Archive for January, 2008

Menulis Mewassalam Alasan

Wednesday, January 23rd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KHATAM ALASAN. Dalam sharing menulis bagi yang ‘bercengkema’ di darat, kesan saya galak, ada benarnya. Ya, tidak suka memberi ampun. Jangankan yang sharing, mahasiswa saja, kalau sudah beralasan atas deadline tugas yang disepakati, tau rasa deh. Kesepakatan harus dijalankan tanpa negosiasi. Banyak orang kecewa karena sikap sedemikian. ...

Menulis Menyamakan Frekuensi

Wednesday, January 23rd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Banyak hal terpikirkan, banyak hal hendak disampaikan, banyak hal tak terkatakan karena hambatan-hambatan sosiologis ... tulis FREKUENSI. Manusia terlahir sebagai individu dan hidup sebagai makhluk sosial. Sebagai individu, kalau ingin hidup sebenar-benarnya hidup, ya harus menjadi indvidu tangguh, berkepribadian agar mampu mengharungi kehidupan soasil. Manusia-manusia sukses adalah manusia ...

Menulis Gerbang Rizki

Tuesday, January 22nd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulislah ... menyitir seperti termaktub dalam Al-Quran ... akan kau dapatkan rizki dari sumber yang tak kau duga sebelumnya. ALHAMDULILLAH. Horeeeee ... saya dapat bonus. Kenal dengan banyak orang, dengan banyak penulis,  berbagi hal-hal menyenangkan, menuangkan pikirin, menambah dan menabalkan ilmu, saling berliturahim, semakin percaya diri, dan sebagainya. ...

Menulis Memaksa Diri

Tuesday, January 22nd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Tidak seorang pun yang suka dipaksa-paksa, kecuali ada kelainan. Tapi, sadar atau tidak, justru banyak oarng yang maunya dipaksa-paksa. PAKSAAN. Kosakata paksa, terpaksa, dipaksa, dan variannya dapat dikatakan menjadi momok banyak orang. Kalau dikaji lebih dalam, sebenarnya hal wajar saja. Sebab, berkaitan dengan pengalaman. Sedari kecil di rumah ...

Menulis itu Memahami

Monday, January 21st, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Banyak hal yang tidak kita sukai, adakalanya hal tersebut sangat bermanfaat. Begitu juga menulis. Pahami sebagai proses positif. PEMBELAJARAN. Perhatikan kegundahan sekaligus ‘jalan ke luar’ seorang sahabat bloger berikut: “Kalau disodori buku manajemen keuangan oleh dosen, saya akan muak. Tapi, kalau ada buku manajemen pengetahuan disembunyikan, saya akan ...

Menulis Itu Belajar

Monday, January 21st, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Kejaiban menulis yang berharga tanpa batas adalah belajar; belajar dari menulis, dari apa yang ditulis, dan akan ditulis. BELAJAR. Kalau ada pertanyaan tentang belajar, tepatnya pembelajaran diri, kiranya tidak salah jawabannya, menulis. Ah, aya-aya wae. Betapa tidak. Misal, tulis kata ‘praktek’, lalu cek di kamus, ternyata, praktik. Dengan ...

Menulis Itu Ibadah

Sunday, January 20th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulis, pada pilahan positifnya adalah ladang ibadah; memberi, berbagi, dakwah, petuah, sampai pencerahan. IBADAH. Kalau pada bab terdahulu tergambar betapa pilar-pilar menulis yang seharusnya dipancangkan mereka yang patut jauh dari harapan, pada bab ini dipapar pemahaman, bagaimana ‘pelit’ menulis direnggut dari dalam diri. Sangatlah mustahil menulis menjadi sesuatu ...

Hadiah buku Menulis Mari Menulis

Sunday, January 20th, 2008

Sekembali dari kolam, pulul 12.27 Witeng, setelah menikmati ikan-ikan, dari ukuan seinci sampai setengah kiloan, saya buat postingan ini. Dulu, ketika Erwin D Nugroho di Banjarbaru, rata-rata dua minggu sekali, Sabtu-Minggu kami menginap di hotel Arum Banjarmasin. Anak-anak gembira ria berenang di kolam hotel. Kini, kolam renang saya perbaiki. Asyikk ...

Buku Menulis Mari Menulis

Saturday, January 19th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Setelah puas menunggu, buku Menulis Mari Menulis, terbitan Mata Khatulistiwa (Jogja) dengan distributor tunggal PT Buku Kita (Jakarta), 14 Januari 2008, diedarkan. Buku itu saya tulis, 8 Januari 2007 dan selesai 14 Januari 2007. Tepat setahun setelah saya tulis. Selanjutkan terserah pasar bebas perbukuan 'menilai'. Bisa sukses, ...

Rasulullah Kenapa Dibangkangi?

Thursday, January 17th, 2008

KOTOR. Berdiskusi dengan mahasiswa sungguh menyenangkan. Bebas mengemukan pendapat, berargumen, saling ledek, dan seterusnya. Rata-rata pikiran mahasiswa ‘masih jernih’. Kecuali untuk satu atau dua hal. Mereka suka beralasan, dan atau, bisa juga alasan turunan. Sepanjang yang saya alami, kalau bicara tentang ‘kesungguhan’ membaca, ada saja alasan penyerta. Buku sulit, ngak ...