Archive for July, 2007

Menulis Fiksi

Saturday, July 28th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MENULIS fiksi, kalau dipikir-pikir, dalam praktiknya lebih mudah dibanding menulis nonfiksi. Karya-karya fiksi saya, ditulis disela menulis artikel, makalah, atau buku. Dalam bahasa motivasional, melamun, merenung, membiarkan imajinasi berkelana, lalu tulis, jadilah. Begitu mudahnya.   

Karya Sastra

Saturday, July 28th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas SEORANG teman suatu malam, ketika sedang asyik menulis buku, melayangkan SMS: Bagaimana menurut Sampeyan tetang diskusi sastra? Tidak membalasnya karena memang tidak berminat. Tetapi, SMS tersebut mengelitik pemikiran.  

Dana DKP dan Bantuan Asing

Saturday, July 28th, 2007

Oleh  Hidayatullah* Beberapa waktu yang lalu, negeri ini gempar dengan isu penyalahgunaan dana Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) serta bantuan asing kepada pasangan-pasangan capres dan cawapres beserta tim suksesnya pada pemilu 2004. Berbagai sanggahan, hingga jumpa pers telah dilakukan guna menepis isu yang telah menyeruak hamper ke seluruh pelosok jagad negeri ...

Mama Mia, Sebuah Prestasi Muslimah?

Saturday, July 28th, 2007

Oleh: Nellawati* Mama Mia, program reality show Indosiar, menempati rating tertingi program favorit di TV. Yang lebih mengejutkan, tayangan ini mampu menyalip program RCTI, Indonesian Idol. Mama Mia juga diharapkan bisa menjadi jalan pembuka atau batu loncatan menapak karir yang lebih tinggi.

Susahnya Jadi Pengacara

Saturday, July 28th, 2007

Oleh: Lisnawati* Indonesia adalah Negara hukum. Negara hukum akan senantiasa menjunjung tinggi hukum dan menjamin kepastian hukum. Untuk dapat merealisasikannya diperlukan sebuah lembaga peradilan sebagai wadah penyelesaian sengketa. Dalam prosesnya kita mengenal istilah ‘pengacara’. Pengacara inilah yang akan bertindak sebagai kuasa hukum bagi terdakwa, sebagai kliennya.

Bukan Sekedar Pelindung Kepala

Saturday, July 28th, 2007

Oleh : Mudzakkir Fahmi* Belakangan ini, trend atau memang keinginan untuk tampil seutuhnya sebagai muslimah, menunjukkan identitas diri, pemakaian kerudung sudah merebak.  Berkerudung tidak lagi dilakukan kaum ibu disaat pengajian, tapi juga oleh kalangan remaja kita. Tak ada lagi zamannya ‘sungkan’ berkerudung. Di mana-mana sekeliling kita jumpai muslimah berkerudung, dengan beraneka ...

KP EWA’MCo. Mohon Perhatian …

Friday, July 27th, 2007

1.Foto kirim ulang dengan ukuran lebih besar, kalau kecil susah diolah. 2.Kirim ulang 'Riwayat Singkat' dalam narasi bukan data. 3. Pengirim tulisan registrasi, please.  Tanpa registrasi maaf tidak dilayani. 4. Baca dong koran dan kliping tulisan yang telah dimuat. Trims atas perhatiannya. Banjarbaru, 27 Juli 2007 

Guru Hebat atau Guru Curang?

Wednesday, July 25th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas* MENULIS tentang guru, atau pendidikan pada umumnya, merupakan proses kerja otak menyenangkan. Memperdalam dasar teori, mengamati kenyataan obyektif, ‘mengoleksi’ pendapat berbagai pihak, dan tidak ketinggalan kajian dalam bingkai solusi ke depan.   

Penghargaan

Monday, July 23rd, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas (Penghargaan pada buku Menulis dengan Gembira) TERBITNYA buku Menulis dengan Gembira, tidak dapat tidak, membuahkan ‘hutang diri’ kepada banyak orang. Banyak hal mendadak datang begitu saja dalam kontribusi supor yang tidak terbayangkan sebelumnya. Penghargaan tiada bertepi dilabuhkan untuk semua kebaikan yang diberikan kepada saya.   

Mendadak Nulis ala EWA

Saturday, July 21st, 2007

Oleh Erwin D. Nugroho (Pengantar buku Menulis dengan Gembira) SAMPAI hari ini saya belum pernah berjumpa seorang pun yang derajat keseriusannya sebagai motivator penulisan sedahsyat apa yang ditunjukkan Ersis Warmansyah Abbas. Setiap saat, setiap kesempatan, dalam tema perjumpaan seperti apa pun, pria nyentrik ini selalu memotivasi lawan bicaranya untuk menulis.

Genderang Kasih

Wednesday, July 18th, 2007

Oleh Hanna Fransiska  JAKARTA. Aku di perantauan. Rindu kampung, rindu keluarga, rindu orang-orang kampung, rindu masa kecil adalah rindu serindu-rindu. Saat-saat bergotong-royong, ketika ada perhelatan, waktu ditimpa musibah, selalu bersama. Satu kampung satu keluarga.  

Kepada Matahari

Wednesday, July 18th, 2007

Oleh Hanna Fransiska  MATAKU tidak mau terpejam. Tanggis bayipun tak kuhiraukan. Hujan badai dini hari tak mampu mendinginkan kepala yang terus, dan terus berdenyut menghantar kepedihan. Aku tidak membayangkan, Jakarta begitu kejam. Mungkin benar kata orang, sekejam-kejamnya ibu tiri, lebih kejam ibukota.

Melayang Perih

Wednesday, July 18th, 2007

Oleh Hanna Fransiska  AKU teringat adik. Menyayangi adik melebihi sayangku pada diri sendiri. Tetapi, di sisini, dari Jakarta aku mengirim marah, benci, bahagia, sayang, beraduk jadi satu. Ah ... apa salah adik bila menikah? Bukan. Bukan. Bukan karena adik melangkahi. Tapi. Tapi, aku tidak bisa melihat secantik apakah adik dengan gaun ...

Menulis Membelajarkan Diri

Tuesday, July 17th, 2007

SUATU kali seseorang melayangkan kritik, kalau  menulis, tulislah sesuai apa yang dilakukan? Atau, dalam bahasa yang lebih keras, percuma menulis kalau tulisan tidak sesuai dengan perbuatan. Dalam bahasa agama yang lebih lembut, sesuaikan perbuatan dengan perkataan. Tidak ada yang salah memang.  

Menulis Bak Bersendagurau

Monday, July 16th, 2007

MULAI sekarang, sejak membaca buku Menulis dengan Gembira, kalau berbicara, berdiskusi, atau berpikir, dan atau memapankan pikiran tentang menulis hanya ada satu kesimpulan, menulis sangat mudah. Sangat mudah? Ah yang bener aja.