Dekan Baru FKIP Unlam
4 June 2007 | Ditulis oleh:HARI ini, Senin, 4 Juni 2007, Achmad Sofyan dilantik menjadi Dekan FKIP Unlam. PR III Unlam yang disuka banyak orang ini menjadi tumpuan harap. Kalau tidak, buat apa dipilih Senat Fakultas. Pada langkah awal, bagi saya, Sofyan cukup melakukan hal sederhana. Hal-hal ‘berat’ dan ideal, nantiah beberapa bulan ke depan. Syukur mampu membuat rencana kerja workable.Misalkan, tahun 2010 penampakkan FKIP Unlam seperti ini-itu. Tahun 2007 dikerjakan ina-ine, tahun 2008 ita-ite, 2009, ine-ine 2010 inu-inu. FKIP itu ‘raksasa’ di lingkungan Unlam. Tenaga edukatifnya saja hampir 300 orang, kira-kira dua atau tiga kali rata-rata fakultas lain. Mahasiswanya, wuaw ribuan. Inilah fakultas paling ‘gemuk’. Ya SDM, ya ‘pendapatan’. Kalau ada yang kurang, fasilitasnya. Contoh, dosennya hanya punya meja dan kursi bersama. Kalah dari guru-guru SD.
Kalau suasana, sejauh ini ‘biasa-biasa’ saja. Tidak ada gejolak ini itu, baik di kalangan dosen, antar mahasiswa, sesama karyawan, dan atau antar elemennya. Tidak terdengar ribut-ribut penggunaan dana. Tidak ada yang terlalu menonjol seperti juga tidak ketinggalan amat. Setidaknya, begitu yang muncul ke permukaan. Lalu, apa yang diharapkan?
Kampus Nyaman
Kampus dijadikan nyaman. Nyaman untuk apa saja. Misalnya, kalau ingin ke WC ya kakus itu bersih. Sesederhana itu? Ya. Misalkan untuk 4.000 warga kampus dengan rasio 1 WC untuk 400 orang (terlalu banyak ya. Biarin) diperlukan 10 WC. Tidak usah ada pemisahan WC dosen dan WC mahasiswa. Kotoran kan tidak bermazhap. Gunakan bersama. WC lama di keramik baru biar nyaman.
Sarana olahraga, terutama untuk mahasiswa, dirintis. Memang di JPOK Banjarbaru tersedia beragam sarana olahraga, tetapi tidak di kampus FKIP Banjarmasin. Lapangan voli, basket, atau apa saja. Jadikan sebagai ajang ‘pertemuan’ mahasiswa dan sivitas akademika. Akan lebih elok sediakan beberapa perangkat band atau alat-alat kesenian lainnya.
Tempat parkir mobil pimpinan fakultas dibongkar. Hingga halaman kampus lempang. Bersamaan dengan itu, bongkar semua atap bangunan. Kalau hujan, jangankan bicara, terkadang berteriak saja tidak kedengaran. Kenapa? Atap tidak kedap suara diterpa hujan. Atapnya disesuaikan standar bangunan pendidikan.
Yang paling penting lingkungan kampus dibuat nyaman dipandang dan dimanfaatkan. Pakai jasa cleaning service. Kalau perlu halaman kampus ditinggikan, tidak diaspal, tapi di bata press biar bisa menyerap air. Bangunan dicat ulang dengan warna cool, lembut di mata.
Kampus Mahasiswa
Karena sering ‘bicara’ dengan mahasiswa, banyak keluhan yang disampaikan. Mahasiswa menginginkan sarana internet. Menurut saya wajib hukumnya dipenuhi. Ingat, mahasiswa membayar SPP, bahkan ribuan mahasiswa mandiri membayar ‘uang pangkal’ (maaf saya tidak tahu istilahnya) Rp3 juta. Belum SPP. Gaji dosen, karyawan, dan hal tekait lainnya merupakan tanggung jawab negara.
Tidak ada mahasiswa yang akan kecewa bila ada fasilitas internet gratis. Begitu juga dosen dan karyawan. Bayangkan, sekolah-sekolah kini dilanda deman internet untuk pembelajaran. Kalau mahasiswa FKIP jahiliyah IT lalu bagaimana mereka akan ‘terhormat’ ketika menjadi guru. Jangan sampai, misalnya, diakrabkan dengan model Satpel yang ketika menjadi guru, e … di sekolah telah menjadi situs sejarah. Â
Lagi pula, bukankah di Visi-Misi termaktup gagah, mahasiswa ‘dicetak’ lengkap dengan kemampuan memanfaatkan IT untuk pendidikan? Biaya internet itu murah. Kalau tidak, mana mungkin di banyak sekolah tersedia fasilitas internet gratis. Tidak usah bersoal bahwa hal itu sudah dirintis, kini saatnya dijadikan kebutuhan pokok. Rekrut satu atau dua karyawan sarjana komputer atau tamatan D3 berkemampuan khusus mengurusi IT. Tidak perlu (dan sekali-kali jangan) diurus dosen atau karyawan, mereka punya pekerjaan masing-masing. IT diurus secara profesional.
Kita gembira FKIP Unlam membuat situs, tetapi isinya perlu disempurnakan, up date-nya lebih diperhatikan. Sekalipun demikian, ketika membuka aktivitas dan karya FKIP Unlam yang terserap di google dan yahoo untuk ukuran Unlam, bolehlah bergembira. Tentu lebih mengembirakan kalau lebih go international.
Gagasan untuk FKIP
Sebenarnya kalau jeli, dan saya yakin Sofyan telah mengetahui, banyak gagasan memajukan FKIP Unlam telah ditulis warganya. Ada yang menyentil, ada yang akademis, maulu-ulu, kritik konstruktif, dan sebagainya. Tinggal butiri atau adakan lokakarya (sungguhan). Maunya kita (bersama) FKIP seperti ini, seperti itu. Lalu buat rencana tahapannya. Tidak susah, kog. Ahli apa sih yang tidak dipunyai FKIP?
Pimpinan fakultas menjalankan apa-apa yang disepakati. Kalau melenceng semprit. Pimpinan harus terbuka, jangan cepat merah telinga dikritik. Sebab, dengan begitulah kemajuan lebih cepat dipacu. Mahasiswa dilatih lebih kritis. Kalau perlu latih berdemo, mendemo FKIP dengan konstruktif. Di era keterbukaan yang mendunia, tanpa sikap kritis kita akan digulungnya. Kini bukanlah era kekuasaan jadi panglima, tetapi tranparansi yang jadi primadona. Apa itu transparan?
Dibuat rencana yang diketahui bersama. Kinerja diacukan kepada rencana yang dilakukan terbuka. Proses dan hasilnya dievaluasi bersama. Dengan kata lain, di semua tingkatan dan level, semua warga kampus mengetahui. Ide dasar tranparansi adalah semua pihak mengetahui hal ikhwal sesuatu.
Tranparasi menjadi ikon dunia karena semua hal positif terpampang di wajah dunia untuk diambil nilai positifnya. Hal-hal negatif terlihat telajang, untuk dihindari kenegatifannya. Tranparansi adalah modal kemajuan bersama.
Maaf Pak Sofyan, dengan beberapa mahasiswa, kami merencanakan mencatat berapa kali Sampeyan ke Jakarta (luar daerah) dalam tiga bulan pertama. Untuk apa, berapa biayanya, dan apa manfaat langsungnya bagi kampus. Sekali lagi maaf, ada yang menghitung, satu kali ke Jakarta, sama dengan biaya bulanan internet.
Kami akan lakukan itu untuk menguji penerapan transparansi dalam arti sebenarnya. Tapi, kalau melanggar ketentuan atau etika, kami akan undur. Untuk perjumpaan pertama setelah dilantik, hal terakhir yang ingin disampaikan, boleh apa tidak. Selamat menjadi Dekan FKIP Unlam Tercinta. Semoga sukses.Â
Bagaimana menurut Sampeyan?










8 Responses to “Dekan Baru FKIP Unlam”
By Amd on Jun 5, 2007 | Reply
Duh, baca posting ini saya jadi kangen kampus Pak. Sudah lama ndak berkunjung lagi.
Selamat untuk Pak Sofyan, sebagai mahasiswa beliau saya harap apa yang ditulis Pak Ersis di sini bisa segera direalisasikan karena terus terang itu harapan kita semua, utamanya mahasiswa.
Hehe, saya paling suka kalimat Pak Ersis yang ini…
By Neo Forty-Nine on Jun 8, 2007 | Reply
Pak ini saran saya buat kemanuan kampus
By Neo Forty-Nine on Jun 8, 2007 | Reply
Maksud saya kemajuan kampus
By annmolly on Jul 4, 2007 | Reply
bener tuh pak, kampus perlu digratisin i-net, biar mahasiswa tambah pinter…
By Ha..ha.. kasian yang udah tamat tidak sempat free browsing, free chatting , free downloading, free uploading free talking, cuma sempat free kencing sama free scorsing. Bwa..ha..ha.. on Feb 21, 2008 | Reply
users.cjb.net/bondry