Menulis Membangun Sliturahmi

23 February 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

Menulislah karena dengan menulis kamu akan mendapatkan apa yang tidak kamu bayangkan sekalipun.

BERSAUDARA. Kitorang bersaudara. Ya, sebagai pemeluk Islam, terlepas belumlah Muslim kaffah, dalam relasi sosial, dengan menulis pengembangan dan pembanguan silaturahmi semakin mantap. Betapa tidak. Saya mendapat jembatan silaturahmi yang tak terkira. Saudara-saudara baru bertambah tiap hari, tidak saja dari kalangan Muslim, dari kalangan non-Muslim juga tidak sedikit. Kehangatan sebagai makhluk sosial semakin mendapatkan tempat mengembirakan.


Padahal, jangankan bersitatap, membayangkan sosok teman-teman baru saja tidak. Tanpa bersua, batin ini terisi muatan-muatan persaudaraan yang kadang kala lebih nikmat dari yang bertemu muka. Bukan saja dari lingkungan terdekat, malahan sampai ke Jepang dan Chile. Berkomunikasi dengan teman dari Tasmania di Australia, chatting ria dengan —entah siapa di Swedia, Malaysia, atau India— bukanlah hal aneh. Apalagi, dengan teman-teman seantero tanah air. Ya, kitorang bersaudara.
 
Lebih bermakna, banyak hal positif teraup. Pikiran melempang, wawasan meluas, dan …. semakin yakin akbarnya Allah SWT dengan segala ciptaannya. Ada saja hal-hal positif yang dapat dipetik. Memang silaturahmi mendatangkan rizki, terutama rizki batin. Sesuatu yang tidak dapat diukur dengan materi. Nikmatnya, gimana gitu.
 
Sekalipun, sekali lagi, sekalipun terkadang ada yang mendenda. Ada yang bilang sok, narsis, bahkan ‘penjilad’ sampai pintar ngomong doang, maksudnya menulis saja. Biar. Toh, dari penilaian negatif orang yang berpkir negatif selalu saja ada pelajaran terselip. Yang penting, kita selalu belajar dan belajar. Bahwa dalam penerapan hal positif bak jalan kura-kura, itu soal lain. Komunikasi persahabatan mendatangkan hal-hal baru dalam kehidupan; belajar dari sesama,  mengambil kebaikan untuk diteladani.
 
Dulu, terkagum-kagum, sebagai dampak menulis di media cetak atau buku. Tetapi, setelah menulis di dunia maya (blog) kesempatan menamankan amar persaudaraan yang berawal dari dada lebih kencang kembangannya. Ya, dengan menulis impian yang tak pernah dimimpikan hadir tanpa diminta. Dunia tidak selebar yang dipersepsikan.
 
Wahai saudara-saudara seiman, e… sori maksudnya, sesama pembaca, dan atau, penulis. Bukankah dengan menjalin komunikasi hidup lebih bermakna? Energi-energi baru mengawal dan menjadikan gairah sesama makhluk sosial semakin menjadi; tugas keduniaan kita.
 
Firman Allah (QS, Al-Hujarat, 13): Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
 
Ya, silaturahim yang terjalin dari menulis jauh melampau dari apa yang kita dapatkan dari sekadar perjumpaan face to face. Pembatasan-pembatasan spasial, ruang dan waktu, kehilangan sekat manakala pesan-pesan dan jalinan persaudaraan dibangun atas torehan kata-kata. Subhanallah.
 
Bahwa, … Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah … itulah tujuan kehidupan. Bahwa … barangkali baru secuil yang terpraktikkan, tidak mengapa. Sedikit demi sedikit, lama-lama jadi bukit.
 
Dengan kata lain, dengan menulis kita semakin menjalin silaturami. Dus, mari kita hindari hal-hal terbaliknya, jangan sampai dengan menulis kita menciptakan musuh-musuh baru. Karena itu mari kita sama mengingatkan, sama memberi, dan sama membangun kepositifan.
 
Bahwa, ada orang-orang yang menilai negatif, ya biarkan saja. Biarkan mereka mempertebal kebiasaan tersebut, sebab semua orang punya hak mengambil posisi. Iblis saja dibiarkan Allah SWT hidup. Kita kan tidak lebih kuasa dari Yang Maha Kuasa kan?
 
Al-akhir, marilah kita bangun persaudaran dengan menulis; dari niat yang tulus. 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 23 Septemebr 2007.

  1. 10 Responses to “Menulis Membangun Sliturahmi”

  2. By sawali tuhusetya on Feb 23, 2008 | Reply

    Yang penting vertamax dolo, komen belakangan! hiks *balas dendam nih, ye!*

    ***Ha ha emang lagi sama2 OL he he

  3. By sawali tuhusetya on Feb 23, 2008 | Reply

    <p>Yup, “kitorang bersaudara”, sepakat banget dengan idiom ini. Menulis bisa menambah jumlah suadara lintas geografis dan waktu. dari tulisanlah pemikiran2 kreatif kita bisa dipahami banyak orang. jadi ingat tokoh perenpuan mungil Beecher stowe, pak ersis. melalui novelnya “uncle goop, eh, sorry, tom’s cabin, konon dia mampu membangkitkan persaudaraan kaum sudra negro sehingga mampu melawan rezim yang saat itu betul2 diskrimatif dan fais. btw, mari kita jalin slitaurahmi lewat tulisan. peraudaraan ternyata indah dan sarat sentuhan nilai kedamaian. bercanda pun tanpa beban, *halah*. maaf ya pak ersis kalo saya sering ngocol dan ngaco, bahkan OOT ketika komen di blog pak ersis. menyenangkan sih soalnya, hehehehe, bukanah kitorang bersuadara.<br />
    kepareng, tabik.</p>

    <em>***He he yang bilang ngaco itu kan Sampeyan, kog gitu sih? Ya, banyak hal kita dapat dari silaturrahmi. Beecher Stowe itu memang menggemaskan, Paman Sam yang menjadi label pop Amrik, dari dia kan? Yup, dah baca Great Tarck kisah Boer War di Apsel? Asyik tu, tapi bukan novel. </em>

  4. By mathematicse on Feb 23, 2008 | Reply

    Saya juga ketigax aaaah… :D

  5. By mathematicse on Feb 23, 2008 | Reply

    Ya betul. Rizki datang tak terkira lewat silaturahmi di dunia maya ini. Baik rizki bathin maupun rizki material.. :D
    Contohnya, saya bisa berkenalan dan berkomunikasi dengan penulis seperti Pak Ersis ini. KAlau bukan kenal dari dunia maya, mungkin saya tak tahu siapa Pak Ersis itu? :D
    Rzki materialnya saya dihadiahi buku… .. :D Makasih banyak Pak.

    Kapan ya saya bisa ngehadiahi Pak Ersis buku-buku tulisan saya? *menghayal dulu aaah… * :D

  6. By mathematicse on Feb 23, 2008 | Reply

    Wah, setelah ngelirik statsistik komentator terbanyak, saya sudah masuk peringkat keduax nih… :D Hahahahaha… lagi-lagi trix meningkatkan jumlah komentar… :mrgreen:

  7. By Mega on Feb 23, 2008 | Reply

    batul ngana …kitorang pe sodara samua jo..

    ***Iyolah, awak kasadonyo basaudara, ceillee.

  8. By Mega on Feb 23, 2008 | Reply

    Wah..baca komentya sodara mathematicse baru sadar kita..kalau kita peringkat pertama..koq bisa ya..?…ga ngeh selama ini hahaha krn abis baca dan pahami trs ninggalin bekas/ jejak…ga noleh kiri kanan lagi dach..kabur langsung..:P

  9. By mathematicse on Feb 23, 2008 | Reply

    Wah koment yang di atas koment ini juga nambahin jumlah komentar doang… hahahahahaha…. :mrgreen:

  10. By unai on Feb 23, 2008 | Reply

    menulis=silaturahmi=panjang umur…amien

  11. By nurul huda on Feb 24, 2008 | Reply

    Assalamualaikum Warahmatullaahiwabarokatuh
    ga bisa jumpa Bapa lewat pelatihan setiap jumat pada minggu ini karena udah mulai masuk kuliah, emang rasanya sayang deh ketinggalan pelajaran dari teman-teman, tapi ga apa deh… toh kita kan masih bisa silaturrahmi lewat tulisan ini…
    Wassalaamualaikum warahmatullaahiwabarokatuh

    ***WWW, yoi.

Post a Comment