Saya Mohon Maaf
20 November 2007 | Ditulis oleh: EWA |Ada sobat blogger ‘protes’, saya tidak berkomentar. Mohon maaf. Terkadang komen lewat bukaan HP. Kalau di WP, gitu ngisi … langsung di publish. Kalau di blog dan kembarannya, … harus ngisi ini itu. Kasihan pulsanya.
Atau, ada cara lebih mudah? Tidak usah daftar atau ngisi ini itu? Tolong kalau ada yang punya saran solutif.









9 Responses to “Saya Mohon Maaf”
By unai on Nov 20, 2007 | Reply
Lho pak..kok saya ndak ngerti tulisa ini yah? tumben..apa karena otak saya ini emang tumpul hehe…siapa toh pak?
***Bukan Sampeyan … adalah. Wajar, saja sebenarnya. Jujur, saya ngak suka pakai ngisi segala macam kalau mau komentar. Ada pla saya mau komentar, e … karena ada portar ngisi, daftar, e .. ngak jadi. Termasuk ke blog Sampeyan. Tapi, bukan Sampeyan yang jadi pokok tulisan mohon maaf saya. OK, salam menulis.
By Kurt on Nov 20, 2007 | Reply
aku gak ngerti tekniknya, semoga yang lain bisa punya pengalaman, terutama yang sudah pakar ngeblog atau jam terbangnya hingga ke “langit ke tujuh” … heheh
***Ha ha …
By 5H4L3H on Nov 20, 2007 | Reply
Ada yang mudah untuk koment tanpa harus ngisi ini dan itu tapi menggunakan bantuan web tertentu. Misalnya Haloscan, anda bisa belajar dari blog ini…http://kolom-tutorial.blogspot.com/. terus di kategori cari tulisan kotak komentar…klik…keluarlah tulisan…bacalah…semoga bermanfaat
***<em>Pie to Mas, saya mohon dipahami, ngak punya waktu untuk yang begituan. Maunya, tulis komentar, lalu selesai. Kalau di blog (spot, drive, some), kan ngak gitu, kalau WP tulis, publish. Selesai. Jadi, jangan suruh belajar dong … ngak neyelesaian masalah. He he …</em>
By sQ on Nov 20, 2007 | Reply
Untung pake Wordpress…Pake wordpress pasti Untung (bukan Iklan
)
By Mega on Nov 21, 2007 | Reply
Waduh…engga pernah protes koq…
santai aja ..ggrr..ha ha ha ha…:-D
***Iya … MegaSan
By hanna on Nov 21, 2007 | Reply
Untung saya sudah pindah rumah ke wp. Kalau ga, ga dapat koment dari bapak deh. Bisa2 protes juga, he he he. Maklumlah teman-teman yang sharing menulis dengan bapak butuh dijengguk. Paling tidak dekat dengan bapak akan kesetrum semangatnya, he he he.
***Ha ha biza azzza nih si Neng
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Nov 22, 2007 | Reply
Koment adalah salah satu penyemangat juga lho, artinya tulisan kita direspon. Oh betapa bahgianya….
***Apalagi komen yang substansial. Kalau sekadar komen, itu namanya baramian, dan … dari komen terlihat kemampuan sesorang … kemampuan membaac teks, analisis teks, dan … muatan isi (komen). Ngak gampang sebenarnya, kecuali …. asal komen.
By ilyaZ on Nov 22, 2007 | Reply
Kalo mau ngisi tanpa susah2 ya yang punya blog nya harus merubah beberapa setingan. bahkan bisa nggak wajib diisi apa-apa. tapi biasanya tetep harus melalui ijin si empunya blog
***Yoi
By unai on Nov 22, 2007 | Reply
ohhh pantes aja blog saya di Blogspot gak ada komen Bapak heehe
***Saya mohon maaf, kurang tabah yang begituan … makanya nulis komen di shoutbox doang he he