Nominator Lomba Puisi Cinta
19 February 2008 | Ditulis oleh: EWA |Setelah membaca ratusan Puisi Cinta Januari 2008, panitia menetapkan 27 nominator. Berikutnya, nominator silahkan mengisi CV di komen postingan ini. Puisi nominator akan dimasukkan dalam Antologi Puisi Cinta. Puisi-puisi nominator diikutkan lomba akbar Puisi Cinta Desember 2008. Maaf, tidak usah bertanya atau mendebat
Tema Lomba Puisi bulan Februari 2008, Cinta Rasulullah. Kog waktunya mepet? Disengaja. Pengalaman bulan lalu, terlalu banyak yang berpartisipasi. Jadi, harap maklum. Waktu kami menyempit. Nanti kalau tim tetap sudah dibentuk, akan lebih ‘dibebaskan’. Sabar.
Silahkan dibaca. Jangan terulang peristiwa ‘Lomba Menulis Mudah’. Oh ya, hadiah (uang) Lomba Menulis Mudah, mulai Rabu, 20 Februari 2008, dikirim ke rekeing pemenang. Selamat.
1. Hadi arr
KERINDUAN
Andai sekarang engkau disini
akan kuceritakan semua padamu
tentang hening dan sunyinya bukit
tentang dingin dan kelamnya malam
suara percikan air menerpa bebatuan
berpadu dengan kicau burung-burung
ditingkahi gesekan dedaunan, berpadu begitu serasi
masih tak mampu mengusirmu dari anganku
sudut-sudut mata mulai memanas
pandangan mulai kabur terselaput air bening
rongga dada serasa terhimpit selaksa beban
bayangan mu masih melekat kuat dalam ingatan
ketika jarak memisah kita dan waktu tak berkompromi
selalu ada kerinduan yang menyeruak
beginikah….?
bila aku jatuh cinta
2 januari 2007
2. Gempur
Sepenggal Harapan Dalam Penantian
Aku antar engkau ke peraduan
Bersembunyi di balik rasa rindu
Yang menggunungkan nistaku
Telah kukobarkan api peresah sukma
Dalam selimut mimpimu
Rintik hujan saat itu
Menegangkan saraf kita yang terpacu dingin…
Mega-mega dalam khayalku
Menggambar senyummu dalam tangis haru
Tautan hatiku kuat memelukmu
Tonggak hatimu mengukuh
Dalam pusaran batinku
Sekayuh kita dayung perahu
Halaman baru telah kita buka
Berdua kita memaknai
Perpaduan dua hati terikat tali kasih
Hadir gelap kelabu menghadang kita
Dilambari cahaya di langkah berikutnya
Adalah harapanku terhadapmu kekasihku
Selalu dan selalu akan seperti itu
Di akhir epos hidupku dan hidupmu
Sang utusan berkilau cahaya menghampiri
Aku dan dirimu
Bersama menuai berkah dari Sang Kuasa
Dan harta titipan-Nya
Berdua kita tinggalkan dalam rela dan pasrah
Berbekal keyakinan dalam penjagaan-Nya
Imogiri, 13 Maret 2002
3. Hanna Fransiska
Senandung Lilin
dalam redup cahaya lilin
ujung pena menjelma seruling
melantunkan senandung kehidupan
memantulkan cahaya rindu
melewati selaput mata terang
menembus kegelapan malam
asap-asap purba menari
mengiring irama syahdu
menggembirakan
menyejukkan pandang
membaca sebait puisi
tertulis di sana
api kehidupan baru
menggetar membakar sukma
melewati malam panjang
debu-debu beterbangan
di udara malam
aku merasa
ada kekuatan memanggil-manggil arwahku
gejolak hati yang kuat membuatku mampu mencium
bau harum rambut dan tubuhmu
Jakarta, 2 Januari 2008
4. Usman Didi Khamdani
Padamu Cinta
tiba-tiba aku merasa rindu padamu
padahal tiga puluh menit yang lalu
baru saja kukecup keningmu
tiba-tiba aku merasa sangat kehilanganmu
padahal bertahun-tahun telah kita
lalui hari-hari dalam kebersamaan
tiba-tiba aku merasa sangat asing padamu
padahal cinta yang telah kita semai
telah tumbuh sebagai bocah
ah, betapa cinta kian tak kumengerti
di saat aku kian mencoba tuk
berdamai dengannya
apakah hanya kepura-puraan dan
kepalsuan yang telah kita jalani
sebab masih saja ada luka-luka
di sana-sini?
aku ingin bisa memelukmu erat
tanpa harus membisikkan ‘I love you’
aku ingin bisa pergi dengan tenang
tanpa harus menanggung kerinduan
yang menikam dan terus merasuk di dadadu
aku ingin bisa menggenggam cinta
seperti aku menggenggam sapu tangan putih
yang bisa kuberikan sewaktu-waktu padamu
tuk menghapus airmata yang tiba-tiba
membasahi pipimu
sungguh aku ingin bisa mengucap ‘I love you’
padamu
tanpa harus terburu-buru mengejar bis kota
yang tak menentu …
Ruas tol Cawang, 280507 12:11
5. Unai
Kau pasti ingat, saat kita pertama kali bersitatap. Mencuri pandang diantara debur ombak dada yang berkejaran. Senyum dan tawa kecil menyela percakapan kita yang tergagap. Kita tak pernah mengira bertemu di sini, di angan yang kita ciptakan sendiri.
Malam merapat kini, menunggu saat hujan meteor datang serupa mengharap senyummu yang mengembang. Tawa yang kubayangkan membuncah, kuharap ada ketika nanti kita bertemu nyata. Dan…. mimpi tadi malam akan kubawa serta, sebagai peta penunjuk arah, ketika aku harus melangkah ; pulangkah? atau melanjutkan berteman goyah?
Kubiarkan tanya berkeriap di jantung, dada, dan otak. Mencari makna sendiri setapak yang berliku yang kita lalui kini.
7. Dani Ardiansyah
DAN JADILAH NISKALA
Duduk di keningmu adalah niskala yang sejak lama kurangkum dalam sebuah rasa berwarna magenta.
Menyaksikan langit ketika jingga menyesaki sawangnya.
Lalu rumput, lalu tanah coklat, lalu daun jambu yang bertegur sapa dalam aroma sisa hujan dan ceruk kecil hasil pertemuan tetes hujan dan tanah lapang.
Ada larik samar di antara pendar hujan yang seketika saja meriap,
tepat ketika jarum jam menegur deretan angka
Kau ada di situ, diantara telisik kata yang mewujud samudera.
Bukankah kita telah sepakat,
bahwa hanya akan ada denting embun saja
dan kita akan menghimpunnya
menjadi telaga
menjadi muara
menjadi samudera.
Aku menurut saja
ketika diamdiam kau sisipkan sebuah mantra
Lalu Dia menciptakannya untuk kita,
lalu Dia meniupkannya untuk kita.
Dan Jadilah..
Jakarta, senja 19 Desember 2007
Special 4 my Princes :Hamasah Putri
6. Verlita
Aku sedang menggoreskan namamu saat ini
Saat dimana hatiku sedang menjerit - jerit karna takut
Saat dimana hatiku sedang berdebar - debar karna takjub
aku tidak mampu berkata-kata, sayang
karna nikmatnya hari yg telah kujalani denganmu
tidak sebatas kata…
tidak sebatas bicara…
dan tidak sebatas tulisan…
Dan ketika aku bergeming…
kaku dan diam……..
itu karna aku sedang memandang lurus kehatimu
sedang mengorek cinta di sukmamu…
Yang ketika ku gigit, kucicipi dan ku kunyah…
aku berdoa sampai gemetar…
karna rasanya tak kan pernah terlupakan..
note : untuk cerita lama, untuk kenangan yang pernah aku jalani bersamamu…
7. Dhikrotul Izzah
Hadirkan Aku Dirinya
Dua kali tiga ratus enam puluh lima hari
Bertemu di temaram senja
Nan jingga elok paras budinya
Senandung ayat – ayat-Nya berirama
Tatkala lisan – lisan kecil melafalkannya
Seirama detak – detak jantung menggelora
Denyut nadi mengalun
Detak jantung semakin berdegup
Bidikan syair asmara pun merajut syahdu terasa
Rona wajah Sang kasmaran pun bak lembayung merona
Untaian rasa dititipkan-Nya
Bahagia, sedih, cemburu, gemas, malu menyatu rasa
Jikalau tak ungkapkan ini semua
Relung hati terdalam ini ‘kan merana
Meledak dahsyat tak tahu apa jadinya
Ketika lelah, tak menghiraukannya
Galau hati pasti ‘kan menyapa
Ku tak mau ada sesal nantinya
Sejenak menghela nafas
Kau hadirkan aku
Dirinya
Dalam kesyahduan
Dalam keheningan
Menyibak rasa cinta
Written by: Dhikrotul Izzah
In breezy afternoon, 14:20
Batu, January 4, 2008
8. Sayyid Madany Syani
Tembang Cinta
jam yang berdetak menepi
seperti menghitung langkah kekosongan
purnama setengah tiang
menyemburatkan cercah cahaya
menelusup ke balik poripori kaca
codot memanggilmanggil dari balik jendela
tahu, aku masih terjaga
menyenandungkan tembang Asmarandhana
agar hatiku tidak terkalut terlalu jauh
tentang arti cinta
Padang, 2007
9. Bulan Ayudinda
Peraduan Kisah
Guratan-guratan, sayat menyayat relung, sadarkan lewat perih dalam khayalku yang tak berbalas..
Dinding kelam hadirkan ruang hampa mengulang kerapuhan lalu, terlalu terbuai dalam sajak-sajak kedamaian, jatuhkan melebur tak sanggup lagi tuk bertahan…
Keluh adalah tanda pertama ku hancur!
Berikutnya hanya keikhlasan semesta yang berhembus lewat rintih, isak, sesakku..
Batu, jarum, duri, tengah merendamku dalam, menusuk cabik tanpa iba..
Takkan terbiarkan lemah menghantam sisi hangatmu, kan ku halau walau mati menjadi milikku,
takkan kubiarkan mentari tenggelam, aku pun takkan berlari menghempaskan jasadmu terpuruk, terlepas kisah bersama waktu..
Remas genggam tiap jemari ini, rasakan mendalam
layaknya aku dan kisah begitu merenggut nurani kasihmu..
Aku telah mengenalmu kini …
Jakarta, 06 January 2008
10. Bibidapi
Adalah Kita
Ingatlah saat aku hembuskan tawa renyah di liang matamu
Menarik hati, membasuh kelam
Dingin…
Kau terpaku dalam keanggunanku
Bergairah menyimak tawaku yang tak henti kau hirup
Berdetak dan berdetak
Saat binar matamu maknai rasa hati
Rengkuh jiwaku dengan gurun cintamu yang tak terbatas
Bagamana matahari mengukuhkan jiwanya menetap pada hati yang lugu ini
Bagaimana alam merelakan lengannya berpijak pada kulit yang lemah ini
Bangkitkanku, beri masa depan pasti
Mengajakku berlari menuju bintang, menjemput bulan
Rumput ilalang bukan penghalang
Asal ia tetap berpijak pada kedua pundakku
Lindungiku… sungguh melindungiku dari sakit dunia yang mengancam elokku
Tuhan….satukanlah kami
Aga bisa kurangkum rindu
Dan merengkuhnya…selamanya
11. Awan
Aku Rindu Kamu
Pagi katakan padanya
Aku rindu kesejukkan suaranya
Siang katakan padanya
Diantara teriknya matahari
Aku rindu panas asmaranya
Senja katakan padanya
Diantara redup cahayamu
Aku rindu redup matanya ketika memandangku
Malam katakan padanya
Diantara dingin bekumu
Aku rindu hangat peluknya
Bintang katakan padanya
Aku Rindu kerlipan matanya
Jutaan kata sayangnya
Tak akan sanggup melewati waktu tanpamu
12. Lubis Gafura
Mencintaimu
Mencintaimu musti kusiapkan pertemuan
cukuplah aku menjelma sebatang nyala
yang kau buang selepas padam
pada hari-hari yang pasti akan ada perpisahan
mencintaimu musti kusiapkan kelahiran
cukuplah aku menjelma bulir hujan
yang kau hapus selepas membasahi tubuhmu
pada kenyataan-kenyataan tentang kematian
cukuplah aku memandangmu
barangkali kau bisa mencintaiku
Bengkel Imaji Malang, Maret 2007
13. Yunita P
Anyaman Cinta
Kusibak mahligai angkuh berlumur pedih
Terbalur rindu sang topeng cinta menyulut luka
Terkurung dalam jeruji besi tak bernyawa
Aku hanyalah seonggok raga hidup tanpa hasrat
Aku labirin tak berujung
Gelap…
Berliku…
Andaikan kupu sanggup berucap,
Rumit satu kata yang terucap…
Andaikan malam sanggup mengadili,
Aku adalah terdakwa…
Mengapa benteng berpilar baja kau dirikan di atas istanamu?
Hanyakah untuk membungkam ketidaksempurnaan angan?
Tidakkah kau tersiksa?
Biarkan saja air beriak gemericik…
Biarkan saja kala bergulir mengikis…
Biarkan terpulung kembali puing-puing cinta tak bersekat
Aku mengerti…
Aku sungguh mengerti…
Engkau ibarat kaisar tampan bergelimang elok
Sedangkan aku, hanyalah debu sesak menyesak
Mungkin,
Ragaku mengurungtkan niat berperang melawan beda
Namun rasaku tetap saling bertaut dalam anyaman cinta…
14. Mey
Sulit menamaimu
kurasakan kau mawar, menyegar disadarku, menggelora merah darah
kurasakan kau melati, mewangi mimpimimpi
kurasakan kau anggrek bulan, kembang matahari
kurasakan kau anyelir, kamomil, semua semi
menjelma kau di kupu-kupu, kumbang, serangga, menyesap bunga
menjelma kau di anggur, di madu, di tuba, di tuak berbaur
jadi satu
mengisi kau, ruang rasa bernaung, dalam, pendam, mengaduk, merasuk, memabuk, menyadar, menggetar, ku
apakah kau?
terjebakku
dilamun kau bayangbayang, kenangkenang, ilusi, imaji
gambargambar, diawang-awang
mewujud kau
di alphaku, di bethaku, di tethaku, di deltaku
sulit menamaimu.
15 Zi_noer
Cinta di balik jeruji suci
semilir sang bayu
mengantarkan panah pesonamu
hingga merasuk dalam sukma ingsun
sendi-sendi keakuan terporak porandakan
oleh taufan kelembutanmu
simpul-simpul kedukaan terurai
oleh kilatan keanggunanmu
sejuk bersemayam
di atas ‘arsy cintaku
kuhirup wangi indahmu
hingga syaraf kesadaranku terbius
aku melayang…
melintasi tingginya gunung himalaya
menyusuri kekramatan segi tiga bermuda
engkaulah bayi zulaikha…
membangunkanku sebagai yusuf
dari kesyahduaan malam berbintang
sayang…
aku hanya kuasa meraba pesonamu
kelembutanmu, dan keanggunanmu
dari balik jeruji-jeruji suci
namun…
kucukupkan diriku
dengan meraba
pesonamu
kelembutanmu
keanggunanmu
dan keindahanmu
dari sini…
dari balik jeruji-jeruji suci
terima kasih…
atas katalisator cintamu
yang mempercepat kesempurnaanku
jazakillah…
atas mahkota sucimu
yang kau kenakan dalam hatiku
selamat tinggal zulaikha…
ngayogyakarta hadiningrat,9 desember 2008
hijab tebal membungkus tubuhku
beban di dada tak terasa semakin berat
waktu yang terus berjalan
menuntutku untuk bermi’raj
16. Ihsan Subhan
PERHELAAN
0
Di atas rindumu yang kedap
rupa yang kau cium sedap
kutatap
begitu lembab
1
ingin kumengerti dirimu dengan lembut
ingin kujejali harga cinta serupa harga diri
2
mata yang lelah
mata yang belah
basah
pasrah
gerimis embuni kornea mata yang kering
3
begitulah saat ini
pada suatu ketika kau nyatakan maksud
4
kau beralih pada selimutmu yang tebal
mengerutkan bantal dan guling
ranjang tidak lagi kering
5
kau memerangi nafsu-nafsu yang ada
berotasi di atas bintang-bintang
yang enggan kau hitung berapa jumlahnya
yang sarat pertautan
6
“Novitaria yang manis
kemas rindumu malam ini
ajak rembulan untuk melangkah ke mimpi
ini malam sudah jam dua belas lebih
kau tidurlah!”
7
sssssstttt…
bismika allahmumma ahya wabismika amuut
Cianjur, 2008
17. Didi Arsandi
KUKENANG KAU
kukenang kau pada awan yang sepenuh hati menjatuhkan hujan;
tanpa menunggu hasutan angin kencang
dan tanpa berhasrat arus sungai
menulis namanya di tiap ceruk dan kelokan
–sungai senantiasa menulis nama awan penghujan
agar kelak dilafalkan dalam riak–
kukenang kau pada malam yang sepenuh hati menggantikan siang;
tanpa menghapus hitam bebayang pepohonan
dan tanpa berharap bulan menegaskan
pada sepasang pemabuk yang mengagumi sinarnya
“bodoh, apalah aku kalau malam tak ada!”
2007
18. Nurlina Saleha
Ingatanmu dan Dadaku
Aku tahu, di ingatanmu,
aku telah tumbuh jadi pepohonan hijau
yang rimbun. Tempatmu bersenandung
tentang lagu-lagu rindu akan pulang,
tempat sepasang merpati putih bersarang.
Dan, mungkin kau tidak tahu, di dadaku,
kau telah tumbuh, jadi rerumputan berlumut
yang gembur. Tempatku berbaring, memandang
bunga-bunga mawar merah, yang didatangi kupu-kupu.
Akankah ingatanmu bisa bersarang di dadaku,
seperti sepasang merpati itu bersarang di pepohonanku?
Dan, akankah dadaku bisa mendatangi ingatanmu,
seperti kupu-kupu itu menadatangi mawar merah di rerumputanku?
19. Dwi Jauri Utami
Aku kembali merengkuhmu
Ketika senjamu semakin pahit
Aku kembali mendekapmu
Ketika hampa kian menguasaimu
Aku harus meniti langkah denganmu
Ketika langkahmu tak jua menentu
Aku dengan segala kekuatan
Harus terseok
Harus merangkak
Menjalani getir
Tetapi aku harus merengkuhmu
Walau dengan apa yang aku tancapkan dalam hatiku
20. Phadli Hasyim Harahap
Kau
Aku sangat berharap kau bisa membaca baris kata-kata ini
Kau tahu, aku tak bisa menapak jejak di hidupmu
Aku tak bisa untuk terus lirih wajahmu
Walau, aku sangat meredam kerinduan
Ingatanku tentangmu tak akan lepasmenjadi debu jalanan
Aku ingat es krim hijau yang kau sajikan padaku
Segetar dendang yang kualunkan padamu
Sebuah film yang kita rekam dalam ingatan sebagai kenangan bersama
Sebuah boneka beruang sebagai tanda perpisahan kita…
Aku kelam dengan penghianatan yang sangat kau benci
Hanya untukmu…
21. Alalu Abdul Fatah
Sang Aku Kau
aku suka engkau terisak di dekatku.
sepertinya ada kekuatan, tempat kau berpegang.
akulah itu.
aku suka engkau berbisik di telingaku
sepertinya ada kesabaran, telaga kau menampung segala
akulah itu.
aku suka engkau tersenyum di depan wajahku
sepertinya ada ketenangan, ruang untuk berbagi
akulah itu.
aku suka engkau tertawa di sampingku
sepertinya ada pembebasan, udara yang menyejukkan
akulah itu.
aku suka engkau mencaci di belakangku
sepertinya ada pelampiasan, dunia pun mendekap
akulah itu.
aku suka
kita berdua diam dalam doa
saling menuangkan air mata
bahagia…
22. Edo
sepi merindu
ingin kuuntai senyum putih tulus
rindangkan hatimu dalam naungan
kokohkan kepakkanmu membelah dunia
bebaskan semerbak nafasmu menghempas samudra
ingin kutebar tawa menggema
melepasmu memetik tangkai tangkai
menjagamu dari jelaga nestapa
meski itu tak lagi perlu
karena damaimu adalah sabda semesta
ingin ku berdiri dengan damai
tatkala kau melangkah dengan jenaka
menggenggam seisi alam yang hendak berbagi kasih
dan langkahmu tak lagi mampu ku rengkuh
ingin kuajari alam tuk mencintamu
agar tak lagi detikmu mengalun sendu
agar durinya tak lukai lembutmu
dan bahagiamu membelai sang surya
sungguh…
aku ingin…
sampai akhirnya harummu tak lagi kucium
dan gelap pun menyapaku dingin
8 feb 2005
23. Makaribi
AKU HANYA MENGINGAT SENYUMNYA
\1\
Suatu hujan turun
di suatu senja di suatu kota
semacam tirai tumpahan itu merapat
memberi warna basah di dinding rumah
cuaca mengkerut musim beringsut
bongkahan awan bergerak perlahan
berhimpun menggumpal menggelegar
namun tirai tak berhenti merapat
semacam duka bagi senja
kemanakah matahari lindap
sementara jalan menjadi sungai keruh
\2\
Aku menanti, rintik tak berhenti
siapakah itu melintas
seperti kukenal senyumnya
dari bawah teduhan payung
lebih merah dari mentari pagi
ah jika bisa kumiliki senyum itu
buat kubingkai di dinding kamar
atau buat penerang jika lampu mati
\3\
ah tapi cuaca tak jua beringsut
aku mungkin tahu namanya
atau mungkin pernah bertemu
aku tak tahu namanya
sepatah kata maaf di keramaian
atau mungkin sebangku di bis kota
ah tapi cuaca tak jua beringsut
bayangnya mengabur dalam hujan
\4\
selepas itu tirai terurai
mirip gerimis lalu menghilang sama sekali
langit masih menyisakan senja
memberi warna diufuk yang kunamakan pelangi
aku harus pulang sebentar lagi malam
aku hanya mengingat senyumnya
dan hanya mengingat senyumnya.
…………
24. Risa Rosiana
TULUS
Hari ini aku kembali terdampar di lautan kasih
Mengenang kembali rasa yang membuncah di sudut putih
Ternyata, kilaunya masih membutakan mata diri
Ternyata, indahnya rasa itu belum tersisih
Ternyata, serpihan duka selama ini
telah merangkaikan kekuatan pada jiwa ini
yang mengantarkanku pada indah yang tersembunyi
tapi, di tepian malam kecewa mendekap lagi pada kegelapan
mengirimkan pesan seperti kematian
hingga batin terpaksa menerima saksi kepahitan
yang perlahan meremukkan penantian sang korban
meski benci telah mengkristal dlam diri
sajak pagi kan mengantarku kembali pada kesucian hati
menukar perih menjadi samudera kasih
menafsirka sendiri intuisi dari penyendiri
semoga penantian ini tak berujung sia-sia
karma keyakinan yang selama ini kupelihara
25. IRFAN M. ARIFIN
KEPADA KEKASIH
Kau adalah sunyisepi
Lalu adalah gelapmalam
Juga adalah deraihujan
Kau adalah kekasih, untukku
Aku, sebatang tubuh yang sedang sendirian
Tergeletak begitu saja di kuburan tak bertuan
26. Indah P
Kangen
sebusur pelangi mengembalikan dongeng masa kecil tentang titian bidadari dan pundi emas di ujungnya
seonggok aku meyakinkan diri kau sedang menikmati langit yang sama sampai hujan menghapusnya tak bersisa
26 des 06,5.30 am
(ps. cintaku, hampir saja saat itu aku punya ide untuk mengelupasnya dari langit. untuk apa lagi kalau bukan untuk kado ultahmu meski terlambat. tapi kemudian hujan cemburu. tak sudi berbagi. hingga berlombalomba mereka menjatuhkan diri dari langit timur hingga tak sempat aku kumpulkan satu tetespun warnanya.)
27. Shanty
Rindu termumi
dibalik bulan terjaga dan wangian sedap malam
ku tulis sajak tentang gerimis
ku ziarahi kubur rindu yang termumi
dengan doa bahasa latin juga isyarat kesetiaan
tapi kesepian adalah mata pisau yang siap menikam










46 Responses to “Nominator Lomba Puisi Cinta”
By unai on Feb 19, 2008 | Reply
pertamax…hore puisi saya ada di sini..makasih pak EWA
By Yari NK on Feb 19, 2008 | Reply
Horeeeeee….. puisi saya nggak ada! Huehehehe…. wong ngirim aja nggak kok, habis kagak becus sih bikin puisi aku orangnya, ya udah aku ikut menikmati aja deh! Selamat buat yang terpilih jadi nominée ya??
By meiy on Feb 19, 2008 | Reply
alhamdulillah ada puisiku…
bercinta emang asyik kan pak, dg DIA, dia, alam, semesta
By meiy on Feb 19, 2008 | Reply
Ma kasih Pak, data saya udah ada kan…hanya namanya Meiy bukan Mey, boleh juga Putireno Baiak.
teruslah jadi motivator pak, moga berkah.
By edo on Feb 19, 2008 | Reply
btw, cvnya ky apa tuh bang?
By olangbiaca on Feb 19, 2008 | Reply
Asl..o..ada lomba bikin puisi cinta..boleh juga…….su mo ikut neh…
By Yari NK on Feb 19, 2008 | Reply
O iya…. Pak Ersis, maaf sedikit koreksi nih, bukan nominator tapi (kalo bahasa Inggris, entah kalau bahasa Indonesia resminya apa!) nominée, kalo nominator itu yang memberikan nominasi sedangkan kalau nominée itu yang dinominasikan. Ok sekian, terima kasih.
By windede on Feb 19, 2008 | Reply
wuih… aku udah siap-siap mau kirim CV, eh… ternyata ndak masuk nominasi… hihihi…
By gempur on Feb 19, 2008 | Reply
Alhamdulillah, tak kusangka puisiku masuk nominator.. makasih pak Ersis.. jaid semangat nih bikin puisi lagi…
By yunita p on Feb 19, 2008 | Reply
alhamdulilah…
puisi saya masuk,…
terimakasih Pak Ewa,..
oh iya,..
CVnya kayak gimana yah?
saya gak ngerti,….
terimakasih…
By gempur on Feb 19, 2008 | Reply
Trima kasih sekali lagi, karena saya dah menemukan kado termanis di hari jadi kami yang ke-9 pak.. itu puisi memang untuk istri saya.. meski tak menang, sudah bagus masuk nominasi..
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Feb 19, 2008 | Reply
Alhamdulillah telah diumumkan nominatornya, jadi jelas-lah sekarang.
btw, saya tidak ikutan tapi.
Yaah, Selamat bagi para nominator Semoga kalian jadi deg-degan bahagia, Amin
By Bibidapi on Feb 19, 2008 | Reply
masuk nominasi…Alhamdulillah… jadi pemenang… super Alhamdulillah… terima kasih pak Ersis
By didi Arsandi on Feb 20, 2008 | Reply
ini CV-ku yang diminta oleh bang Ersis:
Nama
By didi Arsandi on Feb 20, 2008 | Reply
Ini CV-ku yang diminta oleh Bang Ersis:
Judul Puisi : Kukenang Kau
Nama penyair : Didi Arsandi
Tempat/ Tang. Lahir : Bandar Lampung, 14 Nopember 1988
Alamat : Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS)
Gedung PKM lantai 2, Universitas Lampung.
Pekerjaan : Mahasiswa semester 4, Universitas Lampung
Riwayat Kepenulisan : 1) Pada desember 2006 masuk UKM-BS dan sering menghadiri Bilik Jumpa Sastra (BIJUSA) penyair Lampung
2) Puisinya sering dimuat di Lampung Post, Pontianak Post, Surya, Isola, dan beberapa milis cyber.
3) Memenangkan “Lomba Cipta Puisi Nyata” 2008 yang diadakan oleh Tabloid Nyata (Jawa Pos Group) januari lalu.
Berikut adalah no. rekening kakak kandung saya:
No. Rekening : 3398 - 01 - 016462 - 53 - 3
Cabang/ Unit : 3398 Unit Bambu Kuning, Tanjung Karang
Atas Nama : Aan Frimadona Roza
Terima kasih, bang. he..he..
ditunggu lho…..
By ichal on Feb 20, 2008 | Reply
yang ini ichal gak ikutt!!!! wahhhh ketinggalan info,,, maklum jarang OL
By Bibidapi on Feb 20, 2008 | Reply
CV Bibidapi : Marisa Ermita Devy (Bibidapi), lahir di Jakarta, 16 Maret 1983. Pekerjaan karyawan swasta, Alamat di Kav. DKI, Jl. Taman Malaka Utara III Blok CI/20, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Track Record sebagai penulis:1)Juara Favorit Lomba Puisi “Pesan Kepada Presiden 2009-2014″ yang diadakan oleh South to South Film Festival 2008; 2)Puisinya banyak dimuat di komunitas sastra/penulis; 3)Saat ini sedang merampungkan novel yang akan dibukukan berjudul “Jejakku Jejakmu”
itu aja pak Ersis, kalau sempat mohon koreksi kalau ada yang kurang (hehe track recordnya baru dikit ;))
By Bibidapi on Feb 20, 2008 | Reply
oiya judul puisi saya : Adalah Kita, Penulis : Bibidapi
matur sembah nyuwun..
By izzah on Feb 21, 2008 | Reply
Syukur alhamdulillah…ini kali pertama saya mengirimkan 2 puisi dengan judul HADIRKAN AKU DIRINYA dan JANJI untuk dilombakan dan pertama kali ikut lomba nulis puisi, kalo ikut lomba baca puisi sih…dulu semasa SD pernah lah didaulat untuk ikut tapi gak sering-sering banget..he…he…. Subhanallah, satu diantaranya bisa masuk nominasi.Semoga ini awal bagi saya untuk giat lagi dalam menulis. Thanks for someone who inspires me to write the poem.
Ini CV saya pak Ersis,
Nama: Dhikrotul Izzah
Lahir: Malang 30 Mei 1981
Judul Puisi: Hadirkan Aku Dirinya
Alamat: Jl. Raya Caru 2 Pendem Junrejo Batu
Pekerjaan: Mahasiswi UIN Malang dalam tugas akhir, mengajar di TPQ AT-TAUFIQ Jl.Bandung 7 Malang, staf tidak tetap Self Access Center UIN Malang bidang Layouter.
Berikut No. Rekening kakak kandung saya:
No. Rekening: 144-00-0655096-3
Cabang/ Unit: 14403 KCP Batu Malang Bank Syariah Mandiri
Atas Nama: Lukman Hakim
That’s all…Jazakumullah khaira jaza’… InsyaAllah ini akan salurkan kepada teman saya yang lagi membutuhkan sesuai nadzar saya…semoga bisa bermanfaat…Amin…
By makaribi on Feb 21, 2008 | Reply
saya juga masuk yah, Alhamdulillah
23. Makaribi
Nama : Ario Makaribi (Makaribi)
Lahir : Wonogiri, 10 Pebruari 1985.
Judul Puisi : AKU HANYA MENGINGAT SENYUMNYA.
Alamat : Perum Bukit Berbunga Blok C7 No.8, Mekargalih, Jatiluhur,
Purwakarta.
Pekerjaan : Pegawai Negeri.
No.Rekening : BCA KCU Purwakarta a.n Ario Makaribi, Nomor : 2311758502.
Aktifitas kepenulisan :
Masih terus belajar dan mempublikasikan karya di beberapa
millis Sastra, website sastra dan beberapa blog pribadi.
Terima kasih, dan mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.
By Kurt on Feb 21, 2008 | Reply
Alhamdulillah…. nama saya tidak masuk nominasi.
Selamat untuk para penulis puisi cinta.
Bang Ersis maaf baru sempat kunjung ke blog ini…
By yunita p on Feb 21, 2008 | Reply
Pak, ini Cv saya yah (Yunita P.):
Judul Puisi : “ANYAMAN CINTA”
Buah karya : A. A. Kt. Yunita Paramita
Tempat/ Tanggal Lahir : Jakarta, 6 April 1991
Alamat : Perumahan Pati Mabes TNI, Jalan Seroja II No. 27
Jatikarya-Cibubur.
Pekerjaan : Siswa kelas 2 SMA Negeri 39 Jakarta
Riwayat Kepenulisan : Belum punya pak, ini pertama kalinya saya ikut lomba cipta puisi. Syukur banget bisa jadi nominator. ^_^
Berikut ini adalah no. rekening ayah kandung saya:
No. Rekening : 0056270201
Kantor cabang : Tebet Bank BNI
Atas Nama : Bpk. Mayun Wiyadnya AA Kt
Terima kasih, Pak. Kalau masih ada yang kurang tolong diberitahu yah,……
By max on Feb 21, 2008 | Reply
selamat kepada nominator… puisinya memang indah2…
By Bibidapi on Feb 22, 2008 | Reply
Pak Ersis, ini CV Bibidapi versi lengkap. yang terdahulu abaikan aja.
Judul Puisi : ADALAH KITA
Nama Lengkap : Marisa Ermita Devy (Bibidapi)
Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 16 Maret 1983
Pekerjaan : Karyawan swasta
Alamat : Kav. DKI, Jl. Taman Malaka Utara III Blok CI/20, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur 13460
Rekening : BCA cabang Kalimalang II A/C No. 164.031.9611 atas nama Marisa Ermita Devy
Track Record sebagai penulis:
1)Juara Favorit Lomba Puisi “Pesan Kepada Presiden 2009-2014″ yang diadakan oleh South to South Film Festival 2008;
2)Puisinya banyak dimuat di komunitas sastra/penulis;
3)Saat ini sedang merampungkan novel yang akan dibukukan berjudul “Jejakku Jejakmu”
Matur sembah nuwun…
By mathematicse on Feb 22, 2008 | Reply
Wah hebat ya, orang-orang banyak yang pandai menulis puisi…?
***Semua orang pada dasarnya pandai menulis puisi … sebab, lebih mudah kog. Ngak percaya? Buktikan.
By indah ip on Feb 23, 2008 | Reply
Wah, seneng banget bisa partisipasi. Nambah semangat untuk terus menulis(susyah euy mendisiplinkan diri dan mencuri waktu), terus belajar, terus berkembang, siip..
—
Indah IP. Mencintai dan menikmati dunia tulis-menulis sejak SMP. Aktif berinteraksi dan belajar di dunia cyber, diantaranya: milis penyair, milis puisikita, milis bunga matahari & situs http://www.cybersastra.net. Beberapa puisinya dimuat dalam Buku Antologi Seratus Puisi “Jogja 5.9 Skala Richter”(Bentang, 2006), Antologi Puisi “Bungamatahari” (Avatar Press,2005), Antologi Puisi Cyberpunk “Les Cyberlettres” (YMS, 2005), “Dian Sastro For President: End of Trilogy” (ON/OFF, 2005), Antologi puisi “Maha Duka Aceh” (PDS HB Jassin, 2005),Antologi puisi temu sastra jakarta 2003 “Bisikan Kata, Teriakan Kota”(DKJ & Bentang Budaya, 2003), “Majalah Aksara”(Agst-Sept 2003),Antologi Puisi Digital “Cyberpuitika”(2002)dan Antologi Puisi Cyber “Graffiti Gratitude”(2001). Salah satu cerpennya dimuat dalam “Laminsastra Balikpapan”(2003), “Batu Merayu Rembulan”(2003)dan kumpulan cerpen pendek “Graffiti Imaji”(2002).
Website: http://www.indahip.blogspot.com
Email: indahip@gmail.com
***Siiip, selamat. Teruslah menulis, menulis, dan menulis.
By matroni A el-Moezany on Feb 24, 2008 | Reply
Sajak-sajak: Matroni A el-Moezany*
Instrument Kata
Genangan kata terlontar
kuharap terbagi pada malam nanti
kini alunan menjadi kisah
di ruang hampa yang ternoda
getar jiwa tak bisa kuraba
dan kukatakan sebagai kata yang sebenarnya
Bagaimana mungkin
kisah ini sangat indah
bila air mata menjadi gombal
dan kata-kata menjadi lumpur “rendra”
Kekasih, jangan kau harap
bulan ini menjawab waktu
yang sesungguhnya
sampai ada yang menolong
dari jurang kehancuran
sehingga jejak tiada arah yang utuh
Simpan saja di ruang kosong
agar api di jiwa menjadi sengsara
dan tubuh merana berlama-lama
Jogja, 2008
Bernafas Sunyi
Tak ada butir yang tersisa
pada ruang sunyi di dapur itu
ibu menangis
nasi tersuap dan uang keringat
yang menjadi janji baru
waktu adalah sunyi yang diajarkan
dan kau biarkan mati
pelanpelan daun gugur
rumah yang rapuk piring jatuh
dan pisau di matanya
kau diam mengeraskan bibir
lalu berjalan demikian
rantai yang mengikat bukan kata
tapi mata
Hingga satu rasa yang belum selesai
lewat mata terlambat
karena tidak ada yang tahu
kecepatan hati di wajahmu
kecepatan ini tiba
menjadi cinta, melodi dan jadi satu
semua bermalan di kesunyian
untuk menetap. lalu abadi
kau yang menulis di angkasa
antara tanah dan langit
do’a dan sesal
kau penyair, rupanya
Yogyakarta, 2008
Luka Licin Cinta Cincin
Dia yang meluka
menjadi waktu yang jauh
di tumpukan data
yang tak berbunyi di rumpun suara
kesengsaraan selalu merah
di hantam ambisi yang berbusa politisi
Bukan kematian yang menggetarkan hatiku
tapi hidup yang tak beradab ini
bintang-bintang membuat diri tidak ada
kadang aku merasa bahwa aku ada
aku berbicara tapi mereka tidak mendengar
betapa sangat merobek hatiku
mulut berbusa hanya sekedar makan
syair bermula dari kata
gerimis menampar mukaku
dimana kau
aku bernyanyi
apakah kau mengerti kesepianku
hari ini dan hari kini
Yogyakarta, 2008
Laut Berkata Kedalaman
Sesekali kau diam
laut berkata kedalaman
bintang bersuara tiada rasa
lalu kata siang dan malam tak mau berganti
aku pergi sendiri
tak menyangka puisiku mati
tak mengira hari ini tiada lagi
dan mataku tetap terbagi
menghitung jari waktu yang hilang
kubiarkan ruang tak beralas
tak beratap, hujan pun tumpah
pelan-pelan kota berdesah
desa bersusah
pada sudut singgah kelayuan malam
Yogyakarta, 2008
Satu Kata di Sudut Malam
Ribuan kata membanjiri tahun
di puncak desis terakhir
menjadi tumpukan batu
satukata serikata dan satuprosa
menjadi saksi untuk mati tanpa saksi
Di balik pohon yang bersenda tanpa kata
yang satu melayang terbuang
sebagai pengganti masa lalu
melihat segala asing
bagi kedamaian yang getir
Susunan katakatamu gugur
dalam belahan hari sunyi
apalagi kujumpa selain takut
dan arca satu kata
inikah kau? hari suci
Saat kutelusuri sekali lagi
jalan batu yang kujumpai
mata menjadi redup
cuma satu kata di sudut malam
datar harufnya
aku terharu
Yogyakarta, 2008
*Penyair kelahiran Sumenep, 1984, aktif di Forum Sastra Pesantren Indonesia (FSPI), aktif menulis di media lokal maupun nasional. Tinggal di Yogyakarta
Email: roni_gg@yahoo.com
By dhikrotul izzah on Feb 24, 2008 | Reply
Maaf pak bisa ralat sedikit…nama Banknya yang benar Bank Mandiri. Thanks.
By Usman Didi Khamdani on Feb 25, 2008 | Reply
Usman Didi Khamdani, lahir di Brebes pada 27 Agustus 1980. Menulis dan menekuni puisi sejak tahun 1996. Menulis pula cerpen dan esai. Karya-karyanya diterbitkan di berbagai media massa: koran, majalah, tabloid, jurnal, siaran radio, situs, blog, milis, juga berbagai antologi bersama seperti Perjumpaan (Antologi Puisi 12 penyair Jawa dan Bali Lintas Generasi; 2002), Meditasi (2004), Sajak Teman Cah Pawon (2005) dan Dian Sastro for President #3: End of Trilogy (2005). Antologi puisi pribadinya digarap bersama dua penyair lain dari Tegal yaitu Apito Lahire dan Julis Nur Hussein yang diterbitkan dengan judul Mung: Antologi Puisi Tiga Penyair Lintas Pantura (2004). Saat ini tinggal di Tangerang, Banten. Menekuni pula desain grafis dan web. Catatan-catatan puisi dan karya-karya pribadinya didokumentasikan di blog: http://usmandidikhamdani.blogspot.com.
No. Rekening Bank: 899.049.6039 (BCA a/n Usman Khamdani)
By Usman Didi Khamdani on Feb 26, 2008 | Reply
Punteun kang Ersis
ada yang keliru nih, nomor rekening saya yang bener 869.049.6039 bukan 899… Lupa kemaren.
Oya, nomor hp saya 0856.9390.3343. May be sometime ada apa-apa, bolehlah sms ..
By Sayyid on Feb 27, 2008 | Reply
Syukur Alhamdulillah, puisiku masuk nominasi. Oh ya Pak Ersis, ini CV yang bapak minta. Terimakasih.
Judul Puisi : Tembang Penyair
Nama penyair : Sayyid Madany Syani
Tempat/ Tang. Lahir : Bogor/6 Juni 1987
Alamat : Perumahan Unand. Blok B III/18/30 Gadut Padang
email dan HP: sayyid_060687@yahoo.com/085274404711
Pekerjaan : Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Andalas Padang
Berikut adalah no. Rekening saya:
BNI cab. Imam Bonjol Padang no. 0093854806 ats.nma Sayyid Madany Syani
(CV saya contoh dari CV-nya Didi Arsandi. Hehehehehe) Kalau ada yang kurang, mohon dikoreksi lagi ya Pak.
By atah on Feb 28, 2008 | Reply
BIODATA
Nama : Lalu Abdul Fatah
Nama Pena : Lafatah
Tempat/Tgl Lahir : Pancor / 27 Juni 1988
Alamat : Jl. Gubeng Jaya II / 70 Surabaya
Pekerjaan : Mahasiswa S-1 Ilmu Hubungan Internasional
Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Universitas Airlangga, Surabaya
Email : fatabdul@gmail.com
Judul Puisi: Sang Aku Kau
Blog : http://lafatah.multiply.com - http://menulisuntukbunda.blogspot.com
No Rekening : Bank Syariah Mandiri Cabang Mataram
No. Rek 0340031744 a.n. Lalu Abdul Fatah
PENGALAMAN:
Aktif di milist kepenulisan (FLP, Id-ebook, escaeva, Sekolah Kehidupan, dan lain-lain) dan dunia blogging (gagasmedia, apresiasipuisi, dan penulisindonesia). Sebagai moderator Komunitas Cerpen Online (http://cerpenonline.multiply.com). Beberapa tulisan pernah dimuat di Jawa Pos, Majalah Sabili, dan media-media lokal lainnya di Pulau Lombok, serta dua cerpen masuk dalam Antologi Lomba Cipta Cerpen Pelajar I & II se-NTB. Dua kali pula menjadi finalis lomba yang diadakan situs ini: lomba menulismudah dan puisi cinta.
By Usman Didi Khamdani on Feb 29, 2008 | Reply
Prolog: Kang Ersis, puisi yang berikut ini buat Puisi bulan Februari 2008: Cinta Rasulullah. Lewat sini juga kan kirimnya??
========================================
Usman Didi Khamdani:
PERJALANAN MENJELANG FAJAR
malampun bangkit
permadani Masjid Alharam yang terhampar
membangunkan Beliau dari impian kekalutan
zam-zam yang diteguknya
menyirnakan haus yang melanda
menghilangkan cemas yang menyekat kerongkongannya
malampun perlahan bergerak
menemaninya menyusuri jalanan Isra` Mi`raj
menyusuri sisi-sisi kegelapan
menyingkirkan aral yang menghadang
melerai Abu Lahab yang berteriak-teriak
menghalau anjing-anjing Quraisy yang menggonggong
karena ketuliannya
malampun perlahan pergi
ketika Beliau sampai di penghujungan
Abu Bakar yang tersenyum menyambutnya
Einstein pun merangkul penuh bangga
Brebes, Rajab 1417/1425 – November 1996/September 2004
========================================
PS: Tinjauan ‘ilmiah’ soal Isra’ Mi’raj, sempat saya tuliskan di blog saya: http://usmandidikhamdani.blogspot.com/2007/05/isra-miraj-einstein-dan-kebenaran.html. Monggo!!
By SHANTY on Mar 2, 2008 | Reply
Duh kaget bener saat tau puisiku masuk jadi nominator. lebih kaget lagi aku baru tau sekarang, tolong dimaklumi ya kang karna tugasku dipedalaman dimana internet jadi media mahal yang harus kuburu ke kota.
ini CV ku kalo masih diterima
Judul Puisi : Ridu Termumi
Nama : Susianti
Ttl : Surabaya, 02 Agustus 1980
Alamat : Jl. Adam Malik No 05 Rt. 03/05 Pagar Dewa Bengkulu
Pekerjaan : Konsultan
No rek : aku lupa kang ntar ku susulin deh
lebih kurang makasih banget ya kang, thanks tuk para juri n sobat semua terus berkarya yah!
By Shanty on Mar 3, 2008 | Reply
CV
Judul puisi : Rindu Termumi
Nama : Susianti
Ttl : Surabaya, 02 Agustus 1980
Alamat : Jl. Adam Malik No. 05 Rt.03/05 Pagar Dewa
Bengkulu
Pekerjaan : Konsultan
No. Rekening : BRI Unit Pagar Dewa
3390-01-000017-50-0
a/n. Susianti
ini CV ku yang lengkap kang, sekali lagi thanks banget ya…..
By didi arsandi on Mar 4, 2008 | Reply
bang, kok di rekeningku belum sampai-sampai ya?
kira-kira sudah atawa belum? thanks
mohon dicek.
By Lubis Grafura on Mar 6, 2008 | Reply
Biodata: Lubis Grafura (nominator Lomba Puisi Cinta-Mencintaimu ).Lahir di Kediri,8 Juli 1984.Kini bekerja sbg seorang guru SMA di Malang.Bisa dihubungi di lubisgrafura.wordpress.com.Terima kasih
By zie_noer on Mar 10, 2008 | Reply
alhamdulillah, dimuat!
Ini CV-ku yang diminta oleh Bang Ersis:.maaf banget terlambat.
Judul Puisi : cinta di balik jeruji suci
Nama penyair : Fatchul Anam N
Tempat/ Tang. Lahir : bantul,13 juni 1989
Alamat : PP.Nurul Ummah, kotagede, Yogyakarta
Kesibukan : Nyantri nyambi kuliah(Mahasiswa semester 4, UGM)
Riwayat Kepenulisan : baru tercoret dalam suhuf pribadi
waduh, aku belum punya no.rek!sementara ini dulu, kurangnya nyusul!
terima kasih
By zie_noer on Mar 19, 2008 | Reply
ini no.rek.nya.pake punya ibuku
no.rek:3585-01-005188-53-7 a.n.SUNARTI
BRI cabang 13585 unit imogiri bantul jogja
By dwi jauri utami on Mar 28, 2008 | Reply
Ass..
wah,senang tulisan saya masuk.Alhamdulillha
cv,saya
Nama : Dwi Jauri Utami
Judl puisi : Aku,untukmu
TTL : Bima, 2 januari 1988
Alamat : Jl.Irigasi 1 no.1 kekalik Ampenan.
Mataram - NTB
Pekerjaan : Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mataram
No.rekening : ( no.rek kakak,aku ga punya BNI ) 0041258135 a.n. Anwar BNI cab.Mataram
By Lubis Grafura on Apr 7, 2008 | Reply
Bang Ersis, nerikut no rekening saya : Lubis Grafura.
No Rekening 9512126-4 (Atas Nama Lubis Grafura). BNI CABANG MALANG
Biodata: Lubis Grafura. Lahir di Kediri, 8 Juli 1984. Nominator Lomba Cerpen Kolomkita.com, Juara I Lomba Puisi tentang Keagungan Nabi Muhammad IRIB 2007, juara III Lomba All About Women, Tiga karyanya mendapatkan penghargaan Menteri Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan CWI. Puisinya tergabung dalam Kenyataan dan Kemayaan (Fordisastra), Puisi Cinta (webersis), dan La Runduma. Beberapa karyanya pernah dimuat di media Suara Pembaruan, Seputar Indonesia. Radar Banjarmasin, Surya, Malang Pos, Siar, dan Komunikasi. Aktif di Bengkel Imaji Malang dan mengelola blog sastra dan pendidikan di http://www.lubisgrafura.wordpress.com. Nomor HP 08563693116. No Rekening 9512126-4 (Atas Nama Lubis Grafura). BNI CABANG MALANG
By rian on May 4, 2008 | Reply
Bersama heningnya malam
Dengan sunyinya hati
Kumenanti yang tak pasti
Tapi harapan takkan sirna
Ku menunggu bidadari hati
Sang sinar kehidupanku
Mungkin di penghujung malam
Diakhir mimpi malam ini
Akan datang mukjizat sang Kuasa
By rian on May 4, 2008 | Reply
maap ya pak saya salah kolom
By dama on May 15, 2008 | Reply
wah kweren-kweren karya-karyanya,tapi sayang banget aku ktinggalan.pliz kasih teu zaw kalo ada lagi.makasieh…………
By dama on May 15, 2008 | Reply
dan embun pun tertegun
dalam angan yang anggun
meretas tanpa batas
membummbung tinggi
terus dan terus
tanpa mau dimengerti
tanpa mau dibatasi
hanya sesekali terlihat
sepasang mata sembab
menunggu jawab dari tanya yang nganga
“masihkah surga itu ada,ketika semua kebaikan telah sirna?a”
By phadli hasyim on Jul 21, 2008 | Reply
Kau
Aku sangat berharap kau bisa membaca baris kata-kata ini
Kau tahu, aku tak bisa menapak jejak di hidupmu
Aku tak bisa untuk terus menatap lirih wajahmu
Walau, aku sangat meredam kerinduan
Ingatanku tentangmu tak akan lepasmenjadi debu jalanan
Kau
Aku sangat berharap kau bisa membaca baris kata-kata ini
Kau tahu, aku tak bisa menapak jejak di hidupmu
Aku tak bisa untuk terus menatap lirih wajahmu
Walau, aku sangat meredam kerinduan
Ingatanku tentangmu tak akan lepas menjadi debu jalanan
Aku ingat es krim hijau yang kau sajikan padaku
Segetar dendang yang kualunkan padamu
Sebuah film yang kita rekam dalam ingatan sebagai kenangan bersama
Sebuah boneka beruang sebagai tanda perpisahan kita…
Aku kelam dengan penghianatan yang sangat kau benci
Hanya untukmu…
karya phadli hasyim harahap
CV:
Phadli Hasyim Harahap lahir di Medan, 14 Pebruari 1985. Dunia tulis-menulis mulai digemari sejak mengenal blog pada Juli 2007. Karang mengarang dipelajari secara otodidak. Puisi dipelajari juga dengan otodidak. Hasil karya orang lain, bergaul dengan banyak orang, dan membaca buku dianggap sebagai pengganti guru. Phadli masih bergelut menyelesaikan skripsi yang tak kunjung selesai di Jurusan Antropologi FISIP UNPAD. Hasil beberapa ketikannya dibuat untuk blognya http//:phadli23.multiply.com. Phadli suka menulis uneg-unegnya dan kegiatan keseharian di blognya.
NB: maaf saya baru tahu puisi say jadi nominator.
terima kasih