Nebula Rindu
20 December 2007 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Tertegun di pusar Bumi sudut hati
sajadah panjang memekik rindu
melumat angkuh sumur tak berdasar
risalah Rasulullah
Nafas nurani mengangkut mata hati
pada busur melejit ke Arasy cintaMu
kedip-kedip nebula membentang halimun
lipatan kasih kembang perjalanan
jarak tak berarti di pangkal qolbu
Persuakan ya Rabbi,
Siti Hajar membasuh nafsu
pangil-panggil di danau jiwa
syahwat cinta bendungan birahi
TanahMU rumahMU di Bumi Suci
Rinduku cintaku hadirMU
Banjarbaru, 20 Oktober 2007










4 Responses to “Nebula Rindu”
By hanna on Dec 20, 2007 | Reply
Wah, puisinya religius!
***ha ha, mumpung Idul Adha. Selamat Idul Adha Neng. Makna Hari Yara Qurban dimensi soasialnya sangat sempurna, untuk semua.
By sawali tuhusetya on Dec 20, 2007 | Reply
Agak terlambat nih, Pak. Selamat Hari Raya Idul Adha, Pak Ersis, semoga pengorbanan Ismail AS mampu membuka mata hati bangsa ini untuk bangkit membangun solidatitas sosial di tengah-tengah perbedaan. Amiin.
***Amin. Sama-sama.
By fira on Dec 21, 2007 | Reply
Ass, oyah pak sekalian ngucapin selamat hari raya idul adha yah… puisinya bagus oi hehehe. Wassalam.
***Yoi, Mat Idul adha to.
By unai on Dec 26, 2007 | Reply
saya cinta kali dengan gaya Bapak menulis puisi..indah sangat
***Ha ha yang benar … itu kan ‘diculik’ dari komen Sampeyan Nebula Cinta, dikreasi dan jadilah he he