Tugas dan Final Tes

11 December 2007 | Ditulis oleh: EWA |

MK PKdBT:

Tugas:
Buatlah artikel opini seputar sertifikasi guru ditinjau dari kepentingan guru dalam timbangan positif-negatif. Satu copy dikirim ke blog PSP Sejarah satu copy di kirim ke media cetak. Artikel yang ’selamat’ di dua pilahan, akan berbuah nilai A pada ranah tugas. Paling lat 31 Desember bukti fisik telah diserahkan (bagi yang dimuat media cetak).  

Finas Tes:

Buatlah rancangan pembelajaran untuk SMP/SMA bermaterikan buku ajar SMP/SMA (sesuai pilihan) untuk sekali tampil sebagai guru ‘profesional’. Disain didukung TIK. Misal, memakai internet, LCD-Powerpoint, dan sebagainya.

Tugas dibuat dalam dua versi, yaitu: versi komvensional untuk keperluan administrasi sesuai kondisi obyektif kampus, dan untuk dinilai ke blog PSP Sejarah FKIP Unlam.

***Setiap pengambil tugas harus meninggalkan jejak.
***Jangan disoal atau bertanya; mencerna, mengembangkan, dan atau mengkreatifi ranah pengajaran jauh lebih baik dari bingung. Kreativitas lebih dihargai dari mencontoh ‘produk lama’.
***Selamat bertugas … e … mengerjakan tugas.
*******Salam memajukan pendidikan, memulai dari diri sendiri.

  1. 7 Responses to “Tugas dan Final Tes”

  2. By humai on Dec 11, 2007 | Reply

    Waduh ! Sepertinya saya terlalu terburu-buru ngerjain tugasnya, kalau untuk tugas final membuat renpel sudah saya muat di PSP Sejarah yang bertanggalkan kalau tak lupa pada tanggal 8 DESEMBER 2007 ini di kolom komentar.

    Untuk tugas membuat artikel tentang pendidikan , saya muat juga di PSP Sejarah bila diteliti rasanya masih jauh dari yang dimaksud dengan Sertifikasi Guru. Jadi untuk artikel akan saya buat ulang.

    ***Ya ya ya … sesuaikan saja lagi.

  3. By Anton Wiranata on Dec 11, 2007 | Reply

    PENDIDIDIKAN INSTAN DALAM UJI SERTIFIKASI

    Jika dilihat dari fenomena nyata sekarangi ini sangatlah berat tentunya bagi setiap insan manusia. Dengan berkembangnya IPTEKS di era modern ini tentulah membawa kemajuan bagi Negara, tetapi di sisi lain malah membawa kesulitan tersendiri bagi setiap orang yang ingin mendapatkan pekerjaan. Kenapa hal ini bisa terjadi ? Secara logika kita bisa berpikir, maju dan berkembangnya suatu ilmu berimplikasi kepada semakin tinggi serta meningkat pula pendidikan yang harus ditempuh untuk mendapatkan semuanya. Di samping itu selain mendapatkan ilmu yang banyak kita juga harus memiliki kecakapan, keterampilan, keahlian serta keprofesionalan untuk bisa menguasai suatu bidang dalam pekerjaanya. Setidaknya nanti akan bisa memberikan kontribusi bahwa kita memiliki suatu kemampuan dan wewenang untuk unjuk kerja dalam suatu bidang yang kita geluti selama ini.
    Itulah potret bagaimana keadaan kehidupan yang selalu diiringi perubahan jiwa zaman. Artinya bisa dikatakan sekarang ini zaman serba susah di mana kalau ingin sukses selain harus mempunyai segudang ilmu pengetahuan juga keahlian-kehlian lainnya agar berhasil dalam menjalani kehidupan ini. Dapat kita lihat pula dewasa ini tidak sedikit para sarjana yang belum mendapatkan pekerjaan, baik itu dari alumni Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Mereka harus menjadi tenaga honorer dulu selama beberapa bulan bahkan tahun untuk pengalaman khusus dan pada akhirnya nanti diangkat sebagai Pegawai Negeri di suatu instansi sesuai dengan pendidikannya.
    Tetapi di Perguruan Tinggi khususnya di UNLAM Banjarmasin malah membuka suatu pendidikan instan yang memang jejanjang pendidikannya itu berkisar antara dua sampai dua setenga tahun saja untuk mendapat gelar sarjana. Sedangkan kita ketahui misalnya saja guru, untuk mendapatkan gelar sarjana yang sebenarnya haruslah mendapatkan pendidikan selama 8 semester paling tidak atau selama 4 tahun. Hal ini sudah memenuhi syarat dalam uji sertifikasi dalam mengajar di suatu sekolah-sekolah. Artinya seorang guru itu mempunyai wewenang dan kemampuan intelektual di dalam memberikan suatu ilmu kepada peserta didik pada khususunya. Sekarang di UNLAM ada suatu pendidikan instant tadi yakni Universitas Terbuka dan Akta IV. Pendidikan disini sangat minim waktu dan penerimaan materinyapun jelas kurang di bandingkan orang yang kuliah S.1. Sudah tentu keprofesionalannya dalam mengajar juga kurang karena ilmu pendidikan yang ia dapatkan tadi instant. Pendidikan dalam profesi keguruannya minim serta strategi untuk mengajar di sekolah tidak begitu menguasai sepenuhnya. Dapat kita pahami dan simpulkan bersama dari adanya suatu sistem pendidikan seperti ini, apakah tidak membuat pembodohan terhadap dunia kependidikan sendiri ? Karena untuk uji sertifikasi sendiri seorang guru harus menyelesaikan pendidikan selama 4 tahun guna memiliki kecakapan tersendiri dalam mengajar bukannya 2 tahun. Tidak jarang pula secara realita kita ketahui, mahasiswa yang kuliah di Fakultas lain bisa masuk serta menjadi tenaga pendidik dengan masuk Akta 4. Tentunya mahasiswa seperti ini tidak begitu memahami secara mendalam tentang cara mengajar yang baik. Masalah seperti ini harusnya cepat di tangani oleh dinas pendidikan dan lembaga-lembaga pendidikan agar kontroversial di dalam kependidikan sendiri bisa di atasi dan di tanggulangi.

    ***Waduh Sampeyan gagal nih baca petunjuk …

  4. By Mega on Dec 11, 2007 | Reply

    Wah…kalo tugas ini harus yang profesinya sebagai guru dung ya..?..or free yang ikut bikin tugas..ini..? @Blon nyambung .com

  5. By febry abrar on Dec 16, 2007 | Reply

    Pa ewa..tugas midtes membuat artikel sudah saya muat di psp sejarah.terima kasih

  6. By dewi komalasari on Dec 16, 2007 | Reply

    Pa,tugas sudah saya kirim kemaren,midtes membuat artikel..makasih

  7. By unai on Dec 18, 2007 | Reply

    wah yang begini ini yang bikin murid bisa dapet banyak, ya ilmu ya teknologi :)

    ***He he ada yang teler. ADa juga dosen yang bilang, sok IT. Peduli amat, yang penting ‘mempersiapkan’ mahasiswa. Thank 4 u support.

  8. By Taufik Rozana Rahman on Dec 19, 2007 | Reply

    Ass. Wr. Wb.
    Pa Tugas yang bapak berikan sudah saya kirim sesuai petunjuk..

    ***Yoi.

Post a Comment