Anggaran Pemilu kalahkan Pendidikan (?)

4 November 2007 | Ditulis oleh: EWA |

Komite Pemilihan Umum (KPU), konon membutuhkan dana untuk Pemilu 2009, Rp47,9 triliun. Kalau dijejar, dalam pecahan seribu, beberapa pulau bisa dijembatani. Apalagi kalau ditambah biaya yang dikeluarkan Pemprov, Pemkab dan Pemko, Parpol, sampai perorangan. 10 kali Pemilu 2004 (Rp3,5 trilun).

Rp47,9 triliun itu melebihi anggaran pendidikan. Kalau disetujui DPR, atau ditebar ke APBD, tinggal bertanya:  mana yang penting Pemilu dari Pendidikan?

Bagaimana menurut Sampeyan?

  1. 25 Responses to “Anggaran Pemilu kalahkan Pendidikan (?)”

  2. By Kurt on Nov 4, 2007 | Reply

    haha.. yang penting pemilu bang sebab banyak proyek di sana dan langsung dinikmati.. sementara kalau pendidikan lamaa keuntungannya, gak jelas arahnya dan macam-macam deh.. Pokonya lebih penting pemilu soale 2009 bentar lagi.. :)

    ***Ha ha satire benget

  3. By hanna on Nov 5, 2007 | Reply

    Ha ha ha ha ha. Seberapa kesadaran mereka tentang arti pentingnya pendidikan. Kalau arti pemilu mereka mengerti sampai ke akar-akarnya.

    ***Segitulah … sebesar yang merka tetapkan he he. Hidup Indonesia yang semakin lucu

  4. By unai on Nov 5, 2007 | Reply

    Sedihnya yah, pendidikan dianggap gak penting. Ya namanya jugak Endonesah, dimana mana cari lahan untuk bisa dapet ‘Obyekan’…HUH

    ***Sediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih duh sediiiiiiiiiiiiiiiiiih hatiku sediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih. Indonesia semakin lucu kan, mari kita nikmati dengan getir.

  5. By PBSID on Nov 5, 2007 | Reply

    kalau biaya pendidikan besar nanti orang Indonesia pinter2 jadi susah untuk “membodohinya”.

    ***Bagus saya suka logika satire begini …. daripada kita mengeluh, lebih baik bercanda

  6. By bagus on Nov 5, 2007 | Reply

    bingung juga mau komentar. pendidikan penting, pemilu juga penting. dua2nya tidak saya kuasai. gimana ya…

  7. By prayogo on Nov 5, 2007 | Reply

    Yang saya denger, itu tidak disetujui sama pemerintah. Pemerintah hanya menyetujui separonya, yakni 22 trilyun.

    Saya kenal salah satu anggota KPU sekarang, dan kebetulan beliau pernah menjadi direktur saya.

    Saya memanag agak pesimis dengan kinerja kpu sekarang, tetapi sebagai warga negara yang baik, saya tetap mendukung. Karena ini mudah2han kedepan demi kebaikan alam demokrasi kita.

    ***Mereka lagi mikir2 tu, diserang kiri-kanan. Tapi … solusinya ntar dialihkan ke APBD, ama aja booong. Saya kenal dan temanan , bahkan pernah bekerja sama, dengan Ketua KPU yang profesor. Kalau soal korupsi, ngak deh itu orang. Yang saya takutkan dia ‘terjebak’, ntar kalau ketemu saya bilangin deh … Masih ingat Kiai di Sarang Penyamun … mudahan lelucon Anwar Nasution ngak pas deh untuk KPU sekarang

  8. By CakBowo on Nov 5, 2007 | Reply

    Saya cuma kepikiran begini : Dari anggota KPU periode yang lalu kan ada beberapa orang yang dipenjara.
    Kalo dari KPU sekarang ada juga yang dipenjara, maka … “Apa kata dunia ?”

    ***Ya, biar lebih mantap korupnya he he. Maz, apa ngak ikut aja kita bikin Partai Menulis, gitu …

  9. By Yari NK on Nov 5, 2007 | Reply

    Ya, kalau sudah begini protespun tak ada gunanya. Saya hanya bisa mengelus dada saja seperti orang bodoh, dan hanya bisa berharap mudah2an pemilu yang menghabiskan dana besar itu, dapat memilih sebuah pemerintahan yang akan memperbesar anggaran pendidikan sehingga nanti anggaran pendidikan bisa lebih besar daripada anggaran pemilu yang akan datang! (seperti biasa dan cliché, kemungkinan harapan itu cuma harapan kosong!)

    ***Amin. Jangan-jangan ngak dikabulkan juga he he

  10. By Ahmad Nur Irsan Finazli on Nov 5, 2007 | Reply

    Anggaran Pemilu tahun 2009 maximal Rp20 triliun.

    Pendidikan sangat penting, tapi pemilu juga penting.
    ini menurut saya..

    ***Sama-sama penting, tetapi … yang lebih penting pendidikan yang selalu dianggap penting tetapi tidak dipentingkan karena banyak orang yang berkepentingan ketika pendidikan dianggap penting namun pentingnya pendidikan belum pernah menjadi hal terpenting di negara yang mememrningkan pendidikan yang begitu penting

  11. By Ahmad Nur Irsan Finazli on Nov 5, 2007 | Reply

    So, saya sepakat jika dana pendidikan dinaikkan. Semoga DPR menyetujuinya. Amin

    ***DPR pasti ngak mendukung … harpa maklumlah kelakukan oAnggota Dewan he he

  12. By mathematicse on Nov 5, 2007 | Reply

    Lucu juga ya. Katanya selama ini kita kekurangan dana untuk pendidikan, yang akibatnya anggaran pendidikan kita belum pernah mencapai 20% (bener ga ya?).

    Tapi, buat pemilu kok dana-nya (saya yakin akan) mudah tersedia ya? (Bahkan mungkin lebih buanyak lagi. Yang dilaporkan cuma “segitu” padahal yang lenyap entah ke mana dari anggaran negara adalah “segono”… hohoho… :mrgreen:)

    ***Lucu yang tidak lucu, kali aja

  13. By mathematicse on Nov 5, 2007 | Reply

    Lucu bin ajaib deh negeri kita ini. Untuk kepentingan sesaat kita buang dana besar-besaran. Tapi buat kepentingan jangka panjang, dana yang disediakan cuma “tetesan” saja.

    KEnapa ya negeri kita lebih mementingkan kepentingan sesaat? Atau karena sesuatu yang “sesaat” itu terasa nikmat? :D

    ***Salah kita. Kita memilih orang-orang lucu, wajar berpikir dan bekerja mereka lucu, dan jadlah negara ini negara lucu-lucuan, yang tidak aneh bin ajaib, dalam kelucuan.

  14. By febry on Nov 6, 2007 | Reply

    wow..kalau menurut saya anggaran pendidikan lebih penting… Anggaran pemilu hanya buat milih wakil rakyat doank..milih aja kok butuh uang banyak…lebih baik bagi pendidikan lebih bermanfaat bagi generasi penerus bangsa.

    ***Sepakat … Solanya, mereka yang mentutukan itu yang ngak sepakat he … he … Jadi, ke depan hatihatilah kalau memilih.

  15. By sawali tuhusetya on Nov 7, 2007 | Reply

    Payah, ya, pak Ersis, kalau penguasa nggak memiliki kepekaan terhadap dunia pendidikan. Pendidikan yang seharusnya didanai dengan anggaran yang cukup, ternyata malah lebih banyak dialokasikan ke masalah2 politik. Takut dengan para wakil rakyat kalai, ya, Pak, hehehehe :D

    ***Ya itulah, kita selalu memilih orang yang salah. Ucapan menbangun pendidikan, tindakan mengencingi pendidikan. Masalahnya, lalu sispa yang akan kita pilih? Wong rata-rata mindsetnya gitu sih. Kacien Indonesia. Tu, Malaysia … Soyuz 10 aja dibeli sekalian gara-gara astronutnya ke stasiun angkasa pakai itu kendaraan. Jauh deh kita dari M … (?) sia.

  16. By SQ on Nov 7, 2007 | Reply

    Mungkin perlu dibikin KPU 2 pak ? (Komite Pendidikan Indonesia), jadi bisa dites. Kalau minta dana yang sedemikian besar atau 2 x lipatnya, banyak yang protes nggak?

    ***Ide yang bagus. Pantas diwacanakan euy

  17. By Ahmad Nur Irsan FInazli on Nov 8, 2007 | Reply

    Siip..memang kita kedepannya kudu hati2 dalam memilih wakil rakyat. Sepakat, mas.

  18. By Mega on Nov 8, 2007 | Reply

    Peduli PEMILU lach orng zaman sekarang,,kuno kalo milih pendidikan duluan mah,kan kl PEMILU bisa berpesta2 ria,sorak sana sini,dpt mkn minum dan olah vokal sekalian,,sambil olah raga juga….puas..puas..? kt si TUKUL lhoo..:P

  19. By kangguru on Nov 9, 2007 | Reply

    Nanti kalau rakyatnya sudah pinter semua kan ngak perlu ada yang mewakili :mrgreen; jadi ya rakyat harus terus dibuat susah ingat gampang lupa pak

    ***Makanya, … pokok pertama yang jangan dibuat pintar dan bisa memintarkan, adalah … guru. Kalau guru ‘bergerak’, kita bisa maju. 2,7 juta Pak. Saya guru, dosen, dibuat agar tidak bergerak. Saya ngak mau, bergerak dikit-dikit aja he he

  20. By meiy on Nov 9, 2007 | Reply

    penting pemilu dong pak, kan nanti para penjahat, eh pejabat yg dipilih bakalan mikirin rakyat, pendidikan? keciiil itu hehehe

    *sambil mimpi pendidikan bisa maju, ada pemimpin yg bener* mungkinkah?

  21. By nufus on Nov 13, 2007 | Reply

    yah, memang disengaja bikin anggaran gede. kalau terlalu kecil mah, g bisa dikorupsi atuh.
    pantas saja anggota KPU kemarin banyak yang masuk penjara. ternyata mereka banyak yang tidak ber”pendidikan”.
    memang, bangsa kita lebih suka berpesta, berfoya-foya daripada memperbaiki sesuatu yang sudah rusak. pendidikan kita sudah ambruk, kalah jauh sama malaysia yang dulu pernah meminta kita menjadi pengajarnya.

    ***Penjara … tempat yang pas kali tu

  22. By witono on Nov 15, 2007 | Reply

    indonesia adalah negara demokrasi dan salah satu ciri demokrasi adalah pemilu. indonesia punya cita2 luhur yang termaktup di pembukaan UUD 45 yaitu salah satunya mencerdaskan pendidikan bangsa. tapi ini kayaknya tak akan pernah terpenuhi sebab para elite golongan tua masih memikirkan perut boro2 mikirin bangsa.

    SAATNYA KAUM MUDA MEMIMPIN

    ***Yoha … apa karena yang muda ngak berani ya?

  23. By Syam al Ideris on Nov 25, 2007 | Reply

    Salah kita sendiri!
    Yang mensyahkan anggaran pemilu kan anggota DPR. Yang memilih anggta DPR (yang hebat-hebat itu) kan kita sendiri. Jadi.. kalau memilih anggota DPR liat-liat dong. Pendidikan sang calon anggota dewan apa, cara berpikirnya seperti apa, korup nggak orangnya, dll.
    Jangan membeli kucing dalam karung. Salah kita sendiri, cukup diberi kaos, di sumbang mesjidnya, di hibur dengan artis saat kampanye, sudah jatuh hati memilih sang anggota dewan.
    Sekarang kelihatan kan belang mereka. Lebih mementingkan PEMILU daripada memajukan pendidikan.

    ***Apalagi kalau beli karung dalam kucing, lebih gawat tu.

  24. By refi on Dec 7, 2007 | Reply

    wah, g betul itu
    apa anggaran untuk wibawa pemerintah lebih penting daripada anggaran pendidikan? katanya ingin memberikan keadilan pada masyarakat, tapi kenapa semua itu hanya suatu alasan belaka. Sekarang apakah pendidikan yang sebegitu pentingnya menjadi tidak dipandang kalau sudah menyangkut masalah wibawa pemerintah? Kalau memang pemilu mengeluarkan anggaran seperti yang disebutkan diatas, sebaiknya harus ada balance antara kepentingan pemerintah dengan kepentingan untuk masyarakat umum. Perencanaan seharusnya benar-benar diperhatikan, agar nantinya tiak menjadi polemik dengan masyarakat. Ingat! pemerintah seharusnya melayani masyarakat!!!

    ***Perkembangan tearkhir DPR akan me-OK seperempatnya, dan di lempar ke Pemprov, Pemkab, dan Pemko. Sama aja booong, blum lagi ditambah dana pihak lain. Yah, mereka lebih berkepentingan kog.

  25. By rleena_aqusuka on Dec 14, 2007 | Reply

    PEMILU????
    aku rasa pemilu perlu untuk kemajuan demokrasi indonesia.
    tapi masalahnya…apakah anggaran pemilu hrs sgitu gedenya???
    apakah pemilu hrs berpesta pora???
    yang perlu dipecahkan adalah bagaimana mnekan anggaran pemilu seminimal mungkin. OK…HIDUP INDONESIAq TERCINTA!!!!
    Mari kita sambut bersama pemilu 2009

    ***Ya begitulah. Kalau ngak di APBN, ntar merka over ke APBD. Podo wae.

  26. By heri yuwandi on May 5, 2008 | Reply

    Anggaran untuk pengelola data nomor induk siswa nasional dan nomor pokok sekolah nasional pun akhirnya dipangkas. Kerja bakti lagi sekarang. Capeeee deeeeeeh… ^_^

    ***Capek … capek, republik capek deh he he

Post a Comment