Indahnya Kegagalan

13 January 2008 | Ditulis oleh: EWA |

2.5 Indahnya Kegagalan

“99 %keberhasilan ditentukan oleh kerja keras dan ketekunan sementara 1% sisanya ditentukan oleh bakat dan kecerdasan” (Thomas Alfa Edhison)  

APA yang diungkapkan oleh Thomas Alfa Edison memacu untuk bekerja keras. Keberhasilan Edison menemukan bohlam lampu didapatkan dari percobaan sebanyak 8999, dan pada percobaan ke 9000 baru berhasil. Kegagalan 8999 kali yang mengantar ke gerbang kesuksesan. Belajar dari kerja keras yang kemudian memotivasi untuk sukses di dunia penulisan. Untuk itu, saya memulai menulis dari hal-hal yang ada di sekitar.
 
Seperti disampaikan para trainer motivasi, bahwa setiap tujuan apa yang kita inginkan harus jelas sasarannya. Terlebih dahulu, menetapkan sasaran media nasional yang ingin saya tuju, yaitu Jawa Pos. Saya menulis artikel opini. Tanpa pengalaman, hanya bermodal semangat dan kerja keras. Hasilnya, tidak dimuat. Saya sudah mengirim 20-an karya tulis, dan tidak satu pun dimuat. Lantas apakah saya menyerah?
 
Pada awalnya sih iya. Tapi, saya ingat  pepatah: “There is a will, there is a way”. Karena masih penulis pemula, tentu harus berkemauan yang membara, kalau ingin menjadi penulis. Tekad dibulatkan: “Kalau orang lain bisa, mengapa saya tidak?”. Berbagai cara, terutama memantapkan motivasi menulis, dilakukan. Diantaranya, menempelkan kata-kata Edison di dinding kamar, di depan komputer, dan kata-kata motivasi lainnya. Saya semakin rajin ke perpustakaan membaca berbagai buku dan mempelajari gaya penulisan opini di berbagai media cetak.
 
Pada tulisan ke-26, akhirnya dimuat Jawa Pos. Itulah tulisan pertama saya di media nasional. Luapan bahagia dan senang tidak terkira. Honorarium bukanlah tujuan utama, tapi lebih pada keberhasilan penyampaian ide atau gagasan melalui tulisan.
 
Kegagalan dalam menulis atau belum termuatnya tulisan kita di media massa janganlah dijadikan paralel kita tidak mempunyai bakat menulis. Seperti dikatakan Andrias Harefa: “Yang diperlukan utama dalam menulis bukanlah bakat, akan tetapi lebih pada keinginan dan minat besar untuk mau belajar membangun kebiasaan menuangkan gagasan lewat tulisan”.
 
Anggaplah kegagalan sebagai latihan. Semakin sering latihan, maka akan semakin terampil. Seperti Edison, kegagalan justru menginspirasinya untuk memberikan kekuatan. Kegagalan pertanda awal kesuksesan. Setiap kegagalan akan mengurangi pilihan kegagalan selanjutnya, yang berarti peluang kesuksesan akan semakin terbuka.
 
Melalui perjuangan pertama menulis di media massa menjadikan semakin terasah kemampuan menulis dan mengembangkan kreatifitas serta dalam menemukan strategi-strategi penulisan. Dengan terus membaca, akhirnya tulisan yang ke 26 saya layak untuk dimuat di Jawa Pos. Saya tidak berhenti sampai distu. Laju perjuangan mengantarkan pada kesuksesan berikutnya, yaitu memenangkan berbagai lomba penulisan; Lomba Karya Tulis Mahasiswa, Penulisan Esai, Opini dan berbagai perlombaan lainnya tingkat nasional.
 
Kesuksesan tersebut didahului kegagalan. Tapi, kegagalan dimaknai dengan syukur nikmat Tuhan yang menjadikan semakin terasah dan terpacu menulis lebih baik.
 
Sekarang baru terpikir, apa jadinya kalau saya berhenti menulis pada kegagalan yang ke-25 kalinya. Tentu tidak akan pernah menikmati asyiknya jadi penulis seperti saat ini. Menulis telah menjadi aktivitas keseharian. Menulis telah menjadi profesi yang tak terpisahkan dari kehidupan.
 
Bukan narsisme yang menjadi tujuan utama menulis, tapi lebih pada idealisme penyampian pola pikir yang mampu menggugah banyak orang sekitar. Dengan kecintaan pada dunia membaca dan menulis, berharap suatu saat nanti saya mampu membuat karya masterpiece yang bermanfaat bagi banyak orang.
 
Saya telah membuktikan diri bahwa dengan kerja keras dan berani gagal akan mendatangkan kesuksesan. Sekarang giliran anda membuktikannya? Mulailah menulis sekarang juga …

  1. 3 Responses to “Indahnya Kegagalan”

  2. By unai on Jan 16, 2008 | Reply

    wah setuju sekali, dari kegagalanlah kita tahu, apa saja yang perlu kita perbaiki agar tak lagi gagal. Tulisan yang bagus

  3. By Fanny Widadie on Jan 19, 2008 | Reply

    Assalammualikum Wr.. Wb..

    Alhamdulillah.. tulisanku dengan judul “Indahnya kegagalan” ini bisa dimuat dan masuk nominasi.

    Fanny Widadie..
    Lahir di Jombang, Jawa Timur 06 Juni 1985. Saat ini masih mahasiswa tingkat akhir di Jurusan sosial-ekonomi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.

    Rekening:
    BNI Cabang UNIBRAW. No Rekening: 0039497610
    Atas Nama: Fanny Widadie..

    Penulis pemula yang ingin terus belajar dan berkarya demi kemajuan bangsa..!!

    Wassalammualikum Wr. Wb..

  4. By Fanny on Feb 6, 2008 | Reply

    Alhamdulillah.. tulisanku ini bisa menjadi juara II. Bener-bener gak nyangka. Terima Kasih banyak buat semua panitia lombanya.

    Fanny Widadie
    Sekarang masih menjadi mahasiswa tingkat akhir di Universitas Brawijaya Malang (masih mengerjakan skripsi)…
    Riwayat:
    - Selama ini beberapa artikel sudah pernah dimuat di media massa.
    - Sering memenangkan beberapa kompetisi lomba ilmiah penulisan mahasiswa tingkat Nasional seperti: Juara III LKTM Indocement tingkat nasional (2005), Juara III Lomba Penulisan Essai Lion Air Tingkat nasional (2005), Juara III LKTM NSPCA IAAS Tingkat nasional (2005), Juara I LKTM Lingkungan Hidup Tingkat Nasional Dikti (2007) dan masuk sebagai finalis beberapa lomba (Bisnis Plan, PKM)..

    Terus belajar menulis untuk membuat karya yang masterpiece…

    Buat semuanya: tetaplah menulis, menulis dan menulis dimanapun.. dan kapanpun…!!!

    Kemampuan menulis bukanlah bersumber utama dari bakat.. tapi dengan kerja keras untuk terus belajar….!!

Post a Comment