Pengiriman Hadiah Lomba Menulis
25 February 2008 | Ditulis oleh: EWA |Panjang lika-likunya. Aburrahman Hakim, berhasil mengirimkan hadiah Lomba Menulis: (1) Muhammad Zein (Rp.850.000), Fanny Widadie (Rp.525.000), dan Dewi Alfianti (Rp.350.000). Cara kuno, pakai formulir kiriman uang.
Harap maklum, semua hal diserahkan panitia. Celakanya, panitia orang sibuk. Mencari nama dan alamat di blog saja ngak punya waktu; mana pula BCA atau Muamalat ngak masuk ATM Bersama. Sementara tokken ngadat.
Oh ya, dipajaki 15%. Nanti kan akan dikirimkan piagam dan buku; perlu ongkos. Permintaan saya sederhana saja, kalau diterima tolong tuliskan di Testimoni Hadiah. Jangan ke HP, email, atau lainnya.
Selamat, ya.









8 Responses to “Pengiriman Hadiah Lomba Menulis”
By Rahmadona Fitria on Feb 25, 2008 | Reply
Alhamdulillah, yang ditunggu datang juga.
sudah sering dicek, ternyata blum masuk juga.
Muamalat masuk ATM bersama, kog. Makasih
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Feb 25, 2008 | Reply
Assalmu’alaikum.
Saya dikirimi buku juga dhonk, pak Ersis (meri lho)…he he
***He he tetangga kog manja begitu kaya ank kecil, kenapa ngak silaturrahmi ke rumah saja … (Katanya kekeabat Muslim, he he)
By windede on Feb 26, 2008 | Reply
Aku harus kirim nomor rekeningku ke mana om? Email atau SMS? Hihihi…..
***Ha ha ha nantilah daku di Betawi … dan jadilah sopir yang baik he he.
By Mega on Feb 26, 2008 | Reply
bagi nomor hp nya dung..mau kirim sms juga hehehe..
***0811510427 —yang lain jangan baca ya. Saya tidak menjawab penelpon yang tidak terdaftar di daftar lhi, jadi SMS dulu ya, he he he auran setempat.
By unai on Feb 26, 2008 | Reply
jangan salah kirim masuk rekening saya loh pak
By atah on Feb 26, 2008 | Reply
buku n sertifikatnya dikirimin juga gak ke nominator???
By SHALEH on Feb 26, 2008 | Reply
Nominatornya dapat buku juga ya pak…semoga dapat
By ismawansa on Mar 3, 2008 | Reply
semua buku ini bagus.
saya menghargai karya anak bangsa.
saya bangga dengan rekan2 sekalian.
sekarang minim sekali orang yang suka menulis dan membaca.
banyak generasi penerus yang hanya suka bersenang-senang, hura-hura. sedikit sekali yang suka baca dan tulis.
***Mari kita melangkah ke optimis, dengan membaca, membaca, dan membaca; menulis, menulis, dan menulis.