Ramdhan dan + 17 Buku Rasulullah
14 September 2007 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas

RAMADHAN HARI KE 2. Selepas Jum’at, saya dolan-dolan ke TB Kharisma dan TB Gramedia Duta Mall Banjarmasin. Apalagi kalau bukan melihat-lihat buku tentang Rasulullah. Alhamdulillah dapat 17 judul. Koleksi tentang Rasulullah hampir 100 buku. Cukup untuk sementara.
Begitulah, sembari menunggu jam kuliah sempat membaca 4 buku. Selepas kuliah ke Banjarbaru, dan waktu berbuka tiba. Duh nikmatnya. Isteri dan anak-anak disiplin menunggu berbuka. Begitu juga Muslim lainnya. Kalaulah untuk segala segi kehidupan sedemikian disiplin, berani taruhan, umat Muslim akan maju pesat.
Kegiatan berjalan. Selepas tarawih, semua buku dibaca bergaya speed writing. Rencananya, besok, semua diresume. Direncanakan Senin, 17 September 2007, sudah mulai menulis dari hasil bacaan.
Seorang teman bertanya: Apa ngak pusing tu membacanya? Saya yang heran, kenapa pusing. Belum pernah (mendengar) (ke) Jepang kali. Bagi masyarakat jepang, membaca dimana saja. Menunggu kereta api, dalam kereta api, apalagi saat waktu luang, membaca dan membaca. Membaca kog disulit-sulitkan.
Saya jadi curiga, jangan-jangan guru-guru Jepang memahami inti pati firman Allah pertama kepada Rasulullah: iqra’, iqra’, iqra’ … Guru-guru Indonesia? Jangan-jangan merusaknya. Kepada mahasiswa saya ancam: Siapa yang tidak melaksanakan ayat pertama tersebut, Muslim kafir. Ayat pertama saja dicuekin, bagaimana yang lainnya.
Guru-guru kita mengajarkan: Kalau membaca harus di waktu tenang, pakai lampu sekian watt, harus serius, dan harus-harus lainnya. Dengan bejibun syarat tersebut lahirlah generasi malas membaca.
Celakanya, pandai beragumen. Bukunya tidak adalah, buku kuno, dan seterusnya. Saya pikir, Snoughronye (sala eja ya) sungguh behasil memperbodoh cara ‘hidup’ Muslim Indonesia. Kalau mahasiswa disuruh baca buku, yang pertama keluar alasan, bukan bagaimana mencari bacaan. Keterlaluan.
Gilanya lagi, diajarkan bagaimana ‘membedah’ karya anak bangsa sembari mengagung-agungkan penulis Barat. Pokoknya, kalau mau benar, kutip Einstein sampai Hungtington. Mereka lupa, ketika bangsa Indonesia bikin candi Borobudur, orang Barat masih ‘telanjang’ he … he …
Oh ya, membaca hampir 100 buku tentang Rasulullah, cukup mengagetkan. Hampir semua buku tekategori standar merupakan karya terjemahan. Bayangkan hampir 200 juta rakyat Indonesia hanya sebagai pemamah, bukan food producting.
Banyak penerbit menerbitkan buku terjemahan dengan harga luar biasa mahal, sekalipun laku. Tidak ada nampaknya usaha serius untuk menulis bagi anak bangsa. Terjemahkan, dapat untung, dan berbangga-banggaria.
Mudah-mudahan, kalau ada orang-orang penerbitan yang kaya raya tersebut membaca tulisan ini, tergugah hatinya untuk mendanai penulis Indonesia. Sudahlah, hentikan jiwa saudagar, kini era investasi. Jangan-jangan, ini akibat dijajah VOC tiga abad. Ingat yang menjajah bukan Belanda lho, tetapi kongsi saudagar. VOC menyerahkan kepada pemerintah Belanda 31 Desember 1799.
E … ini bulan puasa, lho. Yoha, maaf. Mudah-mudahan ada yang tergugah. Kalau saya sedang berpikir keras, apa mampu menulis tentang Rasulullah? Cenderng ketidak mengingat pengetahuan tentang Islam masih sangat minim. Tapi, mana tahu teman-teman blogger punya kiat, memotivasi, atau apa. Kuma engke wae.
Bulan puasa adalah bulan karya; membaca, membaca, menulis, menunaikan kewajiban agama merengkuh hikmah dan nikman Ramadhan. Semua itu adalah ibadah.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Banjarbaru, 15 September 2007













6 Responses to “Ramdhan dan + 17 Buku Rasulullah”
By mathematicse on Sep 15, 2007 | Reply
Iya juga ya… buku-buku yang bercerita sejarah Rasulullah itu kebanyakan karya terjemahan. Padahal negeri kita itu adalah penganut muslim terbesar di dunia. Kenapa ulama-ulama kita tak mau menulis? Apakah karena ulama kita itu terlalu tawadhu sehingga tidak mau menulis? Engga tahu… (kok berpikir negatif ya.. maaf kalau begitu…). MUdah-mudahan dugaan saya ini salah…
Btw, met ibadah puasa Ramadhan.
By unai on Sep 15, 2007 | Reply
wah bukunya banyak bacanyapun cepat…mana buku buat saya ? hehe
By hanna on Sep 15, 2007 | Reply
Hmmm…
Siapa tau tahun depan bapak yang menerbitkan buku islam.
Mari kita mulai dari diri kita sendiri.
By andini on Sep 15, 2007 | Reply
saya juga baca dimana aja.. bahkan di metromini.. tapi selalu baca full.. ga pake scanning n skimming.. hehehe.. koleksi ttg rasulullah saya masih sepersepuluhnya koleksi bapak, ada buku yang bisa dihibahkan?
wassalam,
andini
By wenny handayani on Sep 17, 2007 | Reply
Marhaban ya Ramadhan, met puasa bozz lah…..mudahan amal ibadah kita di ridho’i Allah SWT.Amien…….
Banyak bozz lah buku cetakan Pian?????????
By Ahmad Nur Irsan FInazli on Sep 17, 2007 | Reply
Alhamdulillah saya termotivasi untuk beli buku yang banyak juga, Doakan.