Menulis Penghargaan
26 February 2008 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
SUBUR. Buku Menulis Enjoy Sajalah (2008) merupakan buku ketujuh saya seputar menulis. Ditulis, dalam hitungan sebulan. Prosesnya juga lempang. Setiap hari, satu-dua tulisan diposting pada www.webersis.com. Begitulah. Dalam sebulan jadilah buku ini.
Kalau menulis, saya tidak mau terjerembab hal-hal meribetkan. Tidak pula hendak diatur oleh ‘tulisan’. Tidak ada target. Tidak mau dihasut, jargon-jargon speketakular. Harus begini, begitu, dan begana. Menulis, ya menulis saja. Dilakukan riang-gembira, enjoy aja.
Tidak ada draf-drafan. Manalah mungkin membuat outline atau studi kasus segala macam. Pun, saol menjaring mood, tema, sampai rancangan analisis. Juga, tidak peduli amat aturan bahasa. Jujur saja, saya tidak punya waktu untuk hal sedemikian.
Itulah kebodohan atau ketidakbecusan saya. Tidak seperti mereka yang sangat menjaga hal-hal baik tersebut. Saya bukan manusia Perfeksionis. Hidup apa adanya. Menulis sesuai yang dipahami. Lakukan, habis perkara.
Satu-satunya yang agak diatur, menulis dalam format buku memanfaatkan program PageMaker7 atau InDesign. Setelah dianggap cukup, tambahkan kata pengantar, daftar isi, dan pelengkap buku, lalu diprint. Setelah jadi dummy minta tolong isteri membacanya. Sesempatnya saja. Setelah itu, kalau mau dikirim ke percetakan, ya kirim. Kalau hati lagi ogah, ya biarkan saja. Yang penting telah jadi tulisan.
Begitulah menulis yang dipraktikkan. Saya tidak mau (lagi) dijebak aturan-aturan umum, yang bagus itu, sebab bisa menghambat kreativitas menulis. Kini, ketika bangun tidur, setelah membaca koran, majalah, atau skripsi mahasiswa, menulis. Sehabis bersetubuh dengan isteri, atau menunggu antrian mandi di rumah, menulis. Tekadang, disela-sela rapat atau seminar. Pokoknya dimana saja, kapan saja, apabila ada mau menulis, tulis. Begitu saja.
Soal ide juga tidak membeban. Kalau membaca sesuatu, selalu ada ide menyapa, tulis. Memberi kuliah, dari diskusi dengan mahasiswa, ide bermunculan, sebagian (kecil) ditulis. Membaca blog teman-teman, mendalami komentar, apalagi kalau ada yang bertanya, berbuah ide, tulis. Dilengkapi manakala melihat sesuatu yang ‘baru’, biasanya susah memojokkan ide yang saling berebut tempat di otak, ya tulis. Belum lagi kemampuan melamun yang tidak pernah diundang. Kita hidup dalam dunia ide, dunia pikiran.
Menuliskan apa yang telah diproses otak, telah tertulis di otak, ternyata tidak sulit. Saya berusaha jujur pada pikiran. Kalau misalnya ada sesuatu yang mengintervensi, atau ingin menghilangkan atau melebih-lebihkan sesuatu di luar apa yang dipikirkan, dapat dipastikan, menulis bermuatan kendala. Saya menulis apa yang dipikirkan, bukan memikirkan apa yang akan ditulis.
Ternyata, menulis apa yang dipikirkan, sungguh sangat mudah. Kalau, memikirkan apa yang akan ditulis, saya tidak sanggup. Setidaknya memerlukan energi ekstra. Saya tidak mau terbeban. Begitu pula soal ‘nilai’ apa yang ditulis. Kalau ada yang merasakan manfaatnya, syukur. Kalau jauh dari yang diharapkan pembaca, begitulah adanya. Saya tidak memimpikan jadi penulis hebat atau berpengaruh. Ah, apolah awak iko. Menulis ya menulis saja.
Mungkin hal-hal sedemikian yang menjadikan menulis tanpa beban, enjoy saja. Kalau ada yang mengatakan, Ersis subur menulis, itu kan penilaian. Saya tidak hidup dari penilaian orang. Kalau ada yang mengambil manfaat, Alhamdulillah, itu bonus yang membesarkan hati. Semakin memotivasi menulis.
Kepada semua yang berkontribusi, langsung atau tidak, hingga buku ini menjadi, penghargaan saya persembahkan. Sengaja, pada penghargaan kali ini tidak menyebutkan nama siapa-siapa. Buku ini dipersembahkan buat semua.
Banjarbaru, 17 Agustus 2008
Ersis Warmansyah Abbas
Motivator Penulsan










17 Responses to “Menulis Penghargaan”
By mathematicse on Feb 26, 2008 | Reply
Wah udah jadi buku lagi nih Pak. Hebat!!!
Selamat!
***Ya berkat ‘bantuan’ Sampeyan. Kayaknya di buku kali ini, banyak dari komentar atau mengomnetari tulisan Kang Jupri ya. Makasih ya.
By mathematicse on Feb 26, 2008 | Reply
Tapi, saya tidak sependapat dengan paragraf terakhir. DI situ ada kata “persembahan”.
Saya tidak setuju… emangnya buku ini buat “sesajen”, buat benda untuk nyembah?
Maaf, ini cuma pendapat pribadi kok…
By mathematicse on Feb 26, 2008 | Reply
Tapi, saya tidak sependapat dengan paragraf terakhir. DI situ ada kata “persembahan”.
Saya tidak setuju… emangnya buku ini buat “sesajen”, sebagai benda untuk nyembah?
Maaf, ini cuma pendapat pribadi kok…
***ha ha ha … Tanya sama yang ahli bahasa Indonesia kenapa kog begitu TQ pendapatnya
By Mega on Feb 26, 2008 | Reply
Gile betull..dah bikin buku lagi…???…kayak orang hamil aja yaa..cepet ahaha..BTW selamat deh
***Semua bloger bisa … asal nulisnya jangan bagarah-garah. Tul ngak? Kumpulin, kasif daftar isi dan kata pengantar, jadi deh … Syarat lainnya, jangan beralasan apalagi beragumen, ini-itu. Berani coba? (Tanpa mau berasalan).
By unai on Feb 26, 2008 | Reply
wah buku lagi…bikin buku kok semudah bersin yah pak…tulis dong apa step2 membukukan tulisan, secara kita ini ndak punya sponsor…selamat yah pak
***Buku itu kan ujung dari nulis iseng he he
By Mega on Feb 26, 2008 | Reply
Duh..ditantangin..pengen sich..tapi blon berani sekarang..soalne aku punya tulisan blon ada yang bagus euy..
By serdadu95 on Feb 26, 2008 | Reply
“menulis apa yang dipikirkan, sungguh sangat mudah. Kalau, memikirkan apa yang akan ditulis, saya tidak sanggup”
Sungguh sangat mencerahkan…, sebuah Tips yg sangat berguna.
Tengkiu Pak.
***Persis, begitu pengalaman saya.
By isnuansa on Feb 26, 2008 | Reply
Semua bloger bisa … asal nulisnya jangan bagarah-garah. Tul ngak? Kumpulin, kasif daftar isi dan kata pengantar, jadi deh … Syarat lainnya, jangan beralasan apalagi beragumen, ini-itu. Berani coba? (Tanpa mau berasalan).
Apa bener begitu doang, Pak?
***Ya benarlah kan ada buktinya. Harus percaya dong pada kenyataan. Yang salah itu beranggapan biki buku itu susah. Kalau itu yang dipatenkan di pikiran dijamin deh ngak bakalan punya buku karya sendiri.
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Feb 26, 2008 | Reply
Bagus sekali, pak Ersis. SAya berharap juga seperti itu. Seperti apa? ya tulisan-tulisan yang telah diposting dijadikan buku, kasih daftar isi, kata pengantar, penutup etc, walhasil jadi sebuah buku perdana. Yaah, ini mimpi saya, pak. Semoga terlaksana, Amin. Mohon do’anya, Amin.
***Jangan mimpi, mari realisasikan, gampang kog.
By Arif on Feb 26, 2008 | Reply
Ck…ck…ck…. Udah jadi buku lagi. Ternyata menulis itu memang mudah ya. Bagi Pak Ersis…
Ket:
ck… ck…ck… dibaca cek-cek-cek, bukan ck yang terkenal itu.
***He he balas nich ye … Saya suka ke blog Sampeyan lho. Ya mudah, seperti Sampeyan menulis itu.
By nurul huda on Feb 27, 2008 | Reply
Selamat ya Pak dengan buku Barunya ….
trims banget juga atas tips “jangan memikirkan apa yang ditulis tapi tulislah apa yang dipikirkan” Saya sudah buktikan tips bapa tersebut ….ternyata memang mudah…. tapi saya punya problem lain ni pa ….Saya tidak PEDE seperti Bapa nampilin hasil tulisan “Apa yang saya pikirkan” ke dalam Blog saya, maka jadilah tulisan itu hanya kumpulan tulisan di dalam Laptop saja!
By syaharuddin on Feb 27, 2008 | Reply
‘Menulis apa yang dipikirkan sangat mudah, tapi memikirkan apa yang akan dituluskan sangat susah”. Wah sebuah kalimat yang menggugah saya. Karena dalam batok kepala ini sangat banyak isinya, segala macam persoalan. Ibarat hardisk, sudah hampir penuh, harus di buang sebagian biar jalannya cepat. Nah kalau ia “dibuang” (ditulis) kan bisa bermanfaat bagi orang banyak tuh….ya gak …..?
By Edi Psw on Feb 27, 2008 | Reply
Batul yang Pak Ersis katakan. Memang menulis itu idealnya apa yang ada dipikiran, tulis. Nggak usah harus belajar teori yang harus begini dan begitu. Kalau harus mengikuti aturan semacam itu, terus kapan mulainya menulis?
***Mantaaaaaaaaaap, bungkus.
By alpi on Feb 27, 2008 | Reply
-”The best way to have a good idea is have lots of Idea”
-”The shortest way to do many things is to do only the one thing at that time’
-” The key of happines is having dreams, the key of success is making dreams come true”
itu seeh pak, yang jadi salah tiga acuan jargon di tempat saya jadi buruh hee mungkin bisa sedikit menjawab komentar2 yang berupa pertanyaan2 di forum ini…
so………..
WE CAN MAKE IT HAPPEN
Rgds
By olangbiaca on Feb 27, 2008 | Reply
Aslkm….Kalau begitu…gimana untuk temanya pak ? dan urutan kata-katanya ? saya belajar banayk disini neh.
thanks pak ersis
***Ya nanti saya tulis khusu, ingatkan ya.
By meiy on Feb 28, 2008 | Reply
oh pak, kok aku belum berhasil juga bikin buku yah, perlu tambahan energi nih
By fafau30 on Mar 1, 2008 | Reply
Gimana nich pak saya masih terjebak pada ” memikirkan apa yang akan saya tulis “
***Ya saya sedang persiapkan ‘teori’ untuk mengatasinya.