Menulis ala Ersis Warmansyah Abbas

5 August 2007 | Ditulis oleh: EWA |

Ngapain bikin blog www.ersis07.wordpress.com (Menulis Ala Esis Warmansyah Abbas)? Begini. Kalau dihitung-hitung tulisan tentang menulis lebih dari 100 tulisan. DR. Jumadi menyarankan, stop bikin buku tentang menulis.

Benar juga. Tapi ada reaksi balikan,  mumpung ide lagi bergelora. Dari sharing menulis, baik darat maupun maya, tulisan mengalir terus. Padahal, teman-teman guru atau pemerhati pendidikan mulai … marah … tulisan tentang guru dan pendidikan mandeg …

Tulisan yang telah dibukukan, Menulis Sangat Mudah (2007), Menulis Mari Menulis (2007), dan Si Bungsu Menulis dengan Gembira (2007) disatukan dalam www.ersis07.wordpress.com.

Kalau tetap subur, mana tahu nanti jadi buku. Saya berencana bikin buku dari masukan para blogger. Kalau banyak yang membahas satu masalah (kecil) nanti disunting jadi buku kan asyik tu. Siapa berani terima tantangan ini, hao?

KP EWA’MCo. disapih jadi www.EWA’MC0.com. E-learning pada www.pspsejfu.wordpress.com Hal serupa untuk www.urangbanjar.comwww.bandjarbaroepost.wordpess.com, www.unlamview.com, www.bpdkalsel.com, dan peliharaan lainnya. Agar www.webersis.com. tidak gado-gado murni. Nampang foto ah … di Singapura.

Bagaimana menurut Sampeyan?

  1. 5 Responses to “Menulis ala Ersis Warmansyah Abbas”

  2. By mathematicse on Aug 5, 2007 | Reply

    Fotonya nyentrik euy… (Btw, saya sebenarnya ga begitu ngerti arti kata “nyentrik”). JAdi, maaf kalau salah penggunaan… :D
    Btw, ada blog baru nih Om… (saya minta ijin yah untuk mentautnya… :D)

    Atas perkenan ijinnya, saya ucapkan terimakasih.

  3. By mathematicse on Aug 5, 2007 | Reply

    Komentar untuk “Menulis Bak Sholat”
    (Aneh di sana komentnya ga muncul)

    Intinya, kemampuan menulis didapat dari latihan terus-menerus, bukan terus-menerus belajar teori menulis.

    Ya benar, selain terus belajar menulis dengan cara menulis, juga perlu input yang memadai, input yang jadi bahan dasar untuk dituliskan.

    …gunakan ahli-ahli untuk ‘memperbaiki’ karya kita. Kita semakin terampil menulis mereka makin hebat dengan ilmunya. Bedanya, hasil karya kita nyata, mereka berteori.

    Kalau yang ini namanya “cerdas”, cerdas memanfaatkan kecerdasan orang lain yang tahu teori… :D
    Hidayah sholat = hidayah menulis ya Om? Lebih baik menjalankan/mengerjakan sholat (walau sedikit yang kita tahu) daripada banyak tahu teori tentang sholat tapi ga pernah/jarang sholat.

    Seperti halnya, sampaikan sesuatu ilmu walaupun hanya sebuah (se ayat, secuil, sebutir, dll). :D

  4. By mathematicse on Aug 5, 2007 | Reply

    Waduh salah blockquotenya… “harusnya paragraph ke 5 dan ke 6 itu koment, yang blockquotenya paragraph 4. Hehe :D

  5. By hanna on Aug 5, 2007 | Reply

    Wah ! boleh ya ,numpang baca diblog barunya. Ehm… hm… fotonya keren pak. mirip…

    ***He he

  6. By Maghfira Mimi on Aug 6, 2007 | Reply

    Ternyata foto bapak ganteng banget pas dengan gayanya…ok pak blognya saya boleh baca-baca khan? siip deh…

    ***yoi

Post a Comment