Indahnya Ramadhan Rasullah

15 September 2007 | Ditulis oleh: EWA |

RamadhanRasulullah078-0001-2002
Pustaka Ersis Warmansyah Abbas
Samih Kariyyam, 2005.
Indahnya Ramadhan Rasullah, Pena Pundi Aksara, Jakarta. Judul asli Ma’a Nabi Fi Ramadhan, penerjemah Achmad Faozan, 264 + xii; 13,5 x 20,5 cm. Rp38.900,00.

Brifis: Buku ini dimulai dengan pengantar menarik tenang ‘perspektif baru’, kata penulisnya sih, tentang penulisan sejarah Nabi Muhammad SAW. Memang, membaca buku ini ada sesuatu yang menarik untuk terus membacanya. Digambarkan Muhammad yang suka ‘nyepi’ dan ditabalkan … Beliau tidak takut berjalan seorang diri (h.19). Lalu dibawa ke suasana Gua Hira: Inilah Rasulullah SAW yang tidak menganggap penting kebutuhan tubuh makanan, dibandingkan makanan untuk kebutuhan ruh yang telah disucikan … (h.23).

Kalau sudah demikian, tidak pelak lagi, jawaban langsung kita adalah berpikir, merenungi, dan berujung ke peneladanan apa yang Rasulullah yakini dan kerjakan sepanjang hidupnya. Pada pemahaman demikian, kita bersua inti kerasulan Muhammad SAW, sebagai teladan sempurna.

Sungguh tidaklah berlebihan bila buku ini dikatakan (‘panorama’) Indahnya Ramadhan Rasulullah dimana persitiwa-peristiwa besar dialami Rasulullah dari Ramadhan ke Ramadhan. Risalah pertama di bulan Ramadhan, pengajaran shalat oleh Jibril, perang Badar, Khandaq, Hunain, Ubud, sampai kelahiran cucu beliau dan banyak lagi.

Duh, kesemua itu dihadapi dengan cara khas Rasulullah sehingga tidaklah meragukan disimpulkan betapa indah dan mulianya akhlak Rasulullah. Bacalah bilamana lebih berkehendak meraih keindahan Ramadhan sebagaimana Rasulullah merasakannya.

Believe it or not, minimal itu kata Samih, dan … saya sangat setuju. Bila selepas shalat Tarawih, di pertengahan malam, Sampeyan berudhu’ meniatkan merasakan dalam jiwa keindahan Ramdahan Rasulullah akan ada kesyahduan menyelinap relung hati. Duh, Gusti, menyelam bersama junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Mana tahu, ketika tidur melengkapi kehidupan, Sampeyan mimpi betemu Rasulullah. Saya doakan. Insya Allah makbul.

  1. 6 Responses to “Indahnya Ramadhan Rasullah”

  2. By syaharuddin on Sep 15, 2007 | Reply

    Ramadhan hendaknya senantiasa dijadikan suatu moment untuk meningkatkan ibadah, mana tahu moment itu merupakan hidayah yang dapat memberikan petunjuk hidup yang lebih bermakna……..

    ***Amin hidayah adalah petunjuk, itu sudah diberikan sejak roh ditiupkan. Mampukah kita mendeteksi hidayah dan memantapkannya? Semoga.

  3. By ichal on Sep 16, 2007 | Reply

    Bacalah bilamana lebih berkehendak meraih keindahan Ramadhan sebagaimana Rasulullah merasakannya.!!! (petikan diatas)

    bacalah!!!
    jadi inget buku kiriman pak ersis yang sampai pada hari sabtu kemarin tanggal 15 september. karena buku portama yang saya baca adalah “menulis sangat mudah”. sangat senang sekali dapat kiriman dari bapak!

    makasih yang tek terhingga

    ***Berterima kasihlah pada Allah, tiada kuasa apa pun tanpa izinNya, Dia pengerak segala langkah.

  4. By Ahmad Nur Irsan FInazli on Sep 17, 2007 | Reply

    Indahnya Ramadhan Rasulullah dimana persitiwa-peristiwa besar dialami Rasulullah dari Ramadhan ke Ramadhan. Risalah pertama di bulan Ramadhan, pengajaran shalat oleh Jibril, perang Badar, Khandaq, Hunain, Ubud, sampai kelahiran cucu beliau dan banyak lagi.

    Semoga kehidupan kita dari waktu ke waktu, juga mengalami perubahan ke arah kebaikan yang berarti, pada saat ramadhan ke ramadhan, Amin.

  5. By M Muhtadin Nur on Sep 18, 2007 | Reply

    Ramadan memang benar-benar indah,kita pernah merasakan apa yang belum pernah kita rasakan diluar ramadhan akan tetapi dikota banjarmasin tidak begitu terasa nuansa ramadhanya aplagi dlingkungan mahasiswa,sampai-sampai saya berucap puasa itu tidak wajib bagi orang-orang islam puasa hanya diwajibkan bagi orang-orang yang beriman,jd apabila orang tidak puasa it tidak beriman.

  6. By unai on Sep 19, 2007 | Reply

    Nikmatnya Ramadhan…tidak kita dapatkan di 11 bulan yang lain.

  7. By fira on Sep 20, 2007 | Reply

    Ass, Ramadhan selalu membawa kebahagiaan pada kita semua. Dibulan suci ini kita juga perbanyak amal dan ibadah padanya.Ingin rasanya seperti yang bapak katakan bermimpi bertemu rasullullah amin amin amin… Insya Allah ya pak….Wassalam.

Post a Comment