Menemukan Diri Di Jalan Allah
27 November 2006 | Ditulis oleh:Hantaran Pembuka
Memulai sesuatu, apalagi menulis buku, bukanlah persoalan mudah, tetapi apabila seuatu telah selesai, manfaat bermual. Ersis Warmansyah Abbas.
Bismillahirrahmanirrahim.
Buku ini berawal dari kekaguman. Ketika mengikuti ESQ Executive Training Angkatan XXIII di Jakarta Convention Center, 25-28 Desember 2003, terkagum-kagum atas ‘sambutan’ racikan audio visual aids (AVA). Kagum dan bangga. Kalangan Islam mampu memanfaatkan hi-tech. Selama ini ada kesan, kaum Muslim jahiliyah soal hitech, high-technology. Setelah mengikuti materi, lebih kagum lagi, betapa paduan pelatihan keterampilan ‘umum’, ESQ Training, dilandasi kandungan nilai-nilai Islam, berdasarkan Rukun Iman dan Rukun Islam. Psikologi bukan berhenti pada teori, tetapi didayagunakan dalam sajian materi dengan AVA.
Lebih mengagumkan, ternyata semua itu dimotori ‘anak muda’. Kalaulah dia tidak ‘direstui’ Allah SWT, manalah mungkin mampu meracik paket pelatihan sedemikian dahsyat. Mampu membangkitkan kesadaran hakekat diri, pola hablumminannas berlandaskan hablumminallah.
Memang, apa-apa yang disampaikan, bukanlah ‘barang baru’ dalam artian banyak yang telah diketahui dan dipelajari, tetapi tidak pernah saya pahami secara sinergik. Ary Ginanjar Agustian dengan ESQ Training-nya yang membangkitkan ‘macan tidur’ potensi yang saya rasakan terlelap selama ini.
Saya sangat berterima kasih dan bersyukur pada Allah SWT diberi kesempatan dan mengambil manfaat untuk lebih memahami siapa, dimana, hendak kemana, dan seharusnya bagaimana hidup dan berkehidupan sebagai seorang Muslim. Itulah inti maknawinya. Sesuatu yang tak terbayangkan selama ini. Padahal, selalu mencari dan mencari. Ternyata ada dalam diri. Subhanallah.
Setelah mengikuti ESQ Training, menulis kesan-kesannya pada Radar Banjarmasin dan Bandjarbaroe Post. Di luar dugaan, mendapat sambutan luar biasa. Ada yang sampai menitikkan air mata membacanya. Belakangan ada yang meminta rangkaian tulisan tersebut.
Lalu, muncul keinginan untuk membukukan. Setelah melalui proses editing sederhana, dalam waktu singkat naskahnya selesai. Dengan ‘keberanian’ luar biasa, jadilah buku ini dicetak.
Bahwa buku ini tidak sempurna, jelas dengan sendirinya. Lagi pula, walaupun sebagian besar merupakan racikan atas ‘penangkapan’ sebagai peserta ESQ Training, terutama untuk Bab III saya sebenarnya tak lebih dari penulis ulang. Menulis secara kreatif dengan illustrasi yang mudah dipahami.
Artinya, bahan dasarnya dari buku Ary, ESQ dan ESQ Power plus materi ESQ Training. Saya mohon maaf kalau cara sedemikian kurang berkenan, apalagi kalau salah mencerna gagasan Ary. Tujuan saya sederhana saja, agar lebih mudah dipahami dalam waktu singkat dengan bahasa yang rada-rada nyeleneh. Maaf kalau salah.
Terima kasih, pertama-tama untuk Ary. Bapak saya Ibnu Abbas (82) dan Ibu Nurbainar (76) yang datang ke Banjarbaru ‘menengok’ kami sekeluarga –ikut ESQ Professional Angkatan I Banjarmasin– yang menjadi teman diskusi dan banyak memberi masukan. Isteri saya Risna, anak saya Antra, Visi, dan Azta pantas pula mendapatkannya sebab mereka dengan riang gembira membiarkan saya memainkan tuts komputer.
Jaya, Erwin, dan Ogi, terutama Rudy Resnawan, teman sekaligus ‘musuh’ dalam diskusi untuk mencari ‘kebenaran’, pantas pula saya terimakasihi karena mereka membantu dengan cara masing-masing. Tentu banyak yang lain yang akan terlalu banyak bila disebutkan satu-persatu. Pokoknya terima kasih deh kepada semua pihak yang membantu.
Kepada Erwin Dede Nugroho dan Radar Banjarmasin dimana sebahagian besar tulisan-tulisan dalam buku ini awalnya dipublikasi, terima kasih tiada bertepi diucapkan, terima kasih sangat istimewa. Kepada Abdurrahman Hakim, Pemimpin Redaksi Bandjarbaroe Post yang membantu perancangan sampai selesai, tanpa bantuannya tidak mungkin buku ini menjadi kenyataan. Terima kasih kawan.
Terima kasih tentu saja terutama kepada pihak-pihak yang memberi kontribusi dana cetak sebab tanpa bantuan tersebut tidaklah mungkin buku ini jadi terbit. Mudah-mudahan menjadi ladang amal. Amin.
Apa pun jadinya, buku ini telah maujud. Tolong pula saya memperbaiki, meluruskan, baik melalui saran atau kritikan. Mudah-mudahan, bermanfaat adanya. Amin.
Banjarbaru, 20 April 2005
Ersis Warmansyah Abbas









3 Responses to “Menemukan Diri Di Jalan Allah”
By Sofyan on Sep 19, 2007 | Reply
Assalammualaikum….
Salam 165
Bpk. Ersis saya alumni Profesional 2 Bali, dan Alhamdulillah saya pun punya opini yang kurang lebih sama dengan bapak mengenai ESQ, yang buat saya adalah pembuka hati saya dan mengislamkan kembali saya yang dulunya Islam tapi sekedar artificial.
Saya pun termotivasi besar setelah training ESQ untuk Total Action dan kelihatannya satu yang ingin sekali saya lakukan adalah membuat buku tentang Service yang menjadi fokus saya selama ini. Bahkan saat ini saya sedang mengembangkan training khusus Service dengan branded ServicePower ! yang salah satu landasannya adalah spiritual motivations sebagai sumber energi ketika kita memberikan service. Saya alhamdulillah telah 2 kali menyelenggarakan training ini sejak Juni 07 kemarin di Bali dan 1 kali seminar.(sambil tetap beristigfar agar dijauhkan dari kesombongan)
Mohon petunjuk dan sharingnya agar misi saya berikutnya untuk dapat menerbitkan buku bisa terwujud dan insya allah semuanya saya niatkan sebagai pengabdian saya kepada sang Maha Ilmu….
Terimakasih Wassalam
Moh. Sofyan Abdullah
Denpasar - Bali
By abbas on Sep 25, 2007 | Reply
hey kifik min7 ya allah ana abbas moussa ?????????
By abbas on Sep 25, 2007 | Reply
ana abbas moussa ya allah habebe ya allah min7 ya allah habebe