Sabar
13 June 2007 | Ditulis oleh:Sebelum lahir ayah sudah tiada. Ketika kasih sayang ibu belum puas direguk beliau pun meninggal. Sandaran kasih tertumpah pada kakek yang juga meninggalkan dunia fana. Paman yang jadi tumpahan hati menyusul. Kesedihan dan kepedihan nampaknya masih hampir.
Itu belum seberapa. Tujuh anak meninggal sebelum dewasa. Menyusul isteri-isteri tercinta. Bayangkan kalau hal tersebut menimpa Sampeyan. Bukan tidak mungkin putus asa menjadi ambilan. Itu belum seberapa. Caci maki kaum tak terhingga hinanya.
Tetapi, para pembaca sekalian, tidak terbetik putus asa walau seujung rambut. Itulah contah mansuia sabar paling sempurna. Siapa gerangan?
Saya yakin Sampeyan sudah menebak, Baginda Rasulullah. Cuplikan kisah tidak dilanjutkan. Ketika menonton film Risalah, saat Rasulullah memasuki kota Mekah setelah melalui segala perjuangan, baik ayunan diri, apalagi dalam syiar agama Allah, diiringi puji-pujian kebesaran, tak pelak air mata meleleh merasuki perjuangan manusia tauladan sempurna tersebut. Satu tali merah perjuangan Rasulullah adalah sabar. Sabar berbuah berkah Allah SWT.
Merenungi kisah Rasulullah tak pelak lagi, apa yang kita alami, mungkin tidak ada apa-apanya. Saya pernah mengalami kemarahan tak terhingga ketika merasa diperlakukan tidak fair (bisa jadi hanya perasaan saja). Ketika gagal mengikuti proyek pendidikan di UGM Yogyakarta untuk belajar ke Belanda pada tahun 1988. Sampai-sampai saya datangi A.B. Lapian dan Taufik Abdullah, perekrut proyek tersebut ke Jakarta dengan perasaan dongkol. Jawaban mereka sederhana saja, proyek memerlukan peserta perempuan, dan dari Padang ada perempuan. Saya tersisih.
Marah bukan saja pada diri yang dianggap tidak cerdas, perekrut tidak fair, dan … ampun Gusti … Allah dianggap tidak adil. Saya sudah mempersiapkan diri, berdoa, dan melakukan apa yang yang harus dilakukan, tetapi kenapa tidak lulus? Kenapa dirugikan?
Hal-hal sdemikianlah yang dipatri sebagai tidak sabar. Sampai ?melawan? Allah Mahapengasih dengan abai menunai amarnya. Ampuni hambamu ya Allah. Makhluk dungu ini belum paham arti cobaan. Tidak sabar.
Perjalanan hidup dan kehidupan pada hakikinya adalah medan pratik sabar dan kesabaran. Sabar dapat didefinisikan sebagai ketabahan dalam merespon hal-hal yang tidak diinginkan dan atau tidak menyenangkan. Secara kamusis berarti: ?Tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus aasa, tidak lekas patah hati), tabah, tenang; tidak tergesa-gesa, tidak terburu nafsu (KBBI, 188: 763).
Dalam terminologi agama berarti dorongan kuat menjalani kewajiban (agama), apa pun tantangan dan halangannya. Begitu tingginya ?harga? sikap sabar, Allah berfirman: ?Allah mencintai orang-orang yang berlaku sabar.? (Q.S. Ali Imran: 146).
Dalam kehidupan, sabar bukanlah berarti pasif, menerima begitu saja. Tetapi, dimaknai memperjuangan atau melakukan sesuatu dengan segenap kemampuan, semaksimal mungkin, dan … apa pun hasilnya itulah kenyataan yang harus diterima. Pingin sih tentunya berhasil maksimal, sukses selalu, tetapi kalau kenyataan lain, harus diterima dengan lapang dada.
Manakala umur melewati 40 tahun, uban mulai bermunculan di kepala, gigi mulai ada yang rusak, dan ketika bercermin rona ketuaan melambai. Apa bisa dilawan? Sikap paling bijak menerima ?hukum Allah? adalah sabar (dan sadar), begitulah kodrat kita. Diterima dengan hati lapang dan lempang. Alhamdulillah Allah telah memberi ?peringatan?.
Jadi, inti sabar dan kesabaran adalah bagaimana kita memenej pikiran dan perasaan hingga secara proporsional di tataran yang tepat. Allah SWT telah memberi alat pendeteksinya di pikiran dan di perasaan kita. Selamat memanfaatkan.
Bagaiman menurut Sampeyan?













5 Responses to “Sabar”
By hanna on Jun 13, 2007 | Reply
seorg teman bersuamikan seorg’pemarah’.salah tidak salah pasti menjadi salah.intinya sehari dia tak marah tak akan betah.sang istri pun hilang kesabarannya dan mengadu kepada ibunya.sang ibu cuma memberi sebuah ukiran besar yg terukir huruf kanji”REN”yg artinya’sabar’dan mengatungkannya diruang tamu sembari berkata:’setiap x suamimu marah maka pandangilah huruf itu dan pahami isinya.’aneh bin ajaib setelah mengikuti anjuran ibunya anaknya itu menjadi jau lebih sabar sehingga pertengkaran dapat terhindari.tapi,ketika dia menangkap basah sang suami berselingkuh dgn wanita lain amarahnya meluap-luap,jiwanya menjadi labil.kata sabar pemberian ibunya tak lg mampu menghibur dan dia berkata:ibu,haruskah saya tetap sabar tanpa berbuat sesuatu dan menerima mereka?kenapa selama saya memendam amarah saya merasa semakin tersiksa?tolong bu,ajari saya bagaimana saya harus bersabar?
By hanna on Jun 13, 2007 | Reply
sabar adalah kata’PENGHIBUR LARA’.ada hal tertentu kita harus sabar dan tidak boleh sabar.ketika banjir besar melanda jakarta seorg karyawan saya sakit dan jatuh pingsan dirm.sy menghub tim sos beberapa x,mereka cuma menjawab:sabar bu,kami usahakan secepat mungkin.ijam,2jam mereka tak datang jua.setiap setengah jam sy mencoba mendesak dan 6jam kemudian mereka baru tiba dan kapal penolongnya,tapi takdir bergerak lebih cepat.karyawanku itu tak tertolong lagi.amarahku pun memuncak.dgn perasaan yg kacau ditengah malam yg larut kuantar jenazahnya kerm istrinya.sesampainya saya cuma bisa memeluk istrinya yg lg hamil besar dgn 3anak yg masih balita dan berkata:yang sabar ya bu,maafkan saya,ini diluar kehendak dan kemampuan saya.lagi lagi kata sabar.
By hanna on Jun 13, 2007 | Reply
sejak kecil sy slalu mendengar kata’orang sabar disayang TUHAN’jd org mesti sabar.kita org awam,takkala kesabaran kita sedang diuji yang harus kita lakukan adalah lebih mendekatkan diri pada yg kuasa.menurutku sabar itu tergantung kepada suasana hati itu sendiri.suasana hati senang sesorang akan lebih mampu bersabar.susana hati gundah,bnyk pikiran maka sabar itu akan sirna.tapi pak orang yang terlalu sabar rezkinya mungkin agak telat,mungkin juga bisa lebih dasyat,seperti pemain saham misalnya.hehehe.nah,untuk bapak sendiri bisakah lebih sabar untuk karyanya?n ajari saya dong gimana supaya saya bisa sabar menunggu karya bapak yang lain untuk dibaca.hehehe.sabar,sabar,sabar n sabar ,koq saya bisa sabar dlm hal tertentu tapi selalu tidak sabaran ya?
By ahmad nur irsan f on Jun 14, 2007 | Reply
SABAR itu memang tidak dibatasi ruang dan waktu, artinya Sabar tanpa batas. Bahasa mudahnya, sabar itu “No Limited”
By Ahmad Nur Irsan Finazli on Jun 17, 2007 | Reply
Ass.wrwb.
Wah asyik juga ya, bisa komunikasi via dunia maya.
Sabarnya saya saat ini, ya belajar internet dari internet. Terus….terus…dan terussss, sehingga jadi mahir. Doakan saya, ya. Amin
Salam belajar dari saya, Irsan.