Menulis dan Konsentrasi

8 February 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

Menulis sangat mudah manakalah ditancapkan pada mindset dibeking membaca dan dilatih dengan riang gembira.

MEMULAI. Menulis itu sebenarnya sangat mudah, kata Pak Ersis. Tapi, kenapa ya untuk memulainya terasa sukar? Bagaimana caranya agar menulis menjadi suatu kesenangan? Biasanya, begitu memulai menulis, konsentrasi hilang.
 
Begitu tulis seorang Bu Guru di blognya. Ya, Bu Guru SMPN terpavorit di kota saya. Bu Guru, guru anak saya, guru matematika. Bu Guru ‘murid’ saya dalam menulis dan ngeblog. Sidin hampir pensiun. Tapi, semangat teenager.
 
Saya kagum dengan Bu Guru. Sungguh. Kalaulah bersua lebih awal, bisa sharing lebih bermakna. Semangat, ya semangat belajar sidin luar biasa. Pertama kali bertemu di LPMP Kalsel saat buka praktik menulis dan ngeblog yang sebenarnya khusus untuk guru-guru PBS yang dapat hadiah laptop dari walikota Banjarbaru, Rudy Resnawan.
 
Sidin tidak termasuk penerima hadiah, tetapi datang menenteng laptop. Ketika melebarkan sayap ke SMPN 1 Banjarbaru, sidin  ikut mendongkrat semangat guru-guru dan karyawan yang lebih muda. Kini, setiap Jum’at sore, bersama tiga teman, kami rutin bersharingria. Sekalipun, sangat awal. Maaf, guru-guru sekolah ini, memang gaptek. Begitulah faktanya. Namun, mau belajar.
 
Apa yang dialami Bu Guru, sebenarnya juga oleh guru-guru lainnya. Begitu di tiga sekolah yang kami dukung persiapannya sebagai sekolah bertaraf internasional (SBI). Hasil educational mapping pendidikan kota Banjarbaru, yang kami lakukan berbuah ‘peta’; 4 SD, 2 SMP, dan 2 SMA dipacu menjadi sekolah mandiri menuju SBI. Persoalan kmpetensi guru menjadi kuncinya. Pembelajaran bersistem bilingual yang tentunya berbasis pengetahuan dan aplikasi IT, tak terelakkan bertandem pemantapan bahasa Inggris. Bukan hal mudah memang, namun bukan berarti tidak bisa kan?
 
Memulai menulis susah? Ya, bisa jadi, pada tahap awal. Buktinya, dalam tiga kali pertemuan mereka lancar beremailria, kini mengutak-atik blog, dan … (belajar) menulis. Kami tengah mempersiapkan  pelatihan penelitian, khususnya PTK, menulis LKS, dan buku ajar. Dispersiapkan juga penerbitan jurnal paedagogik. Guru-guru terlibat langsung. Kalau lancar, buahnya segera menjelma.
 
Yang mengembirakan, kalau pada awalnya menulis dijebak ‘hantu’ sukar, setelah disuntik virus menulis, kata guru-guru itu, kog asyik ya. Ya, memulai sesuatu terkadang terasa sukar, namun, bukan tidak mungkin kecanduan. Artinya, mindset dirobah dulu. Setelah itu, buang segala dongeng-dongeng tak berdasar, bahwa menulis itu sukar.
 
Ya, kalau menulis sudah dimulai, lanjutannya, kalaulah tidak ala 1,2,4,8,16, masak berderet ukur saja tidak? Yang celaka kan tidak dimulai. Gairah itu nyata-senyatanya. Saya ketawa ngakak, ketika seorang guru asal Garut diajak berselancar ke Garut melalui earth google plus melirik YouTube dengan lagu Sunda eksotik. Dia terbengong-bengong. Akhirnya kecanduan nampaknya.
 
Begitulah. Bahan-bahan pembelajaran dicari di internet. Menembus peta aneka rupa, cell sampai DNA, dan tak ketinggalan melihat aneka gambar-gambar yahud. Yang penting yang menyenangkan.
 
Ya, menyenangkan. Kalau sudah senang, kan tinggal urusan fokus. Alhasil, program sharing yang seharusnya dari pukul 14.00 sampai 16.00 kog baru bubar pukul 18.00? Saya katakan, itu konsentrasi. Kalau kita asyik menulis, bisa ‘lupa waktu’, he he.
 
Saya yakin, guru-guru akan ‘menemukan’ dan paham bahwa konsentasri itu menjadi dengan sendirinya manakala fokus. Begitulah menulis sesungguh. Tidak usah berdebat soal memula, soal kosentrasi, soal bakat, soal mood, soal calling, tema, atau ‘durjana-durjana’ aturan. Menulis, menulis, menulis, dan terus latih menulis, berarti melempar bualan-bualan menakutkan tentang menulis.
 
Yang tersisa, kesenangan, kenikmatan, keasyikkan menulis. Pada ketikanya, nanti bisa bikin repot. Ya, bagaimana kalau ada yang minta disuntik virus anti menulis. Kalau yang terakhir formulanya  belum saya temukan.
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 8 Februari 2008.

  1. 16 Responses to “Menulis dan Konsentrasi”

  2. By Paman Tyo on Feb 8, 2008 | Reply

    Lah, apakah saya boleh mendaftar sebagai teman dan murid Bung Ersis? Nggak boleh menolak. Haram hukumnya. :)

  3. By mbro on Feb 8, 2008 | Reply

    lha kalo para bu (atau pak) guru-nya sudah “bisa” menulis, gak usah kawatir kekurangan penulis ;)

    bukankah nanti para guru akan dengan senang hati bercerita dan memberikan tugas tulis menulis, pake blog lagi… (didagdigdug? :D)

    hidup penulis!
    ***sayayangsedangbelajarmenulis***

    ***He he hidup penuis dan calon penulis. Kalau ngak hidup gimana lakukannya ya?

  4. By sawali tuhusetya on Feb 8, 2008 | Reply

    wah, ayo suntik semangat rekan-rekan sejawat guru di Kalimantan Selatan dengan “virus” menulis-nya pak ersis. kalo mereka gencar menulis, pasti deh akan lebih gampang mengajak murid-muridnya menulis. apalagi, sekarang musimnya IT, setelah menulis ajak mereka GO-BLOG, Pak, hehehehe :lol: semangath!!!

    ***Insya Allah. Pak Sawali kan kasih inspirasi dan contoh konkret.

  5. By Dee on Feb 8, 2008 | Reply

    Menulis, memang sulit untuk memulainya, tetapi kalau sudah terlanjur menulis, kadang sulit juga untuk mengakhirinya. Saya sering merasakan ekstase tersendiri di saat sedang asyik masyuk menulis. Walaupun akhirnya tulisan itu hanya sekedar menjadi dokumen pribadi. (Masih sering menganggap bahwa tulisan saya memalukan, tak berkualitas dan tak layak dibaca oleh orang lain)

    ***Kalau yang terakhir kata Sampeyan lho. Eh … ngomong-ngomong, kalau diri sendiri saja ‘melukai’ tulisan sendiri, kada iluk bos ai. Hargai. Mari beralih kita menghargai karya kita biar dihargai orang lain. Setujuuuuuuuuu?.

  6. By Labyrinth on Feb 8, 2008 | Reply

    Waduh,,, klo waktu SMP , SMA sie suka nulis…

    tapi klo sekarang yang susah nyari waktunya…

    ***He he tinggal lanjutin dong. Soal waktu menulis ngak usah dicai, manfaatkan saja. Ada empat tip tentang menulis di lintas waktu pada blog ini. Silahkan baca. Salam.

  7. By Hair on Feb 8, 2008 | Reply

    Bener banget pak.
    saya pernah baca resensi buku tentang bagaimana cara untuk belajar menulis di salah satu surat kabar nasional (tapi saya lupa judul bukunya). Penulis buku tersebut mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk belajar menulis adalah dengan menulis. Sama dengan ketika kita belajar naik sepeda, satu-satunya cara untuk bisa naik sepeda adalah dengan belajar naik sepeda.
    memang benar kalau bakat Mood bukanlah alasan kita untuk tidak menulis, tapi jadikanlah hal tersebut sebagai motivasi kita untuk terus belajar menulis.
    Ayo Menulis!!!!!!!!!

    ***Menulis, menulis, dan terus menulis.

  8. By Dasmi NW on Feb 8, 2008 | Reply

    Memang segala sesuatu, kalau tidak dilatih,yach terasa sulit, tapi saya akan coba dengan bimbingan Pa Ersis,terima kasih atas saran nya. Dalam benak sepertimya ada ide, tapi masih agak sukar untuk menuangkan nya.

    ***Yap.

  9. By erist on Feb 8, 2008 | Reply

    iya seh dari kehadiran ulun yang ke2 ini ulun melihat para peserta yang mengikuti ‘pelatihan’ ini begitu antusias dan larut.datangnya lebih awal bahkan ruang warnet belom dbuka eh pulangnya juga kaya odah2N., tersirat dari wajah2 mereka tuch ga pengen banget meninggalkan ruangan.
    jd sebenar’y kalo mank ad niat pengen belajar,menulis, kenapa mesti takut buat memulai aro takut salah so kalo dah mulai bakalan ketagihan dech…..
    ayo kita sama2 belajar.. biar ga oon, biar ga gamtek, biar ga tulalit…
    ‘SEMANGAT’..

    ***Semangat … menulis, menulis, dan menulis.

  10. By Titi3q on Feb 8, 2008 | Reply

    Kemajuan tekhnologi memang mengharuskan kita untuk terus meningkatkan kemampuan diri. Biar jar urang udah mantul bila diajari, yang penting maju tarus. Orang yang sukses adalah orang yang mau berubah kearah yang lebih baik.
    Syukur banar ada kesempatan belajar lawan pakarnya. SMPN I memang beruntung masih mendapat perhatian dari orang-orang yang peduli dengan kemajuan pendidikan. Makasih Pak Ersis !!!!

    ***Ya kita ngak mau kita dan anak-anak kita ketinggalan, mari belajar …

  11. By noorlatifah on Feb 8, 2008 | Reply

    Eh Pak EWA justru karena gaptek nich saya ingin belajar, gak peduli yang ngajari bosan asal gapteknya musnah hehehe …

    ***Kalau ngak gaptek ngapain belajar ha ha

  12. By lisna on Feb 8, 2008 | Reply

    Duh kasian jg ya gurunya di bilang gaptek but semangat belajarnya tinggi jg kan pak? ga kalah tuh dengan siswa, meski air mata bercucuran karena saking semangat belajar, mata saya jadi sakit liat layar. yaa gpp supaya ga gaptek lg. ya kn pa?. emang benar pas udah bisa internet kita-kita pada ketagihan, sampe anak saya yang bayi dicuekin. asyik deh. kalo mo cari bahn ajar jd lebih gampang.

    ***Belajar tuntas, mastery learning ya Bu, mari kita praktikkan.

  13. By hamdah on Feb 8, 2008 | Reply

    Setelah membaca tulisan pa Ersis “Menulis dan Konsentrasi” saya juga merasa sangat kesulitan untuk menulis.Pa Ersis apakah itu juga termasuk “gamtek”.Tapi saya senang kok dibilang “gamtek”, saran saya supaya kami tidak “gamtek” lagi, bapa dan assestennya banyak-banyak bersabar membimbing kami …….

    ***Ya. Ya, kita belajar sama-sama, asal tabah … wong tujuannya jelas kog.

  14. By mathematicse on Feb 10, 2008 | Reply

    Memang sih, memulai sesuatu, begitu juga memulai menulis, membutuhkan energi yang besar. Apalagi kalau lama ga dilatih… wah besar sekali energi yang diperlukan …

    Seperti menyalakan lampu atau menghidupkan mesin. :D

  15. By toety.arqi on Feb 11, 2008 | Reply

    Saya setuju apa “ujar” pak Ersis. Awal menulis memang agak “lola” tapi kalo udah keluar ide2 dikepala bisa gawat. alias malas berdiri dari depan komputer….he…..
    pak Ersis saya ucapkan terimaksih untuk ilmu yang telah dibagi2kan kepada saya juga teman2…
    mudah2an Bapak tidak kesal karena mungkin ada sebagaian dari kami yang masih “lola” alias loading lama… he…
    tapi kalo kami belajar terus mungkin hasilnya akan lebih memuaskan dan tidak sia2.oke????? kita semua harus kompak dan jangan pantang menyerah..
    CAYO…. CAYO…

    ***ha ha ha Yoca Yoca

  16. By Mega on Feb 12, 2008 | Reply

    Wow…ntar ibu guru ketagihan nongkrong di Youtube..atau liat yg aneh2 ..giliran ntuk mau ngajar kosentrasinya bisa hilang hahaha…ga mungkin itu ya..

    bener bener dech..kalau mau memulai ntuk menulis sesuatu kayanya koq susah dapatin langkah awalnya..tapi begitu dah mulai in..jgn salah ntar,,,ketagihan boo..

    aku pernah jg ngalamin..kalau lagi kosentrasi ntuk menulis sesuatu..ga bakal beranjak dari depan monitor..giliran waktu mau masak sampe keburu2 hehehe..masakan gosong lah,,masakan kurang bumbu lah hahaha..itu kalo lagi kosentrasi penuh dalam menulis ya..**gile boo

    ***Wow jangan dibalik … itu jalan ke belajar lho.

  17. By unai on Feb 13, 2008 | Reply

    Iya pak, tak kenal maka tak sayang…makanya setelah kenal dengan dunia internet dan tulis menulis menulis di blog jadi ketagihan. Bagus juga guru dikenalkan dengan Blog ya pak…bisa gaul hehe

Post a Comment