Archive for July, 2007
Wednesday, July 18th, 2007
Oleh Hanna Fransiska
JAKARTA. Aku di perantauan. Rindu kampung, rindu keluarga, rindu orang-orang kampung, rindu masa kecil adalah rindu serindu-rindu. Saat-saat bergotong-royong, ketika ada perhelatan, waktu ditimpa musibah, selalu bersama. Satu kampung satu keluarga.
Posted in KP EWA'MCo | 10 Comments »
Wednesday, July 18th, 2007
Oleh Hanna Fransiska
MATAKU tidak mau terpejam. Tanggis bayipun tak kuhiraukan. Hujan badai dini hari tak mampu mendinginkan kepala yang terus, dan terus berdenyut menghantar kepedihan. Aku tidak membayangkan, Jakarta begitu kejam. Mungkin benar kata orang, sekejam-kejamnya ibu tiri, lebih kejam ibukota.
Posted in KP EWA'MCo | 6 Comments »
Wednesday, July 18th, 2007
Oleh Hanna Fransiska
AKU teringat adik. Menyayangi adik melebihi sayangku pada diri sendiri. Tetapi, di sisini, dari Jakarta aku mengirim marah, benci, bahagia, sayang, beraduk jadi satu. Ah ... apa salah adik bila menikah? Bukan. Bukan. Bukan karena adik melangkahi. Tapi. Tapi, aku tidak bisa melihat secantik apakah adik dengan gaun ...
Posted in KP EWA'MCo | 6 Comments »
Tuesday, July 17th, 2007
SUATU kali seseorang melayangkan kritik, kalau menulis, tulislah sesuai apa yang dilakukan? Atau, dalam bahasa yang lebih keras, percuma menulis kalau tulisan tidak sesuai dengan perbuatan. Dalam bahasa agama yang lebih lembut, sesuaikan perbuatan dengan perkataan. Tidak ada yang salah memang.
Posted in Menulis dgn Gembira | 5 Comments »
Monday, July 16th, 2007
MULAI sekarang, sejak membaca buku Menulis dengan Gembira, kalau berbicara, berdiskusi, atau berpikir, dan atau memapankan pikiran tentang menulis hanya ada satu kesimpulan, menulis sangat mudah. Sangat mudah? Ah yang bener aja.
Posted in Menulis dgn Gembira | 4 Comments »
Sunday, July 15th, 2007
DALAM perjalanan Tour Singapura-Malaysia, 9-16 April 2006, captaint tour Erwin DN, merancang masuk lewat Batam. Dalam benak mengayun-ngayun jembatan Balerang, kawasan Nagoya dan pembangunan Batam yang serba wah. Konon, Batam dirancang sebagai tandem Singapura.
Posted in Menulis dgn Gembira | 2 Comments »
Sunday, July 15th, 2007
TERUS terang aku anak kampung. Lahir di atas bantaran bukit barisan yang membelah pulau Sumatera. Rindu kampung rindu jiwa tak bertepi. Aku mungkin ‘anak durhaka’. Puluhan tahun merantau hanya beberapa kali ke Muaralabuh.
Posted in Menulis dgn Gembira | 1 Comment »
Saturday, July 14th, 2007
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Pak di pikiran sudah ‘terbentuk’ yang akan ditulis tetapi kog susah ‘melahirkannya’, tanya seseorang dalam bincang-bincang tentang buku Menulis Sangat Mudah. Buku tersebut rupanya mampu memotivasi banyak orang, tetapi masih ada yang belum menangkap esensinya dalam pengertian implementasi.
Posted in Menulis dgn Gembira | 3 Comments »
Saturday, July 14th, 2007
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Tidak dapat disangkal lagi, kita hidup di dua alam, alam pikiran dan alam nyata seperti yang kita lakoni sehari-hari. Kehidupan alam nyata digerakkan alam pikiran. Ketika tubuh memerlukan asupan makanan, perut berkhabar mengirim pesan lapar. Otak melalui piranti pikiran memerintah tubuh bergerak. Kerjasama yang baik antara keduanya ...
Posted in Menulis dgn Gembira | 2 Comments »
Friday, July 13th, 2007
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Percayakah Anda pada kekuatan kata-kata? Kalau tidak, masuklah tentara dan dengarlah apa perintah komandan. Jika ia memerintah Anda dengan 1 kata saja: “Tembak”, saya yakin Anda akan menembak. Ingat, 1 kata saja dan Anda paling sedikit menghilangkan 1 nyawa.
Posted in Menulis dgn Gembira | 2 Comments »