Buku MdG dan Senarai Tanggapan

2 August 2007 | Ditulis oleh: EWA |

Buku Menulis dengan Gembira sudah selesai pada naskah dan sedang proses edit terakhir. 10 Agustus dikirim ke percetakan, biasanya dibaca dan oret-oret, lalu dammynya dikirim ulang dan saya perbaiki. Kira-kira September dikirim lagi, lalu proses tanda tangan kontrak lalu dicetak, Oktober. Setelah itu dikedistributorkan dan masuk pasar November. Bisa juga dipercepat, tapi buat apa juga buru-buru.
Bagaimana menurut Sampeyan? 

Senarai Tanggapan

Sampai hari ini saya belum pernah berjumpa seorang pun yang derajat keseriusannya sebagai motivator penulisan sedahsyat apa yang ditunjukkan Ersis Warmansyah Abbas (EWA). Setiap saat, setiap kesempatan, dalam tema perjumpaan seperti apa pun, pria nyentrik ini selalu memotivasi lawan bicaranya untuk menulis.
Erwin D. Nugroho (Jurnalis, penulis buku Email dari Tanah Suci).

Bang EWA sosok motivator penulisan dahsyat. Saya belum pernah berjumpa, tetapi merasakan ’sentuhan’ batin beliau selalu memotivasi untuk tidak abai menulis dalam situasi dan kondisi apa pun. Saya jadi semakin semangat menulis. Bravo Bang EWA.
Didi Djunaedie Hz (penulis)

Hari gini kita harus wapada …  Virus nulis ada di sekitar kita. Kalau virus flu burung harus dibasmi dengan anggaran yang besar, virus nulis kita inkubasi dengan anggaran yang juga besar … he … Kaya apa menurut Sampeyan?
Ibnu Sina (Anggota DPRD Kalimantan Selatan)

EWA benar-benar seorang motivator. Saya  salut. Moga buku Menulis dengan Gembira lebih menghebohkan lagi.  EWA terus menerus membimbing saya. Kalau bisa beri dong obat penawar, sebab waktu istirahat berkurang tu gara-gara virus menulis. Salam sukses.
Hanna Fransisca (Jakarta).

Ya, semoga semua mendadak jadi penulis. E, tapi koq jadi teringat “seleb mendadak dangdut” ya. He3
Daud Pamungkas (Penulis buku Membaca Meretas Jalan Menuju Sukses)

Mmm … inspiratif banget tuh. EWA bisa dibilang the one and only man who dreams many achievements for himself and also for others. Tidak banyak yang peduli dengan penulis muda, EWA adalah satu diantaranya.
Suciati (Penulis buku Aku Bangga Jadi Urang Banjar)

Saya percaya EWA membuat sejarah dalam dunia tulis menulis. Mudah-mudahan buku Menulis dengan Gembira menyemangati Kalsel atau Indonesia untuk lebih mencintai menulis.
Syamuwal Qomar (Penulis buku Geliat Pikiran di Kampus)

Yaah… saya terkena virus menulis, dan ternyata nyaman banar tuh. EWA patut diacungi jempol…
Irsan Finazli (Lembaga Psikologi GLOBAL, Banjarbaru)

Saya termasuk kena virus EWA dan kini punya keberanian menulis. So.. I call him my angel. For me ewa is the best. EWA menyemangati dan membantu penulis pemula. Semoga EWA diberikan segala kemudahan yang Maha Kuasa seperti kemudahan dan kelancaran EWA menulis. Amin.
Maghfira Mimi (Jakarta)

Membaca tulisan-tulisan EWA dengan sangat cepat saya mengikuti alurnya. Pengaruh kata-katanya membuat saya terseret dengan kecepatannya …  Tulisan EWA sangat berbeda dengan tulisan-tulisan tentang “menulis” sebelumnya, khas dan memotivasi.
Mathematicse (Blogger)

Pertama kali bertemu EWA, 7 juli 2007 (070707) di Duta Mall Banjarmasin. Jiwa motivatornya sungguh melekat. Saya katakan ingin menjadi penulis, saya senang berbicara. “Kalau suka ngomong berarti mudah jadi penulis. Tinggal tulis apa yang diomongin”. Ungkapan EWA luar biasa. Sederhana, dengan gaya santai pula, memotivasi. Mungkin EWA tidak menyadari, ’secara tidak sengaja’ memberikan motivasi.
Gita Rose (Mahasiswa Pascasarjana Ketahanan Nasional UI)
 
Bagi EWA menulis “tak ada matinya”. Dia seperti heran bila ada orang yang tidak mau menulis atau tidak bisa menulis. Barangkali itulah, mengapa kali ini dia membuat buku “Menulis dengan Gembira”, bahwa menulis itu adalah senang-senang, kegembiraan, asyik-asyik…
Sandi Firly (Redaktur Pelaksana Radar Banjarmasin)

Bang Ersis, bagi saya, tak sekadar motivator dalam hal menulis, tetapi juga guru dalam membangun kepercayaan diri dan tampil pede. Tulisan Bang Ersis memang menarik, faktual, mengalir begitu saja, dan kadang sedikit “nakal”. Tema-temanya juga beragam, kadang agak provokatif.
Muhammad Arsyad (Kalteng Pos dan Radar Sampit).

  1. 9 Responses to “Buku MdG dan Senarai Tanggapan”

  2. By SQ on Aug 2, 2007 | Reply

    nama saya Syamsu pa ? bukan syamu

  3. By mathematicse on Aug 2, 2007 | Reply

    Mudah-mudahan bukunya sukses, laris-manis, menularkan “virus ganas” yang mudah-mudahan tak ada obatnya, “virus” yang menjadi candu menulis bagi siapapun yang membacanya.

    Btw, terimakasih komentar saya masuk dalam buku ini. Btw, saya satu-satunya blogger yang masuk nih Om?

  4. By Ahmad Nur Irsan Finazli on Aug 3, 2007 | Reply

    Wah..wah..mantap banar ai, komen saya ikut dimuat walau dikit.
    Kalau boleh nama saya bisa dilengkapi dengan Ahmad Nur Irsan Finazli.
    Makasih banyak.

  5. By Gita Rose on Aug 3, 2007 | Reply

    Oke pak! Saya dukung! (wah, kayak pilkada aja, dukung-dukungan ;p )
    itu… Pengkajian Ketahanan Nasional Pak, bukan Ketahanan Nasional tok.

    Sukses untuk EWA!

  6. By mathematicse on Aug 4, 2007 | Reply

    ;Oh iya Om…. kok saya jadi tergelitik dengan judul buku ini sih..? Kenapa ya?
    Saya menulis dengan pensil”. “Saya makan dengan sendok”.
    Saya menulis “dengan” gembira ya?
    Kalau saya sih berpendapat, mudah-mudahan saya yang salah, “Saya menulis secara gembira

    Ersis: Bisa jadi … mungkin kalau pelakukanya ’saya’, tapi yang dimaksudkan umum, ‘menulis dengan gembira’. Siapa yang menulis? Gembira itu apa dan siapa? Nah antara siapa (aku, kamu, dia, mereka) dengan gembira kan dua hal yang berbeda sebab gembira adalah perilaku pada pasing-masing ’siapa’. Menulis suatu tindakan dari ’siapa’ sedang gembira adalah prilaku (sifat) dari ’siapa’ ketika melakukan tindakan menulis. Ruwet? Ngak juga, tu. Tapi, jujur saya saya ngak mantep bangat juag he … he … Bagaimana menurut Sampeyan? </p>

  7. By Al Fahm on Aug 4, 2007 | Reply

    Alhamdulillah, sudah lahir kembali Buku “Menulis Dengan Gembira” semuanya berkatNya jualah yang mudah-mudahan kita sebagai hambaNya selalu bersyukur.

    Sukses…Pa lah sagan pian :)
    semoga motivasi kebaikan pian selalu menularkan kepada KP EWA’MCo

    dan tentunya ingin memberikan karya nyata bagi Banua Tercinta ini.

    Salam Tulis

  8. By Rayu Suci on Aug 4, 2007 | Reply

    Siiip banar Pa, ae..saya suka warna cover bukunya tuh. tapi ko saya jadi ingat warna yang biasa ngetop kalo tahun baru cina ya?hehe…

  9. By Maghfira Mimi on Aug 4, 2007 | Reply

    wah akhirnya selesai juga ya pak. Warna covernya adalah warna kesukaanku merah…makasih pak koment saya masuk juga ya. Semoga kita tetap menulis dengan gembira. Wassalam

  10. By mathematicse on Aug 4, 2007 | Reply

    “I write with a pencil”

    “I” is a subject. The subject is usually a noun;

    “write” is a verb;

    “with” is a preposition. It is usually followed by a noun;

    “a” is an indefinite article. It is usually used before a noun; and

    “pencil” is a noun.

    Maaf, Om saya tergelitik gara-gara terpengaruh tata bahasa Inggris. Jadinya, saya bertanya begitu (seperti koment di atas).

    Mungkin dalam bahasa Indonesia beda aturannya (saya lupa gramatika dalam bahasa Indonesianya. Lebih inget bahasa inggris, soalnya ini yang dipake buat syarat sekolah (TOEFL)). :D

    ***Bagus saja, wong saya tidak terlalu paham juga. Dengan cara begini kita belajar sesungguhnya, fresh from oven he … he ..
    Coba ‘rasakan’ jangan ‘rasionalkan’: Dia memukul dengan marah sekali (ia sih logikanaya dengan tangan atau tambah tongkat); menulis dengan (memakai) pena ya pas sudah sebab merujuk alat yang digunakan, tetapi … menulis dengan sedih hingga air matanya bercucuran, boleh ngak ya? Rada-rada aneh ya. Maksud saya sebenarnya ingin menggambarkan menulis itu dengan senang tanpa ada halangan di ‘perasaan’.

    Karl May memakai istilah greenhorn (anak sapi belum dewasa ole KM ‘horn’ diartikan dimaksudkan alat peraba), atau ‘westman’ yang seharusnya ‘man of the west’ (Winnetouu, 2004 7 dan 19). Jadi perdebatan dan mempopulerkan kekeliruan KM. Saya malahan ingin masukan yang ahli bahasa Indonesia. Percayalah kawan, saya sungguh berterima kasih … kalau ada yang pasa dan tebaik, ya saya pilih yang bagus. Tq.

Post a Comment