Archive for February, 2008

Guru TK Ingin Menulis

Thursday, February 28th, 2008

Assalamu’alaikum. w.w Disaat saya menulis ini saya berharap bapak dalam keadaan sehat dan selalu di bawah lindungan Allah SWT. Sebelumnya mohon maaf kalau surat saya mengganggu (waktu) bapak untuk membacanya.

Tujuh Buku Tentang Menulis

Wednesday, February 27th, 2008

Menulis Sangat Mudah bila di mindset ditancapkan bukan hal sulit. Banyak orang menanamkan di pikirannya, menulis itu susah. Ya, susahlah. Begitu pula menulis buku. Bahwa mencapai tingkat kemampuan menulis tidak gampang, ya iyalah. Harus dilatih memang. Modal utama menulis Membaca; yang tersurat dan tersirat, yang dapat didekati dengan alat indra, dan ...

Menulis Penghargaan

Tuesday, February 26th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas SUBUR. Buku Menulis Enjoy Sajalah (2008) merupakan buku ketujuh saya seputar menulis. Ditulis, dalam hitungan sebulan. Prosesnya juga lempang. Setiap hari, satu-dua tulisan diposting pada www.webersis.com. Begitulah. Dalam sebulan jadilah buku ini.

Menulislah, Legakan Dirimu

Tuesday, February 26th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulis membantu membersihkan kerak-kerak pikiran di otak, noda-noda di perasaan. Ibarat besi, supaya jangan berkarat, ya dibersihkan. Menulis. OUGH .... Pernah kasasuban atau kasusuban? Itu lho, dalam bahasa Banjar tertusuk benda yang kecil. Bahasa Padangnya, kasuban. Misalnya kalau tulang ikan atau patahan kayu kecil menusuk kulit. Duh, sakit. ...

Menulis, Menulislah Kawan

Tuesday, February 26th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulis ibarat makan masakan Padang. Mula-mula terasa pedas, kemudian pedasnya berkurang, lalu yang tinggal enaknya, nyamannya. MALAM INI. Menulis Sangat Mudah. Menulis menyenangkan. Menulis ‘membebaskan’ diri; meringankan pikiran menyehatkan jiwa. Menulis ekspresi diri. Menulis kemerdekaan sejati. Menulis berbagi dengan sesama. Dengan menulis kita membangun peradaban; setidaknya berpartisipasi pada ...

Pengiriman Hadiah Lomba Menulis

Monday, February 25th, 2008

Panjang lika-likunya. Aburrahman Hakim, berhasil mengirimkan hadiah Lomba Menulis: (1) Muhammad Zein (Rp.850.000), Fanny Widadie (Rp.525.000), dan Dewi Alfianti (Rp.350.000). Cara kuno, pakai formulir kiriman uang. Harap maklum, semua hal diserahkan panitia. Celakanya, panitia orang sibuk. Mencari nama dan alamat di blog saja ngak punya waktu; mana pula BCA atau Muamalat ...

Menulis, Kog Tidak Percaya Diri

Monday, February 25th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Setiap kata yang kita tulis bermuatan makna. Setidaknya, tidak mungkilah apabila menulis 1000 kata, tidak ada yang bermakna. CHATTING. Malam kian mendaki. Keasyikkan menulis agak terganggu ketika melalui YM seorang teman menyapa. Untunglah sudah terbiasa menulis sambil chatting. Yang, menarik ‘perbincangan’ hangat antar dua sahabat yang belum pernah ...

Menulis dan Networking

Monday, February 25th, 2008

Oleh Ersis armansyah Abbas Menulis membuka pintu gerbang persahabatan mengangakan jaringan dalam lintas makna saling menguntungkan. BERTEMAN. Baru saja seorang pegiat sastra SMS: Pak komunitas (...) bermaksud mengadakan “Malam Seribu Puisi” untuk mahasiswa dan dosen. Tolonglah kami dengan nama besar, popularitas dan publisitas pian yang notabene diadakan mahasiswa agar dosen-dosen dan petinggi ...

Puisi Cinta (Ayah-Bunda): Go Lomba

Sunday, February 24th, 2008

Setelah nominator Lomba Puisi Cinta terpilih, kini dibuka loba tahap dua, Puisi Cinta Go Lomba bertema Ayah-Bunda. Bagi peminat, silahkan kirimkan puisi melalui bagian komen postingan ini. Pada bulan Maret 2008 nominasi akan diumumkan. Belajar dari pengalaman sebelumnya, usahakan tidak bertanya apa pun. Kan mudah saja mencerna pengumunan ini, wong syaratnya ...

Menulis, Narsisme Atau Hikmah?

Sunday, February 24th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas  Sejelek-jeleknya hal baik, jauh lebih baik dari hal jelek sekerdil apa pun. RIYA. Narsisme dalam arti mencintai diri secara berlebihan yang dalam menulis dikaitkan dengan ‘menampakkan’ diri, bisa jadi mengundang debat berkepanjangan. Narsis, begitu biasa ditulis banyak orang. Entahlah. Kalau pun saya dimasukkan ke kelompok demikian juga tak ...

Menulis Memaknai Kegagalan

Saturday, February 23rd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Experience the best teacher. Pengalaman kehidupan, pahit manis, adalah lautan manik-manik makna bermuatan change in progress. PADANG. Selepas magrib saya menjemput seorang sahabat perempuan dan membawanya ke sebuah hotel. Ah, jangan berpikir macam-macam ya. Dekan FKIS IKIP Padang menugaskan kami mengikuti tes program pencangkokan kerjasama Indonesia-Belanda. Masa itu ...

Menulis Membangun Sliturahmi

Saturday, February 23rd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulislah karena dengan menulis kamu akan mendapatkan apa yang tidak kamu bayangkan sekalipun. BERSAUDARA. Kitorang bersaudara. Ya, sebagai pemeluk Islam, terlepas belumlah Muslim kaffah, dalam relasi sosial, dengan menulis pengembangan dan pembanguan silaturahmi semakin mantap. Betapa tidak. Saya mendapat jembatan silaturahmi yang tak terkira. Saudara-saudara baru bertambah tiap ...

Menulis, Enjoi Aja

Friday, February 22nd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas  Menulis adalah kebiasaan bermakna yang dapat dilakukan dengan membuang belengu-belenggunya NAFAS PANJANG. Suatu kali seorang teman mengatakan, dalam menulis saya bernafas panjang. Artinya, apa saja ditulis, kapan saja, dan dimana saja. Entah mencemooh, mbuh. Buat apa dipikirkan. Ada pula yang heran, kog ya bisa-bisanya menulis terus menerus. Saya ...

Antropologi: Bangsa Pelaut Bangsa Saudagar

Friday, February 22nd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menilik kejayaan bangsa Indonesia dalam lintasan sejarah, sungguh menarik. Setidaknya, kebesaran kerajaan-kerajaan Nusantara, katakanlah Sriwijaya dan Majapahit, selain bertumpu pada sektor lain, menancapkan aktivitas ---terutama ekonomi--- pada perdagangan. Sesuai perkembangan masa itu, jalur perdagangan dibangun berbasik laut. Berbeda dengan perdagangan Timur-Barat sebelum Konstantinopel ditundukkan Turki (Usmani), perdagangan ...

Antropologi: Kebudayaan Korupsi

Wednesday, February 20th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Terlepas dari berbagai debat, nampaknya disepakati secara nasional, satu pengendala pembangunan bangsa saat ini adalah perilaku korupsi. Korupsi bukan saja monopoli aparat pemerintahan, tetapi telah menjadi tindak laku segala lapisan masyarakat. Sampai-sampai dikatakan, korupsi sudah membudaya.   Seorang Kepala Daerah, katakanlah Tuan Korup, tercenung setelah berpikir keras bagaimana caranya ...