Menulis, Enjoi Aja

22 February 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas 

Menulis adalah kebiasaan bermakna yang dapat dilakukan dengan membuang belengu-belenggunya

NAFAS PANJANG. Suatu kali seorang teman mengatakan, dalam menulis saya bernafas panjang. Artinya, apa saja ditulis, kapan saja, dan dimana saja. Entah mencemooh, mbuh. Buat apa dipikirkan. Ada pula yang heran, kog ya bisa-bisanya menulis terus menerus. Saya justru heran kenapa mereka heran. Sebab, menulis tidak dijadikan beban. Kalau berkehendak menulis, tulis apa yang hendak ditulis. Habis perkara. Tidak memikirkan yang lain.
 
Pada praktiknya, tidak memikirkan apa yang hendak ditulis. Tidak ada rencana-rencanaan. Tidak ada riset-risetan. Kecuali menulis keperluan akademik, proposal, atau laporan penelitian. Itu lain lagi soalnya. Kalau menulis dalam pengertian umum, ya menulis saja. Selalu jadi tulisan.
 
Juga, juga tidak dibebani target-targetan dalam arti harus begini-begitu. Kalau ada pemicu, menulis. Tidak ribet atau diribet-ribetkan. Tidak pula  mau dibebani yang namanya calling, mood, tema, fokus, atau apa. Bagi saya, semua itu menjadikan laju menulis berkendala. Jadi, buat apa pikiran disandangkan pada hal-hal sedemikian.
 
Hebohnya pula, bila melihat sesuatu, atau memikirkan sesuatu, ya ditulis. Membaca komentar teman bloger, misalnya, kalau menarik, tulis. Ada yang bertanya atau mengeluh, kalau masuk hitungan, tulis. Jadilah tulisan.
 
Kalau pulang kesorean, dan antri mandi, anak-anak riang gembira kecipak-kecipuk, ya biar saja. Hidupkan komputer, begitu giliran datang, selesai deh satu tulisan. Sering teman-teman sebel mendengar pidato atau nara sumber yang dongok menyajikan makalah, mengerutu tak habis-habis. Saya buka HP, nulis. Begitu pemakalah usai, sementara teman menyeka jidatnya, tulisan selesai. Ngapain mengeluh, wong pemakalahnya dasar ngak bagus sajian kog.
 
Apa tidak pernah jenuh? Ya, pernahlah, emang mesin apa? Kalau jenuh, ya tidak menulis. Kalau di rumah, kesukaan saya, kalau lagi santai minta isteri mengaruk-ngarukan punggung, duh … nyamannya. Atau, memasak. Saya adalah guru bagi isteri dalam memasak. Saya punya resep pribadi dari memasak asam-padeh sampai sambal ikan teri. Inovasi masakan Padang yang dipelajari sejak kecil. Saya suka memasak memang karena suka makan enak. 
 
Obat jenuh lainnya membaca. Membaca apa saja. Kalau koran nasional dan lokal, begitu juga majalah, wajib hukumnya. Kebetulan punya beragam buku. Pokoknya membaca apa saja. Setelah membaca, keinginan menulis muncul lagi. Setelah jadi tulisan, mau dikirim ke media cetak, atau diposting, terserah mau saja. Banyak tulisan malahan ‘tidur’ di folder komputer. Ya, biar saja, ngapain dipikirkan.
 
Sering pula, kalau jenuh, mendatangai teman-teman lalu membawa raun-raun. Ke bendungan, jalan-jalan rusak, ke sekolah, perumahan, atau kemana saja. Biasanya, kehendak menulis bergabung, hilang jenuhnya. Kalau masih jenuh, menelepon wartawan minta mengamati dan menuliskan untuk Bandjarbaore Post. Kalau liputannya jelek, biasanya menulis ulang untuk sekadar meledeknya, he he. Pokoknya ada saja hal yang, entah bagaimana prosesnya, menyebabkan kejenuhan menguap.
 
Lalu, apakah tidak menganggu aktivitas? Ngak tu. Aktivitas keseharian berjalan normal-normal saja. Saya menulis disela-sela aktivitas. Bodoh amat kalau menulis mematikan pekerjaan utama. Zeleq-zeleq begini, sibuk juga bo.
 
Contohnya begini. Saya terikut proyek senilai beberapa M. Tugas saya menguraikan rincian biaya untuk 3 proyek dari 7 proyek, dua teman  lebihnya. Rancangan pemetaan kualitas guru, PTK, TIK, dan Jurnal Pedagogi, bagian saya berikut  instrumennya. E … barusan saya cek, mereka belum siap. Padahal, besok rapat penjadwalan kegiatan. 
 
Seselesai menulis petugas operasionalnya,  menulis tulisan yang Sampeyan baca ini. Tanpa merasa terbebani, enjoy aja. Tepatnya, menulis dientengkan saja, tidak diribet-ribetkan. Kalau tip ini cocok, silahkan coba. Mana tahu bermanfaat.
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 22 Septemebr 2007.

  1. 26 Responses to “Menulis, Enjoi Aja”

  2. By Mega on Feb 22, 2008 | Reply

    enjoy en santai koq..kalo tegang ntar isi tulisannya stresss heehhe,yg baca juga stress…:))

    ***Enjoy aja … selalu enjoy. Kaya pa tu kalau tulisannya stress he he

  3. By Mega on Feb 22, 2008 | Reply

    Wow..mau dung diajarin bikin asam padeh da..ndeh..ngambang aia ludah awak ee..nan ciek lai bagai di..samba ikan teri..bosan makan teriyaki taruih se diJapang ko heee…
    ditunggu lohh..

    ***Kapan-kapan disajikan resepnya …

  4. By M Shodiq Mustika on Feb 22, 2008 | Reply

    Pak, saya ingin mengirim buku “hadiah balasan” ke Pak Ersis. Berhubung saya menaruh respek yang besar kepada Bapak, saya mau kirim buku “terbaik” saya, yaitu yang <a href=”http://duniapenulis.wordpress.com/2008/02/22/buku-indonesia-ternyata-laris-di-malaysia/” rel=”nofollow”>bestseller</a>. Oke ‘kan, Pak?

    Catatan: Dua atau tiga kali, email saya kpd Pak Ersis belum berbalas. :(
    Enjoy aja, Pak?

    ***Makasih, ditunggu deh bukunya. Oh ya … itu sama dengan yang lainnya, dimasukkan ke spam dan … biasanya saya main delet saja.

  5. By Goop on Feb 22, 2008 | Reply

    <p>Kapan-kapan saya nyicipin masakannya boleh pak?<br />
    hihi, tetap menulis ya pak :D</p>

    ***Dengan senang hati.

  6. By Totok Sugianto on Feb 22, 2008 | Reply

    menurut saya memang seharusnya begitu, menulis jangan dibuat sebagai beban enjoy aja. kalau tidak sempat ya gak usah menulis gitu aja kok repot hehehe…. :P

    ***Ya ya ya, sebanrnya apa saja jangan dijadikan beban pikiran, apalagi menulis he he

  7. By sawali tuhusetya on Feb 22, 2008 | Reply

    <blockquote>
    Kalau di rumah, kesukaan saya, kalau lagi santai minta isteri mengaruk-ngarukan punggung, duh … nyamannya.</blockquote>
    tiba2 aya tertarik mencomot quote itu pak ersis. wih, makin menjadi bukti bahwa menulis tak menghambat intensitas hubungan dengan isteri tercinta, ya pak. asyik dan happy banget, euy… salut deh, pak. jadi ngiri, nih!
    *berlalu dan segera meminta sang istri nggaruk2 punggung, halah!*

    ***he he

  8. By Toni on Feb 22, 2008 | Reply

    He3x. Istri saya sih garuk2 punggung kalau awal bulan tuh, setelah itu wassalam. Nice tips pak.

    ***ha ha bisa aja. Kenapa ngak punggungnya yang digaruk … he he

  9. By avartara on Feb 22, 2008 | Reply

    setujuuuuuuu,….maksih pak,..atas wejangannya

    ***ha ha ha

  10. By ridhocyber on Feb 22, 2008 | Reply

    keep posting…

    keep blogging…

    semangat…

    merdeka…

    ***Siiip, pokoknya keep …

  11. By Bibidapi on Feb 22, 2008 | Reply

    so pasti lah jo..! enjoy dalam menulis, keluarkan isi otak, isi ide, isi pikiran, isi hati, mau jelek mau bagus mau mau rapi mau berantakan,yang penting bebaskan dulu keinginan kita untuk menulis. baru setelah itu, edit dikit2 deh biar cakep hasilnya

    ***Makrifatnya begitu

  12. By olangbiaca on Feb 22, 2008 | Reply

    Asl…siip..mantap..

    HIDUP BUDAYA NULIS….
    HIDUP BUDAYA MBACA….
    HIDUP BUDAYA MASAK ASAM PADEH…ehe..kok masuk ya..udah nggak pa2..
    HIDUP BUDAYA RAUN-RAUN…ehe..urang awak juo mah..uda awak ko..

    salut deh…sy hobi nulis dan mbaca…thanks Pak udah motivasi…

    ***Kesimpulan nich ye …

  13. By Iwan on Feb 22, 2008 | Reply

    Thanks atas tips dan motivasinya. Saya termasuk orang yang susah untuk nulis, sebagaimana yang (maaf saya harus manggil apa ya? Bapak?) Bapak uraikan dalam tulisan di atas. Padahal begitu banyak hal yang muncul dalam pikiran dan ingin membaginya dengan yang lain, tapi selalu berpikir dulu, bagaiman mulainya, dari mana anglenya, macam-macam deh. Tips ini sangat bermanfaat bagi saya. Insya Allah akan dipraktikkan.

    ***Mudah-mudahan kata-kata … Saya termasuk orang yang susah untuk nulis … jangan pernah ditulis lagi, he he. Soal manggil terserah aja, Bapak, Uda, Ewa, atau apa. Asal jangan dipanggil kambing aja he he (ngak enak di telinga).

  14. By mathematicse on Feb 22, 2008 | Reply

    Menulis?

    Enjoy aja…. :D

    Gitu aja repot! :mrgreen: (Dasar Gus Dur! )

    ***Kalau enjoy, gitu aja jangan repot dong, enjoy aja.

  15. By Ahmad Nur Irsan Finazli on Feb 22, 2008 | Reply

    Ya, sesuatu yang dilakukan dengan senang hati itu bisa dipastikan berhasil, mungkin inilah yang dinamakan enjoy aja lagi….

    ***Ha ha bahasa psikologi tentu lebih mantap, bahasa gaul lebih gaul he he

  16. By Rahmadona Fitria on Feb 22, 2008 | Reply

    Saya enjoy tuh, ya justru pas menulis. Makasih pak

    ***Siiip, menulis enjoy aja, enjoy aja menulis. Gitu kan … plus ketika menulis enjay … senjoy.

  17. By Domba Garut! on Feb 22, 2008 | Reply

    Menulis adalah kebiasaan.. yang ditumbuh-kembangkan sejak dini. Awalnya dari banyak membaca, lalu terbentuklah pencitraan pikiran dan berbuah dalam tulisan :-)

    Jadi yang rajin menulis itu biasanya sudah pasti rajin membaca.. :D

    ***Setuju … banget.

  18. By german on Feb 22, 2008 | Reply

    wah, lagi curhat ya pak? tiap hari harus nulis terus…

    ***Cuehat enjoy aja, eh aja enjoy, he he

  19. By Yari NK on Feb 22, 2008 | Reply

    Ooooo…. gitu ya…… kalo lagi mau santai minta mangga sama istri ya?? (mangga-ruk garuk, maksudnya!) :mrgreen:

    Huehehe….. otakku masih error dikit neh! Mau nulis di komen ngga konsen, tapi karena disuruh enjoy, ya enjoy aja biarpun komennya error juga :D

    ***Enjoy aja, lagi.

  20. By mathematicse on Feb 22, 2008 | Reply

    @Yari NK: Iya enjoy aja lagi…. wong disuruh enjoy kok! :D Jadi, gemana pun komentar kita, ya enjoy aja….. :D

    ***Enjoy, enjoy …

  21. By unai on Feb 23, 2008 | Reply

    aduh, Bapak suka memasak? dan saya suka makan…hehe komen ndak penting :), apa kabar pak?

  22. By nurul huda on Feb 24, 2008 | Reply

    <p>Berkat bimbingan Bapak, supaya guru-guru Banjarbaru semua tidak gatek maka kami dilatih membuat email n Web…bagi orang yang sudah malang melintang didunia maya itu mah pelajaran keciiiilll!!! tapi bagi kami para guru yang belum mahir internet, baru belajar bikin email saja Pa Ersis Cape ngajarinya …. maafin ya Pa … tapi sekaligus trims atas bantuannya … sekarang murid Bapa ini kan udah mulai kemajuan ni Pa !!! Buktinya udah bisa ngomentarin tulisan bapak and selalu kangen ingin baca tulisan-tulisan Bapa …Enjooooy aja<br />
    sekali lagi trims….</p>

    ***Enjoy aja

  23. By nurul huda on Feb 24, 2008 | Reply

    wah baru tau niiee bahwa bapa pinter masak…. nyobaiinn boleh ga pa?

    ***Amin.

  24. By budimeeong on Feb 25, 2008 | Reply

    menulis dan memasak
    knp ngga bikin buku resep masakan “ala” pa ersis aj.
    kan enak tuh memasak sambil membaca”resep”

    ***Ntar saya coba posting dulu aja ya.

  25. By fans EWA on Feb 27, 2008 | Reply

    menulis = enjoy aja !!!!
    wong sponsornya LA LIGHT kan om
    jelas enjoy aja…..
    hee

    ***Wah wah … ngak bagus tu ngledek pakai ‘fans EWA’; emang selebritas?

  26. By M Shodiq Mustika on Mar 1, 2008 | Reply

    Oke deh, Pak Ersis.
    Kalo gitu, kami kirim lewat pos, pekan depan.
    Insya’Allah.

    ***Waduh jadi tersipu-sipu nich. Makasih ya.

  1. 1 Trackback(s)

  2. Feb 23, 2008: Kehidupan "Wong Cilik" dalam Teks Cerpen | Catatan Sawali Tuhusetya

Post a Comment