Kuliah di Bulan Ramadhan
18 September 2007 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
BOS, tadi ngajarnya keren banget. Kalau bisa setiap mata kuliah EWA ngajarnya seperti itu. Selain mendapatkan pengetahuan akademik mahasiswa juga mendapatkan pengetahuan imformatika.
Sukses selalu.
Someone in Somewhere
Yup, Selasa 18 September 2007. Empat puluhan mahasiswa tidak mendengar dosen berdendang tentang teori. Tetapi, ya tetapi, langsung praktik. Tidak ada teori-teorian. Sebenarnya ini bukan pertama kali sebab tahun lalu sudah dirintis. Hanya, ada yang beda. Apa itu?
Minggu lalu, pada kuliah perdana mahasiswa saya beri pemahaman, belajar itu soal mudah, sangat mudah. Semua orang (mahasiswa) pintar. Betapa tidak, telah dihadiah batok kepala berisi satu milyar sel saraf (neuron) oleh Allah SWT. Setiap neuron (aktif) bisa berkoneksi 20.000,00. Jadi, jangan bentuk lagi self-image bodoh. Semua kita pada hekekatnya born to be a genius.
Begitulah. Lewat diskusi semua orang dalam seminggu harus membuat proposal penelitian (skripsi). Syaratnya ‘antik’, tidak boleh melihat proposal dan skripsi siapa pun. Tidak boleh bertanya. Seorang mahasiswa mendebat: Ah Om Dosen ini. Lalu, bagaimana kami mengerjakannya?
“Kerjakan seperti yang Sampeyan pahami. Nanti diperiksa lalu kita diskusikan untuk diperbaiki. Semakin jelek Sampeyan buat semakin bagus. Sebab, dari yang jelek tersebut menjadi bagus toh nanti. Kami sebagai dosen bangga ‘membisakan’, Sampeyan bangga dengan diri sendiri. Yang penting pada akhir kuliah hasilnya bagus. Tapi, itu belum seberapa. Ngapain belajar mematok harga terbagus kalau sudah belajar baru malu kalau karyanya jelek. Itu baru mahasiswa Jack.
Perkuliahan, dalam arti tugas, tidak lagi berbasis di ruang kuliah. Lalu? Sejak tahun lalu tugas-tugas dan pengumuman memakai jasa internet. Surat-surat elektornik menjadi membosankan he … he … Saya tidak mau anak didik saya menjadi gagap teknologi setelah menyandang gelar Sarjana Penuh Derita (SPd.). Harus melek IT.
Masa percobaan tahun lalu bermuatan masalah dimana ada mahasiswa tidak terlalu paham media IT. Web misalnya. Jangankan mahasiswa, dosen masih ada yang tidak bisa membedakan antara e-mail dengan web. Apa itu homepage, situs, sampai portal. Wah kalau guru gagap teknologi ngak bisa dibayangkanlah. Nanti jadi guru pemarah karena pengetahuan muridnya lebih yahud.
Ya, tadi sore itu saya pinjam ruang multi media Jurusan Bahasa FKIP Unlam. Hebatnya di FKIP Unlam setiap jurusan punya laboratorium dan pustaka yang seadanya he … he … Beberapa kawan punya ide menggabungkan hingga menjadi ruang multi media sesungguhnya, tapi nampaknya ego sektoral masih berkibar-kibar, pingin sendiri-sendiri, dan kecil-kecil. Di kampus, soal IT saya golongan masih jahiliyah.
Di ruangan itu kami menyebar virus IT. Kepada Dekan yang baru terpilih kami yakini, berlangganan internet itu penting. Saya dan Daud Pamungkas menggaransi bukan akan jadi barang percuma. Maulah Pak Dekan membayarkan langganan speedy unlimited. Horeeee (Unlam, kampus kami termasuk PT yang belum punya layanan internet bebas hambatan, he … he …).
Ceritanya sebenarnya lebih seru lagi. Libido punya internet sudah lama, e … pihak birokrat kampus punya segudang alasan. Nah, beberapa kawan beriuran berlangganan speedy, dan … akhirnya kami dapat kapasitas yang diharapkan. Untunglah mahasiswa.
Dus, saya mewajibkan setiap mahsiswa bukan punya e-mail, tetapi website. Pada kuliah pertama saya tantang, siapa yang mau saya buatkan asal memohon lewat e-mail, e… berebutan. Akhirnya, ya itu tadi, kuliah berbasis internet dan sekaligus sharing membuat dan mengelola website. Ternyata, birahi mahasiswa memuncak. Selepas sholat tarawih seopuluhan orang berkirim surat elektornik minta dilihati webnya. Yoi, tugas-tugas dibaca di web mereka.
Disamping itu yakin, di panasnya Banjarmasin, belajar di ruangan ber-AC menyenangkan. Dulu, karena hanya diskusi darat, banyak teman-teman memilih taman kampus. Kalau saya, terkadang di rumah makan, di ruang kerja, atau di dunia maya.
Saya orang yang sangat yakin mahasiwa-mahasiswa pada hakekatnya bukan orang bodoh, tapi korban ‘pembodohan’. Makanya selalu disuntik, kalau kalian nantinya ‘sehebat’ Ersis, berarti saya dosen yang gagal. Kalian harus lebih hebat dari Ersis. Kalau segoblok Ersis saja, kapan akan maju negara ini. Murid wajib lebih pintar dari guru.
Dus, metode kuliah beralih dari metode ampuh dosen —ceramah— ke pembelajaran diri dalam praktik. Saya jadi ketawa geli ketika ada mahasiswa gemetaran tangannya memainkan mouse di keyboard komputer. Peluhnya meleleh diledek habis-habisan. Syukur malu. Pertanda masih punya urat malu.
Oh ya, mahasiswa tentu sudah hapal gaya saya. Saya memberi solusi masalah mereka, dan nanti mereka akan bilang: “Pak, punya (web) saya lebih bagus dari punya bapak”. Biar saja, anak saya yang SMP saja lebih berani utak-atik internet.
Sebenarnya ada hal lain yang saya proklamasikan, bulan Ramadhan bukanlah bulan bermalas-malas. Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita harus berkarya lebih banyak, lebih cepat, lebih bagus, dan lebih bermakna.
Ada bukti lho. Di ranah lokal mahasiswa-mahasiswa sangat fasil menulis di media. Beberapa orang telah menulis buku. Seorang redaktur berbisik: “Duh ini mahasiswa Sampeyan aja nih yang mengirim artikel opini”. Saya jawab dengan senyum terima kasih.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Banjarbaru, 18 September 2007.









37 Responses to “Kuliah di Bulan Ramadhan”
By ogi fajar nuzuli on Sep 19, 2007 | Reply
Setuju….setuju sekali mahasiswa harus diberi pengetahuan tentang IT praktis, menurut saya minimal ada mata kuliah yang wajib diambil mahasiswa tentang IT praktis ini.
Mungkin generasi kita sudah agak telat dengan perkebangan pengetahuan IT, namun telat jangan diartikan tidak sama sekali dan birokrat termasuk dosen harus pula memulai akrab dengan IT.
Pada saat Diklat ini yang paham dan menggunakan IT prosentasinya kecil sekali… padahal sinyal WiFi nya di lingkup kamus Diklat, 1×24 jam dan gratis lagi. Padahal teman-teman rata-rata bawa Note book yang bisa menangkap sinyal WiFi sayang sekalikan…..
Beruntung saya dianugerahi teman-teman yang menggemari IT praktis… sehingga saya jadi ketularan… dan kepada pa Ersis saya dukung kebijakan sampeyan untuk memasyarakatkan IT praktis…selamat berjuang.
***Makasih dangsanak, boleh disontek ya jadi ide
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Sep 19, 2007 | Reply
Yah, sepakat. saya memang harus bisa IT, sehingga tidak gaptek.
Salut buat EWA..menyadarkan kita semua termasuk saya.
***Sepakat dalam bernuat ye, menulis
By mathematicse on Sep 19, 2007 | Reply
Wah keren Pak. Terobosan yang patut dicontoh…
Saya tertarik dengan kutipan kalimat berikut:
“Saya orang yang sangat yakin mahasiwa-mahasiswa pada hakekatnya bukan orang bodoh, tapi korban ‘pembodohan’. Makanya selalu disuntik, kalau kalian nantinya ‘sehebat’ Ersis, berarti saya dosen yang gagal. Kalian harus lebih hebat dari Ersis. Kalau segoblok Ersis saja, kapan akan maju negara ini. Murid wajib lebih pintar dari guru.”
Sangat jarang orang yang berperilaku seperti ini. Kebanyakan dosen itu membangga-banggakan diri, menganggap dirinya lebih segalanya daripada mahasiswanya. Jarang orang yang mendorong orang lain untuk maju…
Saya, sebagai “anak” kemarin sore perlu meneladani nih….
Betul, bulan puasa harus lebih bergairah dalam berkarya.
Thank you, Pak.
***Umur, jabatan, pengalaman, status sosial adalah indikator kuno he he he … lintas bebasnya adalah apa yang dilakukan (karya). Jadi, yakin saja ‘anak meraen sore’ lebih bagus. Orang-orang tua yang harus dikasihani, ketinggalan sepur. Kalau merasa kalah dengan orang berjanggut … ih perlu pertebal mentalitas. Saya pegang anak-anak muda dari orang tua.
By windede on Sep 19, 2007 | Reply
hmm… senang sekali, sahabatku ini semakin IT minded saja hehehe… :p tapi, kalo pian tak kunjung melewati “kehebatan” sang guru IT, jangan bilang guru IT-nya gagal dong ya hahaha…
***Authomatecly
By hanna on Sep 19, 2007 | Reply
WOWW !! bapak mang serba bisa ya.Hebat !! , salut !! dan saya kagum. Moga aja saya bisa mengikuti jejak bapak. Guru tanpa tanda jasa. Hadiah terindah dari EWA ialah membuat saya berani menulis, menulis dan terusss menulis.Saya sudah tak peduli lagi apakah di baca atau tidak.Pokoknya tulis, tulis , dan tulis.Tulis apa saja.Cerpen, sajak, opini atau artikel lainnya.Pokoknya apa yang di rasakan, di pikirkan, di lihat dan di dengar bisa di tulis semua. Makasih ya , sudah ngajari saya banyak hal.
***Amiiiiiiiiiiiiin
By sawali tuhusetya on Sep 19, 2007 | Reply
Sebuah pendekatan perkualiahan yang OK punya, Pak. Coba kalau ada seratus dosen saja seperti Pak ERSIS mungkin akan muncul neo-Ersis yang lebih hebat dari dosennya, hahahaha.
Saya setuju, mahasiswa telah memiliki talenta kecerdasan yang dibawa sejak lahir. Cuma ya itu tadi, mereka justru sering jadi “bodoh” setelah masuk ke PT dengan gaya perkuliahan yang salah urus.
Saya nggak memuji Pak Ersis lho, sebab pujian adalah teror, hehehe
***He he he saya pendukung devisa bebas … jadi teor kalau dimakani positif, justru memotivasi lah yaw.
By Suci on Sep 20, 2007 | Reply
Saya jadi malu…sudah punya blog sendiri tapi sering lama ga di update…
Saya setuju bagian “mahasiswa hakekatnya bukan orang bodoh”
By fira on Sep 20, 2007 | Reply
Assalamualaikum,salut tuk bapak…kalau ada dua ersis pasti yang satunya palsu tuh…he3 coz ersis still ersis dan selalu membawa sesuatu yang terbaru terhangat termotivasi dan ter seterusnya Insya Allah amin ya pak saya juga tak bisa melupakan bapak kalau dilintasi rasa malas atau apalah pas ingat nama ersis aja wah jadi semangat banget…he3 sip pak terimakasih ya…Wassalam.
By Dp on Sep 21, 2007 | Reply
hi3. betul tu kata mas wien gimana mungkin bisa menyalip sang guru, wong gurux juga terus mengeksplor kretaivitas. tp lho mas, kan gak ada salahnya memulai memanfaatkan it tuk pembelajaran meski it sendiri dah hadir sejak lama, ya gak?
By agus on Sep 21, 2007 | Reply
memang metode yang digunakan didalam perkuliahan di FKIP Unlam berada pada zaman batu, baik itu dosen atau mahasiswanya…
coba bayangkan, bulan puasa masih mendengarkan ceramah dosen, apa tidak ngantuk mahasiswa?!!
belum lagi panasnya kuliah didalam ruangan yang hanya ada satu kipas angin dengan jumlah mahasiswa lebih dari 40an orang…
mengenai informatika (IT) bukannya sombong tapi kita patut bangga pada FKIP Unlam yang berani menyediakan beberapa buah komputer yang ada dilingkungan kampus untuk sekedar diliat tanpa bisa digunakan mahasiswanya, coba aja jalan ke fakultas Unlam yang lain, pasti tidak ada komputer yang dijadikan pajangan dikampus…
Tapi mungkin semua itu adalah bentuk pendidikan yang didapat mahasiswanya yang nantinya setelah lulus dan menjadi guru agar terbiasa dengan keadaan yang penuh derita…
Terima kasih!!!
***Yap, jangan mengeluh, lakukan sesuatu. Mengeluh itu Fir’aun, kalau megeluh terus kapan majunya. Orang cerdas adalah orang yang menghasilkan banyak hal dalam keterbatasan. Contoh” Nabi Muhammad SAW. Fir’aun lain lag, ngeluh, ngeluh, dan …loba. Itulah dirinya sesungguhnya.
By humaidi on Sep 21, 2007 | Reply
Assalamu alaikum.Barusan saya ngetik komentar di bagian sebelum ini.Eh, karena bingung Ya.. saya putusin baca dulu, apalah..yang penting baca.To the point!Kalau dipikir oleh saya yang rada “katro” soal komputerisasi..kepengen juga seperti lainnya untuk bisa ngeoprasiin sistem di dalamnya,ya.. seperti corel draw atau photoshop, he-he jauh dari maksud menulis,ya!?..But..kalau menyoalkan penguasaan HT/IT saya dukung,kok
Tapi jujur kalau diajarin soal sistem yang saya singgung tadi, oke juga,tuh..tapi web–pun tak apa,soalnya sama-sama keren buat saya,sih..semoga saya kuatmenghadapi cara pembelajaran dari anda.HA-HA-HA( uh…sudah berlebihan,ya?…(^-^) )
By dwi on Sep 22, 2007 | Reply
di FKIP tercinta tercinta (kesannya aja,he..he..)ada salah satu visi yang dicanangkan oleh fakultas bagi mahasiswanya. yaitu..(intinya aja ya) memberikan pengetahuan dan keterampilan teknologi bagi mahasiswanya..katanya supaya kalo lulus nanti, para calon pendidik ini ga gaptek. tapi nyatanya visi itu tidak pernah berjalan sesuai yang di inginkan (mahasiswanya gitu lo..) buktinya tiap hari kami kuliah dengan metode ceramah..apalagi saat bulan ramadhan, yang di mana kebanyakan mahasiswa sering terkantuk-kantuk saat dengar dosen ceramah..jarang banget kami dapat kesempatan menggunakan OHP saat kuliah..saya pernah mendengar seorang dosen berbicara dalam perkuliahannya,”saudara-saudari minggu depan kita kuliah menggunakan OHP, terutama cara menghidupkannya”,coba bayangin kami-kami yang udah hampir lumutan hidup di kampus tercinta, baru diajarin ngidupin OHP. padahal diluar sana teknologi terus berkembang. malahan HP mahasiswa aja ada yang lebih canggih dari sekedar OHP yang belinya ga tahu tahun berapa, apalagi pake laptop. padahal dengar-dengar (cei..tukang nguping) FKIP punya berjuta-juta duit yang bisa digunakan buat membiayai mahasiswanya buat belajar teknologi..lalu terbang kemanakah uang-uang itu (hik..hik..) sedih deh. apakah akan seperti ini terus hidup saya dan teman-teman yang lain di kampus tercinta sampai kami lulus..tanya kenapa???
By BAHRUDDIN on Sep 22, 2007 | Reply
Dari judul:KULIAH DI BULAN RAMADHAN,Setelah saya baca,betapa enaknya proses belajar pada waktu itu.Kuliah di ruang berAC,pasilitas menunjang.Tapi yang menjadi pertanyaan dalam kepala saya,Apakah proses belajar seperti ini hanya berlangsug pada bulan ramadhan saja?.sesuai dengan judul.besar harapan saya tidak demikian.Tapi kalau melihat keadaan di FKIP,yang memiliki ruangan,pasilitas lengkap hanya prodi tertentu dan atas nama prodi tertentu pula ,contoh RUANG MULTI MEDIA MILIK PSBSD.Kesannya FKIP hanya milik PRODI TERTENTU,sedangkan prodi lain apa adanya saja.Yang menjadi pertanyaan berikutnya.Apakah dengan kondisi demikian proses belajar seperti hal di atas dapat berlang permanen????………
By Santy on Sep 22, 2007 | Reply
Sebagai seorang Mahasiswa, menguasai Teknologi itu It’s a must. karena sekarang sudah zamannya teknologi. anak SD aja banyak yang gape sama teknologi, so Mahasiswa ga boleh kalah dong. dengan menguasai teknologi, tentu banyak keuntungan yang bisa kita dapat, salah satunya adalah pengetahuan kita akan semakin luas, misal dengan membuka Internet kita bisa mengetahui Informasi yang terjadi di seluruh dunia, jadi pengetahuan kita makin luas dan mengglobal. menguasai Informatika itu very very Important dan ga ada ruginya, justru banyak keuntungan yang didapat dan kita tidak akan ketinggalan zaman/old fashion.nah di bulan ramadhan ini, ada baiknya kita menambah kapasitas diri kita dengan lebih menguasai Iptek yang tentunya akan membuat diri kita menjadi lebih pintar dan lebih melek teknologi.
By Taufik Rozana Rahman on Sep 22, 2007 | Reply
Assalamualaikum wr. wb.
menurut saya pengetahuan IT sangat diperlukan di zaman globalisasi saat ini. Kenapa? karena di zaman ini semuanya berjalan dengan cepatnya. bahkan informasi di ujung dunia saja dapat sampai dengan cepatnya di tempat kita dalam hitungan detik.
dan tentu hal itu bisa terjadi karena peranan media informasi yang sangat canggih.
begitu juga dengan kita sebagai seorang mahasiswa wajib mengetahui apa itu IT minimal bisa browser internet dan e-mail. hal ini tentu sangat membantu jika kita sudah pada dunia kerja nantinya.
sebagai seorang guru juga harus mengetahui dunia IT. saya sangat terkesan dengan sekolah saya dulu yaitu SMP Negeri 1 Banjarbaru dan SMA Negeri 1 Banjarbaru. di sana saya lihat sudah ada Laboratorium IT sendiri sehingga dapat ditebak bahwa siswa-siswanya otomatis menguasai bidang IT ini. untuk itu sebagai calon guru nantinya juga harus menguasai IT ini. kalau sampai kita tidak bisa menggunakannya maka niscaya akan malu di hadapan siswa-siswa kita nantinya.
sekian komentar dari saya
Wassalamualaikum wr.wb.
By Muhammad Hidayat on Sep 22, 2007 | Reply
Menarik juga sih kalau dalam perkuliahan pakai internet, jadi kita bisa disebut orang yang punya ilmu, ya biar dikatain ga ketinggalan zaman, soalnya kita sekarang hidup di zaman modern en super canggih.
boleh-boleh aja sih kita kuliah memakai teknologi, tapi kita jangan lupa juga untuk “back to natural”, ada kalanya teknologi itu tidak bisa dipakai, so buat jaga-jaga kalau-kalau teknologi itu tidak bisa dipakai kita bisa menggunakan cara lama yang gue sebut “back to natural” tadi, tapi dalam melaksanakannya kita juga harus meliat kondisinya juga sih, hehe
pada akhirnya kita harus menyesuaikan juga dengan jiwa zaman, dimana kita harus lebih mengutamakan teknologi coz kita bukan di zaman batu tetapi kita berada di zaman moder, kira-kira begitu lah
By Erina Marsiana on Sep 22, 2007 | Reply
ASSLAMUA’ALAIKUM,,
Memang sekarang ini penguasaan teknologi sangat diperlukan, karena kemampuan seseorang tidak lagi dapat dinilai dari kemampuan Intelektualnya saja melainkan skill terhadap teknologi itu sendiri yang harus dikembangkan. terlebih-lebih saya sebagai calon pendidik yang akan terjun langsung di dalam kegiatan proses belajar mengajar memerlukan keterampilan yang lebih dalam membuat strategi mengajar yang disesuiakan dengan perkembangan teknologi dan informasi yang berdaya saing di dalam perspektif globalisasi, agar nantinya siswa tidak “GAPTEK” (GAGAP TEKNOLOGI). Jadi kalo guru nya Gaptek otomatis ditertawa-in anak didiknya donk,,Hhee…
Saya sangat mendukung sekali penggunaan teknologi yang menunjang eksistensi di dalam kegiatan belajar mengajar saat ini…
Wasalamu’alaikum..
By Septha Yudha Herliandita on Sep 22, 2007 | Reply
IT di kampus FKIP UnLAm????????? Mimpi kali yeeee,,,,,,,
Hanya Prodi prodi tertentu saja yang mempunyai fasilitas tersebut,, kita sebagai antek - antek sejarah cuma bisa ngimpi punya internet gratis di kampus. Wong kesannya kampus FKIP ntu kampusnya orang - orang Katro’ (dalam masalah IT), buktinya komputer yang di sediakan di setiap sudut - sudut kampus cuma sebagai pemanis belaka yang fungsinya wallahualam?????????,, n sekarang kaga jelas dimana rimbanya,, Hehe,,, Padahal sebenarnya Seluruh Mahasiswa di seantero pelosok FKIP unlam ntu perlu Ngeh ama Yang namanya IT ntu.
Seharusnya tiap Ruangan perkuliahan di kampus kita ntu sudah menggunakan IT ya minimal ada komputer yang bisa akses internet lah,,, ya ga bro????????????????????
By Hamidah Ulfah on Sep 22, 2007 | Reply
Assalamualaikum,..
To the point aja, saya termasuk mahasiswa yang kurang begitu paham tentang teknologi seperti internet.maklum aja di jaman SMP-SMA di sekolah saya dulu belum ada yang namanya internet,jadi hasil nya ya? seperti saya ini,buta teknologi.
so,.saya sangat2X..setuju jika setiap perkuliahan dikampus tercinta kita fkip UNLAM itu memakai internet,.seperti di bulan suci Ramadhan ini,udah ruangan nya gak ber-AC,hanya ada 1 kipas angin dan puluhan mahasiswa,.di tambah lagi metode mengajar para dosen nya yaitu metode ceramah,.yang pasti nya udah perut laper,.ngantuk-ngantuk,jadi nya pelajaran yang di sampaikan itu sangat minim nyangkut di tiap kepala mahasiswa.pada inti nya saya sangat setuju dengan bapa agar di tiap-tiap prodi mempunyai ruang multi media,sehingga kita tidak di katakan orang mahasiswa gaptek(gagap teknologi).
thank you,…
By Tria Sakti Lianti on Sep 22, 2007 | Reply
Kita sebagai Mahasiswa harus mampu dlam penguasaan IT,, agar kelak tidak Gatek,, tapi gimana mau menguasai IT kampus FKIP tercinta ntu aja masih di peradaban jaman batu,,hehehe,,,,, Seharusnya kampus yang mempunyai jumlah mahasiswa terbanyak di unlam ni harus memfasilitasi untuk IT di setiap Prodinya,,,,, khan kita ga pernah nunggak spp tiap semesternya???????
Masa kalah sama SMU 10 Melati Plus Samarinda yang masing - masing siswanya mempunyai komputer di setiap ruang kelasnya?????????
Malu dong kita khan PTN yang terkenal di seluruh pelosok Banua kalah ma Sekolah. Ya semoga ALLAh Swt memberikan jalan yang terbaik buat kita semua,,,,,, Amien,,,,,,
By M.Rizky Adha on Sep 22, 2007 | Reply
Assalamualaikum Pak…
Sebagai seorang mahasiswa kayaknya rugi banget dech kalo kita tidak menguasai teknologi, padahal perkembangan zaman sudah sangat maju. Namun kiranya kemampuan terhadap penguasaan teknologi harus diimbangi dengan pengetahuan Imtaq terhadap Allah SWT agar nantinya kita tidak salah jalan dalam penggunaan teknologi.
Arus perkembangan tekhnologi yang semakin pesat disatu sisi membawa dampak positif, namun berdampak negatif bila kita menyalahgunakan pemanfaatan teknologi tersebut. Untuk itu kita perlu memilah-milah mana yang sesuai dengan budaya di masyarakat dan mendukung perkembangan teknologi yang tepat guna. Sebagai mahasiswa saya memerlukan sekali pengetahuan terhadap tekhnologi, namun pada kenyataannya fasilitas penunjang yang ada sangat terbatas di tempat saya kuliah… Sangat riskan sekali bahwa semangat kami berpacu dengan penguasaan teknologi harus di batasi oleh sekat ketidaktersediaan fasilitas yang menunjang. Saya dan teman-teman sangat iri sekali kali terhadap prodi lain yang memiliki sarana fasilitas teknologi, misalnya Warnet. Namun tidak menyurutkan kami untuk tetap mencoba kemampuan kami terhadap tekhnologi…
Sebagai calon guru sudah semestinya membekali diri dengan wawasan penguasaan teknologi. apabila gurunya nggak peka terhadap teknologi bisa-bisa dianggap GAPTEK oleh anak didiknya… malu Donk!! he,,
Wasalamualaikum Wr Wb…
By Kamsinah on Sep 22, 2007 | Reply
Assalamualikum,..
Setelah saya membaca tulisan bapa,saya ikut prihatin dengan masalah yang kita hadapi sekarang di kampus tercinta FKIP UNLAM.Saya setuju kalau penguasaan IT itu sangat penting dan di perlukan!But,zaman semakin maju and canggih seperti hal nya internet!!jangan sampai kita banyak ketinggalan dan kalah dengan anak-anak SMP,apalagi setelah kita mendapat gelar sarjana!pasti nya kita akan malu,kalau gak bisa apa2 tentang teknologi,tetapi yang sangat di sayangkan di kampus tercinta ini,gak nyediain fasilitas untuk menunjang maju nya IT itu untuk mahasiswa,baik itu dalam bentuk mata kuliah atau pun fasilitas lain nya,jangan kan untuk internet OHP ja jumlah nya masih terbatas,padahal semua mahasiswa berhak untuk mendapatkn itu.
Apa kata orang di kampung setelah kita mendapat gelar(SARPUNG),masa udah kuliah jauh-jauh tapi masih GAPTEK,malu banget!!!he,..he..so jangan sampai deh…OK!
By diah eka rini on Sep 22, 2007 | Reply
janji-janji kosong dan palsu yang dikatakan oleh para leluhur kampus sangat membuat hati saya miris.setiap kali saya melihat kampus saya membuat saya tersadar bahwa saya benar-benar tinggal di negara ketiga. jangan kan untuk IT kelasnya aja kaya toiletnya negara tetangga kalau di biarin begini terus 20 thn akan datang posisi negara kita ada di bagian negara ke4.dan seharusnya yang menjadi leluhur di kampus kami adalah orang yang seperti bapa semoga tulisan bapa bisa jadi inspirasi bagi para penguasu kampus untuk membuat suatu perubahan.
aminnnnnnnnnnnn……………………
By Elma Khairina on Sep 22, 2007 | Reply
Assalamualaikum…….
Menurut saya mahasiswa menguasai internet sangatlah penting. Karena sekarang ini adalah zaman dimana teknologi menguasai segalanya.Jadi sangatlah rugi bila ada mahasiswa yang gaptek internet. Sayangnya Kampus FKIP UNLAM tidak mendukung pentingnya penguasaan IT bagi mahasiswa. Fasilitas internetnya saja tidak menunjang. Jadi bagaimana mahasiswa bisa lebih maju dalam mengembangkan diri. Internet disamping sebagai fasilitas belajar juga merupakan jendela dunia untuk membuka wawasan tentang perkembangan zaman. Saya merasa prihatin dengan semua yang terjadi dikalangan atau seputaran kampus kita yang tercinta. Dimana masih ada mahasiswa yang tidak bisa belajar internet. Bukan satu atau dua orang saja, bahkan berpuluh-puluh orang, Malu sekali kan kita tau hal tersebut.Semoga saja dari tulisan ini ALLAH SWT memberikan hidayah kepada kita semua.. Amien…
Wassalam..
By Dina Yulinda on Sep 22, 2007 | Reply
Menilik judul yang ada “Kuliah Di Bulan Ramadhan”. mengingatkan saya pada dilimatis banyak orang..
eemm…ada yang setuju ada juga yang berpendapat Malas banget..Saya sendiri, setuju aja sich dari pada tiduran dirumah mending nuntut ilmu “nambah pahala gitu”
( jujur Nich)…
Masalah datang ketika saya menilik kondisi FKIP Tercinta, yang sangat minim pasilitas dan bisa saja mengurangi niat mahasiswa tuk belajar di Bulan Ramadhan.
Harapan saya, mudah-mudahan FKIP kita bisa lebih memperhatikan pasilitas mahasiswa,terutama dalam kenyamanan proses perkuliahan. Seperti memperbaiki keadaan ruangan menjadikannya lebih nyaman, dengan memperhatikan kebersihan dan mengganti Kipas Angin yang tak layak pakai lagi..
Biar kuliah lebih semangat..terutama Bulan Ramadhan gini..
By Dina Yulinda on Sep 22, 2007 | Reply
Kuliah Di Bulan Ramadhan…setuju-setuju aja tuch..
Masalah datang ketika menilik kondisi ruang kelas FKIP yang kurang menarik dilihat, tapi disukai oleh mahasiswa…
Kuliah akan lebih menarik, apalagi di Bulan suci apabila para birokrat FKIP lebih menilik dan berusaha memperbaiki fasilitas di FKIP, seperti menjadikan ruangan bersih, mengganti Kipas angin yang tak layak pake to dengan AC..
waw…pasti lebih asyik kuliahnya..
By febry abrar on Sep 22, 2007 | Reply
kuliah di bulan Ramadhan bikin dahi tambah berkerut apalagi kalau pa ewa yang memberi mata kuliah.penyebaran virus IT memang begitu pesat apalagi sekarang virus tersebut sekarang sudah masuk dalam otak.kuliah berbasis internet memang sesuatu hal yang di mimpikan sudah dari dulu tetapi belenggu oleh birokrat kampuz yang masih menganggap masalah IT hanya sebatas pembicaraan. kalau semua hanya bisa berdebat mengenai pengadaan internet di kampuz.kapan direalisasikannya.Yang kita butuhkan sekarang ini bukti nyata usaha dari perdebatan kita.
By Dewi komalasari on Sep 22, 2007 | Reply
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah , di mana amal peruatan baik aka dilipat gandakan pahalanya , Apalagi yangmenyangkut kuliah .karena kuliah adalah menuntut ilmu. kuliah di bulan Ramadhan bukanlah beban yang hrus dikeluhkan.Apabila kita melakukannya dengan ikhlasmaka segala sesuatu itu akan terus ringan. Menyangkut IT yang belum berkembang di FKIP pencetak calon guru. Bukan kesalahan mahasiswa kalau mereka tidak bisa bahkan buta akan internet. Disini bukan karena ahasiswa itu bodoh tetapi tidak terbiasa. kita tidak terbiasa karena tidak ada fasilitas yang menunjang. Mingkin kalau fasilitas tersedia gratis da selalu di terapkan sistem penggunaan internet dalam perkuliahan mahasiswa akan terbiasa dan bisa menggunakannya karena sudah menjadi makanan sehari-hari. Sebab sesuatu itu di mulai dengan kebiasaan.
By Rahmadi on Sep 22, 2007 | Reply
assalamu’alaikum pa..
membaca artikel bapa di atas, saya lumayan senang seluruh orang dianggap pintar, terutama mahasiswa, jadi kami jangan diolok2 lag pa lah..(atau itu cuma hiburan dibulan ramadhan?? wallahua’lam pa leh)
menanggapi masalah IT dikampus, saya berharap mudah2an para dosen mendukung adanya IT dikampus..
tapi kayaknya untuk waktu sekarang sebagian dosen lebih mengarah kepada metode ceramah yang bikin ngantuk ditambah sedikit lelucon sebagai penyegaran ditimbang menggunakan IT sebagai media pembelajaran, disamping menambah beban pengeluaran rekening tagihan rekening, juga menyita sedikit waktu mereka untuk kegitan lain yang dianggap lebih berguna..
mungkin itu saja pa komentarnya,, terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf jika ada kesalahan yang kurang berkenan, wabillahitaufiq wal hidayah
assalamualaikum warahmatullah..
By RiZaL on Sep 22, 2007 | Reply
Ass.wr.wb! Sebenarnya para mahasiswa sejarah mendambakan fasilitas ruangan yang memadai,tapi ssekarang saya bicara atas nama saya sendiri…! Ruangan ber-AC, bersih dari debu, dan media pembelajaran yang lengkap di dalam kelas adalah gambaran yang ada dalam kepala saya sewaktu masih duduk di SMA tentang dunia perkuliahan. Tapi setelah saya memasuki dunia perkuliahan itu, semua hanyalah angan-angan belaka. Jangankan mendapat fasilitas AC dan ruangan bersih, seprai meja dosen pun tak ada! Ditambah metode pengajaran yang hampir sama dengan yang saya alami di SMA, yaitu metode zaman purba. Variasi pembelajaran yang bapak lakukan kemaren sedikit mengobati kejenuhan yang saya alami. IT memang perlu diperkenalkan kepada mahasiswa agar mampu bersaing di dunia kerja kelak. terbesit satu pertanyaan di kepala saya, kapan prodi sejarah punya ruangan seperti itu???. Terima kasih Boss, sudah baca komentar saya! oh..ya satu lagi bos! Masalah penebusan KHS dengan biaya Rp.8000,-….banyak mahasiswa yang agak terbebani dengan nominal itu! Wassalam…..
By Fathul Rizkiyah on Sep 22, 2007 | Reply
Assalammualaikum…
Kuliah di Bulan Ramadhan…SO WHAT??? Enak lagi kuliah di bulan puasa,tapi kalau kelasnya ada AC nya(kapan yach?he he..)Emang sich kalau lagi puasa bawaannya ngantuk melulu,ditambah cape,lapar,n haus.Puasa jangan dijadikan alasan donk buat malas-malasan,malah lebih baik kalaunya kita belajar dan menuntut ilmu biar pinter.Dapat pahala lagi(kalo ikhlas).
Kalau soal perlu diadakannya media IT di kampus,saya rasa sangat penting buat mahasiswa dan dosen juga tentunya.Apalagi kita sudah memasuki era yang penuh dengan kecanggihan tekhnologi.Kan malu-maluin tuch kalo kita gak bisa internet-an.Sebagai calon guru,bisa-bisa nantinya malah diketawain murid-murid kalo gurunya gak bisa main komputer.
Oya,makasih banget buat Bapak yang sudah memperjuangkan hak-hak kami untuk bisa mendapatkan sesuatu yang layak di kampus.Mudah-mudahan tidak lama lagi di kampus kita udah ada tuch yang namanya layanan internet bebas hambatan,biar mahasiswa nya gak ada yang gagap tekhnologi lagi.Termasuk saya he..he..Kalo perlu tiap prodi punya tuch ruang multi media biar gak rebutan main internetnya.
Thank You…
By haris zaki mubarak on Sep 22, 2007 | Reply
salam sejahtera untuk kita semua..
khusus untuk kali ini gue sedikit aja memberi komentar, coz berhubung lagi bulan ramadhan jadi mau nambah2 amal dan ibadah daripada ngomong IT yang pada kenyataannya masih kayak begitu2 aja..
so,, next time kalo gue jadi dekan, akan gue realisasikan semua itu agar tidak dibahas dalam banyak wacana seperti ini..
cape’ deeh…!!
By M.Agustiannur on Sep 24, 2007 | Reply
Rame pa ae buhan sejarah kawarnetan. maka baimbaian pulang, diwarnet bilang buhan sejarah ja beberapa malam ne bagagawian, ada nang mbuka situs, ada jua nang maisii komentar tulisan pian….
Nyaman pa ae balajaran pakai komputer ne, palagi ada internetnya, jakanya yang kaya ini kita belajaran pa ae, bisa ulun kada usah jauh - jauh kos ka banjar, mahadang ja dirumah lawan komputer sabigi.,.
Sasuai ja pa ae lawan ilmu yang didapat dan tambahan fasilitasnya(AC Musik), diwarnet ne kadada yang gratis sejam Rp 4000…
Kawalah yu kita sakira yang kada bebayaran lagi handak internetan??? Ya Klo Pa…
Terimakasih…
By Fahrian hefni on Sep 24, 2007 | Reply
IT di FKIP UNLAM !!!
Mengapa tidak,karena IT merupakan bahan kebutuhan yang sangat mendasar sekali dizaman globalisasi ini karena dengan IT kita dapat berhubungan dengan dunia luar hitung-hitung nambah ilmu dan nambah pengetahuan yang kurang kita dapat ditempat kita,Betul???
Apalagi kita calon seorang pengajar yang katanya sebagai seorang yang berpendidikan tapi pada kenyataannya banyak kok yang kurang menguasai IT, sedangkan dizaman sekarang ini orang menggunakan media pembelajaran melalui IT. Apa jadinya kita klo kurang menguasai IT???
Hal ini mungkin disebabkan pola berpikir kita masih di zaman abad pertengahan, sedangkan kita hidup di zaman globalisasi, zaman yang dimana orang-orangnya menjadikan IT sebagai kebutuhan untuk pembelajaran dan mencari informasi.
Sukses selalu untuk saya, he…
By Sri Wahyu Astuti on Sep 24, 2007 | Reply
Apa yang bpk katakan memang benar.Sebagai calon pengajar kita harus mengikuti perkembangan teknologi karena sampai detik ini masih banyak lulusan bertitel yang gagap terhadap teknologi. IT kapan ya…???dalam mata kuliah umum untuk FKIP khususnya FKIP UNLAM Sejarah heeeee….
saya bangga dengan keberanian bpk dalam mengemukakan adanya IT untuk calon guru di FKIP UNLAM.
Perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan kita untuk tidak terlepas dari pesatnya perkembangan teknologi tersebut.Salah satunya dengan mengenalkan terlebih dahulu si calon guru tentang teknologi tersebut karena guru mempunyai peran besar dalam kualitas pendidikan anak bangsa terlebih lagi pada hal teknologi. Karena itulah IT penting untuk calon maupun guru itu sendiri.
“Hai…para petinggi UNLAM bukakan pintu untuk IT melangkah masuk ke UNLAM”.
he…he….
By dwi setiowati on Sep 24, 2007 | Reply
permisi bos, saya cuma mau mereply nama… takut bos bingung cari nama saya…makasih
By istiqomah on Oct 2, 2007 | Reply
eemhh enak kali yee kuliah diruangan yang pke Ac dingin…sejuk lagi ga kepanasan kaya diruang kuliah FKIP, apalagi dibulan puasa yang aduuuuh minta ampun panaaaaassss….kapan yaa ruang kuliah FKIP punya AC???????? boro-boro punya AC kipas buat penyejuk az cuma punya satu disetiap ruangan. kampus kita juga paling ohooo…namanya az besar dalamnya kecil, kaya yang bapak bilang kuliah bukannya tambah maju malah tambah mundur, bayangin mahasiswa yang se abrek sekitar 4000 orang cuma punya toilet 2 buah….??????????????????????????????????????????? back to kuliah yang punya fasilitas Ac, dipikir-pikir cuma di warnet dech kita dapetin…sesuai anjuran si bos kita semua bisa pke internet tapi sisi satunya ngeborosin kantong mahasiswa booosssss………………………………