Di Meja Rindu
30 October 2007 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Menumpang segengam kabut, malam ini
kukurim pesan bilik jiwa
angan yang terkurung di balik ilalang
rindu, serindu-rindu rindu
Jarak bukanlah persimpangan ujung waktu
para pencari berkirim
lubuk jiwa kuala rasa danau harap telaga maaf
di meja rindu sudut bumi menjadi taman hati
Hadirku adalah ada mu
Banjarbaru, 30 Oktober 2007










10 Responses to “Di Meja Rindu”
By unai on Oct 30, 2007 | Reply
ciyehhh..mau kasih rasa yang beda nih pak?
***Hae he … bentuk lain penampilan tulisan, kalau berupa artikel 6 halaman tu
By Mega on Oct 30, 2007 | Reply
duileee..puisenyee..muantaaaffff…
tambuah ciek lai da..
***Tambuah …
By prayogo on Oct 30, 2007 | Reply
Memang sekali-sekali perlu juga bermain dengan puisi. Memang harus di sadari, puisi kadang membuat hati tersentuh dengan rangkaian kata2nya. Seperti puisi ini, walau sedikit, namun mengena.
Ternyata bapak yang satu ini memang bisa segalanya…..
Sukses selalu Pak..
Salam dari Jakarta
***Yoi … sama mudahnya dengan nulis artikel kali ya
By hanna on Oct 30, 2007 | Reply
Mata liar menatap sudut meja
Sebuah dunia kecil terlipat di atas sana
Ku buka dan ku baca
Sebuah syair nan indah
Tertulis juga di sana
Kisah pejuang meraih cita
Harapannya sederhana
Menarikan jemari berirama kata
Rindunya ada di sudut meja
Hadirnya untuk kita semua
**Wow … kalau keterusan bisa jadi parade puisi bo
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Oct 31, 2007 | Reply
Kayaknya Komunitas EWA perlu juga tuh dimotivasi nulis puisi…
biar puisi balas puisi.
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Oct 31, 2007 | Reply
Assalamu’alaikum, pak EWA.
Semoga komen dari kami bisa mengobati kerinduan kata-kata nan menggerakkan hati sebagai penyemangat dalam menulis.
By windede on Nov 1, 2007 | Reply
rindu lawan siapa boss? pina dalam banar neh. romantisisme memang kadang meletup tiada terduga hihihi…
***Ha ha tebak manggis dong
By Ani on Nov 1, 2007 | Reply
Mas Ersis piawai berpuisi juga ternyata ?
***Yah begitulah, Antologi Surat Buat kekasih, konon banyak bikin pembacanga menangis, merenung, dan semakin meyakini dan kepincut Asmaul Husna he he .
By mathematicse on Nov 5, 2007 | Reply
Kutatap meja
Terus saja kutatap
Ada apa gerangan
Ooooo
Ada puisi EWA di meja-ku (sambil lihat laptop buka-buka webersis).
Huahahaha…
***Raja puisi juga Akang nich ye
By Mega on Nov 8, 2007 | Reply
aku Rindu kampung..
meja ga bisa mengobati akan rinduku ma kampung
kalo rindu meja saat rindu ntuk berchatting ria aja..
hehehe