Menulis Berbunga-bunga
7 August 2007 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas*
Ah bosan ah menulis perihal menulis terus. Ikhwan KP EWAMCo. yang tulisannya telah sering dimuat media cetak, akan mem-publish di situs masing-masing. September 2007 go. Dah lulus UN SD he … he …
Gratis. Membuat web itu kan setarikan siul saja (berkat guru saya, Erwin). Tapi, ngak yang com. lho. Kalau com. com. an bayar. Ntar gaji sebagai PNS ludes, gawat tu.
Buku Menulis dengan Gembira lebih nyaman dimaknai menjadi menulis berbunga-bunga. Dan … pemantik idenya jepretan Erwin di Muaralabuh. Yuk, kawan-kawan mari menulis dengan gembira, dengan hati berbunga-bunga.
Bagamana menurut Sampeyan?
*Tenaga Edukatif FKIP Unlam Banjarmasin.









12 Responses to “Menulis Berbunga-bunga”
By mathematicse on Aug 7, 2007 | Reply
Maksud menulis dengan gembira dan berbunga-bunga itu kalau menurut pendapat saya sih, menulis dengan segenap perasaan (wawasan, pengalaman, dan hati).
Ketika saya menulis hanya dengan dua komponen (wawasan pengalaman) saja, yang saya tuliskan itu terasa ga enak, suka banyak pikiran ini-itu, kurang nyaman, tidak lancar menuliskannya, kaku, kurang mengalir, ga enak dibaca, dan suka gagal di tengah jalan (banyak pikiran). Pokoknya, menulis itu setidaknya ketiga aspek yang saya tulis tadi itu perlu ada.
Catatan: Wawasan pengetahuan ilmu logika …
By mathematicse on Aug 7, 2007 | Reply
Ralat. Tertulis “Wawasan pengetahuan ilmu logika …” Seharusnya “Wawasan = pengetahuan ilmu logika …”
By mathematicse on Aug 7, 2007 | Reply
Lho kok ga muncul tanda “plus” sih Om?
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Aug 7, 2007 | Reply
Jazakallah khair kepada Sang Motivator EWA. Jasamu tiada tara..
Yuk belajar ngisi web masing-masing dan mempublish-kan.
By hanna on Aug 7, 2007 | Reply
Wah, selamat dulu neh. Makin banyak situs makin banyka bacaan.Horee asyikk ! Bapak menyarankan saya menulis fiksi. Ketika sedang melukiskan tokoh yang sedang terluka dalam kepedihan, hati saya malah terbawa-bawa.Jadi nulisnya ikut-ikutan bersedih bukan menulisnya dengan gembira. ??
By toni on Aug 8, 2007 | Reply
pak….nuhun pisan.jadi merepotkan nih, eh trus tulisan yang mo dipublish, apa harus lewat bapak dulu, ato langsung aja dimasukin, takutnya kalo gak di edit sama bapak, bisa2 gak terkontrol ehhh malah jadi ngawur… thanks pisan pak… yappp
By joko on Aug 9, 2007 | Reply
kalau membaca paragraph awal tulisan pa ersis, saya jadi malu cos sudah agak lama saya ga kirim artikel, ya mungkin dengan alasan sekarang dah ga punya komputer, bukannya saya bosen nulis tapi semenjak saya pulang ke solo banyak disibukkan dengan acara kampus baru..
buat teman-teman KP EWA’Mco mohon doa restunya awal agustus kemarin joko menikah di kebumen Jateng..
By unai on Aug 9, 2007 | Reply
Wah saya mau juga manulis dengan berbunga bunga pak…
***Gampang Maz Unai, lakukan saja. Oh ya boleh ngak saya kenal lebih … soalnya komentar Sampeyan mengelitik, he … he … Jujur saja, saya sangat respek dengan siapa saja yang berkehendak menulis. Sangat amat.
Salam.
By Maghfira Mimi on Aug 9, 2007 | Reply
Assalamualaikum pak…wah menulis berbunga-bunga itu memang betul, apalagi yang di tulis tentang perasaan yang sedang gembira atau senang oks banget setuju pak…apalagi tulisan fiksi menciptakan tokoh yang ada di imajinasi kita. Wassalam
By Rudy on Aug 14, 2007 | Reply
tuh ada yang kritik puisimu di radar 12-8
By Ersis W. Abbas on Aug 14, 2007 | Reply
Kritik tu bagus kalo … apalagi kalau bilang kerikil di Kalimantan ngak banyak he he he … saya menulis aja ya, terus belajar menulis dengan menulis … KP EWAMCo makin berkembang … mana tahu nanti banyak buku yang bisa dikritik kan bagus … Salam rasya
By Mega on Nov 8, 2007 | Reply
Menulis emang paling enak disaat hati sedang berbunga2,,apalagi berbunga2 disaat dapatkan sesuatu yg indah dr seseorang,,lancar deh nulisnya..kadang kl nulis disaat hati berbunga2,,tulisannya pasti agak fokus ke yg lucu2,,tapi kalo hatinya sedang gugur bunga or layu bunga,,akan menghasilkan tulisan yg melow meloww,,..
**kalo awak hati awak biasanya keluar dr bentuk tlsan saat itu..