Menulis Sangat Mudah
27 November 2006 | Ditulis oleh:
Hantaran Pembuka
Buku Menulis Sangat Mudah merupakan kumpulan artikel saya yang di muat HU Radar Banjarmasin. Tulisan tersebut pada awalnya dimaksudkan untuk memotivasi banyak pihak, terutama murid-murid dan teman-teman, yang beranggapan menulis susah dan menyusahkan. Padahal, pengalaman menunjukkan, menulis itu mudah, sangat mudah malahan.Garis tegas gagasan yang diapungkan sangat sensasional, menulis tidak perlu belajar, berguru, mengikuti kursus, orientasi, penataran atau apa pun namanya. Apalagi sampai belajar kepada mereka yang secara faktual tidak pernah menulis atau produktivitasnya mandul. Lalu bagaimana dong agar fasih menulis? Sederhana saja, tulis. Tulis apa yang hendak ditulis. Pasti jadi tulisan.
Sebagai kumpulan tulisan yang berasal dari tulisan lepas tentu saja wajar dilakukan suntingan di sana-sini, disesuaikan dengan kebutuhan. Bahkan, ada beberapa judul tulisan asli yang ditukar demi menyesuaikan dengan karakter buku. Tetapi, kesemua itu tidak merubah esensi tulisan aslinya.
Yang penting, saya tidak menjual kecap nomor satu, tapi menyambungsampaikan pemahaman dan pengalaman tentang menulis. Ternyata, Saudara-saudara, menulis itu mudah, sangat mudah malahan. Lanjutannya, sangat memudahkan dalam hidup dan berkehidupan.
Oh ya, secara tegas garis merah buku ini menjauhkan Sampeyan dari hal-hal negatif, respon-respon tidak konstruktif dari siapa saja, yang menghalangi kehendak menulis. Belenggu-belenggu halangan harus dibuang. Ingat, setiap manusia terfitrah born to be a genius.
Pendek kata, baca saja tulisan-tulisan dalam buku ini, dan secepat membaca, Insya Allah, secepat itu pula Sampeyan bisa meraih manfaatnya.
Selamat membaca. Menulis itu sangat mudah.
Banjarbaru, 15 November 2006
Ersis Warmansyah Abbas
Motivator Penulisan
DAFTAR ISI
HANTARAN PEMBUKA — v
DAFTAR ISI — vii
BAB 1 MENULIS SANGAT MUDAH — 1
Pengantar Dr. Jumadi: Mengapa Kita Perlu Menulis? — 3
BAB 2 MENULIS SANGAT MUDAH — 13
2.1 Secuil Tentang Menulis Sangat Mudah — 15
2.2 Menulis Itu Mudah — 23
2.3 Menulis Sangat Mudah — 29
2.4 Menulis di Otak — 35
2.5 Belenggu-Belenggu Menulis — 41
2.6 Pendidikan Menulis, Buat Apa? — 49
BAB 3 PROSES KREATIF MENULIS SANGAT MUDAH — 55
3.1 Menulis dengan Gembira — 57
3.2 Proses Kreatif: Menulis Sangat Mudah — 65
3.3 Menulis Pengalaman Mengesankan — 69
3.4 Bacaan Menyentuh Qalbu — 77
3.5 Merespon Persitiwa Langka — 85
3.6 Ide Segar — 93
3.7 Memapar Simpati — 103
3.8 Mengkuti Pelatihan — 113
3.9 Menulis Makalah — 123
3.10 Permintaan untuk Dikritik — 137
BAB 4 RISIKO MENULIS — 147
4.1 Menulis: Kenapa Takut? — 149
4.2 Resiko Menulis — 155
4.3 Digugat Tuntas — 163
BAB 5 MENULIS NYAMAN DAN MENYAMANKAN — 181
5.1 Menulis Nyaman dan Menyamankan — 183
KREDIT TULISAN — 189









4 Responses to “Menulis Sangat Mudah”
By dewi on Dec 8, 2006 | Reply
Ass. Wr.Wb
sepertinya,saya tertarik dengan tulisan yang bapak tampilkan intinya : singkat,jelas, dan sistematis mudah dipahami.smoga bapak bersedia mengirimkan artikel “menulis sangat mudah”.Pada email saya( dewi_dani@yahoo.com)
By rahmadi on Dec 11, 2006 | Reply
saya setuju gar fasih menulis adalah dengan cara menulis (banyak menulis). tapi saya kurang setuju dengan “tulis apa yang hendak ditulis”. pikiran kita tidak mungkin menampung satu masalah saja. kalau kita menulis apa yang hendak kita tulis, berarti tulisan kita tak karuan dong…!! kecuali kita cuman ingin nulis2 untuk rame2 aja…
By IRSAN FINAZLI on Apr 11, 2007 | Reply
Assalamu’alaikum.
Maturnuwun sanget pak Ersis, setelah 2kali pertemuan dengan pian, ulun jadi berani menulis. dan komentar saya adalah: “Gampang banget tuh menulis”.
Jazakallahu khairan katsiran
IRSAN PKS
By mathematicse on Jul 22, 2007 | Reply
Ya saya setuju, menulis itu jangan dianggap susah. Harusnya dianggap mudah, semudah kita bicara, semudah kita berucap (walaupun memang perlu kehati-hatian).
Dulu saya pernah ditegur sama seorang professor, gara-gara menulis sebuah artikel. Dalam artikel itu saya menuliskan “diajarkan” katanya seharusnya “diajari”. Katanya, kalau menulis itu perlu hati-hati. Mulanya saya jadi malu. Tapi gpp deh… saya anggap sebagai masukan saja, cuek saja lagi. Tetap saja artikel saya itu dipublikasikan di sini
Al Jupri