Buku Menulis Mari Menulis

19 January 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

Menulis Mari MenulisSetelah puas menunggu, buku Menulis Mari Menulis, terbitan Mata Khatulistiwa (Jogja) dengan distributor tunggal PT Buku Kita (Jakarta), 14 Januari 2008, diedarkan. Buku itu saya tulis, 8 Januari 2007 dan selesai 14 Januari 2007. Tepat setahun setelah saya tulis. Selanjutkan terserah pasar bebas perbukuan ‘menilai’. Bisa sukses, bisa pula dicibirnya.

Ketika mengirim naskahnya, ‘merasakan’ logika penerbit, agak gimana gitu. Katanya sih, distributor minta terbitnya dijarakkan dengan buku Menulis Sangat Mudah yang baru dicetak kedua. Bisa ‘tabrakan’ di pasar. Kira-kira begitu. Sebagai penulis, senyum-senyum saja.

Herannya, di Kalimantan Selatan, di dua TB Gramedia ludes. Ketika perlu, mau beli ke penerbit, katanya sudah didistributor (semua). Akhirnya minta tolong mBak Fira di Jakarta membelikan, hanya dapat 4 eksemplar. Lalu, minta Syaharuddin yang lagi S2 di UGM, kata petugas TB Gramedia Jogja, sudah tiga bulan habis. Nah, lho.  Ketika ngebel penerbit, buku susah didapatkan, dijawab, menurut distributor masih banyak. Bingung  deh dengan dunia penerbitan buku.

Begitulah, ketika kawan-kawan minta ditraktir karena (katanya) dapat royalti, apa yang mau dijawab … saya belum dikirimi, he … he … Tapi, tidak mengapa. Dulu berniat mengirim tiga buku khusus tentang menulis dan 12 buku lainnya. Akhir bulan ini akan saya kirim 4 naskah. Padahal, buku itu dilengkapi kontrak. 

Ya sudah. Dulu tidak diniatkan mencari uang. Kini, 10 naskah buku yang sedang diedit, diniatkan ‘menambang’ uang. Hanya saja kata orang Jawa, kalau diharap-harap malah ngak kebagian. Ah terserah sajalah. Kalau memang nasib tidak berduit karena menulis, ya sudah. Yang penting, menulis, menulis, dan terus menulis. Begitu saja kog repot.

Bagaimana menurut Sampeyan?

Banjarbaru, 19 Januari 2008
 

  1. 15 Responses to “Buku Menulis Mari Menulis”

  2. By mathematicse on Jan 20, 2008 | Reply

    PErtamax dulu ahhhhhhhhhh… :D

  3. By mathematicse on Jan 20, 2008 | Reply

    Wah bukunya laku nih yeeeeeeeeeee….

    Jadi pengen saya juga… pengen nulis buku… kapan ya?

    Gemana sih Pak rasanya jadi penulis buku itu? Kayaknya asyik ya? Menulisnya asyik, dapat duitnya juga asyik. Hahahahaahahaha… :D :mrgreen:

    ***Asyiiik aja, dan menulis buku itu seperseribu dari menulis blog, wong tinggal ngumpulisn.

  4. By Totok Sugianto on Jan 20, 2008 | Reply

    ya.. saya setuju. menulis saja terus, yang penting kan menulis menulis dan menulis, tapi feenya juga perlu dong mas, untuk mendukung kegiatan menulisnya :D

    ***Ya ya …menulis, menulis, dan terus menulis ya iyalah. Soal royalti, kira-kira menyusul saja he he

  5. By Rezki on Jan 20, 2008 | Reply

    Inilah asyiknya “menambang uang” dari hobi (menulis)…nggak ada beban :D

    ***Yang pertama dan utama, menulisnya. Soal dapat uang, temen, kemasyhuran, ataupun cacai maki, kan ‘bonus’ aja he he

  6. By unai on Jan 20, 2008 | Reply

    asik bener bisa bikin buku terus..selamat ya Pak…nanti saya cari bukunya deh ;)

    ***Makasih.

  7. By unai on Jan 20, 2008 | Reply

    hmmm ada yang brebeda di covernya yah pak, tak ada foto diri yang berambut gondrong itu..saya bersedia loh pak, mendisainkan cover buku bapak yang akan datang..sangat dengan senang hati

    ***Oh ya … tawaran yang pantas dipertimbangkan. Tq.

  8. By meiy on Jan 20, 2008 | Reply

    waah covernya keren pak, saya yakin isinya lebih2 lagi, dah ada di GM Medan kan Pak…

    yg penting menulis dg enjoy ya Pak, duit nomor sekian…:)

    ***Ha ha … ya yang penting menlis dengan nyaman, seperti menikmati indahnya alam, dimana lebih indah dibalik keindahan itu. Itulah keindahan hakiki yang hanya bisa di jangkau mata hati manusia melalyui indranya. Setuju?

  9. By Suci on Jan 20, 2008 | Reply

    Covernya mentep, Pak…


    ***Mantep … ngeledek nich?

  10. By husnun on Jan 20, 2008 | Reply

    Itulah nasib penulis. Bahkan terhadap karyanya sendiri, dia tidak berhak, karena sudah dikuasai penerbit dan distributor. Orang yang gak tahu bilang, ”enak ya bukunya sudah terbit, traktir dong, kan sudah dapat royalty.” Royalty apa. Kalau itu ditanya ke penerbit, mereka pura-pura bego, telepon dilempar ke sana ke mari. Saya usul bos, terbitkan sendiri saja buku-bukunya itu. Tapi cuma ya susah jualnya

    ***The life is changges … belajar dulu baru dikreativisi. Tq.

  11. By husnun on Jan 20, 2008 | Reply

    Bagi kebanyakan orang, menulis itu butuh perjuangan berat dan energi yang besar, bagi sampeyan mungkin tidak. Bagaimanapun, tulisan perlu mendapat apresiasi. Tulisan yang sudah dibuat dengan susah payah itu sepertinya tak ada harganya di mata penerbit. Tulisan jelek lah, gak komersil lah dan sebagainya. Tapi kalau sudah terbit, sepertinya penulis sudah kehilangan hak, karena semuanya dikuasai penerbit. Hanya kebanggaan yang didapat penulis. Untuk mendapatkan bukunya sendiri, sulit sekali bahkan kayak mengemis. Royalty ? Dibayangkan saja, tidak perlu diharap-harap. Tapi tetap akan datang, meskipun kapan, kita tidak tahu. Saya usul bos, gimana kalau menerbitkan sendiri buku-bukunya. Tapi tetap saja susah mengedarkannya…

    ***Ya ya ya. Maksih dukungan semangatnya. Apa pun yang terjadi, begitulah realitas kehidupan, dan … dari situ kita belajar. Jangan menyesali keadaan, tapi pelajari untuk menundukkannya. Soal menerbitkan itu mah gampang, itu sudah 10 tahun dilakukan … jangkaunnya, lokal saja he he. Ntar dipkirkan … wong orang yang ngak nulis saja bisa ‘mencandai’ penulis … mereka hebat. Nanti kita salib he he

  12. By Aha on Jan 21, 2008 | Reply

    Wah… buku baru neh ceritanya??? Ulun minta satu donk…???He..hee.. Mudah-mudahan saya bisa seperti bapak… Maksudnya jadi penulis sebuah buku…. Doakan ulun Pak Lah…??? Bisa juga tuh bukunya pak di sumbangin sebagian buat prodi kita…???

  13. By Mega on Jan 21, 2008 | Reply

    Wow..hooh..bener keren euy…tau tau dah nerbitin buku aja..
    ga keriting tu tgn euy..?
    BTW..selamat yak..keliatanya laris dipasaran yak…ga mau minta lagi,,karena Indonesia kejauhan..(*_*)

  14. By unai on Jan 23, 2008 | Reply

    pak saya serius nih, kalau mau nerbitin buku lagi..saya bersedia mengotak atik sampulnya…numpang ngetoplah pak :)

    ***Say juga serius. Unai bikin buku sendiri, saya buatkan drafnya. Kog penakut sih buat buku?

  15. By Edy Zaqeus on Jan 23, 2008 | Reply

    Selamat Pak Ersis
    Saya selalu merasa senang jika setiap kali ada buku baru tentang menulis. Saya ingin mengoleksi karya Anda ini dan akan segera berburu ke toko buku. Moga2 tidak kehabisan. And, semoga buku Anda laris.
    Salam betseller
    ~ez

    ***Makasih. Sampeyan pandai benar memotivasi. Kehormatan disupor penulis buku-buku best-seller. Mau ikutan ya jadi penulis best-seller.

  16. By Anang on Jan 31, 2008 | Reply

    moga jadi <strike>es teler</strike> best seller pak…

    ***Amin. Jangan ragu, best seller.

Post a Comment