Antropologi: Bangsa Pelaut Bangsa Saudagar
22 February 2008 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Menilik kejayaan bangsa Indonesia dalam lintasan sejarah, sungguh menarik. Setidaknya, kebesaran kerajaan-kerajaan Nusantara, katakanlah Sriwijaya dan Majapahit, selain bertumpu pada sektor lain, menancapkan aktivitas —terutama ekonomi— pada perdagangan. Sesuai perkembangan masa itu, jalur perdagangan dibangun berbasik laut. Berbeda dengan perdagangan Timur-Barat sebelum Konstantinopel ditundukkan Turki (Usmani), perdagangan lebih melalui darat; sangat terkenal jalur silkroad.
Tidak heran, para pemimpin mendengungkan bangsa (pe)laut. Terakhir, dikibarkan lagi asosiasi-asosiasi saudagar; saudagar Minang, saudagar Banjar, saudagar Jawa, saudagar Bugis, dan seterusnya. Bak pepatah Minang, mambangkik batang tarandam.
Menariknya, berkibarnya kekuasaan Turki Usmani di Timur sampai ke Macedonia, Bulgaria, Albania, Kosovo dan Bosnia, di Barat (Andalusia) kejayaan kerajaan Islam justru meredup. Ferdinand dan Isabella menundukkan kerajaan Islam —yang hampir menaklukkan Perancis— terakhir, di Granada. Dihadiahinya Christophorus Columbus tiga kapal untuk mencari ‘daerah Timur’. Columbus sampai di Bahama (Amerika). Saking gembira, Columbus merasa sampai di India (Indonesia). Penduduknya dinamakan Indian.
Sejarah bergulir. Penjelajahan ke Dunia Baru digencari bangsa-bangsa Eropa. Berpacu membagi-bagi kue Dunia Baru. Dimulailah ancient imperalism. Dikibarkan sorakan gospel, gold, dan glory; menyebarluaskan agama Nasrani, merampas kekayaan, dan menegakkan kejayaan; riang gembira menjajah negara-negara lain, terutama ‘mantan’ negara-negara Muslim.
Sebelum penjajahan, para pelancong, saudagar berdatangan ke berbagai penjuru. Kita mengenal Ibnu Batutah, Vasco da Gama, d’Abulquerque, dan sebagainya. Mereka menuliskan apa yang ‘dilihat’, melukiskan kehidupan di negeri-negeri terra-ingcognita. Dari karya para musafir, pelaut, penyiar agama Nasrani, dan sebagainya lahirlah enthography. Perkembangan Antropologi dimulai.
Pada fase pertama, sebelum tahun 1800, tertelurlah istilah savages, primitives, dan sebagainya yang sekaligus mengambarkan bagaimana rendahnya bangsa Eropa memandang manusia di luar daerahnya. Mereka katakan, inilah masyarakat manusia yang masih ‘murni’; mereka tertarik dengan adat istiadat dan segala hal tentang bangsa-bangsa aneh tersebut. Bangsa-bangsa Eropa berpestapora melakukan penjajahan dengan segala efek buruknya. Akibatnya masih kita rasakan sampai sekarang.
Hal-hal yang ditulis dalam lukisan masyarakat (ethnography), berpatok pada cara berpikir masyarakatnya; masyarakat dan kebudyaan yang berevolusi sangat lambat. Dan, jelas masyarakat dengan kebudayaan tertinggi itu adalah masyarakat (bangsa-bangsa) Eropa. Pada fase ini, fase kedua perkembangan antropologi, dapat dikatakan pengkajian terhadap masyarakat sudah lebih dalam. Hingga, didapat benang merah penyebaran masayarakat dan kebudayaan manusia.
Kolonialisme
Setelah pijakan ‘darah penjajah’ sudah mantap, masyarakat daerah jahahan dipelajari untuk maksud lebih memantapkan nafsu menjajah. Artinya, untuk kepentingan kolonialisme. Fase ini temasuk fase ketiga, permulaan abad ke-20. Apa saja dilakukan. Di Indonesia kita mengenal bagaimana Snough Hugronje sampai mukim di Mekah, masuk Islam dan mengawini wanita Muslim. Hasilnya, Aceh yang susah ditaklukan, menjadi jajahan Belanda.
Memasuki fase keempat, sesudah tahun 1930, antropologi semakin berkembang sesuai pemahaman tentang masyarakat dan kebudayaan non-Eropa yang lebih ‘jernih’. Hal tersebut tidak terlepas dari pandang masyarakat dunia yang mengibarkan semangat anti kolonialisme, dan kemerdekaan diperdapat berbagai bangsa. Pandangan adanya bangsa-bangsa primitif memudar.
Antropologi semakin matang; metode ilmiahnya semakin sempurna. Antropologi dengan cepat dikaji diberbagai universitas, bukan lagi mempelajari masyarakat primitif. Tujuan akademikal dan tujuan praktisnya semakin terjelas. Antropologi mendapat tempat terhormat; mengkaji aneka masyarakat dan kebudayaan dengan tujuan membangun masyarakat dan kebudayaan (suku bangsa) tersebut.
Bangsa Saudagar
Dalam kasus Indonesia, dalam perspektif muatan historis dan antropologis, nampaknya menarik melihat benang merahnya. Ternyata, Nusantara (Indonesia) hanya dijajah oleh Belanda sekitar 1,5 abad? Lebih lama dijajah para saudagar, tepatnya asosiasi saudagar. Lho?
Setelah Inggris sukses membentyuk EIC, Belanda menandingi dengan VOC. Ya, perkumpulan dagang saudagar Belanda. VOC diberi hak oktroi; hak istimewa dari mengatur pemerintahan sampai membentuk pasukan. Barulah, karena pejabat VOC sangat korup, pada 31 Desember 1799 ‘kekuasaannya’ diserahkan kepada pemerintah Belanda. Jadi, kita dijajah saudagar dong?
Ya, kira-kira begitulah. Jadi, kalau kini MNC (multi national corporation) mencengkeram perekonomian kita, nampaknya bisa dimaklumi. Kalau bangsa ini ditipu oleh para saudagar, katakanlah semacam kasus BLBI, dalam persefektif sejarah, sebenarnya bukanlah hal baru. Sudah sejak jaman penjajahan. Kita diseruduk modern impelialism? Kira-kira begitu.
Dengan kata lain, kalau perusahan halo-halo, minyak, ladang kelapa sawit, dan seterusnya dikuasai perusahaan negara lain, ya bukan hal aneh. Jangan pula bingung, kenapa membeli beras Vietnam, durian Bangkok, atau kedelai Amerika. Apalagi, produk teknologi sepeda motor atau mobil. Bahkan, jarum untuk menambal kain robek dari Cina.
Namanya juga bangsa saudagar. Tapi, saudara, kalau ikan-ikan tiap hari dicuri pelaut Thailand atau Vietnam, sungguh keterlaluan. Sesama bangsa pelaut kog mempecudangi.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Banjarbaru, 20 Februari 2008.













65 Responses to “Antropologi: Bangsa Pelaut Bangsa Saudagar”
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Feb 22, 2008 | Reply
Christophorus Columbus bahagia menemukan Amerika, ya bahagia sekali. Tapi sepertinya sebentar aja, kali ye..
By mathematicse on Feb 22, 2008 | Reply
Oooo gini ya Pak kuliah antropologi itu? Menarik, menarik!!! Teringat pelajaran sejarah…
Saya seperti dibawa berkelana ke masa silam, hidup di jaman sejarah masa lalu, berada di alam penjajahan.
Memang bangsa kita adalah bangsa pelaut, sekaligus juga saudagar. Tapi sayang, saudagar penjual bahan-bahan mentah. Tapi kalau urusan barang jadi, kita lebih suka beli. Makanya jarum pentul pun impor ke China…
***Ya kini kan saudagar-saudagaran he he … saudagar intelektual itu kan Singapura.
By unai on Feb 23, 2008 | Reply
hmmm BLBI ituh..Bola Bali Ilang pak
***Ha ha ha … akronim bari nich ye
By Riduan Saidi on Feb 26, 2008 | Reply
Ass. EWA
Ethnography menurut pemahaman saya adalah tulisan tentang keadaan suatu bangsa yang ditulis oleh para penjelajah dari Barat. Mereka melihat suatu keanehan pada daerah yang mereka datangi. Baik dari kebudayaan, fisik, sifat, dll. Dari sinilah Ethnography muncul.
Ethnography pada fase pertama hanya bertujuan untuk menjelaskan keadaan tentang suatu daerah secara umum. Fase kedua tujuan mempelajari kebudayaan untuk dimanfaatkan, misalnya untuk penjajahan. Fase ketiga hanya untuk belajar, tanpa tujuan. Fase keempat kebudayaan dipelajari untuk membangun masyarakat.
By Setiyadie on Feb 26, 2008 | Reply
Ass, EWA
Saya sangat tertarik dengan tulisan anda ini, yang sidkit banyak telah menambah pengetahuan saya tentang dunia,maklum saya belum pernah keliling dunia..he2
Saya beranggapan bahwa bangsa kita ini, yang sering dikenal dengan sebutan orang timur, tidak kalah dengan orang barat yang dikenal dunia sebagai pelopor penemuan. Dari tulisan anda dapat saya temukan bahwa sejak jaman dahulu orang-orang kita atau timur telah memiliki kemampuan untuk mengarungi luas samudra, namun yang membuat kita tidak bisa terkenal sperti orang-orang barat mungkin karena sifat orang timur yang rendah hati..he2
Orang-orang barat merasa dirinya lebih tinggi derajatnya dari orang kita bangsa timur, makanya dengan mudah mereka mangakui segala yang ditemukannya sebagai hak nya walaupun tidak bisa dipungkiri juga kalau teknologi banyak dkembangkan oleh orang-orang barat tetapi menurut saya sumber-sumber ilmu pengetahuan tersebut bersumber dari kita sendiri, bangsa timur..ok
By Akhmad fauji on Feb 26, 2008 | Reply
Memang awal-awal masuknya bangsa Eropa ke Asia ini,khususnya indonesia dengan alibi/dalih melakukan perdagangan,melalui pelayaran.namun karna bangsa kita masih primitif dan jauh tertinggal dari mereka maka bangsa kita mudah sekali tertipu oleh merika.padahal tujuan utama merka tersebut yaitu 3G sperti yang disebutkan sampean tadi.Dengan melaliu tipu daya(akal bulus otak kancil)bangsa kita mudah sekali terpengaruh,karna bangsa kita merupakan bangsa yg masih murni,primitif dan dipandang mereka aneh dengan kebudayaan2 yg sangat lanbat berkrmbang.Cleh karna itulah bangsa eropa berlomba2 melakukan penjajahan,karna mereka menganggap bangsa kita merupakan lumbung padi yang sangat kaya akan hasi buminya.
Maka sejak itulah bangsa Eropa terus melakukan penjajahan dengan cara jitunya yaitu memahami dan pola2 berpikir masyarakat kita dan budaya2 masyarakat kita.Melalui pola2 berpikir dan kebudayaan kita itulah mereka manfaatkan untuk melakukan kolonialisme.Samai sekarang pun bangsa kita ini masih di pengaruhi oleh bangsa Barat melalui pola pikir yang konsomtif,dengan seakan2 diberlakukan sebagai saudagar tadi,yang hobinya belanja dan memakai prodak2 luar negri,gaya hidip yang mewah dan poya2,padahal dari situlah mereka meraup keuntungan dari bangsa kita pada saat ini.Bah kan parahnya lagi negara tetangga seasia kita sendiri juga ikut meman paatkan pola pikir dan kebudayaan kita kitu,yaitu negara jepang,cina yang selalu menciptakan prodak2 yg sesuai dengan selera dan budaya kita,sepert menbuat kendaraan bermotor,HP yang selalu keluar model2 terbaruny dgn jngka waktu yang cepat.
Itu artinya sampai sekarang pun bangsa kita masih dijajah oleh saudagar2 tersebut,hanya dengan wajah dan wujud yang berbeda.Karna para saudagar tersebut merupakan jelmaan dari sosok RAHWANA dengan DASAMUKA nya,yaitu seribu muka/wujud.Semoga saja masyarakat kita sekarang ini dapat menyadarinya dan lebih mencintai negaranya sendiri yang sangat kaYA INI.dAN MULAI SEKARANG MARI KITA BERSAMA2 untuk anti memakai barang2 luar negri,bahkan kalau bisa kita kalah kan negara2 dgn saudagar2yg berwujud rahwana tersebut dengan kemampuan kita dan kekayaan alam kita.
By off_aCh on Feb 26, 2008 | Reply
Dari dulu bangsa kita memang sangat mudah untuk dimasuki oleh bangsa barat, apalagi dalam hal2 kebudayaan….
dalam pemikiran saya sebenarnya bangsa barat hanya mempunyai satu modal saat memasuki wilayah kita, yaitu kepercayaan diri yang tinggi akan kebudayaan mereka saat memasuki daerah kita, dengan kepercayaan dirinya itulah mereka dapat mudah masuk ke dalam kebudayaan kita dan mencampuradikkanya dengan milik mereka dan kita sebagai bangsa timur yang menganggap bahwa kebudayaan kita tdak lebih baik dari bangsa mereka dapat mudah terpengaruh…
Hal ini sampai sekarang masih ada dalam bangsa kita, menganggap bahwa kebudayaan luar memang lebih baik dari kebudayaan sendiri…maka dari itu segala sesuatu sekarang harus berbau dari luar negeri barulah bonafit..padahl belum tentu segala sesuatu yg dari luar itu bagus.
untuk memeprbaiki hal itu, sebaiknya di mulai dari sekarang, harus ditanamkan bahwa masing-masing kebudayaan mempunyai kelbihan masing2, termasuk juga kebudayaan kita…
By Linda Araini on Feb 26, 2008 | Reply
Dilihat dari letaknya yang strategis,Indonesia termasuk negara yang menjadi incaran para penjajah karena berada dipersilangan dua benua dan dua samudera serta terletak di jalur pelayaran internasional ( Selat Malaka ), Indonesia juga terkenal sebagai pulau penghasil rempah - rempah ( Spices Island ), oleh karena itu banyak bangsa - bangsa lain terutama bangsa barat ingin menanamkan pengaruhnya untuk mengambil keuntungan dari bangsa Indonesia.
Pada kenyataannya, Indonesia telah lama dijajah oleh bangsa asing, selama itu juga pola berpikir masyarakat telah teracuni
Menurut saya, dahulu kala saudagar menjajah dalam bidang perekonomiannya, sekarang pun masih sama hanya saja bedanya dulu masih tradisional sedangkan sekarang sudah modern dengan paham kapitalisme yang diperkuat dengan globalisasi,ditandai dengan membanjirnya produk - produk luar yang masuk ke Indonesia dan hal ini menyebabkan produk - produk dalam negeri sendiri tidak dapat bersaing. Produk- produk yang dihasilkan oleh perusahaan asing seperti sepeda motor, Hp,barang - barang elektronik lain dll.yang diciptakan sesuai selera masyarakat kita yang terkenal konsumtif.Hal ini secara tidak langsung sudah menandakan Indonesia masih dijajah oleh bangsa asing.
By Asmia ulfah on Feb 26, 2008 | Reply
Saya sangat tertarik dengan tulisan anda yang membahas tentang Negara kita yang dijajah oleh para saudagar.negara kita yang kaya dengan sumber daya alam nya inilah yang membuat bangsa Eropa tertarik untuk berkunjung dan menjajah bangsa kita yang mereka katakana masih murni dan pola pikir serta kebudayaan masyrakatnya yang sangat lambat yang tidak tau kenapa masih saja sampai sekarang.
Perekonomian kita yang semakin memburuk adalah efek dari penipuan para saudagar yang bekerja secara halus.Hal ini juga dikarenakan oleh pola pikir masyarakat kita yang instant dan manja yang selalu menginginkan hal-hal yang mudah tanpa harus berpikir keras.Jadi wajar kalau sumber daya alam kita kita sebagian besar dikelola oleh bangsa asing yang merupakan kaum-kaum saudagar.sedangkan masyarakat kita yang sebenarnya mempunyai hak atas sumber daya alam hanya bekerja sebagai buruh.apakah itu merupakan hal yang wajar??artinya kita membuat kaya bangsa lain sedangkan bangsa kita hanya mendapatnya beberapa persen saja.Jadi kita harus sadar bahwa Bangsa kita sampai sekarang masih dijajah dan anehnya pemerintah tidak dapat berbuat banyak untuk mengatasi hal tersebut.
a
By Novi Ariyanti on Feb 26, 2008 | Reply
Saya sangat setuju dengan tulisan Anda yang menyatakan bahwa bangsa kita sebenarnya lebih lama dijajah oleh para saudagar atau perseroan-perseroan dagang dari pada oleh Belanda yang kita kenal sebagai penjajah terlama bangsa kita.
Sejak fase pertama perkembangan ilmu Antropologi, para pelaut dari Eropa berlayar ke berbagai benua di dunia yang menurut mereka merupakan tempat tinggalnya orang-orang primitipf dengan membawa sekalian ‘misi perdagangan’. Pengetahuan tentang keadaan “dunia baru” temuan mereka yang kaya SDA dan miskin SDM menyebabkan munculnya semangat kolonialisme. Inilah yang menyebabkan para pelaut sekaligus saudagar-saudagar asing menancapkan kekuasaannya di bumi kita (Nusantara). Sungguh menyedihkan memang karena kita bangsa pelaut dijajah oleh bangsa pelaut.
By juwita sari on Feb 26, 2008 | Reply
Judul tulisan anda bangsa pelaut bangsa saudagar sangat pas dipakai sebagai julukan untuk bangsa kita pada masa kerajaan-kerajaan majapahit,sriwijaya ,karena seperti kata anda bahwa pada saat itu mentitik beratkan perekonomian khususnya perdagangan dan bidang kelautan.Akan tetapi julukan bangsa pelaut dan saudagar untuk bangsa kita sekarang ini sudah tidak sesuai lagi,karena laut sekarang ini tidak lagi dimanfaatkan secara optimal oleh rakyat Indonesia,hal ini bukannya karena orang Indonesia tidak mempuanyai kemampuan untuk mengolahnya,tetapi masyarakat Indonesia sepertinya tidak suka melakukan hal yang susah.Masyarakat Indonesia lebih suka membeli dari pada memanfaatkan SDA atau membuat produk sendiri.Jadi tidak salah kalau ada bangsa lain yang “memanfaatkan” bangsa kita dari dulu hingga sekarang.
Karakter orang Indonesia yang tidak suka melakukan hal yang sulit serta sangat mengagungkan sesuatu dari luar dipelajari serta dimanfaatkan betul oleh bangsa-bangsa asing untuk berdagang di Indonesia sejak jaman dulu.jadi sebenarnya bukannya para saudagar asing yang ingin menjajah atau memonopoli perdagangan kita,tetapi kita sendiri yang ingin dijajah,kita yang begitu konsumtif,mereka hanya memanfaatkan peluang yang ada.
By Dewi Komalasari on Feb 27, 2008 | Reply
Kalau kita lihat pada saat sekarang memang benar sejarah telah terulang kembali,Kalau dulu VOC, EIC sekarang perusahaan rakasalah yang menjajah negri ini kembali. Bangsa kita semestinya sadar akan hal itu jangan hanya jadi penikmat saja.Apa kita mau dijajah teru-terusan sampai anak cucu kita kelak.Mungkin Indonesia hanya tinggal sebutan saja. yang ada hanya negara produk Coca cola, KFC,CFC dsb.
Sudah saatnya kita menciptakan sesuatu yang melambangkan jati diri kita sebagai indonesia,Jangan terlalu banyak omong,berdebat mempermasalahkan sedangkan kerjanya tidak jelas sama sekali.Kita dapat mengkajinya lebih dalam dari segi Antropologis kalau yang mengaku bangsa yang kebudayaan tinggi adalah bangsa-bangsa eropa sebab mereka sendiri yang membuat perbandingan tersebut. Bangsa kita selalu menjadi bangsa yang penurut.kapan majunya kita dari bangsa barat. Kita selalu merasa rendah dihadapan bangsa barat misalnya saja dalam masalah lifestyle ( Gaya hidup ) kita selalu berkiblat ke arah sana.apakah kita tidak punya jati diri sendiri.Kita punya jatidiri yang lebih baik,yang mampu membawa bangasa kita menjadi peradababan bangsa yang lebih maju.
By budimeeong on Feb 27, 2008 | Reply
mudah-mudahan para saudagar sekarang pinter nulis kaya pa ersis sekarang…hehehe
sekalian keluarin zakatnya buat orang-orang yang butuh..ya ngga….
By Dwi Setiowati on Feb 27, 2008 | Reply
Langsung sajanya, karena fase perkembangan ilmu antropologi sudah dijelaskan di atas. Bila fase perkembangan ini dihubungkan dengan bangsa pelaut yang disebut sebagai bangsa saudagar maka akan membuka tabir dimana bahwa perkembangan kolonialisme, imperialisme dilakukan oleh bangsa pelaut. Seperti yang tercantum di buku Darsiti Suratman: peranan penjelajah dan pedagang dalam membentuk dan menyebarkan imperialisme. Para pedagang/saudagar diberi wewenang, uang dan juga fasilitas yang lengkap oleh negara induk untuk membentuk koloni di daerah baru.
Koloni itu jadi tempat bahan baku, pekerja, juga tempat pemasaran bagi produksi negara induk. Tentu saja para pedagang/saudagar tidak akan sampai pada daerah baru tanpa adanya petunjuk jalan. Biasanya para penjelajahlah yang menjadi petunjuk jalan, ditangan mereka terdapat catatan tentang keadaan suatu daerah. Maka fase ketiga perkembangan antropologi terjadi. Maka tidak salah bila dari dulu sampai sekarang kekuasaan apalagi ekonomi dikuasai oleh para pelaut/saudagar. Juga sudah tradisi bangsa pelaut/saudagar bersaing menjadi yang terbaik. Segala cara dapat dilakuakn untuk menjadi yang terbaik.
By SRI WAHYU. A on Feb 27, 2008 | Reply
Bangsa Indonesia sebelum dijajah masih banyak yang primitif hanya daerah-daerah tertentu yang berkembang. Itupun hanya lebih baik sedikitnya dari yang primitif dan tertinggal. Di samping itu masyarakat Indonesia merupakan orang – orang yang ramah-tamah,polos jauh dari teknologi, nenek moyang kitakan seorang pelaut, negara kita juga dikelilingi laut dan kaya akan SDAnya. Itulah beberapa faktor yang menyaebabkan bangsa – bangsa asing tertarik untuk berkunjung ya….pertama tama sih berkunjung dengan berbagai macam alasan dan cara yang akhirnya menjajah kita. Dan faktanya sampai saat ini kitapun masih dijajah dari hal yang besar dan yang kita anggap kecil sekalipun berdampak besar yang tidak kita sadari. Namun dibalik semua itu tanpa adanya penjajah negara kita mana mungkin mengenal bangku sekolah, bangku kuliah dan IPTEK seperti sekarang ini, mungkiiiin sampai sekarang masih primitif boro-boro internetan pake baju aja masih sebagian orang aja hehe…Diantara penjajah dan saudagar-saudagar itu tidak semua jahat kog, hanya saja lebih banyak jahatnya dari pada yang baik setelah mereka mendapat apa yang mereka inginkan mereka tiinggalkan tanpa mau memperbaikinya kembali.Sikap kita yang selalu menurut itulah yang disenangibangsa asing.hanya sedikit orang yang bisa menyaring kebudayaan2 asing yang masuk itu dengan baik dan lain nya menerima dengan mentah - mentah.
By Am. Hamsin Fitriadi on Feb 27, 2008 | Reply
Perkembangan Ilmu Antropologi berkembang secara berangsur-angsur dari zaman ke zaman hingga saat ini. Dapat kita katakan bahwa ilmu Antropologi sangat bermanfaat untuk mengkaji berbagi masyarakat dan kebudayaan sejak zaman dahulu dengan tujuan memmbangun masyarakat dan kebudayaan suatu masyarakat tertentu.
Disamping itu juga budaya bangsa kita dari dahulu sudah terpengaruh dari budaya asing bahkan hingga saat ini budaya asing suatu kebanggaan. Dengan lain perkataan melihat adanya fenomena ini kita harus pintar-pintar mana budaya yang bagus dengan kita dan mana budaya yang tidak sesuai dengan kita.
By Muhammad Hidayat on Feb 27, 2008 | Reply
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat strategis dalam jalur perdagangan karena diapit oleh dua samudera dan dua benua, selain itu Indonesia adalah archipelago atau negara kelautan sehingga nenek moyang kita adalah pelaut.
Dalam tulisan saudara saya menangkap bahwa Indonesia dijajah oleh kongsi dagang, itu memang betul bahkan Indonesia pernah dijajah oleh “satpam”.
Mengapa Indonesia mengalami kemunduran atau mengimpor beras dari negara lain? hal ini dikarenakan oleh kesalahan mereka sendiri, mereka seakan lupa akan budaya lokal yang terdapat pada daerah masing-masing, padahal budaya itulah yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia, sehingga dapat dikatakan bahwa Indonesia menjadi tamu di negeri sendiri.
Indonesia didukung oleh kebudayaan yang mantap, dimana disini banyak ditemukan manusia zaman pra sejarah, hal ini menggambarkan bahwa kebudayaan yang paling banyak adalah di Indonesia (dulu belum disebut Indonesia) jika dibandingkan dengan benua-benua lain.
Oleh sebab itu kita sebagai manusia yang hidup di zaman sekarang ini dimana diperlukan pemahaman intelektual yang tinggi akan lebih baik menciptakan suatu pandangan baru yang lebih alami sehingga tidak perlu lagi ada tulisan yang menjelekkan bangsa Indonesia yang dijajah oleh saudagar atau kongsi dagang.
By Ganda Resnadi on Feb 27, 2008 | Reply
Dari dulu aja sudah senang berdagang, maka jangan heran kalau sekarang mengkomersilkan segalanya. jangankan mempecundangi bangsa lain atau bangsa sendiri, tetangga atau orang tua pun dipecundangi
By HAMIDAH ULFAH on Feb 27, 2008 | Reply
Seperti kita ketahui sebelum bangsa barat khususnya Eropa datang ke negara kita,bangsa kita sudah memiliki kebudayaan atau adat istiadat yang bersumber dari peningalan atau warisan nenek moyang kita terdahulu,namun ketika bangsa barat mulai berdatangan dimana kita tahu bahwa awal kadatangan mereka pertama kali adalah untuk berdagang sekaligus untuk mencari bahan mentah,kedatangan mereka diterima sangat baik dan ramah oleh bangsa kita,tetapi pada akhirnya mereka malah justru menjajah bangsa ini dan menguasai bangsa kita.karena bangsa ini memiliki kekayaan yang sangat melimpah ruah.
Namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa kedatangan mereka juga membawa dampak yang baik bagi bangsa ini yaitu dalam hal kebudayaan kita sekarang bisa mengenal dan tahu apa itu ilmu antropologi yang berkembang melalui etnografi.Walaupun demikian halnya bangsa kita ini sudah terpengruh dengan budaya asing yang mungkin kita sendiri tidak tahu pasti apakah budaya itu pantas atau tidak untuk dicontoh.
Karena kita tahu budaya asing selalu identik dengan hal-hal yang sifatnya negatif saja padahal jika ditelaah dengan seksama masih banyak terdapat bentuk positif yang dibawa oleh bangsa barat tersebut.
By fahrian hefni on Feb 27, 2008 | Reply
Istilah yang tepat untuk indonesia sekarang adalah negara kelautan yang ditaburi pulau-pulau.
Maka sudah jelaslah indonesia dalam fakta sejarah dikatakan sebagai tempat atu jalir perdagangan yang banyak di datangi para saudagar-saudagar baik itu lokal maupun dari luar negri.
Jadi rata-rata kerjaan orang indonesia dari dulu sampai sekarang ya menjadi saudagar-saudagar atau pedagtang-pedagang yang sangat ahli dibidangnya, termasuk menjual aset-aset negara untuk kepentingan saudagar dan keluarganya demi memuaskan napsu bejat mereka!!!
By Am. Hamsin Fitriadi on Feb 27, 2008 | Reply
Raihanah
Di dalam kehidupan sosial seringkali terjadi pergeseran masyarakat dan kebudayaan yang lebih dikenal dengan sebutan “dinamika sosial”. Ada beberapa konsep-konsep terpenting mengenai proses belajar kebudayaan sendiri, yakni internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi. Selain itu adapula perkembangan kebudayaan umat manusia (Evolusi Kebudayaan) dari bentuk-bentuk kebudayaan sederhana hingga ke bentuk yang lebih kompleks, yang kemudian dilanjutkan pada proses penyebaran kebudayaan yang bersamaan dengan perpindahan bangsa-bangsa di muka bumi.
Dinamika masyarakat dan kebudayaan juga dipengaruhi oleh proses akulturasi, khususnya ketika kebudayaan bangsa-bangsa Eropa mulai menyebar ke daerah-daerah lain di muka bumi pada awal abad ke-15. Hasil yang masih tampak hingga sekarang ialah hampir tidak ada suku bangsa yang terhindar dari unsur-unsur kebudayaan bangsa Eropa. Pengaruh unsur-unsur kebudayaan Eropa dikenal dengan istilah “modernisasi” dialami oleh hampir seluruh suku bangsa di muka bumi ini, yang secara intensif sampai menyentuh sistem norma dan nilai budaya yang ada.
By Haryani on Feb 27, 2008 | Reply
Fase-fase antropologi seperti yang tetera diatas merupakan cuplikan dari keilmuan antropologi.Fase-fase tersebut didalam penangkapan saya lebih cenderung memakai sudut pandang orang Eropah,dan fase-fase tersebut bisa tidak seperti itu jika sudut pandang yang dipakai dari sudut pandang orang timur, karena tidak dapat dipungkiri bahwa kebudayaan-kebudayaan tinggi justru banyak berasal dari bangsa-bangsa timur,yang justru diklaim orang Eropah sebagai bangsa/masyarakat yang primitif dan lebih rendah kebudayaannya dari bangsa Eropah, sehingga dengan gampang bisa dijajah oleh orang Eropah.
Komentar pribadi saya meski tidak ilmiah menyatakan bahwa “kemungkinan” saat itu bangsa timur sedang dalam masa kemundurannya sehingga melihat peluang yang bagus tersebut bangsa Eropah memanfaatkannya dan menjajah bangsa yang sedang terpuruk tersebut(Ingat sejarah kelesuan bangsa-bangsa asia setelah kehilangan kepemimpinan dari daulah khilafah)Kemudian setelah berhasil menguasai bangsa timur yang sudah tidak berdaya mereka mengklaim diri sebagai bangsa yang hebat dan menuding bangsa timur primitif.Wallohu’alam bi ashawab.
Berangkat dari situlah bangsa Eropah menemukan kejayaannya dan dapat memonopoli perdagangan dunia,hingga saat ini…dan bangsa timur berubah status menjadi bangsa yang terjajah,juga hingga saat ini……
By Am. Hamsin Fitriadi on Feb 27, 2008 | Reply
Wiwik Norliyani
berbicara tentang kebudayaan maka kita tidak jauh dari Antropologi. Karena Antropologi membicarakan tentang kebudayaan masyarakat. Dalam perkembangannya Antropologi memiliki empat fase yaitu :
-fase pertama
Bangsa Eropa memandang rendah bangsa di luar dari Eropa.
Hal ini yang menyebabkan bangsa Eropa berbnondong-
bondong menjajah bangsa lain untuk kepentingan bangsanya.
Contohnya negara kita sendiri yang pernah dijajah.
-ke dua, ke tiga, dan ke empat Antropologi mengalami
perkembangan.
Antropologi semakin berkembang seiring waktu sesuai perkembangan pemahaman tentang masyarakat dan kebudayaan. Juga timbulnya pandangan masyarakat terhadap semangat anti kolonialisme dan memudarnya pandangan adanya bangsa-bangsa primitif.
By Raihana on Feb 27, 2008 | Reply
Di dalam kehidupan sosial seringkali terjadi pergeseran masyarakat dan kebudayaan yang lebih dikenal dengan sebutan “dinamika sosial”. Ada beberapa konsep-konsep terpenting mengenai proses belajar kebudayaan sendiri, yakni internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi. Selain itu adapula perkembangan kebudayaan umat manusia (Evolusi Kebudayaan) dari bentuk-bentuk kebudayaan sederhana hingga ke bentuk yang lebih kompleks, yang kemudian dilanjutkan pada proses penyebaran kebudayaan yang bersamaan dengan perpindahan bangsa-bangsa di muka bumi.
Dinamika masyarakat dan kebudayaan juga dipengaruhi oleh proses akulturasi, khususnya ketika kebudayaan bangsa-bangsa Eropa mulai menyebar ke daerah-daerah lain di muka bumi pada awal abad ke-15. Hasil yang masih tampak hingga sekarang ialah hampir tidak ada suku bangsa yang terhindar dari unsur-unsur kebudayaan bangsa Eropa. Pengaruh unsur-unsur kebudayaan Eropa dikenal dengan istilah “modernisasi” dialami oleh hampir seluruh suku bangsa di muka bumi ini, yang secara intensif sampai menyentuh sistem norma dan nilai budaya yang ada.
By Helma novieanty on Feb 27, 2008 | Reply
Berbicara tentang Indonesia ini tidak akan ada habisnya.Bangsa kita ini memang terkenal dengan lautnya yang luas akan tetapi selalu terjajah oleh bangsa-bangsa lain karena kita senang-senang saja dijajah,secara tidak sadar bangsa Indonesia sudah terjajah dalam segala bidang,terutama laut nya yang luas,dari ikan,kerang,bahkan biota-biota lautnya selalu diambilnya secara ilegal.,kemudian dikirim ke negeri barat secara mentah nya dan di masukkan ke Indonesia manjadi produk-produk siap saji seperti yang sering dinikmati oleh masyarakat Indonesia tiap harinya.Kalau begini terus kapan bangsa indonesia bisa maju,kapan kita memakai produk-produk buatan negeri sendiri kalau kita sendiri menjadi bangsa yang konsumtif dan tidak produktif dari sinilah bangsa barat saudagar asing tersebut memasuki bahkan meracuni fikiran-fikiran kita.anehnya lagi kita senang-senang saja di bodohi dan dipencundangi! mari bersama-sama menjaga dan melestarikan laut kita yang begitu luas ini agar tidak lagi dijajah oleh saudagar-saudagar asing, manfaatkanlah laut kita dengan sebaik-baiknya.
By Nuril Najmi on Feb 27, 2008 | Reply
Memang bukan hal yang aneh,tabu,juga bukanlah hal yang membingungkan lagi jikalau bangsa yang tecinta ini sudah sangat lama sekali sampai sekarang di kuasai para saudagar-saudagar tetangga..hal ini dikarenakan bangsa kita yang mau saja dibodohi dan di perbudak,sehingga menjadikan kita selalu terpengaruh dan ketergantungan terhadap produk-produk mereka.selain itu salah satu alasan kenapa kita dapat begitu saja dijajah maupun di kuasai adalah karena kita tidak mempunyai kemampuan lebih dibanding mereka,coba saja kita seperti mereka,tidak kalah dengan produk-produk buatan luar maka jadinya tidak seperti ini.Di hati kita juga harus ditanamkan cinta produk-produk dalam negeri dan harus punya pemikiran bahwa produk kita sendiri lebih berkualitas di banding produk mereka,tapi hal ini dengan catatan dan perlu di garisbawahi bahwa produk dalam negeri akan berkualitas jika yang membuat produk tersebut berkompeten dan seimbang dengan yang membuat produk dari luar.
Dengan kita mempelajari,memahami serta menghayati betul arti yang terkandung dalam ilmu Antropologi maka diharapkan tujuan membangun masyarakat dan budayanya agar tidak terpuruk dan tidak kalah saing dengan negara lain dapat terlaksana dan berjalan dengan baik…Amieeeen..
By Wiwik Norliyana on Feb 27, 2008 | Reply
berbicara tentang kebudayaan maka kita tidak jauh dari Antropologi. Karena Antropologi membicarakan tentang kebudayaan masyarakat. Dalam perkembangannya Antropologi memiliki empat fase yaitu :
-fase pertama
Bangsa Eropa memandang rendah bangsa di luar dari Eropa.
Hal ini yang menyebabkan bangsa Eropa berbnondong-
bondong menjajah bangsa lain untuk kepentingan bangsanya.
Contohnya negara kita sendiri yang pernah dijajah.
-ke dua, ke tiga, dan ke empat Antropologi mengalami
perkembangan.
Antropologi semakin berkembang seiring waktu sesuai perkembangan pemahaman tentang masyarakat dan kebudayaan. Juga timbulnya pandangan masyarakat terhadap semangat anti kolonialisme dan memudarnya pandangan adanya bangsa-bangsa primitif.
By Septha_Yudha on Feb 27, 2008 | Reply
Menilik dari tulisan Bapak di atas, dapat saya ambil intinya bahwa dengan menggunakan pendekatan Ilmu Antropologi dalam mempelajari dan memahami serta memaknai khasanah Budaya yang heterogen pada masyarakat kita ini, agar kita bisa mengambil nilai – nilai positifnya saja dari budaya – budaya yang kita miliki itu. Selain itu kita juga harus bisa menghargai budaya yang di miliki oleh masyarakat kita yang notabene antara satu dengan yang lainnya berbeda. Dengan tujuan untuk membangun Bangsa kita kedepannya pada umumnya, serta agar budaya yang kita miliki sekarang ini tidak mudah goyah dan punah oleh pengaruh – pengaruh yang berasal dari luar yang sifatnya merusak nilai – nilai luhur dari budaya yang kita miliki.
Untuk itu kita harus memfilter pengaruh – pengaruh dari barat dan menyesuaikannya dengan budaya kita, bukannya budaya kita yang harus menyesuaikan dengan kebudayaan luar (budaya barat). Akan tetapi pengaruh dari luar yang sifatnya positif juga harus kita pelajari demi tercapainya cita – cita luhur bangsa kita, dan agar terjadi kesinambungan antara bangsa kita dengan bangsa – bangsa yang lebih maju. Contohnya dalam IPTEK yang kita tahu mereka jauh lebih maju dari bangsa kita.
By diah eka rini on Feb 27, 2008 | Reply
bangsa kita memang di kenal sebagai bangsa yang tidak mau belajar dari sejarah.padahal bangsa kita selalu bilang nenek moyang kita orang pelaut tapi kenyataannya bangsa kita tidak bisa mengembangkan potensi laut. bidang maritim masih di anggap remeh, para nelayan kita pun masih jauh dari taraf hidup layak.ironis memang karena negara kita adalah negara kepulauan yang dulunya jaya akan maritimnya bangga akan budaya sungainya. tapi sekarang jangan kan kembali kemasa kejayaan menjaga batas wilayah perairan pun bangsa kita masih kecolongan.potensi laut kita harus lah kita kembangkan, bantulah para nelayan kita, serta jaga lah batas perairan kita agar integritas bangsa kita juga terjaga. tunjukan pada dunia betapa kayanya laut kita dan betapa hebatnya cucu dari seorang pelaut yang menjadi saudagar kaya penakluk dunia.
By Melisa Prawita Sari on Feb 27, 2008 | Reply
Perdagangan di Indonesia telah lama terjadi jauh sebelum adanya kerajaan-kerajaan Nusantara. Perdagangan-perdagangan di Indonesia banyak menggunakan jalur laut karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang banyak memiliki pulau dan laut. Letak Indonesia sangat strategis begitupula kekayaan yang dimiliki Indonesia, oleh karna itu bangsa-bangsa Eropa pun datang ke Indonesia dengan dalil Gospel, Gold, dan Glory. Alih-alih mengajak Indonesia bekerjasama dalam perdagangan, mereka malah merampas kekayaan yang dimiliki Indonesia. Bangsa Indonesia memang sudah dibodohi terutama dalam bidang perdagangan karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang konsumtif, malas bekerja keras dan lebih senang dengan yang instan dan sampai zaman modern sekarang inipun bangsa kita lebih suka mengkonsumsi barang-barang buatan luar negri dan memang itulah sebenarnya tujuan dari bangsa-bangsa asing tersebut, menguasai industri dan perdagangan di dunia secara umum, Indonesia khususnya. dari perjalanan bangsa-bangsa asing ke Indonesia untuk berdagang, Antropologi lebih berkembang sehingga dapat mempelajari tentang penyebaran dan kebudayaan manusia, termasuk penyebaran dan kebudayaan manusia dalam hal perdagangan.
By Tria on Feb 27, 2008 | Reply
Memang, kemajuan Ilmu Pengetahuan sangat dimanfaatkan “sebaik-baiknya” oleh masyarakat/bangsa Eropa untuk mendidik masyarakat luar Eropa. begitu pula khususnya dengan perkembangan Antropologi, dengan mempelajarinya lebih dalam maka bangsa Eropa dapat memanfaatkannya sebagai “jalan” untuk mengeksploitasi wilayah yang mereka inginkan. melalui ilmu Antropologi pula bangsa eropa dengan mudah mempelajari kelemahan-kelemahan yang dimiliki “mangsanya” agar mudah untuk mereka “bina” sesuai dengan apa yang mereka harapkan. seandainya sejak zaman dulu, ilmu Antropologi dipelajari dan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya maka akan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perkembangan manusia yang “dibina” masyarakat eropa tersebut.
Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat secara menyeluruh baik dari sudut sosial maupun budayanya. Antropologi juga dapat digunakan sebagai wadah untuk menyelesaikan masalah kelompok sosial/etnis yang sedang berselisih melalui kajian sosial dan budayanya. Antropologi mencoba menjelaskan adanya perbedaan dari segi sosial dan budaya di dunia,tetapi yang terpenting dalam antropologi adalah memahami persamaan antara sistem sosial yang bermacam-macam jenisnya itu dalam konteks hubungan kemanusiaannya.
By Mini Febriyanti on Feb 27, 2008 | Reply
Persepsi kita bahwa negri kita dijajah paling lama oleh bangsa Belanda sekitar 1,5 abad. Pemikiran yang sempit memang. Tapi pada kenyataanya negri kita Nusantara ini dijajah dari dulu sampai sekarang oleh para saudagar tepatnya asosiasi saudagaar, seperti bentukan saudagar Inggris (EIC) dan bentukan saudagar Belanda (VOC).
Di zaman sekarang sangat terlihat, tepatnya saat diperbolehkannya para investor asing menanamkan modalnya di Indonesia oleh pemerintah kita sendiri dengan tujuan untuk menggalakkan perekonomian Indonesia. Walhasil banyak perushaan salah satunya perusahaan-perusahaan penghasil sumber alam terbesar di negara dikuasai negara lain.
Pemerintah kita melakukan kebijakan untuk mendapatkan devisa bagi negara dengan mengekspor sumber alam ke luar negri, setelah diproses di sana dipasarkan lagi ke negara-negara lain terutama di Indonesia. Mirisnya lagi kita harus mengimpor kebutuhan sehari-hari seperti kedelai dari Amerika dan bahkan beras sekalipun. Ke mana perginya negri kita yang kaya akan hasil alamnya. Dari dulu sampai sekarang hasil alam kita dikeruk dari negri kaya akan sumber alamnya menjadi negri miskin sumber daya alamnya. kaget memang karna ternyata penjajahan di negri kita belum berakhir dari dulu smapai sekarang. Penderitaan rakyat pun belum juga berakhir
By Irma on Feb 27, 2008 | Reply
Perkembangam Antropologi yang melewati empat fase seperti yang anda uraikan, mengisyaratkan bahwa awal perkembangan Antropologi adalah ketertarikan bangsa Barat terhadap kebudayaan bangsa-bangsa jauh yang adat-istiadat, susunan masyarakat, bahasa dan ciri-ciri fisik sangat berbeda dari bangsa-bangsa Barat. Sehingga timbul anggapan dari bangsa Barat bahwa kebudayaan bangsa-bangsa jauh itu merupakan kebudayaan yang rendah, yang oleh mereka disebut kebudayaan primitif. Mereka merasa kebudayaan mereka lah yang paling tinggi. Akhirnya mereka mengelompokkan kebudayaan-kebudayaan itu kedalam tingkat-tingkat evolusi tertentu, yang kemudian munculah ilmu Antropologi. Ilmu Antprolologi ini pada kenyataannya tidak hanya mempelajari beraneka warna kebudayaan dan persebaran kebudayaan saja, tetapi lambat laun ilmu ini kemudian dipelajari sebagai alat untuk mengembangkan kolonialisme.
Terlepas dari itu, anggapan orang-orang Eropa yang menganggap bahwa kebudayaan mereka adalah kebudayaan yang paling tinggi dan kebudayaan bangsa lain sebagai kebudayaan primitif atau rendah, menurut saya tidak dapat sepenuhnya disalahkan. Bagi sebagian golongan, mereka menilai Indonesia dulunya adalah bangsa yang terbelakang yang berkutat dengan keprimitifan dan kebodohan. Namun dibalik itu, bangsa Indonesia memilki kebudayaan primitif yang patut dibanggakan yang tidak ada pada bangsa lain yaitu sikap mental yang bisa ikut merasakan penderitaan orang lain, sehingga dari sikap ini timbulah gotong royong dan rasa kekeluargaan yang sangat kuat. Jadi, kebudayaan primitif tidak selalu bersifat negatif tetapi dibalik kebudayaan yang dianggap oleh orang Barat itu sebagai kebudayaan yang rendah dapat membawa segi positif bagi bangsa itu sendiri. Sangat wajar apabila suatu bangsa pernah ada dalam kebudayaan primitif. Karena tidak mungkin suatu bangsa lahir langsung dapat membuat mobil atau komputer, pasti suatu bangsa itu sebelumnya juga pernah ada dalam kebudayaan primitif. Tidak terkecuali bangsa-bangsa Barat.
Pada awalnya kedatangan bangsa-bangsa Eropa dengan dalih berdagang. Namun ketika melihat bahwa bangsa Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang besar, mereka mulai menanamkan Imperialisme. Disiniah ilmu Antropologi dirasa penting untuk dipelajari guna kepentingan pemerintah jajahan mereka. Saya setuju dengan anda bahwa bangsa kita lebih lama dijajah para saudagar dengan asosiosi saudagarnya. Sampai sekarang pun penjajahan itu terus berlanjut. Tanpa kita sadari orang-orang Barat telah memaksakan kebudayaan mereka kepada kebudayaan kita yaitu konsumerisme. Konsumerisme termasuk salah satu fenomena yang menjadi dasar kebudayaan Barat saat ini. Bangsa Barat berusaha menanamkan watak konsumerisme seluas mungkin di tengah masyarakat Timur, khususnya Indonesia. Mereka meyakinkan bahwa kemajuan dan kesejahteraan setiap orang ialah dengan mengikuti gaya hidup Barat, dan mengonsumsi sebanyak-banyaknya. Sehingga kita pun berbondong-bondong untuk membeli produk-produk luar negeri yang tanpa kita sadari, secara tidak langsung kita telah membantu bangsa Barat untuk menjajah bangsa kita sendiri.
By Ni Luh Sri Arsini on Feb 27, 2008 | Reply
Di dalam ilmu Antropolgi terdapat 4 fase perkembangan. Fase pertama yaitu pada abad ke-5 orang-orang Eropa barat mulai keluar melakukan perjalanannya ke daerah Afrika, Asia, dan Amerika. Kisah perjalanannya dicatat melalui sebuah laporan, kisah perjalanan dan sebagainya yang memuat tentang adat istadat, masyarakat serta keadaan alamnya. Hal ini membuat orang Eropa tertarik untuk menelusirinya. Namun, mereka mereka melihat mesyarakat pribumi tampak aneh. Fase ke dua yaitu munculnya ilmu Antropologi karena orang Eropa melihat bahwa terdapat beraneka ragam kebudayaan di dunia. Fase ke tiga yaitu orang Eropa mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku bangsa di luar Eropa guna kepentingan Pemerintahan negara-negara Eropa. Sehingga dapat menyempurnakan kebudayaan mereka. Fase ke Empat yaitu ilmu Antropologi mengalami perkembangan, bangsa primitif mulai hilang dan muncullah kolonoalisme.
Pada masa kolonialisme, bangsa barat datang dengan misi perdagangan melalui jalur perdagangan laut. akan tetapi pada akhirnya pikiran mereka berubah haluan, mereka tertarik dengan keadaan wilayah serta adat-istiadat daerah yang mereka datangi. Hal ini menyebabkan mereka meneriakkan Gospel, gold dan Glory. Sehingga berubahlah tujuan semula, yang pada awalnya bertujuan untuk berdagang berubah menjadi tujuan untuk menjajah.
Namanya juga bangsa saudagar, mereka kebanyakan hanya menginginkan keuntungannya saja, diibaratkan seperti benalu. Maka dari itu, janganlah kita mau dipecundangi oleh bangsa saudagar (yang neko-neko) yaitu dengan cara menggunakan sistem keamanan yang ketat bagi wilayah negara kita misalkan di daerah ZEE dan diberikannya sangsi yang tegas bagi yang melanggar. Namun, kita sebagai negara yang dipecundangi harus sadar diri bahwa hukum dan SDM yang kita miliki sangat lemah.
By seashell on Feb 27, 2008 | Reply
Ass…EWA,..
Sejak tahun 1930,sasaran Antropologi tidak lagi hanya suku-suku bangsa primitif yang tinggal di benua-benua di luar Eropa saja,melainkan sudah beralih kepada manusia di daerah pedesaan pada umumnya,yang ditinjau dari sudut aneka warna fisiknya,masyarakatnya,serta kebudayaannya.
Dimulainya perkembangan Antropologi dibagi menjadi 4 fase,yaitu:
-fase pertama(sebelum tahun 1800)
-fase kedua(kira-kira pertengahan abad ke-19)
-fase ketiga(permulaan abad ke-20)
-fase keempat(kira-kira sesudah 1930)
Adat-istiadat,susunan masyarakat,bahasa dan ciri-ciri fisik yang beraneka warna dari suku bangsa di luar Eropa amat menarik perhatian orang Eropa untuk melakukan pelayaran ke luar benuanya,yang pada akhirnya berujung pada penjajahan.
Meskipun sekarang ini kolonialisme sudah tidak ada lagi,namun pada kenyataannya bangsa kita masih dijajah secara tidak langsung.
By M.AGUSTIANNUR on Feb 27, 2008 | Reply
Dari wacana tentang Bangsa Pelaut Bangsa Saudagar, ada dua yang dapat saya pahami.
1. Antropologi bagi bangsa Eropa adalah ilmu untuk mencari kelemahan/celah bangsa Non Eropa sehingga mereka selalu dapat menguras/menaklukkan kekayaan alam, merampas kejayaan, serta menyebarkan berbagai faham termasuk agama kepada bangsa yang dianggap menguntungkan untuk dijadikan koloni/jajahan yang efeknya masih dirasakan sampai sekarang. (Imprealism Modern)
2. Antropologi bagi bangsa diluar Eropa terutama Indonesia masih dijadikan sebagai sebuah ilmu untuk mengenal jati diri sebagai bangsa pelaut dan bangsa saudagar sehingga kita larut untuk terus mengenang jati diri bangsa dimasa lalu, tanpa melakukan perubahan yang berarti.
Oleh karena itu kita sebagai kaum intelektual, mari kita berpikir dan berbuat sesuatu yang menghasilkan perubahan diawali dari perubahan diri sendiri baru perubahan terhadap masyarakat atau bangsa.
By toni februari on Feb 27, 2008 | Reply
Ethnography…tampaknya memang harus kita pelajari.untuk mengenal lebih jauh bagaimana bentuk kebudayaan kita sendiri, dengan mengenal dan memahami kebudayaan kita sendiri mungkin kita tidak akan di perdaya oleh bangsa lain.ketika bangsa-bangsa barat menyebut masyarakat timur sebagai bangsa yang masih primitif. Bangsa barat sebenarnya sedang membandingkan kebudayaan mereka dengan kebudayaan timur, namun dengan perspektif mereka dan pikiran mereka sendiri, sebenarnya kala itu mereka tidak mengenal lebih jauh bagaimana kebudayaan timur, contohnya Hurgonje, yang meneliti sendiri bagaimana kebudayaan dan kelemahan orang-orang Aceh, sebelumnya dia kan belum tahu apa-apa.
Disinilah kita harus sadar, bagaimana kita membentuk kebudayaan kita sekarang, kenali lebih mendalam..dengan begitu kita mampu mempunyai jatidiri kebudayaan dan tak mampu diperdaya oleh kebudayaan orang lain..hatur nuhun pak..yaap
By Santy Dwi P. on Feb 27, 2008 | Reply
Munculnya Ilmu Antropologi adalah atas peranan bangsa eropa, hal ini bermula dari para penjelajah seperti Ibnu Batutah, Vasco de Gama, Alfonso d’abulquerque mereka menulis apa yang mereka lihat di Negara yang mereka jelajahi. Dan penjelajahan ke dunia baru makin digencari bangsa – bangsa Eropa, pada saat itu mulai dikenal Ancient Imperialism/ Imperialisme Kuno yang terkenal dengan semboyan 3G, Gospel(penyebaran agama Nasrani), Gold(mencari kekayaan). Dan Glory(mencari kejayaan). Dari karya para Musafir, Pelaut, Penyiar Agama Nasrani dan sebagainya lahirlah Etnography(Lukisan Masyarakat) dan dimulailah perkembangan Antropologi. Dalam perkembangannya Antropologi terbagi dalam empat fase:
Fase Pertama (Sebelum 1800) pada fase ini, suku – suku bangsa penduduk pribumi di Afrika, Asia dan Amerika mulai didatangi oleh orang Eropa pada fase pertama ini, dikenal istilah savages, primitif bangsa eropa memandang rendah manusia di luar daerahnya tetapi mereka juga tertarik akan adat istiadat dari suku bangsa pribumi ini.
Fase Kedua ( Pertengahan Abad ke 19) pada fase ini pengkajian terhadap manusia sudah lebih dalam, didapat benang merah penyebaran masyarakat dan kebudayaan manusia pada masa ini, mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk mendapatkan suatu pengertian tentang tingkat – tingkat kuno dalam sejarah evolusi dan sejarah penyebaran kebudayaan manusia.
Fase ketiga (Permulaan Abad Ke 20) pada masa ini, Ilmu Antropologi dipelajari untuk maksud lebih memantapakan nafsu menjajah/untuk kepentingan Kolonialisme. Contoh: Snough Hugronje
Fase Keempat (Sesudah 1930) pada fase ini, ilmu antropologi mengalami masa perkembangannya yang paling luas, baik mengenai bertambahnya bahan pengetahuan yang jauh lebih teliti maupun mengenai ketajaman dari metode – metode ilmiahnya, bukan lagi mempelajari masyarakat primitif tetapi bertujuan mengkaji aneka masyarakat dan kebudayaan dengan tujuan membangun masyarakat dan kebudayaan (suku bangsa)tersebut.
By hadi_er on Feb 27, 2008 | Reply
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Pada tulisan Anda yang berjudul “Bangsa Pelaut Bangsa Saudagar” ini, setelah Saya baca dan dalami intinya maka dapat Saya simpulkan bahwa tulisan Anda membahas tentang perkembangan Ilmu Antropologi, yang terbagi dalam 4 fase, fase pertama adalah fase awal perkembangan Ilmu Antropologi, pada masa fase ini istilah antropologi hanya dipakai oleh orang-orang Eropa yang untuk menyebutkan dan membahas tentang keprimitifan orang-orang di luar daerah mereka. Pada fase selanjutnya, yakni fase kedua, ketiga, dan keempat, Antropologi sudah berkembang sangat pesat, bukan lagi hanya membahas tentang keprimitifan orang-orang di luar Eropa, tapi sudah membahas tentang kebudayaan, masyarakat, dan keunikannya.
By Siti Nurhapsah on Feb 27, 2008 | Reply
Antropologi selalu mengalami perkembangan. Setiap saat ada perubahan ke depannya. Bangsa Eropa memang sejak dahulu paling senang membagi daerah-daerah didunia ini.sesuka hati sendiri.
Dari dahulu istilah imperialisme tidak pernah matinya. Pada awalnya hanya ingin mengetahui isi dunia, tetapi karena nafsu yang tidak ada habisnya kemudian ingin menguasai daerah yang di datangi tersebut. Sekarang ini imperialisme tidak berbentuk kekerasan fisik maupun bentuk pemaksaan lainnya, melainkan dalam bidang ekonomi dimasukinya. Banyak investor asing yang menanamkan modal maupun meminjamkan modal. Sebenarnya penjajahan dalam masa sekarang.
By Henny on Feb 27, 2008 | Reply
Ilmu antropologi di kenal sebagai ilmu yang berdekatan dengan manusia dan kebudayaan. Dalam perkembangannya ilmu Antropologi melalui berbagai fase. Sebelum tahun 1800 (fase 1) orang-orang bangsa eropa mulai berfikir untuk berusaha mengetahui dunia luar yang sangat berbeda dengan dunianya. Diskripsi tentang adat istiadat, susunan masyarakat, bahasa yang berbeda itu mereka dapat dari hasil perjalanan mereka ke luar negara Eropa sebagai contoh Colombus yang berhasil sampai ke Bahama seperti di tulisan sampean .Sebagian dari mereka menyebut bahwa orang-orang yang berada di luar benuanya di sebut dengan manusia yang primitif, sebagian lagi mengatakan bahwa masyarakat tadi merupakan masyarakat yang masih murni, sebagian lagi mengumpulkan barang dan dihimpun jadi satu dan dari sini ada pemikiran untuk menyatukan dalam satu museum. Karena perbedaan inilah timbul usaha untuk mengintegrasikan etnografi ke dalan satu kesatuan lingkaran bahan pengetahuan.
Pertengahan abad ke-19 (fase 2) inilah baru timbul apa itu antropologi,bagi bangsa barat Antopologi merupakan suatu pangklasifikasian aneka warna kebudayaan di dunia kedalam tingkat-tingkat evolusi tertentu.Bagi mereka masyarakat dan kebudayaan itu berevolusi dengan sangat lambat mulai dari tingkatan yang sangat rendah ke tingkatan tertinggi. Keinginan untuk meneliti sejarah penyebaran kebudayaan di muka bumi pun di lakukan untuk menambah pengertian tentang hal itu.
Pada permulaan abad ke-20 (fase 3) bangsa Eropa yang menyebut bahwa bangsanya yang paling sempurna mulai menjajah daerah diluar daerahnya untuk memantapkan kekuasaannya.Ini dilakukan dengan alasan keinginan untuk mencari pengertian masyarakat yang belum kompleks.
Tahun 1930 (fase 4) perkembangan pikiran bangsa Eropa terhadap bangsa lain semakin berkembang seiring terjadinya peristiwa sesudah Perang Dunia ke II yang membuat hilangnya bangsa primitif bangsa asli dan terpencil dari pengaruh Eropa. Dengan terjadi hal tersebut membuat perkembangan ilmu Antropologi tidak bertambah. Meskipun demikian ilmu antropologi menjadi ilmu yang mempelajari masyarakat serta kebudayaannya tidak lepas dari keinginan bangsa Eropa untuk menganali dan mempelajari nagara lain di luar benuanya.
By ihsan on Feb 27, 2008 | Reply
Inti dari tulisan anda ini adalah fase-fase perkembangan Antropologi.Hal ini menjadi mudah dimengerti karena disini disebutkan latar belakang timbulnya Antropologi disebabkan oleh adanya keinginan untuk mencari daerah baru.
Terlepas dari empat macam fase perkembangan Antropologi itu,saya sedikit bingung dengan pepatah orang Minang yang bunyinya”mambangkit batang tarandam”.Bahasanya kok mirip dengan bahasa Banjar ya?
By Setyawan Dharma on Feb 27, 2008 | Reply
Menurut saya Etnografi akhirnya menjadi modal kaum imperialisme, baik itu yang ancient maupun yang modern dalam mewujudkan niatnya untuk menguasai sebuah bangsa.ini disebabkan bahwa dari etnografi orang dapat melihat bagaimana perilaku dan tabiat sebuah bangsa sehingga memudahkan untuk memasukkan sebuah idiom, doktrin dan dogma.
Banyak orang yang meneliti tabiat bangsa indonesia yang komsumtif sehingga sekarang bangsa kita menjadi pasar yang menjanjikan bagi produk luar negeri, yang akhirnya bangsa indonesia hanya membeli dan tidak pernah berpikir membuat atau dengan kata lain kita dipaksa menjadi konsumen bukan menjadi produsen….ini berarti penjajahan juga kan?
Solusinya yang mungkin adalah teknologi dan ilmu pengetahuan dari barat kita serap, namun kita juga tidak meninggalkan local genius yang ada pada masyarakat. Masa orang banjar lebih hapal dengan lagu Gun’s Roses, Linkin Park, Muse dan lain-lain sedangkan lagu-lagu banjar jarang dikenal, belum lagi serangan Pizza Hut, Paparons, KFC dan TEXAS terhadap apam, dulinat dan jalabia. Yang ingin saya katakan adalah ilmu tentang ethnic tersebut bisa kita pelajari untuk meningkatkan kesadaran kita tentang local genius yang ada sebagai bentuk buah pikir masyarakat, sehingga kita dapat memiliki sifat defensive yang kuat. bagaimana?
By Randy Ahmad on Feb 27, 2008 | Reply
Dari tulisan anda saya berpendapat bahwa perkembangan antropoloi sangat dipengaruhi oleh bangsa barat, kerena dulu bangsa brat terkenal sebagai bangsa penjelajah. Memang pada awalnya tujuan mereka bukanlah untuk mengembangkan antropologi, tapi ketika mereka meihat adat istiadat dari bangsa yan mereka datangi mereka tertarik untuk mengkajinya, Bangsa berat mengaggap kebudayaan yang dimiiki oleh masyarakat yang mereka datangi sangat rendah.
Perkembangan antropologi terdiri dari beberapa fase, sehingga pada akhirnya antropoogi semakin matang, antropologi dengan cepat dikaji bukan lagi mempelajari masyarakat primitif. Tujuan akademikal dan tujuan praktisnya semakin jelas. Antropologi mengkaji aneka masyarakat dan kebudayaan dengan tujuan membangun masyarakat dan kebudayaan tersebut.
By chairi ramadhan on Feb 27, 2008 | Reply
assalamualaikum. . . .
bangsa pelaut bangsa saudagar
Orang- orang pelaut memang bangsa saudagar karena mereka(pelaut) lebih memiliki kebudayaan dan perkembangan yang tinggi pada saat itu, contoh nya indonesia,nusantara kita nusantara merupakan wilayah yang letak nya sangat strategis dalam bidang perdagangan.karena pada masa itu berdagang melelui jalur laut lebih menguntungkan daripada jalan darat atau lebih dikenal dengan jalur sutra(silkroad), selain wilayah dan letak nya yang strategis nusantara juga kaya akan sumber daya alamnya yaitu kaya akan rempah-rempah yang sering diperebutkan oleh bangsa asing yang akan mereka jadikan milik mereka, wilayah jajahan, sebagai tempat menyebarkan agama (gospel),mencari kekayaan (gold) dan kejayaan (glory) mereka(bangsa asing) pada mulanya berdagang ke nusantara tapi lama kelamaan mendirikan asosiasi dagang seperti voc (belanda) dan EIC (inggris) dan akhir nya menguasai nusantara.perdagangan tidak hanya dilakukan oleh bangsa barat orang-orang timur pun melakukan perdagangan,orang barat pun menyebarkan budaya yang mereka bawa.
kebudayaan yang tidak sama dengan budaya bangsa timur
By Erina Marsiana on Feb 28, 2008 | Reply
Pepatah mengatakan orang yang lebih lemah haruslah lebih cerdik. Belanda, walawpun jumlah orangnya lebih sedikit, namun mereka punya pemikiran yang jauh lebih maju dibandingkan orang Indonesia pada saat itu, yang bukan hanya tidak bersatu, tetapi juga berperang satu sama lain.
Kita bisa melihat sejarah wilayah nusantara pada waktu dulu yang terdiri dari banyak kerajaan yang jatuh satu-persatu, karena Belanda menggunakan taktik memecah belah(divide at impera)dengan cara politik adu domba antar kerajaan atau bahkan sesama anggota keluarga dari kerajaan yang sama. Pihak yang dibantu Belanda hingga menang dalam perang saudara biasanya harus membayar mahal kepada Belanda dengan cara memenuhi keinginan-keinginan nya tersebut,sehingga lambat laun mereka sepenuhnya harus tunduk pada kemauan Belanda. Dengan kata lain, Belanda sangat pandai memancing di air keruh dan sayangnya bangsa Indonesia terlambat menyadarinya.
Hal-hal yang ditulis dalam lukiskan masyarakat(etnography), yang berpatok pada cara berpikir masyarakatnya dan kebudayaan yang berevolusi sangat lambat.Dan jelas masyarakat dengan kebudayaan tertinggi itu adalah masyarakat( bangsa-bangsa)Eropa.
Alasan mengapa bangsa Eropa lebih maju dari bangsa lainnya di dunia adalah tempat tinggalnya mereka yang kurang subur jika dibandingkan seperti bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia yang hidup di Iklim tropis dan alamnya yang relatif subur, bisa hidup lebih santai ketimbang orang Eropa yang harus berjuang lebih keras untuk dapat bertahan hidup di negara mereka yang punya 4 musim. Orang yang hidup di alam yang kurang bersahabat biasanya lebih kreatif, dibanding orang yang hidup di alam yang subur. Ingat bangsa Eropa saat itu berlayar ke belahan dunia lain untuk mencari sumber daya alam yang tidak atau jarang ada di negara mereka.
By Sarie on Feb 28, 2008 | Reply
Assalamu’alaikum
Tumpuan awal kehidupan kerajaan-kerajaan di Indonesia adalah laut. Perkembangan pesat pasti berawal dari daerah pesisir, hampir terjadi di seluruh peradaban yang akhirnya berkembang dan maju. Banyak hal bermula dari sana, mulai dari masuknya barang-barang dagang dari luar, masuknya Islam, masuknya peradaban barat dengan motif “imperialismenya” dan masih banyak lagi.
Kalau kita mau membandingkan antara dua kebudayaan tersebut dalam kajian antropologi ini, perlu dikemukakan contoh-contoh untuk menarik sebuah kesimpulan.
>Masuknya saudagar Arab dengan misi penyebaran agama Islam dilakukan dengan cara berdagang merupakan cara yang sangat efektif dalam rangka penyebaran kebudayaan mereka. mereka melakukan penyebaran kebudayaan timur, tentu karena mereka meyakini bahwa apa yang mereka bawa adalah baik, dapat dilihat dari cara penyebarannya yang juga ber”etika”.
>Masuknya bangsa Eropah dengan misi mereka 3G, tentunya sudah merupakan gambaran dari bagaimana nilai kebudayaan mereka. Dari misi 3G itu mereka lalu melancarkan imperialismenya dengan berbagai cara (sesuai dengan budaya dari peradabannya tentunya).
Dari sini, orang awan saja dapat menilai budaya manakah yang sebenarnya sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia. Apalagi kita sebagai orang intelek yang udah belajar antropologi, dengan bekal itu, tentunya kita dapat menilai peradaban mana yang sebenarnya PRIMITIF.
Mengenai kenapa kita selalu terkebelakang dan terjajah, saya rasa ini hanya sebagian kecil saja dari skenario yang harus kita perankan. Asalkan kita bijak memandang dan mempelajari sejarah, Insyaallah kita mampu mengembalikan kejayaan yang telah runtuh, tetapi itu tergantung kepada kita, seberapa besar niat dan usaha yang kita lakukan.
Wassalamu’alaikum
By MUHAMMAD FAUZI on Feb 28, 2008 | Reply
NAMA : MUHAMMAD FAUZI
NIM : A1A104003
Menurut Saya, menanggapi tulisan Pa Ersis…inti dari semuanya tersebut adalah dalam azas-azas dan ruang lingkup Ilmu ANTROPOLOGI ada beberapa fase dalam perkembangan Ilmu ANTROPOLOGI
Fase Pertama (sebelum 1800)…Bangsa-bangsa Eropa melakukan pelayaran dengan mendatangi suku-suku bangsa penduduk pribumi di Afrika, Asia, dan Amerika. Dengan rute pelayaran tersebut maka sering di sebut dengan bangsa pelaut bangsa saudagar. Pada abad ini timbul bahan pengetahuan yang disebut ETNOGRAFI/ deskripsi tentang bangsa-bangsa walaupun kadang masih bersifat kabur.
Fase Kedua (pertengahan abad 19)…Pada abad ini ETNOGRAFI timbul dengan landasan pemikiran, tidak kabur. Bertujuan untuk mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif di muka bumi. Pada abad ini pula muncul Ilmu ANTROPOLOGI.
Fase Ketiga (permulaan abad 20)…Pada abad ini Ilmu ANTROPOLOGI menjadi suatu ilmu yang praktis. Bertujuan untuk mempelajari masyarakat modern dan kebudayaan luar Eropa untuk kepentingan pemerintah KOLONIAL.
Fase keempat (sesudah kira-kira 1930)…Abad ini Ilmu ANTROPOLOGI memiliki 2 tujuan yaitu tujuan akademikal dan tujuan praktis. Tujuan akademikal adalah mempelajari manusia dalam anekawarna bentuk fisik, masyarakat, dan kebudayaan. Tujuan praktisnya adalah untuk mempelajari manusia dalam anekawarna, masyarakat, suku bangsa untuk menyatukan suku bangsa tersebut.
Jadi, kesimpulan dari tulisan tersebut menurut Saya adalah menegaskan dalam Ilmu ANTROPOLOGI terdapat 4 fase perkembangan Ilmu ANTROPOLOGI yaitu seperti yang tertulis di atas.
By Kamsinah on Feb 28, 2008 | Reply
Bangsa pelaut,bangsa saudagar!
Ya!
kalau melihat dan menggambarkan bagaimana keadaan bangsa indonesia yang dulunya sempat mengalami masa kejayaan yang cukup besar ,seperti kebesaran kerajaan-kerajaan nusantara,namun kini sangat memperihatinkan keadaannya yang terpuruk dan tenggelam dari bangsa2 lain atau bangsa yang pernah menjajah indonesia.
Seperti,bangsa eropa yang mengambil alih kejayaan indonesia dengan menggencari untuk mencari dunia baru untuk dijajah dan dirampas harta kekayaannya.Dengan memberikan hadiah dan imbalan yang menggiurkan bagi orang-orang yang materialistis.
Disorakkannya untuk menyebarluaskan agama nasrani,merampas kekayaan,dan mmenegakkan kejayaan yang sering dikenal dengan sebutan 3G.
Maka penjajahan itu makin merajarela dan meluas sampai pada masa kolonialisme.
Mengapa semua ini bisa terjadi?mengingat bangsa indonesia yang sempat mengalami kejayaan dan hampir menaklukkan perancis!!! Why not! wong didukung masyarakatnya yang masih primitif dan murni,yang budaya nya jauh tertinggal dan rendah dari bangsa eropa yang memiliki kebudayaan tinggi dan cara berpikir masyarakat indonesia pun sangat lambatdibanding bangsa eropa yang serba cepat dan canggih.Ya jelas kalahlah…
Kekayaan dari bangsa kita pun dirampas ,dari kekayaan dan hasil laut, dan bangsa indonesia seakan menjadi bangsa yang saudagar dan kaya!yang serba impor barang2 dan produk dari luar negeri.Jadi,bangsa2 penjajah/eropa bukan hanya menjajah dari satu faktor namun segala macam bidang dan faktor dijajah,sampai2 perdagangan dan perikonomian dikuasainya
Seharusnya hal ini tidak terjadi mengingat dan melihat alam indonesia yang melimpah dengan kekayaann alam dan hasil buminya,dan juga laut dan hutannya.Seharusnya kita bisa mengolah dan menggali kekayaan itu sendiri,tinggal SDM nya yang diperbaiki dan ditingkatkan ,entah bagaimana caranya?yang pastikita harus memanfaatkan kekayaan alam kita sendiri tanpa tergantung pada bangsa lain dan melakukan impor2 barang seperti sekarang, Key…
By Novi Dahliani on Feb 28, 2008 | Reply
membahas tentang sejarah memang sangat menarik, apalagi (kalo sejarah yang tidak ditutup-tutupi). dari sejrh kita mengetahui kalau Indonesia dulunya negara yng makmur, gemah ripah loh jinawi. tapi setelah masa kolonialime yang dilakukan beberapa Fase (seperti yang sampeyan tulis) bahkan sampai sekarang bangsa kita menjdi negara yang miskin dan warisan-warisan kesengsaraan yang ditinggalkan pada masa itu masih sangat terasa.
Saya sepakat dengan apa yang sampeyan tulis, bahwa ternyata Nusantara kita telah dijajah berabad-abad oleh para saudagar, tepatnya kaum kapitalis. dari sejarah kolonialime di Indonesia, tidak bisa dipungkiri sudah begitu lama kita dijajah oleh kaum kapitalis, yang pastinya penjajahan yang begitu lama tersebut mewariskan berbagai hal, baik itu dri segi sosial, budaya, politik dan ekonomi bangsa kita. mungkin bisa dikatakan Indonesia kita sekarang adalah bagian dari Indonesia lampau, khususnya dalam masalah ekonominya.
Contoh: kalau pada zaman dulu Indonesia mengekspor bahan mentah seperti karet, pala, lada, cengkeh, teh, dan rempah-rempah lainnya, mungkin tidak ada bedanya dengan sekarang negara kita msih menjadi negara yang mengekspor bahan mentah eperti Emas, batubara, minyak de el el, bahkan tidak tanggung-tanggung perusahaannya pun kita berikan ke pihak swasta untuk dikelola.
Wal hasil, negara kita yang sejatinya sangat kaya dan Gemah ripah loh Jinawi tadi, tetap menjadi negara yang miskin dan terbelakang karena kekayaan yang kita punya tadi hanya dimiliki oleh para saudagar(Kapitalis).
jadi…
saya sepakat kalau The Modern Imperialism masih bercokol angat kuat di Negara kita.
By Management AQU President on Mar 1, 2008 | Reply
Apa yang dipaparkan kepada semua penjelasan itu pada hakikatnya hanyalah sebatas meromantiskan masa lalu. in the fact, bangsa kita masih terjerembab di dalam kemiskinan dan tak mau kaya-kaya. So daripada kita bermimpi dari masa lalu dan hanya berputar-putar di masa lalu lebih baik kita realistis untuk melebihi apa yang dilakukan saudagar kita di masa lalu. yaaaa, paling tidak menjadi presiden seperti yang kami lakukan.
***He he
By VIDA AULIA RAKHMAN on Mar 2, 2008 | Reply
Mungkin sangat aneh didengarnya kalau bangsa kita benar dijajah Saudagar tapi setekah dipikir lagi sebutan itu sangat tepat.Sumber yang mengatakan bangsa kita dijajah selama 3,5 abad itu digabung dengan perdagangan mereka mengingat dulu orang-orang pribumi dipaksa kerja untuk menghasilkan rempah-rempah yang nantinya dijual untuk keperluan keuangan kolonial.
Orang-orang kita dulu memang kurang berpikir seandainya mereka tidak mau bekerja kolonial tidak akan mendapatkan apa-apa,kolonial marah dan membunuh semua rakyat Indonesia dan tentu hasilnya juga tidak ada bagi kolonial,mungkin mereka bakalan cepat-cepat pulang karena gak mungkin semua rakyat kolonial datang ke Indonesia hanya untuk bertani saja,tapi sudahlah semua itu telah terjadi juga.
Sampai sekarang penjajahan terus berlanjut di Indonesia,misalnya pada Banjarmasin sudah banyak para pemodal asing yang berinvestasi dan tentunya sangat memepengaruhi kondisi pasar kita.Penjajahan gaya hidup pun telah menyebar pesat.
Dulu bangsa kita dijajah saudagar,sekarang bangsa kita masih dijajah tetapi oleh kaum Borjuis,ya beda tipislah tetap aja negara lain yang menjajahnya.
Thankzzz……
By Abdul Rahman S on Mar 2, 2008 | Reply
menurut saya perkembangan ilmu Antropologi sejak dahulu sudah dikembangkan oleh bangsa barat yang telah melakukan kolonisasi di luar eropah. Dapat dikatakan bahwa ilmu Antropologi yang dikembangkan bangsa eropah karena adanya kesadaran mereka yang melihat fenomena masyarakat yang beraneka ragam.
By DINA YULINDA on Mar 3, 2008 | Reply
Menilik pada sejarah Bangsa ini, sebuah Bangsa yang kaya akan SDA hingga melancarkan usaha penduduknya untuk berdagang, karena itu lah dimasa lampau Bangsa ini melahirkan saudagar-saudagar besar. Bangsa ini memiliki banyak saudagar besar, dari situ terlihat jelas jiwa bangsa ini yaitu “ jiwa dagang “. Namun, sangat disayangkan hal ini tak terbaca oleh bangsa kita sendiri, padahal jika jiwa tersebut disatukan dengan SDA yang kita miliki, bukan hal yang sulit buat kita menjadi bangsa yang besar karena mempunyai banyak saudagar.
Kenyataan ini justru terbaca oleh bangsa asing, hal ini tak lain karena keberhasilan mereka mempelajari budaya dan kehidupan masyarakat kita. Itu lah faktanya.
Bercermin dari hal tersebut, sudah saatnya kita mempelajari kebudayaan dan masyarakat kita demi terbentuknya masyarakat kea rah yang lebih maju. Jika dimasa lampau Nusantara bisa jaya karena para saudagar local yang ada, tidak salahnya saat ini kita membangun bangsa dengan jiwa dagang yang dimiliki masyarakat kita dari dulu. Kita harus mensukseskan bangsa ini dengan para saudagar asli, bukannya menjadikan bangsa asing sebagai saudagar sukses di Negara kita.
Dengan itu, mari bersama-sama kita mempelajari budaya dan masyarakat kita demi kemajuan bangsa kita sendiri, dan agar SDA yang kita miliki bisa dimanfaatkan oleh bangsa sendiri dan demi kepentingan seluruh bangsa ini. Bukan Cuma kepentingan pribadi.
By arien noor rahman on Mar 5, 2008 | Reply
asalamualaikum,wr,wb.
menurut saya dari tulisan anda tentang bangsa saudagar bangsa pelaut, memang benar pendapat anda lebih lama para saudagar menjajah bangsa ini dari pada para penjajah. dari hal tersebut dapat disimpulkan kalau bangsa kita ini memiliki banyak saudagar-saudagar besar, sehingga jelas bangsa ini memiliki jiwa dagang yang hebat,oleh sebab itu jangan biarkan perdagangan kita dikuasai oleh bangsa lain… agar hal itu tidak terjadi maka kita harus memajukan sumber daya manusia agar tidak mudah dibohongi oleh bangsa lain….
wasalam…
By Risma Yunyta on Mar 5, 2008 | Reply
Mengkaji kejayaan Negara Indonesia pertama yaitu saat kejayaan kerajaan maritim seperti Sriwijaya atau pun kejayaan negara berbasic agraris macam kerajaan Majapahit Saya rasa sulit terwujud pada masa sekarang. Akan tetapi masalah pencurian ikan-ikan di wilayah Kita nampaknya dapat diselesaiakn dengan kinerja yang baik dari pemimpin Negeri ini dan tindakan yang jelas dari aparat hukum Negeri ini sehingga kita tidak lagi dipecundangi.
By Puji Astuti on Mar 7, 2008 | Reply
Ass………
Bangsa Laut Bangsa Saudagar,dalam hal ini daerah kita memang daerah yang memiliki letak yang sangat strategis baik dalam penyebaran agama maupun dalam perdanganya.Tidak menutup kemungkinan besar bagi bangsa asing untuk mengeruk semua hasil,baik itu berupa kebudayaan maupun sumber daya alamnya. Apa lagi sumber daya alam di Indonesia mempunyai potensi yang bagus sebagai sumber penghasilan bagi bangsa asing. Namun pada saat itu kita memang negara yang lemah dan tidak mempunyai cukup nyali untuk mengusir bangsa asing.
Wss……….
By edy purwanto on Apr 7, 2008 | Reply
kali ini saya belum bisa komentar dulu dengan konteks yang ada diatas, saya pengen belajar dulu dari teman2 sekalian. mudah-mudahan ini awal yang tepat untuk jejaring komunitas.
terimahkasih.
***Siiip. Amin. Selamat datang kawan. Mari kita sama-sama belajar, sharing.
By M.Rizal on Apr 11, 2008 | Reply
Maaf EWA,saya baru join untuk komentarnya! Sebelumnya saya ingin mengucapkan Terima kasih kepada para pelopor Penjelajahan Samudera, terutama oleh bangsa-bangsa Eropa. karena berkat mereka Dunia ini semakin bertambah luas seiring ditemukannya daratan-daratan baru pada zaman itu! Peranan Saudagar diwilayah Asia khususnya Indonesia, akibat dari pelayaran para saudagar dari luar yang membawa bermacam-macam kebudayaan,agama dan sosio, sangat nampak sekali! bisa dilihat banyaknya suku, kebudayaan dan bahasa yang menghiasi Nusantara yang “megah” ini! Akan tetapi sebutan pelaut bagi bangsa Indonesia saya rasa kurang tepat pada zaman sekarang ini, penghargaan terhadap laut “sangat tinggi” di Indonesia! bukti riilnya masih terdapat bermacdam-macam kasus yang mengakibatkan terancamnya kelestarian laut kita! t6api sejujurnya saya masih setuju dengan sebutasn Saudagar! karena itu masih terjadi sampai sekarang,walaupun mayoritas tidak menjamah wilayah maritim lagi! Terima kasih EWA.. sekian dulu
By A. Muzain on Apr 21, 2008 | Reply
pian tahulah kenapa bangsa eropa menjajah bangsa asia,afrika,australia dan amerika?, itu dikarenakan sebut saja sebagai pembalasan dendam perang salib oleh portugis dan spanyol,juga untuk kekayaan karena di eropa daerahnya produktif atau mungkin adanya persaingan.kalau diasia,afrika,australia dan amerika adalah daerah daerah subur dan luas membuat masyarakat disana betah tinggal enggan untuk bepergian akan tetapi ketika mereka mengenal bangsa eropa mereka sering bepergian dan tahu ap artinya uang dan kekayaan
***Kada … maksih infonya.
By ki2s on Nov 16, 2008 | Reply
wooooooow
tulisane keren g’ngegurui
ajarin nulis donk…..
hehehe
By Prabowo P. on Oct 19, 2009 | Reply
wah.. tulisannya bagus dan informatif.. mmg bangsa kita bisa dibilang masih “dijajah” sampai sekarang.. dengan “kapitalisme” dan “globalisasi”.. memang negara kita sudah tertinggal berkembang dibandingkan negara-negara maritim lain yang kini sudah jadi negara maju.. tapi ketertinggalan ini bukan jadi alasan kita untuk menentang dan menutup diri terhadap globalisasi.. bukan kemudian kita menyalahkan pemerintah lantaran “tidak berbuat apa-apa”.. ketertinggalan ini mari kita jadikan bukan sebagai ajang saling menyalahkan satu sama lain.. tapi sebagai pemacu untuk memperbaiki diri.. saya teringat kata2 dari Leo Tolstoy: “banyak orang berpikir mengubah dunia, tapi sedikit orang berpikir untuk mengubah diri sendiri”.. mari kawan2… kita senantiasa belajar, dan menjadi manusia yang lebih baik.. masalahnya bukan ada di luar sana.. tapi ada di dalam diri kita apakah kita mau belajar dan berubah ke arah yang lebih baik.. ingat, pemerintah tak akan datang merubah kehidupan anda.. yang bisa merubah kehidupan anda hanya anda sendiri..