Buku Hidup Nyaman: Ikhlas dan Sabar
21 September 2007 | Ditulis oleh: EWA |BAB I IKHLAS
Modal Batin Hadiah Jiwa
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Ya Ar-Rahman Ya Arrahim
Dudukku dalam hampa pangkuan
telusri jurang-jurang makna menggapai harap
di bawah lindungan anugerah suci
hampa penuhi lembah bathin
pemberianMU
Lengkapi angka-angka dalam huruf
memantik lincah jemari menuai hikmah asmaMu
wahai Yang Terkasih Yang Pengasih
Kenapa lama layang tanya membatu di ujung senja
merayap menggapai gelombang aroma qudus
titipan ketika roh ditiupan menghidupkan mati
menuju kematian kehidupan abadi di rumahMU
aku yang tertegun di buaian seruMU
Kini kusambar sekeping makna
dalam doa dalam dalam asa dalam harap
apa-apa yang memula dari sinarMU
apa-apa yang ada dari kehendakMU
limpahkan budakMu yang mencari rumah rahmadMu
Ikhlas
Catatan Penghantar:
Membaca buku-buku Rasullah sekitar seratus judul akhirnya membuahkan: menyelesaiakan buku Hidup Nyaman: Ikhlas dan Sabar. Beberapa artikel telah dibuat dan diedit, sudah pula ditayangkan, kini ditambah lengkapi. Karena disainnya per empat haaman pada buku, setidaknya membutuhkan 4o artikel. Insyah Allah selesai selama Ramadhan. Apalagi, kalau ada masukan ide dari para kolega blogger. Trim badahulu.
Banjarbaru, 21 September 2007









6 Responses to “Buku Hidup Nyaman: Ikhlas dan Sabar”
By humaidi on Sep 21, 2007 | Reply
Setelah di amati secara seksama saya nemu katagory buat MK kurikulum ,jadi sy bahas gak apakan ..semuanya/ kita-kita memang sepatutnya ikhlas dan sabar tapi kebanyakan manusia ..Saya diantaranya kadang berbuat riya dan sifat jelek sesamanya yang di larang agama.maaf iam must be quickly cause the rental internet will be going to close!!!benar gak, ya(-_-)
***?
By fira on Sep 22, 2007 | Reply
Assalamualaikum, bapak saya hadir lagi nih abis baca puisi diatas menggugah hati yang teramat dalam pak.Ikhlas dan sabar adalah kunci menuju Yang Kuasa.Amin Wasalam.
***Puisi adalah isi jiwa yang tidak perlu dipikirkan, apabila ditulis mengalir begitu saja, cus … cus … cus. Bila dipikirkan menjadi bias, lho, dan … mengada-ada terkadng. Jadinya, sulit bikin puisi. Puisi adalah helaan nafas.
By M. agustiannur on Sep 22, 2007 | Reply
kapan pak mahasiswanya dibagikan buku bapak? he….
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Sep 26, 2007 | Reply
Sabar dan ikhlash itu tetap harus diraih, meraihnya pun tidak mudah, tapi seandainya sudah ada kesabaran dan keikhlasan dlm diri kita, maka jagalah dan rawatlah ia wahai saudaraku.
Salam dari saya Ahmad Nur Irsan Finazli.
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Sep 26, 2007 | Reply
Saya berharap bukunya segera terbit dan bisa memantik energi keikhlashan bagi para pembacanya, semoga.
By meiy on Oct 2, 2007 | Reply
smoga lancar menulisnya pak. Saya tak pintar soal ikhlas dan sabar, tapi terus berusaha, sepertinya itu kunci kebahagiaan kita ya pak.