Go Blog: Menambang Ilmu Mengikat Silaturrahim

5 January 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

BELAJAR. Go Blog atau Ngeblog, bagi saya, kini menjadi bagian kehidupan mengasyikkan. Kalau dulu dimaksudkan sekadar untuk menyimpan tulisan,  juga tentunya agar dibaca orang, kini terpatok pada pilar utama, belajar. Ya, belajar apa saja. Semakin sadar, dunia ini, apalagi jagat raya, begitu luasnya, begitu mempesona. Subhanallah.
 
Pada tataran hablumminannas menjalin silturrahim tak terbayangkan sebelumnya. Punya teman dari pelosok Nusantara sampai Jepang dan Amerika Latin. Menjalin silaturrahim dengan teman lama, apalagi yang baru. Sungguh mencengangkan.
 
Mengenal rupa-rupa orang, menikmat pikiran ribuan, menimba pelajaran tak terbatas, mendapat masukan baru, mengoreksi persepsi, belajar bijak, dan … saking banyaknya manfaat, susah ditulis. Intiya,  belajar sepuas hati. Sungguh berjasa si pembuat sarana pembelajaran beginian. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmatnya. Amin.
 
Suatu ketika, seorang teman bertanya: “Hi Ersis, apakah waktumu ngak habis untuk ngeblog doang?” Naga-naganya, kehidupan keseharian biasa-biasa saja. Memang tahun 2007 sangat jarang ikut acara seremonial sampai seminar, sebab merupakan tahun refleksi; merenung, tafakur. E … ‘ketemu’ dunia blog. Kepincut. Tapi, apakah ngeblog melulu?
 
Jumat, 4 Januari 2008. Bangun seperti biasa. Setelah kegiatan subuh, ngeblog. Menjawab komentar dan membaca berita pagi. Anak-anak ngumpul, maklum libur. Mengatur pekerjaan di kolam, meningatkan Fanani, WI LPMP Kalsel agar ke bendahara Pemko Banjarbaru mengambil dana educational mapping pendidikan Banjarbaru. Hakim, pemred Bandjarbaroe Post datang dan mengoreksi isinya. Kami diskusi edisi khusus. Kepala Perwakilan Banjarmasin Pos (Kompas Grup) bertamu, ngomong banyak hal, termasuk soal blog. Syaharudin, membawa proposal penelitian, pengabdian, PKL, dan pratikum. Periksa.
 
Semua itu ditutup dengan kedatangan Setia Budhi dengan proposal majalah Suara Guru Banjarbaru, menghidupakan mobil lalu ke Banjarmasin. Sehabis Jumat ke Gramedia, dapat 12 buku. Setelah makan ke kampus. Betrbincang dengan Wisnu, sekretaris program membahas rencana PKL dan Pratikum mahasiswa, 17 Januari 2008.
 
Ahmad Sofyan, Dekan FKIP, lewat dan mengajak ke kantornya. Intinya, saya minta ruang Guru Besar dikhatamkan dan dijadikan Raung Internet sembari minta tambahan 30 komuter, dia OK-Ok saja tu. Sejaman bicara berbagi hal yang ditutup ngajak dia bertemu walikota Banjarbaru agar terjalin kerjasama tiga pilar, Pemko Banjarbaru, LPMP, dan FKUIP Unlam. Tim Percepatan Peningkatan Kualitas Pendidikan Banjarbaru telah dibentuk dengan dana Rp6 miliar.
 
Tepat jam 16.00 Witeng ke ruang kuliah, hari ini ujian semester. Ujian lewat internet. Kami membicarakan PKL dan Pratikum, ya 17 Januari 2008. Jam 17.00 ke Banjarbaru, Karena nyetir sendiri, tidak bukan HP untuk ngeblog, suatu kebiasaan saya. Setiba di rumah melakukan kegiatan sehari-hari.
 
Sehabis makan, Jumadi SMS, dia telah di LPMP. Tim penyusun educational mapping telah berkumpul, kami membincang hal-hal mendasar instrumennya. Beres.
 
Jam 23.00 tugas dibagi. Fanani mengerjakan SD, Jumadi SMP, Bambang SMA, saya dan Saadillah menjudge, kamis rapat final. Membagi pembuat LKS, Buku Teks, dan Jurnal Pendidikan. Lalu, bubar.
 
Sesampai di rumah, baca buku Kearifan Timur, dan Kiat Sukses Manajemen Rasulullah, lalu ngeblog. Anak-anak tidur, kecuali ibunya … he he. Kebetulan badai dan hujan menggelagari Banjarbaru, listrik PLN padam. Jam 03.00 menghentikan aktivitas. Tidur. Sejak kecil terbiasa tidur sekitar 4 jam sehari. Sampai hari ini, belum terbiasa tidur siang.
 
Ngeblog memakai waktu efisien. Tanyakan pada semua yang sharing menulis dan ngeblog, saya wanti-wanti, kalian boleh ngeblog … tapi tugas utama jangan terabai. Ngeblog perlu dana, jangan sampai kegiatan finansial terlantar. Itu konyol.
 
Dengan kata lain, ngeblog dengan senang hati dan tidak membebaban. Tulisan ini saya buat sembari menyeruput Mie Bakso Instan. Siapa bilang menulis (dan ngeblog) susah. Mudah kog asal enjoy, tidak membeban. Mari menulis, mari ngeblog.
 
Bagiamana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 5 Januari 2008.

  1. 9 Responses to “Go Blog: Menambang Ilmu Mengikat Silaturrahim”

  2. By sawali tuhusetya on Jan 5, 2008 | Reply

    <blockquote>Ngeblog memakai waktu efisien. Tanyakan pada semua yang sharing menulis dan ngeblog, saya wanti-wanti, kalian boleh ngeblog … tapi tugas utama jangan terabai. Ngeblog perlu dana, jangan sampai kegiatan finansial terlantar. Itu konyol.</blockquote>

    bener, pak ersis, konyol betul kalo gara2 ngeblog lantas nglupain tugas utama. itu juga yang saya tekankan kepada rekan2 sejawat guru di jateng yang mulai demam ngeblog.
    saya emang bener mulai merasakan manfaat ngeblog. bisa belajar, diskusi, sharing, dan sulaturahmi. secara finansial kita emang tombok *halah* tapi dari yang lain banyak blessing in disguise-nya. semoga blog tidak jadi candu. *walah*

    ***ya ya blessing in disquite dan … sumber finansial he he

  3. By syaharuddin on Jan 5, 2008 | Reply

    ngeblog itu sangat tepat buat mempererat silaturahmi. Mungkin jarak dan waktu memisahkan di antara kita, namun dengan adanya fasilitas ngeblog kita bisa ngobrol ttg apa saja. semoga “kesadaran” ngeblog semakin menjangkit ya pak….!?

    ***Wah wah kenapa ngak dipermak saja jadi puisi, kata-katanya sudah parak bos ai.

  4. By gempur on Jan 5, 2008 | Reply

    Nge-blog itu kudu menjadi candu, seperti belajar kudu jadi candu. Seperti menulis iu kudu jadi candu. Ketagihan itu wajib untuk menjadi militan. Dengan catatan, kata ‘candu’ harus dilepaskan dari penerjemahan negatif.

    Nge-blog memang asyik pak! menulis itu asyik.. dana yang kudu dikeluarkan untuk nge-blog tak sebanding dengan rekatan silaturrahim yang terjalin. bukankah silaturrahim memperpanjang usia dan rejeki? hehehehehehe..

    Yang jelas.. tugas utama, kewajiban utama tetap terjaga dan tertunaikan

    ***Sampeyan sampai pada makrifat menulis, makrifat ngeblog he he. Mari kita pagut erat.

  5. By Mega on Jan 5, 2008 | Reply

    Benar..Setuju sekale kalau ngeblog itu mengasyikan..banyak dapat ilmu,,rejeki dan apalagi teman,,dan otomatis dapat bantuan segala macam.

    Sering banget.. wkt mau pulang ke Indonesia..krn ga bisa mesen tikete sebelumnya,dr jkt -pdg ,,eh dibantuin sama teman blog ,,dan di Pdg juga dibantuin mesen kamar hotel dr teman blog juga..dan diairport juga kalau ga ada yg jemput juga dijemput dan dianter ke Hotel sama teman blog juga…
    Asikk bener pokoke…

    Rejeki, dapat bantuan,,dan dapat temen..semua dari ngeblog ..
    pokoknya nge-Blog ga rugi dech…

    ***he he penlaman yang sama, euy. Makasih para bloger.

  6. By Ahmad Nur Irsan Finazli on Jan 5, 2008 | Reply

    Siip, memang benar ngeblog itu jadikan sebuah hiburan yang menyenangkan dan membahagiakan. Buktinya bisa menularkan virus-virus menulis bagi yang lain baik yang sudah punya blog maupun yang kepingin punya blog. Karena memang hidup itu kudu senang dan membahagiakan, iya tho?!
    Siip buat EWA.

    ***Lahir bathin. Amin.

  7. By STR on Jan 5, 2008 | Reply

    wah, kalo untuk urusan ngeblog dan menulis, kata “candu” harus dibedakan dari kata “menghamba” dan “ketergantungan.” :D

    ***Yoi, kira-kira begitu. Merdekaaaaaaaaaa.

  8. By Kurt on Jan 5, 2008 | Reply

    Gile bener…. sepadat itu tapi sebanyak ini?
    inilah contoh kalau orang sudah cinta
    hahah sampe ada lomba bikin puisi cinta…
    yah semoga saja nularimu nulariku… :)

    ***He he he

  9. By H.Muhamad AJI Saleh on Jan 8, 2008 | Reply

    pokonamah kang abdi mah summringah bae ternyata sat ini saya kalo di tampi ku sampean kulo arep ngelmu ka anta anu senior sagalanyo kali :)

  10. By Malaysia Hotel Bangkok on Jan 23, 2008 | Reply

    I found your blog via Google while searching for Malaysia Hotel Bangkok and your post regarding og: Menambang Ilmu Mengikat Silaturrahim at MENULIS TANPA BERGURU looks very interesting for me”.

Post a Comment