepribadian manusia tidak dikatakan seperti binatang maka seharusnya manusia harus memiliki pengetahuan, perasaan dan naluri.

  40. By Puji Astuti on Mar 7, 2008 | Reply

    Ass…………………

    Bahwa pada hakikatnya, dalam kehidupan manusia itu sendiri sering bermuka dua, dimana mereka menganggap diri merekalah yang paling benar. Dalam hal ini manusia sering mengabaikan pengetahuan, perasaan dan dorongan naluri mereka sendiri demi mencapai suatu titik kepuasan.

    Disepanjang kehidupan manusia dari zaman prasejarah hingga sekarang ini selalu terjadi enkulturasi dimana manusia itu sendiri menyesuaikan dan mempelajari apa yang mereka pikirkan serta pola tingkah laku dalam tiap individu. Seiring perkembangan zaman pola sikap dan pemikiran dipengaruhi oleh adat istiadat, sistem dan norma yang mana ketika individu itu sendirimempelajarinya maka dalam kehidupan pribadinyapun akan tercermin dengan sendirinya pula.

    Wss……………………

  41. By Irma on Mar 7, 2008 | Reply

    Menurut saya, kepribadian merupakan watak atau sifat yang menjadi identitas dari seseorang yang mempengaruhi perilaku orang itu. Perilaku manusia dapat dibedakan dengan kepribadiannya, karena kepribadian merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri seseorang. Kepribadian menunjuk pada sikap seseorang untuk berbuat, mengetahui, berpikir dan merasakan khususnya apabila dia berhubungan dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan dengan pengetahuannya yang diwujudkan melalui persepsi, apersepsi, pengamatan, konsep maupun fantasinya.

    Setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda tergantung kepada pengetahuannya masing-masing. Itulah yang menyebabkan tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kepribadian yang sama. Baik dan buruknya seseorang ditentukan oleh kepribadiannya.

  42. By Helmi Hakim on Mar 7, 2008 | Reply

    Menurut saya kepribadian itu merupakan pembeda antara individu yang satu dengan individu yang lainya.baik atau buruknya kepribadian seseorang itu sangatlah dipengaruhi oleh ilmu pengethuan yang di milikinya sebagai hasil dari belajar.

  43. By M.AGUSTIANNUR on Mar 7, 2008 | Reply

    Manusia memiliki kepribadian yang berbeda- beda, tiap individu tidak sama pribadinya meskipun kembar, pribadi adalah ciri khas dari seseorang. Tiap manusia berbeda kpribadiannya, tidak dapat disama-samakan,mengutip tulisan bapa diatas “Persepsi, apersepsi, pengamatan, konsep dan fantasi menyusun’ pengetahuan individu yang sadar (concious). Adakalahnya disimpan di alam ‘bawah sadar’ (sub-conscious) karena terdesak atas beberapa sebab. Apabila terdesak begitu kuat akan tersimpan dalam alam ‘tak sadar’ (unconscious). Kalau sudah begitu akan terpecah-belah, terlarut tidak keruan yang kadang muncul ketika ‘tidak sadar’; mengigau, atau bermimpi.” begitu pula kita bila bersikeras untuk menyamakan pribadikita dengan tokoh yang kita idolakan atau kita puja.

    Jadi, kpribadian yang sudah terbentuk dalam diri kita adalah ciri yang membedakan kita dengan yang lain serta merupakan bentuk dari individu tersebut sejak lahir dan yang tidak sama dengan makhluk lainnya.

  44. By Farida Ariyani on Mar 7, 2008 | Reply

    Ass….
    Menurut pendapat saya,manusia merupakan makhluk individu yang unik.Dimana dalam kepribadian seorang individu terdapat pengetahuan,perasaan dan naluri.
    Manusia merupakan makhluk yang berbeda dengan binatang,walaupun ada sifat dari binatang yang sama dalam diri manusia yaitu naluri,tetapi manusia menggunakan naluri untuk mengembangkan pengetahuannya.Sedangkan binatang hanya menggunakan naluri dalam kehidupannya.
    Wslm….

  45. By rumadi on Mar 8, 2008 | Reply

    Ass.
    Kepribadian adalah sosok dalam diri manusia yang dikontrol oleh dirinya sendiri. Kepribadian manusia dibentuk sejak dari kecil, bisa dari keluarga, pergaulan, atau lingkungannya.

  46. By Tria on Mar 8, 2008 | Reply

    Manusia diciptakan sebagai makhluk sempurna di antara makhluk yang lain karena sejak lahir telah dikarunia oleh sang pencipta dengan akal untuk berpikir. Pola berpikir itulah nantinya yang akan membawa manusia pada pembentukan kepribadian yang berbeda-beda yang saling melengkapi. Jika tindakan manusia lebih mengedepankan emosi dan nafsu yang berlebihan tanpa adanya control maka manusia tidak ada bedanya dengan binatang. Kepribadian yang dihasilkan tergantung pada pola pikir yang telah tertanam di otak manusia. Pola pikir yang positif akan menghantarkan manusia untuk memiliki kepribadian sebagai “manusia seutuhnya” karena baik buruknya suatu kepribadiaan seseorang itu tergantung dari pribadi masing-masing yang akan membentuknya.

  47. By AKBAR ALAMSYAH HIDAYAT on Mar 8, 2008 | Reply

    Ass.. wr…wb….

    Dalam tulisan anda saya sangat mengerti bahwa kepribadian atau yang biasa disebut dengan personality adalah sesuatu yang sangat penting bagi sebuah individu. Karena dengan adanya kepribadian, dapat membedakan antara manusia dengan binatang.

    Wass,,,wr… wb

  48. By Rizal Hasannor on Mar 9, 2008 | Reply

    Ass EWA
    Manusia dan binatang sangatlah berbeda. Walaupun demikian, terkadang ada manusia yang berprilaku seperti binatang. Hal ini terjadi bila manusia sudah dikuasai nafsunya. Padahal sebagai makhluk yang paling sempurna, manusia sudah dibekali akal pikiran untuk berpikir. Dengan akal yang dimilikinya manusia dapat menciptakan budaya yang baik. Berbeda dengan binatang yang tidak memiliki akal sehingga segala tingkah lakunya tergantung pada nafsu.
    Tapi terkadang manusia juga lebih mementingkan nafsu dari pada menggunakan akal pikirannya. Apabila hal ini sudah terjadi manusia bisa lebih rendah dari binatang. Manusia akan menjadi manusia apabila manusia itu menggunakan akalnya dengan disertai iman yang kuat.
    Wassalam.

  49. By Siti Nurul Kamila on Mar 9, 2008 | Reply

    Kepribadian identik dangan sikap yang terbentuk dan tercermin dalam diri individu.Kepribadian seseorang terlihat dari pola tingkah laku individu tadi.Setiap individu mempunyai akal dan pikiran yang sudah dimodali atau dikarunia oleh Tuhan,akal dan pikiran tadi kemudian dikemudikan oleh sang pemilik akal tadi,entah ke arah yang baik,lebih baik atau bahkan ke arah yang malah terbalik.Disamping akal dan pikiran setiap individu juga memiliki naluri yang peka terhadap perasaan dan menghantarkannya kepada situasi yang menuntut ia untuk menggambarkannya bagaimana perasaannya saat itu.Kepribadian setiap individu sangat berbeda namun ada juga yang hampir sama.Hal ini dapat kita bedakan melalui bagaimana ia mengemudikan akal dan pikirannya tadi serta perasaan yang ia bawa saat itu.

  50. By hadi_er on Mar 9, 2008 | Reply

    Ya . . . manusia memang adalah makhluk yang paling sempurna yang telah diciptakan oleh Tuhan, sehingga tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang lebih mulia daripada manusia. Manusia diberi Tuhan keistimewaan dibandingkan dengan makhluk Tuhan yang lainnya. Di antaranya keistimewaannya adalah bahwa manusia itu diciptakan dengan dibekali akal dan nafsu, sedang malaikat hanya dibekali akal dan binatang hanya dibekali nafsu. Kadang manusia bisa lebih hebat dari malaikat kalau manusia itu bisa mengendalikan akal dan nafsunya dengan seimbang. Tapi kadang manusia bisa lebih buruk dari binatang kalau manusia itu tidak bisa mengendalikan akal dan nafsunya dan lebih cenderung bertindak berdasarkan nafsu. Jadi dengan keistimewaan yang telah diberikan Tuhan yaitu berupa akal maka manusia tentunya memiliki kepibadian.

    Kepribadian setiap manusia itu berbeda-beda, tergantung pengetahuan, perasaan, dan naluri yang ada dan tertanam di dirinya. Inilah kenapa manusia disebut makhluk yang unik, yang tidak bisa dinilai lewat pandangan pola-pola sikap, tapi mesti lewat pola-pola tindakan atau tingkah laku.

  51. By Linda Araini on Mar 9, 2008 | Reply

    Manusia itu lebih sempurna daripada binatang jika dilihat dari segi kepemilikan akal dan pikiran. Namun kadangkala akal dan pikiran manusia itu tidak berfungsi dengan baik jika sudah menyangkut yang namanya nafsu.Sifat yang tadinya ibarat kata itu jinak bisa berubah menjadi beringas manakala didalam nuraninya memiliki keinginan atau hasrat kepada sesuatu yang tidak semestinya yang ingin segera dipenuhi namun terkendala dengan norma - norma yang ada.Akibat dari ketidaktercapaiannya maksud atau keinginan terpendam tersebut maka muncullah emosi sebagai puncak dari rasa kekecewaan.Pada titik tersebut maka manusia yang tadinya dikaruniakan akal dan pikiran tak bisa lagi mengontrol emosi dan memilah mana yang baik dan buruk.

  52. By VIDA AULIA RAKHMAN on Mar 10, 2008 | Reply

    Manusia dan binatang, dua kata yang tentu mempunyai pembeda yang sangat jauhkalau kita lihat dari segi fisiknya. setiap individu yang ada dimuka bumi ini mempunyai kepribadian masing-masing yang tentunya merupakan hasil dari pergaulan individu itu sendiri.

    Kepribadian yang muncul pun merupakan pengaruh dari pengetahuan yang didapatkan dari setiap lingkungan individu itu dan diaplikasikan dalam kehidupan masing-masing.Manusia mempunyai nafsu yang dapat dikendalikan dalam pengambilan suatu tindakan sedangkan binatang tidak.

    Menurut saya kita hidup sebagai bentuk suatu pembelajaran dalam pembentukan kepribadian diri kita sendiri dan karena hidup itu pilihan maka kepribadian yang bagaimanapun tergantung kita yang memilih dan menjalaninya.

  53. By Erina Marsiana on Mar 11, 2008 | Reply

    Menurut saya Struktur kepribadian bisa didefinisikan sebagai aspek atau elemen-elemen yang terdapat dalam diri manusia yang karenanya kepribadian itu terbentuk.Jadi ciri khas manusia yang membedakannya dengan binatang adalah Intelegensia manusia yang telah mencapai taraf tertentu yang membuat manusia mampu melakukan beberapa hal yang tidak mampu dilakukan oleh binatang seperti kesadaran dirinya.

  54. By Melisa Prawitasari on Mar 11, 2008 | Reply

    Kepribadian manusia ditentukan oleh pengetahuan, perasaan dan dorongan naluri. Manusia mempunyai sifat dasar yang sama seperti binatang yakni sama - sama memiliki otak, tetapi binatang tidak menggunakan otaknya untuk bertindak karena bintang tidak memiliki akal, sedangkan manusia sebelum melakukan tindakan selalu menggunakan otak/ akal dan pikirannya. Oleh karena itu hidup manusia selalu penuh dengan aturan. Manusia memiliki otak yang luar biasa, manusia dapat menggambarkan berbagai macam hal dan memasukkannya ke dalam otak menjadi konsep, sehingga setiap manusia memiliki persepsi yang berbeda- beda terhadap suatu hal.

  55. By Septha on Mar 12, 2008 | Reply

    Kepribadian yang dimiliki oleh setiap orang yang satu dengan yang lainnya sudah barang tentu berbeda, hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan, perasaan, dan naluri yang dimiliki oleh setiap orang berbeda juga. Ketiga hal tersebut membentuk pola pikir yang dimiliki setiap individu dalam menjalani kehidupannya sehari – hari, jika kemampuan pengetahuan, perasaan, dan naluri seseorang itu baik maka kepribadian yang dimiliki oleh dirinya akan baik juga begitupun sebaliknya. Tapi hal ini juga harus diimbangi oleh kualitas keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah swt, agar kepribadian yang kita miliki semakin mantap tentunya.

  56. By haris zaky mubarak on Mar 12, 2008 | Reply

    Management AQU President
    berkata :

    kepribadian memang sudah sejak lama zaman jahiliyah sudah diperdebatkan, dalam konteks orang-orang yang masih mencari jati dirinya dalam hal pegangan hidup (agama kristen). sekarang dilema itu pun kembali muncul dalam kemasan baru yang terkadang tidak beresensi sama sekali.

    sekarang, mungkin sudah ada formulasi untuk mengobati dilema tersebut. Management AQU President dapat menjawab semua kegelisahan-kegelisahan semacam itu.

    pengontrolan jati diri untuk bertindak sebgai manajerial bagi dirinya sendiri adalah upaya-upaya yang bagus untuk diterapkan.

    so, wacana diatas sudah terlalu “usang” untuk dipakai saat ini.

  57. By henny on Mar 12, 2008 | Reply

    Kepribadian memang harus di bangun dalam setiap diri manusia jika manusia tidak mau disamakan dengan binatang. Perasan baik buruk,benar salah,dan positif negatif tidak lepas di setiap kegiatan dalam kehidupan manusia.Ini yang membuat manusia itu berbeda antara satu dengn yang lainnya.Asal kita mau berusaha apapun hasilnya kita akan mengetahui kepribadian kita.

  58. By hanik puspitasari on Mar 13, 2008 | Reply

    Kepribadian terbentuk dari banyak faktor yang ada disekelilingnya, baik yang sengaja dibentuk dari keluarga maupun dari luar keluarga. Kepribadian yang terbentuk, tidak bisa dilepasakan dari pemahaman yang dibentuk dari pengetahuan yang didapatnya. Pemaaman itulah yang akhirnya mempengaruhi segala tingkah laku seseorang dan perasaan seseorang terhadap suatu hal, itu tidak bisa tidak.

    Penyimpangan perilaku seseorang mungkin saja terjadi, bahkan sangat besar kemungkinannya apabila seseorang itu tidak menyaring pengetahuan yang didapatnya melalui proses berfikir yang mendalam dan cemerlang terhadap suatu hal.

  59. By A.Muzain on Apr 9, 2008 | Reply

    kalau saya boleh mengomentari tentang seseorang bertindak diantaranya itu karena dorongan (drive), pengetahuan dan sebagainya.kalau menurut pendapat saya yang lain karena paksaaan atau tekanan dari pihak lain, misalnya orang tua memasukkan anaknya ke lembaga pendidikan yang yang kurang diminati oleh si anak.walaupun sianak ok2 saja, tetapi bertentangan oleh keinginannya karena sianak beralasan bahwa mematuhi orang tua adalah prioritas utama sekalipun kepentingan pribadi terabaikan

  1. 2 Trackback(s)

  2. Mar 8, 2008: Dewif’s Weblog
  3. Mar 23, 2008: Tugas Antropologi « Dwisetiowati’s Weblog

Post a Comment