Antropologi: Proses Belajar Kebudyaan

1 March 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas 

Kebudayaan ‘dibangun’ oleh masyarakat pendukungnya. Sebaliknya, manusia ‘dibentuk’ oleh kebudayaan. Kita mengenal beberapa istilah proses bagaimana manusia belajar dari kebudayaan. Proses belajar kebudayaan (sendiri) dapat didekati dengan dengan tiga pilahan; internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.

Internalisasi
Manusia terlahir dengan potensi bawaan; perasaan, hasrat, nafsu, emosi, dan seterusnya. Sepanjang kehidupan —dari lahir sampai mati— manusia menanamkan dalam kepribadiannya hal-hal yang diperlukan dalam kehidupan. Individu berusaha memenuhi hasrat dan motivasi dalam dirinya; beradaptasi, belajar dari alam dan lingkungan sosial dan budayanya.
 
Masih ingat ketika kecil melihat Ibu-Bapak salat? Kita meniru-niru, sekalipun belum paham. Kita menginstal memori, hidup kudu salat. Kalau hari raya Idul Fitri atau Idul Adha, berbondong-bondong ke lapangan melakukan salat bersama. Ada rasa ingin, ada rasa bangsa, ada kepuasaan. Ketika mengunjungi keluarga, kita tersenang —apalagi kalau diberi ‘Uang Lebaran’. Kita terharu bertemu keluarga yang jarang bersua, kadang menangis.
 
Pada lain ketika belajar bagaimana bertutur kata yang baik kepada orang tua. Kalau kasar, akibatnya begini-begitu. Kalau melawan guru, akibatnya begini-begitu; memuji teman yang berprestasi dapat respon begini-begitu. Kesemua proses tersebut dengan segala balikannya kita ‘tanamkan’ dalam diri.
 
Setiap hari, setiap saat kita mendapatkan hal-hal baru, bersua hal-hal yang belum diketahui. Semua itu ‘ditanamkan’; membentuk kepribadian. Kita mempelajari segala hal. Proses tersebut dinamakan internalisasi. Bergaul dengan orang-orang suka menulis, ada kecenderungan akan suka membaca dan menulis. Sebaliknya, jika lingkungan adalah lingkungan pencopet, manakala internalisasi adalah kepencoetan, berhati-hatilah, bisa jadi pencopet sungguhan, he he. Ingat, internalisasi dari kehidupan bermula sampai berakhir.  

Sosialisasi
Pada ranah sosialisasi, belajar kebudayaan dalam hubungan dengan sistem sosial. Individu belajar pola-pola tindakan dalam interaksi dengan sesama, dari individu yang menduduki aneka peranan sosial. Sosialisasi berarti proses belajar anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat di lingkungannya.
 
Misalnya ketika memahami posisi dan peran bapak sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap ekonomi; Ibu memasak, kakak membantu, dan seterusnya. Sosialisasi bermula dalam keluarga. Keluarga pembentuk kepribadian awal individu.
 
Dalam relasi sosial selanjutnya bertemu saudara sepupu atau teman-teman sekampung. Proses sosialisasi lebih luas berlanjut dimana individu mengenal peran, tanggung jawab, bahkan sampai bagaimana ‘menyenangkan’ yang lebih tua. Ketika bersekolah mengenal auturan, dan bagaimana disiplin belajar. Hal-hal serupa terus berlanjut sesuai dengan luasnya cakupan kehidupan sosial.

Enkulturasi
Proses enkulturasi dimana individu mempelajari dan menyesesuaikan alam pikiran dan sikapnya dengan adat-istiadat, sistem norma, dan peraturan-peratruran dalam kebudayaannya. Kalau pada awal meniru, sesuai dengan perkembangan kehidupan, ‘membaca’, menghayati, hingga menjadi pola tindakan.
 
Enkulturasi misalnya dapat disimak dari bagaimana menjadi warga neraga yang baik. Di sekolah formal aturan dan atau bagaimana menjadi warga negara yang baik diajarkan melalui mata pelajaraan kewarganegaraan; dimulai apa itu warga negara, apa itu negara, tata negara, dan seterusnya. Belajar menata dan memantapkan diri menjadi warga negara yang baik.
 
Sepanjang kehidupan proses belajar berlangsung tanpa putus. Adat istiadat, norma, peraturan-peraturan, tata krama, dan seterusnya menjadi ‘pegangan’ kehidupan. Apabila individu keluar dari hal-hal yang berlaku di masyarakat, maka akan menjadi ‘aneh’.  
 
Proses belajar kebudayaan, internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi dapat dikatakan, kebudayaan itu sendiri. Belajar adalah kebudayaan. Semakin banyak belajar, semakin mantap beraktivitas, semakin berakumulasi hasilnya.
 
Dengan kata lain, bila ingin menjadi pelawan kebudyaan, jangan mau belajar, jangan mau beraktivitas, dan … tidak akan menghasilkan apa-apa. Bak binatang, makan, tidur, makan lagi, tidur lagi. Manusia bukanlah binatang.
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 1 Maret 2008.

  1. 75 Responses to “Antropologi: Proses Belajar Kebudyaan”

  2. By Inas on Mar 1, 2008 | Reply

    <p><p>Ngga berbudaya, bukan manusia Bang.</p></p>

    ***Persis

  3. By mathematicse on Mar 1, 2008 | Reply

    Wah kayak kuliah nih Pak. :D

    ***Ceritanya begini; saya memotivasi mahasiswa menulis. Dan, sebagai bukti apa yang dikuliahkan ditulis sesampai di rumah he he (kalau sempat).

  4. By sawali tuhusetya on Mar 1, 2008 | Reply

    wew… siap-siap gelar tikar, kalo boleh sambil merokok, lantas siap2 mendengarkan wejangan pak ersis. wah, ternyata untuk selama ini kebudayaan dibentuk melalui tahapan internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi itu, yak, pak. makasih pak pencerahannya.

  5. By quelopi on Mar 1, 2008 | Reply

    keluh kesah yo mas?

    ***Ngak juga. Ngingatkan teman yang terlalu statistik minded.

  6. By Yari NK on Mar 1, 2008 | Reply

    Ya…. benar sekali….kebudayaan adalah buah dari kreativitas pemikiran manusia, dan kreativitas yang tak henti akan menghasilkan perkembangan kebudayaan yang terus menerus dan tiada henti….

    Mau “mematikan” kebudayaan?? Mudah… berhentilah berkreativitas!! Hehehe…. :D

    ***he he .. komennya selalu menggena dan mengelitik. Trims.

  7. By Zulfaisal Putera on Mar 1, 2008 | Reply

    Kebudayaan adalah sebuah proses kristalisasi kehidupan manusia dari satu periode dan satu tempat. Kristalisasi itu akhir menjadi pembiasaan. Persoalannya pembiasaan itu bisa menimbulkan penafsiran berdasarkan sudut pandang kepentingan masing.

    Hakikatnya aku setuju dengan yang Abang sampaikan! Bahwa kebudayaan melewati tiga tahapan.

    Barangkali perlu lebih dicermati bahwa kebudayaan bukanlah momok yang menakutkan karena dianggap bisa membawa dampak yang melebihi kemampuannya. Jadi, kebudayaan harus tetap menjadi landasan bermasyarakat dan berpolitik.

    Semoga ada manfaatnya!

    Tabik!

    ***Tabik … Tabik.

  8. By Akbar A Hidayat on Mar 2, 2008 | Reply

    Ass….

    Dalam postingan anda saya dapat kesimpulan bahwa dalam suatu kebudayaan harus ada unsur yang utama yaitu pelakunya yang tidak lain adalah manusia
    yang mana merupakan penggerak dan pencetus kebudayaan.
    selain itu yang utama ada juga yaitu pikiran. bagaimana terbentuknya suatu kebudayaan sangat tergantung dari manusia dan hasil pikirannya. begitu juga dengan manusia yang dapat menentukan jalan hidupnya sendiri.

    terima kasih

    wss….

  9. By Sutri Ira Marisa on Mar 2, 2008 | Reply

    Assalammualaikum….

    menurut saya suatu kebudayaan itu adalah suatu hasil pemikiran manusia atau masyarakat yang ditumpahkan dalam suatu karya entah konkrit atau abstrak yang mana hasil itu sangat mempengaruhi tatanan kehidupan secara turun temurun dan sangat sukar untuk di ubah walau pun itu salah.

    wassallam….

  10. By VIDA AULIA RAKHMAN on Mar 2, 2008 | Reply

    Kebudayaan merupakan hasil karya manusia yang akhirnya menjadi suatu peradaban yang dipakai dalam kehidupan,Kebudayaan juga tidak terlepas dari peran manusia itu.segala tindakan manusia yang bermula pada akal,kegiatan/aktivitas dan menghasilkan sesuatu mungkin itu proses terjadi kebudayaan.Kadang kita mengartikan kebudayaan itu sebagai sesuatu yang dilakukan manusia pada zaman dulu yang nantinya dimainkan kembali di zaman sekarang.

    Kalau begitu trsdisi juga merupakan sebuah kebudayaan yang terakumulasi menyeluruh dan merupakan suatu keharusan menjalankannya.

    Thankzz….

  11. By Riduan Saidi on Mar 2, 2008 | Reply

    Ass… EWA

    Pada dasarnya kebudayaan berasal dari kepribadian induvidu. Ini dibentuk dari sejak kecil pada lingkungan keluarga. Bagaimana cara orang tua atau kakak mereka makan, bicara, bersikap. Individu akan menirunya…
    Pada skala yang lebih besar. Kepribadian akan dibentuk oleh lingkungan masyarakat. Keadaan ini akan membentuk kebudayaan yang menjadi pola pikir masyarakat atau sosial sistem. Pada akhirnya kebudayaan ini menumpuk (akumulatif). Sehingga keluar sebagai aktifitas dan hasil hingga dapat di pelajari, dilihat, atau diraba.

    begitu loe kata saya.

  12. By Helmi Hakim on Mar 3, 2008 | Reply

    Kebudayaan merupakan hsil dari pikiran manusia. disini saya dapat menyimpulkan bahwa kebudayaan adalah aktifitas manusia dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan buah pikiran, kebudayaan itu dianggap baik oleh pengikutnya dan tidak tentu dianggap baik oleh pihak lain.

  13. By Farida Ariyani on Mar 3, 2008 | Reply

    Ass…
    Kebudayaan merupakan hasil keseluruhan pemikiran manusia,dimana kebudayaan itu berasal dari kepribadian individu.Kebudayaan diperoleh dari pemikiran setiap individu dan juga aktivitas manusia yang menghasilkan budaya. Dimana antara pemikiran, aktivitas dan hasil tersebut saling mendukung.
    Wslm…

  14. By St.Nurul Kamila on Mar 3, 2008 | Reply

    Ass…
    Kebudayaan adalah suatu hasil dari pikiran manusia yang terwujud melalui aktivitas baik abstrak maupun kongkrit dan mempengaruhi lingkungan sekitarnya.
    Wslm…

  15. By Setiyadie on Mar 3, 2008 | Reply

    ass,EWA
    Memang benar bahwa apa saja yang diajari oleh orang tua sewaktu kecil merupakan contoh dari penyaluran kebudayaan. wajar saja bila kita tinggal di suatu tempat maka kita akan memiliki kebudayaan yang ada di daerah itu, oleh karena itu pula maka ada orang yang rela jauh-jauh datang kewilayah antah berantah hanya untuk mengetahui dan mempelajari kebudayaan suatu tempat.
    Kebudayaan dapat berkembang seiring perkembangan jaman karena manusia tentu juga akan mengalami perubahan, menyesuaikan dengan keadaan sekitar. Proses tercampurnya beberapa kebudayaan menjadi satu akan menghasilkan jenis kebudayaan baru yang dapat diterima oleh semua orang.
    Jadi menurut saya kebudayaan akan terus tumbuh dan berkembang selama manusia masih hidup dalam dunia yang fana ini.

  16. By hadi_er on Mar 3, 2008 | Reply

    Kebudayaan adalah hasil dari pikiran dan aktivitas manusia, jadi manusialah yang menciptakan kebudayaan. Manusia tidak dapat dipengaruhi oleh suatu budaya, karena manusia itu makhluk yag merdeka, yang dapat memasukkan dan menerima segala macam apa-apa yang dilihat dan dirasanya.

  17. By Ganjar Muttaqin on Mar 3, 2008 | Reply

    Ass EWA
    Budaya berasal dari kata Buddhayah yang artinya akal pikiran, memang benar kebudayaan terbentuk dari sebuah hasil kebiasaan manusia dalam kehidupan individu sehari-hari namun terbentuknya sebuah kebudayaan juga tidak terlepas dari faktor lingkungan alam sekitar seperti keluarga di rumah dan masyarakat sekitar.
    Apa yang telah menjadi sebuah kebiasaan pun dapat menjadi sebuah kebudayaan yang terpatri di dalam benak kita, manusia merupakan makhluk yang takkan pernah lepas dari budaya karena manusia sendiri yang menciptakannya dan manusia sendiri yang memusnahkan kebudayaan. Manusia sebagai makhluk prototipe hanya bisa menerima dan menghapus kebudayaan yang telah tercipta. Dan bagaimana kalau kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT berusaha untuk menghapuskan kebudayaan yang bersifat negatif dan menciptakan kebudayaan yang positif bagi kehidupan kita sehari-hari agar mampu berjalan di bumi ciptaan-NYA yang tak kekal ini dengan jujur.
    Wassalam.

  18. By Rizal Hasannor on Mar 3, 2008 | Reply

    Ass EWA
    Manusia tidak dapat dipisahkan dari budaya, karena tanpa budaya tidak mungkin manusia dapat hidup.Sejak lahir manusia sudah mengenal budaya.Salah satu budaya itu adalah agama. Sejak kecil kita sudah dikenalkan agama oleh orang tua kita. Otak manusia diibaratkan sebuah memori yang dapat menampung file, yang didalamnya dapat diisi berbagai macam budaya.
    Akan tetapi sesuai dengan berjalannya waktu, budaya pun bisa mengalami pergeseran bahkan hilang. Hal ini disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri yang menciptakan dan menghilangkan budaya. Budaya bisa hilang ketika manusia sebagai pengikut budaya telah meninggalkan budayanya dan menggantinya dengan budaya yang baru yang dianggap lebih cocok dengan kehidupannya. Hal ini dapat dimaklumi karena manusia telah dibekali akal dan pikiran untuk terus berinovasi dan berkarya dalam membuat budaya.
    Wassalam.

  19. By Chairi Ramadhan on Mar 3, 2008 | Reply

    Asskum. . .
    Kebudayaan adalah hasil cipta rasa karsa manusia,jadi budaya berhubungan dengan manusia baik perilakunya ataupun yang ditinggalkannya,budaya banyak dan macam nya sesuai dengan dimana manusia itu tinggal,budaya merasuk mulai kita lahir sampai berhembus napas terakhir,budaya kita Indonesia bermacam-macam baik dari segi agama,bahasa,gaya hidup dan banyak lainnya.walau berbeda kita tetap satu jua.hidup Indonesia.

  20. By M.Yumni Rasyid on Mar 3, 2008 | Reply

    Ass EWA
    Budaya merupakan sebuah kata yang sering kita dengar dan ketahui,akan tetapi apakah kita tahu makna sebenarnya dari sebuah kebudayan. Kalau menurut saya kebudayaan adalah hasil dari aktifitas yang di lakukan oleh manusia yang merupakan kumpulan-kumpulan pemikiran setiap individu.akan tetapi budaya tidak bisa juga di terima bagi sebagian orang,karna budaya ada yang bersifat baik dan juga ada yang bersifat buruk sesuai dengan perkembangan jaman.
    Jadi saat ini tergantung pada diri kita masing-masing bagaimana menyaring kebudayaan yang masuk, apakah itu berdampak positif bagi diri kita atau tidak.
    Wassalam EWA,,good luck

  21. By RAndy Ahmad on Mar 3, 2008 | Reply

    assalamu’alaikum………..
    dari sini saya menyimpulkan bahwa kebudayaan tidak bisa lepas dari manusia, karena kebuadayaan merupakan hasil dari proses pemikiran manusia. tanpa adanya manusia, tidak akan ada suatu kebudayaan, dan kebudayaan itu pun akan terus berkembang.
    manusia sudah dikenalkan dengan budaya sajak dari lahir, mereka mengkopy kebiasaan dan tingkah laku yang dilakukan oleh orang2 terdekat mereka seperti orang tua mereka. mereka diajarkan begini-begitu untuk membangun diri merka, yah walaupun itu belum tentu sesuai dengan kehendak si individu itu sendiri.

  22. By Rumadi on Mar 3, 2008 | Reply

    Ass….

    Dalam postingan Ewa diatas saya berkesimpulan bahwa kebudayaan itu merupakan hasil pemikiran dan aktifitas manusia. tetapi baik buruknya tidak menjadi soal karena kebudayaan selalu diturunkan secara turun temurun tanpa peduli apa itu benar atau salah.

    wassalam…..

  23. By AM. Hamsin Fitriyadi on Mar 4, 2008 | Reply

    Kebudayaan merupakan segala ciptaan manusia untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Sedangkan pendukung kebudayaan itu bukanlah manusia seorang diri melainkan masyarakat seluruhnya. Masyarakat itu berlangsung terus menerus oleh karena itu senantiasa timbulnya anggota baru yang dilahirkan didalam masyarakat itu. Maka masyarakat setiap kali berubah sifatnya, sesuai dengan kebutuhannya yang tidak selamannya tetap dan sama saja. Dengan lain perkataan kebudayaan merupakan hasil cipta manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan perubahan masyarakat itu selalu diikuti oleh perubahan kebudayaan dan begitu pula sebaliknya.

  24. By Dewi Komalasari on Mar 4, 2008 | Reply

    Kebudayaan merupakan proses memanusiakan manusia,dimana kebudayaan itu dibuat,didukung serta dilaksanakan oleh manusia itu sendiri,manusia yang berbudaya adalah manusia yanng selalu mengembangkan budayanya dengan selalu berkretafitas dan bereskperimen untuk selalu mengembangkan diri menjadi manusia yang lebih baik,sebab manusia selalu bergelut dengan budaya.dimana pun manusia itu berada ia selalu berada dalam budaya.

  25. By Dwi Setiowati on Mar 4, 2008 | Reply

    Manusia, selain sebagai makhluk individu juga berperan sebagai makhluk sosial. Jadi sudah seharusnya manusia hidup bersosialisasi, memperbanyak teman, memperbanyak pengalaman dan juga memahami keadaan masyarakat di sekitarnya. Manusia juga merupakan makhluk penyebar kebudayaan. Manusia satu belajar kebudayaan dari manusia yang lain. Manusia lain ini memperoleh kebudayaan dari proses mendengar, melihat dan memahami hal-hal yang ada di sekitarnya. Lalu semua itu diproses juga dikaji dalam otaknya. Melalui otak tersebut manusia belajar memahami hal-hal tersebut sebagai kebudayaan lalu diaplikasikan dalam aktivitas. Melalui aktivitas dapat dihasilkan karya kebudayaan.

  26. By nurkhulis wardani on Mar 4, 2008 | Reply

    objek dari kebudayaan adalah manusia, so manusia yang tidak berpikir, tidak melakukan aktivitas maka tidak akan ada kebudayaan.
    wujud kebudayaan beragam, ada yang berwujud baik dan tidak baik. tergantung dari individu yang membuatnya dan prosesnya.

  27. By arien noor rahman on Mar 5, 2008 | Reply

    asalamualaikum…
    kebudayaan itu berkembang sesuai perkembangan jaman, jadi jangan heran kalau kebudayaan bisa berubah.pelakunya adalah manusia,oleh karena itu manusia dianggap penghasil kebudayaan coalnya kebudayaan itu adalah segala cipta,rasa dan karsa manusia. sehingga kalau tidak ada manusia maka tidak akan terjadi kebudayaan.
    wasalam….

  28. By Novi Ariyanti on Mar 5, 2008 | Reply

    Kebudayaan adalah keseluruhan gagasan, ide, dan nilai-nilai serta hasil karya yang ada dalam suatu masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun melalui proses belajar. Oleh karena itu proses belajar merupakan unsur penting dalam budaya. Saya setuju dengan pendapat EWA kalau manusia berhenti belajar maka ia kurang lebih seperti binatang yang hidupnya tidak menghasilkan apa-apa. Memang, hewan juga dapat belajar, tetapi tingkah laku yang dipelajarinya dari majikannya bukan kebudayaan.Hewan tidak bisa membuat dan mengembangkn teknologi seperti kita(manusia).Oleh karena itu bersyukurlah kita karena diciptakan sebagai manusia dengan terus belajar dan berkarya.

  29. By Asmia ulfah on Mar 5, 2008 | Reply

    Manusia memang bukan binatang,manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna yang diberikan akal dan pikiran untuk menentukan jalan hidupnya.dalam menjalani hidupnya manusia tentu saja selalu diiringi dengan proses belajar kebudayaan agar menjadi manusia yang seutuhnya.karena kebudayaan tidak bisa lepas dari kehidupan sosial manusia.agar kita tidak disebut sebagai binatang maka kita harus selalu belajar dari kehidupan.

  30. By mini febrianti on Mar 5, 2008 | Reply

    Kebudayaan tidak akan ada tanpa ada manusia yang membuatnya.Kebudayaan itu sendiri lahir dari awal penciptaan manusia di bumi beserta isinya.
    Manusia dengan akal budinya telah mengembangkan berbagai macam sistem tindakan demi keperluan hidup,sehingga menjadi mahluk berkuasa di muka bumi ini.Namun,berbagai macam sistem tindakan tadi harus dibiasakan olehnya dengan belajar sejak manusia lahir selama seluruh jangka waktu hidupnya sampai kematian menjemput.Karena kemampuan untuk melaksanakan semua sistem tindakan itu tidak terkandung dalam gennya atau tidak dibawa manusia bersamaan dengan kelahirannya.
    Kebudayaan itu sendiri adalah hasil karya akal pemikiran manusia yang dituangkan dalam segala aspek hidupnya berupa sesuatu yang nyata terlihat dan sesuatu yang tidak terlihat tapi sudah menjadi budaya dan ditiru oleh manusia lain.
    Proses belajar kebudayaan sendiri dapat melalui pendekatan internalisasi yang merupakan proses awal sejak individu dilahirkan sampai kemudian hampir meninggal dan itu melalui proses yang panjang.Di dalam ini,proses belajar dimana individu memiliki watak yang dibawa sejak lahir untuk mengembangkan berbagai macam hasrat,nafsu serta emosi dalam pembentukan kepribadiannya.Tinggal individu masing-masing yang melakukan berbagai cara untuk membangkitan dari berbagai macam isi kepribadian tergantung rangsangan dari lingkungan sekitar seperti alam,sosial maupun budaya.Disini akan membentuk individu yang belajar melalui proses internalisasi menjadi milik kepribadian individu.
    Yang kedua proses sosialisasi dengan maksud proses dimana individu dari baru lahir sampai dewasa berusaha menyesuaikan diri atau beradaptasi dalam intern keluarga maupun lingkungan sosial disekitarnya.
    Yang ketiga enkulturasi adalah proses seorang individu mempelajari dan menyesuaikan atas sikap dan prilaku serta tindakan dengan sistem norma yang berlaku di sekitar tempat tnggalnya.
    Kebudayaan tidak akan ada tanpa ada manusia yang menciptakannya.Untuk itu manusia berusaha menggunakan akal pikirannya untuk membuat suatu kebiasaan yang akan dilanjutkan turun temurun dan membudaya sampai sekarang.

  31. By MUHAMMAD FAUZI on Mar 5, 2008 | Reply

    NAMA : MUHAMMAD FAUZI
    NIM : A1A104003

    Sederhana saja kalau kita mau dikatakan manusia yang memiliki kebudayaan. Kita coba cermati dulu lebih dalam apa itu pengertian kebudayaan. KEBUDAYAAN adalah hasil dari cipta, rasa, karya ,dan karsa manusia. Naaah kalau sudah jelas pngertiannya, lalu kita ambil salah satu kata dari arti kebudayaan tersebut, misalnya kata KARYA…Lalu yang menjadi pertanyaan, sudahkah kita berKARYA…?kalau belum, cobalah kita berkarya dari sekarang misalnya dengan tulis…apa yang mau ditulis, jangan takut salah…Dengan menulis maka kita berkarya, kalau kita berkarya berarti kita semua sudah belajar…KEBUDAYAAN…

  32. By ihya ul ihsan on Mar 5, 2008 | Reply

    Kata orang budaya itu hasil bentukan manusia yang membuatnya sesuai perkembangan zaman,jadi semakin tinggi dan modern zaman yang dialami oleh manusia maka kebudayaan manusia akan semakin maju.Tapi kenyataannya tidak seperti itu karena ada budaya yang menurut saya justru semakin marosot seperti budaya seks bebas dan lain-lain yang berasal dari dunia barat.

  33. By selvia agustina on Mar 5, 2008 | Reply

    Menurut ilmu antropologi,”kebudayaan” adalah : keseluruhan sistem gagasan,tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
    Manusia mempunyai bakat yang telah terkandung dalam gennya untuk mengembangkan berbagai macam perasaan,hasrat,nafsu,serta emosi dalam kepribadian individunya,tetapi wujud dan pengaktifan dari berbagai macam isi kepribadiannya itu sangat dipengaruhi oleh berbagai macam stimuli yang berada di dalam alam sekitarnya,dan lingkungan sosial maupun budayanya.

  34. By Risma Yunyta on Mar 5, 2008 | Reply

    Belajar menjadi masyarakat berbudaya memerlukan suatu alur dari internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.Proses ini akan berjalan baik apabila manusia itu sendiri dapat mengakomodir pikirannya untuk disesuaikan dengan sistem adat yang mungkin telah tercipta sebelum Ia lahir, agar tidak terjadi tabrakan antara pikirannya dengan adat istiadat tersebut sehingga tercipta keselarasan antara pikiran atau ide-idenaya dengan adat istiadat di Masyarakat.

  35. By Muhammad Hidayat on Mar 5, 2008 | Reply

    Pada akhirnya manusia tersebutlah yang menentukan bagaimana kebudayaan itu apakah bertahan atau tidak, sebab kebudayaan adalah hasil manusia yang hidup berdampingan dalam suatu kelompok, nah sekarang tugas manusia adalah dengan benar-benar berperilaku seperti manusia yaitu menggunakan kebudayaan sebagai hal yang baik, sebab dalam kebudayaan sudah terdapat norma-norma yang mengatur kelangsungan dari kebudayaan tersebut, apabila kita tidak menaati norma tersebut berarti kita tidak mempunyai kebudayaan, ya seperti yang sampeyan katakan, “manusia sama seperti binatang.”

  36. By toni februari on Mar 5, 2008 | Reply

    Berpikir..belajar..berkreativitas..beraktifitas. memang itulah kewajiban manusia yang berbudaya.tahapan yang bersistem seperti internalisasi, sosialisasi dan enkulturisasi. adalah tangga yang harus dinaiki dan diperhatikan manusia secara sadar sesadar sadarnya..perhatikan lingkungan yang membentuk diri dan perhatikan diri yang akan membentuk lingkungan serta kebudayaan…heee yaaap

  37. By DINA YULINDA on Mar 5, 2008 | Reply

    Masyarakat dan kebudayaan adalah dua hal yang berhubungan erat, bahkan tak bisa terpisahkan karena keduanya saling ketergantungan. Kebudayaan dibangun oleh masyarakat, sedangkan masyarakat terbentuk karena hasil kebudayaan.
    Misalnya saja, sejak lahir ke dunia manusia sudah diharuskan mengikuti bagian dari kebudayaan. Contohnya saat seorang anak lahir kedua orang tuanya dituntut oleh adat yang berlaku yaitu acara pemberian nama pada sang anak di sertai acara mendoakan anak agar sesuai harapan. Hal ini, tak pernah ada dalam undang-undang, tapi pada sebagian masyarakat apabila ada yang tak melaksanakan dianggap melanggar adat artinya melakukan penyimpangan kebudayaan yang sudah merekat pada masyarakat. Dari gambaran diatas tercermin seorang bayi yang baru lahir, tak paham ataupun mengerti tentang kebudayaanpun harus mengikuti unsur kebudayaan dimana dia dilahirkan, dan akan begitu seterusnya. Dari sini terlihat, manusia tak kan mampu lari dari kebudayaan, sebaliknya kebudayaan sangat membutuhkan manusia sebagai pelaku kebudayaan.
    Antropologi disini sebagai ilmu yang mempelajari manusia (khusus) ataupun masyarakat (umum), secara tak langsung mempelajari kebudayaan yang ada di masyarakat tersebut, karena manusia atapun masyarakat takkan bisa dipisahkan dari kebudayaan. Sejak lahir sampai meninggal manusia akan terikat pada kebudayaan dan dituntut untuk terus belajar dan menjalankan kebudayaan yang ada pada masyarakatnya.

  38. By Helma novieanti on Mar 5, 2008 | Reply

    Yang namanya kebudayaan tidak akan lepas dari yang namanya manusia,begitu pula sebaliknya.Dari sejak lahir sampai manusia itu mati pasti akan terjadi suatu proses budaya.Internal, sosialisasi dan enkulturisasi,inilah prosesnya.maka kita sebagai manusia wajib yang nama belajarnya,tidak ada yang bisa kita kerjakan tanpa ada yang namanya belajar. Dan jangan malas untuk belajar.ok….!

  39. By Hamidah ulfah on Mar 5, 2008 | Reply

    Manusia dikatakan makhluk sosial karena manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain.Ketika ia dilahirkan,kemudian dibesarkan maka nilai-nilai yang ada didalam keluarga intinya itu akan diterima dengan sendirinya,namun tidak cukup sampai disitu saja,individu tadi juga harus bisa bersosialisasi terlebih dulu dengan lingkungan tempat tinggalnya,karena disinilah ia akan menerima berbagai macam bentuk kebudayaan yang mungkin belum ia dapatkan dilingkungan keluarganya,dengan bantuan otak,budaya itu diteliti lebih dalam,agar dalam penerapannya membuahkan hasil yang cemerlang. Jadi,faktor lingkunganlah yang sangat penting kedudukan nya bagi individu itu dalam menerima,menyerap dan menerapkan suatu kebudayaan, serta tanpa disadari,dimana pun dan kapan pun kita berada berbagai macam budaya itu bisa muncul dan tinggal kita sendiri yang menilainya.

  40. By kamsinah on Mar 5, 2008 | Reply

    ANTROPOLOGI;PROSES BELAJAR KEBUDAYAAN

    Benar sekali yang dikemukakan EWA,bahwa kebudayaan dibangun oleh masyarakat pendukungnya dan sebaliknya,manusia dibentuk oleh kebudayaan.Mengingat manusia sudah terlahir dengan segala potensi bawaan yang ia miliki,dan bila diibaratkan pepatah manusia yang baru lahir itu “bagai kertas putih yang masih kosong dan bersih” jadi tergantung orang-orang disekitar dan lingkungan yang mengisi dan melukisnya,mau itu hitam atau tetap bersih.
    Proses belajar kebudayaan tidaklah sulit,karena kehidupan kita sehari-hari sudah berada pada kebudayaan,yaitu kebudayaan dalam lingkungan keluarga bagaimana cara bertutur kata,sopan santun pada keluarga,pada dasar nya kebudayaan atau kepribadian itu terbentuk oleh lingkungan atau masyarakat.Jika lingkungan atau masyarakat nya mempunyai kebudayaan dan kepribadian yang baik dan menunjang maka individu itu akan ikut baik dan berpotensi,apabila lingkungannya tidak menunjang atau cenderung kearah yang negatif,maka individu akan mengikuti lingkungannya.
    Belajar kebudayaan sangatlah penting,selain kita mempunyai kepribadian yang baik,kita mengetahui bagaimana cara bersosialisasi dengan budaya lain dan menjalin hubungan yang baik,karena kebudayaan beraneka ragam bila kita sudah membekali diri kita dengan kebudayaan yang sempurna dan lengkap maka itu akan membawa kita kearah kemajuan dan kesuksesan.
    Kebudayaan disini mencakup segala hal seperti adat istiadat,norma,nilai,aturan,tata krama dan banyak lagi,kita jadikan pegangan dalam hidup kita,jangan menyimpang dari kebudayaan yang sudah ada,karena akan menjadikan kita individu yang aneh dan merasa terasing dan tidak percaya diri.Jadilah individu dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan,maka akan menjadikan kita individu yang lebih berguna dan bermanfaat.

  41. By santy Dwi Pratiwi on Mar 5, 2008 | Reply

    Kebudayaan adalah sesuatu yang menjadi pedoman/ acuan bagi suatu komunitas/ masyarakat. Kebudayaan timbul dalam suatu komunitas masyarakat, kebudayaan ini menjadi ciri dari suatu komunitas tersebut. Kebudayaan adalah sesuatu yang paling sulit diubah karena kebudayaan berhubungan dengan adat istiadat, norma dan kebiasaan – kebiasaan yang sudah mendarah daging, kebudayaan sudah menjadi bagian dari masyarakat itu sendiri, baik Individu maupun Sosial. benar bila dikatakan bahwa belajar adalah proses kebudayaan sebab belajar adalah aktivitas dari suatu komunitas. Sebagai manusia tentunya kita harus belajar untuk meningkatkan kualitas diri kita dan belajar adalah sesuatu yang kita lakukan seumur hidup, manusia yang berbudaya adalah manusia yang tidak pernah berhenti belajar, yang pasti saya tidak mau menjadi pelawan kebudayaan Pa…

  42. By Ni Luh Sri A on Mar 5, 2008 | Reply

    Di dalam proses belajar kebudayaan terdapat 2 konsep penting yaitu internalisasi, sosialisasi dan enkultrasi. ketiga konsep ini merupakan proses belajar yang juga merupakan kebudayaan itu sendiri yang berkaitan satu sama lain.
    di dalam diri setiap individu memiliki bakat yang digunakan untuk mengembangkan perasaan, hasrat, nafsu serta emosi dalam dirinya. Bakat tersebut perlu diasah yaitu dengan belajar, sehingga dapat menghasilkan kebudayaan. Kebudayaan tersebut dapat bersifat positif dan negatif. Oleh karena itu dalam proses belajar diperlukan ketelitian dalam melakukan internalisasi, sosialisasi, dan enkultrasi. Sehingga kebudayaan yang dipelajari dan dihasilkan tidak bersifat negatif.

  43. By diah eka rini on Mar 5, 2008 | Reply

    proses belajar kebudayaan hendaklah mendapat dukungan dari semua pihak dan semua aspek.dari tiga cara proses belajar menurut saya yang paling dominan adalah dengan cara sosialisasi.karena lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan pribadi dan pribadi yang membentuk suatu kebudayaan.baik itu lingkungan keluarga ataupun masyarakat tetap akan mrmpengaruhi.maka dari itu jika ingin memperbaiki kebudayaan maka kita harus mulai membenahi lingkungan, di mulai dari langkungan keluarga. jika ingin menghasilkan budaya yang baik maka ciptakanlah pola perilaku yang baik niscaya akan terbentuk pula kebudayaan yang baik dan beradap.

  44. By Noor Fahriani on Mar 5, 2008 | Reply

    Ass…

    Dalam proses belajar, diperlukannya kesadaran dalam diri masing-msing org. apabila dari kita tidak ada sama sekali kesadran diri untuk mengembangkan sesuatu, maka proses belajar tidak akan terjadi. dalam proses belajar kebudayaan sendiri belajar merupakan suatu kebudayaan, semakin banyak kita belajar ataupun melakukan kegiatan maka hasil yang kita dapat akan semakin bertambah dan semakin banyak pula kebudayaan yang akan menjadi hasil dari pola pikir dan tingkah laku kita.

    Ws…

  45. By SRI WAHYU ASTUTI on Mar 5, 2008 | Reply

    Kebudayaan tanpa kita bentuk, memang sudah terbentuk sebelumnya jadi kita tidak dapat merubah suatu kebudayaan yang sudah terbentuk itu.Manusia merupakan hasil dari kebudayaan yang saling berkaitan satu sama lain. Hanya saja kita dapat memilih mana yang pantas dan mana yang tidak.
    Memang kebudayaan merupakan hasil dari kreativitas dan pikiran manusia dan proses belajar kebudayaan, internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi dapat dikatakan, kebudayaan itu sendiri, namun saat ini sudah banyak orang menjadi pelawan kebudayaan contohnya saja dengan malas belajar dan tidak melakukan apa- apa yang sangat disayangkan kini sudah membudaya, bukankah itu membentuk suatu budaya baru?jadi semuanya itu kembali kepada diri orang itu sendiri.
    ****dengan kata lain Berhenti aja beraktivitas biar kebudayaannya terhenti haaaa.

  46. By Linda Araini on Mar 5, 2008 | Reply

    Untuk bisa menghasilkan sebuah kebudayaan, manusia itu terlebih dahulu melalui 3 proses belajar yaitu internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi. Internalisasi merupakan proses yang panjang karena bermula sejak seorang individu itu dilahirkan.Dalam kurun waktu tersebut, individu itu bisa mengetahui dan merasakan banyak hal seperti perasaan hasrat, nafsu dan emosi dalam menjalani hidup.Kemudian saat dia mulai terjun ke lingkungan masyarakat maka dia mulai bersosialisasi dengan orang lain.Hal ini terjadi karena pada hakekatnya manusia itu tidak bisa hidup sendiri. Untuk menjalani hidup, manusia itu harus mengadakan kontak dengan individu lainnya.Dalam bersosialisasi tersebut, individu itu memepelajari sistem sosial dan norma yang ada di lingkungan masyarakat tersebut.Dalam bersosialisasi, pastinya ada kendala yang dihadapi, pertentangan dan konflik bisa saja terjadi.Kemudian proses yang ke tiga yaitu enkulturasi, dimana segala pengetahuan yang dilihat dan diajarkan kepada individu baik dalam keluarga ataupun dalam bermasyarakat, pelan - pelan dimasukkannya ke dalam alam pikirannya sehingga segala apa yang akan diperbuatnya akan disesuaikan dengan norma atau peraturan yang berlaku.
    Dalam belajar kebudayaan itu ada 3 proses yang saling berkaitan satu dengan lainnya.Karena setiap individu pasti mengalami 3 proses tersebut baik disadari ataupun tidak guna meningkatkan kualitas dan taraf hidupnya di masyarakat

  47. By catur widyastuti ph on Mar 5, 2008 | Reply

    Catur Widyastuti PH
    Saya setujuh dengan yang bapak katakan bahwa belajar adalah kebudayaan.Dengan belajar kita dapat berkreasi,lebih kreatif,menambah wawasan apalagi bagi para mahasiswa tentunya yang diharapkan menjadi manusia intelektual di masa yang serba canggih.Dan dengan adanya kebudayaan tersebut menjadikan manusia lebih tau apa arti hidup itu sendiri,dengan kata lain bahwa kebudayaan adalah suatu proses bagi manusia yang harus dijalankan demi pendewasan diri sendiri menuju manusia seutuhnya.Agar tidak menyesal dikemudian hari.Jadi gunakan sebaik-baiknya kebudayaan yang ada disekeliling kita.

  48. By Melisa Prawita Sari on Mar 5, 2008 | Reply

    Manusia itu adalah makhluk yang berbudaya,dalam proses budaya ada penurunan budaya antara generasi tua kepada generasi tua yang menyebabkan budaya itu tetap ada, sehingga dalam kebudayaan itu ada proses pembelajaran yang akan dialami oleh setiap individu.oleh karena itu perkembangan kebudayaan itu bergantung pada manusia. Jika dalam proses belajar kebudayaan itu, manusia bisa mengembangkan diri dan pikiranya maka akan menghasilkan suatu kebudayaan yang berkualitas.

  49. By Juwita sari on Mar 5, 2008 | Reply

    kita bukan manusia pertama yang hidup di Bumi,sudah beratus-ratus tahun sejak ada manusia pertama di Bumi,yang menurut kepercayaan kita yaitu nabi Adam.Manusia merupakan makluk ciptaan tuhan yang paling sempurna,sebabnya adalah manusia dianugrahi otak.Otak bagi manusia bukan hanya sekedar segumpal daging yang dimasukan ke dalam kepala oleh sang pencipta,tetapi akal merupakan “alat” berpikir bagi kita.Dari proses berpikir lahirlah pemikiran/ide yang nantinya kita wujudkan dalam bentuk tindakan.Sejalanya waktu kita terus berpikir sesuatu yang berbeda dan mewujudkan pemikiran tersebut dalam bentuk tindakan,tindakan-tindakan yang terus menerus dilakukan menyebabkan tindakan-tindakan tersebut saling menindih,dari sinilah lahir kebudayaan.Bayangkan berapa banyak budaya yang lahir sejak manusia “pertama” ada,sebagai manusia yang lahir sekarang kita disuguhkan bebagai macam Budaya,tinggal kita saja yang harus pandai memilih budaya mana yang akan kita ikuti.Menurut saya kita tidak mungkin hidup tanpa mempelajari budaya,karena akan membuat kita terisolir,kita akan menjadi seseorang yang seperti anda katakan yaitu manusia aneh dan juga dianggap melawan budaya,yang di dalamnya juga termasuk tradisi ,adat istiadat,dan norma.Dengan mempelajari budaya kita akan berjalan sesuai arus.Tentu saja budaya yang kita pelajari adalah kebudayaan yang pofitif,sehingga kita akan berjalan pada arus yang positif pula.selain itu dengan mempelajari budaya kita akan menghasilkan budaya yang baru,tentu saja harus budaya yang positif.Sehingga anak cucu kita kelak akan mewarisi budaya yang positif juga.

  50. By Raihanah on Mar 6, 2008 | Reply

    Kebudayaan dapat dipelajari dengan 3 macam proses, yaitu proses internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi. Tetapi dalam suatu masyarakat ada individu-individu yang mengalami hambatan dalam ketiga proses belajar kebudayaan tersebut sehingga individu tersebut seperti itu mengalami kesukaran dalam menyesuaikan kepribadiannya dengan lingkungan sosial disekitarnya, individu-individu seperti itu cenderung untuk senantiasa menghindari norma-norma dan aturan-aturan mesyarakatnya. Walaupun nilai-nilai budaya berfungsi sebagai pedoman hidup warga suatu madsarakatnya, namun justru karena itulah ia berada dalam daerah emosional dari dalam jiwa seseorang. Karna itulah untuk mengganti suatu nilai budaya yang telah dimiliki dengan nilai budaya lain diperlukan dalam waktu yang lama.

  51. By Zul Haziah on Mar 6, 2008 | Reply

    Manusia berbeda dengan binatang, karna manusia memiliki akal yang bisa membimbing untuk memilih mana yang baik dan mana yang tidak, atau menyesuaikan pilihan yang cocok dengan pribadi masing-masing.
    Dalam hidupnya, dari lahir sampai meninggal dunia, manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan-keinginannya. Manusia kemudian beradaptasi dengan semua hal yang ada di lingkungannya, mencerna dan mempelajari semua hal yang ada di sekitarnya/yang tampak olehnya, dengan menggunakan akalnya untuk berpikir. Hasil dari pikiran tersebut tecermin dari aktivitas-aktivitas yang dilakukan manusia yang semuanya itu disebut kebudayaan. Sehingga tanpa disadari, guna memenuhi kebutuhan dan keinginan-keinginannya, manusia telah menjalani yana namanya proses belajar kebudayaan, yaitu Internalisasi, Proses belajar kebudayaan dengan menanamkan dalam kepribadiannya segala hal-hal baru yang belum diketahuinya, dari ia lahir hingga meninggal dunia.

    Selain memiliki akal, manusia juga disebut sebagai makhluk sosial. Yaitu makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, memiliki keinginan untuk berinteraksi dengan makhluk lain, terutama dalam hal memenuhi kebutuhan hidupnya. Interaksi sosial yang dilakukan tersebut mengajak manusia untuk menggunakan akal pikirannya, mempelajari hal-hal/orang-orang yang berinteraksi dengannya. Hasilnya, kembali manusia mengetahui hal-hal baru, budaya-budaya baru , dan mencoba menemukan cara-cara baru untuk kelancaran interaksinya yang menciptakan budaya baru pula. Dan dalam proses belajar kebudayaan disebut sebagai Sosialisasi.

    Manusia, dalam mempelajari ataupun menghasilkan sebuah kebudayaan, mengalami yang namanya proses Internalisasi dan Sosialisasi. Yaitu proses yang melibatkan akal pikiran manusia. Dengan akalnya manusia mencoba mencerna, mempelajari dan menanamkan dalam dirinya semua hal yang ada disekitar lingkungannya. berdasarkan pikirannya masing-masinglah manusia menentukan pilihannya dalam bertindak, yang kemudian menghasilkan sebuah kebudayaan. Namun, bukan berarti semua hasil budaya tersebut tercipta semata-mata hanya berdasarkan pikiran manusia saja, melainkan juga disesuaikan dengan peraturan-peraturan, tata krama, adat-istiadat, norma-norma dan sebagainya yang ada di masyarakat. Dan inilah yang dinamakan proses belajar kebudayaan dengan Enkulturasi.

  52. By Erina Marsiana on Mar 6, 2008 | Reply

    Proses pembelajaran budaya yang terjadi dalam bentuk pewarisan tradisi budaya dari satu generasi berikutnya. Pewarisan tradisi budaya dikenal sebagai peroses enkulturasi, sedangkan adopsi budaya yang dikenal dengan proses akulturasi. kedua proses ini berujung pada pembentukan budaya dalam suatu komonitas.

    Pada dasarnya sekolah merupakan tempat kebudayaan, karena proses belajar merupakan proses pembudayaan yakni untuk pencapaian akademik siswa,untuk membudayakan sikap, pengetahuan, keterampilan dan tradisi yang ada dalam suatu komunitas budaya. Budaya adalah pola untuk perilaku manusia dan produk yang dihasilkanya membawa pola pikir, pola lisan, pola aksi, artifak dan sangat tergantung pada kemampuan seseorang untuk belajar dan menyampaikan pengetahuannya kepada generasi berikutnya.

    Oleh sebab itu pendidikan merupakan proses pembudayaan, pembelajaran yang berbasis budaya juga merupakan strategi penciptaan lingkungan belajar dan perancangan pengalaman belajar yang mengintegrasikan budaya sebagai bagian dari proses penbelajaran. Dalam pembelajaran berbasis budaya, budaya menjadi sebuah metode untuk mentransformasiakn hasil observasi ke dalam bentuk-bentuk dan prinsip-prinsip yang kreatif.

  53. By Ganda Resnadi on Mar 6, 2008 | Reply

    Manusia yang benar adalah manusia adalah manusia yang berpikir, manusia yang berpikir adalah manusia yang bertanya, manusia yang tidak bertanya adalah manusia yang tidak berpikir.

  54. By fahrian hefni on Mar 6, 2008 | Reply

    kebudayaan adalah suatu kebiasaan yang diperbuat oleh sekelompok orang untuk menemani perjalanan hidup mereka.
    Sebuah budaya biasanya bersifat statis karena budaya itu selalu benar dan baik bagi masyarakat yang menjalankannya.
    Proses kebudayaan biasanya tercipta karena hasil pengamatan dan pemahaman mereka dengan alamnya sehingga sesuai dengan keadaan keadaan masyarakat dilingkungan itu sebagai penunjang dari kebudayaan itu sendiri akan tetapi apabila kebudayaan suatu daerah dibawa kedaerah lain maka akan berbenturan karena perbedaan pandangan dalam menelaah fenomena alam yang menjadi dasar dari budaya.

  55. By SISWATI on Mar 6, 2008 | Reply

    Ass. Wr. Wb

    Kehidupan manusia takkan lepas dari kebudayaan karena manusia merupakan faktor utama pendukung dari kebudayaan itu sendiri. Apabila suatu kebudayaan sudah dianggap kurang mendukung maka akan ditinggalkan begitu saja dan berganti dengan kebuyaan baru yang dianggapnya lebih baik. Selama manusia hidup, kebudayaan akan terus mengalami perkembangan sesuai zamannya.

    Wss. Wr wb

  56. By Abdul Rahman S. on Mar 7, 2008 | Reply

    manusia dan budaya tidak dapat dilepaskan satu sama lain, karena hal ini sangat berkaitan. budaya yang tercipta oleh manusia sudah timbul sejak mereka lahir. Dengan demikian manusia sudah diperkenalkan dengan budaya sejak mereka lahir, kecil dan hingga sampai dewasa.

  57. By Irma on Mar 7, 2008 | Reply

    Kebudayaan merupakan segala tindakan yang dilakukan oleh manusia dari hasil berpikir yang menghasilkan sesuatu baik yang bersifat konkrit maupun abstrak.Saya setuju dengan pernyataan anda yang mengatakan bahwa kebudayaan ‘dibangun’ oleh masyarakat pendukungnya. Sebaliknya, manusia ‘dibentuk’ oleh kebudayaan. Karena masyarakat itu sendiri merupakan kumpulan dari orang yang hidup bersama yang menghasilkan suatu kebudayaan. Dengan kata lain, tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat sebagai pendukungnya.

    Kebudayaan perlu untuk dipelajari,karena kebudayaan mencakup semua yang didapat atau dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.Salah satu cara yaitu dengan belajar, karena belajar adalah kebudayaan seperti yang ada dalam tulisan anda.Disamping itu kebudayaan merupakan wujud dari perilaku manusia dan perilaku itu sendiri diwujudkan dari kepribadian manusia. Oleh karena itu, manusia perlu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi tidak terhambat.

  58. By Puji Astuti on Mar 7, 2008 | Reply

    Ass…………..

    Pada dasarmya masuknya kebudayaan itu terhadap seseorang dipengaruhi oleh berbagai hal, misalnya lingkungan sekitar, sekolah, keluarga dan masih banyak lagi. Setiap ada kebudayaan baru masuk sedikit banyaknya mengubah cara berpikir dan aktivitas yang dihasilkan oleh individu itu sendiri, namun balik lagi itu tergantung pola pkir masing-masing mau ngambil yang positif or negatifny.

    Tidak semua hasil dari proses kebudayaan itu negatif,tergantung dari kuat atau tidaknya seorang individu itu tersebut terhadap apa yang ia yakini dan terhadap apa yang ia kerjakan.

  59. By M.AGUSTIANNUR on Mar 7, 2008 | Reply

    Makhluk yang diberi akal digunakan untuk memikirkan ide-ide, menuangkannya dengan aktivitas, serta menghasilkan karyanya tersebut adalah manusia. Apabila manusia cerdas, dapat menggunakan akalnya sesuai dengan apa yang seharusnya maka manusia akan menggunakan akal itu untuk mengemukakan ide/gagasan yang bukan malah menyerap ide-ide dari manusia lain. Dengan demikian proses internalisasi, sosialisasi,enkulturisasi menjadi pola dari sebuah kebudayaan manusia bukan kebudayaan binatang.

  60. By Tria on Mar 8, 2008 | Reply

    Dalam bermasyarakat, kita sadar atau tidak terikat pada kebudayaan yang telah “diwariskan” kepada kita melalui proses belajar kebudayaan yang telah diaplikasikan oleh masyarakat dan kita sendiri. Proses belajar kebudayaan sendiri sangat dibutuhkan dalam kehidupan berbangsa sebagai identitas bangsa yang berbudaya. Di dalam proses belajar kebudayaan diharapkan pola pikir manusia semakin terbentuk kearah yang lebih maju. Peran keluarga sangat diharapkan dalam membentuk generasi yang memiliki kreativitas yang tinggi agar kebudayaan semakin berkembang dan dapat menciptakan kepribdian bangsa yang mempunyai wawasan luas. jika kita ingin mengubah suatu kebudayaan yang telah merekat erat dalam diri kita itu memang sulit, tapi jika kebudayaan itu tidak berdampak positif bagi diri dan masyarakat yang “memilikinya” apa salahnya kita mengubah suatu kebudayaan itu. kebudayaan akan berubah jika kita mampu mengubah pola pikir kita lebih positif agar hasil yang diinginkan juga berdampak positif..

  61. By Septha on Mar 12, 2008 | Reply

    Kebudayaan adalah suatu hal yang sangat unik untuk dikaji dan dipelajari dalam kehidupan kita sehari – hari, karena kebudayaan antara suatu komunitas yang satu dan yang lainnya berbeda – beda. Kebudayaan pada mulanya bersifat mengikat dan mengatur komunitas masyarakat yang menjadi pendukungnya dengan nilai – nilai yang ada didalamnya. Akan tetapi masyarakat yang terdapat dalam komunitas budaya tertentu itu adalah makhluk yang dinamis dalam hidup, selalu menyesuaikan dengan perkembangan jaman dan meyesuaikan akan kebutuhan hidupnya masing – masing. Sehingga sekarang ini sudah tak asing lagi jika ada seseorang yang meninggalkan kebudayaan yang dimiliki sebelumnya dan berpaling ke kebudayaan lain yang dianggapnya lebih maju dan sesuai dengan tuntutan hidupnya.

    Tapi kita juga mesti mempertahankan kebudayaan – kebudayaan yang kita miliki agar tetap lestari dan agar kita tidak kehilangan jati diri kita sebagai makhluk yang mempunyai budaya yang heterogen.

  62. By henny on Mar 12, 2008 | Reply

    Proses belajar tidak bisa di pisahkan dalam hidup seorang manusia. Dari lahir hingga akhir usia perlu serangkaian proses yang tidak mudah buat di jalani. Oleh karena itu terkadang ada saja yang manyamakan tingkah laku manusia dengan tingkah laku binatang. Manusia bukan binatang, manusia ciptaan tuhan yang paling sempurna. Dengan dibekali akal maka manusia barusaha buat jadi orang yang berguna. Berhasil atau tidak semua tergantung dari manusia itu sendiri dan juga lingkungan yang membentuknya. Orang-orang terdekat dari manusia itu sendiri sebagai penentu terbentuknya budaya seorang manusia.Kemudian beralih ke lingkungan yang lebih luas lagi,benar kata sampeyan budaya seorang manusia tergantung dari manusia itu sendiri.

  63. By haryani on Mar 13, 2008 | Reply

    kebudayaan merupakan hasil cipata manusia melalui proses perfikir dan belajar melalui alam di sekitarnya.Proses belajar dan berfikir itu dapat dimulai dari lingkungan tercecil kemudian merambah ke lingkungan yang sangat luas.
    Tetapi kebudayaan yang sudah terbentuk, kadang terdistorsi atau tercampur unsur-unsur yang berasal dari luar. Unsur budaya yang berasal dari luar tersebut masuk melalui cara sosialisasi terhadap masyarakat setempat.
    Hal-hal yang dapat mendistorsi bagian dari budaya setempat,misalnya agama(yang berasal dari kawasan lain),modernisasi/globalisasi dll. Saya ambil contoh pakaian wanita, menurut budaya jawa,pakaian wanita adalah tapih dan baju kebaya,rambut yang disangggul dan pakai konde,tetapi bagi wanita Jawa yang sudah berpemahaman Islam pakaian kebudayaan tersebut pastilah ditinggalkannya, karena menurutnya pakaian seperti itu tidak sesuai dengan syariat Islam. Hal itu memang masih terasa aneh dalam masyarakat karena pakaian muslimah yang terdiri dari jilbab/jalabah/hijab dan kerudung yang syar’i sebelumnya tidak ada di wilayah tersebut,tetapi dengan masuknya agama Islam yang kaffah,pakaian wanita yang sesuai dengan syariat adalah harus memakai kerudung dan jilbab. Dan hal itu memang aneh karena tidak sama dengan budaya,kebiasaan yang ada dimasyarakat tersebut.

  64. By hanik puspitasari on Mar 13, 2008 | Reply

    Bukan hal aneh kalau kebanyakan manusia saat ini bertingkah layaknya binatang, bahkan lebih rendah. Dari segi pengetahuan, saat ini banyak dicekoki dengan contoh-contoh gaya hidup yag tidak semestinya dilakukan oleh manusia yang berakal. Kalau pengetahuan saja sudah tercemari, bisa ditebak bagaimana kepribadian yang terbentuk yang akhirnya diwujudkan dalam bentuk tindakan.

    Proses belajar kebudayaan akan terus berlangsung, sampai manusia merasa suatu kebudayaan mampu memenuhi kebutuannya.

  65. By amin on Mar 15, 2008 | Reply

    saya belajar kata “kebudayaan” bertahun-tahun pak.. saya pikir saya akan tahu secara persis apa dan bagaimana kebudayaan itu dalam kemapanan struktur2 di otak saya. tapi ALLAH terlalu baik hati dengan memberi dunia ini dengan berbagai warna, sehingga manusia tidak pernah berhenti mencari.
    seperti pelangi..tidak ada pemisah yang jelas antara satu warna dengan warna lainnya. beririsan dalam garis imajiner.

  66. By A.Muzain on Apr 9, 2008 | Reply

    saya ingin mengomentari tentang budaya yang dipengaruhi oleh tiga yaitu internalisasi, sosialisasi, enkulturasi.saya pernah mendengar tentang manusia dan budaya yang dipengaruhi oleh spasial (tempat) dan simanusia itu sendiri dapat merubah kebudayaan. mengenai tempat yang mempengaruhi manusia dan budaya contohnya bangsa arab identik dengan padang pasir,tandus,panas,kurang air membuat pembentukan karakter beringas,kejam, kasar.kalau itu demikian,lalu itu termasuk kategori yang mana kalau dikaitkan denga tiga pilar diatas.

  67. By Naruto x Sasuke on Apr 27, 2008 | Reply

    huah.. huah.. huahhh..

    cape gua bacanya…

    Yaa pokoknya kebudayaan itu tidak akan lepas dari manusia yang bermasyarakat. Dan itu sudah ada sejak zaman kuno(prehistorik) sekalipun.

    hmm..

    yosh.. wassalam~

  68. By rifqi antropologi unnes on Oct 11, 2008 | Reply

    bang ewa..aku dapat tugas membuat makalah mengenai enkulturasi dalam keluarga,kebetulan keluargaku keluarga lawyer,kira2 gmna isinya??
    help me,,deadline senin 13 okt bsk…..
    tolon bntuin kirim ke e-mailku yahh…

    ***Wow mepet … gimana cara nolongnya?

  69. By puri on Nov 2, 2008 | Reply

    3 pertanyaan saya dan wajib di jawab!!!
    apakah agama itu kebudayaan???
    lebih dulu mana datangnya agama atau kebudayaan??
    dan metode apa saja yang di pakai dalam antropologi.tolong di jelsakan ya.thanks

    ***
    1. Tidak.
    2. Agama.
    3. Metode Antropologi (Nah, kalau penjelasaannya ada duh di postingan tentang antropologi).

  70. By emeng chantix on Nov 21, 2008 | Reply

    oya saya mau nanya nieh..
    proses perubahan dari segi agama yang di pengaruhi oleh kemajuan teknologi itu dampaknya apa terhadap masyarakat daqn beri saya contoh..
    jelaskan dengan detail

  71. By Sari ungulia on Dec 11, 2008 | Reply

    ku jadi tambah bingung baca definisi budaya, semuanya okay lha yaaww….. ni bagusz buat nambah-nambah ide ngarang tentang gimana ngintegrasikan individu-individu ke dalam organisasi.

  72. By ratih wulansari on May 16, 2009 | Reply

    saya mau nanya nieh..
    apa maksud perkembangan evolusi manusia diikuti dengan evolusi kebudayaan manusia

    ***Manusia yang ‘menelorkan’ budaya, tingkat ‘kemanusiaan’ bergaris paraler dengan kebudayaan

  73. By lina on Oct 8, 2009 | Reply

    Asslmkum…..

    wuihhh,,,, byk bgt yg bri coment,…
    sy mnt ijin ngpy bwt tgas y ?????
    http na sy cntumin oq…
    mksiiiiiiiiihhhhhhhhhhhh,,
    he….

    Wasslmkum….

  74. By gHe on Oct 12, 2009 | Reply

    mengapa penting kita belajar antropologi ?

  1. 2 Trackback(s)

  2. Mar 8, 2008: Belajar Kebudayaan « Dewif’s Weblog
  3. Mar 23, 2008: Tugas Antropologi « Dwisetiowati’s Weblog

Post a Comment