Menulis Bersama Gubernur

31 December 2007 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

MINGGU, 30 Desember 2007.  Pukul 9.00 Witeng, bersama Abdurahman Hakim, pemimpin redaksi Bandjarbaore Post, ke Banjarmasin. Saya menyetir santai saja sembari pusing-pusing di Kota Seribu Sungai. Jarak Banjarbaru-Banjarmasin, 35 km. Hakim sudah me-SMS Rahayu Sucati dan Syamsuwal Qomar, pewarta Bandjarbaroe Post region Banjarmasin agar menunggu di kediaman gubernur Kalimantan Selatan.
 
Begitulah. Jam 10.00 Witeng kami sampai, dan melapor di bagian piket. Mengambil foto dan berakrab-akrab dengan Pak Satpam. Ini di luar ‘kebiasaan’ saya, sebab biasanya bertamu jam 22.00 dan ke Banjarbaru dini hari. Kali ini pagi, euy.
 
Seselesai pengambilan gambar Pak Gub oleh kru RCTI dan Duta TV — satu dari tiga TV lokal Kalsel, kami berbincang dengan Pak Gub. Seperti biasa dimulai canda ini-itu. Saya sudah beberapa bulan tidak bertemu Pak Gub, tapi kalau SMS rutin.
 
Oh ya, pertama bersua ketika Pak Gub saat menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar. Sangat sering ke rumahnya, ngomong apa saja, dan terutama, masalah pembangunan kabupaten Banjar. Saya mengembangkan majalah GIGIH.
 
Beberapa ‘tugas’ dikerjakan. Paling berkesan menulis buku Sejarah Perjuangan Rakyat Kabupaten Banjar  (1945-1950). Ya ya ya, saya dipercaya mendiami rumah dinas Sekda dan dipinjami mobil dinas. Bagus. Waktu itu baru punya sepeda motor. Asyiklah pokoknya.
 
Tentu banyak kisah terjalin. Ketika Rudy Ariffin,  begitu nama Gubernur Kalsel itu, mencalonkan diri menjadi bupati Hulu Sungai Tengah saya sempat melakukan survey. E … kalah dalam pemilihan oleh DPRD HST. Tetapi, beberapa bulan kemudian Pak Rudy terpilih dengan nyaman menjadi bupati kabupaten Banjar.  Bintangnya sebagai kepala daerah bersinar. Melalui pemilihan langsung kepala daerah 2005 terpilih menjadi gubernur Kalsel.
 
Sebenarnya apa tujuan kami ke Pak Gub? Begini. Provinsi Kalsel bersama Riau mendapat penghargaan Satya Lencana Pendidikan 2007. Kalsel memang mengenjot pendidikan, mulai PAUD, sarana dan prasarana, sampai kualifikasi dan sertifikasi serta hal-hal pendukung. Kabupaten dan kota, dapat dikatakan serempak —dalam keterbaasan— bergairah memajukan pendidikan.
 
Ketika diskusi sangat terbatas dengan Mendiknas Bambang Sudibyo, Gubernur, Kadinas Pendidikan, Rektor Unlam, saya ‘mencandai’ Pak Menteri: “Sampeyan kan ahli ekonomi, lebih baik tolong fokus mengurusi keuangan negara yang memprihatinkan. Sekali saja jadi Mendiknas, ya Pak?”
 
Tidak kalah serunya dijawab Pak Menteri: “Sampeyan ini kan gurunya guru, kudu bertanggung jawab terhadap kualitas guru”. Tapi, Pak Bambang dihadiahi 7 buku. E … hayo siapa yang pernah ngasih menteri buku 7 buah, ya Ersis saja kali, he … he …
 
Pak Gub sering menggoda: “Hi Ersis disariki (dimarahi) Pak Menteri”. Begitulah. MOU pemajuan pendidikan Kalsel ditandatangan dan dilaksanakan (agak) sungguh-sungguh. Berdasarkan penilaian pemerintah pusat, Kalsel mendapat penghargaan.
 
Ketika jarum jam menunjuk angka 15.00 Witeng kami baru usai bicara banyak hal, dari Kalsel ke depan, pemindahan ibukota, jalan trans Kalimantan, BPD Kalsel, sampai hal-hal yang tidak mungkin ditulis. Kami segera ke RM Rudy H. Ini bagian paling menyenangkan. Saya suka makan enak.
 
Ke RM Rudy H. baru pertama kali. Ketika bersama Rektor Unlam, Rasmadi, atau setelah acara lainnya makan di RM Cendrawasih, khas masakan Banjar. Saya paling doyan makan papuyu bakar, e … ternyata kali ini sajiannya ikan lais, kelabau, dan jelawat. Ikan khas sungai Barito. Waduh nyaman, bo. Sehabis makan kembali ke kediaman gubernur, dan pulang ke Banjarbaru. “Pak, akhirnya naik juga mobil bagus gubernur”, kata saya menggoda. Seperti biasa Pak Rudy menjawab dengan canda, ciri khasnya. Kalau mobil wakil gubernur Rosehan NB, tidak lama setelah dibeli langsung marasai (mencoba).
 
Yang agak ‘menggoda’, Pak Gub minta dibuat dalam bentuk majalah. Waduh Pak Gub ini. Jadilah kami harus menyiapkan edisi khusus Bandjarbaroe Post versi majalah —mana tahu nanti diteruskan— dan embrio majalah BPD Kalsel. Saya baru saja deal dengan Dirut BPD Kalsel membuatkan majalah. Duh, Januari 2008 makin berat deh beban kerja.
 
Saya tidak bisa mengelak, dan sangat suka. Soalnya, kalau urusan tulis-menulis, apalagi menerbitkan media atau buku, selalu bergairah. Oh ya, tidak lupa mengingatkan Pak Gub: “Pak, Lomba Menulis www.menulismudah.com diikuti lebih 200 peserta. Nah, piala, belum disiapkan tu. Awal februari diumumkan. “Atur saja”, katanya.
 
Mungkin para bloger agak ragu, apakah lomba itu serius. Ya iyalah, ini menyangkut dua orang yang saya hormati, Gubernur Kalsel dan Walikota Banjarbaru penyedia piala. Terlebih, reputasi saya (kalau ada he he), dipertaruhkan. Pokoknya, bukan main-mainlah. Obsesi saya memang menyebarluaskan virus menulis, dan … teman-teman pada mendukung.
 
Sedikit bocoran, saya menikmati Suciati dan Qomar yang pingin bertemu Gubernur, … begitu ada kesempatan ‘menyoal’ malah bingung sendiri. Padahal, sama Hakim sudah saya suruh atur dan dibuatkan instrumennya. Mau berfoto pun tak jadi. Rugi deh kalian.
 
Tetapi, kalau soal menulis apa yang di-WW saya yakin saja. Sebagai pewarta berstatus trainee ini adalah ujian terakhir. Sebab, sejak Januari 2008 mereka mendapatkan status pewarta penuh. Gaji pun cukuplah untuk orang berstatus jomblo.
 
Ya begitulah, sesampai di Banjarabu mampir di rumah Arif, GM Grafika Wangi Kalimantan yang sebenarnya mengakekahkan anaknya tengah hari. Kawan yang satu ini teman akrab yang selalu memberi haerga termurah dalam urusan cetakan media. Syukur, kami dapat datang menjelang magrib.
 
Untuk pertama kali dalam dua bulan terakhir tidak ke kolam ikan yang sedang asyik-asyiknya dinikmati karena puluhan ribu anak ikan sudah ditebar. Ya, nampaknya agenda tahun 2008 akan makin padat aja deh. Somoga Allah merestui semuanya. Amin.
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 30 Desember 2007.

  1. 11 Responses to “Menulis Bersama Gubernur”

  2. By hanna on Dec 31, 2007 | Reply

    Wah, salut sama Bapak.

    Met Tahun Baru 2008
    Moga sukses selalu
    Makin tambah rezki
    Makin tambah semangat
    Amin…

    Salam menulis!

    ***Amin Amin, Tse tse.

  3. By Dar on Dec 31, 2007 | Reply

    Assalamualaikum mas Ersis.
    Apa kabarnya di Banjarmasin. Aku teman lama mas Ersis Ketika Di banjarbaru. (radar banjarmasin). Nama Saya Dadang A.R
    Kalau lupa buka aja website ku.
    Oke Mas Ersis ditunggu yang kunjungan keMPnya.
    Thank

    ***Baik-baik dab biazza-biazza sazzza. Apa kabar? Din sekarang? Ya ya ntar dolan ke sono.

  4. By Kurt on Dec 31, 2007 | Reply

    “Yang agak ‘menggoda’, Pak Gub minta dibuat dalam bentuk majalah. Waduh Pak Gub ini. Jadilah kami harus menyiapkan edisi khusus Bandjarbaroe Post versi majalah”

    banyak job banyak rezeki… tentu pula banyak pejabat yang akan direkrut.. boleh nih pasang badan buat mbantuin heheh :)

    ***Amin. Amin.

  5. By gempur on Jan 1, 2008 | Reply

    Asli enak banget pak!
    Selamat Tahun Baru 2008 pak, mudah2an harapan di tahun ini bisa terwujud,, sukses untuk lombanya yang tembus hingga 270 peserta.. ;-)

    ***Makasih … asyik memang. Amin. Ya ya, makasih dukungan Sampeyan.

  6. By Ahmad Nur Irsan Finazli on Jan 1, 2008 | Reply

    Amin yarobbal ‘alamin

    Wah, makan enak terus nih, alhamdulillah.
    MAkasih atas ceritanya, pak.

    ***Ya ya, agak narsis ya, he he.

  7. By Mega on Jan 1, 2008 | Reply

    Mana hasil photo2nya..
    narsis2 juga ga tu..hahahaa

  8. By sawali tuhusetya on Jan 2, 2008 | Reply

    senangnya bisa bercanda sama pejabat dan elite negara ya, pak. waduh, kapan bisa ketemu dan bicara dengan meteri, yak!
    *berlalu sambil bermimpi*

    ***Mimpi itu sehat. Satu cara ‘pelepasan’ proses kerja otak agar tidak numpuk, dengan mimpi berpikir lebih maju dan kenyataan mengemyuka.

  9. By Kurt on Jan 2, 2008 | Reply

    Becanda bersama pejabat emang bisa mendatangkan dolar yaa pak.. bagi2 ilmu candanya pak..
    dengan begitu virus menulis sudah tak terkendali
    sementara virus bercanda belum nih.. ayo bking lagi viru becanda.. banyak orang2 sdang stress pak perlu dicandain biar mudeng … :)

  10. By ochan on Jan 3, 2008 | Reply

    Bikin dong training peace journalism di Banjarmasin, saya siap jadi trainernya…..

    Salam
    Ochan

    ***Ya nanti kita bicarakan. Tapi, kayaknya lebih praktis di dunia maya, ngak ribet. Bagaimana menurut Sampeyan?

  11. By Suci on Jan 4, 2008 | Reply

    iya, Pak. belakangan waktu pulang dari kediaman Gubernur, baru nyadar ada yang kurang.. nggak dapat foto bareng (artis kalee)….
    ntar aja deh fotonya, mungkin ajah saya dapat penghargaan apa gitu langsung dari gubernur…hehe….(becanda…) :) :) :)

    ***He he … lain kali, pada situasi apa pun, kita hrus membiasakan diri merebut kesempatan, bukan sekadar meanfaatkan kesempatan, he he

  12. By Dhan on Jan 7, 2008 | Reply

    Weleh2… sibuknya Pak Ersis, sepertinya layak menyandang gelar selebritis nih. Atau malah sudahkah?? :)

    ***Ya ya, seleb memang (sok populer he he).

Post a Comment